Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Rakontek P2P Sumsel 2019, Kolaborasikan Antara Pusat, Provinsi dan Kabupaten Sumsel
24 Mar 2019 Dilihat 181x

Rakontek P2P Sumsel 2019, Kolaborasikan Antara Pusat, Provinsi dan Kabupaten

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Anung Sugihantono, M.Kes., (Kiri) menyampaikan materi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit bersama moderator (kanan) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, H. Ferry Yanuar, SKM. yang mewakili Kepala Dinas saat di Horison Palembang (19/03/2019)   Palembang, Sumselprov.go.id – Banyak cara yang ditempuh dalam meningkatkan koordinasi di sektor kesehatan, salah satunya melalui pelaksanaan rakontek (rapat koordinasi teknis) bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit). Tak tanggung-tanggung acara yang digelar di Palembang pada 19-21 Maret 2019. Rakontek dihadiri Dirjen dan Direktur P2P beserta jajarannya dan diikuti 77 peserta dari Provinsi dan Kabupaten/Kota se- Sumsel. Sesuai dengan tema-nya ”Kolaborasi Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam penguatan pencegahan dan pengendalian penyakit menuju Sumsel maju”. Rakontek dimaksudkan untuk mempercepat pencapaian target indikator bidang P2P tahun 2019, selain itu kolaborasi dilakukan agar pelaksanaan semua kegiatan dan pemanfaatan sumberdaya dilakukan secara efektif, efisien, guna mempercepat pencapaian tujuan pembangunan kesehatan. Narasumber dalam rakontek ini dari Direktur Jendral  P2P, Direktur P2P-Tidak Menular, Direktur P2P-Tular Vektor Zonotik, Direktur  P2P – Menular Langsung dan Kasubdit di lingkungan Direktorat P2P Kemenkes RI. Rakontek P2P ini merupakan sarana untuk mengevaluasi kinerja dan program dibidang P2P tahun 2018 dan merencanakan kegiatan tahun 2020. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Anung Sugihantono, M.Kes, dalam materi nya menyampaikan bahwa kebijakan operasional bidang P2P antara lain pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) program P2P yang merupakan indikator daerah, mendukung PIS-PK yang merupakan indikator puskesmas. Program P2P ini mampu mengintegrasikan layanan kesehatan agar efektif dan efisien, melakukan pengamatan terus menerus terhadap kejadian penyakit (surveilans epidemiologi), pelacakan kasus penyakit, skrining atau penjaringan penyakit, dan pemanfaatan teknologi yang tepat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. “untuk mewujudkan Universal Health Coverage/UHC di era SDG’S  tidak  hanya jumlah kepesertaan BPJS saja tetapi lebih mengutamakan kualitas layanan kesehatan yang sama kepada seluruh lapisan masyarakat” tambahnya. Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Lesty Nurainy, Apt,M.Kes, dalam sambutannya mengatakan bahwa “sesuai hasil rakerkesnas, yang perlu ditindaklanjuti oleh Kab/kota adalah Penurunan Angka Kematian Ibu dan Neonatal, Pencegahan dan penanggulangan penyakti tidak menular, melanjutkan upaya penurunan stunting, percepatan eliminasi penyakit TBC, peningkatan cakupan dan mutu imunisasi”, ujar Lesty diawal sambutannya. “Guna mempercepat pencapaian target program ini dibutuhkan perhatian khusus melalui suatu upaya inovasi /terobosan juga kolaborasi anatar bidang. Selain itu Kadinkes mengharapkan agar program PIS-PK dapat segera diselesaikan dengan baik sehingga akan mendukung kita dalam menyelesaikan masalah-masalah kesehatan”, pungkas Kadinkes Provinsi Sumatera Selatan. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Bimbingan Teknis Untuk Tingkatkan Kapasitas  Pengelola Media Center Daerah Sumsel
24 Mar 2019 Dilihat 223x

Bimbingan Teknis Untuk Tingkatkan Kapasitas Pengelola Media Center Daerah

Palembang, Sumselprov.go.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) menggelar Bimbingan Teknis Pengelola Media Center Wilayah Timur pada Rabu 20-22 Maret 2019. Direktur Pengelolaan Media, Ditjen IKP Siti Meiningsih mengatakan, Bimtek di Bali merupakan kegiatan ke-3 pada tahun ini. Bimtek pertama diselenggarakan di Bogor pada 13-15 Februari 2019 dan kedua di selenggarakan di Riau pada 4-6 Maret 2029. Bimtek diharapkan bisa meningkatkan kerja sama dalam bentuk konten-konten kreatif seperti pembuatan narasi tunggal, infografis dan videografis tentang pelayanan publik. "Melalui Portal Berita Infopublik, media center memiliki peluang besar untuk mengimbangi informasi agenda setting dari media massa dengan menjalankan strategi ketersediaan konten sesuai dengan muatan empat konsesus dasar yaitu mendidik, mencerahkan, memberdayakan dan Nasionalis / NKRI," ujarnya. Selain itu, Bimtek juga diharapkan bisa meningkatkan kemampuan teknis untuk pengembangan dan pengelolaan media center daerah dalam pembuatan konten (feature, berita dan foto) terkait layanan publik untuk media online Melalui Bimtek diharapkan peserta pengelola media center bisa mengambil manfaat ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari untuk diaplikasikan di daerahnya masing-masing Sementara Kasubdit Media Online Dit Pengelolaan Media NurLaili berharap selain ikuti oleh pengelola media center agar Bimtek juga diikuti pejabat yang bertanggung jawab dibidangnya. Sebagai tuan rumah Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Bali I Nyoman Sujaya melalui sambutannya yang dibacakan Sekretaris Dinas Kominfo dan Statistik Agus Suryawan mengatakan sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan seperti bimtek ini. “Selain untuk meningkatkan kapasitas aparatur negara, juga bisa membangun silaturahmi dan mengakrabkan diri antara pejabat dan pegawai Kominfo di daerah dan pusat, serta silaturahmi sesama pengelola informasi dan komunikasi di seluruh Indonesia,” kata Nyoman. Nyoman berharap agar acara ini bisa berjalan dengan sukses dan peserta bisa mengikutinya dengan lancar dan memperoleh hasil yang diinginkan. Sementara itu, Agus mengatakan khusus Provinsi Bali sudah menginput berita sekitar 80 sejak 2019, namun belum divalidasi oleh admin pusat karena berita yang sudah divalidasi baru bisa tayang. “Jika beritanya belum lolos, Prov. Bali memang belum bisa,” kata Agus. Lanjutnya, maka dari itu memerlukan kegiatan bimtek seperti ini. Agus berharap dengan adanya bimtek khususnya teman-teman di daerah lain, khususnya wilayah timur bisa membuat berita sebanyak-banyaknya yang baik dan benar kepada InfoPublik. “Sehingga semua bisa membaca dan beritanya memang betul-betul terbaik serta ada di masing-masing daerah juga bisa menghalau berita bohong,” kata Agus. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS

Baca Detail
Herman Deru Minta Ada  Seimbangkan IPTEK dan IMTAQ di Sekolah Kejuruan Sumsel
23 Mar 2019 Dilihat 221x

Herman Deru Minta Ada Seimbangkan IPTEK dan IMTAQ di Sekolah Kejuruan

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengingatkan, kalangan siswa dan tenaga pendidik untuk dapat menyeimbangkan antara Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) serta  Iman dan Taqwa (IMTAQ). Hal tersebut diungkapkannya ketika   sambutan  dihadapkan jamaah sholat  Jumat sekaligus meresmikan Masjid Ghofar Al Munawwarah SMK Negeri 2 Palembang, Jumat (22/2). "Dalam hidup ini kita tidak terlepas dari Ilmu dan teknologi. Namun ada yang lebih penting yaitu kita harus beriman. Alangkah baiknya jika keduanya seimbang. Karena untuk mengoperasikan teknologi butuh ilmunya. Sementara untuk melahirkan jiwa yang memiliki moral haruslah beriman," ungkapnya. Herman Deru juga  mengajak kalangan guru dan siwa di SMK Negeri 2 Palembang untuk memuliakan dan manfaatkan masjid sesuai dengan peruntukannya yakni sebagai tempat beribadah dan kegiatan positif lainnya. Disamping itu dia juga menyambut baik keberadaan galeri teknologi SMK Negeri 2 Palembang yang dinilainya sangat penting dalam pembelajaran melahirkan generasi yang kreatif dan inovatif. "Selain meresmikan masjid. Hari ini juga kita resmikan geleri teknologi, saya harap ini dimanfaatkan  guna menambah ilmu pengetahuan, inovasi yang  lebih kreatif," ujarnya. Para siswa SMK  diajaknya untuk  tidak hannya sebatas membuat teknologi  mobil atau lainnya. Namun lebih dari itu para siswa Sekolah Kejuruan ditantang agar dapat  menciptakan inovasi baru dalam dunia teknologi yang terus berkembang secara dinamis. "SMK Negeri 2 Pelambang ini telah memiliki pasilitas yang lengkap. Bahkan sudah banyak lulusan sekolah  ini yang menjadi pejabat dan pengusaha sukses. Jadi anak anak harus bersyukur dengan cara belajar yang tekun dan sekolah yang rajin," tandasnya sembari mengucapkan terima kasih atas  karya besar yang dicapai sekolah ini pada tahun tahun sebelumnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS Foto HP Sumsel

Baca Detail
Gubernur Herman Deru Ajak Generasi Muda Jadi Dokter Spesialis Anestesi Sumsel
23 Mar 2019 Dilihat 261x

Gubernur Herman Deru Ajak Generasi Muda Jadi Dokter Spesialis Anestesi

Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru membuka dengan resmi Simposium 6 th National Meeting Indonesian Society Of Anesthesiology For Pain Management, di Hotel Novotel, Jumat (22/03) pagi.  Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu mengaku bangga dengan terpilihnya Kota Palembang sebagai tuan rumah Simposium 6 th National Meeting Indonesian Society Of Anesthesiology For Pain Management. Ia berharap dengan penyelenggaraan Rakernas yang berlangsung di Kota Palembang akan dapat menarik perhatian generasi untuk menjadi Dokter Spesialis Anestesi.  Mengingat di Provinsi Sumsel masih sangat minim minat masyarakat ingin menjadi Dokter Spesialis Anestesi, padahal menurutnya di setiap bagian kedokteran pasti membutuhkan Anestesi.  “Kota Palembang memang terkenal dengan keramahannya dan keaamanannya, serta Kota Palembang ini selalu menajdi tuan rumah yang melibatkan dokter, tidak lama lagi juga dokter anak juga melakukan kegiatan disini,” tuturnya  “Provinisi Sumsel membutuhkan Dokter Spesialis Anestesi karena jumlah nya sangat minim, padahal di setiap bagian pasti butuh anestesi. Bahkan yang lagi gencar-gencarnya  yakni di bidang kecantikan,” pungkasnya  Sementara Ketua Panitia 6 th National Meeting ISAPM Dr. Rizal Zainal, Sp.AN, KMN, FIPM dalam laporannya menuturkan, Sesuai tema pertemuan nasional ini, diharapkan semakin kuat peran dokter spesiali anestesi dalam penanganan nyeri akut, kronik dan kanker.  Kegitan Simposium berlangsung dari 19-24 Maret, diuraikanny secara rinci kegiatan mulai dari Ujian FIPM pada tanggal 19 Maret 2019 dengan 20 peserta di Hotel Novotel. Sedangkan tanggal 20 Maret telah dilaksanakan Workshop Enhanced Recovery After Surgery dengan 21 orang peserta, di Instalasi Bedah Sentral dan Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUP dr. Moh.Hoesin.  “Serangkaian acara ini menjadi wadah kebersamaan yang penuh akrab untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan tatalaksana nyeri terkini,” tuturnya MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS Foto HP Sumsel

Baca Detail
Gerakan Pramuka Sumsel Bentuk Generasi Muda yang Berkarakter Sumsel
23 Mar 2019 Dilihat 234x

Gerakan Pramuka Sumsel Bentuk Generasi Muda yang Berkarakter

Palembang sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengajak para bupati walikota di Sumsel untuk mendukung penyelenggaraan gerakan pramuka di sekolah-sekolah, baik sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi. Hal ini Herman Deru ungkapkan saat dilantik menjadi ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mapinda) Gerakan Pramuka Sumsel Pergantian Antar Waktu Masa Bakti 2017-2022 di Griya Agung, Jumat, (22/03/2019).   Ia mengajak semua pihak untuk bersatu menghidupkan kegiatan pramuka agar lebih bergeliat sehingga akan berdampak pada terbentuknya jiwa-jiwa pramuka yang berkarakter. “Kita butuh pramuka, kita butuh jiwa-jiwa pramuka,” tegasnya.   Ia juga mengungkapkan rasa bangganya karena telah menjadi pengurus gerakan pramuka Sumsel dan mendorong dinas pendidikan untuk mendukung kegiatan gerakan pramuka secara materil.   "Mari kita hidupkan gerakan pramuka di Sumsel aktif kembali seperti masa saya sekolah dahulu. Sekarang saya ingin Sumsel jadi contoh gerakan pramuka nasional," katanya.   Ia mengatakan dalam hal pendanaan, gerakan pramuka di Sumsel jangan hanya bergantung pada dana hibah saja tetapi juga harus ada anggaran kegiatan dari dinas pendidikan.   “Melalui gerakan pramuka akan tercipta hubungan tanpa batas, tanpa melihat jenjang kepangkatan tetapi sebagai sesama pengurus gerakan pramuka di Sumsel,” ucapnya.  Sementara itu, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen. Pol (PURN) Budi Waseso mengapresiasi kesediaan Pemprov Sumsel yang aktif dalam kegiatan kepramukaan dengan memberikan dukungan berupa sumber daya.   “Kebanyakan pemimpin yang saat ini berhasil merupakan orang-orang yang yang pernah aktif dalam kegiatan kepramukaan,” ungkap Budi.  Budi yakin bahwa dengan dukungan penuh Gubernur Sumsel sebagai ketua mapilda maka gerakan pramuka di Sumsel pasti maju. “Tantangan gerakan pramuka semakin besar sehingga perlu didukung peran aktif dari setiap pihak dalam memajukan pramuka,” ucapnya.  Tugas pokok pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan pramuka guna membentuk generasi berkarakter, bertanggung jawab, dan aktif membangun bangsa dengan baik. “Oleh karena itu, marilah kita menghidupkan gerakan pramuka sehingga menjadi handal dan terpercaya,” ajaknya.  Ia juga mengungkapkan Presiden juga berharap agar pramuka dapat menjadi garuda terdepan untuk perubahan perilaku para generasi muda. Gerakan pramuka dapat dijadikan sebagai lembaga pendididkan karakter bagi para pemuda. Pendidikan kepramukaan sebaiknya dapat dijadikan sebagai pendidikan wajib di Sekolah.  “Gerakan pramuka dapat dijadikan sarana yang dapat membantu pemerintah mengatasi masalah-masalah yang ditimbulkan oleh perilaku kurang baik kaum muda,” tegasnya.  Gerakan pramuka akan membekali kaum muda dengan keterampilan yang banyak dibutuhkan di masyarakat.  Turut dilantik dalam kegiatan ini diantaranya Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, Para Kepala OPD Pemprov Sumsel, dan rektor-rektor Universitas di Palembang.   Diantaranya yaitu Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Anis Saggaf, M.SCE, Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. H. M. Sirozi, Ph. D., Rektor Universitas Bina Darma, Dr. Sunda Ariana M.Pd. MM., juga Kepala BUMN, Kepala BUMD di Sumsel. Pelantikan ini dilakukan oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen. Pol (PURN) Budi Waseso. MC Diskominfo Prov. Sumsel/PE

Baca Detail
Gubernur Sumsel Bentuk Tim Khusus Dugaan Sengketa Lahan Warga OI Dan PTPN 7 Sumsel
22 Mar 2019 Dilihat 290x

Gubernur Sumsel Bentuk Tim Khusus Dugaan Sengketa Lahan Warga OI Dan PTPN 7

Palembang, sumselprov.go.id -  Sebagai Kebijakan Kepala Daerah Gubernur Sumsel H. Herman Deru segera membentuk Tim Khusus sebagai solusi guna menyelesaikan permasalahan sengketa lahan antara warga Kabupaten Ogan Ilir (OI) dengan PTPN 7. Pernyataan ini diutarakan Gubernur Sumsel H Herman Deru pada saat turun langsung menemui massa yang melakukan demo di halaman kantor gubernur, Kamis (21/3/2019). “ Segera dibentuk Tim Khusus (Timsus) dan sudah terbentuk pada 1 April mendatang. Selain itu dirinya meminta agar warga menunjuk perwakilan untuk menyelesaikan permasalahan tersebu”. Ujar Gubernur Herman Deru Menurut Gubernur nantinya tim khusus akan terus berkoordinasi dengan perwakilan warga untuk mengetahui asal usul atas tanah tersebut dan apabila tanah tersebut tidak sesuai dengan HGU maka solusinya perusahaan itu wajib mengembalikan lahan itu ke warga. Tambah Herman Deru, ini adalah masalah hak-hak yang belum dipenuhi. Maka Ia akan memanggil kepala Disnaker untuk mencari kebenaran tersebut. Jika memang ada hak hak yang belum dibayarkan maka pihaknya bakal mengirimkan surat kepada perusahaan untuk segera menyelesaikan hak hak buruh yang belum terpenuhi. Dan jika surat tidak diindahkan maka dengan jelas ia tak segan segan mencabut izin perusahaan tersebut. Ada puluhan buruh dari serikat buruh Ogan Ilir (OI) mendatangi Pemprov Sumsel untuk berunjuk rasa. Mereka menuntut Pemprov Sumsel menyelesaikan sengketa lahan dan sengketan ketenagakerjaan yang terjadi PTPN 7 Distrik Cinta Manis Ogan Ilir. Para buruh tersebut mengajukan 3 tuntutan utama yang disuarakan mereka yakni membayarkan normatif kerja sesuai dengan ketentuan undang-undang berlaku, seperti BPJS ketenagakerjaan upah dibayar di bawah UMP, lembur dan dirumahkan dan meminta perusahaan normatif para buruh yang sudah pensiun ketika haknya waktu masih aktif bekerja yaitu kekurangan Jamsostek dan BPJS. Para pendemo juga mendesak kepada penyidik pegawai negeri sipil yaitu Kadisnaker Sumsel menuntut menyelesaikan tahap satu atas dugaan perkara tindak pidana di bidang Ketenagakerjaan UU RI No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 90 dan UU RI No 21 Tahun 2000 tentang Serikat Buruh Pasal 29 yang sekarang sudah ditetapkan 3 orang sebagai tersangka dan sedang ditangani kasus ini oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sumsel. “Konflik maupun permasalahan antara masyarakat dengan PTPN 7 sudah berlangsung selama 2 tahun namun hingga kini belum ada penyelesaian yang konkrit”, Ketua Gerakan Tani Sumsel Aswin Aswin menambahkan, Tanah yang disengketakan seluas 1.253 hektar padahal semestinya PTPN 335 hektare bukan lebih dari ukuran tersebut. (dikutip dan foto dari humas) MC Diskominfo Prov. Sumsel/AZ/TM

Baca Detail
Kominfo Sumsel Raih Juara 3 Lomba Line Dance HUT ULD Sumsel
21 Mar 2019 Dilihat 657x

Kominfo Sumsel Raih Juara 3 Lomba Line Dance HUT ULD

Palembang sumselprov.go.id- Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel berhasil meraih juara tiga dalam lomba line dance di Griya Agung Rabu (20/03/2019). Pelaksanaan lomba ini dilakukan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke 9, The Universal Line Dance (ULD) Wilayah Sumatera Selatan. Sebanyak enam orang perwakilan tim line dance kominfo dibawah asuhan Ketua DWP Kominfo Sumsel Lismiaty Jon Kenedy berhasil meraih juara, mengalahkan 15 peserta lainnya dalam lomba line dance kategori non profesional. Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan Jon Kenedy mengapresiasi atas partisipasi dan prestasi dari tim line dance Kominfo Sumsel dalam kegiatan ini. “Ini adalah salah satu hasil karya dan prestasi yang telah ditorehkan di Dinas Kominfo Sumsel,” kata Jon saat menerima piala dari tim line dance. Pada kesempatan itu, Ia juga mengucapkan selamat kepada tim line dance Kominfo Sumsel dan berharap agar Kominfo dapat terus berprestasi dalam berbagai bidang. “Semoga sukses selalu,” ucapnya. Dalam kategori non profesional, juara satu lomba line dance dimenangkan oleh Polresta dan juara kedua dimenangkan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel. Penyerahan piala serta hadiah lomba line dance diserahkan Rabu malam, dan dimeriahkan dengan penampilan dari peraih juara satu semua kategori.   Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Sumsel Herman Deru untuk mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Herman Deru mengatakan line dance adalah salah satu bentuk seni yang memiliki ciri khas kearifan lokal, sehingga Ia sangat mendukung segala karya yang dapat diiringi dengan terjaganya kearifan lokal. “Saya berharap kepandaian ibu-ibu berkumpul dengan line dance dapat menghasilkan sebuah produk yang dapat dijadikan sebuah keteladanan yang baik,” ujarnya. Untuk selanjutnya, Ia berharap agar pada setiap penampilan line dance dapat memunculkan keberagaman lagu dan pakaian khas Sumsel, sehingga dapat dikenal secara nasional. “Silahkan berbaur berkreasi dengan menunjukan kesriwijayaan Sumatera Selatan,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE

Baca Detail
Plt Kadis Kominfo Sumsel: Euforia Masyarakat Mengadu Harus Direspon Dan Dilayani Sumsel
21 Mar 2019 Dilihat 505x

Plt Kadis Kominfo Sumsel: Euforia Masyarakat Mengadu Harus Direspon Dan Dilayani

Palembang, sumselprov.go.id - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus memperkenalkan dan memasyarakatkan system online masyarakat yaitu Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional - Layanan Asprasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!). Adanya system aplikasi online masyarakat ini didasari Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Repormasi Birokrasi yang tertuang dalam SE Nomor 4 Tahun 2016 Tentang Pengintegrasian Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik secra Nasional bagi pemerintah daerah ke dalam Aplikasi LAPOR!-SP4N. Untuk tingkat provinsi system LAPOR!-SP4N pengelolanya terdiri dari tiga elemen yakni Dinas Kominfo, Inspektorat dan Biro Hukum. Untuk tingkat kabupaten terdapat dua elemen yaitu Dinas Kominfo dan Inspektorat Hal ini disampakan Plt. Kadis Kominfo Prov. Sumsel Jon Kenedy pada acara Dialog Pelayanan Publik On Air by phone (Live) Tentang Sistem online masyarakat Aplikasi SP4N Lapor! di Radio Republik Indonesia (RRI) Palembang Pro 1,  Rabu (20/3/2019) Pada acara tersebut diadakan sesi tanya jawab ataupun dialog public on air by phone (live)  langsung dengan masyarakat, Euforia masyarakat langsung terlihat dengan begitu cepatnya respon masyarakat diantaranya yang bernama dari Perlindungan dari Jakarta yang langsung bertanya bagaimana mengenai online yang begitu menjamur dan tidak lagi benar atau sesuai dengan yang kita inginkan lain dari yang kita pesan. Pada kesempatan tersebut Jon Kenedy langsung merespon dengan menjawab bahwasanya standar pelayanan ada standarisasinya. Ada standarisasi pelayanan publik dari lembaga Ombudsman dan dinas kominfo ikut sebagai bagian dari pelayananan tersebut dan sudah banyak pelayanan publik yang tidak bertanggung jawab dibubarkan (dibekukan). Tambah Plt Kadis Kominfo Prov. Sumsel ,  inilah saatnya saudara Parlindungan menggunakan aplikasi online ini sebagai aplikasi online pengaduan yang tepat untuk menyatakan keluhan maupun kendala yang anda alami yang nantinya langsung direspon. Perlu kami informasikan, saudara hanya sms ke 1708 dan kami Dinas Kominfo Prov. Sumsel sudah mengintegrasikan aplikasi layanan publik, anda hanya punya hp android buka playstore, anda akan temukan langsung aplikasi namanya aplikasi Sumatera Selatan SmartProv dan pada diaplikasi tersebut anda temukan aplikasi SP4N Lapor! dan system aplikasi layanan lainnya Pada Penaya kedua ada Herian dari Jakarta juga sama dengan pertanyaan Parlindungan menyangkut pelayanan system online seperti BPJS dan Imigrasi. Dengan singkat Jon menjawab bahwa pelayanan tentang BPJS di Tingkat I (pertama) sudah online, Yang ketiga penelepon  dari warga Belitang  Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) mengeluh tentang jalan banyak berlobang, Jon menjawab, sesuai visi dan misi Gubernur  Sumsel dan Wakil Gubernur Sumsel yang tahun ini merupakan program fokus infrastruktur jalan disamping pengentasan kemiskinan, tahun ini semua jalan di Sumateara Selatan akan segera diperbaiki dan tidak lagi berlubang dan sudah diadakan proses tender dan akan dilaksanankan pembagunan jalan di bulan april ini. Sebagai penutup acara on air live by phone RRI Pro 1,  Jon kenedy menyampaikan, mengharapakan partispasi masyarakat untuk mengadukan kendala maupun masalah yang ada silahkan laporkan ke aplikasi SP4N Lapor dan pasti direspon, kita harus terus berinovasi demi pelayanan publik. Hadir mendampingi Kabid PIP Dinas Kominfo Prov. Sumsel Amrullah, Kasi Pelayanan Media Informasi Publik Dinas Kominfo Prov. Sumsel Azim Baidillah, Konsultan GIZ Kurniawan. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM/AD

Baca Detail
Wagub :  Jangan Terpaku Jadi Pegawai, Sarjana Harus Berani Berinovasi Sumsel
20 Mar 2019 Dilihat 222x

Wagub : Jangan Terpaku Jadi Pegawai, Sarjana Harus Berani Berinovasi

#Hadiri Wisuda Universitas PGRI Palembang Sumselprov.go.id - Di hadapan 813 wisudawan/wisudawati yang hadir, Wakil Gubernur Sumsel Ir H Mawardi Yahya berpesan agar para sarjana ini selalu siap berinovasi. Hal itu dikatakannya saat menghadiri acara wisuda sarjana (S1) Ke 52 dan Wisuda Magister (S2) ke 26 Universitas PGRI Palembang di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Selasa (19/3).   Menurutnya moment wisuda tentu menjadi hari yang membahagiakan, karena hari ini merupakan hari keberhasilan anak didik menyelesaikan studinya di Universitas PGRI Palembang. Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan iapun mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan/wisudawati Universitas PGRI Palembang.  Keberhasilan ini lanjut Mawardi patut disyukuri oleh semua pihak. Harapannya para wisudawan dan wisudawati yang dikukuhkan pada hari ini dapat menyumbangkan ilmu pengetahuan mereka dalam mengisi pembangunan di Sumatera Selatan dan juga pembangunan bangsa  Indonesia.  "Saya sampaikan perjalanan masih panjang banyak harapan orang tua dan harapan wisudawan/wisudawati semoga ilmu yang di dapatkan bisa berguna ke depannya," ujar Mawardi. Sehari setelah diwisuda, tantangan ke depan sudah menunggu. Iapun menghimbau agar tantangan itu tidak dijadikan suatu penghambat untuk lebih maju, namun menjadi sebagai suatu peluang untuk berkarya.  Pada zaman ini di era milenial sangat dibutuhkan para lulusan yang terampil dan menguasai global dan teknologi  "Saya sampikan kedepan saingan di luar sana sangat berat dan susah semoga wisudawan/wisudawati bisa menjadi lulusan yang bisa berguna dan baik ketika sudah keluar dari sini," ujarnya Kepada mahasiswa yang saat ini diwisuda Mawardi juga berpesan agar mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat selama kuliah di Universitas PGRI Palembang. Kemudian carilah peluang-peluang yang dapat meningkatkan kesejahteraan diri sendiri dan masyarakat Sumatera Selatan, dan Indonesia secara umum serts menjaga nama baik almamater sebagai mahasiswa. "Saya harapakan jangan menuntut menjadi pegawai saya ingin mengajak wisudawan/wisudawati mengubah mindset semoga kalian bisa membuat inovasi-inovasi yang baik kedepanya lagi", ucapnya  "Saya khawatir masih banyak penganguran yang sudah lulus sudah lama sarjana tapi masih belum mendapatkan pekerjaan karena mindsetnya ingin menjadi pegawai saya harap wisudawan/wisudawati yang lulus harus mendapatkan inovasi inovasi yang baik kreatif dan inovatif", tambahnya "Dan pemerintah Sumsel telah memberi subsidi untuk guru-guru yang melanjutkan S2 mendapatkan potongan 25% dana yang di berikan pemerintah sebesar Rp6 miliar untuk para guru yang ingin melanjutakan S2", ucap ketua PGRI Sumsel Sejumlah pejabat tampak hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya Ketua PGRI Sumsel H. Ahmad Zulinto SPD.MM, Ketua Umum Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi PGRI HJ. Melia Rosani SH.MH, Rektor PGRI Dr H Bukman Lian MM MSi, Seluruh FKPD Yang Hadir serta para wisudawan berjumlah 813 orang tua dan keluarga, dan para dosen. MC Diskominfo Prov. Sumsel/HP/FS

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.