Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Layanan Publik Tak Memuaskan, Deru: Lapor Ombudsman
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru memberikan apresiasi atas di resmikannya Kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sumsel yang terletak di Jalan Radio, 20 ilir Palembang, Kamis (14/3). Dengan adanya gedung Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Sumsel tersebut, Ia berharap masyarakat Sumsel dapat banyak mengetahui apa peran dari Ombudsman. Saya baik selaku pribadi maupun sebagai pemimpin di daerah ini, berharap setelah ada kantor ini diresmikan, tentu masyarakat banyak tau apa peran ombudsman,” ungkapnya. Kehadiran Ombudsman RI ini menurutnya, mampu menjembatani antara masyarakat dan penyelenggara publik di daerah dalam hal menerima penyampaian berbagai keluhan yang dirasakan oleh masyarakat terkait dalam kinerja pelayanan. Saran Saya bukalah pintu kantor ini seluas luasnya untuk menerima keluhan masyarakat, Pastikan tidak ada Kesalahan administrasi maupun pelayanan, Saya menghimbau ramah-ramahlah dalam melayani masyarakat,” tuturnya. Sementara Ketua Ombudsman RI Prof. Amzulian Rivai, S.H LLM, Ph.D menegaskan, pelayanan publik garda terdepannya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN), sedangkan Ombudsman salah satu tugasnya adalah memastikan bahwa birokrasi berjalan dengan baik atau yang lebih dikenal dengan good governance. Dia berharap lembaga ini dapat menekan terjadinya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme di dalam layanan publik di suatu daerah. "Ketika negara dengan pelayanan publiknya baik dapat dipastikan tingkat korupsinya rendah, sebaliknya negara yang tingkat korupsinya tinggi pasti pelayanan publiknya tidak baik.Kita semua berdoa semoga daerah kita bisa menjadi lebih baik dalam hal pelayanan,” tuturnya. Dia menambahkan Ombudsman merupakan jembatan masyarajat untuk bicara mengenai pelayanan publik. Di Indonesia masih banyak yang diskriminatif dalam memberikan layanan publik seperti pungutan liar. "Nah Ombudsman salah satu tugasnya adalah memastikan bahwa birokrasi berjalan dengan baik atau yang lebih dikenal dengan good governance,” pungkasnya. Hadir pula dalam kesempatan ini, Sekjen Ombudsman RI Dr. Suganda Pandapotan Pasaribu, Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Sumsel M. Adrian Agustiansyah S.H., M. Hum, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs Zulkarnain Adinegara, Bupati Banyuasin Askolani. Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Diera Deru Sumsel Punya RS Hewan Pertama di Sumatera
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Febrita Lustia Deru, meresmikan Rumah Sakit Hewan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang terletak di Jalan Perternakan Raya, Kecamatan Sukarami Palembang, Kamis (14/3). Untuk diketahui, Rumah Sakit Hewan milik Provinsi Sumsel ini merupakan rumah sakit hewan pertama di pulau Sumatera, didukung gedung yang megah dan kelengkapan alat yang canggih mulai dari ruang Rontgen,USG, ruang pemeriksaan, ruang bedah dan lain-lain. "Saya yakin kedepan rumah sakit hewan ini akan menjadi rujukan nasional," ucap Herman Deru. Disela sela meninjau ruangan dan kelengkapan peralatan yang ada di gedung RS Hewan ini Herman Deru mengunggah kesadaran masyarakat akan pentingnya arti kehidupan yang tidak hanya hak manusia saja. Namun juga menjadi hak hewan. Karena itu dia mengintruksikan kalangan BUMN dan BUMD yang hadir untuk gencar mempromosikan keberadaan RS Hewan pertama di Sumatera ini. Rumah Sakit Hewan (RSH) Sumatera Selatan mempunyai luas sekitar 500m2 dan terdiri dari 2 lantai, pembangunan gedung yang megah ini adalah merupakan wujud kontribusi dan komitmen pemerintah dalam memberikan sarana dan prasarana yang memadai bagi kelancaran tugas penyehatan hewan di Sumsel,” tuturnya Dikatakan Herman Deru, kepedulian terhadap hewan tidak dimiliki oleh semua orang, Hewan pula menjadi pelengkap di kehidupan. Oleh sebab itu pula Ia memaksa untuk rumah sakit ini segera diresmikan guna mengunggah kepedulian masyarakat pecintah hewan agar hewan dapat tumbuh berkembang dengan baik . Hari ini kita meresmikan suatu yang signifikan, masyarakat international punya kepedulian. Disini kita ajak mereka suratilahb mulai di hari ini,” katanya. Herman Deru menghimbau masyarakat Sumsel untui tetap mencintai hewan khususnya untuk hewan-hewan tertentu yang dilindungi Undang-Undang agar segera di laporkan ke lembaga yang berwajib. Jangan hanya kita cinta dengan hewan tertentu, memelihara hewan sembunyi-sembunyi,” himbaunya Diakhir kata sambutannya pula, Ia mengajak seluruh Dokter hewan, ahli gizi hewan dan berikut stakeholder kedepan untuk berkerja sama dengan segala pihak. Terbuka jangan tertutup tidak semua punya kesadaran yang sama. Dokter hewan, ahli gizi hewan berikut stakeholder yang bergerak di komunitas ini, nanti semoga disediakan ruang rapat untuk pencinta hewan mendapatkan solusi-solusi terbaik dalam permasalahan hewan,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS
Sumsel
Herman Deru : Keamanan Modal Utama Masyarakat Beraktifitas
* Herman Deru Kunker di Kecamatan Semendawai Timur Sumselprov.go.id OKU TIMUR- Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengajak warga di Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten OKU Timur untuk tetap memelihara keamanan di wilayah sekitar. Bahkan dia meminta aparat penegak hukum dapat bertindak tegas terhadap pelaku aksi kejahatan. Karena faktor keamanan merupakan modal utama bagi warga untuk dapat beraktiditas dengan nyaman. "Kalau bisa dibina. Kita bina. Namun kalau tidak bisa dibina. Jangan ragu segera ambil tindakan tegas. Karena keamanan adalah modal masyarakat untuk dapat beraktifitas dengan nyaman," ucap Herman Deru ketika melakukan silaturahmi dengan warga desa Nirwana, Wana Jaya dan Wana Makmur serta desa Wanasari Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten OKU Timur, bertempat di lapangan desa Nirwana, Kamis (14/3). Gubernur Sumsel H Herman Deru yang juga didampingi Duta Literasi Sumsel Hj Percha Leanpuri dalam sambutannya menambahkan, di tengah padatnya agenda. Namun masih diberikan kesempatan bertatap muka dengan warga di Kecamatan Semendawai Timur. "Saya bersama dengan mbak Percha datang ke sini untuk bertemu dengan sampean semua. Kami kangen dengan sampean di sini," tambah Herman Deru. Terkait dengan kerusakan jalan Provinsi di OKU Timur, Herman Deru menegaskan jalan yang menjadi tanggung jawab Provinsi tahun ini segera diperbaiki. "Untuk jalan Gumawang-Petanggan segera kita lakukan perbaikan. Makanya saya ajak kepada dinas PU agar dia tahu kondisi jalan disini," tambahnya. Warga setempat juga diajaknya untuk memanfaatkan lahan sekitar secara produktif. Salah satunya budidaya ikan kolam rumahan dengan media terpal. "Jika berminat untuk membuat kolam. Bibitnya kita bantu dari Provinsi. Ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan minat warga untuk gemar makan ikan," tembahnya. Dia memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap desa di Kecamatan Semendawai Timur. Dibuktikan dengan adanya anggaran yang cukup besar untuk pembangunan wilayah sekitar. Sementara itu Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi dalam sambutan singkatnya menegaskan, dari dulu hingga saat ini dirinya bersama dengan H Herman Deru yang telah menjabat sebagai Subernur Sumsel tidak pernah berubah.Tetap memberikan perhatian besar bagi warga yang ada di Desa Nirwana dan sekitarnya. Bahkan tahun ini Pemerintah Kabupaten OKU Timur telah mengalokasikan dana sebesar Rp 20 miliar lebih untuk pembangunan di Kecamatan Semendawai Timur. "Khusus untuk perbaikan jalan dari Semendawai Timur tembus ke Kabupaten OKI, telah kita alokasikan anggaran sebesar Rp 11,8 miliar," tegasnya. Sebelumnya Sumardi selaku tokoh masyarakat setempat atas nama warga mengucapkan terimakasih atas kedatangan Gubernur Sumsel H Herman Deru ke desa Nirwana. Dirinya