Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Herman Deru Hadiri Pelantikan IKABES Sriwijaya Kaltim
Samarinda, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri silaturahmi sekaligus pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Besar (IKABES) Sriwijaya Sumsel periode 2018-2021 di Gedung Lamin Etam Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (3/2/2019). Turut mendampingi Gubernur Sumsel, istri tercinta yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru. Hadir pada acara itu Gubernur Kaltim H Isran Noor bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kaltim Hj Nor Baiti Isran Noor beserta Ketua IKABES Sriwijaya Provinsi Kaltim Eddy Effendi. Hadir juga pada kesempatan itu perantau asal Sumatera seperti dari Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi dan Riau. Ketua Pengurus IKABES Sriwijaya Kota Samarinda periode 2018-2021, Rusdi Doviyanto bersama dengan para anggotanya dilantik langsung oleh Ketua IKABES Sriwijaya Provinsi Kaltim Eddy Effendi. Pada kesempatan itu, Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Gubernur Kaltim H Isran Noor menjadi saksi atas pelantikan IKABES Sriwijaya Kota Samarinda tersebut dengan menandatangi surat keputusan IKABES Sriwijaya Kota Samarinda Provinsi Kaltim. Gubernur Sumsel Herman Deru mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kaltim yang sudah menerima keberadaan warga Sumsel dengan penerimaan begitu baik. Deru mengaku bangga atas undangan yang disampaikan padanya. Sebagai wujud ungkapan terimakasih dia menyempatkan diri untuk hadir. Jauh g dari kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. “Saya sangat bangga begitu mendapat undangan dari masyarakat Sumsel yang berada di Kaltim. Kehadiran saya disini merupakan wujud ungkapan terimakasih warga Sumatera Selatan,” tegasnya. Lebih lanjut Herman Deru mengingatkan kepada warga Sumsel yang berada di Kaltim untuk selalu mengikuti aturan yang berada di Kaltim begitu juga etika dan adat istiadatnya. “Saya tidak mau mendengar ada orang Sumsel berurusan Hukum disini. Aku juga minta dikemajauan zaman saat ini tidak menghilangkan ciri khas kito, karena Sumsel terkenal keramah tamahannya hampir sama dengan Pulau Jawa, karena Sumsel itu orangnya terkenal baik,”ungkapnya Gubernur Herman Deru mengapresiasi apa yang sudah di inisiasi oleh IKABES Provinsi Kota Samarinda Provinsi Kaltim sehingga membuat hubungan yang lebih baik lagi bukan hanya saja personal akan tetapi juga antar daerah. Kedepan dia mengharapkan ada kerjasama . Antara Pemprov Sumsel dengan Pemerintah Provinsi Kaltim dalam bentuk apapun yang dinilai bisa di kerjasamakan demi kemajuan kedua Provinsi tersebut. “Terima kasih sudah melayani kami disini dengan disambut dan ditempatkan dengan baik. Kami akan selalu mengingatkan kebaikan warga Kaltim,” katanya. Tak lupa orang nomor satu di Sumsel itu menyampaikan salam kepada seluruh warga Sumsel yang ada di Kaltim dengan mengajak untuk terus mendukung kebijakan Gubernur Kaltim. “Sampaikan salam saya untuk seluruh warga Sumsel di penjuru Provinsi Kaltim,”tuturnya. Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Sumsel Herman Deru beserta rombangan di Kaltim. Dia juga mengucapkan selamat kepada kepengurusan IKABES Sriwijaya Kota Samarinda yang baru saja dilantik. Dia berharap keberadaan masyarakat Sumsel di Kaltim dapat menjadi jembatan dalam menjalin persaudaraan antara Kaltim dan Sumsel. “Saya menyambut baik keberadaan IKABES Sriwijaya baik kepengurusan Provinsi maupun di Kabupaten/Kota. Jangan khawatir, i saya tidak membeda-bedakan mana masyarakat Kaltim dan Sumsel, itu semua sama,” tegasnya seperti dilansir oleh Koran Indonesia. Selaku Ketu Panitia Pelaksana IKABES H Faisal Nangyu mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Sumsel Herman Deru bersama rombongan yang telah dapat hadir jauh datang dari Palembang ke Kaltim. ‘Kami berterima kasih kepada Gubernur Sumsel serta ibu dan rombongan, jauh -jauh dari Kota Palembang untuk bisa bersilaturuhmi dengan kami yang berada di Kaltim,” katanya. Dia merinci anggota Sriwijaya yang berdomisili di Kota Samarinda Provinsi Kaltim sebanyak 1.200 orang. IKABES merupakan ikatan Sriwijaya yang berada di Kaltim yang berasal dari beberapa daerah di Sumatera Selatan. Sementara itu Ketua IKABES Sriwijaya Kota Samarinda periode 2018-2019 Rusdi Doviyanto mengatakan, ikatan Sriwijaya ini telah berdiri sejak tahun 1987 namun namanya yang dulu IKS dan sekarang IKABES. Sebagai ketua, dirinya akan menjalankan amanah sebaik mungkin. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto Humas Prov.Sumsel
Sumsel
Gubernur Sumsel Mengapresiasi Tayangan TVRI Sumsel Kedepankan Kearifan Budaya Lokal
Palembang, sumselprov.go.id – Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sumatera Selatan (Sumsel) Jon Kenedy mengapresiasi TVRI Sumsel yang senantiasa menampilkan kearifan serta budaya lokal sekaligus memperkenalkan budaya Sumsel ke generasi penerus agar cinta akan budaya dan melestarikannya. “Melalui Kegiatan yang dilakukan oleh TVRI Sumsel yang menggelar acara dalam bentuk pergelaran budaya lenggang Palembang campur sari dan wayang kulit merupakan kegiatan positif karena selain ikut berpartisiasi kami pun merasa gembira dan bangga atas antusias dan animo masyarakat dalam usaha - usaha pelestarian seni dan budayanya sendiri," kata Jon dalam sambutannya mewakili Gubernur Sumatera Selatan pada acara Ultah TVRI Sumsel ke-45 tahun 2019 di pelataran halaman TVRI Sumsel, Sabtu, malam (2/2/2019). Pelestarian budaya menurutnya, bukan suatu usaha bersifat elistis, tetapi merupakan upaya memelihara dan melindungi aset bangsa agar seluruh lapisan masyarakat mendukung pelaksanaan pembangunan bangsa dengan lebih berbudaya sebab budaya merupakan aset penting, terutama untuk pengetauan, dan memupuk jati diri bangsa. “TVRI sebagai lembaga penyiaran publik yang bertugas menyampaikan informasi dalam bentuk visual kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Sumatera Selatan berperan aktif dalam rangka mendukung program pembangunan di Sumatera Selatan, sehingga pembangunan di Sumatera Selatan dapat diketahui oleh masyarakat,” ujar Jon. Ditambahkannya, Kominfo Sumsel juga mempunyai binaan Kelompok Informasi IMasyarakat (KIM) se- Sumatera Selatan, dimana Kim ini adalah binaan patner kerja sebagai sarana mempulikasikan informasi tentang pembangunan Provinsi Sumsel dan juga KIM sebagai perpanjangan pemerintah untuk menginformasikan keunggulan di daerah masing-masing yang nantinya membantu pemerintah mempromosikan ke tingkat nasional maupun internasional demi meningkatkan taraf hidup masyarakat daerah tersebut. Ia mengharapkan, TVRI Sumsel sebagai patner kerja bersama-sama dalam hal memperkenalkan serta mempromosikan produk keunggulan daerah, kearifan budaya lokal serta destinasi wisata yang ada di Sumsel. "Sesuai visi misi Gubernur Sumsel dan Wagub Sumsel yang fokus dalam pelayanan masyarakat Sumsel maju bersama, kita harus merubah pola pikir (mindset) dalam hal pelayanan masyarakat, kita sebagai pelayan masyarakat setiap saat siap bekerja penuh (all out) melayani masyarakat , karena sudah jamannya pejabat publik/institusi maupun lembaga pemerintah harus punya prinsip melayani bukan untuk dilayani (Serve not to be served)," pungkasnya Hadir dalam acara, Direktur Utama TVRI Helmi Yahya dan beberapa unsur undangan lainnya serta dimeriahkan Seni Tradisonal Sumatera Selatan, Pagelaran Budaya Lenggang Palembang, Campur Sari dan Wayang Kulit dipimpin Ki Heru Timbul Aji. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM/All Team foto team medsos kominfo sumsel
Sumsel
Ramah Tamah dengan Gubernur, Bupati OKU Sampaikan Ini
Palembang, Sumselprov.go.id -- Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) H Kuryana Azis, menerima kunjungan Gubernur Sumsel H Herman Deru dengan Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Denni Gabril di rumah dinas Bupati OKU, di Baturaja. Dalam ramah tamah malam itu, Bupati Kuryana menyampaikan beberapa hal kepada Gubernur. Salah satunya soal jembatan Lubuk Batang yang terbengkalai. "Yang jembatan Lubuk Batang menghubungan dengan unit dua dan tiga Trans Batumarta yang terbengkalai karena terkendala pembebasan lahan," ujarnya. Namun sekarang masyarakat sudah ada yang membongkar sendiri rumahnya untuk kelanjutan pembangunan jembatan ini. Selain itu, ia juga menyampaikan perihal situasi Kamtibmas di OKU. "Untuk situasi keamanan di OKU sekarang ini cukup kondusif. Ini berkat adanya kerjasama dengan aparat kemanan dan tokoh agama dan tokoh masyarakat," katanya. Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya mengungkapkan, satu kehormatan bagi dirinya dan rombongan atas penerimaan di rumah dinas bupati OKU. Orang nomor satu di Bumi Sriwijaya itu mengakui bahwa yang menjadi kendala selama ini adalah masalah infrastruktur. "Oleh karenanya, saya ingin ada sinkronisasi persepsi dalam program pembangunan di Sumsel. Setelah rampung perbaikan jalan dan jembatan di Sumsel tahun 2019 ini baru kita dapat berbuat lebih dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat," tambahnya. Lebih lanjut, bahwa zero konflik yang dimiliki saat ini lanjut Gubernur tidak mudah dalam mempertahankannya. Karena dibutuhkan kerjasama semua pihak antara penegak hukum, pemerintah, Forkompinda, alim ulama dan umaro. "Kadang konflik yang terjadi kerap dimanfaatkan pihak lain. Seperti menggaruk tidak gatal, ngadu idak SMS jadilah," tambahnya. Dia mengajak jajaran Pemerintah Kabupaten OKU untuk tetap kompak dan koordinasi dengan pemerintah provinsi Karena Sumsel diakui sebagai daerah yang kaya dan memiliki sumber Daya lebih jika dibanding daerah lai Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Satu Pekan Lagi Jalan Putus Lahat-Pagaralam Bisa Dilalui
Palembang, Sumselprov.go.id -- Jalan Lahat - Pagaralam yang putus Sabtu (2/2) dini hari akan bisa dilewati kembali oleh kendaraan Hal ini diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru. Menuru dia, paling lambat satu pekan, jalan Lahat - Pagaralam akan bisa dilewati kembali oleh kendaraan. Hal itu diungkapkannya usai membuka Try Out Akbar 2019 di PSCC, Sabtu (2/2) pagi. "Iya itu jalan negara. Saya sudah langsung telepon Kepala Balai Badan Pelaksana Jalannya. Mudah-mudahan selesai dan bisa dilewati lagi sebelum 1 minggu," jelas Herman Deru, diberitakan RMOLNetwork. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas PUBM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel Darma Bhudi menjelaskan bahwa setelah mendapatkan informasi kejadian pukul 02.00 wib dinihari pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional wilayah V, Kiagus Syaiful Anwar. Menurut Bhudi putusnya jalan tersebut diakibatkan adanya tanah di badan jalan yang mengalami erosi. Hal itu dipicu keberadaan air yang berada di bawah badan jalan yang menyusup ke badan jalan. Karena itu meski pekan depan jalan tersebut sudah bisa kembali dilewati namun dibatasi untuk kendaraan tertentu. Jalan tersebut menurutnya amblas dengan kedalaman hingga 15 meter. "Paling lambat minggu depan bisa dilewati. Dalam artian ini untuk kedaraan tertentu maksimal berat 8 ton, untuk truk-truk besar sementara tidak bisa," jelasnya. Saat ini jelas Bhudi Kepala Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional wilayah V, Kiagus Syaiful Anwar sudah langsung turun ke lokasi kejadian dengan membawa material untuk perbaikan. Agar jalan ini kembali bisa segera dilalui mereka kata Budhi juga akan membuat box culvert ( sejenis gorong-gorong cor) untuk mengalirkan air yang ada. "Tugas kami untuk sementara ini mengalihkan lalu lintas ke Jalan Provinsi Jalan Siban menuju Simpang Bacang. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres agar lalu lintas kendaraan dari persimpangan atas bisa diantisipasi supaya terkendali," jelas Bhudi. Selain itu mereka juga sudah menugaskan UPTD setempat untuk standby di lokasi kejadian di Jalan Lintas Lahat Pagaralam Desa Jati. Dengan kondisi cuaca yang masih sering hujan, Bhudi juga mengimbau agar warga dan pengendara pengguna jalan lebih berhati-hati mengingat di daerah sekitar lokasi memang cukuo rawan terjadi erosi dan longsor. Seperti diketahui Sabtu dinihari sekitar pukul 02.00 wib, jalan lintas yang menghubungkan Lahat Pagaralam di Kecamatan Pulau Pinang desa Jati putus. Musibah ini membuat akses jalan tak bisa dilewati kendaraan sama sekali baik roda dua maupu roda empat. Amblasnya jalan ini diperkirakan akibat curah hujan yang sering belakangan sehingga membuat kondisi tanah labil Tim MC diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Jalan Lahat-Pagaralam Putus, Gubernur Langsung Telpon Kepala BBPJN V
#Minimal Satu Minggu Jalan Sudah Bisa Dilewati Palembang Sumselprov.go.id - Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Plt Kepala Dinas PUBM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel Darma Bhudi memastikan paling lambat satu pekan, jalan Lahat -Pagaralam yang putus Sabtu (2/2) dini hari akan bisa dilewati kembali oleh kendaraan. Hal itu diungkapkannya usai membuka Try Out Akbar 2019 di PSCC, Sabtu (2/2) pagi. " Iya itu jalan negara. Saya sudah langsung telepon Kepala Balai Badan Pelaksana Jalannya. Mudah-mudahan selesai dan bisa dilewati lagi sebelum 1 minggu," jelas Herman Deru. Dihubungi terpisah, Kepala Dinas PUBM dan Tata Ruang Provinsi Sumsel Darma Bhudi menjelaskan bahwa setelah mendapatkan informasi kejadian pukul 02.00 wib dinihari pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional wilayah V, Kiagus Syaiful Anwar. Menurut Bhudi putusnya jalan tersebut diakibatkan adanya tanah di badan jalan yang mengalami erosi. Hal itu dipicu keberadaan air yang berada di bawah badan jalan yang menyusup ke badan jalan. Karena itu meski pekan depan jalan tersebut sudah bisa kembali dilewati namun dibatasi untuk kendaraan tertentu. Jalan tersebut menurutnya amblas dengan kedalaman hingga 15 meter. "Paling lambat minggu depan bisa dilewati. Dalam artian ini untuk kedaraan tertentu maksimal berat 8 ton, untuk truk-truk besar sementara tidak bisa," jelasnya. Saat ini jelas Bhudi Kepala Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional wilayah V, Kiagus Syaiful Anwar sudah langsung turun ke lokasi kejadian dengan membawa material untuk perbaikan. Agar jalan ini kembali bisa segera dilalui mereka kata Budhi juga akan membuat box culvert ( sejenis gorong-gorong cor) untuk mengalirkan air yang ada. "Tugas kami untuk sementara ini mengalihkan lalu lintas ke Jalan Provinsi Jalan Siban menuju Simpang Bacang. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres agar lalu lintas kendaraan dari persimpangan atas bisa diantisipasi supaya terkendali," jelas Bhudi. Selain itu mereka juga sudah menugaskan UPTD setempat untuk standby di lokasi kejadian di Jalan Lintas Lahat Pagaralam Desa Jati. Dengan kondisi cuaca yang masih sering hujan, Bhudi juga mengimbau agar warga dan pengendara pengguna jalan lebih berhati-hati mengingat di daerah sekitar lokasi memang cukuo rawan terjadi erosi dan longsor. Seperti diketahui Sabtu dinihari sekitar pukul 02.00 wib, jalan lintas yang menghubungkan Lahat Pagaralam di Kecamatan Pulau Pinang desa Jati putus. Musibah ini membuat akses jalan tak bisa dilewati kendaraan sama sekali baik roda dua maupu roda empat. Amblasnya jalan ini diperkirakan akibat curah hujan yang sering belakangan sehingga membuat kondisi tanah labil. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ FS Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Tingkatkan Kualitas Harga Karet di Sumsel, Herman Deru Akan Keluarkan Pergub
PALEMBANG Sumselprov.go.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mencari upaya konkrit dalam meningkatkan harga getah karet rakyat di Sumatera Selatan. Salah satunya melalui rapat dengan melibatkan semua unsur yang terkait. Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru saat ditemui usai memimpin rapat yang digelar di Griya Agung Palembang, Jumat (1/2) petang menegaskan, dari hasil pembicaraan dengan pihak terkait seperti jajaran Polda Sumsel, Gapkindo, Apkarindo, PTPN 7, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Palembang, Pusat Penelitian Karet Balai Karet Sembawa. Dari berbagai masukan , saran dan pendapat para peserta rapat ditarik kesimpulan kedepan harus ada perbaikan mutu dan kualitas getah karet hasil produksi petani di Sumatera Selatan. Perbaikan kualitas getah karet tersebut dimulai dengan proses pembekuan harus menggunakan asam semut yang fungsinya untuk menekan kadar air. “Kita butuh peran serta dari semua yang hadir ini. Untuk menyampaikan dengan masyarakat agar tidak lagi menggunakan cuka para dan tawas. Namun gunakan rekomendasi dari pemerintah yakni asam semut,” tegas Herman Deru. Karena harga karet dipengaruhi harga dunia, maka Pemerintah Provinsi Sumsel lanjut Herman Deru akan membuat suatu formula yang diharapkan dapat menjawab keluhan petani karet selama ini. Selain harus adanya peningkatan kualitas dan mutu. Juga harus dilakukan pemangkasan birokrasi produksi hingga karet masuk ke pabrik. Salah satunya dalam waktu dekat akan dibuatkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penerapan Tata Niaga Karet dan pembentukan UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar) bertujuan sebagai sarana bagi petani untuk meningkatkan mutu karetnya. “Nanti para UPPB ini akan kita lantik, sehingga dapat menjalankan perannya melakukan pembinaan pada masyarakat sebagaimana dahulu ada PPL,” tambah Herman Deru. Selain itu para petani karet di Sumsel diupayakan dapat meningkatkan produksi getahnya melalui subsidi pupuk, dan subsidi asam semut. “ Yang lebih peting lagi kita akan upayakan agar petani memiliki alat ukur kadar air. Jadi kedepan jangan ada lagi petani karet yang justru melakukan tindakan curang dengan memasukan tatal kayu. Sandal jepit. Atau malah getahnya direndam. Tindakan ini justru akan merugikan petani sendiri. Sebab pabrik tidak akan mau membeli dengan harga tinggi. Jika petani tidak memperhatikan mutu dan kualitas getah,” imbuhnya. Dia berharap kedepan tidak ada lagi petani karet di Sumsel yang mengangap pemerintah daerah tidak melakukan upaya dalam meningkatkan harga getah karet rakyat ini. “Untuk itu kita akan buka akses informasi harga karet terkini. Disamping akan kita upayakan membuat hilirisasi. Dengan membuka seluas luasnya peluang usaha membuat bantalan rel berbahan baku karet misalnya. Dan ini akan saya sampaikan dengan menteri perhubungan. Untuk pembuatan ban mobil, sepeda motor dan sepeda. Saya tegaskan harus terealisasi. Nanti pemanfaatannya diperuntukan bagi kendaraan dinas,” tandasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ FS Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Diikuti 14.000 Pelajar, Herman Deru Minta TO Akbar Jadi Agenda Tahunan
Palembang Sumselprov.go.id - Gelar Try Out (TO) pelajar SMA sederajat se Sumsel yang digelar Koran Palembang Pos yang menghadirkan 14.000 peserta di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Sabtu (2/2) benar-benar spektakuler. Karena itu pula Gubernur Sumsel Herman Deru meminta agar kegiatan ini dijadikan agenda rutin tahunan. "Idenya sangat brilian dan bagus sekali. Try Out ini kan semacam persiapan untuk ujian biar anak-anak tidak grogi menghadapi ujian nanti. Harusnya ini diadakan setiap tahun karena peminatnya banyak sekali," jelasnya diwawancarai usai acara. Gubernur Sumsel Herman Deru yang datang didampingi Duta Literasi Sumsel Hj.Percha Leanpuri B.Bus M.BA mengatakan, hendaknya peserta TO benar-benar serius mengikuti kegiatan ini karena penting untuk bekal ujian akhir sekaligus untuk persiapan SBMPTN yang tinggal beberapa sebentar lagi. "TO ini penting untuk melatih kesiapan menghadapi ujian. Jadi nanti waktu ujian sudah siap menghadapi soal-soal yang diberikan. Karena biasanya soal-soalnya mirip," terang mantan Bupati OKU Timur dua periode tersebut. Tak hanya belajar dan mengikuti kegiatan postif seperti TO, ia juga berpesan agar pelajar ini tidak lupa berdoa serta menjaga kesiapan fisik. Jangan sampai justru saat ujian pelajar malah sakit atau terganggu kesehatannya. " Jangan begadang dan jaga fisik dan terus belajar dan berupaya mencari tahu ilmu-ilmu yang sudah diberikan guru-guru sebelumnya," ujar Herman Deru. Diapun meminta agar belasan ribu pelajar yang hadir tidak mudah percaya dengan isu adanya bocoran soal dan lainnya. Sebaliknya para siswa ini diminta untuk tetap belajar karena kualitas soal yang diberikan pasti sama baik di desa hingga perkotaan. Demikian kepada guru-guru yang ikut hadir, Herman Deru meminta agar bisa mengarahkan dan membimbing pelajar ini untuk lebih tekun belajar menjelang ujian. Sehingga usai lulus sekolah para anak didik dapat melanjutkan pendidikan ke berbagai Perguruan Tinggi (PT) favorit di seluruh Indonesia khususnya Unsri. Di tempat yang sama Duta Literasi Sumsel, Hj Percha Leanpuri B.Bus M.BA mengatakan sangat senang melihat antusias ribuan pelajar yang hadir mengikuti TO tersebut. Sebagai Duta Literasi dia mengaku bangga melihat semangat para pelajar ini untuk mencapai cita-cita. "Sebagai Duta Literasi saya sudah roadshow ke berbagai daerah di Sumsel, melihat semangat siswa hari ini sungguh sangat luar biasa. Saya yakin dengan semangat yang begitu tinggi dari generasi muda target Sumsel Maju untuk Semua akan cepat terwujud," jelasnya. Dikatakan Percha, Try Out ini sangat berguna untk mengisi hari-hari menjelang ujian. Dengan pengetahuan yang banyak diyakininya akan mempermudah para siswa menjalani ujian termasuk memudahkan langkah masuk PTN-PTN tujuan. Kepada ribuan pelajar itu, Percha juga berpesan agar tetap menjaga Sumsel tetap kondusif. "Adik-adik ini sebentar lagi menyelesaikan sekolahnya. Dengan Try Out semoga para lulusan ini semakin berkualitas sehingga semakin siap menggapai cita-cita yang diimpikan. Selamat mengikuti TO untuk semua peserta," tutupnya. Selain Duta Literasi Hj Percha Leanpuri, kegiatan itu juga tampak dihadiri Wakil Kapolda Sumsel Brigjen Pol Denni Gapril, serta Kadiknas Sumsel Widodo serta pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Sumsel serta tamu undangan lainnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ FS Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Kota Palembang Siap Menjadi Tuan Rumah UEA South Sumatra Summit 2019
Palembang, Sumselprov.go.id – setelah kerap menjadi tuan rumah berbagai kegiatan internasional, kini Sumatera Selatan kembali dipercaya menjadi tuan rumah sebuah konferensi internasional UEA (Urban Enviromental Accords) yang merupakan organisasi internasional dibawah PBB mempercayakan Sumatera Selatan tepatnya Kota Palembang menjadi tuan rumah konferensi mereka. Konferensi internasional ini nantinya akan digelar pada tanggal 23 – 25 Oktober 2019. Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim, Najib Asmani dalam audiensinya dengan Walikota Palembang Harnojoyo Selaku tuan rumah menyampaikan terpilihnya Kota Palembang sebagai tempat penyelenggara kegiatan UEA merupakan keputusan KTT UEA Melaka 2017 pada 9 September 2017 di Kota Melaka Malaysia yang secara aklamasi menyetujui dan memutuskan Sumatera Selatan bertempat di Kota Palembang, mengingat Palembang adalah kota yang menuju ke kota metropolitan, yang memiliki banyak pengalaman dalam menyelenggarakan acara internasional serta di beberapa kabupaten banyak kegiatan dibidang pembangunan hijau dan rendah emisi. Audiensi berlangsung di Rumah Dinas Walikota Palembang, Jumat (01/02/2019). Selanjutnya dijelaskan Najib Asmani thema yang diusulkan pada 2019 UEA South Sumatra Summit ( KTT Sumatera Selatan UEA Tahun 2019) adalah “Kota dan Kabupaten yang Cerdas dan Berkelanjutan (Sustainable and Smart Cities and Districts)” dengan pertimbangan bahwa komitmen untuk mengimplementasikan 21 aksi dan 7 wilayah UEA harus diperluas, tidak hanya di kota-kota metropolitan dan kota-kota besar, tetapi juga untuk pemerintah daerah atau kabupaten atau ibukota kabupaten sebagai kota-kota sedang dan kecil. “ Tujuan dari 2019 UEA South Sumatra Summit adalah mengembangkan kebijakan ramah lingkungan bagi stakeholder untuk mengimplementasikan pembangunan hijau rendah karbon mendukung Agreement dalam Nationally Determined Contribution (NDC), kesepakatan UEA 2015 dan konvensi international terkait dukungan lainnya”, ujar Najib Asma Tujuan lain dari kegiatan ini adalah mengintegrasikan kabupaten/distrik ke dalam Indeks UEA ( Deklarasi UEA Palembang 2019) dan menjalin kemitraan dengan berbagai stakeholder untuk mencari inisiatif, pengalaman dan promosi tentang kegiatan yang ramah lingkungan, rendah emisi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pungkas Najib Asmani. Sementara Walikota Palembang, Harnojoyo menyambut baik rencana kegiatan ini bahkan beliau sangat berterima kasih terpilihnya Kota Palembang sebagai tuan rumah 2019 UEA South Sumatra Summit. “Apa yang telah disampaikan tadi terus mendukung dan menjadi tugas kita bersama-sama bersama OPD terkait serta pengalaman Kota Palembang sebagai tuan rumah internasional yang sudah baik dan untuk event ini harus lebih baik lagi”, kata Harnojoyo. “Selaras dengan apa yang akan dilakukan jelas yaitu kesesuaian dengan lingkungan perkotaan dan ini juga yang selama ini kita lakukan terkait dengan Program Unggulan Kota Palembang yaitu Gotong Royong”, lanjut Harnojoyo. Hanojoyo juga meminta nantinya pada saat penyelenggaraan acara UEA South Sumatra Summit 2019 agar peserta ikut dalam kegiatan Gotong Royong dan juga sholat Subuh berjemaah bagi peserta yang muslim. “Kita lakukan gotong royong bersama-sama sebagai simbol dari Gerakan Revolusi Mental yang juga dilaksanakan di Korea Selatan pada saat penyelenggaraan UEA dan kita Indonesia yang disebut sebagai penyumbang sampah terbesar dengan gerakan Revolusi Mental akan merubah perilaku masyarakat”, ujar Walikota Palembang. 2019 UEA South Sumatra Summit akan dilaksanakan di Kota Palembang Sumatera Selatan pada Tanggal 23 – 25 Oktober 2019 bertempat di Hotel Novotel Jalan R. Sukamto No 8A Koata Palembang Sumatera Selatan sedangkan peserta diharapkan 157 kota dan kabupaten 53 negara Anggota UEA, Kota dan Kabupaten di Indonesia/Negara lain Non Anggota UEA, Perusahaan dan BUMN (Governmment and Private Sector), NGO Domestik dan Internasional, Tenaga Pendidik dari Perguruan Tinggi, Sekolah, Peneliti dan Stakeholder lainnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Pemprov Sumsel Bakal Tambah RS Rujukan Regional
Palembang, Sumselprov.go.id -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus melakukan upaya perbaikan guna mengatasi munculnya permasalahan yang terkait dengan pelayanan kesehatan, dengan tetap melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit dan BPJS selaku penanggung jawab pembiayaan pengobatan. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam pidato jawabannya atas pertanyaan Fraksi Gerindara dan Fraksi PAN dalam pembahasan tujuh Raperda yang diajukan pemerintah Provinsi Sumsel, saat sidang paripurna di gedung DPRD Provinsi Sumsel. Terkait dengan masih belum primanya pelayanan, penolakan pasien serta standar pelayanan rumah sakit. Menurut Herman Deru, secara formal perbaikan standar pelayanan rumah sakit dilakukan melalui proses akreditasi yang disesuaikan dengan standar BPJS. Sejauh ini rumah sakit yang dapat bekerja sama dalam program JKN ini harus terakreditasi. Dari total 77 rumah sakit yang ada di Sumsel, baru 46 rumah sakit yang terakreditasi. Sedangkan 31 rumah sakit lainnya masih dalam proses akreditasi,” jelas Herman Deru. Sedangkan terkait, belum maksimalnya pelayanan dan antri tunggu lama. Herman Deru menegaskan, kondisi ini disebabkan masih kurangnya sarana dan prasarana fasilitas kesehatan dan SDM. Karena itu Pemerintah Provinsi Sumsel berupaya melakukan pemenuhan hal tersebut. Serta meningkatkan jumlah rumah sakit rujukan regional. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan dan mengatasi banyaknya pasien yang antri,” imbuhnya. Sedangkan terkait dengan pertanyaan Fraksi PKB mengenai upaya menekan tingginya angka kematian bayi dan balita, kasus gizi buruk, penyakit menular dan kondisi sanitasi. Gubernur menyebutkan, Program JKN merupakan salah satu upaya menekan angka kematian bayi serta mengatasi permasalahan kesehatan. Dengan program ini akan lebih memudahkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY