Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Sumsel Berkomitmen tentang Keselamatan Pelayaran dan Transportasi Pendukung Pelabuhan
Palembang, sumselprov.go.id- Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru membuka kegiatan sosialisasi keselamatan pelayaran dan transportasi pendukung kepada masyarakat pekerja pelabuhan dan komunitas becak di Pelabuhan Boombaru Palembang, Rabu (10/4/2019). Sosialisasi dihadiri ribuan peserta dari berbagai asosiasi transportasi perairan, asosiasi pekerja pelabuhan, asosiasi transportasi pendukung pelabuhan dan asosiasi tukang becak Palembang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan bersama tentang budaya keselamatan. Pada kesempatan ini dilakukan pembacaan ikrar dari 3 perwakilan asosiasi sebagai bentuk komitmen bersama tentang keselamatan pelayaran dan transportasi pendukung pelabuhan. Ikrar tersebut kemudian diserahkan langsung perwakilan asosiasi kepada Menhub Budi Karya Sumadi. Dalam kesempatan ini Menhub mengatakan, keselamatan memang menjadi suatu keharusan dalam bertranspotasi. Untuk itu, disetiap keseharian kerja dan bertemu dengan berbagai stakholder ia selalu menyerukan komitmen tentang keselamatan. Menhub mencontohkan sebuah kapal, dari perencanaan pembuatannya harus diutamakan bagaimana menjadikan kapal yang berkeselamatan. Kemudian, pada pelaksanaannya dan operasionalnya harus diawasi. "Ada bagian yang mengawasi, ada yang bangun kapal dan ada bagian perlengkapan. Semua harus berkomitmen dengan keselamatan. Oleh karena itu, tadi ada deklarasi ikrar keselamatan. Saya sangat senang sekali karena dari komitmen mereka inilah akan tercipta keselamatan pelayaran dan transportasi pendukungnya," ujar Menhub. Dia menambahkan, Sumsel memiliki wilayah perairan yang besar dan mengakses wilayah tertentu harus menggunakan kapal. Sehingga perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan terhadap masyarakat yang memiliki aktifitas di wilayah perairan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya budaya keselamatan. “Kita mengajak untuk memperbaiki tata kelola mereka. Selain itu, harus mengunakan safety, kemudian kecepatan harus diatur, sesuai antara mesin dengan kondisi kapal,” terang Menhub. Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam kata sambutanya menegaskan kembali pentingnya budaya keselamatan dalam beraktivitas. Apapun profesi dan aktivitas yang dilakukan harus mengedepankan keselamatan dan keamanan. Mengenai kondisi terminal Pelabuhan Boombaru yang terus mengalami penyempitan seiring dengan tingginya aktifitas di pelabuhan, Herman Deru menyampaikan harapannya kepada Kementerian Perhubungan agar dapat dilakukan perluasan. "Sudah agak sempit pelabuhan kito ini, ditengah kota. Kemudian, masalah transportasi pendukungnya seperti truk kontainer banyak yang sudah tua, sering kali mogok di jalan dan rem blong. Saya mohon perhatian juga kepada para asosiasinya," pinta Herman Deru. Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Palembang yang juga ketua pelaksana sosialisasi, Capt. Mugen S. Sartoto mengatakan, beberapa kejadian kecelakaan terjadi di perairan Sungai Musi yang mengakibatkan kerugian harta benda dan jiwa yang tidak sedikit. "Karena hal tersebutlah menjadi alasan dilaksanakannya sosialisasi ini. Dengan harapan para regulator, operator dan seluruh masyarakat pengguna jasa transportasi perairan dapat lebih sadar dan meningkatkan kewaspadaan bersama tentang budaya keselamatan dalam menekan angka kecelakaan diperairan," ungkapnya. Sartoto menambahakan, kegiatan ini dilaksanakan melalui kerjasama Dishub Provinsi Sumsel, Dishub Kota Palembang, Disnaker Kota Palembang, Dit Pol Air Polda Sumsel, Pangkalan TNI Angkatan Laut Palembang, Pelabuhan Boombaru, PT. Pelindo, PT. Pertamina, Basarnas Palembang dan sejumlah instansi terkait lainnya. "Ada ribuan peserta sosialisasi dari berbagai asosiasi transportasi perairan, pekerja pelabuhan dan komunitas becak. Semua hadir disini sepakat bahwa keselamatan adalah hal utama yang harus diperjuangkan demi terselenggarakan transportasi perairan dan transportasi pendukung dipelabuhan aman dan selamat, Zero Accident," terang Sartoto. MC Diskominfo Provinsi Sumsel / AD
Sumsel
Perempuan Berkebaya Dan Jumputan Sumsel Pecahkan Rekor MURI
Palembang, sumselprov.go.id – Antusias sebanyak 4.552 orang perempuan Sumsel berpakaian kebaya dan jumputan Sumsel riuh berkumpul ikut dalam kegiatan apel di pelataran Griya Agung Palembang, Rabu (10/04/2019) kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati hari Kartini dan memecahkan rekor Muri Kartini Milenial Award 2019 Perempuan Berkebaya dan Berkain Jumputan Terbanyak Disampng pemecahan rekor MURI, Kegiatan ini juga berpartisipasi dalam Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sumsel sesuai dengan visi dan misi Gubernur dan Wagub Sumsel dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan serta mensejahterakan masyarakat.. Acara ini sangat spektakuler dan berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan guna mendorong peningkatan ekonomi kerajinan tangan ibu-ibu di Sumsel demi mengurangi angka kemiskinan di Sumsel menuju Sumsel maju untuk semua Para peserta apel perempuan Berkebaya dan Berkain Jumputan Terbanyak yang tadinya ditargetkan hanya 1.000 perempuan ternyata membludak diluar dugaan ada sebanyak 4.552 peserta Disamping Para peserta diikuti dari organisasi wanita pemerintahan seluruh kabupaten/kota di Sumsel turut juga komunitas perempuan yang ada di seluruh Sumsel dan unsur organisasi wanita lainnya Penandatangan Rekor MURI dilakukan langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumatera Selatan Hj Febrita Lustia Herman Deru, Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel Hj L Weny Ramdiastuti dan notaris. Turut hadir dan menyaksikan langsung Penandatangan Menhub RI Budi Karya Sumadi, Gubernur Sumsel H Herman Deru, Wagub Sumsel H Mawardi Yahya, Sekda Sumsel H Nasrun Umar. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM/Tim
Sumsel
Tingkatkan Ekonomi Rakyat, Pegawai Pemprov Sumsel Ke Kantor Dan Pulang Tanpa Kendaraan Pribadi
Palembang, sumselprov.go.id - Gerakan satu hari dalam satu bulan menggunakan angkutan umum ini tidak hanya LRT, BRT tapi angkutan umum lainnya diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama bagi para pelaku usaha yang bergerak dalam bidang transportasi umum. Berdasarkan Surat Edaran Gubernur nomor 013/SE/DISHUB/2019 tentang gerakan satu hari dalam satu bulan menggunakan angkutan umum (LRT, BRT, dan angkutan kota) berangkat ke kantor pergi pulang di wilayah kota Palembang. Hari ini, Selasa (9/4/2019) yaitu Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan dan RS Ernaldi Bahar sesuai jadwal yang ada untuk gerakan satu hari dalam satu bulan menggunakan angkutan umum berjalan efektif sesuai dengan yang diharapkan. Dari pantauan di halaman kantor Gubernur Provinsi Sumsel yang biasanya ramai terparkir kendaraan, hari ini tak terlihat satupun kendaraan parkir. Artinya ASN dan honorer di lingkungan Pemprov Sumsel menjalankan edaran yang ada. Para tamu maupun masyarakat umum yang bertamu di Kantor Gubernur juga tak diizinkan kendarannya masuk. Karena pintu kiri dan kanan di tutup, sehingga kondisinya benar-benar steril. Salah satu pegawai bernama Dona Pegawai Pemprov Sumsel mengatakan, bahwa ia mendukung gerakan satu hari dalam satu bulan menggunakan angkutan umum. Terlebih ia memang sudah terbiasa menggunakan angkutan umum. "Dengan adanya gerakan satu hari dalam satu bulan menggunakan angkutan umum tentu saya dukung, karena ini juga bisa meminimalisir kemacetan," ucapnya Gubernur Sumsel melalui Kabag Humas Pemprov Sumsel, Iqbal Alisyahbana menyatakan gerakan sehari dalam satu bulan tanpa kendaraan umum dijalankan dan dipatuhi sesuai surat edaran dan jadwal yang telah ditentukan “Sejak 1 April 2019 program ini dilaksanakan sesuai dengan surat edaran isinya bertujuan dan menjelaskan menegakkan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mengatasi kemacetan, mengurangi polusi udara, mengoptimalkan subsidi bahan bakar dan menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kota Palembang. Serta memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana angkutan umum yang ada”, ujarnya. (dikutip dan foto dari Tribun Sumsel) MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Sukseskan Pemilu 2019, Kominfo Sumsel Ajak Mahasiswa Aktif Menangkal Hoax
Palembang sumselprov.go.id- Bentuk penyebaran berita hoax yang paling banyak diterima masyarakat adalah dalam bentuk tulisan, dengan melalui saluran berbagai media komunikasi cetak maupun online. Jenis penyebaran hoax yang sering diterima 91,80 persen adalah tentang sosial politik. Hal ini dijelaskan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel yang diwakili Kabid PKP Imansyah SE MM saat menjadi narasumber dalam acara sosialisasi dan deklarasi mahasiswa antihoax dengan tema “Peran Mahasiswa Milenial dalam Menangkal Hoax” di Fakultas Adab UIN Raden Fatah, Selasa, (9/4/2019). “Media sosial mempengaruhi pilihan pemilih muda dalam pemilu. Karena Saluran penyebaran berita hoax 92,40% berasal dari media sosial,” kata Imansyah. Hal ini karena pemilih muda cenderung memaksimalkan media sosial untuk mengunjungi halaman online partai atau tokoh politik pilihan mereka. Hoax bertujuan untuk menipu atau mengakali pembaca maupun pendengarnya dengan memberikan informasi agar dipercayai. Hoax dapat mengecoh perhatian dan mendoktrin para pembaca. Biasanya berita hoax cenderung terdapat di dunia maya terutama terdapat pada situs/ website dan media-media sosial yang mengatas namakan media-media pemberitaan. Oleh karena itu, Ia mengajak para mahasiswa untuk cerdas dalam mengenali hoax. Ada beberapa cara untuk mengenali hoax. Periksa alamat url atau website agar terverifikasi kredibelitasnya. Periksa halaman tentang situs website yang menampilkan informasi tersebut. Periksa adakah kalimat yang menyuruh pembaca untuk membagikan pesan tersebut. Kemudian cross check cari di google tema berita spesifik yang ingin di cek. Dan cek kebenaran gambarnya di google image. “Kita harus kritis menyikapi hoax karena hoax sangat mudah dipercaya. Hoax seringkali diartikan sebagai berita bohong yang sengaja disebar untuk dipercayai oleh orang banyak,” ungkapnya. Ada beberapa alasan penyebab hoax mudah dipercayai, yaitu karena keterbatasan informasi, tingkat popularitas informasi, ketertarikan, dan hoax yang berkaitan dengan hal yang dipercayai sehingga kebohongan tersebut akan lebih diterima. “Pemberitaan yang terus menerus dan mencolok dapat menyebabkan tertutupnya kebenaran,” ucapnya. Ia menginformasikan bahwa masyarakat dapat melakukan pengaduan berita hoax. Berita hoax berupa konten negatif di media sosial seperti berita bohong, pornografi, ujaran kebencian, perjudian, narkoba, penipuan, radikalisme atau terorisme dan malware. Masyarakat dapat melakukan pengaduan dengan cara screen capture atau url link dan kirim ke website aduankonten.id, pengiriman email di aduankonten@mail.kominfo.go.id atau pesan whatsapp 08119224545. Sementara itu, Ketua BEM UIN Raden Fatah Rudianto Widodo mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui bahaya berita hoax dan dampak negatif dan positif dari hoax. “Kita meyakini kebanyakan hal-hal negatif kebanyakan berasal dari hoax, sehingga kita perlu untuk cerdas dalam menanggulangi penyebaran hoax,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa untuk meningkatkan perannya dalam menangkal hoax dan mengimplementasikan materi dari FGD ini. Acara ini dihadiri kurang lebih 100 mahasiswa UIN Raden Fatah. Disampaikan dalam bentuk Forum Grup Diskusi (FGD) dengan Tema “Sosialisasi Anti Hoax Menjelang Pemilu 2019”. MC Diskominfo Prov Sumsel/PE
Sumsel
Wagub Sumsel Mawardi Yahya : Dana Desa Membuat Jarak Masyarakat dengan Kepala Desa
Palembang, Sumselprov.go.id – Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya membuka Rapat Kordinasi Program Inovasi Desa (PID) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019, bertempat di Hotel Swarna Dwipa (08/04/2019). Rapat koordinasi ini sesuai dengan Surat Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa Nomor: 360/PMD.04.01/11/2019 Tanggal 27 Februari 2019 mengenai Panduan Teknis Rakor Provinsi dan Rakor TIK Program Inovasi Desa. Kemudian sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Selatan Nomor 516/KPTS/DPMD/2019. Menurut Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya diadakannya Rakor PID dan P3MD ini dikarenakan belum tercapainya sasaran yang diinginkan. Pemerintah Republik Indonesia dalam mengurangi kemiskinan masyarakat yang ada di desa, mengingat triliunan uang digelontorkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia ke Seluruh Indonesia terkhusus Provinsi Sumatera Selatan. "Dana desa ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Tetapi di dalamnya ada tujuan yang belum tepat sasaran," ujar Mawardi. Lebih lanjut ia mengatakan, sejatinya tujuan pemerintah pusat memberikan bantuan dana desa Rp 1 miliar tiap desa untuk menyejahterakan masyarakat desa, sekaligus pemberdayaan ekonomi pedesaan. Namun faktanya justru selama ini dana desa ini tidak berdampak memberikan kesejahteraan masyarakat melainkan membuat jarak antara masyarakat dengan kepala desa. "Selama ini dana desa kebanyakan dipergunakan untuk pekerjaan fisik, seperti pembagunan jalan setapak." "Artinya apa yang diharapkan pemerintah pusat dengan menggelontorkan dana triliuan selama tiga tahun terakhir tidak tepat sasaran," katanya. Menurut Mawardi, dari tahun ke tahun dana desa belum memberikan pergerakan ekonomi di sektor ril di desa. Untuk itu dia berharap pendampingan dana desa bisa membantu meningkatkan ekonomi di setiap desa. Harapanya bantuan Dana Desa bisa benar-benar dimanfaatkan dan bisa memberikan dampak yang nyata untuk masyarakat Sumsel. "Harapanya bisa mencari inovasi-inovasi desa supaya bisa mengerakan ekonomi desa seperti melalui Bumdes dan lain-lain. Karena selama ini masih jauh dari harapan. Dalam juga program ini diharapkan bisa dikontorl oleh para pendamping," katanya. Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumsel, Yusnis mengatakan, dana desa diperuntukan untuk dua hal yaitu infrastruktur dan pemberdayaan.Tapi tidak dibatasi apa itu infrastruktur dan pemberdayaannya. "Untuk tenga pendamping desa tidak hanya khusus tentang dana desa tapi keseluruhan. Dan kita ada 1332 orang tenaga pendamping yang dididik secara berkala," ujarnya. Ia pun menambahkan, program pembangunan masyarakat ada program inovasi desa. Supaya masing-masing desa bisa berinovasi dan bisa mencontoh inovasi yang ada di desa-desa yang ada di Indonesia. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto HP
Sumsel
Pemecahan Rekor MURI Apel Perempuan Berkebaya dan Berkain Jumputan Terbanyak
Palembang, Sumselprov.go.id -- Pemecahan Rekor MURI Apel Perempuan Berkebaya dan Berkain Jumputan Terbanyak akan berlangsung besok. Sehari jelang pelaksanaan event spektakuler ini panitia akan menggelar gladi bersih di Griya Agung hari ini Selasa (9/4) pukul 15.00. Gladi bersih kali ini mengundang semua peserta apel yang mencapai lebih 4.000 orang. "Supaya pada hari H-nya nanti yaitu pada Rabu (10/4) apelnya lancar, kita perlu menggelar gladi yang melibatkan semua pesertanya," kata Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Febrita Lustia kepada Pemred Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti kemarin. Gladi bersih akan dipimpin Irup Ketua TP PKK Febrita Lustia, sementara Komandan Upacara Mayor Caj (K) Dina Gusdiniar dari Babinminvetcad Dam II/Swj. Masing-masing barisan milenial dalam apel ini akan dipimpin oleh tentara wanita dari Kowad, Kowal, dan WARA. Info lainnya untuk para ibu koordinator peserta apel yang selalu ceria, untuk memeriahkan acara Pemecahan Rekor MURI Apel Perempuan Berkebaya dan Berkain Jumputan Terbanyak, panitia juga akan memberikan penilaian dan memilih setiap instansi dan komunitas pada hari H. Dengan kriteria pada di antaranya 1. Barisan Paling Tertib panitia menyiapkan 10 bingkisan bagi yang beruntung, 2. Kostum Terkompak (10 bingkisan), 3. Gerakan Line Dance Terheboh (10 bingkisan), 4. Foto Terkece (10 bingkisan), 5. Instansi/Komunitas Terbanyak (10 bingkisan), 6. Instansi/komunitas paling awal hadir di Griya Agung (10 bingkisan), 7. Kostum tersederhana, serasi tidak memakai aksesori (10 bingkisan), dan 8. Doorprize dengan hadiah menarik. Khusus untuk Foto Terkece berikut ini kriterianya: 1. Peserta wajib follow akun instagram @tribunsumsel dan @sriwijayapost. 1. Upload foto terbaik dan terkece ke media sosial pribadi. 2. Mention ke akun instagram @tribunsumsel dan @sriwijayapost. 3. Sertakan hastag:#jumputanpalembang #apelperempuanberkebaya #rekorMURI #SripoTribun #TPPKKSumsel #kartinimilenialawards2019 Foto terkece yang dipilih kategori pilihan Sripo-Tribun dan kategori favorit (like terbanyak).(ray) MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Sumsber Tribunnews.com
Sumsel
Diresmikan Gubernur, USS Siap Bersaing di Level Internasional
Palembang, Sumselprov.go.id – Ditengah jadwalnya yang padat , Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyempatkan diri menghadiri sekaligus meresmikan Universitas Sumatera Selatan (USS), bertempat di Hotel Novotel Palembang, Senin (08/04/2019). Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan, dirinya bangga dengan Universitas ini karena memberikan sajian kepada masyarakat untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT). Apalagi Universitas ini menitik beratkan potensi daerah, yakni Pertanian dan Perikanan. Dijelaskan juga oleh Herman Deru agar semua Perguruan Tinggi baik negeri dan swasta, termasuk Universitas Sumatera Selatan (USS) sebagai salah satu Perguruan Tinggi baru agar berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan melalui lulusan yang telah diciptakan. Pasalnya, angka kemiskinan di Sumsel masih mencapai angka 13 persen yang ditargetkan untuk terus ditekan melalui pembangunan yang merata dan berkeadilan. “Apapun Fakultasnya, harus bisa berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan di Sumsel. Termasuk Universitas Sumsel, Fakultas Pertanian misalnya,” tegas Herman Deru. Lanjut Deru bahwa pihak Pemrov juga telah terus melakukan upaya dalam menekan angka kemiskinan dengan memanfaatkan beras produk masyarakat. “Misal beras bantuan untuk ASN itu langsung kita ambil dari petani,”terangnya. “Pesan saya seluruh pendidikan tanamkan Kepercayaan. Alhamdulillah di Sumatera Selain tidak ada jual beli ijazah”, pungkas Gubernur Sumsel. Ketua Yayasan Pendidikan Penelitian dan Pengembangan Sumatera Selatan Universitas Sumsel dr. Hj. Halipah Mahyudin SpTHT MM yang juga Ketua Pelaksanaan Kegitan Peresmian USS dalam laporannya menyampaikan secara singkat sejarah berdirinya USS. Universitas Sumatera Selatan berawal dari penggabungan Sekolah Tinggi Ilmu Managemen Amkop Palembang dan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Internasional Gurindam Archipelago di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dibawah Yayasan Pendidikan Penelitian dan Pengembangan Perkoperasian Sumatera Selatan yang telah disetujui oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dan Surat Keputusan Nomor 161/KPT/I/2019 Tanggal 04 Maret 2019 tentang Izin Penggabungan Sekolah Tinggi ilmu Pendidikan Amkop Di Kota Palembang. Lebih lanjut dia menerangkan USS memiliki 4 Fakultas Unggulan yakni Fakultas Ekonomi (FE) saat ini ada Program Studi (Prodi) Manajemen yang memiliki konsentrasi dibidang Manajemen Keuangan, Manajemen Pemerintahan, Manajemen Koperasi , Manajemen Pemasaran, dan Manajemen Perbankan. Sementara untuk Fakultas Pertanian (Faperta), lanjutnya, memiliki dua Prodi yaitu Agribisnis dan Perikanan. Pada Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) tersedia Prodi Teknik Informatika, sedangkan pada Fakultas Ilmu Komunikasi (Fasilkom) memiliki Prodi Ilmu Komunikasi. Disegi Fasilitas USS memiliki 3 gedung milik sendiri. Kampus A di Jalan Letnan Murod, Kampus B di Jalan Jenderal Sudirman Simpang Polda, dan Kampus C di Jalan Noerdin Panji Jakabaring, tuturnya. Sementara itu Rektor Universitas Sumatera Selatan Prof. dr. H. Mahyuddin NS, SP.OG (K) mengatakan, universitas kita ini lebih banyak dididik dilapangan dan kita sudah mempunyai beberapa laboratorium yang cukup untuk mahasiswa. “Untuk kurikulum kita sendiri 50 % teori dan 50 % praktek ehingga memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk mencapai ilmunya ”imbuhnya Mayuddin menuturkan “ Universitas kita berkomitmen menjadi Universitas yang unggul dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian, serta berjiwa Entrepreneurs pada tahun 2019 dan menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki nilai-nilai leluhur yang berlandaskan pada Pancasila .” tutupnya. Peresmian langsung dihadiri Gubernur Sumsel H Herman Deru, Dikti Wilayah II, Wakil Ketua DPRD Sumsel HM Yansuri, Rektor pertama USS Prof dr H Mahyuddin NS, SpOG(K), Ketua Yayasan YP4SS dr H Halipah Amin, SpTHT, MM, Pangdam II/Swj, Kapolda Sumsel, Rektor Unsri Prof Anis Sagap, Perwakilan Rektor UIN Raden Fatah, Rektor UKB, mewakili Rektor Universitas PGRI, sejumlah guru besar, Kepala Dinas Kominfo, Kadis Diknas, dan ratusan tamu undangan. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY-Tim
Sumsel
Gubernur Sumsel Ajak SDM Perguruan Tinggi Aktif Kembangkan Potensi Daerah
Palembang sumselprov.go.id- Sumber Daya Manusia (SDM) berintelektual dihasilkan dari perguruan tinggi untuk membantu pembangunan yang berkeadilan dan merata. Kita butuh SDM yang tercetak melalui berbagai lembaga pendidikan yang ada di Sumsel. Dengan berbagai peran, berfungsi untuk meningkatkan potensi masyarakat yang ada di Sumsel. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru saat meresmikan Universitas Sumatera Selatan di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Senin, (8/4/2019). Selain itu, Ia mengatakan Universitas Sumatera Selatan memiliki berbagai fakultas yang sesuai dengan potensi daerah yang ada di Sumsel, diantaranya yaitu perikanan, pertanian, dan komputer. “Kita butuh teknologi dalam mengelola sumber daya yang ada. Kita juga butuh SDM yang paham potensi daerah dan cara pengelolaannya berdasarkan ilmu yang didapatkannya” katanya. Para intelektual harus berkemampuan mengajak para pelaku peternak, petani sayur dan ikan untuk membentuk sebuah usaha yang bukan hanya sekedar penghasilan tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan yang mampu meningkatkan ekonomi daerah. Oleh karena itu, perlu diadakan MoU dengan Universitas Sumsel yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah maupun instansi pendidikan. Berdirinya perguruan tinggi ini harus segera didukung dengan MoU pertama Pemprov, Pemkab, Pemkot di daerah. “MoU diutamakan pada daerah dengan potensi pertanian dan perternakan. Saya berharap Mou ini dapat membangun citra pertanian dan perternakan,” ujarnya. Herman Deru berkata bahwa Sumsel membutuhkan para ilmuan dan melalui pendirian universitas ini, maka diharapkan akan membantu mengangkat citra Sumsel sebagai lumbung pangan. “Kita punya SDA dan SDM yang bisa dioptimalkan untuk memproduktifkan lahan yang tidak produktif dengan didukung Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah,” ucapnya. Selanjutnya, Ia berharap apapun jenis fakultasnya, semua harus bermuara pada penekanan angka kemiskinan. “Setiap profesi, apapun fakultasnya, dan semua kalangan harus berkontribusi dalam penurunan kemiskinan,” katanya. Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah 2, Irsan Aras, M.Kom berharap agar Universitas dapat berperan dalam pengembangan pendidikan yang berorientasi di dunia usaha maupun industri. “Mari kita wujudkan civitas Universitas Sumatera Selatan dapat berperan untuk memberi pelayanan pendidikan yang terbaik sesuai Tri Dharma Universitas,” ungkapnya. Ia juga menghimbau agar Universitas Sumsel dapat menjalankan program reformasi birokrasi dengan cara dan bentuk layanan yang sesuai peraturan yang ada. Dalam acara ini juga diinformasikan bahwa rektor Universitas Sumatera Selatan masa jabatan 2019/2023 yaitu Prof. Dr. H. Mahyuddin, NS, SP.OG. Acara ini dihadiri oleh Pangdam Kodam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M.Hum, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, para kepala OPD Pemprov Sumsel, para rektor, guru besar, pimpinan perusahaan BUMN, swasta, Kepala Sekolah SMA/SMK, Para camat di kota Palembang, dan Direktur Media cetak dan elektronik di Palembang. MC Diskominfo Prov Sumsel/ PE / Tim Foto: HumasPemprovSumsel
Sumsel
Hadiri Milad Ponpes Al-Jihadul Karim Herman Deru Lepas Kangen Kepada Masyarakat OKU Timur
OKU Timur, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri Milad Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Jihadul Karim di Halaman Ponpes Al-Jihadul Karim Putra Desa Sumber Mulyo Kecamatan Buay Madang Timur Kabupaten OKU Timur, Minggu (07/04/2019). Acara yang dipadati ribuan warga ini juga dihadiri oleh Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Bupati Oku Timur H.M Kholid Mawardi, Pengasuh Ponpes Al-Jihadul Karim Ustad KH. Much. Imam Hambali dan Duta Literasi Provinsi Sumatera Selatan Hj. Percha Leanpuri. Gubernur Sumsel Herman Deru mengucapkan selmat Milad untuk Ponpes Al-Jihadul Karim. Ia mengatakan kepada warga masyrakat OKU Timur jalan rusak yang selama ini dikeluhkan masyarakat segera mulai dibenahi dan ditargetkan selesai tahun ini. “Saya akan bantu Mas Kholid (Bupati OKU Timur) merealisasikan cita-citanya yang menginginkan jalan OKU Timur tidak ada yang berlobang, jalan poros yang menjadi tanggung jawab provinsi tahun ini diselesaikan,” katanya. Herman Deru menuturkan, Pengajian yang berlangsung tidak hanya mendapat ilmu, melainkan juga mendapat hiburan baginya, dikarenakan Milad Al-Jihadul Karim mampu mengobati rasa rindunya kepada masyarakat OKU Timur. MC Diskominfo Prov.Sumsel/HP