Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Pulau Maspari, Surganya Kawanan Penyu Sisik dan Penyu Hijau Sumsel
04 Mar 2019 Dilihat 408x

Pulau Maspari, Surganya Kawanan Penyu Sisik dan Penyu Hijau

Palembang, Sumselprov.go.id -- Pulau Maspari. Demikian orang-orang menyebut pulau yang berada di ujung Timur Provinsi Sumsel tersebut. Pulau yang terletak di Desa Sungai Lumpur, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) ini mulanya terkenal karena memiliki pantai dengan pasir putih yang indah. Tak banyak yang tahu bahwa Maspari juga memiliki keistimewaan lain yang tak kalah menarik. Ya, Maspari ternyata merupakan pulau favorit bagi kawanan penyu bersisik (Eretmochelys Imbricata) dan penyu hijau (Chelonia Mydas) sebagai tempat bertelur.  Momen ini tentu saja tak disia-siakan oleh rombongan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya saat sempat berkunjung ke Maspari pada Senin 25 Januari lalu. Demi melihat langsung bagaimana penyu-penyu ini bertelur, orang nomor dua di Sumsel itu beserta rombongan rela menginap, keluar tenda dan menunggu di bibir pantai hingga dini hari. Meski tak tidur semalaman, rasa lelah mereka langsung terbayar setelah menyaksikan langsung bagaimana keunikan penyu ini bertelur di tengah kegelapan malam. Ketua Tim Ekspedisi Ceng Ho, Agus Sunyoto yang ikut ambil bagian saat itu mengungkapkan sebenarnya tidak semua pantai disukai penyu. Karena itu pasti ada alasan khusus penyu-penyu tersebut mau datang jauh-jauh ke Maspari setelah mengembara kesana kemari. "Selain karena mereka dahulunya dilahirkan disana (Maspari), biasanya kalau penyu tertarik datang ke suatu pulau itu bisa menjadi indikator bahwa pulau tersebut sehat (tersedia sumber makanan dan terumbu karang yang sehat)," jelasnya. Pada umumnya kata Agus penyu yang datang ini adalah justru yang dahulunya memang lahir di pulau Maspari. Karena itu meskipun mereka berkelana keliling samudera, namun berkat GPS alami yang dimiliki, mereka dapat kembali lagi ke Pulau Maspari yang kini digalakkan menjadi destinasi wisata baru di Sumsel. Dikatakannya pula Penyu bersisik dan penyu hijau yang ada di Maspari sudah sepatutnya dijaga dan dilestarikan karena keduanya masuk dalam 6 jenis spesies penyu yang masih ada di dunia. Atas dasar itu pula ia beserta tim eksepdisi meneliti penyu-penyu ini untuk sekaligus mengedukasi masyarakat yang ada di sekitar pulau untuk bersama-sama menjaga penyu dari ambang kepunahan. "Sewaktu disana kemarin, saya sempat perintahkan piket jaga telur penyu kepada personil, agar bisa disaksikan oleh rombongan Wagub. Namun entah bagaimana kelanjutan nasibnya setelah kami tinggalkan. Meskipun kami upayakan menghapus jejak dan menyamarkan kondisi lubang tempat penyu bertelur," ujarnya. Setiap hari saat musim bertelur datang, cerita Agus sedikitnya 16-20 ekor serentak bertelur di sekitar pulau. Biasanya mereka ini mulai keluar untuk bertelur pada pukul 22.00 wib hingga menjelang fajar saat aktivitas manusia mulai berkurang. Setiap penyu rata-rata membutuhkan waktu hingga 1 jam untuk satu bertelur. Satu induk biasanya mengeluarkan sebanyak 150 hingga 250 butir tiap satu kali bertelur. Selain pertengahan bulan Februari, penyu-penyu betina ini akan banyak bertelur pada bulan Mei antara 3-4 tahun sekali. Bagi pecinta hewan bahkan peneliti, moment ini tentu sangat langka dan sayang dilewatkan begitu saja. "Namun sayangnya, banyak nelayan dan warga yang datang justru hanya untuk mencuri telur penyu disana. Cangkang penyu sering dijadikan obat-obatan kosmetik atau hiasan. Telurnya (mitosnya) untuk kejantanan," paparnya. Saat akan bertelur penyu cenderung sangat penyendiri. Tak heran apabila terganggu cahaya sedikit saja pada saat mau keluar telur, maka induk penyu akan kembali melaut. " Mereka ini sangat penyendiri. Gak bisa kena blitz kamera atau sorot lampu senter," tambahnya. Dia meyakin pantai Maspari yang masih sangat alami dan minim cahaya, menjadi salah satu daya pikat penyu untuk berkembang biak. "Mereka tahu di sini tidak ada gangguan dan mereka juga sudah memastikan posisi lubang telur penyu tidak terendam air laut. Perut penyu dapat mendeteksi suhu," jelasnya. Selain aktivitas penyu bertelur, konon kata Agus Pulau ini sangat bersejarah dan diduga menjadi tempat Laksamana Ceng Ho bersama 28.000 pasukannya singgah dan menambatkan 137 kapal-kapal layar di karang tinggi/ jati.  Pulau dengan pasir putih inipun menjanjika pemandangan sunset dan sunrise yang sangat indah bahkan cocok sekali menjadi lokasi bagi pecinta snorkling, diving hingga selancar, memancing hingga banana boat dan berkano. Sementara itu setelah dua kali melakukan kunjungan ke Pulau Maspari, Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya semakin yakin kalau Maspari makin menjanjikan. Karena itu pula pada kunjungannya yang kedua itu MY sapaan akrab mantan Bupati OI dua oeriode tersebut melakukan sejumlah kegiatan. Selain mencanangkan Maspari sebagai destinasi wisata baru di Sumsel, ia juga melakukan penanaman pohon mangrove dan kelapa serta membangun Pos terpadu hingga membangun pusat pembenihan ikan laut dan udang. "Kegiatan ekonomi di pesisir pantai sudah mulai ramai dan aktivitasnya luar biasa dan jadi rebutan. Makanya kita minta bantuan Polairud, Lanal, Dispar dan Dinas Perikanan dan Kelautan serta desa setempat untuk kita bangun Posko Terpadu," tambah Mawardi usai melakukan peletakan batu pertama Posko terpadu. Selain membangun Posko Terpadu yabg dutarget selesai 2020, menurutnya perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat setempat untuk menjaga dan ikut berpartisipasi mengembangkan potensi Pulau Maspari. Termasuk melakukan pembinaan kepada masyarakat pesisir agar jangan sampai mengganggu ekosistem di sekitar pulau seperti misalnya jika ada hutan lindung dan sebagainya.  Diakui Mawardi saat ini akses ke lokasi memang masih terus dibenahi agar Pulau Maspari makin mudah dikunjungi. Sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan pulaunya dengan menempuh perjalanan 5-6 jam saja. Terpenting kata dia segala potensi terus dikembangkan agar mengundang wisatawan datang. Ia bahkan berencana segera membuat helipad untuk membuka akses melalui udara. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Awas ! Ada Calo PPPK, Tawarkan Paket Puluhan Juta Sumsel
04 Mar 2019 Dilihat 440x

Awas ! Ada Calo PPPK, Tawarkan Paket Puluhan Juta

Palembang, Sumselprov.go.id -- Koordinator Honorer K2 Nusantara Bhimma meminta rekan-rekannya yang menunggu pengumuman kelulusan hasil tes PPPK untuk waspada. Pasalnya, saat ini oknum-oknum calo PNS dan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) makin merajalela. Hal ini dipicu oleh belum diumumkannya kelulusan PPPK. Apalagi muncul opsi pemerintah akan melakukan perangkingan untuk guru honorer K2 yang memiliki sertifikasi pendidik tapi tidak lolos passing grade. "Kami mendapat laporan, banyak kawan kami diiming-imingi lulus PPPK asal mau bayar. Mereka makin marak karena situasinya mengizinkan. Kan sampai sekarang pemerintah menunda pengumuman hasil tes," kata Bhimma, Minggu (3/3). Dia menyebutkan, para calo ini menerapkan paket hemat seperti menawarkan pizza. Mereka mematok harga Rp 60 juta - Rp 80 juta untuk paket PNS. Sedangkan paket PPPK Rp 30 juta - Rp 50 juta. "Mari diawasi bersama demi menyelamatkan generasi bangsa Indonesia yang berakhlak mulia, bermoral, berintegritas, dan berkualitas. Honorer K2 jangan sampai terpedaya," imbaunya. Dia menambahkan, bila honorer K2 mau membayar sama saja menggadaikan profesinya. Bagaimana bisa mendidik generasi bangsa bila mental gurunya doyan nyogok.  Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Dinas Kominfo Sumsel Gandeng PWI Sumsel Siap Mengcounter Hoax Sumsel
02 Mar 2019 Dilihat 335x

Dinas Kominfo Sumsel Gandeng PWI Sumsel Siap Mengcounter Hoax

  Palembang, sumselprov.go.id  -  Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran maupun kunjungan rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)  ke Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sumsel Banyak hal yang dapat kita lakukan bersama demi pelayanan publik yang berkualitas seperti pemberitaan maupun informasi yang positif khususnya dalam hal mengcounter berita miring (hoax) yang lagi marak sekarang beredar. Hal tersebut disampaikan Plt Kepala Dinas Kominfo Prov, Sumsel, Jon Kenedy saat menerima audiensi rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel di ruang rapat Dinas Kominfo Prov, Sumsel , Jumat (1/3.2019) ”Kami Dinas Kominfo Prov. Sumsel sebagai pelayan publik perlu bantuan maupun kerjasama dengan PWI karena kita memang punya fungsi yang sama dalam hal pelayanan publik khususnya dalam hal penyebaran (diseminasi) berita naupun informasi”, ucap Jon Kenedy Jon Kenedy menjelaskan, PWI adalah salah satu mitra kerja maupun sebagai partner Dinas Kominfo berharap adanya kerjasama maupun sinergitas agar pelayanan kepada masyarakat tentang berita maupun informasi secara jelas, positif, edukatif  dan akurat serta anti hoax. Tambah Jon Kenedy,  sebagai bentuk kerjasama dengan media,  kami informasikan sudah dilakukan kerjasama beberapa minggu yang lalu yaitu  pelatihan jurnalistik bagi pegawai Diskominfo Prov. Sumsel  dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menulis berita dengan media Harian Sumatera Ekspres “Diskominfo Prov. Sumsel sangat menerima (welcome) kehadiran para wartawan untuk bersinergi di berbagai hal demi pelayanan kepada masyarakat khususnya mensukseskan visi maupun misi Gubernur Sumsel dan Wagub Sumsel salah satunya Pogram Pengentasan Kemiskinan Di Sumsel Turun Menjadi Satu Digit”, ujar Plt. Kadis Kominfo Prov. Sumsel Jon Kenedy lebih rinci menjelaskan, sesuai tugas dan fungsi kominfo sebagai penyelenggara pemerintahan dibidang kominfo wajib meningkatkan kualitas pelayanan public ke masyarakat dapat dicerna masyarakat dengan lugas perlu mengadakan kerja sama dengan lembaga pelayanan publik salah satunya adalah PWI. “Di era digital yang sangat canggih ini telah banyak muncul media seperti media online yang menjamur, perlu adanya pengawasan dan monitoring agar informasi yang diberikan pada masyarakat jangan melenceng dan menimbulkan persepsi yang berbeda khususnya dalam hal berita miring , untuk itu kami perlu menggandeng dan bekerjasama dengan PWI Sumsel”, pungkas Jon Kenedy Pada Kesempatan tersebut Jon Kenedy mengutarakan, Dinas Kominfo Prov. Sumsel sebagai dinas pelayanan publik siap dengan program kerja diantaranya adanya pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai mitra kerja dalam hal informasi dari berbagai daerah kabupaten/kota, adanya Aplikasi SP4N  Lapor sebagai tempat aduan masyarakat, Komisi Informasi Publik (KIP) sebagai mediator pejabat publik dengan masyarakat, Media Center sebagai tempat informasi bagi wartawan, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPD), untuk mendapatkan informasi yang perlu bagi masyrakat di setiap OPD, Adanya Digital Radio Online, Media Sosial (Medsos) Aspirasi dan Opini Pelayana Publik, pelayanan web desa, Command Center dan pelayanan statistik sektoral Sementara itu, Ketua PWI Sumsel terpilih, Firdaus Komar mengatakan sebagai langkah awal, kami (PWI Sumsel) memiliki pemikiran bagaimana pada saat pelantikan kepengurusan yang baru dapat dilaksanakan semacam penandatanganan komitmen bersama tentan Anti Hoax dan mengkampanyekan lewat PWI dan Kominfo setelah pelantikan. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
PWI dan Diskominfo Sumsel Sinergikan Program Kerja Bersama Sumsel
02 Mar 2019 Dilihat 225x

PWI dan Diskominfo Sumsel Sinergikan Program Kerja Bersama

Palembang, sumselprov.go.id- Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Selatan, Jon Kenedy didampingi Kepala Bidang PIP Diskominfo Provinsi Sumsel, Amrullah menerima audiensi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel yang baru terpilih untuk periode 2019-2024, Firdaus Komar beserta jajaranya. Audiensi berlangsung di Ruang Rapat Kantor Diskominfo Sumsel Jum'at, (1/3/2019). Selain menjalin silaturahmi sekaligus menciptakan sinergitas kerja, sejumlah poin penting dibahas dalam pertemuan tersebut diantaranya rencana diadakannya uji kompetensi wartawan yang akan diupayakan tahun depan serta mengenai keinginan PWI Sumsel melaksanakan penandatanganan komitmen bersama antara Diskominfo Sumsel dengan PWI Sumsel tentang Sumsel Anti Hoax pada acara pelantikan pengurus PWI Sumsel tanggal 5 Maret mendatang. Plt.Kepala Dinas Kominfo, Jon Kenedy menyambut baik kunjungan dan keinginan PWI Sumsel itu untuk segera ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada Gubernur Sumsel. Menurutnya, dengan adanya sinergi Kominfo bersama PWI diharapkan terbentuk satu visi dan misi yang selaras untuk menciptakan masyarakat Sumsel yang informatif. "Kita harus bersinergi, jangan sampai Kominfo dan PWI itu tidak bersinergi, sehingga nantinya informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar fakta. Dengan begitu Kominfo bersama PWI akan menjadi sumber informasi publik yang bebas dari hoax," ungkap Jon Kenedy. Ia mengharapkan, kunjungan pertama kepengurusan PWI Sumsel yang baru ini menjadi awal sinergi program kerja dan kegiatan dari kedua belah pihak yang dapat dilaksanakan bersama-sama sehinga kominfo dan PWI menjadi sumber informasi publik yang terpercaya. "Ini kunjungan pertama kepengurusan PWI Sumsel yang baru terpilih, dengan bersama-sama harapan kita Kominfo dan PWI dapat semakin baik dan terdepan," harapnnya. Sementara itu, Ketua PWI Sumsel terpilih, Firdaus Komar mengutarakan bahwa pihaknya sengaja ingin mensinergikan program kerja bersama Diskominfo Sumsel karena memiliki berbagai kegiatan yang dapat dilaksanakan bersama.     "Sebagai langkah awal, kami (PWI Sumsel) memiliki pemikiran bagaimana pada saat pelantikan kepengurusan yang baru dapat dilaksanakan semacam penandatanganan komitmen bersama tentan Anti Hoax dan mengkampanyekan lewat PWI dan Kominfo," terang Firdaus. "Ini satu hal terkait rencana pelantikan agar semuanya bersinergi. kita mengajak para wartawan dan Masyarakat Sumsel untuk mensuarakan Anti Hoax. Kami beranggapan sosialisasi Anti Hoax itu sangat tepat momentnya dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan, karena akan dihadiri langsung Ketua PWI Pusat," lanjutnya. Firdaus Komar menyakini, melalui sinergi program dan kegiatan PWI Sumsel akan semakin kuat dalam pelaksanaan program yang dikeluarkan Dewan Pers mulai dari pembenahan dan pengawasan terhadap kemunculan media online baru serta memberikan pembinaan dan sertifikasi kepada wartawan. "Kominfo sangat merespon program yang dikeluarkan Dewan Pers. Hal ini mugkn yang dapat kita diskusikan ke depannya, termasuk membenahi kemunculan media online yang saat ini menjadi perhatian karna tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan Dewan Pers," tutupnya. MC Diskominfo Provinsi Sumsel /AD/PE

Baca Detail
TP PKK Sumsel Tekan Stunting Hingga Daerah Pelosok Sumsel
02 Mar 2019 Dilihat 197x

TP PKK Sumsel Tekan Stunting Hingga Daerah Pelosok

Jakarta, sumselprov.go.id- Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Febrita Lustia Deru mengungkapkan bahwa seluruh pengurus PKK Provinsi Sumsel bersama para Ketua TP PKK Kabupaten/Kota di Sumsel akan terus menggencarkan pentinganya sosialisasi pencegahan sejak dini permasalahan gizi buruk yang banyak dialami oleh anak-anak hingga menyebabkan Stunting. Istri Gubernur Sumsel itu mengaku prihatin karena sesuai data yang ada Indonesia menduduki peringkat lima terbesar di dunia sebagai negara dengan prevalensi stunting.Oleh sebab itu, ia berharap kepada ketua dan pengurus PKK Kabupaten/kota sekaligus bersama terus menggencarkan pencegahan stunting sejak dini. “Kita akan mensosialisasikan hingga ke pelosok Kabupaten dan Kota untuk mencegah dan menekan angka stunting di Sumatera Selatan,” ungkap Febrita Lustia saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Kemitraan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembagunan Keluarga (KKBPK) Tingkat Nasional Tahun 2019, dibuka langsung Inspektur Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Drs. Agus Sukiswo, Ak., MM di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Jum’at (01/03/2019). Kehadiran Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel dalam rangka menindaklanjuti Surat Sekretaris Utama BKKBN Nomor 511/TU.04/B5/2019 tanggal 15 Februari 2019 perihal RAKERNAS, Simposium dan Konsultasi Teknis Bidang serta RAKORNIS Kemitraan Program KKBPK Tahun 2019.  Ditemui usai acara, Febrita mengatakan program Keluarga Berencana (KB) sangat besar manfaatnya untuk pertumbuhan anak, dimana anak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang khusus dari kedua orang tuanya. Febrita menjelaskan, program KB di Sumsel sudah berjalan lama, dukungan PKK sangat besar sosialiasinya kepada ibu-ibu bahwa dua anak cukup. Hal tersebut sebagai wujud komitmen PKK Provinsi Sumsel dalam mendukung dan mengapresiasi penuh apapun program yang dibuat oleh pemerintah dalam rangka untuk kesejahteraan rakyat. “Kalau dulu memang banyak anak, banyak rezeki. Tapi, kalau sekarangkan karena perkembangan zaman, modernisasi, tekhnologi.  Jadi, dua anak itu lebih banyak perhatian kepada anak, banyak kasih sayangnya,” terangnya.  Kedepan, Lanjut Feby menuturkan, TP PKK Sumsel akan segera membuat satu kabupaten/kota sebagai contoh dalam rangka keaktifan di 10 Program PKK. “Kampung KB ini sudah berjalan sebenarnya, cuma tinggal sosialisasi saja yang belum terus disosialisasikan, terus kita juga mau membuat satu kabupaten/kota contoh jadi tidak hanya kampung KB saja, ada hatinya PKK tentang 10 program PKK,” ujarnya. Sementara itu, Inspektur Utama BKKBN Drs. Agus Sukiswo, Ak., MM mengatakan, pelaksanaan program KKBPK di Indonesia telah mengukir sejarah keberhasilan dalam menurunkan laju pertumbuhan penduduk dari 2,31 persen selama periode 1971-1980, menjadi 1,49ï¼…periode 2000-2010 dan 1,36 persen selama periode 2010-2016. Penurunan laju pertumbuhan penduduk ini, konsisten dengan penurunan angka kelahiran total (atau TFR) dari 5,61 anak per wanita subur pada tahun 1971 menjadi 2,38 pada tahun 2018. Saat ini pula, lanjutnya, Indonesia sedang mengalami dan berusaha mengatasi permasalahan gizi ganda, yaitu kekurangan gizi seperti wasting (kurus) dan stunting (pendek) pada balita, anemia pada remaja dan ibu hamil serta kelebihan gizi, termasuk obesitas baik pada balita maupun orang dewasa. Sekitar 37 persen (hampir 9 juta) anak balita, mengalami stunting (Rikesdas 2013), mengalami penurunan pada tahun 2018 menjadi 30 persen dan Indonesia adalah negara dengan prevalensi stunting ke 5 (lima) terbesar di dunia.  “Anak kerdil yang terjadi di Indonesia sebenarnya tidak hanya dialami oleh keluarga yang miskin dan kurang mampu, akan tetapi stunting juga dialami oleh keluarga yang tidak miskin atau yang berada di atas 40 persen tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi,” katanya  “Pada kesempatan yang istimewa ini, atas nama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), saya menghaturkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap Stakeholder dan Mitra Kerja BKKBN, atas dukungan komitmen dan peran sertanya dalam pelaksanaan Program KKBPHK,” ditambahkan Agus Sukiswo. MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel

Baca Detail
Gubernur Sumsel Minta Seluruh Elemen Masyarakat Terlibat Sukseskan Pileg Dan Pilpres  2019 Sumsel
02 Mar 2019 Dilihat 186x

Gubernur Sumsel Minta Seluruh Elemen Masyarakat Terlibat Sukseskan Pileg Dan Pilpres 2019

Batam, sumselprov.go.id  - Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kewaspadaan Nasional dalam rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru berharap, jalannya pesta demokrasi Pileg dan Pilpres tahun 2019 di wilayah Provinsi Sumsel bulan April mendatang dapat berjalan dengan aman, damai dan sukses. Untuk itu, dia minta semua elemen masyarakat di Sumatera Selatan agar punya rasa tanggung jawab dan terlibat mensukseskan sehingga Pileg dan Pilpres 2019 jalannya demokrasi dapat berlangsung secara dewasa. "Prosesi berlangsungnya Pileg dan Pilpres 2019 yang sebentar lagi akan dilaksanakan April 2019 adalah merupakn tanggung jawab kita bersam a untuk mensukseskannya dan sudah seharusnya menjadi perhatian kita bersama. Harapan kita bersama,  pemilu yang  demokratis di negeri ini tetap berjalan dengan baik, sukses dan terhormat,” ucapnya. Menurutnya, kelancaran Pileg dan Pilpres tahun 2019 ini sangat penting bagi Indonesia terlebih negeri ini dikenal sebagai salah satu negara demokrasinya teruji di dunia. "Proses maupun berlangsungnya pesta demokrasi di Indonesia ini nanti menjadi perhatian dan penilaian dunia Internasional, kita akan menjadi sorotan. Karena itu mari kita sama-sama ajak warga untuk turut mensukseskan Pileg dan Pilpers mendatang dengan cara mengunakan hak suaranya di bilik suara,” ajaknya. Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kewaspadaan Nasional dalam rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 dibuka oleh Menkopolhukam RI, Wiranto di Golden View Hotel, Jalan Bengkong Laut, Tanjung. Buntung, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (28/2/2019). Wiarnto dalam sambutannya mengutarakan menyambut baik digelarnya Rakor Pemilu tersebut dengan harapan persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga dengan baik dan ini sesuai dengan tema rakor yakni "Pilihan boleh beda, persatuan dan kesatuan bangsa harus kita jaga,"jelasnya.“Tema ini sangat bagus. Beda pilihan ini tidak boleh berimbas pada terganggunya persatuan dan kesatuan kita," harapnya.. Menkopolhukam juga menyampaikan alasan mengapa rakor ini digelar. Salah satunya karena persatuan dan kesatuan bangsa jauh lebih berharga di negeri ini. Terutama disaat memasuki pesta demokrasi di Indonesia yakni pemilihan anggota Legislatif dan Pilpres bulan April 2019 mendatang. "Kenapa harus Rakor Pemilu?. Karena kita satu tim, kita tidak bisa berdiri sendiri, kita ini tidak terpisahkan. Kita harus bekerjasama sehingga Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman dan sukses. Saya mengapresiasi Mendagri yang telah menyelenggraakan kegiatan ini,” ucapnya.Menurutnya, Pemilu lima tahunan bukan hal yang asing bagi warga negera Indonesaia. Karena rakyat di beri kesempatan lima tahun sekali. Jalannya pemilu masyarakat diajak untuk gembira. Bukan justru pesta demokrasi menjadi ajang saling fitnah dan menjelekan satu dengan yang lain.“Pemilu harus dijalankan dengan sukses, karena pemilu menentukan nasib negara ini lima tahun kedepan. Karena itu saya tegaskan, pemilu ini harus berjalan aman dan tertib. Dengan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa,”ujarnya. Pada Kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo menilai aparat seperti TNI/Polri dalam pengamanan jalannya Pemilu di Indonesia tidak perlu diragukan lagi baik sebelum, saat dan pasca pemilu mendatang. "Saya meminta kepada para kepala daerah untuk melibatkan semua pihak dalam mensukseskan Pemilu 2019 ini. Salah satunya sinergi dengan TNI/Polri. Sebab Keberadaan dan netralitas TNI/Polri tidak perlu diragukan,” tandas Mendagri. Rakor Pemilu yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri tersebut dihadiri juga Menteri Dalam Negeri RITjahjo Kumolo, Para Gubernur, Kapolda, Pangdam, Danrim, Kajati, Ketua DPRD, Para Bupati/Walikota, Kapolres seluruh Indonesia.(kutipan dr tribun/foto humas) MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
Presiden Jokowi Saat Terima Timnas U-22: Rakyat Indonesia Bangga Sumsel
02 Mar 2019 Dilihat 179x

Presiden Jokowi Saat Terima Timnas U-22: Rakyat Indonesia Bangga

Jakarta, Sumselprov. go.id -- Presiden Joko Widodo menerima tim nasional sepak bola di bawah usia 22 tahun yang baru saja menjuarai Piala AFF U22 beberapa waktu lalu. Bagas Adi Nugroho, sang kapten, dan kawan-kawan diterima langsung oleh Presiden di veranda Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 28 Februari 2019. "Saya dan seluruh rakyat Indonesia merasa bangga sekali atas prestasi dari generasi baru sepak bola Indonesia yang kita harapkan kebangkitan sepak bola Indonesia dimulai dari titik ini," kata Presiden di hadapan tim nasional U-22 beserta jajaran pelatih. Presiden menyampaikan, dirinya dan tentunya rakyat Indonesia berharap agar prestasi tersebut mampu diulang kembali pada kejuaraan berikutnya yang akan digelar dalam waktu dekat. "AFF sudah. Kita harapkan nanti yang AFC juga dapat. Nanti lagi di akhir tahun, di Sea Games, juga saya kira arahnya ke sana," ucapnya. Khusus kepada pelatih Indra Sjafri yang sebelumnya juga pernah membawa tim nasional menjuarai Piala AFF dalam kelompok usia yang berbeda (19 tahun), Kepala Negara meminta agar kebersamaan dan semangat Bagas, Marinus, dan kawan-kawannya untuk tetap dijaga. "Jangan sampai redup, Pak Sjafri. Sehingga prestasi ini betul-betul menjadi sebuah arah baru, generasi baru, kebangkitan sepak bola Indonesia," tutur Presiden. MC Diskominfo Prov.Sumsel/AZ Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (Bey Machmudin)

Baca Detail
Apresiasi bagi Timnas U-22 Sumsel
02 Mar 2019 Dilihat 220x

Apresiasi bagi Timnas U-22

Jakarta, Sumselprov.go.id -- Hadir dengan anggota lengkap dan didampingi oleh jajaran pelatih yang dipimpin Indra Sjafri serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, tim nasional U-22 meminta dukungan Presiden bagi tim nasional yang sudah harus bersiap untuk mengikuti kompetisi lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara sempat menanyakan kepada Menpora mengenai bonus yang disediakan Kemenpora bagi anggota Garuda Muda. Menpora menjawab bahwa pihaknya sudah menyiapkan bonus untuk seluruh tim nasional U-22. "Masing-masing pemain Rp65 juta? Ya sudah, dari saya masing-masing Rp200 juta," sahut Presiden yang langsung disambut riuh. "Oh ya, pelatih sama asisten pelatih juga dapat. Dapat semua, bukan hanya pemain. Dokternya juga dapat," ucap Kepala Negara. Pertemuan tersebut kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama di veranda Istana Merdeka. Tampak sejumlah pemain tim nasional yang kompak mengenakan seragam berwarna merah memperlihatkan piala yang berhasil dibawa pulang Indonesia. Sementara pelatih Indra Sjafri berada di sisi kiri Presiden Joko Widodo. Turut hadir mendampingi Presiden, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. MC Diskominfo Prov. Sumsel/AZ Sumber : Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (Bey Machmudin)

Baca Detail
Gubernur Sumsel Ajak Pemuda Aktif Kembali Dalam Karang Taruna Sumsel
01 Mar 2019 Dilihat 618x

Gubernur Sumsel Ajak Pemuda Aktif Kembali Dalam Karang Taruna

Palembang, sumselprov,go,id  - Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru mengajak pemuda dan pemudi di kabupaten kota untuk aktif dalam Karang Taruna, dan berdaya sebagai Satgas NKRI, serta bersinergi dalam pembangunan memajukan Sumsel. "Untuk merealisasikan program tersebut perlu adanya penguatan melalui Pergub dan akan membuat edaran ke bupati dan wali kota agar mengaktifkan dan memberdayakan kegiatan karang taruna di wilayah masing-masing," kata Gubernur Sumsel, saat menerima audiensi Pengurus Karang Taruna (KT) Provinsi Sumsel dan Ketua KT Kabupaten/Kota beserta segenap Keluarga besar KT, Rabu (27/02). “Aksi nyata kepedulian ke organisasi karang taruna, mulai 2019 ini Pemprov telah menganggarkan bantuan gubernur kepada seluruh desa yang di antaranya Rp5 juta per desa untuk kepemudaan dan kegiatan Karang Taruna Desa/Kelurahan," ujar Herman Deru, yang juga sebagai Pembina Karang Taruna Sumsel. Dia berharap agar Karang Taruan dapat bersinergi dalam membangun dan memajukan Sumsel, serta mendorong agar organisasi tersebut dapat lebih solid lagi dan aktif melakukan pembinaan hingga kepengurusan tingkat desa dan kelurahan. Untuk itu dia berpesan agar dana yang telah dialokasikan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya, seperti pembinaan olahraga dan sejenisnya. “Ini salah satu cara kita mendorong pemuda agar aktif. Organisasi Karang Taruna bisa menjadi penggagas di berbagai bidang, seperti  bidang pertanian, keagamaan dan lainnya,” ucap gubernur. Selain itu, gubernur mengajak agar Pengurus Karang Taruna prov, kabupaten/kota mendukung program Tournamen/Kompetisi Bola Kaki antar Desa/Kelurahan dalam kerangka Gubernur Cup yang kick off perdananya akhir Maret 2019, di Muara Enim. Herman Deru juga menjelaskan kepada jajarannya agar perbaikan Sekretariat Karang Taruna Provinsi segera dituntaskan, dan ke depan dapat didukung anggaran baik melalui APBD maupun CSR perusahaan, agar bisa lebih berdaya dan berbuat nyata dalam program pemberdayaan pemuda, usaha kesejahteraan sosial maupun usaha ekonomi produktif.  “Dalam waktu dekat, akan digagas lahirnya Satgas NKRI di tubuh Karang Taruna yang tugasnya membantu pengamanan menjaga keberlangsungan demokrasi di Sumatra Selatan. Satgas ini akan segera dilantik yang Insya Allah untuk tahap pertama berjumlah 100 orang," ungkapnya. Ketua Karang Taruna Sumsel H. Robby Kurniawan  menyampaikan pihaknya akan mendukung semua program pembangunan  yang diprogramkan Gubernur Sumsel, karena itu dia meminta pemerintah tidak sungkan untuk melibatkan Karang Taruna. “Kami laporkan kepada gubernur, telah dilakukan pendataan di tingkat desa setidaknya sudah ada 380 Karang Taruna desa  di Sumsel tersebar di 17 kabupaten/kota dan siap menerima saran dari pak gubernur agar  bisa berbuat nyata untuk pemuda, berinovasi dan kreatif. Kehormatan bagi kami bisa bertemu langsung dengan pak gubernur,” tutupnya. (dikutip dr detik sumsel/foto humas} MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.