Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Pemprov Alokasikan Anggaran Rp 15 Milyar Untuk Kepemudaan Sumsel Sumsel
01 Mar 2019 Dilihat 194x

Pemprov Alokasikan Anggaran Rp 15 Milyar Untuk Kepemudaan Sumsel

PALEMBANG Sumselprov.go.id– Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru memberikan perhatian besar  dalam pembinaan kepemudaan di provinsi ini. Bahkan tidak tanggung tanggung anggaran yang diperutukan bagi kegiatan kepemudaan di Sumsel mencapai angka Rp 15 Miliar. Hal tersebut diungkapnya disela-sela menerima Ketua Karang Taruna Sumsel H. Robby Kurniawan bertempat di ruang kerja audensi Gubernur, Rabu (27/2/2019) “ Kita melihat ada potensi besar dikalangan pemuda yang harus kita perhatikan. Karena itu kita sudah anggarkan untuk kepemudaan di Sumsel sebesar 15 Milyar, artinya untuk satu desa di Sumsel mendapatkan kucuran 5 juta khusus untuk pembinaan kepemudaan” ujar Herman Deru Lanjutnya, HD menilai karang taruna merupakan Organisasi kepemudaan sangat memiliki peran penting juga berada pada posisi garda terdepan di dalam mengaktifkan kegiatan kepemudaan baik diperkotaan maupun di pedesaan. Karena itu juga HD berharap dana yang telah dialokasikan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.  Seperti pembinaan olahraga dan sejenisnya. “Apa yang bias dikerjakan segera lakukan, koordinasikan dengan pihak atau Lembaga terkait sehingga dalam kegiatan sinergi denga pemerintah, “ujar HD Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini juga menyampaikan dalam waktu dekat dirinya akan menggagas lahirnya satgas NKRI di tubuh Karang Taruna yang tugasnya membantu mengamankan dan menjaga keberlangsungan Demokrasi diSumsel. “Satgas ini akan segera kita lantik dengan harapan nanti mereka dapat terlibat langsung dalam membantu keberlangsungan demokrasi di Sumsel” tutupnya Sementara itu Ketua Karang Taruna Sumsel, H. Robby Kurniawan menyampaikan pihaknya akan mendukung semua program pembangunan yang diprogramkan Gubernur Sumsel. Karena itu dirinyameminta Pemerintah tidak sungkan untuk melibatkan karang taruna. “ Kami menerima saran dari Pak Gubernur agar bias berbuat nyata untuk pemuda agar dapat berinovasi dan juga kreatif, kehormatan bagi kami bias bertemu langsung dengan Gubernur Sumsel Pak Herman Deru” pungkas Robby TIM MC Diskominfo Sumsel/HP        

Baca Detail
Gubernur Sumsel Pertama Tindaklanjuti Inpres Persepakbolaan Nasional Sumsel
28 Feb 2019 Dilihat 209x

Gubernur Sumsel Pertama Tindaklanjuti Inpres Persepakbolaan Nasional

Palembang, sumselprov.go.id– Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menjadi kepala daerah pertama di Indonesia yang menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2019 tentang  Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional yang baru dikeluarkan 25 Januari 2019 lalu. Melalui program pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan dimulai dari desa-desa serta pembinaan sepak bola berprestasi melalui kompetisi turnamen sepak bola U-21 Piala Gubernur Sumsel tahun 2019. Bahkan, 10 Kabupaten di Sumsel tahun ini akan mendapatkan bantuan pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) dari Pemerintah Provinsi Sumsel melalui dana dari CSR sebesar Rp.10 Milyar setiap Kabupaten. Kompetisi U-21 Piala Gubernur Sumsel ini bertujuan untuk pengembangan sistem kompetisi serta pembinaan sepak bola berprestasi. Jadi, ini berjenjang mulai dari desa-desa. Saya sudah berikan surat kepada Bupati dan Walikota untuk menyiapkan tim sepak bolah di setiap desa-desa,” Ungkap Herman Deru saat konferensi pers dan MoU antara panitia turnamen sepak bola U-21 Piala Gubernur Sumsel tahun 2019 dengan tiga media Sumeks, Sripo, Tribun Sumsel, di Griya Agung Palembang, Rabu (27/2/2019). Turnamen ini akan diadakan di 17 Kabupaten dan Kota. Kick off akan dilaksanakan di lapangan sepak bola Kabupaten Muaraenim 31 Maret 2019 mendatang memperebutkan piala, uang pembinaan dan piagam penghargaan dengan kompetisi sistem gugur. Pendaftaran gratis, dilakukan diseluruh kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten dan Kota di Sumsel. “Kenapa Muara Enim, karena saya sudah melihat sendiri kesiapanya, termasuk infrastrukturnya. Harapan kita Muaraenim dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya. Kita yakini ini akan menjadi kemeriahan baru bagi pecinta sepak bola di Sumatera Selatan,” lanjut Herman Deru. Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan, kompetisi Piala Gubernur Sumsel tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2019 tentang Sepak Bola walaupun di Pemerintah Provinsi Sumsel telah teranggarakan sebelumnya. Menurutnya, dengan lahirnya Inpres tersebut menjadikan Piala Gubernur Sumsel lebih resmi lagi karena membuktikan bahwa daerah perkiprah dalam memajukan sepak bola di Indonesia. “Ini tindak lanjut Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Sepak Bola. Meskipun kita sudah teranggar sebelumnya. Ini sebagai langkah awal penyampaian prestasi sepak bola di Sumsel, selain kegiatan lainnya yang sudah diprogramkan pemerintah provinsi sumsel. Kegiatan ini tidak mengurangi kegiatan cabang olahraga lainnya yang sudah di programkan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel,” ungkapnya. Dikesempatan ini, mantan Bupati OKU Timur itu juga menyampaikan kronoligis terbentuknya kompetisi Piala Gubernur Sumsel yang dapat segera direalisasikan ini. Menurutnya, saat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2019 tentang Sepak Bola dalam proses pembentukan tidak ada terinfo. Namun demikian Pemerintah Provinsi Sumsel juga telah memprogramkan kegiatan serupa program Sejuta Bola di Sumsel sejalan dengan lahirnya Inpres yang baru keluar tiga hari lalu. “Saat Inpres ini digodok tidak terinfo dikita, namun begitu kita juga sudah memprogramkan Sejuta Bola di Sumsel sejalan dengan lahirnya inpres ini. Sebenarnya, baru kali ini kita mendengar tentang adanya Inpres tentang sepak bola. Kalau inpres tentang olahraga sudah sering ada tapi sepak bola baru kali ini,” ujar Herman Deru. Ketua panitia turnamen sepak bola U-21 Piala Gubernur Sumsel tahun 2019, Hendri Zainudin mengatakan, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menjadi Gubernur yang pertama kali merealisasikan Inpres tentang Sepak Bola, baru tiga hari di launcing inpres tersebut langsung ditindaklanjuti melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumsel. “Dipertemuan ini kita ingin menyampaikan bagaiman filosofi tentang pelaksanaan piala Gubernur Sumsel ini,” terangnya. MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD

Baca Detail
Gubernur Sumsel: Turnamen Sepak Bola Sebagai Ajang Menggali Potensi Atlet Di Daerah Sumsel
28 Feb 2019 Dilihat 496x

Gubernur Sumsel: Turnamen Sepak Bola Sebagai Ajang Menggali Potensi Atlet Di Daerah

Palembang, sumselprov.go.id - Banyak Potensi yang belum kita gali  seperti bakat dan prestasi para atlet sepakbola  di daerah, kita akan gali dan kembangkan potensi tersebut dengan mengadakan pertandingan Turnamen sepak bola yang umumnya digemari masyarakat. Untuk menggali potensi yang ada di daerah perlu kita adakan Turnamen Sepak Bola Remaja U-20 memperebutkan Piala Gubernur Sumsel Tahun 2019 Hal ini diutarakan Gubernur Sumsel H. Herman Deru pada acara Press Conference dan Penandatangan MoU dengan tiga Media diantaranya Sriwijaya Post, Sumatera Ekspres dan Tribun Sumsel  di Griya Agung Palembang . Rabu (27/2/2019) Gubernur Sumsel menjelaskan, ini bukanlah diskresi artinya keputusan atau tindakan yang ditetapkan atau dilakukan oleh Pejabat Pemerintahan untuk mengatasi persoalan konkret yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan Tapi jelas payung hukumnya mrngacu kepada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional. “Adapun maksud turnamen ini adalah bertujuan pengembangan olahraga sepak bola dan mencari bakat para atlet degan sistem berjenjang” ujar Gubernur Herman Deru Tambah Gubernur sudah ada ada edaran awal tahun 2019 ke pada para Bupati dan Walikota Herman Deru mengutarakan, sukses ini akan berjenjang dan merupakan obsesi kita bersama nantinya ke tingkat nasional seperti Turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur dan menemukan bakat yang belum muncul dari daerah. Maka untuk itu perlu difungsikan lapangan sepak bola di daerah jangan sampai di salah gunakan fungsinya. “ Peduli akan sarana olah raga di daerah, tahun ini 10 Kabupaten/kota di Sumsel kita bantu untuk pembangunan gedung olahraga yang dananya dari CSR perusahaan. Masing masing daerah mendapatkan Rp 10 Miliar,” ujar  Herman Deru. Herman Deru mengungkapkan, Kick Off akan dilaksanakan di Kabupaten Muara Enim pada tanggal 31 Maret 2019 dan selanjutnya akan dilaksanakan di setiap Kabupaten/kota se Sumsel. Gubernur utarakan, dipilihnya Muara Enim sebagai lokasi Kick Off karena daerah ini dinilai yang paling siap secara infrastruktur.dan akan terasa gaungnya bergema di daerah serta pembelajaran bagi kabupaten/kota lainnya bagaimana mengelola dan memanfaatkan sarana olahraga dengan baik. Peserta Turnamen turnemen sepak bola remaja U-20 , Piala Gubernur Sumsel tahun 2019 akan dilaksanakan di Kabupaten dan kota di Sumatera Selatan dengan melibatkan 32 tim peserta dari Kabupaten dan kota. Selama iven ini berlangsung, Gubernur meminta jangan sampai digunakan sebagai sarana atau ajang politik namun harus betul-betul menjalankan niat yang tulus untuk pembinaan  sepak bola di tengah masyarakat Sumsel. Jangan ada kecurangan seperti pengaturan skor dan sejenisnya, apabila ada Pemerintah tidak akan diam. Akan kita tindak dengan tegas. Ini warning kalau sampai terjadi,  itu ada sangsi hukum,” tegas Deru. Kompetisi ini akan menggunakan system gugur, peraturan pertandingan mengacu pada  peraturan FIFA, PSSI dan menyesuaikan dengan kondisi  pelaksanaan kegiatan. Untuk kelancaran kegiatan Pemprov Sumsel bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/.kota, ADPROV PSSI Sumsel,ASKAB Kab/kota. “Juara Turnemen Sepak Bola U-20 Tahun, Piala Gubernur Sumsel tahun 2019. Memperoleh Piala, uang pembinaan dan piagam. Untuk Finalis di setiap Kabupaten/kota akan mengikuti kompetisi tingkat provinsi pada bulan November,” tutupnya. Sementara itu  Presiden Sumsel Super Leggue H Hendri Zainuddin yang juga ditunjuk gubernur sebagai ketua pelaksana mengutarakan Sumtera Selatan merupakan satu satunya Provinsi yang merespon Inpres  Nomor 3 Tahun 2019. “Dalam peliputan seluruh rangkaian pertandingan selama turnamen berlangsung, Hendri menegaskan, pihaknya menggandeng media diantaranya Sumatera Ekspress, Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post tapi besok mungkin akan kita lakukan lagi MoU yang sama. Karena itu kita minta dukungan dari seluruh media cetak, elektronik dan media social lainnya, ” ujar Hendri Zainuddin. Pada kesempatan tersebut, Kadispora Sumsel Akhmad Yusuf Wibowo menegaskan, selain Piala Gubernur kedepan akan digelar juga tunamen yang melibatkan OPD dilingkungan Pemprov Sumsel, Kabupaten/kota serta BUMN, BUMD dan perusahaan swasta di Sumsel. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
Capaian Output Dana Desa Perbaiki Kualitas Kesejahteraan Masyarakat Sumsel
28 Feb 2019 Dilihat 296x

Capaian Output Dana Desa Perbaiki Kualitas Kesejahteraan Masyarakat

Palembang sumselprov.go.id- Capaian output dana desa Tahun 2015-2018 telah memperbaiki aktivitas ekonomi masyarakat, diantaranya yaitu terciptanya pembangunan jalan desa, jembatan, pasar desa, bumdesa, tambatan perahu, embung, irigasi, dan sarana olahraga. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,  RI Eko Putro Sandjojo saat membuka acara Seminar Workshop Nasional Tata Kelola Pemerintahan Desa dan Membangun Kemandirian Desa Melalui Bumdesa Oleh Harian Sumatera Ekspres di Hotel Horison Ultima Palembang, Rabu, (27/02/2019). “Pertumbuhan ekonomi di Indonesia tanpa diiringi pengurangan kemiskinan maka pertumbuhan ekonomi tersebut tidak akan berkelanjutan,” ujar Eko. Dana desa juga berperan dalam peningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Hal dapat dilihat dari perbaikan beberapa sarana prasarana desa. Diantaranya yaitu penahan tanah, air bersih, MCK, polindes, drainase, paud, posyandu, dan sumur. Eko mengatakan dana desa berdampak pada peningkatan pendaptan per kapita warga desa sepanjang 2014-2018. “Berdasarkan data yang BPS himpun, rata-rata pendapatan er kapita warga desa 6,13% per tahun selama periode 2015-2017,” jelasnya. Selain itu, Tahun 2015-2018 tingkat pengangguran terbuka (TPT) desa juga mengalami penurunan 1,21% dari 4,93% pada tahun 2015, menjadi 3,72 % pada tahun 2018. Penyerapan dana desa yang baik terbukti dapat meningkatkan kesempatan kerja bagi warga desa. “Di beberapa desa di Indonesia, bahkan warga memiliki penghasilan sekitar 7 juta Rupiah per bulannya,” katanya. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa mekanisme yang digunakan untuk megendalikan penyelewengan dana desa. Penyeleweng akan dilaporkan ke inspektorat kabupaten setempat, kemudian kabupaten akan memprosesnya. “Jika terbukti ada penyelewengan, maka akan dilaporkan ke penegak hukum atau bisa juga langsung dilaporkan ke penegak hukum,” tegasnya. Menurutnya, kebanyakan kasus penyelewangan terjadi karena kesalahan administrasi. Oleh karena itu diadakannya pendampingan. Kalau kita lihat tata kelola penggunaan dana desa sekarang jauh lebih baik dan diakui oleh banyak lembaga dunia. Tahun 2015 penyerapan dana desa mencapai 82% dan tahun 2018 mencapai 99%.Penyerapan dana desa dibagi dalam 3 tahapan. Setiap tahap berikutnya tidak akan bisa cair jika laporan dan hasil audit tahap sebelumnya belum diterima dengan baik oleh inspektorat kabupaten. “Indonesia dinilai sebagai negara yang memiliki tata kelola yang baik karena telah berhasil menyerap 99% dana desa. Hal ini diaplikasikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur yang baik,” ungkapnya. Pada Tahun 2014, masih ada sekitar 20 ribu  lebih desa yang tertinggal. Pemerintah telah menargetkan untuk mengentaskan 5 ribu desa tertinggal hingga akhir tahun ini. “Alhamdulilah, dengan kerja sama yang baik dengan semua pihak, pada awal tahun lalu telah mencapai 6700, Indikator ini didapatkan dari data BPS dan Bappenas” jelasnya. Selanjutnya, Pemerintah akan terus bekerja sama dengan kemendagri, kemenkeu,  bappneas, kejaksaan, kepolisian, KPK, dan hukum untuk melakukan pembinaan kepada para kepala desa maupun pendamping desa. “Walau sering dianggap sebelah mata, ternyata para kepala desa dan para perangkat desa ternyata bisa melakukan perbaikan jika didampingi dengan baik,” tutupnya. Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan bahwa kegiatan ini adalah wadah para kepala desa dalam memperoleh pengetahuan dan wawasan yang tidak ada di buku atau panduan penggunaan anggaran desa.   “Termasuk para bank yang hadir. Terutama Bank daerah yaitu SumselBabel diharapkan dapat aktif berperan memberikan pendampingan,” ungkap Herman Deru. Ia menginformasikan kepada para peserta bahwa pendanaan dana desa ini diatur secara langsung oleh pihak Kementerian. Dan kegiatan ini akan memberikan penjelasan ke khalayak umum tentang peran pendanaan dalam memajukan desa. “Pembangunan di desa sangat menentukan laju pembangunan negara,” katanya. Ia berpendapat bahwa setiap desa memiliki potensi,  karakter,  kultur yang berbeda sehingga perlu dilakukan pembimbingan hukum. Hal ini karena kepala desa memiliki latar belakang berbeda. “Sebagian kepala desa masih awam tentang pengetahuan tata kelola. Bimbingan ini akan membantu pembangunan pengelolaan desa menjadi desa yang mandiri,” pungkasnya. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati, Walikota se-Sumsel, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, dan seluruh Kepala Desa dan pendamping desa di Sumatera Selatan. MC Diskominfo Prov Sumsel/ PE

Baca Detail
Rakontek Kesmas Tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Lubuk Linggau Sumsel
28 Feb 2019 Dilihat 208x

Rakontek Kesmas Tingkat Provinsi Sumatera Selatan di Lubuk Linggau

Walikota Lubuklinggau H. Prana Putra Sohe (tengah), didampingi Kadinkes Lubuklinggau Idris SE., (No. 2 Kanan), Ast 2 Bid. Ekbang dan Humas H. Rusli (No.3 Kanan), Staff Ahli Ekonomi dan Keuangan Hendri Hermani, M.Hum (No.4 Kanan). dan Kadinkes Prov. Sumsel Dra. Lesty Nurainy, Apt.,Mkes, didampingi Kabid Kesmas H. Fery Fahrizal, SKM., M.KM (Kiri)   Lubuk Linggau, Sumselprov.go.id -- Pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek)   Program Kesehatan Masyarakat ( Kesmas ) tahun 2019 berbeda dengan tahun –tahun sebelumnya. Rakontek Kesmas Tingkat Provinsi mendahului Rakontek Tingkat Pusat yang akan dilaksanakan pada bulan Maret mendatang,  dengan harapan bahwa perencanaan yang dibuat berdasarkan kebutuhan, keinginan dan permasalahan  institusi  di tingkat bawah. Walikota Lubuk Linggau H.Prana Sohe membuka secara resmi Rakontek Program Kesmas Tahun 2019 yang berlangsung selama 2 (dua) hari yaitu mulai tanggal 20 s.d 22 Februari 2019 bertempat di Hotel Daffam Kota Lubuk Linggau. Rakontek ini diselenggarakan oleh Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, diikuti sebanyak 102 prang peserta penanggungjawab Program Kesmas dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel. Rakontek ini merupakan awal penggerakkan Program Kesmas tahun 2019 dan perencanaan Program Kesmas tahun 2020 di Prov.Sumsel. Tujuan Rakontek ini agar rencana kerja yang telah ditetapkan dapat berjalan sesuai sasaran, peningkatan cakupan sesuai target, identifikasi permasalahan masing-masing indikator dan wilayah serta mendapatkan usulan intervensi untuk pemecahan masalah. Penanggung jawab program kesehatan masyarakat mendapatkan informasi mengenai kebijakan program kesmas tahun 2019 dan dapat merencanakan kegiatan tahun 2020. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Lsety Nuraini, Apt., M.si   memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan banyak terima kasih pada Dinas Kesehatan Kab/Kota, Puskesmas dan semua pihak yang telah bekerja keras meningkatkan cakupan layanan kesehatan khususnya di program kesmas dalam menurunkan angka kematian ibu, angka kematian bayi dan peningkatan status gizi masyarakat. Kedepan, semoga angka stunting, kematian ibu dan kematian bayi  bisa terus diturunkan. Selanjutnya Dra.Lesty Nuraini,Apt,M.Kes dalam sambutannya mengatakan “ bahwa hal penting dalam Program Kesmas  adalah upaya promotif dan preventif. Mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat, semua itu tercakup dalam suatu program yang digalakkan pemerintah yaitu GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat)”, ungkap Lesty Nuraini. Diterangkan juga “pentingnya  kolaborasi pusat dan daerah melalui peningkatan, penguatan, penajaman dan pendampingan dalam pelaksanaan program – program kesehatan, terutama oleh provinsi dan kab/kota guna mencapai target Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang telah ditetapkan sebagai indikator keberhasilan daerah” ungkap Lesty. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Herman Deru : Kades di Sumsel Samakan Persepsi Dalam Penggunaan Dana Desa Sumsel
28 Feb 2019 Dilihat 304x

Herman Deru : Kades di Sumsel Samakan Persepsi Dalam Penggunaan Dana Desa

Palembang, Sumselprov.go.id -- Para kepala desa (Kades) di Sumatera Selatan diharapkan untuk tidak main-main di dalam pengelolaan dana desa. Karena itu dibutuhkan informasi yang sama dalam pengelolan dana desa salah satunya melalui pelatihan, seminar atau workshop. Demikian diungkapnya ketika menyampaikan sambutan dalam Seminar dan Workshop Nasional tentang Tata Pemerintah Desa dan Pembangunan Desa Mandiri melalui BUMDES oleh Harian Sumatera Ekpress, yang dihadiri langsung oleh Menteri Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Kemendes PDTT) RI, Eko Putro Sandjojo yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Palembang, Rabu (27/2). “ Mohon kepada  Pak Kapolda dan Kajati, para kades ini dapat diberikan bimbingan hukum agar bisa menyamakan persepsi. Karena para Kades ini   latar belakang yang berbeda,” harap Gubernur. Dihadapan para Kades se Sumsel ini, Herman Deru juga memberikan apresiasi pada Kementerian Desa PDTT RI yang telah menggelar Seminar dan Workshop Nasional tentang tata Pemerintah Desa dan Pembangunan Desa Mandiri melalui BUMDES. Sehingga nantinya melalui  pembinaan tersebut  pembanguan di desa berjalan selaras dengan pemerintah  Kabupaten/kota, Provinsi dan Pemerintah Pusat. “Adanya perbedaan latar belakang pendidikan serta kepentingan desa. Menjadi kendala lambannya pembanguan di desa. Bantuan pusat 1 Miliar satu desa bila tidak terorganisir dengan baik dikhawatirkan akan ada penyalahgunaan atau tidak termanfaatkan dengan baik. Karena itu para Kades ini haruslah diberikan pembinaan,” harapnya. Herman Deru menilai suksesnya pembangunan di desa akan mendorong majunya suatu Negara. Karena itu tidak salah jika Presiden mengambil kebijakan melalui programnya mengalokasikan dana yang nilainya tidak terhingga untuk desa. “Bukan pusat saja yang punya perhatian. Kita Pemerintah Provinsi ikut mambantu. Tahun ini ada sekitar Rp 100 Milyar melalui APBD. Tiap satu desa mendapat Rp  25 juta. Dengan rincian diantaranya  5 juta untuk PKK, 5 juta untuk karang taruna,  5 Juta untuk Pos Yandu dan selebihnya untuk uang operasional kades. Bila ini berjalan sukses kita akan tambah lagi kedepannya menjadi dua tau tiga kali lipat,”  katanya. Sementara itu Menteri Kemendes PDTT RI, Eko Putro Sandjojo menyampaikan salah satu Visi dan Misi Presiden Joko Widodo adalah membangun Indonesia dari pinggiran serta memperkuat pertumbuhan ekonomi desa untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia. "Pak Presiden telah menaikan dana desa dari  Rp 20,67 Triliun menjadi Rp 46,78 Triliun, dengan kenaikan dua kali lipat itu diharapkan  bisa meningkatkan kesejahteraan,” tandasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS

Baca Detail
31 Maret 2019  Kick Off Turnamen Sepak Bola Remaja U-20 Tahun di Sumsel   Sumsel
28 Feb 2019 Dilihat 224x

31 Maret 2019 Kick Off Turnamen Sepak Bola Remaja U-20 Tahun di Sumsel

#Respon Inpres Tentang Pembangunan Persepakbolaan Nasional, Sumsel Gelar Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur PALEMBANG Sumselprov.go.id –  Turnamen Sepak Bola Remaja U-20 Tahun , memperebutkan Piala Gubernur Sumsel Tahun 2019 akan segera digulirkan. Dan direncankan Kick Off akan mulai 31 Maret 2019 mendatang  bertempat di Kabupaten Muara Enim. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam konferensi Persnya  yang dirangkaikan dengan  penandatanganan MoU antara Ketua Pelaksana  Hendri Zainuddin dengan Media,  GM Sumatera Ekspress, Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post, bertempat di Griya Agung Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Rabu (27/2). “Untuk Kick Off akan dilaksanakan di Kabupaten Muara Enim pada tanggal 31 Maret 2019 dan selanjutnya akan dilaksanakan di setiap Kabupaten/kota se Sumsel,” ungkap Herman Deru. Dipilihnya Muara Enim sebagai lokasi Kick Off, tegas Deru karena daerah ini dinilai yang paling siap secara infrastruktur. Selain itu pihaknya  ingin memberikan pembelajaran bagi kabupaten/kota lainnya bagaimana mengelola dan memanfaatkan sarana olahraga dengan baik. “Pemanfaatan gedung olahraga harus maksimal jangan sampai alih fungsi. Untuk tahun ini 10 Kabupaten/kota di Sumsel kita bantu untuk pembangunan gedung olahraga yang dananya dari CSR perusahaan. Masing masing daerah mendapatkan Rp 10 Miliar,” imbuh Herman Deru. Lebih lanjut Herman Deru menambahkan,  turnamen ini  digelar merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 3 Tahun 2019 tanggal 25 Januari 2019. Tentang Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Dukungan tersebut  dalam bentuk mengelar kompetisi sepak bola Piala Gubernur sebagai langkah awal pencapaian peningkatan prestasi sepak bola. Selain untuk pengembangan system kompetisi berjenjang dan berkelanjutan di Sumatera Selatan. “Hasil yang ingin dicapai melalui turnamen ini adalah pengembangan bakat, pengembangan kompetisi serta pembinaan prestasi sepak bola yang berjenjang. Disamping itu peningkatan kompetisi wasit dan pembenahan system tata kelola sepak bola di Sumsel,” imbuhnya. Dikatakan, turnemen sepak bola remaja U-20 tajun Piala Gubernur Sumsel tahun 2019 akan dilaksanakan di Kabupaten/ kota di Sumsel dengan melibatkan 32 tim peserta dari Kabupaten/kota. “Jika kita sukses menyelenggarakan ini. Dapat menjadi modal  dalam ajang Piala Gubernur  Sumsel yang dipertandingkan di tingkat nasional,” harap Herman Deru. Dalam pelaksanaan turnamen ini nantinya Gubernur meminta Jangan sampai digunakan sebagai sarana atau ajang politik. Namun harus betul-betul menjalankan niat yang tulus untuk pembinaan  sepak bola di tengah masyarakat Sumsel. “Jadi kita harus sepakat diawali dengan niat yang lurus. Ini merupakan bentuk pembinaan sepak bola di Sumsel.  Jangan sampai dicampuri urusan politik, jangan ada kecurangan seperti pengaturan skor dan sejenisnya. Jika ada Pemerintah tidak akan diam. Akan kita tindak dengan tegas. Ini warning kalau sampai terjadi,  itu ada sangsi hukum,” tegas Deru. Kompetisi Piala Gubernur lanjut Deru akan menggunakan system gugur, peraturan pertandingan mengacu pada  peraturan FIFA, PSSI dan menyesuaikan dengan kondisi  pelaksanaan kegiatan. Untuk kelancaran kegiatan Pemprov Sumsel bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten/.kota, ADPROV PSSI Sumsel,ASKAB Kab/kota. “Juara Turnemen Sepak Bola U-20 Tahun, Piala Gubernur Sumsel tahun 2019. Memperoleh Piala, uang pembinaan dan piagam. Untuk Finalis di setiap Kabupaten/kota akan mengikuti kompetisi tingkat provinsi pada bulan November,” tambahnya. Sementara itu  Presiden Sumsel Super Leggue H Hendri Zainuddin yang juga ditunjuk gubernur sebagai ketua pelaksana menegaskan,  Sumsel merupakan satu satunya Provinsi yang merespon Inpres  Nomor 3 Tahun 2019. Sedangkan untuk meliput seluruh rangkaian pertandingan selama turnamen berlangsung, Hendri menegaskan, pihaknya menggandeng media diantaranya Sumatera Ekspress, Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post. “Untuk hari ini baru ada tiga media yang MoU. Besok mungkin akan kita lakukan lagi MoU yang sama. Karena itu kita minta dukungan dari seluruh media cetak, elektronik dan media social lainnya, ” ucap Hendri Zainuddin. Dilain pihak Kadispora Sumsel Akhmad Yusuf Wibowo menegaskan, selain Piala Gubernur kedepan akan digelar juga tunamen yang melibatkan OPD dilingkungan Pemprov Sumsel, Kabupaten/kota serta BUMN, BUMD dan perusahaan swasta di Sumsel. MC Diskominfo Prov. Sumsel/HP/FS

Baca Detail
Cegah Terjadinya Karhutla BPBD Prov. Sumsel Gelar Rakoor Darurat Karhutla Tahun 2019 Sumsel
27 Feb 2019 Dilihat 400x

Cegah Terjadinya Karhutla BPBD Prov. Sumsel Gelar Rakoor Darurat Karhutla Tahun 2019

Palembang, Sumselprov.go.id –  Dalam rangka mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan  (Karhutla) tahun 2019 di  Provinsi Sumatera Selatan maka dilakukan upaya serius dengan mengadakan rapat koordinasi (Rakoor) Darurat Karhutla Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019 bertempat di Posko BPBD Prov. Sumsel, Jalan arah Bandara SMB II Palembang, Selasa (26/02/2019). Rakoor  Siaga Darurat Karhutla Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019 dibuka langsung oleh Kalaksa BPBD Prov. Sumsel Bapak H. Iriansyah.  Acara yang dihadiri oleh : Unsur Provinsi : Danlanud SMH Palembang, Karo Ops Polda Sumsel, Reskrimsus Polda Sumsel, TGUPP  Bidang Perubahan Iklim, Dinas Kehutanan Prov. Sumsel, Dinas Perkebunan Prov. Sumsel, Dinas Pertanian TPH Prov. Sumsel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertahanan Prov, Sumsel, Dinas Sosial Prov. Sumsel, Dinas Kominfo Prov. Sumsel, Dinas Kesehatan Prov. Sumsel, Satpol PP Prov. Sumsel, Balai PPI dan Karhutla Wilayah Sumatera, BMKG, PT. Angkasa Pura II, Airnav Bandara SMB II, Pesantren Aulia Cendikia Palembang. Kemudian Unsur Kabupaten : Kodim 0401 Muba-Banyuasin, Kodim 0402 Oki-Ogan Ilir, Kodim 0403 OKU-OKU Timur-Oku Selatan, Kodim 0404 Muara Enim-Pali, Kodim 0406 Musi Rawas-Lubuklinggau-Muratara, BPBD Kabupaten OKI,Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin,Muara Enim, Pali, OKU, Musi Rawas, Muratara, PT Sinarmas. Dalam rapat ini didiskusikan kesiapsiagaan pengendalian dini  karhutla yang dilakukan masing-masing OPD terkait, seperti Dinas Perkebunan yang terus melakukan sosialisasi  tentang pembukaan lahan dengan cara tidak membakar, kerjasama dengan Gapki mengadakan  TOT Manajer Kebun Tahun 2019 serta memaksimalkan semua potensi yang ada. Kemudian Dinas Pertanian melakukan sosialisasi secara terus menerus, optimalisasi pertanian  dan membantu alat-alat pertanian  seperti npompa air, escavator  yang tujuannya wajib digunakan untuk penanganan bencana. Dari Kehutanan menyampaikan kegiatan yang telah dilakukan dalam upaya pencegahan dini terjadinya bencana karhutla selain mendukung sepenuhnya sesegera menetapkan status siaga secara terpadu juga  melakukan  pembinaan PPH/Kelompok Tani dan memfungsikannya, sosialisasi diwilayah rawan karhutla dan mengundang seluruh perusahaan HTI untuk melakukan pengendalian terjadinya karhutla. Sebelumnya Kasi Ops. Korem 044 Gapo mewakili Danrem menyampaikan selain sangat konsen terhadap Karhutla juga melakukan upaya mengumpulkan stakeholder terkait, melakukan kunjungan langsung ke wilayah rawan karhutla dan telah melakukan pencegahan bekerjasama dengan Kodim Mura melalui Babinsa melatih di tingkat petani dan ikut memantau melaui aplikasi Satelit LAPAN. Kepala BPBD Sumsel H.Iriansyah usai rapat mengatakan, bahwa berdasarkan informasi dari BMKG musim kemarau akan dimulai di bulan April. Maka untuk pencegahan Karhutla lebih dini akan ditetapkan siaga Karhutla. "Bulan Maret akan ditetapkan sebagai status siaga karhutla Namun pastinya kita masih menunggu keputusan dari Guburnur Sumsel," ujarnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, setatus siaga Karhutla ditetapkan lebih awal untuk pencegahan lebih dini. Karena April mulai musim kemarau, jadi ditetapkan siaganya Maret. Hal ini dilakukan juga untuk mengkonsulidasikan semua OPD dan sektor terkait untuk sama-sama melakukan pencegahan dini. "Untuk bantuan peralatanya bertahap, untuk itulah dilakukan lebih awal. Karena mulai administrasi dan lain-lain perlu disiapkan. Hal-hal yang akan dilakukan untuk pencegahan  Karhutla seperti patroli dini, patroli udara, pembasahaan lahan dan lain-lain," jelasnya. Sementara itu Koordinator BMKG Sumsel, Nugo mengatakan, bahwa mulai April tingkat hujan akan turun dan awal musi kemarau pada Mei minggu terakhir sampai bulan Juni pertengahan. Maka untuk siaga darurat Karhutla nya bisa sebelum Mei. "Untuk antisipasiKarhutla  memang di sarankan pembentukan posko-posko dan penetapan siaga darurat dilakuka segara sebelum masuk musim kemarau," ujarnya Sementara Koordinator TRGD Sumsel Najib Asmani menyarankan agar penetapan status siaga darurat secepatnya ditetapkan selain menyampai upaya-upaya yang telah dilakukan dan akan dilakukan dalam rangka pencegahan dini terjadinya karhutla. “Kalau bisa 1 (satu) Maret status siaga sudah ditetapkan”, ucap Najib Asmani. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto Sumber Pusdalops BPBD Sumsel (Arief Imawa,SE)                                                                                                               

Baca Detail
Sekda Sumsel Hadiri Rakernas KORPRI di Istana Negara Sumsel
27 Feb 2019 Dilihat 171x

Sekda Sumsel Hadiri Rakernas KORPRI di Istana Negara

Jakarta, sumselprov.go.id -Sekertaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H.     Nasrun Umar menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Istana Negara Jl. Taman Makam Pahlawan Jakarta, Selasa (26/02/2019). Rakernas Korpri dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, ditandai dengan pemukulan gong. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengapresiasi kinerja ASN, Ia pun menyebut PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang merupakan anggota Korpri merupakan orang-orang yang intelektual agar mampu bekerja maksimal dalam melayani masyarakat. Presiden juga menghimbau, dalam penyusunan dan desain APBN, APBD, dapat dibuat semudah mungkin. Dengan fokus  program tepat sasaran yang bisa dirasakan oleh masyarakat Indonesia secara langsung. "Jadi kalau desain APBN, APBD, desain sesimpel mungkin. Nggak usah banyak program, nggak usah. Program sedikit, fokus, sasaran tepat, gampang kontrol, hasil dirasakan oleh rakyat. Goal harus kesana," ungkapnya Dalam kesempatan yang sama Jokowi menghimbau ASN untuk terus meningkatkan sisi pelayanan terhadap masyarakat. " Semua PNS harus dekat pada masyarakat. Sering sering ke lapangan, masalah betul-betul bisa dikuasai. Bukan terjebak hal-hal administratif sehingga manfaat pelayanan bisa dirasakan masyarakat," tegasnya. Ditemui usai acara Rakernas, Sekda Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar menuturkan, Korpti kedepan harus mengikuti perkembangan dibelahan global dunia, apalagi sesuai dengan apa yang disampaikan Ketua KORPRI bahwa potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah kelihatan pada usia muda atau kisaran usia 40 tahun di daerah-daerah sudah mampu menduduki Eselon II. Menurutnya dengan potensi yang ada ini sesuai arahan Ketua Korpri yang merancang dan menginisiasi sistem talent full, dimana bakat bagi orang-orang yang dianggap memiliki kemampuan untuk terus berkarir hingga tingkat puncak. "Sehingga nanti dengan talent full itu diharapkan menjadi bank aset nasional bagi ASN yang kerap bisa berpindah-pindah mampu menjadi aset nasional," tuturnya. Nasrun juga berharap kedepan Korpri di Provinsi Sumsel semakin lebih baik lagi, mengingat Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sangat mengapresiasi kesatuan korpri secara nasional yang tidak terpecah belah dan korpri akan menjadi kekuatan untuk Indonesia. MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD Sumber: Humas Pemprov. Sumsel

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.