Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan Gubernur Sumsel Akan Gelar Pasar Ikan Murah Sumsel
08 Apr 2019 Dilihat 199x

Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan Gubernur Sumsel Akan Gelar Pasar Ikan Murah

Palembang, Sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru dalam waktu dekat akan menggelar pasar ikan murah sepanjang 1 Kilometer, guna mengajak masyarakat gemar makan ikan serta mengajak masyarakat untuk membuka usaha taambak ikan guna penghasilan alternatif yang hasilnya tidak menjadi alternatif karena penghasilan pokok. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara panen raya ikan patin Koperasi Produsen Sinar Baru Minasari di Desa Tambak Boyoh (07/04/2019). Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H. Herman Deru memuji H. Irwanto sebagai masyarakat Kabupaten OKU Timur yang telah berhasil menggagas usaha tambak ikan patin, apalagi ia tidak minta bantuan pemerintah sebelum membuktikan hasilnya. “Dia belum mau minta bantuan Pemerintah sebelum sukses, nah sekarang telah dibuktikannya berarti pemerintah bertanggung jawab untuk pemasarannya. Sudah 100 ton desa ini menghasilkan ikan perbulan, masih dalam negosiasi ditingkatkan 200 ton perbulan dalam satu bulan pengiriman ke pabrik fillet,” ungkapnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/HP

Baca Detail
Gubernur Herman Deru Tinjau Langsung Perbaikan Ruas Jalan Provinsi di Belitang Sumsel
08 Apr 2019 Dilihat 197x

Gubernur Herman Deru Tinjau Langsung Perbaikan Ruas Jalan Provinsi di Belitang

OKUT, Sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menargetkan jalan poros yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Sumsel akan rampung diperbaiki pada tahun 2019 ini juga. Hal tersebut diungkapkannya kembali ketika meninjau pengerjaan perbaikan ruas jalan provinsi yang ada di Belitang Kabupaten OKU Timur di sela-sela perjalananya menuju Pondok Pesantren Al-Jihadul Karim Putra, Desa Sumber Mulyo Kecamatan Buay Madang Timur Kabupaten OKU Timur, Minggu (07/04/2019).  Dalam tinjauannya tersebut Herman Deru turun langsung dari mobil dinas yang membawanya, bahkan sempat berbincang dengan warga sekitar, sembari melontarkan kata permintaan maaf pada warga yang dimungkinkan tidak nyaman karena tumpukan material serta alat berat yang tengah operasional meratakan material yang ditumpahkan di badan jalan milik provinsi tersebut. “Maaf ya, jalannya masih dalam perbaikan,” ujar Herman Deru sembari mengucapkan salam kepada warga dan para pengguna jalan yang tengah melintas. Herman Deru juga meminta masyarakat sekitar untuk bersabar selama perbaikan berlangsung. Disamping tetap mengajak warga untuk berperan aktif mengawasi dan menjaga aset yang telah dibangun oleh pemerintah. “Saya tidak ingin lagi mendengar dan masyrakat mengeluh karena jalan rusak,” ungkapnya ditemui usai berdialog dengan masyarakat. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/HP

Baca Detail
Melayat Ke Rois Syuriah PWNU Sumsel  KH Dimyathi Dahlan, Kehilangan Sosok Guru Sumsel
08 Apr 2019 Dilihat 419x

Melayat Ke Rois Syuriah PWNU Sumsel KH Dimyathi Dahlan, Kehilangan Sosok Guru

Palembang, Sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri yasinan Rois Syuriah PWNU Sumsel dan Pengasuh  Pondok Pesantren Al-Falah, Almarhum KH. Dimyathi Dahlan di  Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten OKU Timur,  Sabtu (06/04/2019). Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam sambutannya mengaku terkejut ketika diperjalanan ia mendapat kabar wafatnya KH. Dimyathi Dahlan, saat itu spontan dikatakanya ia merasakan sangat kehilangan tokoh kharismatik serta guru pembimbing baginya dan masyarakat Provinsi Sumatera Selatan. “Artinya kehilangan itu bukan saya sendiri yang merasakan tapi kita semua, kita sebagai warga Nu dan saya juga selakigus Ketua ISNU, mengajak semua untuk bersama-sama menguatkan hati agar sepeninggal beliau NU tetap solid dan bersatu bahwa kita ini adalah ormas yang terbesar di Indonesia bahkan dunia,” ungkapnya. Ia berharap, sepeninggal KH. Dimyathi Dahlan Ponpes dan silaturahim yang ia bangun selama ini tetap terjaga seperti sediakala, apalgi Ponpes Al-Falah yang tentu harus berkesinambungan. Terlebih untuk keluarga, teman, sahabat, kerabat yang ditinggalkan, lanjut Herman Deru agar lebih ikhlas dan jangan berlarut dalam kesedihan. “Jangan sampai nanti karena abah wafat kegiatan belajar dan mengajar terganggu. Insyaa Allah sudah cukup bekal abah menghadap sang ilahi. Saya minta apa yang sering didengungkan abah mengenai silaturahmi jangan sampai putus." “Pesantren ini harus tetap dijaga bahkan kalau bisa Pondok Pesantren ini berkegiatan yang lebih dari apa yang dilakukan abah,” tuturnya. Dalam kesempatan yang sama pula Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini mengimbau keluarga besar dari KH Dimyathi Dahlan untuk tidak segan-segan menghubungi teman-teman abah, karena kalau tidak hal tersebut merupakan cikal dan bakal putusnya silaturahm.  “Tugas kalian tidak segan-segan untuk mencari saudara-saudara abah, teman, sahabat dan kerabat abah. Kalau kalian tidakmencoba mencari itu maka inilah cikal bakal putusnya silaturahmi,” pungkasnya. Sementara putra dari almarhum yakni Muhammad Qoiduzzuhad mengucapkan terimakasih atas perhatian Gubernur Sumsel di tengah-tengah kesibukannya sebagai kepala daerah, masih menyempatkan hadir. Diakatakannya, KH. Dimyathi Dahlan menghembuskan nafas terakhirnya pada siang hari Jum’at pukul 09.15 menit di Semarang. Kesehatan KH Dimyathi Dahlan memang sejak lima tahun terakhir menghidap penyakit jantung hipertensi. “Ribuan terimakasih atas kedatangan Bapak Gubernur di pesantren Al-falah, bapak meninggal itu setelah sakit yang agak lama sekitar 5 tahun,” katanya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/HP/TS

Baca Detail
Situs Gua Harimau, Jadi Soko Guru Kebhinekaan di Indonesia Sumsel
07 Apr 2019 Dilihat 245x

Situs Gua Harimau, Jadi Soko Guru Kebhinekaan di Indonesia

OKU, Sumselprov.go.id -- Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit) Arkeologi Nasional Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, I Made Geria, mengatakan, situs Gua Harimau menjadi Soko Guru Kebhinekaan di Indonesia. Kata dia, di situs Gua Harimau, budaya  leluhur sudah mengajarkan tentang akulturasi budaya, toleransi, Kebhinekaan Tunggal Ika. Gua Harimau memberikan support secara nasional,” terang I Made Geria, seraya menambahkan kebijakan nasional juga mendukung penguatan Kebhinekaan. Dikatakan I Made, bahwa Gua Harimau adalah Rumah Peradaban tempat belajar sejarah  budaya leluhur. Dengan mengenal budaya leluhur, kita akan menjadi bangsa yang berkepribadian dan memiliki peradaban. "Kita akan tahu darimana asal kita, siapa kita dan mau kemana kita," imbuhnya. Sedangkan Prof  DR  Harry Truman  Simanjuntak dalam paparannya mengatakan, Kabupaten OKU memiliki sejarah yang panjang. Di Situs Gua Harimau ada lima point /peradaban. Pertama para leluhur sudah menghuni Gua Harimau semenjak 22.000 tahun yang lalu (awal Masehi). Kedua, penghuni Gua Harimau dihuni oleh manusia modern awal. Ada dua ras menghuni Gua Harimau yakni Ras Australomelanesia dan Ras Monggoloid. "Ada kebersamaan dua ras penduduk, pertama bisa menerima penduduk pendatang baru dan bercampur secara biologis dan budaya. Artinya ada toleransi yang tinggi dalam kehidupan dua ras," katanya. Ketiga, leluhur yang menghuni Gua Harimau sudah memiliki karya seni. Dan keempat para leluhur di Gua Harimau mempu berinteraksi dengan dunia luar dilihat dari tinggalan budaya perunggu yang didatangkan dari Vietnam (budaya dongsong). Dan kelima, Gua Harimau memberikan kontribusi penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan, sehingga nama Situs Gua Harimau sudah mendunia. Sedangkan Bupati OKU Drs H Kuryana Azis, mengajak para pelajar dan semua pihak di Kabupaten OKU ikut menyebarluaskan tentang potensi situs Gua Harimau. Bupati juga mengajak pihak terkait melestarikan tinggalan budaya dan memanfaatkan situs Gua Harimau  yang bisa mengangkat nama Kabupaten OKU ke tingkat nasional. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Hj Febrita Lustia Minta Seluruh Peserta Apel Kartini Milenial Hadir di Gladi Bersih 9 April Sore Sumsel
07 Apr 2019 Dilihat 220x

Hj Febrita Lustia Minta Seluruh Peserta Apel Kartini Milenial Hadir di Gladi Bersih 9 April Sore

Palembang, Sumselprov.go.id -- Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumatera Selatan sekaligus Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sumsel Hj. Febrita Lustia mengajak seluruh peserta yang terlibat hadir dalam gladi bersih Apel Kartini Milenial Mengenakan Kebaya dan Kain Jumputan Perempuan Terbanyak dalam rangka memeringati hari Kartini 2019 di Griya Agung Palembang, Selasa (9/4) pukul 15.30 WIB. “Jadi tanggal 9 April sore semua peserta harus hadir untuk gladi bersih di Halaman Griya Agung,” katanya disela kegiatan gladi kotor di Griya Agung, Sabtu (6/4/2019). Febri pula menghimbau kepada para peserta apel agar tidak membawa tas saat kegiatan berlangsung pada Rabu (10/4).  “Jadi tidak ada nanti tas diletakkan di samping peserta. Jadi ini tanggung jawab masing-masing peserta sendiri,” terangnya. Febri menjelaskan ada sekitar 4.200 perempuan Sumsel yang akan ikut dalam kegiatan apel dari hasil kerjasama Tim Penggerak PKK Sumsel, Grup Kompas Gramedia, Tribun Sumsel, Sriwijaya Post dan pihak sponsor itu.  “Kegiatan ini adalah dalam rangka memperingati hari Kartini,” ujarnya.  Selain itu, sambung Febri dari kegiatan ini pihaknya juga  berpartisipasi dalam Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sumsel karena pada kegiatan apel akan mengenakan kebaya dengan kain jumputan yang merupakan kain khas Sumsel. “Mudah-mudahan berjalan dengan lancar dan kami dapat meningkatkan ekonomi kerajinan tangan ibu-ibu di Sumsel,” jelas Febri yang didampingi oleh istri wakil gubernur Sumsel Fauziah Mawardi.  Febri melanjutkan sangat antusias dengan kegiatan ini, apalagi ini akan memecahkan rekor Muri.  “Tentu ini sangat spektakuler,” ungkapnya. Apel ini, lanjut Febri juga sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wagub Sumsel dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan serta mensejahterakan masyarakat. Ini akan dituangkan dalam deklarasi perempuan Sumsel.  “Ini mengurangi angka kemiskinan di Sumsel menuju Sumsel maju untuk semua,” terangnya. Sementara Ketua Panitia sekaligus Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel H L Weny Ramdiastuti menambahkan selain bersama dengan Tim Penggerak PKK serta organisasi wanita Sumsel lainnya, juga menggandeng wanita-wanita hebat dari TNI Wanita maupun Polisi Wanita. “Acara ini juga dibantu oleh sponsor diantaranya Pegadaian, Pertamina, Sinarmas dan banyak lagi,” ucapnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/TRS

Baca Detail
Pemecahan Rekor Muri di Griya Agung, Kartini Milenial SRIPO-TRIBUN Usung Konsep Line Dance Sumsel
07 Apr 2019 Dilihat 342x

Pemecahan Rekor Muri di Griya Agung, Kartini Milenial SRIPO-TRIBUN Usung Konsep Line Dance

Palembang, Sumselprov.go.id -- Ratusan ibu peserta Kartini Milenial tampak antusias mengikuti gladi bersih Kartini Milenial di Halaman Griya Agung Jalan Demang Lebar Palembang yang bakal dilaksanakan Rabu (10/5/2019) mendatang di tempat yang sama.  Kaum kartini ini tampak asyik berjoget ria bersama dengan iringan lagu "Sebiduk Sungai Musi" dengan koreografer ciptaan Eka Agustiawan di bawah terik matahari. Rini Soemarmo anggota dari Komunitas Line Dance Palembang ini mengungkapkan sangat bahagia bisa menjadi bagian dari acara yang nantinya akan dihadiri 4000 peserta dan Pemecahan Rekor MURI Apel Perempuan Berkebaya dan Berkain Jumputan Terbanyak. "Ya alhamdulillah bisa jadi bagian acara besar ini, sekalian bisa juga mengenalkan Line Dance," ujarnya . Lebih lanjut Rini bercerita bahwa diajaknya Line Dance menjadi bagian dari acara ditunjuk langsung oleh Ketua TP PKK Pemprov Sumsel Ibu Hj Febrita Lustia Deru. "Komunitas Line Dance ini sudah berdiri kurang lebih 9 tahun. Ya sekitaran 2010 dibentuk oleh Kak Eka. Setiap Jumat kita rutin melaksanakan Line Dance di Griya Agung. Nah makanya pas ada acara ini kita dapat kesempatan untuk ikut dalam acara Kartini Milenial yang dilaksanakan oleh Sripo-Tribun," lanjutnya. Di akhir wawancara Rini berharap acara ini dapat sukses dan juga bisa mengenalkan Line Dance kepada ibu-ibu kaum Kartini. "Tadi kita liat temen-temen udah bisa semua mengikuti gerakan-gerakan Line Dancenya. Jadi kita berharap acara ini bakal sukseslah," tutupnya. Retno Indah Octaviany, peserta Kartini Milenial yang turut mengikuti Gladi Bersih mengaku senang bisa berpartisipasi dalam agenda besar ini. "Senengla mba, kami dari Biro administrasi pembangunan dan Plt. Biro pengadaan barang jasa Pemprov Sumsel kan bangga bisa ikut agenda besar dan keren ini. Apalagi ini nantinya bakal ada Rekor MURI-nya," ungkapnya. Lebih lanjut Retno sapaan akrabnya juga menyebutkan bahwa acara ini merupakan bentuk dari apresiasi kaum wanita yang ada di Palembang dengan jasa-jasa sosok Kartini. "Semoga semangat kaum wanita di Sumsel bisa sama dengan sosok Kartini. Bisa menjadi ibu atau sosok yang berpestasi dan dibanggakan oleh anak-anaknya," tutupnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Sumber Sripo.com.

Baca Detail
Buka Simposium Pediatric, Gubernur Sumsel Herman Deru Ikut Cek Jantung Sumsel
07 Apr 2019 Dilihat 165x

Buka Simposium Pediatric, Gubernur Sumsel Herman Deru Ikut Cek Jantung

Palembang Sumselprov.go.id - Meski sudah memasuki akhir pekan, Gubernur Sumsel Herman Deru tetap semangat menjalani rutinitasnya menghadiri sejumlah agenda yang cukup padat. Seperti Sabtu (6/4) pagi tadi, ia menyempatkan diri membuka Simposium Pediatric Cardology Update ke 7, di Ballroom Hotel Novotel Palembang. Di hadapan ratusan peserta yang hadir, mantan Bupati OKU Timur itu sempat menyemangati para dokter khususnya dokter spesialis anak untuk tetap semangat melayani masyarakat Sumsel di tengah berbagai keterbatasan yang ada. Tak hanya membuka acara secara resmi, ia bahkan sempat berkeliling stand yang ada di sebelah ruang digelarnya Simposium. Di beberapa stand, Gubernur sempat mampir berbelanja kain hingga ikut menjajal alat periksa kesehatan jantung dari salah satu peserta pameran. Lebih jauh Herman Deru mengatakan, gelaran simposium ini adalah berkah tersendiri bagi Sumsel terutama Palembang. Karena dengan simposium ini nama Palembang akan semakin dikenal.  Terkait dengan simposium itu Herman Deru mengatakan sangat mengapresiasi kinerja para dokter terutama dokter anak menyikapi berbagai penyakit jantung anak. " Bukan hanya fasilitasnya yang terbatas tapi sarananya juga terbatas dan saya apresiasi sekali para Dokter ini tetap bisa melakukan tugasnya melayani," jelasnya. Di Sumsel ini jelas Dia ada swkitar 500 dokter spesialis anak.  Jumlah tersebut untuk menjangkau wilayah Sumsel yang merupakan pulau paling luas di Sumatera. Hanya saja penyebaran dokter tersebut cenderung kurang merata. Menurutnya mengabdikan diri di daerah pelosok adalah tantangan profesi yang memang harus dihadapi para dokter. Semoga dengan keterbatasan itu para pelayan maayarakat ini masih bisa mengatasi keterbatasan. " Saya sudah himbau Bupati dan Walikota agar perhatikan juga nasib para dokter jni. Jangan sampai BPJS nya terlambat dan lain-lain. Sering saya ingatkan itu agar profesi ini mendapat penghargaan tersendiri dari pemerintah," ujarnya. "Dengan luas 91.000 meter persefi dan penduduk hampir 10 juta jiwa, kita butuh pelayanan kesehatan yang maksimal. Termasuk bagaimana caranya pelayanan ini menjangkau daerah yang jauh," tambahnya. Herman Deru juga mengatakan kesehatan jantung anak memang sudah menjadi perhatian pihaknya kareba mereka adalag aset generasi penerus bangsa. Pendeeita sakit jantun tidak hanya diderita orang dewasa tapi juga anak-anak. Kelainan jantung bawaan dari kehamilan sudah semestinya dicegah  karena dapat menimbukkan cacat atau kelainan jantung bawaan. "Perlu ada tindakan preventif melalui sosialisasi dan advokasi kepada ibu hamil karena ini lebih baik daripada tindakan kuratif atau pengobatan. Di samping itu peelu dipikirkan juga kecukuoan Dokter spesialis anak, konsuktan kardiologi anak," jelasnya. Pelayanan kesehatan yang diberikan menurutnya harus secara utuh karena itu ia juga meminta masyarakat berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan yang ada. " Tidak ada kendala biaya beeobat ke fasilitas pelahanan kesehata  karena masyarakat kita jamin kesehatannya melaluinProgram Jaminan Kesehatab Nasionak-Kartu Indonesia Sehat," jelasnya  Sementara itu Ketua Panitia Acara Simposium Pediatric Cardiology Update ke-7 dr Ria Nova SpAK mengatakan bahwa simposium kali ini mengangkat tema The role of pediatrician in pedriatic cardiac care with limited resources. Kegiatan ini diikuti sebanyak 342 peserta. Dijelaskannya kegiatan ini digelar rutin  karena pelayanan  jantung anak  harus diperluas dan diupdate setiap waktu. Sehingga dengan pelayanan kesehatan yang terbatas kelainan jantung pada bayi dan anak bisa diketahui lebih awal sehingga dapat merujuk lebih cepat dan penanganan akan jauh lebih tepat. "Kami sangat berterimakasih acara ini bisa terselwnggara atas dukungan banyak pihak termasuk pembicara dari Malaysia. Juga teman-teman dari Kalimantan sampai Papua," jelasnya. Melalui kegiatan ini ia beeharap peran dokter spesialis anak dalam pelayanan jantung anak dalam pelayanan yang terbatas bisa lebih maksimal. Sementara itu pembukaan Simposium itu sendiri ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Sumsel Herman Deru. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ HP/FS    

Baca Detail
Produk Kopi Sumsel Segera  Dipatenkan  Dengan Brand  "Kopi Sriwijaya Sumsel
07 Apr 2019 Dilihat 66x

Produk Kopi Sumsel Segera Dipatenkan Dengan Brand "Kopi Sriwijaya

Gubernur Hadiri Aksi Bersih Bersih Dalam Rangka HUT PT Pegadaian PALEMBANG Sumselprov.go.id- Di tengah agenda kerjanya yang padat diakhir pekan, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru  menyempatkan diri hadir dalam  aksi bersih bersih yang dipusatkan di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang dalam rangkaian HUT  PT. Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah III Pelambang, Sabtu (6/4) pagi. Dalam acara bersih bersih yang digelar secara serentak secara nasional di 12 titik  Kantor Wilayah PT Pegadaian (Pesero) Se-Indonesia tersebut, Gubernur H Herman Deru memberikan apresiasi atas kegiatan yang telah melihatkan kalangan masyarakat dalam kota Pelambang sebagai wujud cinta lingkungan hidup yang bersih dan asri. "Banyak hal yang telah diperbuat PT Pegadaian selain aksi bersih bersih yang kita hadiri pagi ini. Pegadaian juga memberikan perhatian pada kegiatan PKK, memberikan santunan yatim piatu, menggalakan bank sampah serta bantuan PKBL - CSR. Kegiatan seperti ini sangat luar biasa dan dapat diikuti instansi lainnya," tegas Gubernur. Lebih lanjut Herman Deru mengharapan PT Pegadaian kedepan dapat lebih memberikan perhatian pada masyarakat sekitar. Dengan memberikan sedikit laba ke untungan yang didapat  dalam wujud CSR dalam rangka memperkuat tumbuhnya  UMKM  di Sumatera Selatan. "Pegadaian juga memiliki tanggung jawab dalam memperkuat permodalan, sarana produksi dan pemasaran produk UMKM kita," tambahnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ HP/FS      

Baca Detail
Pusat Informasi Terintegrasi, Bappeda Lampung Kunjungi Command Center Sumsel Sumsel
06 Apr 2019 Dilihat 232x

Pusat Informasi Terintegrasi, Bappeda Lampung Kunjungi Command Center Sumsel

Palembang sumselprov.go.id- Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan menerima kunjungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung ke Command Center Sumsel bertempat di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat, (5/4/2019). Plt Kadis Kominfo Provinsi Sumsel Jon Kenedy SE MSi mengatakan Command Center (CC) Sumsel dibangun karena terinspirasi dari CC kota Makassar yang dinilai sebagai CC terbaik di Indonesia. “Command Center Sumsel dioperasikan untuk memberikan pelayanan publik terintegrasi dan juga sebagai pusat data atau pusat monitoring,” ungkap Jon. Pembangunan CC Sumsel bertujuan untuk mensinergikan dan mengintegrasikan semua layanan publik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada di lingkungan Provinsi Sumsel dan mempermudah pelayanan publik. “Semua pelayanan publik maupun data akan diintegrasikan dan terpusat di CC,” jelasnya. Ada beberapa aplikasi yang ditampilkan di CC, diantaranya yaitu Website resmi Pemprov Sumsel, yang meliputi domain dan sub domain, pelayanan publik, berita, aplikasi e-planning, LPSE, dan lainnya.   “Command Center ini menampilkan Dashboard yang memuat berbagai informasi dari berbagai aspek yang akan menunjang kinerja OPD maupun layanan publik,” ujarnya. CC memiliki 30 CCTV di berbagai sudut kota Palembang. Saat ini CC masih dikelola oleh Diskominfo Sumsel bekerja sama dengan pihak Telkom. Jon mengatakan CC telah banyak dikunjungi oleh DPRD, OPD, dan instansi yang berasal dari Sumsel maupun Provinsi lainnya. “Setiap kunjungan akan memberikan pertukaran informasi, yang dapat digunakan untuk perbaikan pelayanan publik di daerah asal maupun tempat yang dituju,” ucapnya. Sementara itu, Sekretaris Bappeda Provinsi Lampung Elvira Umihanni menilai CC Sumsel sangat lengkap karena memiliki berbagai macam aplikasi yang terintegrasi yang didukung berbagai titik strategis yang terkoneksi dengan pemimpin daerah. Aplikasi dan data yang tersedia akan mempermudah pimpinan memantau kota dan melihat perkembangan kinerja staf melalui media sosial dan juga berita. Selain itu, terkoneksi juga dengan  website kabupaten kota, BPS, BI, dan lainnya.   “Semua informasi yang dibutuhkan pimpinan sudah dalam satu dashboard sehingga sangat memudahkan dalam pengambilan kebijakan,” katanya. Elvira mengatakan kunjungan ini akan menginspirasi Pemprov Lampung dalam pembangunan command center. “Diskominfo Lampung telah memiliki anggaran untuk pembangunan CC, namun hal ini harus tetap diiringi persiapan regulasi, SDM, dan pembinaan kepada OPD-OPD untuk mengintegrasikan aplikasi ke Command Center,” pungkasnya.   Turut mendampingi dalam kegiatan ini yaitu para kasi bidang E-Gov dan Staf Kominfo Sumsel. MC Diskominfo Prov Sumsel/ PE / Tim

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.