Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

149.262 Siswa SMP dan SMA se-Sumsel Tulis Surat Untuk Gubernur Sumsel
13 Apr 2019 Dilihat 177x

149.262 Siswa SMP dan SMA se-Sumsel Tulis Surat Untuk Gubernur

Palembang, sumselprov.go.id-  Rapat Pelaksanaan Lomba Penulisan Surat untuk Gubernur Sumsel melalui surat kabar dalam rangka memecahkan rekor MURI di Ruang Rapat Bina Praja Jumat, (12/4/2019). Rapat ini dipimpin oleh Asisten III Administrasi dan Umum Prof. Eduar Juliartha didampingi Plt Kadis Kominfo Sumsel Jon Kenedy SE MSi. Dan dihadiri oleh perwakilan seluruh OPD se-Pemprov Sumsel dan para panitia utama. Dalam arahannya, Eduar mengatakan bahwa lomba ini merupakan salah satu implementasi dari visi Sumsel maju Untuk Semua. Dengan cara lebih mendekatkan diri kepada masyarakat di lingkup Sumsel tanpa memandang usia. "Lomba ini akan memberikan effort untuk meningkatkan keberanian kepada anak sekolah untuk mengungkapkan cita-cita dan keinginan melalui koridor yang baik," katanya Ia mengatakan banyak media yang dapat dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi publik, salah satunya dengan cara seperti lomba ini yaitu menulis surat di koran. “Melalui acara ini maka akan mempermudah Pemprov untuk memahami apa yang menjadi keinginan hingga aspirasi dari masyarakat terutama para siswa,” ujarnya. Dijelaskannya bahwa suatu lomba akan berjalan baik apabila adanya partisipasi peserta dan dukungan dari setiap panitia baik secara moril maupun materil. “Implementasi dari kegiatan ini membutuhkan dukungan dari semua pihak,” ucapnya. Lomba ini telah berlangsung dari 1 Februari sampe 28 Februari 2019, dan saat ini sedang diadakan penilaian oleh dewan juri. Ia menyarankan kepada panitia agar menyiapkan pengumuman pemenang lomba bersamaan dengan perayaan hari pendidikan nasional yaitu 2 Mei 2019. Sementara itu, perwakilan panitia yaitu Sumeks Grup OKU Timur, Purwadi, mengungkapkan kegiatan diawali setelah audiensi bersama Gubernur Sumsel beberapa bulan silam. Kegiatan ini diikuti oleh siswa siswi yang berasal dari tingkat SMP dan SMA atau sederajat se-Sumsel. “Tadinya kita ingin melibatkan anak SD juga, namun karena beberapa pertimbangan maka siswa sd tidak diikutsertakan,” ujarnya. Total surat terkumpul dalam lomba ini yaitu 149.262 orang yang berasal dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel. Dan saat ini telah terkumpul 1.934 nominasi peserta terbaik. “Jumlah peserta terbesar berasal dari OKU Timur, Prabumulij, Lahat dan Muba,”  terangnya. Turut berpartisipasi 15 koran daerah dari kab kota se-Sumsel untuk mensukseskan acara ini. Hadiah dalam lomba ini yaitu untuk 10 siswa pengirim surat terbaik utama dari  SMP SMA atau sederajat akan mendapatkan hadiah studi banding wawasan kebangsaan dan beasiswa pendidikan dari Gubernur Sumsel. Untuk 20 siswa pengirim terbaik kedua akan mendapat tabungan pendidikan masing-masing Rp. 500 ribu. Untuk 10 siswa terbaik ketiga akan mendapat bingkisan menarik. MC Diskominfo Prov Sumsel/PE/TM

Baca Detail
Perwakilan BI Sumsel Gelar Diseminasi KEKR dan Diskusi Publik Sumsel
13 Apr 2019 Dilihat 475x

Perwakilan BI Sumsel Gelar Diseminasi KEKR dan Diskusi Publik

Palembang, Sumselprov.go.id -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel menggelar Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR), serta Diskusi Publik terkait usaha meningkatkan Penyerapan Karet Rakyat melalui Hilirisasi Industri Karet Domestik, Kamis (11/4) bertempat di Ballroom The Zuri Hotel Palembang. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Prov Sumsel, Yohanes H Toruan. Dalam sambutannya, Yohanes menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Perwakilan BI Sumsel dan jajarannya, karena tetap setia dalam tugas tanggung jawab mendiseminasikan kajian ekonomi dan keuangan regional (KEKR) Provinsi Sumsel. Beliau berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kebutuhan akan karet sehingga berdampak pada kesejahteraan Petani karet khususnya di Sumsel. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Yunita Resmi Sari mengatakan KEKR ini merupakan kajian rutin yang dilakukan setiap Triwulan. Dalam KEKR ini kami akan menyampaikan kondisi ekonomi terkini khususnya di wilayah Sumsel. Hal tersebut merupakan pelaksanaan salah satu Fungsi Kantor Perwakilan Sumsel sebagai Strategy Advisory Pemerintah daerah maupun Stakeholder lainnya. “Informasi yang tersaji dalam KEKR ini merupakan hasil Assessment yang didukung dari data dan Informasi yang didapat dari stakeholder daerah, Group Discussion, Survei Konsumen, Survei Pemantauan Harga, Sumber Property Residencial, serta hasil penelitian kunjungan rutin BI ke perusahaan-perusahaan, Instanti serta Asosiasi yang ada di Sumsel,” ujar Yunita. Ketua APBI Aziz Pane membahas tentang industri Ban di Indonesia dan dunia, menurutnya harga karet bergantung kebutuhan dan kondisi ekonomi dunia, semakin baik perekonomian dunia, kebutuhan dan permintaan Ban semakin besar, sehingga akan mendongkrak harga karet. Aziz juga mengungkapkan kualitas standar produksi Ban Indonesia sudah sangat baik dan diakui Dunia. Edy Sutopo dalam Paparannya menjelaskan tentang pengembangan Aspal Karet. Menurutnya sudah ada surat edaran Menteri ditambah Instruksi Presiden RI yangmewajibkan Daerah-daerah di Indonesia untuk menggunakan Aspal Karet. Produksi karet Indonesia di tahun 2018 sebesar 3,6 juta Ton, dengan perkiraan konsumsi dalam negeri 17 persen (633.785 Ton). Kebutuhan Aspal dalam negeri sebesar 1,6 juta ton, Diharapkan dengan pengembangan Aspal Karet akan meningkatkan kebutuhan Karet sehingga turut membantu meningkatkan harga karet di Indonesia. Sementara itu Kadis Perindustrian Sumsel Ernila mengatakan Presiden sudah menginstruksikan Menteri Perindustrian untuk membangun Pabrik-pabrik Ban. Beliau mengatakan Sumsel memiliki potensi yang sangat bagus untuk dibangun Pabrik Ban mengingat jumlah ketersediaan bahan baku yang sangat besar yang mencapai 1,2 juta ton.Gubernur Sumsel saat ini tengah gencar untuk menarik investor-investor agar mau membangun Pabrik Ban di Sumsel, semua ini dilakukan demi memotivasi petani karet untuk meningkatkan jumlah Produksi karetnya. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Yunita Resmi Sari, Ketua ISEI Cabang Palembang Prof.Dr. Taufiq Marwa, S.E., M. Si, Ketua APBI  Aziz Pane, Direktur Industri Hasil Hutan Dan Perkebunan Dirjen Industri Agro  Edy Sutopo, Kadis Perindustrian Sumsel  Ernila Rizal. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ CleY

Baca Detail
Tingkatkan Harga Karet, Para Ahli Kaji Nilai Tambah Karet Di Sumsel Sumsel
13 Apr 2019 Dilihat 178x

Tingkatkan Harga Karet, Para Ahli Kaji Nilai Tambah Karet Di Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id – Kontribusi komoditi karet pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Sumatera Selatan sangatlah berpengaruh karena mampu menyerap tenaga kerja, berkontribusi terhadap ekspor dan berkorelasi terhadap program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Maka untuk itu, perlu ada kajian bagaimana caranya untuk menambah nilai tambah terhadap komoditi karet. Menurut saya, salah satu upaya yakni mendirikan industry hilir sehingga timbul permintaan terhadap karet rakyat dan mendongkrak harga karet. Kajian maupun Wacana tersebut diutarakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Yunita Resmi Sari pada acara dalam kegiatan Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Sumatera Selatan yang bertemakan meningkatkan penyerapan karet rakyat melalui hilirisasi industri karet domestik di Hotel The Zuri Palembang, Kamis (11/4). “Kita tidak boleh fokus pada satu alternative saja karena banyak potensi hilir yang dapat dibangun tapi kita harus tentukan mana yang cocok,” katanya. Menurut Yunita Resmi Sari menjelaskan bahwa  pada intinya mendirikan industry hilirisasi dalam rangka meningkatkan penyerapan karet rakyat unrtuk meningkatkan harga karet belum kita hitung. Artinya bagaimana potensi kenaikan harga karet jika menghadirkan industry ban tapi nantinya kita lihat semuanya tergantung pada industry hilirisasi itu sendiri. “ Jelasnya, semakin banyak karet terserap maka harga pun dapat meningkat otomotis pendapatan petani karet meningkat,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, menurut Ketua Umum Dewan Karet Indonesia, A Aziz Pane mengungkapkan Wacana mengadakan produksi ban maupun membuat industry ban di Sumatera Selatan tidaklah efektif dan optimal Untuk merealisasikan atau mengahdirkan investasi di bidang industry ban sangat tidak efektit atau biaya produksinya sangat tinggi akan mmengakinbatakan harga ban barupun mahal  “ Tapi ada wawacana industry ban vulkanisir (yang notabene merupakan ban bekas yang mengalami pelapisan kembali/red)””, ujar Aziz A Aziz Pane menjelaskan, selama ini Indonesia hanya dijadikan pasar oleh dunia. Bahkan, sarung tangan, latex nya pun masih impor. Karena itu, pengembangan industri ban bisa dilakukan. Di Palembang sendiri pabrik ban milik negara pernah ada hingga tahun 1989 dijual, sekarang yang masih eksis yakni di Medan dan Jawa Barat bahkan hingga ke luar negeri. Tambah A Aziz Pane, bahan karet untuk aspal jalan perlu standar kualitas dibuat harus disesuaikan dengan jalan yang ada. Tapi lebih menjanjikan dan sangat berpeluang hilirirasi karet adalah yakni ban Vulkanisir “Industri Ban vulkanisir ini sangat berpeluang. Artinya ban bekas ini bisa dua kali hingga tiga kali didaur ulang dengan memperbaiki telapaknya" , ujarnya  Ia mengutarakan, memang negara pemakai ban bekas banyak protes disebabkan efek ban bekas tidak bisa dihancurkan dan bisa merusak struktutur tanah akibat ban bekas yang ditanam contoh di Kalimantan dan menimbulkan polemik pada pabrik ban di dunia saat ini sedang terancam. “Terlebih lagi investasi untuk membangun pabrik ban ini sangat besar,” ujarnya. Lebih jelasnya, ada Keluntungan maupun kelebihan utama ban vulkanisir, yakni relative murah dibandingkan harga ban yang baru. Apalagi, jumlah truk pengangkut karet yakni berskisar 400 unit yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Sumsel. belum lagi truk pengangkut batubara, pengangkut pupuk dan lain sebagainya sehingga potensi ini sangat besar untuk industry ban vulkanisir. “Jika Asosiasi unit pengolahan dan pemasaran bahan olah karet (UPPB) kabupaten bisa dijadikan IKM ban vulkanisir, maka setiap sentra karet bisa melayani truk untuk menyediakan ban vulkanisir ini. Tentunya, penyerapan karet rakyat pun akan bertambah untuk industry hilir,” tutupnya. Acara ini diadakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan dan dibuka oleh Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan Yohanes Lbn. Toruan MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
NPL BPR 64 Persen Harus Turun Jadi Nol Persen Sumsel
12 Apr 2019 Dilihat 190x

NPL BPR 64 Persen Harus Turun Jadi Nol Persen

Palembang, Sumselprov.go.id -- Kredit macet alias Non Performing Loan (NPL) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel mencapai 64 persen, Hal ini mendapat catatan khusus dari Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BPR Sumsel di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (11/4) pagi. "Pekerjaan Rumah (PR) nya itu bagaimana NPL BPR Sumsel ini diturunkan menjadi nol persen," tegas Mawardi, diberitakan RMOLNetwork. Lebih jauh dikatakan Mawardi sebelumnya NPL di bank pelat merah ini mencapai 64 persen. Angka tersebut perlahan terus turun berkat kerjasama semua direksi dan staf. "Kita berterima kasih juga atas penurunan ini dan berharap kinerja BPR Sumsel terus menunjukkan tren positif," jelasnya. Tak hanya soal kredit macet, dalam kegiatan transaksi harian Mawardi juga berharap BPR Sumsel dapat berjalan sebagaimana mestinga sesuai tujua  y membantu masyarakat dalam kegiatan ekonomi. "Kita minta BPR Sumsel fokus saja membantu kegiatan ekonomi masyarakat terutama UMKM sehingga bank ini makin sehat dan membanggakan," tambahnya. Kemudian yang tak kalah penting dalam RUPS ini lanjut Mawardi ada beberapa permintaan juga dari direksi soal penunjukan  calon komisaris kepada  Pemprov sebagai pemegang saham terbesar. Untuk kemudian digunakan sebagai persyaratan ke OJK agar paling lambat komisaris yang ditunjuk dapat ditentukan sebelum September. "PR besarnya paling tidak tugas direksi ini bagaimana mereka menurunkan NPL BPRS ini hingga nol persen. Atau untuk sementara sampai 15 persen itu sudah lumayan," tegasnya. Sementara itu Direktur Utama BPR Sumsel, Marzuki mengatakan sejak tahun 2018 pihaknya sudah bekerja keras menurunkan setengah dari kredit macet yang dimaksud. Adapun targetnya tahun ini angka tersebut dapat ditekan setengah lagi sehingga secepatnya BPR Sumsel dapat memberikan keuntungan bagi daerah. "Ahamdulillah di tahun 2018 kita sudah selesaikan kurang lebih setengah dari kredit macet yang ada dan target kami tahun ini untuk selesaikan setengahnga lagi," jelasnya. Adapun total aset saat ini sebesar Rp194 miliar. Terdiri dari Rp87 miliar DPK dan Pencairan kredit mencapai Rp42 miliar dengan jumlah nasabah kurang lebih sekitar 250 nasabah. "Insya Allah kita optimis karena kredit macet yang cukup berat itu setengahnya sudah kita selesaikan tahun lalu," tambahnya Selanjutnya kata Marzuki adalah soal komisaris. saat ini diakuinya BPRS masih kekurangan dua komisaris  yakni komisaris utama dan independen. Sesuai hasil RUPS ia mengatakan dua kekosongan tersebut secepatnya akan diisi karena telah dilaporkan ke Pemprov "Secepatnya kata pak Wagub ini akan dipenuhi oleh pemegang saham. calonnya belum disebutkan  dari pemprov tapi kandidatnya sudah ada," tutupnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/Foto HP

Baca Detail
HD Minta FKPI Lahat Prioritaskan Peralatan Dasar Posyandu Sumsel
12 Apr 2019 Dilihat 309x

HD Minta FKPI Lahat Prioritaskan Peralatan Dasar Posyandu

  *Pelantikan dan pengukuhan Forum Kader Posyandu Indonesia (FKPI) Kabupaten Lahat   Sumselprov.go.id-Lahat - Setelah pelantikan dan pengukuhan Forum Kader Posyandu Indonesia (FKPI) Sumsel beberapa waktu lalu, Gubernur Sumsel juga menghadiri pelantikan dan pengukuhan FKPI Lahat.    Sebanyak 33 orang dilantik dan dikukuhkan sebagai Dewan Pengurus Cabang ( DPC) FKPI Lahat, di gedung kesenian Lahat pada Kamis (11/04) pagi, oleh Ketua Umum FKPI Sumsel Baharudin disaksikan Gubernur Herman Deru dan Bupati Lahat Cik Ujang.   Usai pelantikan DPC FKPI Lahat, Gubernur Herman Deru dalam sambutannya di hadapan para kader Posyandu Lahat yang notabene adalah kaum perempuan dan juga kaum Ibu mengungkapkan dirinya melihat pancaran Kartini Milenial di wajah para kader Posyandu. Terlebih lagi sehari sebelumnya Sumsel baru saja berhasil menorehkan rekor Muri 4522 orang berkebaya dan kain jumputan.   Lebih lanjut, lelaki 51 tahun kelahiran Belitang, Oku Timur itu berpesan dan meminta kepada Bupati Lahat Cik Ujang untuk mengutamakan dan menyediakan keperluan peralatan dasar bagi Posyandu.   "Kepada pak Bupati, saya harapkan untuk menganggarkan keperluan bagi Posyandu. Terutama peralatan dasar Posyandu. Ada tiga peralatan dasar yang harus dimiliki Posyandu. Pertama, tolong sediakan alat timbangan balita, kedua alat tensi darah, dan ketiga kursi roda bagi kaum disabiltas dan kaum jompo", jelasnya.   Menurut Bupati termuda pada masanya itu, dirinya kerap kali melihat dan merasa miris dengan minimnya peralatan yang ada di hampir semua Posyandu. Padahal ketiga peralatan tersebut merupakan sangat diperlukan di Posyandu.   Sebagai Gubernur, Herman Deru mengaku dirinya tidak hanya cukup bangga saja, namun juga telah memberikan bantuan bagi Posyandu Sumsel sebesar Rp 5 juta per desa di 3500 desa di Sumsel. Selain itu, Herman Deru  berharap kepada seluruh kader Posyandu untuk bekerja seikhlasnya dan dapat memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.   "Kader Posyandu agar dapat memberikan sentuhan dalam pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya sentuhan medis saja, tetapi berikan juga sentuhan rohani. Jadikan pekerjaan ini sebagai pekerjaan yang mengandung nilai ibadah, karena mengurus bayi dan ibu hamil dan lansia", imbuhnya.   Selain itu, nantinya jika kepengurusan FKPI di seluruh kabupaten/kota di Sumsel telah terbentuk, Gubernur Herman Deru mendorong agar Duta Literasi Sumsel Percha Leanpuri juga dapat menjadi Duta Posyandu.   Ketua Umum FKPI Baharudin menjelaskan tujuan dibentuknya kader Posyandu selain untuk mencari ridho Allah SWT, juga untuk membantu masyarakat prasejahtera.   "Ada 33 orang kader Posyandu yang dilantik hari ini. Sementara di Lahat terdapat 449 Posyandu, dengan jumlah kader 2244 orang, dan ada peserta kader sebanyak 65.416 orang", beber Baharudin.   Di lain pihak, Bupati Lahat Cik Ujang menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Herman Deru yang telah sering melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lahat.   "Saya merasa bangga dan senang atas kunjungan dan kehadiran Gubernur Sumsel Herman Deru di Kabupaten Lahat. Meskipun baru beberapa bulan dilantik sebagai Gubernur Sumsel, beliau beserta istri kerap berkunjung ke sini", kata Cik Ujang.   Turut hadir dalam pelantikan dan pengukuhan DPC FKPI Lahat Ketua DPW  Sumsel Sukardi, Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia, dan Duta Literasi Sumsel Percha Leanpuri.   MC Diskominfo Prov. Sumsel/HP/FS

Baca Detail
Wagub Mawardi : Sabut dan Batang Kelapa Jangan Sampai Mubazir Sumsel
12 Apr 2019 Dilihat 183x

Wagub Mawardi : Sabut dan Batang Kelapa Jangan Sampai Mubazir

  Palembang Sumselprov.go.id- Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya secara resmi membuka pelatihan pemanfaatan dan pengelolaan Sabut Kelapa bagi masyarakat di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin di Asrama Haji Gedung Mekkah Palembang, Kamis (11/4).    Dia menilai Sabuk Kelapa ini merupakan Sumber Daya Alam (SDA) sebagian kecil yang ada di Sumsel. Karena masih banyak lagi SDA yang di Sumsel dapat dimanfaatkan menjadi nilai ekonomi dalam membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumsel.   Dia berharap tidak hanya sabuk kelapa saja yang dimanfaatkan oleh masyarakat Banyuasin II, akan tetapi kelapa-kelapa yang tidak lagi produktif bahkan batang kelapa yang sudah tua dapat dimanfaatkan sehingga itu bermanfaat.    "Hari ini merupakan pelatihan pemanfaatan sabuk kelapa. Saya harap kelapa-kelapa yang tidak produktif lagi dimanfaatkan begitu juga dengan batang kelapa yang sudah tua dapat dimanfaatkan biar tidak mubazir,"tuturnya.    Lanjutnya, Pemerintah sedang mengarah kebijakan untuk membangun kembali ekonomi masyarakat yang ada di kalangan menengah ke bawah. Bagaimanapun, sambung Mawardi masyarakat yang di Sumsel dibawah kepemimpinan HD-MY lima tahun kedepan, Ekonomi masyarakat paling tidak memenuhi kebutuhan rumah tangganya.    Terlebih lagi Kabupaten Banyuasin yang perbatasan dekat dengan Provinsi, tidak ada alasan Pemprov Sumsel tidak membantu Banyuasin dalam meningkatnya perekonomian di Banyuasin. "Mudah-mudahan ini terus dilakukan bukan hanya di bidang pemanfaatan sabuk kelapa saja melainkan di bidang lainnya,"tutup Mawardi   Sementara itu, Laporan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumsel Musiawati mengatakan kegiatan berlangsung berlangsung dari tanggal 11- 13 April 2019.    Dikatakannya kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolahan sabuk kelapa yang menjadi barang mempunyai nilai ekonomis. Selain itu juga untuk memberikan peluang usaha berbabis potensi daerah bagi meningkatkan pendapatan dan menyerap tenaga kerja sekaligus mengurangi angka kemiskinan sesuai dengan Gubernur - Wagub, Sumsel Maju Semua.   Melihat banyaknya sabut kelapa yang ada di Kabupaten Banyuasin yang belum termanfaatkan, maka Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan mengadakan Pelatihan Pemanfaatan dan Pengolahan Sabut Kelapa di Asrama Haji Palembang.   Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Musiawati mengatakan, bahwa batok kelapa dan sabut kelapa yang ada di daerah Banyuasin banyak menumpuk. Padahal itu bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal mulai dari kerajian, keset, sapu dan lain-lain.   Untuk itulah diadakan pelatihan ini tentang pengolahan dan pemanfaatan sabut kelapa untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam pengelolaan sabut kelapa yang tidak terpakai.    "Harapanya para pelaku UKM dapat mengolah dan memanfaatkan sabut kelapa menjadi sesuatu karya yang menghasilakan uang," ujarnya saat di Asrama Haji Palembang, Kamis (11/4).   Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa peserta Pelatihan Pemanfaatan dan Pengolahan Sabut Kelapa yang diadakan di Asrama Haji Palembang ini diikuti 40 warga Banyuasin. Kegiatanya diadakan mulai tanggal 11-13 April dan melatihnya dari UKM Jaya Abadi Kebumem Jawa Tengah.   MC Diskominfo Prov. Sumsel/HP/FS

Baca Detail
KPID akan Optimalkan Pengawasan Konten Siaran di Sumsel Sumsel
12 Apr 2019 Dilihat 186x

KPID akan Optimalkan Pengawasan Konten Siaran di Sumsel

Palembang sumselprov.go.id- Acara Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Anggota Antar waktu Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel Periode 2018-2021 berlangsung di Graha Bina Praja, Kamis, (11/4/2019). Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumsel yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Pemprov Sumsel Prof Eduar Juliartha mengatakan pelantikan antar waktu dilakukan untuk menjaga organisasi tetap berjalan pada jalurnya. KPID bertugas untuk memproses perizinan dan mengawasi isi penyiaran. Tugas dan kewajiban dapat terlaksana dengan baik apabila setiap kerja dapat dilaksanakan dengan tanggung jawab. “Setiap organisasi pasti membutuhkan personil dengan dedikasi dan komitmen yang satu visi dengan organisasi,” kata Eduar. Oleh karena itu, melalui pelantikan ini diharapkan akan mampu membawa perubahan yang signifikan terhadap kinerja KPID. Ia mengungkapkan adaptasi adalah salah satu hal yang harus dilakukan oleh setiap anggota baru dalam suatu organisasi. Namun hal ini harus dilakukan dengan sangat cepat dalam metode apapun, agar pelaksanaan tugas keanggotaan dapat dilakukan dengan baik. “Pemprov Sumsel sangat mengharapkan KPID agar dapat terus meningkatkan kiprahnya dalam memajukan Sumsel," ujarnya. Dalam kesempatan itu, Ia mengarahkan KPID Sumsel untuk terus melakukan pembinaan demi mewujudkan siaran yang mendidik dan baik. “Yang paling penting dengan adanya KPID, akan ada pembinaan terhadap insan media agar dapat memperkenalkan Sumsel secara nasional bahkan dunia,” ucapnya. Sementara itu, KPI Pusat yang diwakili koordinator wilayah Sumatera Mayong Suryo Laksono mengungkapkan KPID bertugas untuk mengawasi dan mengatur setiap muatan konten yang disiarkan. “KPID akan menjaga dan menindaklanjuti setiap masalah penyiaran yang memberikan pengaruh tidak baik ke masyarakat,” ungkapnya. Keberadaan KPID berfungsi untuk merekomendasikan izin perpanjangan tv, radio dan juga terhadap konten-konten yang tersebar di masyarakat. “Mari kita bersama menjaga moralitas bangsa dan menjaga semuanya dari pengaruh buruk siaran,” ajaknya. Dilantik dalam kegiatan ini Herfiriyadi S.Sos., Ma sebagai anggota bidang pengelolaan struktur dan sistem penyiaran. Dengan penandatanganan berita acara dan pengambilan sumpah jabatan. Turut hadir Plt Kadis Kominfo Sumsel Jon Kenedy SE MSi beserta seluruh pejabat esselon III dan IV Kominfo Sumsel, para komisioner KPID serta beberapa stasiun tv swasta yang ada di Sumsel. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE

Baca Detail
Hadiri Wisuda Ponpes An-Nur, Herman Deru Ajak Santri Gemar Mengaji Sumsel
12 Apr 2019 Dilihat 188x

Hadiri Wisuda Ponpes An-Nur, Herman Deru Ajak Santri Gemar Mengaji

OKI Sumselprov.go.id- Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri Hafflah Akhirussanah dalam rangka peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Santri MA ke XV dan Wisuda Al-Quran Juz 30 ke 3 di Pondok Pesantren An-Nur Tebing Suluh Lempuing OKI Sumsel, Rabu (10/4).  Gubernur Sumsel Herman Deru mengucapkan selamat atas wisudanya para santri -santri ini. Dia mengucapkan terima kasih bagi kalangan orang tua yang telah menitipkan putra dan putrinya di Ponpes untuk menimba ilmu agama serta memahami isi kandungan Al Quran.   Sebagai Gubernur dirinya juga mempunyai peran yang sangat penting kepada Ponpes yang ada di Sumsel. "Bahwa pondok pesantren khususnya di Sumsel, saya mempunyai peran yang sangat penting dalam membangun akhlak dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada para anak anak didik ini . Maka saya sebagai gubernur selalu memberikan perhatian khusus dalam hal ini,"ucapnya.   Selain memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan Ponpes, dirinya juga mendukung dan sangat konsen dalam peningkatan kegiatan mengaji terutama di kalangan anak-anak.   "Semangat ini jangan pernah pudar tentu Pemerintah Provinsi Sumsel mendukung penuh dan sangat kosentrasi karena begitu pentingnya mengaji."ungkapnya.   Ditambahkan, Wakil Bupati OKI Ja'par Shodiq mengatakan, mudahan-mudahan pada hari ini apa ilmu yang sudah diberikan bisa menjalankan dan bermanfaat khususnya ilmu untuk kehidupan sehari-hari.   Sementara, Pengasuh Ponpes An-Nur K.H Syamsudin Nur mengatakan bahwa selain peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini juga diisi dengan Wisuda Al-Quran Juz 30 sebanyak 20 orang dan Santri MA ke XV sebanyak 44 orang.   MC Diskominfo Prov. Sumsel/HP/FS

Baca Detail
Hasil Inisiasi Gubernur, Rusun 24 Ilir Mulai Kinclong Sumsel
12 Apr 2019 Dilihat 157x

Hasil Inisiasi Gubernur, Rusun 24 Ilir Mulai Kinclong

Palembang Sumselprov.go.id- Menindaklanjuti inisasi Gubernur Sumsel Herman Deru, Rabu (10/4) siang Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Nasrun Umar memantau langsung proses pengecatan fasad bangunan rumah susun (Rusun) 24 Ilir di Jalan Brigjen HM.Dhani Efendi (Radial).   Dikatakan Nasrun Umar, keberadaan rusun di tengah kota dengan kondisi cat yang sudah tidak layak menjadi perhatian tersendiri bagi Gubernur Sumsel Herman Deru. Karena itu atas inisiasinya pula pengecatan rusun ini dilakukan agar bangunan rusun lebih terlihat rapi dan indah.   " Saya ditugaskan Gubernur untuk menyelesaikan pengecatan fasad Rusun dan inu atas inisasi beliau untuk membuat kota ini jadi lebih indah. Memang kalau tidak dicat Rusun ini kumuh sekali contohnya di seberang sana. Mungkin ide beliau ini karena Ia melihat di beberapa tempat yang dikunjunginya," jelas Nasrun.   Meski bertahap Ia meyakini pengecatan ini akan menghasilkan pemandangan yang menarik di sekitar lokasi. Buktinya baru satu fasad di Blok 54 yang dicat, Rusun mulai kelihatan kinclong dan rapi.   Dikatakan Sekda, pengecatan ini dilaksanakan oleh PU. Perkim yang juga berkoordinasi dengan Balai Perkim. Dalam proses pengecatan diakuinya tim pekerja cukup menemui kesulitan dalam pemasangan stigger sehingga pengecatan agak lambat.   "Memang ini jadi dinamika sendiri tapi ini harus dilaksanakan sebaik-baiknya oleh teman-teman dari PU Perkim. Harapan kita kedepan dengan adanya ide seperti ini akan menular ke kondisi-kondisi gedung yang lain. Kalau kita lihat memang bangunan ini perlu sentuhan dan inisiasi kepala daerah," tambahnya.   Sementara itu Kepala Dinas PU Perkim Sumswl Basyaruddin Akhmad mengatakan untuk pengecatan ini  pihaknya menggunakan anggaran dari bantuan CSR perusahaan. Karena itu pengecatan dilakukan bertahap.   "Anggaran kami coba melalui CSR tapi tahu sendiri CSR itukan berproses tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi kami coba satu tahap satu blok diharapkan. Kami harapkan ini jadi motivasi temen-temen baik BUMN atau swasta untuk memberi bantuan. Sehingga kedepan rusun ini jadi good looking," jelasnya.   Ditanya soal target penyelesaian Basyar mengaku tak bisa memberikan patokan. Namun semakin banyak CSR yang ikut ambil bagian pengerjaan akan lebih cepat selesai mengingat dana yang dibutuhkan untuk mengecat 1 fasad blok sekitar Rp107 juta.   " Ini kita follow up terus mudah-mudahan cepat selesai. Semua akan kita selesaikan bertahap di seputaran Radial sampai yang di ujung. Kita juga surati perusahaan untuk bantu kegiatan ini. Untuk yang pertama inikan stimulan," pungkasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/HP/FS    

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.