Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Woow.. Pemenang JASS#8 Dapat Hadiah Rumah
OKU Selatan, Sumselprov.go.id -- Motor Trail Aventure Jelajah Alam Serasan Seandanan (JASS #8) 2019 resmi digelar. Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Bupati OKU Selatan Popo Ali melepas ribuan peserta Motor Trail Aventure Jelajah Alam Serasan Seandanan (JASS #8) 2019 di Gedung Kesenian Muara Dua Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (23/2). Sebelum melepas, orang nomor satu di Sumsel menyapa seluruh raider dan masyarakat. "Selamat datang para raider dari seluruh penjuru Indonesia di Sumatera Selatan khususnya Kabupaten OKU Selatan," katanya. Dia menilai, Jass#8 adalah ajang menjalin silaturahmi yang luar biasa. Jass#8 tidak hanya memberikan manfaat silaturahmi tapi pasti juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat OKU Selatan. "Kepada Bupati yang membanggakan kita, harapan saya teruskan ini untuk dapat menjadikan OKU Selatan semakin di kenal, OKU Selatan adalah kabupaten yang membanggakan kita," ucapnya. Herman Deru menargetkan event bergengsi tidak akan berhenti sampai Jass#8 saja tapi akan diteruskan dengan rencana yang lebih besar. Menurutnya Sumbar punya punya Tour de Singkarak dan iapun ingin di Sumsel ada Tour de Ranau. Event ini dipastikannya akan segera terwujud kare a sudah disetujui Menteri Pariwisata RI . "Insya Allah dalam waktu dekat akan ada Tour de Ranau pada tingkat Nasional. Oleh karena itu katanya semua ini tidak lepas dari peran masyarakat OKU Selatan," jelasnya. Dikatakan mantan Bupati OKUT tersebut jika masyarakat bisa menerima dengan baik para tamu yang datang kesini, ia yakin kedepaan OKU Selatan akan tetap menjadi destinasi wisata olahraga, wisata alam dan wisata edukasi bagi seluruh masyarakat Nasional maupun Internasional. Pada kesempatan ini Gubernur Sumsel akan memberikan hadiah satu Unit Rumah bagi para raider yang akan menang JASS#8. Sebelumnya, Bupati OKU Selatan Popo Ali mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Sumsel Herman Deru dan juga para raider. "Kami merasa bangga atas kehadiran pak gubernur kesini, kehadirannya beliau juga untuk memotivasi agar OKU Selatan lebih maju lagi kedepan," ucapnya. Tak hanya itu, dia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru atas dukungan dan suport sehingga acara JASS#8 dapat diselenggarakan di OKU Selatan. "Alhamdulillah pelaksanaan ini kita mulai. Terima kasih kepada pak gubernur telah mensuport ini, bahkan beliau memberikan hadiah satu unit rumah. Disamping itu juga beliau konsen memikirkan bagaimana OKU Selatan menjadi pariwisata andalan Sumsel. Mudahan-mudahan Jass#8 sukses dan kembali lagi Jass#9," ungkapnya MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto Humas Prov.Sumsel
Sumsel
HD Nostalgia ke OKUT
OKU Timur, Sumselprov.go.id -- Di bawah kepemimpinan Herman Deru, OKUT pernah menjadi lumbung pangan Sumsel. Bagi Deru yang kini menjabat sebagai Gubernur Sumsel, Kabupaten OKU Timur sebagai daerah pertanian yang ditunjang irigasi teknis yang besar akan tetap menjadi daerah lumbung pangan bagi Provinsi Sumatera Selatan. Harapan tersebut diungkapkan langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru ketika memberikan arahan dalam sinkonisasi program Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten OKU Timur di Martapura, Jumat (22/2) di Martapura. "Mari kita kembalikan Sumsel sebagai lambung pangan. OKU Timur sebagaj daerah pertanian yang ditunjang irigasi teknis harus meningkatkan produksi pangan. Startegi apapun yang dilakukan oleh pak Bupati Kholid Mawardi akan saya dukung untuk mengembalikan Sumsel Lumbung Pangan Nasional," katanya. Gubenur H Herman Deru dikesempatan yang sama juga ingin melakukan pembangunan yang merata di kabupaten/kota di Sumsel baik pembangunan fisik maupun non fisik. Karena itu dia meminta dukungan dari pemerintah daerah untuk sinerji dengan pemerintah provinsi. "Salah satu tujuan saya dan jajaran kepala OPD datang langsung ke daerah. Tidak lain ingin melihat dan mendengar langsung aspirasi masyarakat. Karena laporan yang masuk melalui laporan secara lisan tidak cukup. Tanpa ada pembuktian langsung di lapangan," tambahnya. Terkait dengan isu harga getah karet yang tidak kunjung membaik, lanjut Herman Deru, Pemerintah Provinsi Sumsel telah berupaya berbuat agar harga jual getah di tingkat petani dan pengepul membaik. Upaya tersebut juga telah dibicarakannya dengan kementerian terkait. Namun lanjut dia masyarakat petani karet Sumsel juga harus berbenah dengan meningkatkan mutu dan kualitas getah karet. Salah satunya dengan melakukan proses produksi yang benar. Tidak lagi menggunakan cairan pembeku getah tawas atau cuka para. Namun gunakan asan semut yang dinilai dapat menekan kadar air. "Salah satu faktor penyebab harga getak karet patani kita rendah karena kadar kandungan kadar air yang tinggi. Belum lagi kecurangan lainnya sepertinya banyak tatal, ada sendal jepit. Dengan harapan berat getah ketika ditimbang naik. Padahal pihak pabrik jeli ada alat ukur kadar air," terangnya. Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini juga meminta kalangan pejabat daerah tetap kompak. Tidak terkotak kotak terutama di tahun politik sekarang ini. Perbedaan dalam pilihan lanjut dia adalah dinamika dalam proses demokrasi. Disamping itu Herman Deru juga meminta agar kondusifitas wilayah harus tetap dijaga. Karena keamanan merupakan modal utama dalam melaksanakan aktivitas sehari hari bagi pemerintah dan masyarakat. "Sumsel zero konflik harus tetap kita pertahankan. Peran aparat, tokoh masyarakat dan tokoh agama harus ditingkatkan dalam melakukan pembinaan di tengah masyarakat yang aneka ragam suku, etnis dan agama. Kita harus tetap kompak. Kalau ada gesekan segera ambil sikap untuk meredamnya," harap Gubernur. Sementara itu Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi menyambut baik adanya agenda penyelaraskan program-program Pemerintah Provinsi Sumsel dengan Pemkab OKU Timur. Kholid menyampaikan, pihaknya telah melakukan pemetaan potensi daerah ini sesuai dengan karakteristik wilayah. Tahun 2020 Pemkab OKU Timur memprogramkan desa-desa pesisir komering berbagai kawasan sentra penghasil hortikultura, sayur mayur, buah buhan serta pengembangan padi organik. "Kalau di kawasan Belitang sebagai penghasil pangan berupa padi dan beras. Maka dikawasan pesisir komering akan kita jadikan sebagai sentra tanaman hortikultura," tandas Kholid. Ikut dalam rombongan Gubernur kali ini Duta Literasi Sumsel Hj Percha Leanpuri, para kepala OPD Provinsi Sumsel dan pejabat penting lainnya MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto Humas Prov.Sumsel
Sumsel
Gubernur Sumsel Berharap Kabupaten Dan Kota Di Sumsel Capai UHC
Empat Lawang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru berharap seluruh kabupaten/kota bisa mencapai Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat. "Harapan saya agar seluruh kabupaten dan kota di Sumsel yang belum UHC supaya memberikan jaminan agar semua orang mempunyai akses pada layanan kesehatan yang efektif, tanpa menimbulkan kesulitan bagi penggunanya," kata Gubernur Sumsel, dalam acara sinkronisasi program Pemprov Sumsel dengan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Empat Lawang, Jumat (22/2). Ia menjelaskan, UHC merupakan jaminan bagi warga negara untuk memiliki akses ke pusat layanan kesehatan baik dalam bentuk preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan mutu yang memadai sehingga berjalan dengan efektif. “Melalui jaminan layanan kesehatan tersebut, tidak menimbulkan beban secara finansial bagi si penggunanya," ujar Herman Deru. Lebih lanjut dia mengatakan, UHC bukan hanya jaminan saja namun juga terkait dengan peningkatan layanan kesehatan. Pelaksanaan program UHC ini akan berdampak pada perubahan pembayaran layanan kesehatan pada pasien di rumah sakit dengan menggunakan kartu BPJS. Gubenur menjelaskan, Pemprov Sumsel sesuai dengan Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang jaminan kesehatan, telah berupaya mengikutsertakan sebanyak banyaknya masyarakat Sumsel dalam program Jamininan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. "Upaya ini dilakukan dengan meminta Pemerintah kabupaten/kota untuk dapat memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh warganya dan mendorong kelompok masyarakat tertentu yang dianggap mampu untuk ikut serta dalam program JKN secara mandiri,” katanya. Dalam waktu dekat Pemprov Sumsel juga akan membangun rumah sakit pratama untuk mendekatkan dan meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Empat Lawang. Lebih rinci dia menjelaskan, di tahun 2020 mendatang, Pemprov telah merencanakan akan membangun Rumah Sakit Rujukan Zona Tipe B dengan lokasi di Kota Lubuklinggau, yang dananya berasal dari dana CSR. "Untuk apa kita buat RS Rujukan zona. Tidak lain untuk mendekatkan layanan bagi pasien dari Empat Lawang, Lahat, Pagar Alam. Mura dan Muratara, yang selama ini harus merujuk ke kota Palembang. Nanti kita juga akan koneksikan dengan RS Sobirin Lubuk Linggau," tutup Herman Deru.(dikutip:rel/foto humas MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Pemkab Banyuasin Siap Dukung The 2019 UEA Summit
Banyuasin, Sumselprov.go.id – Jumat (22/02/2019), Sekitar pukul 10.00 WIB bertempat di ruang rapat Pemerintahan Kabupaten Banyuasin, Ketua Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang juga merupakan Kolega, Dr. Ir. Najib Asmani beserta rombongan melakukan audiensi dengan Bupati Banyuasin H. Askolani. Pertemuan yang sudah dijadwalkan ini berlangsung penuh keakraban. Ketua TRGD Prov.Sumsel dan rombongan disambut hangat oleh Bupati Banyuasin. Beliau menyambut baik dan mengukapkan rasa bahagianya dikarena punya kesempatan dapat bertemu langsung denga kolega yang merupakan mitra pemerintah. Najib Asmani sebelum menyampaikan maksud dan tujuannya datang dan bertemu Bupati Banyuasin terlebih dahulu memperkenalkan satu persatu anggota TRGD Prov. Sumsel yang ikut mendampingi dalam acara audiensi hari ini. Selanjutnya dijelaskan Ketua TRGD Prov.Sumsel bahwasanya pada bulan Oktober tepat mulai tanggal 22 sampai dengan 25 Oktober 2019 Provinsi Sumatera Selatan bertempat di Kota Palembang akan menjadi Tuan Rumah kelima bagi kegiatan event internasional The 2019 UEA (Urban Environmental Accords) South Sumatera Summit dengan tema “Kota dan Kabupaten yang Cerdas dan Berkelanjutan (Sustainable and Smart City and District)”. “Terpilihnya Kota Palembang sebagai penyelenggara atas saran dari Ketua Menteri Melaka Malaysia, mengingat Palembangmemiliki pengalaman dalam menyelenggarakan acara internasional serta di beberapa kabupaten banyak kegiatan di bidang pembangunan hijau dan rendah emisi”, kata Najib . “UEA adalah organisasi kolaboratif internasional yang bekerja untuk mengembangkan Indeks Evaluasi Lingkungan Perkotaan dan Distrik/Kabupaten melaksanakan Program UNEP (United Nation Environmental Program), dan menerapkannya ke kota-kota di seluruh dunia”, ungkap Najib Asmani Kemudian Najib Asmani juga menerangkan, “ UEA didirikan pada tanggal 5 Juni 2005 di Kota San Franscisco pada kesempatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dihadiri oleh perwakilan 53 Kota. Dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran global dan berkontribusi untuk menciptakan kota-kota hijau rendah karbon dengan memperluas jaringan global dan mengembangkan proyek-proyek hijau yang menyebar”, terang Najib pada Bupati Banyuasin. Diakhir paparannya Ketua TRGD Prov. Sumsel berharap peran serta Pemkab Banyuasin yang juga merupakan tuan rumah bersama penyelenggara The 2019 UEA (Urban Environmental Accords) South Sumatera Summit dalam hal memfasilitasi transportasi, publikasi melalui baleho dan juga ikut dalam event exebitions. Sementara Bupati Banyuasin H.Askolani dalam arahannya menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan Ketua TRGD Prov.Sumsel dan rombongan dan memberikan dukungan terhadap apa yang disampaikan Ketua TRGD Prov.Sumsel. “Saya sebagai pribadi dan juga Bupati sangat mendukung dan juga akan mendukung kegiatan yang akan diselenggarakan di Sumatera Selatan khususnya di Pemkab Banyuasin”, kata Askolani. H. Askolani juga selain mengapresiasi kegiatan The 2019 UEA (Urban Environmental Accords) South Sumatera Summit juga akan memberikan dukungan pada program pengembang Sei Sembilang yang merupakan aset wisata yang mulai dikenal masyarakat dunia. “Sebagai tuan rumah bersama event internasional The 2019 UEA (Urban Environmental Accords) South Sumatera Summit dan akan menjadi Sei Sembilang sebagai destinasi pariwisata, pariwisata laut mengingat burungpun mau datang ke Sei Sembilang, ini membuktikan bahwa adal hal unik yang ada di Sembilang dan saya ingin sembilang nantinya jadi Icon Banyuasin”, pungkas Askolani. Turut hadir dalam acara ini para Asisten Pemerintahan I, II dan III juga beberapa Kepala OPD, dan juga perwakilan dari OPD Pemkab Banyuasin, juga dihadiri KS-Zsl David Adrian dan rombongan. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Tiket LRT Sumsel Terintegrasi dengan Trans Musi dan Damri
Palembang, sumselprov.go.id- Mulai Hari ini, 22 Februari 2019 Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan (Sumsel) terintegrasi dengan Damri dan Trans Musi. Untuk kategori penumpang umum hanya dikenakan tarif Rp.10 Ribu untuk LRT-Damri, Rp.7 Ribu untuk LRT-Trans Musi dan Rp.12 Ribu untuk Damri-LRT- Trans Musi. Sementara untuk tiket Mahasiswa hanya dikenakan Rp.7 Ribu untuk LRT-Damri dan LRT-Trans Musi, sedangkan Rp.12 Ribu untuk Damri-LRT- Trans Musi. Lalu untuk Pelajar dikenakan tarif lebih murah Rp.7 Ribu untuk LRT-Damri, Rp.5 Ribu untuk LRT-Trans Musi dan Rp. 10 Ribu untuk Damri-LRT-Trans Musi. Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel, Rosita mengungkapkan, untuk saat ini integrasi antar moda masih menggunakan tiket manual. "Sementara ini kita tidak memberlakukan e-money, jadi menggunakan tiket manual karena untuk Damri dan Trans Musi masih menggunakan tiket manual,"ungkap Rosita saat diwawancari di Stasiun LRT Jakabaring, Jum’at (22/2/2019). Untuk tiketnya ditandai dengan warna, seperti tiket integrasi LRT-Damri berwarna pink, LRT-Trans Musi berwarna Biru sementara untuk tiket integrasi ketiganya berwarna Kuning. Lebih lanjut Rosita menambahkan dengan adanya kemudahan ini, diharapkan dapat meningkatkan jumlah penumpang LRT. "Kita akan lakukan evaluasi tiap bulan, karena ini kan kita baru mulai, mudah-mudahan (penumpang LRt) bisa meningkat lima sampai sepuluh persen,"harapnya. Saat ini rata-rata penumpang LRT setiap harinya mencapai 3.500-5.000 penumpang."Kita harapkan ini bisa meningkat lagi," terangnya. Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson Firdaus melalui Kepala Bidang Perkeretaapian dan Pengembangan Dinas Perhububgan Sumsel, Wahidin mengatakan, dengan terintegrasinya LRT dengan Bus Rapid Transit (BRT) ini diharapakan dapat meningkatkan minat masyarakat naik LRT. "LTR terintegrasi dengan tiket terusan, jadi ketika membeli tiket baik dari LRT, Damri ataupun Trans Musi menginfokan ke petugas agar diberikan tiket khusus integrasi," ujaranya. Direktur Operasional PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), Antoni Rais menambahkan, bahwa untuk Trans Musi semuanya bisa terintegrasi dengan LRT melalui stasiun terdekat, kecuali Bandara. "Untuk jam operasional mengikuti operasional LRT. Masing-masing bus headway nya 10 menit. Oprasionalnya mulai pukul 4.30-18.00," ungkapnya. Lebih lanjut ia mengatakan, untuk Trans Musi tersedia 100 bus yang beroperasional. Jadi, masyarakat yang ingin naik Trans Musi dan LRT bisa, misal dari Sako, Plaju, Pusri dan lain-lain naik Trans Musi ke stasiun LRT terdekat. Sedangkan GM Damri Palembang Suranto mengatakan, bahwa untuk Damri hanya dari Stasiun DJKA ke Indralaya (Unsri) dan sebaliknya. MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD Foto : Tim MC/ FS
Sumsel
Wujudkan Kawasan Pasemah Air Keruh Lumbung Pangan Empat Lawang
Empat Lawang, sumselprov.go.id- Kunker Gubernur pada Kamis (21/2) petang diakhiri dengan silaturahmi dengan warga Desa Air Mayan Kecamatan Pasemah Air Keruh Kabupaten Empat Lawang. Gubernur Sumsel H Herman Deru menegaskan, 29.507 hektar luas sawah di kawasan Pasemah Air Keruh. Jika dikelola dengan baik maka akan menjadi lumbung pangan saingan bagi Belitang. Keberhasilannya memajukan sektor pertanian di OKU Timur. Dirinya mendapatkan sejumlah penghargaan dari Pemerintah pusat 7 kali mendapatkan penghargaan P2BN serta penghargaan tertinggi berupa bintang jasa Pratama dari Presiden. "Jadi saya tidak main main dengan masalah pertanian ini. Kalau nak buat saluran irigasi. Selama ada yang mau menanggung jawabinnya malam ini juga ku kirim alat berat. Daerah ini harus jadi lumbung pangan minimal dua kali panen salam setahun,"tegasnya. Herman Deru meminta agar sektor pertanian di daerah ini digarap dengan baik. Sehingga hasil produksi meningkat malalui pembentukan kelompok tani. Untuk memudahkan mendapatkan bantuan handtraktor, penyaluran pupuk dan sarana produksi lainnya. "Jika masyaratkat ingin ikrarkan. Daerah ini harus menjadi lumbung pangan. Menekan angka kemiskinan itu yang tercepat melalui peningkatan sektor pertanian," tambahnya. Gubernur juga berjanji akan memajukan sektor peternakan melalui bantuan pemberian sapi. Melalui kelompok. Masalah keamanan juga menjadi hal penting yang tidak bisa dipisahkan. Sejumlah penyebab terjadinya kejahatan karena kesempatan. Karena itu kesempatan harus ditutup. Niat lebih dikarenakan masalah moral. Pencegahannya tidak cukup dibebakan pada aparat kepolisian. Namun harus juga ada peran dari kalangan orang tua dan masyarakat. "Aku tidak mau dengar ada warga sini yang terlibat dengan narkoba," tambahnya. Tokoh masyarakat setempat Drs Anan Cikali dalam sambutannya meminta pengingkatasn akses jalan diwilayah setempat. Serta perbaikan saluran irigasi aor mayang. Namun di pasemah air keruh ada lagi irigasi uang akan mengairi sawah di lima desa. "Mohon ada rehap bagian salur an iritasi yang banyak rusak dari Bk 0 hinnga Bk 10. Sehingga akan bermanfaat untuk pengairan sawah. Selain itu masalah listrik juga menjadi permasalahan di daerah ini," harapnya. Wilayah Empat Lawang yang berbukit, lanjut Herman Deru menjadi tantangan tersendiri bagi bupatinya. Karena itu dia meminta Bupati Joncik Muhammad untuk tabah dan tetap semangat dalam melakukan pembangunan di Empat Lawang. Sementara itu Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad dalam sambutannya mengajak seluruh warga untuk mendukung program pemerintah. "Mari kita dukung program pak Gubernur," harapnya. MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Pemda Harus Sinergi Atasi Permasalahan Sampah
Jakarta, sumselprov.go.id- Permasalahan sampah sudah menjadi isu global dan harus menjadi perhatian khusus demi menjaga lingkungan dan kesehatan. Untuk itu harus adanya kerjasama antara kabupaten/kota yang bertetangga untuk menanggulangi permasalahan sampah ini. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sumsel, H. Mawardi Yahya usai mengikuti Rapat Kerja Nasional Indonesia Bersih Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), dengan tema "Indonesia Bersih" yang diselenggarakan oleh Kementerian Hidup dan Kehutanan di Kantor Kementerian LH dan Kehutanan, Kamis (21/2). "Penanganan masalah sampah tidak bisa sendiri, harus melibatkan semua unsur. Kabupaten yang bertetangga harus bekerjasama, misalkan tiga daerah contohkan Palembang dengan Ogan Ilir dan Banyuasin," ungkapnya. Dengan bekerjasama antar daerah, sambungnya, sampah sampah tersebut bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis. Ia menambahkan, permasalahan sampah titik beratnya pada bupati atau walikota, namun bukan berarti provinsi lepas tangan namun tetap wajib membantu kabupaten dan kota baik dari sisi anggaran, fisik maupun yang lainnya. "Sebenarnya sudah menjadi kewajiban kita hidup bersih. Pemerintah kan terbatas, jadi sudah tanggung jawab kita semua," ujarnya. Dirinya juga mengapresiasi langkah Walikota Palembang, Harnojoyo yang gencar menangani permasalahan kebersihan dengan membersihkan sampah dan kali. Namun, ada kalanya tidak hanya mengandalkan tenaga manusia, namun juga menggunakan tenaga teknologi. "Ya, apa yang dilakukan Walikota Palembang bagus dalam menjaga kebersihan lingkungan. Tapi, selain tenaga manusia juga diiringi dengan teknologi," tuturnya. Mantan Bupati OI dua periode ini menambahkan, selain itu, sanitasi juga menjadi atensi untuk dan harus dilakukan program. "Banyak masyarakat yang tinggal di desa dan perairan. Tentu sanitasi juga harus dipikirkan. Kita akan buat program. Mari kita jaga lingkungan, buang sampah pada tempatnya dan tidak membuang air besar sembarangan," ajaknya Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, sampah sudah masuk isu globalisasi dan harus segera diselesaikan. Hal ini sangat beralasan mengingat sampah sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. "Untuk itu, saya minta gubernur, bupati, walikota masalah sampah harus segera diselesaikan. Ini sangat berpengaruh pada kehidupan dan kesehatan manusia. Tolong, ayo kita sadar karena sampah sangat membahayakan kesehatan," bebernya. Ajakan hidup sehat dan gerakan Indonesia Bersih juga disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya. Menurutnya, peran serta masyarakat sangat diharapkan dalam mendorong gerakan Indonesia Bersih. "Ini bukan tugas pemerintah saja namun juga masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kesehatan," ujarnya. Melalui rakernas ini, sambung Siti, dirinya juga mengajak kepala daerah untuk mentransformasikan kebijakan, mengurangi sampah dari sumber dan buat sampah jadi sumber daya. Rakernas sendiri dihadiri oleh sejumlah menteri, kepala Bappenas serta kepala daerah se-Indonesia. MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Kunker di Desa Puntang Empat Lawang, Herman Deru Respon Keluhan Warga
Empat Lawang, sumselprov.go.id- Mengawali roadshownya di Kabupaten Empat Lawang, Gubernur Sumsel H Herman Deru melakukan silaturahmi dengan warga desa Puntang Kecamatan Sikap Dalam Kabupaten Empat Lawang, Kamis (21/2) petang. Herman Deru dalam sambutannya memberikan apresiasi atas tercipta keamanan di Empat Lawang. "Luar biasa pak Joncik meski baru menjabat. Namun sudah banyak memberikan perubahan. Terutama bidang keamanan sudah mulai terlihat," ucap Herman Deru. Untuk jalan provinsi di Empat Lawang Herman Deru meminta Kadis PU untuk segera melakukan perbaikan pada tahun ini juga. Minimal dalam tiga bulan kedepan harus sudah dilakukan. Namun untuk pelebaran harus ada kesepakatan jangan sampai ada masalah dikemudian hari. "Bantuan Provinsi di Empat Lawang inj paling besar hampir mencapai 70 Miliar. Ini bentuk perhatian saya. Karena daerah ini bagian dari Sumsel yang juga membutuhkan perhatian. Di dalam membangun, saya sesuai dengan selera rakyat," jelas Deru. Dia memaparkan sejumlah program provinsi yang akan dan tengah dijalankan diantaranya bulan Maret ini ada kompetisi piala gubernur melalui program sejuta bola. "Tahun ini juga akan dibangun gedung olahraga di Empat Lawang yang dananya menggunakan dana CSR dan banyak lagi program provinsi lainnya yang akan dijalankan," paparnya. Sementara itu Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad dalam sambutannya mengungkapkan, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Gubernur dan jajaran. Selanjutnya dia berharap bannyak dukungan dari provinsi mengingat Empat Lawang kabupaten baru. Salah satunya jalan milik provinsi harus segera dilakukan penanganan. "Kami akan melakukan sinkronisasi mendukung program provinsi. Untuk kemajuan Empat Lawang," tegas Joncik. Masalah keamanan dirinya berhaji akan terus melakukan upaya dengan meminta dukungan dari Polda Sumsel. "Alhamdulillah empat bulan ini. Empat Lawang sudah mulai aman dan kondusif," imbuhnya. Dilain pihak sebelumnya tokoh masyarakat desa Puntang, Tarmizi menyampaikan amanat warga setempat diantara pelebaran ruas jalan Provinsi Penghubung Kabupaten Pali dengan Kabupaten Lahat. Selain itu sejumlah pemukiman penduduk di sepanjang aliran sungai Musi yang rawan longsor. Dan mendesak untuk segera dibuatkan tanggul penahan. Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Empat Lawang kali ini Gubernur didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Denny Gabril, Duta Literasi Sumsel Hj Percha Leanpuri, Bupati. Empat Lawang Joncik Muhammad, para Kepala OPD Provinsi Sumsel dan Porkompinda Empat Lawang. Dikesempatan ini Gubernur kembali menyerahkan sejumlah bantuan diantara bantuab bibit buah buahan, bantuan bola dalam program sejuta bola, bantuan kitab suci Al Qur'an dan penyeran Kartu Identitas Anak (KIA), kartu BPJS serta KTP elektronik.Penyerahan peralatan rebana. Kunker Gubernur pada Kamis (21/2) petang diakhiri dengan silaturahmi dengan warga Desa Air Mayan Kecamatan Pasemah Air Keruh Kabupaten Empat Lawang. MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Sekda Harus Jadi Lokomotif Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Daerah
Balikpapan, Sumselprov.go.id- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) sekaligus Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Nasrun Umar menghadiri penutupan Rapat koordinasi nasional (Rakornas) Implementasi Reformasi Birokrasi dan Rakernas Forsesdasi tahun 2019. Kegiatan ini digelar di BSCC Dome Balikpapan, Kamis (21/02). Dipaparkan Nasrun Umar, Rakernas Forsesdasi 2019 menghasilkan Rekomendasi yang perlu ditindaklanjuti oleh DPP Forsesdasi diantaranya Sekda Provinsi, Kabupaten dan Kota untuk dapat menjadi lokomotif dan mempunyai komitmen yang tinggi untuk memimpin dalam implementasi reformasi birokrasi di daerah yang meliputi 8 (delapan) area perubahan, antara lain manajemen perubahan, penguatan sistem pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan kelembagaan, penguatan tatalaksana, penguatan sistem manajemen SDM ASN, penguatan peraturan perundang-undangan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Kemudian perlu diusulkan pula kepada pemerintah (Menteri Dalam Negeri, Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi serta Kepala BKN) untuk memenuhi rasa keadilan (tidak dijatuhi 2 hukuman terhadap 1 perbuatan) dan masa depan ASN, agar meninjau kembali Surat Keputusan Bersama Nomor 182/6597/SJ, Nomor 15 Tahun 2018 dan Nomor 153/KEP/2018 tentang Penegakan Hukum Terhadap PNS Yang Telah Dijatuhi Hukuman Berdasarkan Putusan Pengadilan Yang Berkekuatan Hukum Tetap Karena Melakukan Tindak Pidana Kejahatan Jabatan atau Tindak Pidana Kejahatan Yang Ada Hubungannya Dengan Jabatan. "Mengharapkan kepada DPN KORPRI bersama DPP FORSESDASI yang telah mengusulkan uji materi terhadap ketentuan Pasal 87 ayat (2), dan ayat (4) huruf b huruf d Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, untuk mengusulkan kepada Pemerintah merubah ketentuan pasal tersebut untuk adanya persamaan dan kepastian dimuka hukum, kesejahteraan dan masa depan ASN," ungkapnya Lebih jauh dikatakan Nasrun, DPP FORSESDASI dan anggota mendukung DPN KORPRI untuk ke depan mengusulkan uji materi tekait pejabat eselon I yang diisi dari swasta, dan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi karir oleh lembaga atau pribadi. "Mengharapkan kepada pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota untuk segera mengusulkan unit kerja pelayanan yang akan diikutkan dalam lomba Tahun 2019 dalam rangka pelaksanaan peningkatan pelayanan publik melalui one agency one innovation," tuturnya Menurutnya rekomendasi yang ada sesuai dengan tema dari pada rakornas pada tahun tahun 2019 adalah percepatan reformasi birokrasi dalam rangka mencapai tujuan tata kelola pemerintahan kelas dunia pada tahun 2025, melalui inovasi dan pelayanan publik. Kendati demikian didalam perjalanan Nasrun mengaku tentu masih banyak hal yang akan menjadi rekomendasi didalam Forsesdasi. "Personifikasinya begini, kalau kepala daerah itu adalah kepala, sedangkan Sekda itu adalah lehernya artinya sekda itu sangat penting dan strategis di dalam sistem penyelenggaraan daerah baik itu di provinsi maupun kabupaten kota, oleh karenanya dengan pembekalan yang dilakukan oleh para narasumber terjadi pencerahan yang bisa membawa angin segar ketika mereka kembali ke tempat masing-masing," pungkasnya. MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel