Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Kunjungi Tiga Desa, Herman Deru Janjikan Irigasi dan Pabrik Karet Sumsel
21 Feb 2019 Dilihat 289x

Kunjungi Tiga Desa, Herman Deru Janjikan Irigasi dan Pabrik Karet

Sumselprov.go.id -- Dalam rangkaian kunkernya ke Lahat dan Pagaralam hari Rabu (20/2), Gubernur Sumsel Herman Deru berikut rombongan menyambangi masyarakat di tiga desa sekaligus. Tiga desa itu masing-masing, Desa Air Dingin Baru dan Desa Lubuk Selo di Kabupaten Lahat dan Desa Dusun Pagaralam. Di Desa Air Dingin Baru Gubernur Sumsel H Herman Deru mengungkapkan bahwa lawatannya ini membuatnya bernostalgia dengan warga saat pencalonan sebagai Gubernur Sumsel beberapa waktu lalu. Dimaa saat itu ia berjanji akan berupaya meningkatkan produksi pangan. "Kalau pak Yustan cerite masalah pertanian sama aku. Memang giring biawak di ayik. Nanti Aku bisa bangunnye nak model pipa nak model siring  irigasi kite akan bangun. Tapi sepakat dak katik ganti rugi," tegas Herman Deru. Untuk mempercepat proses pembangunan irigasi di desa air dingin baru, Herman Deru menugaskan  kepala Dinas Pertanian dan PU  Pengairan. "Jangan sampai kendak kamu masyarakat sini tidak  dituruti bapak bedua ini. Saya minta pak Erwin dan pak Darma Budi respon itu,"ungkap Herman Deru. Dia berharap kedepan  Herman Deru menjadikan desa ini menjadi desa yang menyumbang pangan di Sumsel. "Para penyuluh pertanian cari informasi dengan menggunakan benih unggul," harapnya. Yang lebih penting lagi lanjut Herman Deru dia mengajak masyarakat sekitar untuk meningkatkan produksi pangan sehingga akan berimbas pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Prestasi Kabupaten Lahat telah mampu memberikan pelayanan kesehatan dengan baik melalui sejumlah program baik JKN KIS dan sejenisnya. "Kita ganjar dengan pembangunan Rumah Sakit Pratama. Malah tempat silahkan dicarikan, namun yang paling penting adalah bagimana masyarakat jangan buntu," terangnya. Herman Deru juga mengharapkan warga untuk tetap warga mempertahankan kondusifitas  wilayah Sumsel zero konflik. Serta mewaspadai ada aktifitas  aliran yang menyimpang. Salah satu cirinya mengelar perkumpulan atau pengajian secara tertutup. "Kalangan pemuka agama saya harap memberikan pemahaman yang benar pada masyarakat. Agar tidak mudah dipengaruhi," tandasnya. Di tempat yang sama tokoh masyarakat  desa Air Dingin Baru M. Yustan menyampaikan sejumlah permasalahan yang ada di desa setempat. Namun di antaranya yang palig mendesak dipenuhi adalah soal irigasi. Setelah itu  Gubernur menyambangi warga Desa Lubuk Selo Kecamatan Gumay Ulu. Dalam kesempatan itu Herman Deru mengungkapkan sudah bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarwansah membahas rencana kerjasama karet. Hal ini tak lain untuk memenuhi janjinya memberdayakan karet warga dengan mendirikan pabrik ban. "Saya bawa banyak pejabat dari Palembang. Sengaja biar mereka tahu inilah real Sumsel. Kalau mereka hanya lihat kota yang bagus semua. Karena saya tahu apa yang bapak ibu rasakan tinggal di desa seperti ini. Ini jadi motovasi saya membangun desa di Sumsel," terangnya. Adapun Tokoh Masyarakat setempat, Afifudin mengungkapkan rasa terima kasihnya pada Bupati dan Gubernur Sumsel yang mau hadir di desa mereka. Terlebih sebelum ini pemerintah juga sudah membantu pembangunan PAUD. "Inilah keadaaan desa kami. Kami sangat berterima kasih pada pak Bupati dan Gubernur bahwa jalan ini kurang lebih 12 km sudah diperbaiki. Mohon diperhatikan juga jalan desa sebagai alternatif jalan Tanjung Tebat. Ini penting mengatasi bencana alam di tebing endikat," ujarnya. Dalam kesempatan itu warga juga menagih pabrik ban sesuai janji Gubernur. Mereka juga mengaku gembira Gubernur mau hadir ke desa dan menyapa masyarakat langsung. Kunker berikutnya yakni Dusun Pagaralam Kelurahan Pagaralam, Kecamatan Pagaralam Utara. Disini Gubernur Sumsel menyerap keinginan warga setempat yang menginginkan adanya pembangunan  Gedung Olahraga (GOR).  "Saya tidak mungkin lupa dengan masyarakat disin. Karena campur tangan merekalah saya bisa jadi Gubernur. Pagaralam sangat istimewa makanya saya yakin Kota ini bisa jadi destinasi yang tak kalah dengan Bali. Tinggal bagaimana koordinasi Walikota nya. Denga  sepenuh hati saya pastikan akan membantu apa yang bisa saya bantu untuk kemajuan Pagaralam," jelasnya. Sementara itu Tokoh Masyarakat setempat Alfrenzi Panggarbesi mengungkapkan kehadiran Gubernur Sumsel Herman Deru sudah sejak lama dinantikan warga. Tak heran saat tahu gubernur akan berkunjung, warga rela meninggalkan sejumlah aktivitasnya termasuk berkebun dan ke sawah. " Lihat saja antusiasnya. Walaupun acara baru mulai sore hari tapi warga sudah berdatangan sejak tengah hari. Mereka ingin melihat langsung gubernur pilihan mereka," jelasnya. Dengan kedatangan Gubernur ke Duspa ini, Alfrenzi berharap Gubernur dapat menyinkronkan pembangunan Kota Pagaralam dengan program pemerintah provinsi terutama dalam hal pengembangan pariwisata bernuansa religi. Pada kesempatan itu Pemprov Sumsel menyerahkan sejumlah bantuan untuk desa dan kelurahan masing-masing Rp25 juta. Serta dokumen pendidikan KIA, KTP serta simbolis bola voley dan Alquran dan bibit pohon. Pada acara tersebut tampak hadir Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru, Wakil Ketua TP PKK Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya, Duta Literasi Sumsel Hj Percha Leanpuri B.Bus serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto Humas Prov.Sumsel

Baca Detail
Angka Kemiskinan Diturunkan Bukan Diwariskan Sumsel
21 Feb 2019 Dilihat 186x

Angka Kemiskinan Diturunkan Bukan Diwariskan

Sumselprov.go.id -- Angka kemiskinan harus diturunkan. Ini jadi komitmen Gubernur Sumsel Herman Deru. Hal ini diungkapkannya pada  rangkaian kunkernya ke Kabupaten Lahat, Rabu (20/02/2019). Gubernur Sumsel Herman Deru melakukan silaturahmi sekaligus sinkronisasi program antara Pemprov Sumsel dengan Kabupaten Lahat.  "Ini penting untuk menurunkan angka kemiskinan. Angka kemiskinan itu harus diturunkan (angkanya) bukan diturunkan (wariskan) untuk anak cucu," tegasnya  Untuk menekan angka kemiskinan yang masih tinggi di Sumsel dan Lahat pada khususnya dia menilai diperlukan kekompakan yang tinggi dari semua instansi baik di daerah mauoun provinsi. Termasuk juga koordinasi dengan instansi vertikal. Dengan kekompakan dan kesamaan visi dia optimis kesejahteraan masyarakat Sumsel dapat segera diwujudkan. "Saya ingin kita semua kerja konkret, otentik dan ada bukti. Karena masyarakat Sumsel akan minta bukti itu pada saya di tingkat provinsi begitupun warga Lahat pasti nagihnya kr Bupati. Makanga apapun program yang dibuat kita sepakati bahwa muaranya adalah kesejahteraan.  Jangan ada satupun satuan kerja yang tidak mengarah pada peningkatan kesejahteraan, karena ini cara otomatis untuk menurunkan angka kemiskinan. Kalau ini gagal di suatu OPD berarti ini kegagalan pemimpinnya.  Nah saya tidak mau seperti itu," tegasnya. Saat ini dikatakannya Gubernur dan Bupati akan senang sekali kalau angka kemiskinan turun.  "Sudah dak musim lagi balik dari luar kota bawa cincin. Sudah dak laku. Sekarang ini kalau Bupati atau OPDnya bisa turunkan kemiskinan Gubernur senang sekali. Kerja saja dengan sebaik-baiknya," ujarnya. Selain kerja konkret,  hal lain yang menjadi kunci menurunkan angka kemiskinan adalah dengan kekompakan. Barulah setelah itu duduk bersama  breakdown poin-poin pengentasan kemiskinan. " Selanjutnya kita fokus  infrastruktur, zero konflik  juga perlu diperhatikan dengan melibatkan FKUB," jelasnya. Selain itu, ia juga meminta pengembangan potensi ke khasan di daerah Lahat yang sangat kaya terus ditonjolkan. Seperti pertambangan, perkebunan kopi maupun wisata alamnya Gunung Jempol dengan dieksplore dan dikemas semenarik mungkin untuk menggaet wisatawan maupun merangsang tumbuhnya ekonomi kreatif warga setempat. "SDA Lahat ini kaya, disini juga banyak benar IUP. Kalau IUP ini sampai mengganggu ligkungan saya minta Bupati nya untuk tutup izin itu. Untuk apa mereka cari keuntungan disini kalau tidak ada manfaat masyarakat. Mereka buat kawah-kawah (penambangan) habis itu mereka pergi. Jadi sekali lagi saya ingatkan Bupati soal itu jangan sampai nanti kita wariskan lingkungan yang rusak pada anak cucu. Saya dukung sekali Lahat ini menjadi Kabupaten Destinasi" tegasnya. Mengenai kepemimpinan Cik Ujang yang masih hitungan hari dikatakan manfan Bupati OKUT tersebut hendaknya disikapi bijaksana oleh masyarakat maupun pejabat pembantunya di pemerintahan. Sebagai pemimpin baru dengan style kepemimpinan yang berbeda, tentunya memerlukan waktu untuk saling beradaptasi. Jangan sampai pergantian rezim membuat kebutuhan masyarakat terbengkalai. " Kita harus sepakat Sumsel Maju untuk Semua harus diawali dengan kebersatuan dan kekompakan terutama dengan wakil bupati. Sebagai Bupati baru, adaptasi itu biasa tapi ini bisa jadi positif biar kita ada waktu  waktu menilai sesorang secara proporsional bukan karena emosional. Tapi jangan juga ini menjadi alasan ASN untuk manja," ujarnya. Sementara itu Bupati Lahat Cik Ujang menjelaskan bahwa saat ini Lahat memiliki luas 4.361, 83 km persegi dengan jumlah penduduk sebanyak 401.401 jiwa. Terdiri dari 24 kecamatan dan 360 desa serta 27 kelurahan dengan  mayoritas mengandalkan pertanian dan perkebunan.  "Saat ini Pemkab dan masyarakat sedang menggiatkan pembangunan di lima sektor yaitu pertanian, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur dan ketenagakerjaan. Sektor inilah yang mempengaruhi angka kemiskinan di Lahat dan Untuk mengatasi hal tersebut perlu pemenuhan namun dana yang ada sangat terbatas. Maka kami minta pak gubernur berkenan menempatkan Lahat jadi kabupaten porioritas kebijakan pembangunan di Sumsel," jelasnya. Menurut Cik Ujang ada beberapa pembangunan prioritas tahun ini salah satunya melanjutkan pembangunan Jembatan Lematang di Desa Ulak Lebar Kecamatan Lahat. " Ini masuk prioritas dan Pak Gubernur tadi juga mengatakan akan membantu khususnya di Jembatan Manggul," ujarnya. Selain Ketua TP PKK Sumsel Hj Lustia Herman Deru, Wakil Ketua TP PKK Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya, tampak hadir juga Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel, sinkronisasi itu juga dihadiri pejabat dan Kepala OPD di Kabupaten Lahat. Usai melakukan sinkronisasi, orang nomor satu di Sumsel itu juga sempat meninjau jalan nasional yang sempat amblas di Desa Jati Kecamatan Tanjung Tebat bersama Plt Kepala Dinas PUBM. Kondisi terakhir jalan tersebut sudah dapat dilalui berbagai jenis kendaraan. Arus lalu lintas juga sudah berlangsung normal usai kejadian (2/2) lalu. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto Humas Prov.Sumsel

Baca Detail
Bios 44 Cairan " Ajaib" Bantu Petani  di Banyuasin Sumsel
21 Feb 2019 Dilihat 74x

Bios 44 Cairan " Ajaib" Bantu Petani di Banyuasin

Palembang, Sumselprov.go.id -- Dandim 0430/Banyuasin Letkol Arh Alfian Amran bersama Danramil 430-03/Mariana Kapten Kav Suherman didampingi oleh Babinsa dan Kepala Desa Gelebak Dalam Hendri Sani meninjau lahan yang akan dijadikan petak percontohan sawah menggunaan BIOS 44. Areal sawah yang disiapkan oleh Kepala Desa Gelebak Dalam Hendri Sani seluas lebih kurang 2,5 Ha akan ditanami padi yang kemudian ditaburi dengan mikro organisme BIOS 44 yang merupakan hasil temuan tim  Korem 044/Gapo di bawah Pimpinan Kolonel Inf Kunto Arif Wibowo saat itu. Bios44 merupakan cairan ajaib yang Dasyat, cairan yang mampu membuat tanah menjadi subur, selain itu Dandim 0430/Banyuasin Letkol Arh Alfian Amran menjelaskan bahwa selain sebagai bahan yang mampu menguraikan mikro organisme menjadi bahan pupuk, Bios44 merupakan perpaduan beberapa mikro organisme yang disatukan, yang memiliki banyak manfaaat dibidang pertanian, perikanan dan bahkan bermanfaat dibidang peternakan dan tidak berbahaya bagi tumbuhan, hewan maupun manusia. Bios44 ini mampu memperkecil hingga menutupi rongga-rongga lahan gambut, sehingga lahan gambut tidak mudah terbakar. Karna di Kabupaten Banyuasin memiliki lahan gambut sangat luas dan rentan sekali dengan kebakaran lahan hutan. Maka Dandim 0430/Banyuasin merasa perlu mengajak masyarakat menggunakan dan memanfaatkan teknologi pertanian yang diciptakan oleh tim Korem 044/Gapo yaitu dinamakan dengan Bios44 di lahan miliknya, dan begitupun pihak pengusaha perkebunan yang berada di Sumsel untuk ikut serta andil dalam pecegahan karhutlah melalui penaburan Bios44. "Bios 44 merupakan salah satu cara yang efektif mencegah dan mengantisipasi Karhutlah yang dimulai dari sedini mungkin saat musim penghujan, Setelah disiramkan ke lahan gambut cairan Bios44 akan berkembang hingga menutupi rongga- rongga gambut, Bios44 akan lebih mudah berkembang jika kondisi gambut masih dipenuhi air," ucap Dandim 0430/Banyuasin Letkol Arh Alfian Amran. Dandim 0430/Banyuasin juga menjelaskan alasan kenapa Bios44 sebaiknya ditaburkan pada saat ini (musim penghujan) agar Bios44 akan berproses dan terurai dengan baik dan sempurna, sehingga pada awal musim kemarau rongga-rongga tanah akan tertutup rapat. "Hal ini sangat efektif mencegah menjalarnya api kelahan yang lainnya sehingga tidak mudah terbakar," jelasnya. Program penyebaran Bios44 di lahan gambut di Sumatera Selatan merupakan upaya pencegahan kebakaran lahan, ide yang cemerlang ini digagas oleh mantan Komandan Korem 044/Gapo terdahulu Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo yang saat ini menjabat sebagai Danrem 032/WB padang dan timnya bersama Prof. Muhammad Tamim Pardede, kemudian terus dikembangkan baik di dalam negeri maupun sampai ke beberapa negara juga telah menggunakan Bios44 ini. Kolonel Arh Sonny Septiono Komandan Korem 044/Gapo saat ini, memerintahkan para Dandim di jajaran Korem 044/Gapo untuk Fokus melanjutkan Program yang digagas pendahulunya untuk mengembangkan Bios44 di Sumsel, sehingga dari sekarang mempersiapkan dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan/lahan pada musim Kemarau (diperkirakan antara Juni s.d September). "Dengan adanya persiapan dari saat ini, tentunya akan meringankan tugas kita saat musim kemarau," paparnya Selain itu juga dapat membantu masyarakat petani meningkatkan hasil pertaniannya dengan biaya murah dan hasil melimpah, sudah berulang kali di uji cobakan bahwa dengan menggunakan Bios 44 petani dapat menghasikan padi lebih kurang 7000 Kg s.d 8000 Kg  dan ditempat yang sama dengan menggunakan pupuk kimia hasil padi yang diperoleh petani 6500 Kg s.d 7000 Kg. "Begitu juga dengan petani tambak ikan, dengan menaburkan Bios 44 air payau dan asin dapat menetralkan PH nya menjadi 7, sehingga ikan-ikan dapat berkembang dengan sehat dan cepat," pungkasnya.[sri] MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY

Baca Detail
Rumah Sakit Pratama untuk Warga Pelosok Lahat Sumsel
21 Feb 2019 Dilihat 539x

Rumah Sakit Pratama untuk Warga Pelosok Lahat

Lahat, sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H.Herman Deru memastikan segera menyalurkan bantuan pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama kepada masyarakat di pelosok daerah Kabupaten Lahat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara silaturahmi bersama warga Desa Ulak Mas, Kabupaten Lahat, Selasa (19/2/2019) malam. Anggaran untuk pembangunan fisik RS tersebut menurutnya diperkirakan mencapai Rp25 miliar dan akan dianggarkan tahun 2020. Mengenai lokasi pembangunan kata Herman Deru,  diserahkannya secara penuh kepada Bupati Lahat. Namun demikian dia berharap pembangunan RI ini  dapat dinikmati warga hingga daerah pelosok. "Terserah Bupati mau bangun dimana tapi yang penting lokasinya harus jauh dari kota. Kita akan anggarkan tahun berikutnya (2020). RS ini mahal, bangunannya saja hampir Rp25 miliar. Ini penghargaan pada kabupaten Lahat karena sudah Universal Health Coverage (UHC), " jelasnya. Selain menghadiahi rumah sakit dan jalan, kedatangannya ke Desa Ulak Mas ini kata mantan Bupati OKU Timur tersebut juga karena dirinya ingin melihat langsung kondisi warganya. Sekaligus menyerap aspirasi masyarakat setempat. "Alhamdulillah meski harus berubah jadwalnya dari petang jadi malam karena kesibukan saya di Palembang. Saya kesini adalah tugas, hadir disini sebagai pemimpin daerah untuk melihat langsung apa yang diinginkan masyarakat Lahat," jelasnya. Tak hanya rumah sakit, atas permintaan warga Gubernur Sumsel itu juga menjanjikan akan membangun sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Desa Ulak Mas. Harapannya dari sekolah ini, anak-anak dan generasi warga setempat makin meningkat kualitas hidupnya. "Pastikan dulu jurusan apa yang paling diminati. Nanti kita akomodir, tolong catat itu," ujarnya. Silaturahmi itu sendiri dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Gelara  tradisi kesenian inipun mendapat apresiasinya karena menjadi simbol pertahanan kearifan lokal. Meskipun hidup di era modern namun kata Herman Deru hendaknya warga tidak melupakan asalnya. HD mencontohkan seperti saat resepsi pernikahan. Dari sekian banyak yang didatanginya sudah sangat sedikit pengantin  yang menggunakan kebaya dan hiasan paes. Sebaliknya banyak pengantin  berlomba-lomba mengenakan gaun pengantin ala-ala eropa yang disebutnya dengan istilah "baju londo". "Di Sumsel ini ada 9 suku besar. Kalau tidak dipertahankan  kesenian dan budaya  ini bisa punah oleh derasnya arus budaya asing yang masuk," tambahnya. Sementara itu Bupati Lahat Cik Ujang mengatakan sangat bangga Gubernur Sumsel mau hadir ke Desa Ulak Mas. Iapun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan sejumlah masalah yang belum terselesaikan kepada orang nomor satu di Sumsel. "Di Lahat ini banuak tanah tapi susah dibuatkan sertifikat. Selain itu  adalah masalah jembatan Manggul yang tak kunjung selesai" jelasnya. Di tempat yang sama Tokoh Masyarakat, Munanda mengatakan sangat menantikan kehadiran Gubernur. Selain  harga karet yang sangat murah, mereka berharap anak-anak dapat kembali menikmati sekolah jarak jauh karena sekolah inilah yang mampu dijangkau masyarakat yang sebagian besar merupakan golongan ekonomi lemah. "Banyak harapan kami, harga karet saat ini sangat murah tapi semoga setelah bapak Gubernur pulang semua bisa berubah. Kami juga meminta kepada pak Gubernur menghidupkan kembali sekolah jarak jauh. Karena beberapa waktu ini sekolah itu dituutp dan kami tidak tahu alasannya," jelasnya. Dalam kesempatan itu Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Bupati Lahat Cik Ujang melakukan penyerahan dokumen kependudukan untuk penerima Jamkesda, penerima bibit pohon penerima kartu identitas anak (KIA), bantuan Alquran, bantuan bola voli dan bola kaki. Pada acara tersebut tampak hadir Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru, Wakil Ketua TP PKK Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya, Duta Literasi Sumsel Hj Percha Leanpuri B.Bus serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel. MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel

Baca Detail
Bupati Muratara menyambut baik Percepatan Keterhubungan LAPOR!-SP4N Sumsel
20 Feb 2019 Dilihat 269x

Bupati Muratara menyambut baik Percepatan Keterhubungan LAPOR!-SP4N

Palembang, sumselprov.go.id -- Sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Nomor : 754/KPTS/Kominfo/2017 tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Pengaduan Online dan Petugas Administrator Organisasi Perangkat Daerah Prov. Sumsel, Tim percepatan LAPOR!-SP4N Prov. Sumsel melakukan koordinasi dan audiensi dengan Bupati Musi Rawas Utara, H. Syarif Hidayat di Hotel Wyndham Palembang di sela-sela acara MoU Satu Data. Dalam kesempatan itu, Tim Percepatan LAPOR!-SP4N Prov. Sumsel diantaranya Kabid Pengelolaan Informasi Publik, Amrullah, S.STP, M.Si, Konsultan Transparansi GIZ, Kurniawan Wahid dan Kasi Pelayanan Media Informasi Publik, Azim Baidillah, SH, MH.  Turut mendampingi Bupati, Kepala Dinas Kominfo Kab. Muratara, Alha Warismi. "Kondisi wilayah Kabupaten Muratara sebagai salah satu kabupaten baru sedang giatnya melaksanakan proses pembangunan baik infrastruktur, jaringan internet hingga Listrik masuk desa", ujar Syarif Hidayat. Kabupaten Muratara di Tahun 2018 yang memperoleh WTP, sangat mendukung akan adanya program kegiatan pengelolaan pengaduan pelayanan publik dari Kemenpan-RB yang bekerjasama Kantor Staf Kpresidenan, Ombudsman dan Kementerian Dalam Negeri dalam rangka mendukung partisipasi masyarakat dan juga sebagai informasi pemerintah dalam meningkatkan pelayanan publik di masyarakat. Kadis Kominfo Kab. Muratara juga menjelaskan, bahwa ke depan akan dibangun jaringan internet yang mumpuni sampai ke pelosok desa sembari menunggu pembangunan listrik yg lebih memadai.  Kurniawan Wahid, selaku perpanjangan tangan Kemenpan-RB dalam mensosialisasikan LAPOR!-SP4N di Sumsel sebagai salah satu project daerah yang menjadi unggulan dalam pengelolaan pengaduan pelayanan publik yang berbasis digital. Dan siap  bersinergi dengan Pemkab Muratara untuk dilakukan sosialisasi dan bimtek sekarang sdh masuk ke versi 3.0. Tim MC/AZ

Baca Detail
MoU Sumsel Satu Data, Kebijakan Pemerintah Merujuk Data Berkualitas Sumsel
20 Feb 2019 Dilihat 232x

MoU Sumsel Satu Data, Kebijakan Pemerintah Merujuk Data Berkualitas

Palembang Sumselprov.go.id- Gubernur Sumsel Herman Deru bersama dengan Kepala Daerah dan Kepala BPS se-Sumsel, menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) satu data pertama di Indonesia. Kegiatan ini dilakukan di acara pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Badan Pusat Statistik (BPS) Seluruh Indonesia. Bertempat di Hotel Wyndham Palembang, Selasa, (19/02/2019). Acara ini bertema "Tingkatkan sinergi dan kolaborasi untuk menyukseskan SP2020 Menuju Satu Data Kependudukan Indonesia". Sumsel satu data akan membentuk kesamaan persepsi dan pikiran antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota/Kab. “Penyediaan data oleh BPS akan digunakan oleh Pemerintah sebagai dasar membuat kebijakan," ujar Herman Deru. Pemusatan data akan memberikan Informasi yang merata kepada seluruh kepala daerah. Baik tentang pembangunan infrastruktur bahkan tentang data harga bahan pokok. Sehingga akan memudahkan pembangunan Sumsel maju untuk semua. Herman Deru mengapresiasi validasi data dari BPS yang sesuai dengan data nyata dari masyarakat. “Data yang diberikan BPS sangat akurat untuk dijadikan parameter dalam setiap kita mengambil kebijakan,” katanya. Selanjutnya, Ia menghimbau kepada seluruh kepala daerah dan kepala BPS di Sumsel, agar segera melakukan tindak lanjut dari MoU ini. “Ketika data tersaji dengan tidak akurat, maka kebijakan juga akan salah. Ukuran akurat atau tidak akurat, kita sepakat akan merujuk kepada BPS,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala BPS RI, Suhariyanto berharap agar koordinasi antara BPS tingkat Provinsi dan Kab/Kota akan semakin solid, sehingga dapat memberikan kontribusi sesuai topoksi masing-masing kepada Negara, terutama Provinsi Sumsel. Rateknas dilakukan untuk menyamakan persepsi, langkah, dan strategi agar kegiatan-kegiatan BPS di Tahun 2019 dapat berjalan dengan lancar. Melalui kegiatan ini BPS dapat teguh menjaga Independensi, kredibilitas dan profesionalitas yang ada.   “Kita harus bisa menyampaikan data-data dengan bahasa yang mudah dimengerti, InsyaAllah data BPS akan semakin dibenarkan oleh banyak pihak,” ungkapnya kepada seluruh Kepala BPS di Indonesia. Ia mengatakan Penandatanganan MoU Satu Data adalah hal sangat penting karena banyaknya sumber data akan menyebabkan kebingungan dalam pengambilan keputusan. “Sesuai instruksi Presiden, Indonesia harus memiliki satu data karena untuk mengambil sebuah kebijakan harus berbasis data yang berkualitas,” tegasnya. Dengan adanya satu data ini, seluruh elemen dapat berpartisipasi dalam menghasilkan indikator-indikator yang penting dan dibutuhkan. “BPS telah membentuk Big Data yaitu beberapa data yang dikumpulkan dengan teknologi terkini berupa aplikasi dan media sosial,” ujarnya. Kegiatan ini dihadiri oleh 341 peserta yang berasal dari 34 Provinsi se-Indonesia. Terdiri atas Walikota/Bupati se-Sumsel, dan Kepala BPS seluruh Indonesia. Rapimnas sendiri akan dilaksanakan dengan tema “Fun, High Tech, dan millennial”. Kegiatan ini berlangsung selama 5 hari 18-22 Februari 2019. MC Diskominfo Prov Sumsel/PE

Baca Detail
Gubernur Sumsel: Akurasi Data Sebagai Acuan Membuat Keputusan Yang Tepat Sumsel
20 Feb 2019 Dilihat 224x

Gubernur Sumsel: Akurasi Data Sebagai Acuan Membuat Keputusan Yang Tepat

Palembang, sumselprov.go.id - Akurasi data merupakan suatu acuan untuk membuat keputusan yang tepat dan suatu langkah menyelesaikan permasalahan yang ada dan itu kita peroleh berdasarkan akurasi data yang disiapkan oleh Badan Pusat Staitistik. Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru  pada acara Pembukaan Rapat Pimpinan Badan Pusat Statistik (BPS) se – Indonesia di Wyndham OPI Hotel Jakabaring Palembang, Selasa (19/2/2019) “Kita tidak akan bisa membuat suatu langkah, bertindak (action) melangkah lebih lanjut untuk memprogam sesuatu dan membuat keputusan yang tepat tanpa didukung akurasi data yang tepat”, jelas Herman Deru Lebih Lanjut Gubernur mengutarakan, sewaktu saya jadi Bupati selama sepuluh tahun, pada waktu itu kabupaten yang saya pimpin adalah kabupaten baru (hasil pemekaran). Langkah  pertama yang saya lakukan adalah pembenahan Badan Pusat Statistik dengan memberikan mobil untuk mensupport para pegawai dalam mencari data dan untuk terjun langsung kelapangan mendapatkan data yang akurat “ Sebagai bahan perbandingan dalam akurasi data, saya juga pernah menyewa beberapa lembaga survey, nama lembaga survey tidak perlu saya sebutkan untuk mendapat data yang akurat dan valid dengan melakukan penyelidikan, penginputan dan mencari data ke lapangan, ternyata tidak jauh beda dengan yang disajikan oleh Biro Pusat Statistik.” ungkap Gubrnur Sumsel. Tambah Gubernur Sumsel, Untuk mensinkronisasikan data yang ada khususnya dari kabupaten/kota se- Sumatera Selatan untuk mengambil langkah dalam membuat keputusan, saya  instruksikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan agar selalu siap kapan saja menyelenggarakan Vidio Conference (Vidcon) untuk mendengarkan apa saja keluhan maupun permasalahan yang ada di daerahnya dan siap kita respon untuk mencari solusinya. “ Berdasarakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat kebahagian Provinsi Sumatera Selatan sebesar sebesar 72 persen dan tingkat kebahgaian yang paling tinggi adalah berada di Provinsi Maluku utara, saya harapkan ke depan tingkat kebahagian naik lagi sebesar 2 persen. Jangan hanya persentase ekonomi saja meningkat tapi perlu kita tingkatkan tingkat kebahagian di Sumatera Selatan. Pada acara tersebut dilakukan MOU antara Biro Pusat Statistik Pusat dengan Gubernur Sumsel dan Kabupaten/Kota se – Sumatera Selatan. Turut hadir beberapa Kepala Daerah Kabupaten, Kepala Badan Pusat Statistik Pusat Suhariyanto, Kepala BPS Sumatera Selatan Endang Tri Wahyuningsih, Kepala BPS Provinsi, Kabupaten/Kota, Dinas Kominfo Provinsi, Kabupaten/Kota, OPD Pemprov Sumsel yang terkait diantaranya Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sumsel Jon Kenedy dan peserta Rapat Teknis yang hadir. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM  

Baca Detail
Wagub Apresiasi Zona Integritas Dilingkungan Kejati Sumsel Sumsel
19 Feb 2019 Dilihat 230x

Wagub Apresiasi Zona Integritas Dilingkungan Kejati Sumsel

PALEMBANG Sumselprov.go.id- Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya  menyambut baik dicanangkannya pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumater Selatan. Apresiasi tersebut diungkapkannya disela-sela menyaksikan penandatangan prasasti pencanangan pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Ali Mukartono bertempat di halaman upacara Kantor Kejati Jl. Gubenrur H.A. Bastari Jakabaring Palembang,  Senin (18/2). Mawardi Yahya menilai dicangkannya zona integritas tersebut diharapkan akan tercipta lembaga yang bersih dan terbebas dari semua bentuk Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dilingkungan kejaksaan tinggi Sumsel. “Kejaksaan dalam hal ini memegang peranan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari semua bentuk tindakan pelanggaran hukum. Dan ini harus diikuti juga oleh lembaga atau instansi vertikal lainnya di Sumatera Selatan ,” ungkapnya. Sementara itu, Kejati Sumsel Ali Mukartono  mengatakan zona integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah atau lembaga yang dipimpin termasuk dijajarannya, memiliki komitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) melalui reformasi birokrasi.  Dengan harapan kedepan lingkungan Kejaksaan di Sumsel  dapat menjadi lembaga yang bersih dan terbebas dari tindakan yang berbau KKN. “Tolak ukur keberhasilan zona integritas sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas integritas di masing-masing individu.  Dimana individu tersebut berada dan melakukan kegiatan,” katanya. Lebih lanjut dia  mengajak seluruh aparatur di Kejati Sumatera Selatan dari berbagai tingkatan  mulai dari apratur pelaksana hingga  pimpinan satuan kerja (Satker), unit dan bidang, agar merubah mental yang selama ini mental dilayani menjadi mental melayani. “Usai pencanganan ini, kita harus bekerja degan cepat, tepat dan cerdas  dalam membangun system Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dengan tetap penyediakan sarana pelayanan publik, penyelenggaraan program –perogram sosial, monitoring dan evaluasi,” harapnya. Hadiri dalam  kesempatan ini, Wakajati Sumsel Hari Setiono, Kapolda Sumsel yang diwakili oleh Direktur Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol M. Zulkarnain, Pangdam II/Sriwijaya diwakili oleh Staf Ahli Ilmu Pengetehuan dan Teknologi Kolonel Inf. Mukhrizal.  MC Diskominfo Prov. Sumsel/FS Sumber : Humas Pemprov. Sumsel  

Baca Detail
Digitalisasi SPBU Kontrol Stok BBM di Sumsel Sumsel
19 Feb 2019 Dilihat 178x

Digitalisasi SPBU Kontrol Stok BBM di Sumsel

Palembang sumselprov.go.id- Pertamina mengembangkan inovasi teknologi digitalisasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen dan menjamin ketidakcurangan dalam penyaluran BBM. Selain itu, penghitungan pendapatan dari penjualan BBM di setiap SPBU akan lebih cepat dan akurat. Terkait hal tersebut, Menteri BUMN RI, Rini M. Soemarno memantau perkembangan digitalisasi di SPBU COCO 21.301.01, Kenten, Palembang, Kemarin (17/2/2019). “Sampai pertengahan Februari 2019 terdapat 341 SPBU menerapkan digitalisasi,” katanya. Rini menjelaskan digitalisasi SPBU akan memuat informasi kondisi stok BBM di SPBU secara real time, jumlah BBM yang paling banyak dikonsumsi,dan jumlah transaksi yang dilakukan oleh pembeli. “Digitalisasi SPBU akan mencatat setiap nama pembeli. Sehingga, kita bisa tahu pelanggan mana yang paling loyal membeli produk Pertamina di SPBU tersebut,” jelas Rini. Ia mengatakan semua SPBU di Indonesia sudah dapat melayani pembelian secara non tunai pada akhir Juni tahun 2019. Sementara itu Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengapresiasi upaya digitalisasi SPBU yang dilakukan Pertamina di seluruh Indonesia, terutama di Sumsel. “Sebagai Kepala Daerah, saya akan mendukung pengembangan digitalisasi SPBU ke seluruh wilayah Sumsel,” ungkapnya. Herman Deru juga mengatakan setiap pihak dapat sepakat untuk mendigitalisasi semua SPBU. Hal ini agar kelangkaan BBM tidak terjadi. Menambahkan, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengungkapkan digitalisasi SPBU dapat mengontrol stok BBM di SPBU dan TBB. Sehingga, tidak akan ada lagi isu-isu kelangkaan BBM di SPBU. Karena Pertamina dapat memantaunya secara real time. “Dari 5.850 SPBU semuanya sudah menerapkan digitalisasi ini paling lambat Juni 2019,” ucapnya. Tujuannya jelas untuk menjaga kecukupan stok BBM di setiap SPBU sekaligus mendukung program pengurangan transaksi nontunai. “Sampai akhir bulan saya targetkan penerapan digitalisasi ada di 1000 SPBU. Dan 3500 SPBU sampai akhir bulan Maret. Akhir semester ini semua harus selesai,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE/ Foto: HumasProvSumsel

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.