Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Gubernur Sumsel Gelar Video Conference Serentak Dengan 9 Wilayah
Palembang, Sumselprov.go.id -- Usai melakukan Video Conference Pemantauan Pelaksanaan Pemilu 2019 bersama Dirjen Kemendagri, Gubernur Sumsel Herman Deru beserta Kapolda Sumsel dan Pangdam II Sriwijaya langsung melakukan video conference serupa secara serentak dengan 9 kabupaten/kota se Sumsel di Sumsel Command Centre, Kamis (18/4) sore. Gubernur mengapresiasi kesuksesan pelaksanaan pesta demokrasi di Sumsel yang dinilainya di atas ekspektasi. Secara umum saya sampaikan pada Bupati dan Walikota bahwa penyelenggaraan Pemilu 2019 di Sumsel berjalan baik, bahkan tingkat partisipasi memilih masyarakat di atas ekspektasi berkisar di angka 80%. Sebagai Gubernur saya sangat mengapresiasi kerja para petugas di lapangan baik KPU, Bawaslu serta semua unsur Forkompinda di provinsi dan kabupaten/kota ini" jelasnya. Kepada perwakilan daerah yang melakukan video conference, mantan Bupati OKU Timur itu juga berpesan agar tetap memantau jalannya kertas suara dari PPS ke PPK. Jika ditemukan kendala dia meminta secepatnya di koordinasikan termasuk jika ada kendala oemadaman listrik saat dilakukan penghitungan suara. Pada kesempatan itu ia juga tak lupa berpesan kepada masyarakat Sumsel untuk tenang dan tidak melakukan aksi yang sifatnya euforia. Hal ini tak lain untuk menjaga stabilitas keamanan Sumsel yang sudah zero konflik saat ini. Video conference diawali Gubernur Sumsel pada Kabupaten Musirawas, kemudian Kabupaten OKU, Muaraenim, OI, Lubuk Linggau kemudian berlanjut ke Kabupaten OKU Timur, OKU Selatan, Pagaralam dan Kota Palembang. Dari hasil video conference diketahui tak ada kendala berarti dan sifatnya krusial yang terjadi selama proses pelaksanaan Pemilu. Selain kejadian di Musirawas soal adanya penusukan petugas KPPS oleh anggota Linmas, Gubernur juga mendapat laporan klarifikasi soal TPS "hilang" di Palembang yang sempat viral. Sebelumnya Gubernur Sumsel Herman Deru juga melakukan Video Conference dalam Rangka Pemantauan Pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2019 bersama sejumlah Dirjen di Kemendagri di Ruang Rapat Bina Praja. Video conference ini digelar Kemendagri untuk mengkoordinasikan kondisi pemungutan suara, partisipasi masyarakat, trantibum pada pelaksanaan Pemilu serentak 2019 di 34 Provinsi di Indonesia. Dalam laporannya Gubernur yang didampingi Unsur Forkompimda, OPD terkait dan instansi terkait menjelaskan bahwa secara umum kondisi Sumsel kondusif selama Pilpres dan Pileg yang digelar 17 April. Kejadian yang menonjol juga tercatat nihil. Selain tingkat partisipasi yang tinggi ia juga melaporkan bahwa kecerdasan masyarakat menyalurkan aspirasi sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan minimnya jumlah kesalahan yang dilakukan pada pencoblosan di kertas suara yang dibagikan. "Tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi menyampaikan aspirasinya. Ada juga di Kabupaten Banyuasin keterlambatan logistik untuk surat suara Pileg Kabupaten. Sekarang kita masih tunggu dropping surat suara itu dan masyarakat juga sangat menantikan ini," jelasnya. Unsur tim pusat yang ikut dalam video conference itu di antaranya Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah, Direktur Organisasi masyarakat. Sementara itu Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Eduard Sigalingging dalam video conferencenya, menyampaikan pihaknya dalam hal ini Kemendagri sangat mengapresiasi ataa partisipasi maayarakat Sumsel menyalurkan suara politiknya mencapai di atas 80%. "Kami sangat mengapresiasi terselenggara Pemilu dan berterima kasih atas peran Polri dan TNI serta Satpol PP, Linmas yang telah menjaga keamanan khususnya di TPS dalam suasana yang terlindungi sehingga masyarakat bisa ke TPS dalam keadaan baik," jelasnya. Terkait masalah pemilihan susulan, Dirjen mengatakan diupayakan bisa dilakukan pada pada tanggal 27 April. Untuk itu dia meminta kepada pelaksanaan segera mengajukan kebutuhan surat suara untuk surat suara susukan secepatnya ke KPU RI. " Soal pemilihan susulan 27 April bisa kita laksanakan. Kebutuhan secepatnya diajukan ke KPU RI biar dsta rekap diterima dengan baik dan bisa dilakukan sesuai UU," jelasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/Foto HP
Sumsel
Gubernur Sumsel Pantau Kondusifitas Pemilu di Kab Kota melalui VidCon
Palembang sumselprov.go.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar video conference (Vidcon) yang diikuti oleh 9 kabupaten kota Sumsel di Ruang Rapat Command Center Provinsi Sumsel Kamis (18/4/2019). Kegiatan ini dipimpin oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan bertujuan untuk mengetahui dan mengontrol tentang kondisi pelaksanaan Pemilu Tahun 2019 di seluruh wilayah Sumsel. Dalam arahannya, Herman Deru mengungkapkan apresiasinya atas partisipasi masyarakat yang sangat baik diiringi dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kota, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Polda, Pangdam serta semua pihak yang bertugas. Ia mengatakan penyelenggaraan Pemilu di Sumsel secara umum berjalan baik dengan tingkat partisipasi masyarakat yang juga sangat baik. "Para Bupati, Walikota, dan Forkopimda seluruh daerah harus tetap mengawal pemilu hingga pengembalian suara dari TPS hingga Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) agar tidak ada hambatan," jelasnya. Ia menghimbau agar pemkot pemkab dapat terus berkoordinasi dengan pihak PLN mengenai pemadaman dan jikapun ada pemadaman pihak pemkab pemkot diharapkan dapat menyediakan genset. “Saya berharap agar para walikota dan bupati tidak segan datang ke lapangan untuk menyelesaikan kejadian-kejadian yang butuh perhatian,” katanya. Selanjutnya, Ia juga menghimbau kepada semua pihak para pendukung pilpres dan caleg agar tidak melakukan euforia atau pawai agar stabilitas dan ketertiban dapat terjaga. “Sumsel dikenal kondusif dan zero konflik. Maka kita berharap hal ini akan tetap terjaga hingga seterusnya,” ucapnya. Dilaporkan selama video conference berlangsung bahwa setiap kendala terkait logistik Pemilu yang ada di Kab kota Sumsel telah dapat di atasi dengan baik dan tanpa kendala. Terdapat permasalahan lainnya yang terjadi diantaranya minimnya alat komunikasi dan kesulitan kondisi topografi daerah yang berada pada daerah perbukitan. Oleh karena itu, Herman Deru menghimbau agar pihak pemkot dan pemkab dapat selalu memantau dan mendukung arus transportasi balik pengiriman hasil surat suara. Selain itu, Ia juga meminta kepada para walikota dan Bupati untuk segera melaporkan daerah-daerahnya yang masih memiliki blank spot beserta koordinatnya. ”Berikan infromasi daerah yang blank spot dan banyak penduduknya agar dapat ditindaklanjuti ke pihak seluler,” ujarnya. Kegiatan ini diikuti oleh OKU, Lubuk Linggau, Muara Enim, OKU Timur, OKU Selatan, Pagar Alam, Palembang, Musi Rawas, dan Ogan Ilir. Untuk 8 kabupaten kota lainnya tetap dilakukan koordinasi. Sebelumnya pihak Pemprov juga telah melakukan vidcon bersama pihak Kementerian Dalam Negeri untuk melaporkan pelaksanaan pemilu di Sumsel. Turut mendampingi Kapolda Provinsi Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dan Pangdam II/ Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum., Kepala Dinas Kominfo Sumsel Jon Kenedy SE, M.Si, dan Perwakilan KPU Sumsel. MC Diskominfo Prov Sumsel/PE / TM
Sumsel
Gubernur Sumsel bersama Kapolda dan Pangdam Tinjau TPS
Palembang, sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Sumatera Selatan antara lain Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M.Hum, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara meninjau sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Rabu (17/04/2019). Dimulai dari TPS 42 Jalan M.Isa RT 26/27 Kelurahan Duku Kecamatan IT III depan Bengkel Subur, kemudian TPS 20 Jalan Sungai Pinang Rt.20 Dusun I Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin, diteruskan ke TPS 1 Dusun 2 RT 02/03 Desa Pegayut Kabupaten Ogan Ilir, dan sejumlah TPS yang berada di Kota Palembang. Gubernur Sumsel H. Herman Deru menuturkan, peninjauan TPS dilakukan guna memastikan keamanan dan kelancaran dari penyelenggaraan pesta demokrasi seluruh rakyat Republik Indonesia terkhusus di Provinsi Sumatera Selatan. Apalagi dikatakannya, Pemilu 2019 merupakan pemilu yang pertama kali negara indonesia melangsungkan Pemilihan Presiden dan pemilihan Legislatif secara serentak. Dalam peninjauannya ke tiap-tiap TPS, Herman Deru selalu menyearakan kepada masyarakat untuk menggunakan hak suaranya, terlebih untuk masyarakat yang mempunyai kendala seperti tidak menerima undangan C 6. Dijelakannya, bahwa masyarakat masih tetap bisa menggunakan hak suaranya dengan membawa e-ktp atau surat keterangan. MC Diskominfo Prov.Sumsel/Foto HP
Sumsel
Gubernur Sumsel Nyatakan Estimasi Waktu Pencoblosan KPU Sangat Tepat
Palembang – sumselprov.go.id - Usai melakukan pencoblosan, Gubernur Sumsel H. Herman Deru akan memantau tiga kabupaten yakni Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ilir (OKI) untuk melihat kondisi TPS bersama Kapolda Sumsel dan Pangdam II Sriwijaya Hal tersebut diutarakan Gubernur Sumsel H. Herman Deru setelah melakukan hak konstitusinya yaitu memberikan hak suara melakukan pencoblosan pemilu serentak bersama istrinya Febrita Lustia di TPS 058, RT 04 RW 010 Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III Palembang, Rabu (17/4/2019). Sesuai prosedur maupun aturan KPU, Gubernur Herman Deru lebih dulu datang ke TPS untuk memberikan undangan. Bersama warga Gubernur minum kopi sembari menunggu antrean di lokasi pencoblosan Setelah mendapat giliran, Gubernur Sumsel minta tolong pada wartawan, "Tolong dihitung ya berapa menit," ujar Herman Deru Usai memberikan hak suara, ia pun mengaku estimasi waktu yang diperkirakan oleh KPU sangat tepat antara 4-5 menit, “Setiap warga bisa menyalurkan hak pilih ketika berada di bilik suara 4-5 menit dan benar perkiraan KPU”, ucapnya Gubernur berharap, warga Sumsel menyalurkan hak piliihnya, karena di Sumsel ini terkenal jika partisipasi pemilihnya paling besar.. “Siapa pun yang terpilih dalam pemilu nanti, baik anggota DPRD, DPR RI, DPD maupun presiden dan wakil presiden merupakan pilihan yang baik untuk masyarakat dan dapat memimpin pemerintahan yang bersih” tutupnya.(dikutip dari kompas.com/foto sumeks) MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Gubernur Sumsel Nyoblos
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru didampingi istri Hj Febrita Lustia menyalurkan hak suaranya di TPS 58 RT 045 Kelurahan 8 Ilir Kecamatan Ilir Timur 3 Palembang tepatnya. Gubernur yang datang mengenakan kemeja putih tiba di tempat pukul 09.10 WIB. Setelah beberapa menit menunggu, tibalah giliran Gubernur dan istri menyalurkan hak suaranya dari bilik suara. "Sebelumnya saya sudah simulasikan berapa lama waktu dan ternyata tepat dari yang saya perkirakan sekitar 4-5 menit," ujarnya ketika dibincangi awak media, Rabu (17/4). Dirinya berharap pesta demokrasi yang berjalan di setiap tempat berlangsung dengan riang gembira siapapun hasilnya akan ditentukan pemenangnya. "Tentunya kalau saya pribadi ada pilihan dalam pilpres namun secara kelembagaan karena saya seorang Gubernur saya harus bersikap netral. Setelah ini juga kami akan melakukan meninjau bersama Kapolda dan Pangdam II Sriwijaya untuk melihat sejumlah wilayah," ungkapnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Tanpa C6, Masyarakat Tetap Bisa Mencoblos Dengan KTP El
Palembang, Sumselprov.go.id -- Masyarakat masih bisa menggunakan hak suaranya, sekalipun tak mengantongi surat C6 atau surat pemberitahuan memilih. Mereka hanya perlu menunjukkan KTP elektronik kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setempat. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Wahyu Setiawan menegaskan, pada prinsipnya, surat C6 hanya sebagai undangan bagi pemilih untuk menggunakan hak pilihnya. Makanya, kalaupun orang yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) tidak membawa C6, dia tetap boleh memilih. "Prinsipnya boleh. C6 itu kan undangan," kata Wahyu di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4). Yang penting, si calon pemilih harus masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), dan tercatat di TPS tempat dia mencoblos. Kebijakan itu diambil KPU karena ingin meningkatkan partisipasi pemilih. Tak jauh beda, Komisioner KPU RI, Viryan Aziz menjelaskan, C6 itu hanya sebagai informasi atau memberitahukan kepada pemilih, di TPS mana mereka akan menunaikan haknya. Meski demikian, katanya, kalau masyarakat masih tetap ingin mendapatkan C6, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. "Pertama segera menghubungi petugas KPPS, karena biasanya pertugas KPPS sedang menyiapkan berbagai hal, mungkin belum sempat membagikan tapi insya Allah akan terus dilakukan sampai besok," jelas Viryan. Bukan hanya itu, masyarakat kata dia juga bisa mendatangi Kantor Desa, Kelurahan atau Kantor KPU Kabupaten/Kota untuk meminta informasi tentang di TPS mana dia akan mencoblos. "Bisa juga melakukan pengecekan secara online, ke aplikasi kita," tandasnya. Aplikasi atau website yang dimaksud adalah www.lindungihakpilihmu.go.id. Namun demikian, diingatkannya, untuk menggunakan itu masyarakat harus teliti. "Jangan sampai keliru. Pertama masukan data NIK-nya yang benar, yang kedua cukup memasukan satu suku katanya saja. Jadi satu suku katanya misalnya namanya ada empat suku kata, cukup masukan satu suku kata, dicoba," tekannya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Atlet Asian Paragames Sumsel Diganjar Bonus dari Gubernur
Palembang, Sumselprov.go.id -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) akan memberikan penghargaan kepada para atlet yang berprestasi terkhusus para Atlet Asian Paragames 2018 yang telah membawa nama baik Provinsi Sumsel. Pemberian bonus bagi para atlet tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian dari Pemprov Sumsel. Hal tersebut diakui Gubernur Sumsel H. Herman Deru usai menerima audiensi para Atlet Asian Paragames 2018 di Griya Agung Palembang, Selasa (16/4). "Terimakasih tentu kita sampaikan kepada orang-orang berprestasi, yang memberikan kebaikan kepada daerah ini. baik itu dalam bentuk moril maupun materil untuk nama baik Provinsi Sumsel. Tentu kita hargai, cara menghargai nya macam-macam proporsional tergantung dengan keadaan. Hari ini ada atlet yang dialokasikan bagi para atlet satu milyar dua puluh dua juta rupiah akan dibagikan secara proporsional," katanya Gubernur. Herman Deru berharap kedepan para atlet terus meraih prestasi, dimana pemerintah juga akan memberikan perhatian baik dalam proses maupun di dalam memberikan penghargaan ketika atlet mendapatkan prestasi . "Mudah-mudahan apa yang diberikan itu benar-benar diartikan sebagai wujud perhatian. Ini bukan imbalan tapi wujud perhatian pemerintah provinsi Sumsel terhadap saudara kita yang menyumbangkan prestasi," tuturnya Herman Deru berharap, kedepan bagi yang menerima ini untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin uangnya. Terlebih untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. "Uangnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan usaha syukur-syukur untuk kepentingan melanjutkan study agar mereka di masa depan yang sama dengan yang lainnya," pungkasnya Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar menuturkan, Pemberian penghargaan bagi insan olahraga adalah moment yang tepat untuk memacu keberhasilan bagi atlet-atlet Sumsel dalam berbagai event baik nasional maupun international. Merujuk pada Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga xepublik Indonesia Nomor 1684 Tahun 2015 disetujui sebagai penghargaan olahraga diberikan dalam bentuk, Beasiswa, Pekerjaan, kenaikan Penghasilan Luar Biasa, Asuransi Kewarganegaraan, Warga Kehormatan, Jaminan Hari Tua dan Kesejahteraan. " Menjadi juara tidak diperoleh dengan instan, tetapi harus melalui proses yang berkelanjutan, dukungan keluarga, lingkungan dan orang-orang disekitar sangatlah berperan besar," tambahnya Adapun nama-nama atlet NPC Sumsel pada Asian Paragames 2018, Jendi Pangabean, Rica Oktavia, Maksum F, Yuni, Hendi Wirawan, Adji Hartono, Elsa Maris, Rahmat Hidayat. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/Foto HP
Sumsel
HD Inisiasi Pembangunan Gedung Olahraga di 10 Kabupaten/Kota
Palembang, Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel H Herman Deru berinisiatif membangun fasilitas gedung olahraga di 10 kabupaten/kota memanfaatkan bantuan dana CSR dari PT Bukit Asam. Hal itu ditegaskannya usai melakukan penandatanganan Nota kesepahaman memorandum of understanding (MoU) bersama PT. Bukit Asam Persero di Hotel Arista, Senin (15/4). Tak hanya gedung olahraga, dana tersebut juga akan dimanfaatkan untuk pengadaan peralatan pemadam kebakaran di kabupaten/kota Provinsi Sumsel dan membantu pembangunan IGD di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah. Pembangunan ini kita gunakan semaksimal mungkin untuk memeratakan pembangunan di daerah. Terutama salah satu pilar nya itu untuk fasilitas olahraga guna menggalakan olahraga di daerah,” ungkapnya Dijelaskan Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel, Yohanes H Toruan Penandatanganan MoU tersebut semula untuk pembangunan Convention Hall di Jakabaring Sport City (JSC), namun menjelang Asian Games belum terlaksana. Adapun total dana yang ada mencapai Rp128 miliar. Rencananya untuk pemabayarannya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan pembangunan di 10 Kabupaten/Kota Jadi ini nanti kita awasi sesuai arahan Gubernur Sumsel supaya betul-betul diawasi mutunya maupun kuantitas dari pekerjaan itu sesuai dengan kesepakatan,” tambahnya Nantinya jelas Yohanes, pihak kabupaten/kota yang akan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya. Sedangkan provinsi nanti bersama-sama PTBA bertugas mengevaluasi dan menilai sehingga uangnya bisa dicairkan. "Untuk pembangunannya sendiri sesegera mungkin, nanti abis ini kita panggil kabupaten/kota untuk melakukan rapat koordinasi dan diberikan pengarahan,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Rakor Gugus Tugas Reforma Agraria Digelar di 17 Kab/Kota
Palembang, Sumselprov.go.id -- Guna menyelesaikan sejumlah problem pertanahan di daerah, Gubernur Sumsel menginstruksikan Kakanwil BPN di setiap Kab/kota untuk menggelar rapat koordinasi gugus tugas reforma agraria serupa di wilayah masing-masing. Hal itu dikatakannya saat membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Sumsel di Hotel Arista, Senin (15/04). Acara ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumsel Muchtar Deluma S.H M.M, Dirjen Penataan Agraria yang diwakili oleh Direktur Lanreform Arif Pasha M.M. Pentingnya rapat koordinasi ini adalah sebagai langkah awal untuk menyatukan pendapat, data dan rencana yang akan dilaksanakan dalam Tim Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Sumatera Selatan. Saya berharap semua SKPD dan pihak yang terkait dalam kegiatan ini untuk saling bekerjasama membantu secara materil maupun moril agar tercapainya tujuan reforma agraria yang berkeadilan untuk masyarakat Provinsi Sumsel,” ungkapnya Menurut Herman Deru, ada banyak masalah yang bisa memicu konflik, antara lain adalah permasalah tanah. Oleh sebab itu Ia mengingatkan kepada seluruh jajaran vertikal yang hadir untuk kedepan juga melibatkan masyarakat dalam melaksanakan rapat koordinasi, mengingat banyak juga masyarakat yang belum teredukasi mengenai pertanahan. Gubernur Sumsel Herman Deru dalam hal ini memerintahkan langsung asisten dan pejabat terkait untuk segera membuat surat Gubernur ke Bupati/Walikota se-Provinsi Sumsel agar mempunyai petunjuk untuk menyelesaikan berbagai problem tanah yang ada di daerah Provinsi Sumsel. Rakor ini digelar agar kita semakin tahu tugas kita yang diberikan amanah. Saya minta asisten yang terkait dan pejabat terkait, saat Rakor ini berjalan segera buatkan surat Gubernur. Jadi nanti kakanwil ini pulang sudah membuat surat Gubernur kepada Bupati dan Walikota jangan lewat pos atau reguler,” tuturnya Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini mengatakan sebenarnya pemerintah punya perhatian khusus untuk menjaga stabilitas terkait masalah ini. Dengan cara memberikan hak kepada yang berhak, melepaskan hak bagi orang yang tidak berhak. Jadi itu perlu sebuah ketegasan, terkait lagi tentang kawasan hutan yang memang harus kita intensifkan koordinasi dengan berbagai kementerian yang terkait dengan tanah,” tambahnya Pelaksana pemerintahan mestinya harus paham atau sedikit punya ilmu tentang pertanahan. Karena kalau tidak kita berikan edukasi tentang bagaimana cara mendapatkan hak bagaimana mereka tahu tentang aturan tentang boleh tidak lahan digarap, dikuasai. Mereka juga tidak bisa kita diamkan tanpa edukasi, karena persoalan ini akan berkelanjutan jika kita tidak dari sekarang akan berdampak ke anak cucu kita. Maka rakor yang dilaksanakan pada siang hari ini saya anggap rakor yang sangat dibutuhkan,” pungkasnya MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY