Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Diskominfo Sumsel Ikuti Penanggulangan Insiden Web Defacement Sektor Pemerintah
Jakrta, Sumselprov.go.id -- Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini, berbagai layanan publik telah terintegrasi dengan teknologi informasi. Pemerintah Indonesia selalu berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Penerapan SPBE ini, akan dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan sistem pemerintahan. Pemanfaatan TIK untuk penyelenggaraan e-government juga diikuti oleh dampak negatif berupa ancaman kejahatan siber, dengan berbagai macam motif yang menjadi latar belakangnya. Ancaman siber ini dilakukan dengan cara memanfaatkan kerentanan atau celah keamanan yang terdapat pada sistem e-government. Dalam rangka mengantisipasi serangan perusakan (web defacement) yang kerap menyasar website pemerintah, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI mengadakan kegiatan drill test penanggulangan insiden web deface sektor pemerintah, di Hotel Mercure Convention Centre Ancol, Jakarta, Rabu (27/3). BSSN memantau banyak sekali situs website milik pemerintah yang menjadi korban dari serangan web defacement. Web defacement adalah upaya yang dilakukan secara tidak sah untuk mengganti visual atau tampilan halaman utama website resmi milik pemerintah, sehingga dapat menggangu layanan dan kredibilitas instansi pemerintah pemilik website tersebut. Kegiatan yang bertujuan untuk mengoptimalkan sistem keamanan informasi nasional ini dihadiri oleh seluruh perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi se-Indonesia. Disampaikan pemanfaatan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan diikuti oleh sejumlah dampak negatif berupa ancaman kejahatan siber, dengan berbagai macam motif yang menjadi latar belakangnya. Ancaman biasanya dilakukan dengan memanfaatkan kerentanan atau celah keamanan yang terdapat pada sistem e-government yang dikelola pemerintah. Dalam sambutannya, Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN, Marsekal Muda TNI Asep Chaerudin mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran para pimpinan stakeholder akan pentingnya pengamanan informasi yang berkaitan erat dengan peningkatan infrastruktur teknologi informasi serta kemampuan SDM dalam mengatasi serangan siber. Lebih lanjut Asep mengatakan, salah satu komponen penting dalam mewujudkan keamanan siber adalah tersedianya tata kelola penanggulangan dan pemulihan insiden. Hal ini diwujudkan oleh BSSN dengan membangun kesiapan para stakeholder dalam menangani insiden keamanan siber. Selanjutnya Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN ini juga mengaskan, “Bahwa keamanan siber merupakan isu strategis setiap negara, kejahatan siber dapat terjadi melampaui batas-batas tutorial dan wilayah serta tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Oleh karena itu, keamanan siber merupakan tanggung jawab kita bersama”, ujar Asep. “kami mengajak para peserta drill test untuk bekerja sama, berkoordinasi, berkomunikasi dan bertukar informasi untuk dapat mengelola keamanan siber secara bersama-sama sesuai peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing”, tegasnya. Sementara Kepala Seksi Persandian Bidang TIK Diskominfo Prov.Sumsel Marwanika, SH menyampaikan “Provinsi Sumatera Selatan termasuk diantara 17 Provinsi yang akan mendapat Asistensi terkait pembentukan CSIRT”, ujar Eka sapaan keseharian Kepala Seksi Persandian. Target Pembangunan Nasional adalah pembentukan CSIRT sektor instansi pemerintah yang terdiri Instansi Pusat yaitu Lapan, Kemenristekdikti, Kemenkes, Kemlu dan Kemenkominfo serta Instansi daerah yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Papua Barat. Ini merupakan tahap pertama, sementara Sumatera Selatan target berikutnya dan sebelum tahun 2014 seluruh provinsi CSRT sektor pemerintah. Kegiatan Drill test, diawali dengan paparan Bisron Wahyudi, dari Tim ID Sirti BSSN. Selama kegiatan berlangsung, setiap peserta akan melakukan simulasi terhadap insiden siber yang terjadi dan di akhir kegiatan akan diumumkan peserta dengan nilai terbaik. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Sumber Kepala Seksi Persandian/Marwanika
Sumsel
Pemprov Sumsel Provinsi Terpopuler di Media PRIA 2019
Palembang, Sumselprov.go.id – Provinsi Sumatera Selatan kembali mengharumkan namanya dengan menerima penghargaan dari Public Relation Indonesia Award (PRIA) 2019. Provinsi Sumatera Selatan meraih penghargaan pada katagori Provinsi Terpopuler di media 2018 se-Indonesia. Malam penganugerahan PRIA 2019 ke-4 diselenggarakan di The Trans Luxury Hotel Bandung, Kamis (28/03/2019). Penghargaan ini diterima langsung Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Prov.Sumsel Drs. Iwan Gunawan Syahputra mewakili Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru. Turut hadir dalam acara ini Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sumsel Jon Kennedy dan Plh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov.Sumsel Aufa Sarkomi. Penghargaan ini merupakan kebanggaan yang luar biasa bagi Sumsel karena Sumsel merupakan satu-satunya provinsi paling populer se-Indonesia. “Penghargaan ini sangat luar biasa. Tidak Seluruh provinsi bisa mendapatkan penghargaan seperti ini. Saya harap kita dapat terus mempertahankan kepopuleran Sumsel hingga tahun-tahun berikutnya”, ujar Iwan. Sementara Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sumsel Jon Kennedy melalui Whatsappnya menyampaikan “ Prestasi ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus menjalanakan peranan kehumasan utamanya di era 4.0 ini, menyebarkan informasi pembangunan daerah untuk mendapat kepercayaan di stakeholdernya terutamanya masyarakat”, tulisnya. PRIA adalah kompetisi puncak apresiasi bagi hasil karya dan kinerja humas yang rutin diadakan oleh PR Indonesia, salah satu lembaga yang aktif bergerak untuk isu-isu kehumasan di Indonesia sejak tahun 2016. Malam Peanugerahan PRIA Awards diselenggarakan sejak tanggal 26 hingga 28 Maret 2019 dengan mengangkat tema “Kepemimpinan inovatif untuk Negeri”. Kompetisi tahun ini terbuka diikuti oleh korporasi dan organisasi baik pemerintah maupun non pemerintah se-Indonesia. PRIA Award ini diselenggarakan sebagai apresiasi bagi para pelaku humas se-Indonesia. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto HP Sumsel
Sumsel
Beras untuk ASN Pemprov Sumsel Dijamin Berkualitas, Penyaluran Dirapel 4 Bulan
Palembang, sumselprov.go.id- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Nasrun Umar menggelar rapat terbatas dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan Bulog dan Bank Sumsel Babel (BSB) guna menindaklanjuti instruksi Gubernur Sumsel Herman Deru soal penyaluran beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Usai rapat yang berlangsung di Ruang Bina Praja, Kamis (28/3/2019) itu, Nasrun Umar memastikan penyaluran beras bagi ASN ini akan dimulai bulan April dan dirapel empat bulan. "Terobosan pak Gubernur Sumsel Herman Deru ini sangat cerdas. Bayangkan sudah berapa tahun kita tidak anggarkan ini, nah di zaman beliau ini dimunculkan lagi. Ini berdasarkan pengalaman beliau waktu menjadi Bupati OKU Timur dan manfaatnya memang dirasakan ASN. Ya kenapa tidak. Tadi saya sudah bilang ke Bulog, Saya sebagai perpanjangan tangan Gubernur akan menjadi yang pertama komplain kalau beras ini kualitasnya jelek," ujar Nasrun. Dijelaskan Nasrun, sesuai hasil rapat penyaluran akan dirapel empat bulan mulai bulan Januari hingga April. Masing-masing untuk ASN (suami dan istri sama-sama ASN Pemprov Sumsel) 30 Kilogram, kemudian untuk ASN (suami/istri saja) 20 kg, serta ASN lajang 10 kg. Beras-beras dari hasil pengadaan Perum Bulog Divre Sumsel-Babel akan disalurkan ke OPD-OPD melalui koperasi yang telah ditunjuk. Mengenai penyalurannya beras insentif ini akan dibagikan berbarengan dengan TPP setiap bulannya. "Sesuai Keputusan Gubernur, kita akan mulai bulan April dan penyalurannya akan sesuai TPP pertiap bulan. Bukan juga yang premium, kita minta pada Bulog beras ini yang layak dikonsumsi," jelas Nasrun. Sebagai Ketua Umum DPP Forsesdasi seluruh Indonesia yang mengayomi seluruh ASN dari waktu kewaktu pihaknya mengaku terus berpikir bagaimana mensejahterakan ASN. Dan iapun mengakui bahwa terobosan Gubernur Sumsel Herman Deru ini adalah salah salah satu solusinya. "Ini terobosan luar biasa dan memang sesungguhnya pemimpin itu salah satu fungsinya adalah bagaimana bisa ia mensejahterakan maayarakatnya termasuk ASN," tambahnya. Sejauh ini jelas Nasrun persiapan pengaluran terus dilakukan di antaranya MoU antara Pemprov Sumsel dengan Bulog, serta MoU Bulog dengan 53 OPD yang ada di lingkungan Pemprov Sumsel. Termasuk finalisasi data jumlah PNS dan CPNS yang akan mendapatkan insentif beras tersebut. Sebelumnya gagasan memberikan insentif beras kepada ASN Pemprov ini memang menjadi atensi utama dari Gubernur Sumsel Herman Deru sejak awal ia dilantik 1 Oktober 2018. Menurutnya pemberian beras ini bukan semata-mata untuk membantu para PNS tapi juga untuk menjaga semangat para petani. Harapannya dengan semakin banyak beras yang diserap bulog dari petani di Sumsel, akan berdampak pada peningkatan pendapatan para petani. Sehingga mereka akan makin bergairah menggarap sawah-sawah mereka. " Kita harus menjaga semangat para petani. Dan ini sudah pernah saya terapkan di OKU Timur dan berhasil. Keberpihakan pada petani ini akan terus saya lakukan sampai kapanpun. Itu komitmen saya," jelasnya. Tak hanya perwakilan dari Bulog Divre Sumsel dan Babel serta perwakilan dari Bank Sumsel Babel (BSB), rapat tersebut juga dihadiri sejumlah Kepala Biro terkait di lingkungan Setda Sumsel, yakni Kepala Biro Ekonomi Aprian Jhoni, perwakilan BKD, serta Perwakikan Biro Hukum dan lainnya. MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD Sumber : Humas Pemprov. Sumsel
Sumsel
Inovasi Pelayanan Publik Bukanlah Beban, Justru Bagian Dari Tugas dan Fungsi
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumsel, dr. H. Trisnawarman, M.Kes, DK, ditemani Kepala Sub. Bag. Umum Perlengkapan H. Sirwan Sanusi, SE, M.Si bersama narasumber pusatKonsultan Inovasi Kementerian Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Bpk. Kurniawan yang ditemani rekannya Ibu Jenny Anastasia, S.Kom. saat mengulas Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik bidang kesehatan di Sumsel. Selasa 27 Maret 2019 Palembang, Sumselprov.go.id – Inovasi Pelayanan Publik memang sudah menjadi kebutuhan bagi birokrasi untuk mempercepat proses pencapaian target-target yang ingin dicapai. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Dra. Hj. Lesty Nurainy, Apt., M.si yang diwakili Sekretaris Dinas dr. H. Trisnawarman, M.Kes menyampaikan “Inovasi Pelayanan Publik memang sudah menjadi kebutuhan bagi birokrasi untuk mempercepat proses pencapaian target-target yang ingin dicapai”, ujarnya pada saat penyampaian materi paparan untuk acara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik, Rabu (27 Maret 2019). Dijelaskan Trisnawarman bahwa ada tiga isu utama yang menjadi prioritas yaitu yang pertama penurunan stunting, peningkatan cakupan imunisasi dan penurunan Tuberculosis. Sementara Konsultan Inovasi dari transformasi gizi mitra dari Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kurniawan mengatakan “Hal ini menarik bagaimana inovasi ini diarahkan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan itu sehingga inovasi ini tidak lagi menjadi beban-beban baru bagi birokrasi karena hal itu menjadi bagian tugas fungsinya yang harus diselesaikan dan menjadi target yang setiap waktu diminta untuk dilaporkan secara berjenjang dari kabupaten ke provinsi dan dari provinsi ke pusat. Lanjut lagi Kurniawan menjelaskan “hal ini merupakan suatu terobosan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan untuk memulai langkah membuat forum belajar inovasi, saling belajar satu sama lain, saling mengisi sehingga menimbulkan inovasi-inovasi baru. Saling mengajar dari kabupaten yang sudah bagus kepada kabupaten yang belum bagus, sehingga ada satu keseimbangan di tiap kabupaten”, ucap Kurniawan menyampaikan paparannya. Disela coffee break, Kurniawan menyatakan, “Potensi kesehatan jauh lebih besar karena utamanya langsung berhubungan dengan perilaku masyarakat. Setiap inovasi yang dikembangkan oleh kesehatan wajib hukumnya melibatkan masyarakat dalam konteks perubahan tingkah laku”, Ujarnya. “Contohnya stunting, kalaupun Dinkes itu bagus, sarana prasarana lengkap tapi kalau perilaku masyarakatnya tidak berubah maka tidak akan tercapai. Sebagai contoh perilaku bapak-bapak lebih suka membeli rokok ketimbang membelikan makanan yang bergizi untuk anak-anaknya ditambah lagi pengaruh ekonomi sehingga tidak bisa memberikan asupan gizi yang cukup. Tentunya isu kesehatan ini sangat terkait erat dengan isu ekonomi apabila dapat berhasil terwujud”, katanya saat ditemui di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Tim Lapor! Sumsel Perdalam Aplikasi SP4N-LAPOR! Versi 3.0
Jakarta, sumselprov.go.id- Tim pengelola Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional - Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yakni Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumsel mendapatkan Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi LAPOR! Versi 3.0 dari Tim LAPOR! Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB) Republik Indonesia, Kamis (28/3/2019). Bimtek ini dilakukan agar pelayanan LAPOR! di Sumsel lebih cepat dan maksimal sehingga pelapor dapat segera mendapatkan jawaban atas laporannya sekurang-kurangnya dalam 3 hari kerja. Disamping itu, juga membahas terkait kendala dan permasalahan yang dihadapi baik Administrator maupun penghubung dalam pengelolaan layanan pengaduan online itu. Selain Diskominfo Provinsi Sumsel sebagai pengelolan ditingkat provinsi, Bimtek juga diikuti Diskominfo Kabupaten Ogan Ilir, Diskominfo Kabupaten Muara Enim dan Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel diantaranya Dinas Dukcapil Provinsi Sumsel serta Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sumsel. Tim LAPOR! Sumsel hadir di Kantor Kemenpan-RB Jakarta dipimpin langsung Kepala Bidang Pengelola Informasi Publik (PIP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumsel, Amrullah didampingi Kepala Seksi Pelayanan Media dan Informasi Publik, Azim Baidillah dan Konsultan Transformasi GIZ, Kurniawan. Rombongan ini diterima langsung Kabit Pengelolan Sistem Informasi Pelayanan Publik, Deputi Pelayanan Publik, Kementerian PAN-RB, Emida Suparti dan Staf Analisis Pengaduan, Indra Setiawan dan Yudha Suryata serta Tim Lapor! Kemenpan-RB lainnya. Kabit Pengelolan Sistem Informasi Pelayanan Publik, Emida Suparti mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kedatangan Tim LAPOR! dari wilayah Sumsel itu. Ia mengapresiasi semangat dan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. "Kami sangat menyambut baik kedatangan dari Tim SP4N-LAPOR! dari Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka jemput bola untuk melakukan coaching dan bimtek langsung perubahan aplikasi LAPOR! dari versi 2.0 ke versi 3,0, “ ujar Emida. Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Media dan Informasi Publik, Diskominfo Provinsi Sumsel, Azim Baidillah mengatakan, pihaknya sengaja datang mengikuti Coaching dan Bimtek ini untuk memahami lebih luas tentang perubahan aplikasi LAPOR! Versi 3.0. “Kita datang disini dikarenakan banyaknya persoalan terhadap perubahan versi aplikasi LAPOR!. hal ini cukup mempengaruhi kinerja dari admin dan penghubung dalam pengelolaan layanan ini,” ujar Azim. Sama halnya diungkapkan Konsultan Transformasi GIZ, Kurniawan. Ia mengungkapkan bahwa perubahan versi aplikasi LAPOR! ini mengakomodir apa yang menjadi kekurangan maupun kelemahan dari versi sebelumnya. “Aplikasi LAPOR! versi 3.0 ini mempunyai kelebihan secara redaksi maupun aplikasinya,” terangnya. MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD / AZ
Sumsel
Membina Jemaah Haji Harus Sabar
Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, Dr. H. M. Asrorun Niam Sholeh, MA (Kanan), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Dra. Lesty Nurainy, Apt., M.Kes. (tengah) dan Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Kesehatan Haji, H. Rahmat Kurniadi, S.Sos., M.Kes. (kiri) saat membuka acara sosialisasi hasil ijtima' Majelis Ulama Indonesia Tentang Kesehatan Haji di Hotel Harper Palembang, 28/03/2019 Palembang, Sumselprov.go.id –Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Lesty Nurainy, Apt., M.Kes secara resmi membuka acara Sosialisasi hasil ijtima' Majelis Ulama Indonesia tentang Kesehatan Haji di Hotel Harper Palembang, Kamis (28/03/2019) Sebelum memulai sambutannya, Lesty mengajak para peserta foto bersama yang berasal dari perwakilan Kankanwil Kemenag Provinsi Sumsel, Dinas Kesehatan Kabupaten Kota se Sumatera Selatan, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kota dan Perwakilan dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji. Dalam sambutannya Lesty menyampaikan “Jemaah haji sebagai bagian dari keluarga, maka kesehatan jemaah haji mempunyai hubungan timbal balik dengan keluarga sehat. Untuk itu keselarasan antara pemeriksaan dan pembinaan kesehatan haji dengan pendekatan keluarga menuju keluarga sehat sangat dibutuhkan”. Ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. Sementara Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Kesehatan Haji H. Rahmat Kurniadi, S.Sos., M.Kes menyampaikan : “Dalam membina jamaah haji harus sabar, sehingga dapat mampu menjaga kesehatan, untuk sakit kita obati, kita layani kesehatannya dan perlindungan dari tim gerak cepat untuk penanganan manakala terjadi masalah kesehatan”, Ucap H.Rahmat. Selanjutnya disampaikan “tujuan Istithaah kesehatan haji adalah untuk mencapai kondisi istithaah kesehatan jemaah haji, mengendalikan faktor risiko , menjaga kondisi jemaah haji agar selalu sehat, mencegah terjadinya transmisi penyakit menular dan memaksimalkan peran serta dalam penyelenggaraan kesehatan haji”. Jelas Rahmat saat memaparkan materi Sosialisasi Hasil Ijtima Majelis Ulama Indonesia tentang Istitha’ah Kesehatan. MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY
Sumsel
2019 Jemaah Haji Bank Sumsel Babel Meningkat
Palembang, Sumselprov.go.id -- Membuka tabungan haji di Bank Sumsel Babel, tidak hanya mendapat manfaat dari fasilitas yang diberikan, tapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Sumatera Selatan (Sumsel). Artinya, ungkap Direktur Umum yang juga merangkap Direktur Kepatuhan Bank Sumsel Babel, Samiluddin, menabung tabungan haji di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini, dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Sumsel dan Babel. "Bukan saja memberikan manfaat untuk beribadah, tetapi menabung haji di Bank Sumsel Babel juga memberikan manfaat bagi pembangunan daerah" ungkapnya disela-sela pembukaan manasik Hlhaji tbungan Tasbih Bank Sumsel Babel tahun 2019, yang dilaksanakan hari ini, Rabu (27/3/19), bertempat di Masjid Al Falah jalan Rajawali Palembang. Penyelenggaraan manasik haji gratis ini tidak lain dimaksudkan sebagai wujud ungkapan terima kasih dari manajemen Bank Sumsel Babel kepada para jemaah calon haji tabungan Tasbih yang telah mempercayakan alokasi biaya penyelenggaraan hajinya melalui tabungan Tasbih Bank Sumsel Babel. "Tidak hanya di Palembang, kegiatan ini juga kita laksanakan juga di wilayah Bangka Belitung yaitu oleh Bank Sumsel Babel Syariah Pangkal Pinang. Dimana, kegiatan di Bangka Belitung menjadi kegiatan keempat kalinya bekerjasama dengan Kementerian Agama provinsi Bangka Belitung, yang diikuti oleh JCH nasabah Bank Sumsel Babel dan JCH penabung bank lain di Bangka Belitung," tuturnya. Samiluddin berharap, acara manasik haji ini diharapkan dapat menunjang pelaksanaan ibadah jemaah calon haji tabungan Tasbih. Dimana, kegiatan manasik ini sendiri akan dilakukan sebanyak empat kali pertemuan yaitu sejak tanggal 27 Maret 2019 hingga 24 April 2019 yang juga dilaksanakan di masjid Al Falah Rajawali. "Tahun ini terjadi peningkatan pada jumlah jemaah haji, dimana tahun 2019 ini ada 2.515 jemaah atau 1% dari kuota jemaah haji untuk Sumsel, angka tersebut meningkat dari tahun kemarin, dimana tahun 2018 jumlah jemaah yang kita berangkatkan 2.490 atau naik 0.6% dari tahun kemarin," ulasnya. Dalam kesempatan itu, Samiluddin menghimbau agar nasabah saat berada di tanah suci nanti, tidak perlu membawa uang cash yang banyak. Karena, nasabah bisa menggunakan tabungannya melalui ATM dengan logo Visa. Karena, sejak tahun 2011 Bank Sumsel Babel telah bekerjasama dengan Visa, guna memudahkan nasabah yang melakukan transaksi/penarikan uang di luar negeri. "Saat ini yang memiliki rekening tabungan Tasbih Bank Sumsel Babel sd. 19 Maret 2018 adalah sebanyak 37.455 nasabah dengan total dananya sebesar Rp56.867 milyar," ulasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY
Sumsel
HD Bertekad Turunkan Angka Kemiskinan
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel Herman Deru membuka Forum Perangkat Daerah Provinsi Sumsel tahun 2019 di Graha Bina Praja (Auditorium) Pemprov Sumsel, Rabu (27/3). Selain Gubernur acara ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, Sekda Sumsel Nasrun Umar. 'Dalam rapat ini kita harus harmonisasi dan sinkronisasi dengan prioritas penurunan angka kemiskinan, target kita satu digit kita harus di bawah nasional kemiskinan itu,”katanya Walaupun, diakui Gubernur Herman Deru kondisi daerah dari 17 Kabupaten/Kota di Sumsel itu berbeda baik potensi, SDA dan SDM namun tujuannya sama yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan prioritas menurunkan angka kemiskinan satu digit. "Saya yakin semua akan setuju dengan menekan angka kemiskinan. Walaupun OPD dan jumlah Satuan Kerja (Satker) di Kabupaten/kota berbeda - beda tapi semua punya tanggungjawab yang sama dengan menurunkan angka kemiskinan,” ungkapnya. Bahkan, dia menilai sejak dirinya menjadi Bupati OKU Timur melihat angka kemiskinan di Sumsel tidak mengalami penurunan . "Dari sejak saya Bupati saya perhatikan angka kemiskinan kita ini tidak turun-turun, kadang 12%, kadang naik menjadi 13%. Saya yakin kalau kita punya keinginan yang sama untuk menekan angka kemiskinan maka secara kumulatif angka nasional itu akan turun. Begitu juga kalau kita tertarik dan bertujuan untuk bersama-sama memperbaiki ini bukan tidak mungkin di tahun depan kita juga tembus di satu digit,”sambungnya "Oleh karena itu sebagai Gubernur, dia meminta bantuan menurunkan angka kemiskinan ini kepada seluruh Kabupaten/Kota. Kita harus satu rel, untuk turun di terminal mana terserah yang penting kita satu rel,”ucapnya. Sementara itu, Kepala Bappeda Sumsel Ekowati Retnaningsih melaporkan pelaksanaan forum daerah ini sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah. Bahwa, lanjut Eko tahapan pembangunan rencana kerja pemerintah daerah melalui beberapa tahapan yaitu arahan gubenrur langsung. Lanjut Eko, Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 27-29 Maret 2019 ini juga mengarah kepada penurunan angka kemiskinan. Dirinya juga melaporkan, usulan perangkat daerah yang telah diterima oleh Bappeda Sumsel sampai dengan hari ini berjumlah Rp. 6,2 Triliun. Sementara alokasi belanja langsung pada rancangan struktur APBD tahun 2020 sekitar Rp. 4 triliun. Menurutnga perlu dilakukan harmonisi kembali sehingga apa yang direncanakan pada tahun 2020 merupakan program-program yang memang prioritas sesuai permasalahan Sumsel. "Oleh karena itu sebagai Gubernur, dia meminta bantuan menurunkan angka kemiskinan ini kepada seluruh Kabupaten/Kota. Kita harus satu rel, untuk turun di terminal mana terserah yang penting kita satu rel,”ucapnya. Sementara itu, Kepala Bappeda Sumsel Ekowati Retnaningsih melaporkan pelaksanaan forum daerah ini sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah. Bahwa, lanjut Eko tahapan pembangunan rencana kerja pemerintah daerah melalui beberapa tahapan yaitu arahan gubenrur langsung. Lanjut Eko, Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 27-29 Maret 2019 ini juga mengarah kepada penurunan angka kemiskinan. Dirinya juga melaporkan, usulan perangkat daerah yang telah diterima oleh Bappeda Sumsel sampai dengan hari ini berjumlah Rp. 6,2 Triliun. Sementara alokasi belanja langsung pada rancangan struktur APBD tahun 2020 sekitar Rp. 4 triliun. Menurutnga perlu dilakukan harmonisi kembali sehingga apa yang direncanakan pada tahun 2020 merupakan progam -program yang memang prioritas sesuai permasahan Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel Foto HP
Sumsel
Herman Deru Temu Kangen Warga OKUT
OKU Timur, Sumselprov.go.id -- Desa Gunung Batu Kecamatan Cempaka Kabupaten OKU Timur merupakan desa yang unik karena tetap mempertahankan budaya dan adat istiadat asli. Bahkan marganya tetap utuh satu marga, berbeda dengan desa lainnya yang banyak dihuni oleh berbagai marga. "Meski budaya asing masuk. Tapi kita disini tepat mempertahankan adat asli. Kita tidak perlu malu menggunakan bahasa Komering. Suku Komering merupakan salah satu suku terbesar di Sumsel. Ini yang harus tetap kita pertahanan," tegas Herman Deru saat silaturahmi dengan masyarakat Desa Gunung Batu Kecamatan Cempaka, Rabu (17/3) petang. Lebih lanjut gubernur menegaskan, dalam waktu dekat, dirinya akan dibentuk lembaga adat di tingkat kecamatan dalam provinsi Sumatera Selatan. "Lembaga adat di tingkat kecamatan akan kita beri nama pesirah adat," tambahnya sembari menyebutkan tujuan dari pembentukan lembaga adat tersebut sebagai wadah untuk melestarikan budaya dan adat asli setempat. Terkait dengan kondisi pangkal jembatan Komering desa Gunung Batu yang curam dan banyak menyebabkan kecelakaan. Gubernur minta Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi untuk melakukan upaya pembehanan. Sedangkan ruas jalan Provinsi penghubung OKU Timur hingga Talang Pangeran Kabupaten OKI yang kondisinya rusak segera dilakukan perbaikan paling lambat bukan April mendatang. "Jalan Provinsi penghubung OKU Timur sampai Talang Pengeran OKI, akan mulai dikerjakan perbaikannya paling lambat bulan empat nanti. Sekarang ini masih dalam tahap tender," imbuhnya. Dia juga mengajak masyarakat yang bermukim di sekitar pesisir Komering untuk kembali menjadikan kawasan itu sebagai daerah penghasil ikan melalui sistem bioflok atau kolam terpal. "Terserah mau ikan apa yang dibudidayakan. Ikan mas, nila, patin atau ikan lele. Untuk bibitnya akan dibantu oleh pemerintah provinsi," tandasnya. Sementara itu salah satu tokoh adat setempat mengucapkan terimakasih atas kedatangan H Herman Deru di desa Gunung Batu yang merupakan desa terluar di Kecamatan Cempaka yang masih banyak membutuhkan perhatian. Salah satunya yang mendesak yakni pemasangan bronjong di bagian hulu desa Gunung Batu yang longsor karena gerusan sungai. Serta minta pada Gubernur untuk dapat membantu pembangunan menara masjid desa setempat. "Inilah gubernur yang kita pilih dulu. pulang kampung. Mari kita dukung beliau agar menjadi gubernur dua periode," ujarnya yang sambut tepukan hangat warga setempat. Di lain pihak ketua panitia silaturahmi, Napoleon dalam laporannya menyebutkan sebagai tanggung jawab pemuda Komering. Dalam waktu dekat kalangan pemuda setempat akan membentuk organisasi yang diberi nama Barisan Pemuda Komering Ulu Raya. Dalam silaturahminya di desa Gunung Batu tersebut, Gubernur berkenan menyerahkan bantuan dana untuk pembangunan menara masjid Taqwa Desa Gunung Batu sebesar Rp 25 juta. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto HP Sumsel