atas nama warga meminta agar kemanan tetap terjaga sehingga warga dapat beraktifitas dengan nyaman. Disamping itu warga juga meminta agar jalan penghubung Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten OKU Timur dengan Kabupaten OKI diperbaiki. Selain itu harga komoditi warga seperti harga karet dapat naik. Sedangkan untuk harga beras dan hortikultura lainnya dapat dijangkau oleh masyarakat. "Yang tidak kalah penting desa persiapan di kecamatan Semendawai Timur dapat segera di definitifkan," harapnya dihadapan Gubernur dan Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi. MC Diskominfo Prov. Sumsel/HP/FS
Sumsel
Demi Obati Rasa Rindu Warga, Herman Deru Rela Kendarai Motor
Sumselprov.go.id OKU TIMUR- Luar biasa, itu kata yang pantas diucapkan, akan sosok Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru. Kegigihannya untuk dapat bertemu dengan masyarakat patut di acungi jempol. Pasalnya dengan situasi medan jalan yang sulit dijangkau serta terbatasnya waktu ditengah agenda kesibukannya sebagai Gubernur. Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini masih berkenan bertemu dengan warga meski harus berjibaku dengan lumpur. Bahkan tidak tanggung tanggung bersama putri sulungnya Hj Percha Leanpuri, rela berboncengan mengendari sepeda motor roda dua hannya untuk mengobati rasa kangennya dengan masyarakat. Hal inilah yang terlihat dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Semendawai Timur, Kabupaten OKU Timur, Kamis (14/3) siang. Usai silaturahmi dengan warga di desa Nirwana. Rombongan Guberbur melanjutkan perjalannya menuju desa Harapan Makmur yang letaknya cukup jauh. Untuk menghemat waktu Gubernur dan rombongan terpaksa mengambil jalan pintas agar cepat tiba dilokasi acara. Terlebih warga di desa tersebut sejak dari pagi sudah tidak sambar menunggu kehadirannya. Kunjungan kerja menggunakan kendaraan motor roda dua. Bukan hal yang baru bagi suami Hj Febrita Lustia ini. Mengingat saat masih menjabat Bupati OKU Timur beberapa tahun sebelumnya. Cara kunker dengan menggunakan kendaraan motor roda dua telah menjadi aktivitasnya sehari hari. Menyusuri jalan setapak yang kerap dilewati rakyat terutama jalan yanga ada di tengah perkebunan karet dan sawit. Bahkan kadang melintasi pematang persawahan adalah keseharian aktifitas Herman Deru dalam menyerap aspirasi masyarakat yang ada di pedesaan. Sehingga wajar jika Herman Deru sangat dicintai warga OKU Timur dari berbagai lapisan. Kedatangan Herman Deru dan Duta Literasi Sumsel Hj Percha Leanpuri di desa Harapan Makmur kali ini menjadi pengobat rindu warga sekitar. "Saya tidak pernah lupa dengan wajah kalian, keramahan dan kekeluargaan kalian. Maka saya ajak putri saya datang kesini juga. Tidak ada kata lain, kami kesini karena kami sekeluarga rindu. Meski waktu yang ada sangat mempet. Saya terimakasih karena kita tidak pernah berubah, kita masih tetap seperti keluarga," ucap Herman Deru dalam pidato singkatnya yang disambut haru warga yang hadir. Herman Deru menilai telah banyak kemajuan yang dicapai di Kecamatan Semendawai Timur khususnya terkait dengan infrastruktur. "Kita tetap berharap persoalan harga karet secara bertahap akan ada kenaikan. Nah ini kita doakan agar Pak Presiden dapat menaikan harha karet ini. Kita doakan juga agar para pemimpin kita baik dari tingkat desa hingga gubernur terus memikirkan masyarakatnya," imbuh Herman Deru. Dia meminta dukungan warga OKU Timur. Agar dalam menjalankan program Provinsi dapat berjalan sesuai dengan harapan yakni Sumsel Maju untuk Semua akan tercapai. "Saya akan membantu pak bupati membagun daerah ini. Saya sebagai Gubernur harus punya andil dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan," tandasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/HP/FS
Sumsel
Deru : Kita Tetap Bangga Dengan Komering
# Temu Kangen Keluarga Komering Dihadiri Tokoh Penting PALEMBANG- Gubernur H Herman Deru dengan gelar Ratu Pemuda mengakui diri sangat bangga menjadi orang komering. Saking bangganya pada saat menjabat Bupati OKU Timur beberapa tahun silam. Dirinya Sempat mencangakan wajib menggunakan bahasa komering di instansi pemerintahan. Satu hari dalam satu pekannya. Hal tersebut diungkapkan Gubernur H Herman Deru saat silahturahmi "Ngiram Kolpah Piwari” (Temu Kangen Keluarga) dengan para tokoh Komering bertempat di Griya Agung Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Rabu (13/3) malam. "Terimakasih atas dukungan para tokoh dan masyarakat komering yang telah mendukung saya, sehingga bisa menjadi Gubernur. Hampir semua orang komering mendukung kami pada saat pemilihan lalu," tegas Herman Deru. Lebih lanjut Herman Deru menegaskan, Dirinya tidak akan pernah berubah. Dan akan terus berupaya untuk dekat dengan rakyat tanpa membedakan suku dan budaya di Sumsel. "Saya akan berupaya mengakomodir. selama itu untuk kepentingan orang banyak," tambahnya. Dia mencontohkan saat akan melakukan penutupan mobil batubara melintasi jalan umum pada awal November 2018 lalu. Bannyak yang menyangsikan. Namun berkat dukungan Kapolda dan tokoh masyarakat. Dirinya secara tegas melarang mobil batumara melintasi jalan umum. "Saat menghadiri ulang tahun Kabupaten Muaraenim lalu, saya pertegas. Herman Deru memilih martabat ketimbang martabak," tambahnya. Untuk memajukan kawasan Komering, Herman Deru menawarkan pada warga sekitar untuk memanfaatkan sungai komering sebagai media budidaya ikan. Selain itu dia juga berjanji akan segera melakukan perbaikan ruas jalan yang menjadi tanggung jawab Provinsi. "Sumsel ini luas yang juga perlu perhatian. Khusus untuk jalan provinsi di OKU Timur tahun ini juga kita perbaiki. Saat ini dalam tahap tender," tandasnya. Kapolda Irjen Pol Zulkarnain Abdi Negara dalam sambutannya mengaku bangga menjadi warga komering. Bannyak jolma komering yang menjadi orang penting. Ir H Syahrial Oesman dan H Herman Deru jadi Gubernur Sumsel. Bahkan dirinya juga sebagai orang komering juga dipercaya menjabat Kapolda Sumsel. Dia juga mengharapkan dukungan tokoh masyarakat komering untuk ikut aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban terutama menjelang Pileg dan Pilpres. "NKRI harga mati jadi kita jaga bersama silaturahmi, meski kita yang berbeda-beda tetap kita satu," tegasnya. Kapolda juga mengingatkan para tokoh masyarakat komering untuk terlibat secara aktif memberikan pemahaman yang benar terutama dalam menangkal faham radikal di tengah masyarakat. Warga Sumsel juga diingatkannya agar tidak melakukan tindakan kejahatan melawan hukum. Karena dirinya tidak segan akan melakukan tindakan tegas. "Banyak pelaku kejahatan yang telah kita tembak mati. Untuk kasus narkoba ada enam orang yang kita tembak. Jadi kita sangat tegas dalam hal ini," tandasnya. Sementara tokoh masyarakat Komering yang juga mantan Gubernur Sumsel Ir Syahrial Oesman dengan gelar Nata Prawira dalam sambutannya mengajak para tokoh Komering untuk mendampingi H Herman Deru merealisasikan program kerjanya selama menjadi Gubernur Sumsel. Bahkan dia minta agar putra Komering ini biasa menjabat Gubernur Sumsel dua periode. "Pak Gubernur H Herman Deru ini sama dengan saya. Karena saya pernah juga menjadi gubernur. Hanya satu yang saya tidak sanggup menutup jalan mobil batubara. Beliau ini sangat berani, jadi kita dukung programnya untuk kemajuan Sumsel ini," tandasnya. Sebelumnya Ketua panitia H Maramis dengan gelar panglima raja dalam laporanya terima kasih atas kehadiran tokoh komering dalam acara temu kangen bersama Gubernur Sumsel H Herman Deru. "Siapa lagi yang mau menghargai orang komering kalau bukan orang komering sendiri," imbuhnya. Sejumlah tokoh komering hadir dalam acara ini. Diantaranya Mantan Gubernur Ir H Syahrial Oesman, Mantan Wako Palembang Eddy Santana Putra, Oyong Damiri, Hafiz Tohir, Mularis, Sekda H Nasrun Umar dan sejumlah tokoh komering lainnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/HP/FS
Sumsel
Herman Deru Operasikan Pelabuhan Laut Tanjung Api-api
Desa Muara Sungsang, Sumselprov.go.id -- Setelah vakum sejak dibangun tahun 2004, Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api di Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin akhirnya resmi dioperasikan, Rabu (14/3) Siang. Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI R Agus H Purnomo, Ketua DPRD Sumsel Aliandra Gantada, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Bupati Banyuasin Askolani, Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru dan Wakil Ketua TP PKK Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya. Selain mengurai kepadatan di Pelabuhan Bombaru, keberadaan pelabuhan TAA ini diharapkan Herman Deru menjadi solusi tambahan selain jalan khusus untuk memudahkan angkutan distribusi batubara. Dengan adanya pelabuhan ini pula diharapkan produk komoditas andalan seperti kopi, dan beras makin dikenal sebagai produk asli Sumsel bukan diatasnamakan daerah lain. "Kebun kopi kita ini terbesar ketiga di dunia. Tapi karena kita gak ada Pelabuhan untuk mendistribusikannya keluar, maka kita distribusi lewat Pelabuhan daerah lain, sekarang malah daerah itu yang terkenal. Nah dengan pelabuhan ini mudah-mudahan orang akan tahu ada Kopi Sumsel, dan ada beras Sumsel karena memang dikirim dari sini," jelas Herman Deru. Menurut mantan Bupati OKU Timur dua periode itu memang butuh keberanian untuk bisa mengoperasikan Pelabuhan yang sudah dibangun sejak 15 tahun silam tersebut. " Setelah dilantik 1 Oktober 2018 saya sengaja kesini bersama Forkompinda dan pejabat lainnya. Waktu itu saya sudah mantapkan bahwa ini harus beroperasional bagaimanapum caranya karena dana pusat dan daerah sudah banyak tercurah kesini. Modal saya cuma yakin, ini akan bermanfaat untuk masyarakat. Tidak ada langkah besar tanpa dimulai dari langkah yang kecil. Bismillah saja ini saya buka," tegasnya. Lebih jauh dikatakannya peresmian ini pasti akan memberikan nilai tambah terutama bagi penyerapan tenaga kerja dan aktivitas perekonomian masyarakat setempat. Sementara untuk di dermaganya sendiri tentu akan untuk menampunh kapal-kapal berbobot maksimal1000 DWT "Ini berkah bagi Sumsel karena Dirjen sudah memberi rekomendasi ini dioperasikan. Pasti ini berguna sekali karena saat ini kapal-kapal berbobot tersebut sudah memadati Bombaru. Akibatnya lalu lintas macet dan mengganggu aktivitas warga," terangnya. Agar pengembangan pelabuhan ini semakin cepat Herman Deru mengaku sudah merangkul semua pihak mulai dari Bupati Banyuasin, Walikota Palembang, TNI, Kepolisian Danlanal hingga Danlanud untuk bergerak bersama membuat kantor terpadu. "Makanya saya undang semua. Kita harus bersyukur ini diresmikan. Ke depan jika memang berdasarkan kebutuhan butuh pendalaman kita bisa keruk, atau nanti kalau dermaga perlu diperpanjang akan kita perpanjang. Yang penting ini sudah membuat bangga Sumsel dulu. Selain sawit, kelapa dan beras serta kopi dan lainnya haraoan saya ini juga jadi terminal laut untuk distribusi batubara," jelasnya lagi. Peresmian ini lanjutnya hampir dipastikan mencuri perhatian pelaku ekspor impor. Sebab ini menjadi gerbang pelepasan barang. Sehingga dibutuhkan support keamanan dari masyarakat sekitar. " Minat orang sudah banyak kesini jadi masyarakat juga harus bantu dari segi keamanannya. Apalagi di sebelah ini ada pelabuhan penyebrangan ke Bangka. Nanti kita siapkan juga aksesorisnya termasuk ," ujar HD. Di tempat yang sama Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, R Agus H Purnomo, menjelaskan semula ia sempat pesimis pelabuhan ini akan diresmikan, namun melihat Gubernur Sumsel Herman Deru sangat bersemangat iapun menjadi ikut terpacu. Dijelaskannya selama 4 tahun terakhir pemerintah memang konsentrasi membangun infrastruktur termasuk pelabuhan. Hal ini bertujuan meningkaykan konektivitas dan membuka keterisolasian untuk memudahkan dan memurahkan logistik. "Pembangunan ini untuk mempersatukan Indonesia bukan cuma meningkatkan perekonomian," jelasnya. Menurut Agus adanya infrastruktur yang baik dapat mendukung proses distribusi barang dan meningkatkan daya saing internasional. Karena itu dipeelukan pondasi yang kuat dengan membangun infrastruktur yang rata di Indonesia. " Izinkan saya mengaoresiasi semua pihak yang terlibat terutama Gubernur dan Bupatinya. Pengoperasian ini menjadi sejarah bagi Sumsel," jelasnya. Pada peresmian awal ini diakuinya banyak tugas yang menanti KSOP di antaranya penerapan SOP dan melengkapi perkantoran dan pelayanan pelabuhan. Seperti misalnya ada penerangan, manajemen sampah dan lainnya serta penentuan pengelolaan oleh pihak ketiga. " Saat uji coba pelabuhan ini melayani 10 unit kapal bongkar muat dan curah. Awalnya ini dibangun untuk komunitas batubara tapi sekarang bisa jadi pelabuhan pendukung aktivitas di boombatu yang meningkat. Harapan kita ini berubah menjadi pelabuhan angkutan barang dan jasa di wilayah Sumsel," jelasnya. Sementara itu Kepala Otoritas Syahbandara Pelabuhan (KSOP) TAA Mugen S Martoto menjelaskan proses pembangunan Pelabuhan TAA sangat panjang. Dibangun sejak 2004 berlanjut sampai 2007, vakum kemudian di bangun lagi 2015 dan 2017 dengan sumber pendanaan APBN senilai RP 175,1 miliar dan APBD Rp 69,8 Miliar. "Pelabuhan ini ada di atas lahan 80,5 hektar dan merupakan milik Pemda. Fasilitas yag terbangun di dermaga sebesar 50 x 20 meter," jelasnya. Pelabuhan ini menurutnya pelabuhan pengumpul, yang diperuntukan untk kapal 1.000 DWT dengan draft terendah 3.5 meter. Pelabuhan ini menurutnya sudah diuji coba mulai 5 Desember 2018 sampai 28 Februari 2019. "Selama uji coba sudah 10 unit kapal yang dolaya i terdiri dari kapal yang memuat bahan bakar. Setelah uji coba dan dapat izin dengan persyaratan yang diperlukan akhirnya ini dioperasionalkan di bawah kantor KSOP Klas 2 Palembang," jelasnya. Namun kata dia secara pelabuhan ini sudah rutin melayani 2 kapal. Bahkan saat ini beberapa pihak sudah menvajukan minat dengan pelabuhan TAA. Tim Mc Diskominfo Prov. Sumsel
Sumsel
DWP Sumsel Siap Implementasikan e-Reporting
Palembang, sumselprov.go.id- Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Hj. Renny Devi A Nasrun resmi membuka kegiatan pelatihan e-Reporting bertema "Pengaruh IPTEK pada Perkembangan Informasi" bagi DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Provinsi Sumsel di Aula Hambalang, Kantor BPSDMD Provinsi Sumsel, Rabu (13/3/2019). E-Reporting merupakan system informasi manajemen DWP untuk melakukan pengelolaan data maupun laporan pelaksanaan program kerja secara Up to Date. Tujuannnya, dalam rangka menuju DWP Sumsel yang mandiri sebagai Center of Excellence dan penataan organisasi dengan mengikuti teknologi. “Dengan e-Reporting data kegiatan Up to Date, cara kerja lebih praktis karena pelaporan langsung bias dilakukan tidak perlu menunggu hingga akhir tahun. Namun, tetap membuat rencana program kerja untuk 1 tahun kedepan sebagai patokan dalam pelaksanaan program bidang-bidang pada tahun berjalan,” ungkap Hj. Renny Devi A Nasrun disela kata sambutannya. Hj. Renny Devi A Nasrun mengatakan, inilah kesempatan untuk belajar dan memahami tentang e-reporting dimana acara penting ini sempat tertunda beberapa kali pelaksanaanya. "Tanggal 25 Maret nanti akan ada pelatihan bagi DWP Kabupaten/Kota se-Sumsel. Pelatihannya sengaja dibedakan karena memang dalam pelaksanaan e-Reporting berbeda dengan Kabupaten/Kota," terangnya. Dalam kesempatan ini, Hj. Renny Devi A Nasrun juga mengajak seluruh pengurus dan anggota DPW Sumsel untuk terus bekerjasama memajukan organisasi ini. Menurutnya, DPW tidak akan utuh jika anggotanya tidak kokoh bersatu. "Perlu saya informasikan, pada tanggal 4 Maret kemarin telah dilakukan pemilihan Ketua DPW Provinsi Sumsel dan saya diamantkan mengemban tanggungjawab ini sebagai Ketua DWP Sumsel," ujarnya. Untuk Diketahui, kegiatan Pelatihan e-Reporting tersebut terlaksana atas kerjasama Dharma Wanita Persatuan Prov, Sumsel dengan Dinas Kominfo Provinsi Sumsel beserta OPD terkait. MC Diskominfo Prov. Sumsel/AD/TM
Sumsel
Gubernur Sumsel Sarankan Petugas Pajak Tidak Menonjolkan Punishment Tapi Edukasi
Palembang, sumselprov.go.id – Pemprov Sumatera Selatan terus berupaya agar penerimaan pajak terus meningkat dengan membuat surat edaran berupa ajakan ada 143 perusahaan untuk membuat Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP melalui kantor pelayanan pajak yang berada di provinsi Sumatera Selatan. Agar kontribusi nyata penerimaan pajak bermanfaat bagi masyrakat Sumsel, diharapakan para pengusaha yang ada di Sumsel selain mendaftarkan NPWP di kantor pajak pusat, seharusnya mendaftar NPWP-nya Pernyataan ini disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru pada acara acara Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi, Selasa (12/3/2019) di Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak (DJP) Sumsel dan Kepulauan Babel. Gubernur Herman Deru menyarankan kepada petugas pajak, agar masyarakat lebih patuh menyampaikan SPT dan membayar pajak, jangan terlalu menonjolkan punishment (hukuman/sanksi/denda) kepada para wajib pajak tetapi adakan penyuluhan maupun edukasi kepada masyarakat apa manfaat pentingnya membayar pajak. “Untuk itu, perlu adanya tokoh panutan dari pemerintah, tokoh adat, tokoh agama dan lainnya untuk mengajak golongan dan masyarakat agar lebih paham manfaat pajak bagi pembangunan,” ujar Herman Deru Herman Deru menjelaskan, harus kita akui pembangunan di Indonesia ini menitikberatkan pada penerimaan pajak. Apapun bentuknya semua berperan termasuk perseorangan juga sangat penting. Minimal memberikan teladan pada keluarga untuk membayar pajak. Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan sudah seharusnya pengusaha maupun badan usaha asal Sumsel memiliki NPWP di daerahnya berasal. Menurut Deru, yang terjadi selama ini NPWP perusahaan yang berada di Sumsel lebih banyak terdaftar di kantor pajak luar Provinsi Sumsel. Sehingga mengakibatkan, Sumsel tidak mendapatkan bagian hasil dari pembayaran pajak melainkan masuk ke kas daerah lain, di mana NPWP dikeluarkan. “Saya meminta masyarakat pengusaha, BUMN, BUMD yang bergerak di Sumsel dapat memberikan kontribusinya bagi daerah ini melalui pembayaran pajaknya,” katanya. Hal senada Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya mengucapkan, dengan dikomandoi dirinya dan Gubernur Sumsel langsung diharapkan masyarakat semakin taat menyampaikan SPT dan membayar pajak. "Pembangunan kita ini 80% ditopang pajak. Kalau pembayar pajak tersendat tentu akan mempengaruhi pembangunan, pembayaran gaji pegawai dan lainnga. Makanya saya dan Gubernur Sumsel mengomandoi penyerahan SPT tahunan ini," jelasnya. Dikatakannya dibandingkan negara lain, pajak di Indonesia tergolong rendah dan kecil. Kebijakan pemerintah itu menurutnya patut disyukuri. Untuk itu ia meminta semua pimpinan instansi bergerak mengomandoi pegawainya untuk tertib membayar pajak karena ia meyakini jika semua instansi dan stakeholder memberikan contoh pada pegawai di lingkungan, target pencapaian pajak akan cepat terpenuhi. "Jangan sampai sudah rendah tapi tidak mau dan malas membayar. Dan petugas juga hendaknya mempermudah penyampaian masalah data," jelasnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil DJP Sumsel dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Imam Arifin mengatakan, Pekan Panutan ini memang perlu dilakukan. Sesuai UU 45 tujuan bernegara adalah untuk mensejahterakan rakyat. Saat ini ada beberapa kriteria kesejahteraan masih belum tercapai. Misalnya fasilitas pendidikan belum tercapai, masih banyak masyarakat miskin dan masih banyak juga infrastruktur yang belum bagus dan kebutuhan subsidi yang masih banyak dibutuhkan. Ini semua membutuhkan kenaikan pajak. Intinya sesuai slogan, saat ini jutaan rakyat bertumpu pada pajak. Karena itu ia meminta agar masyarakat jangan hanya patuh menyampaikan tetapi juga benar mengisi SPT nya. "Mari kita menjadi pimpinan instansi yang baik dan menjadi contoh tauladan yakni penyampaian SPT tepat waktu sehingga menginspirasi masyarakat, "ajaknya. Hadir, selain Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel dalam acara tersebut sejumlah pejabat tinggi juga melakukan penyampaian SPT yakni Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Pangdam II Sriwijaya melalui wakilnya, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Denny Gapril kemudian Ketua DPRD Provinsi Sumsel M Aliandra Gantada, Serta, Kepala Kejaksaan Tinggi Ali Mukartono SH.MH, Ketua Pengadilan Tinggi DR.H Soedarmadji SH.MHum, dan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Drs H.Endang Ali Ma'sum SH.MH. Pada acara tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Mawardi Yahya, menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh orang pribadi Tahun 2018 melalui e-Filing dilakukan penyerahan Penghargaan Wajib Pajak Pembayar Pajak Besar di Sumsel. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM/All Team
Sumsel
Sembilan Daerah di Sumsel Rawan Karhutla
Palembang, Sumselprov.go.id – Rapat koordinasi Pengendalian Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019 yang dipimpin langsung Kepala BNPB RI Letjen TNI Doni Morando.Rakoor digelar di Auditorium Graha Bina Praja, Selasa (12/3). Rakoor dihadiri juga Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak, Marsda TNI (Purn) Abdul Muis, Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi, Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono, Deputi Klimatologi BMKG Sumsel, Dirdarurat BNPB Pusat Yolak Dalimunthe, Kepala BBPD Sumsel Iriansyah, serta instansi lainnya. Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, menyampaikan bahwa kondisi lahan dan kerawanan kebakaran di Provinsi Sumsel seluas 8.370.281 Ha, terdiri dari kawasan hutan 3.478.468 Ha, perkebunan 1.800.000 Ha, pertanian 752.000 Ha, lahan lain 1.564.320 Ha dan lahan gambut 1.483.862 Ha yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasln, Banyuasin, Muara Enim dan Musi Rawas. Terdapat 9 Kabupaten/Kota daerah rawan Karhutla yakni OKI, OI, PALI, Banyuasin, Muba, Muara Enim, Mura dan Muratara, namun yang paling rawan adalah Ogan Ilir (OI)”, terangnya. Sementara itu, menurut Kepala BNPB Pusat Letjen TNI Doni Monardo dalam arahannya penyebab Karhutla 99 % perbuatan manusia dan 1% karena faktor alam. Dilanjutkan, 2 penyebab kebakaran yang 99% dari manusia yaitu disengaja 80% dan tidak disengaja 20%, kesimpulanya karena manusia ingin memenuhi kebutuhan hidup dan kurangnya lahan pekerjaan. Kedepan BPBD Sumsel tidak hanya menjadi penolong pada setiap bencana alam saja tetapi akan kita tetapkan juga sebagai pemadam kebakaran untuk memadamkan lahan dan perkampungan yang terbakar agar tidak meluas”, terang Letjen Doni. Lanjut Kepala BNPB Pusat, tahun 2018 lalu BPBD Sumsel telah menghabiskan uang 1 Triliun untuk pemadaman Api di lahan gambut atau 1 Ha lahan gambut dapat menghabiskan uang 141 juta. Dari pada uang tersebut habis untuk memadamkan api lebih baik uang tersebut diberikan kepada masayarakat. "Saya berharap kepada jajaran TNI, Polri dan unsur Pemda agar bekerjasama dalam merawat masyarakat kita, untuk dilakukan pembinaan tentang Karhutla. Sehingga lebih baik mencegah serta membina masyarakat di sekitar lahan gambut sebelum terjadinya kebakaran yang dapat menghabiskan uang ratusan Miliyar untuk memadamkan api," jelas Letjen Doni. Pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas untuk memanfaatkan lahan gambut yang bisa menjadi tanaman ekologis dan ekonomis seperti kopi liberica, sagu dan pohon aren. "Saya perintahkan kepada para Ketua BPBD dan perangkatnya yang ada di Provinsi dan Kab/Kota untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membakar lahan gambut untuk membuka perkebunan terutama pada daerah yang mudah terbakar dan sering terjadi kebakaran disetiap tahunnya pada daerah tersebut," pungkasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY/FS