Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Sumsel Raih Penghargaan K3 Sumsel
24 Apr 2019 Dilihat 210x

Sumsel Raih Penghargaan K3

#Wagub Ingatkan Pentingnya Keselamatan Kerja    Jakarta Sumselprov.go.id - Provinsi Sumsel lagi-lagi menorehkan prestasi di kancah nasional. Kali ini Sumsel  meraih penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) Republik Indonesia.   Penghargaan ini diterima langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel Ir. H. Mawardi Yahya dari Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri di Gedung Birawa, Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (22/4), malam.   Tidak hanya Sumatera Selatan, ada beberapa daerah dan perusahaan yang juga mendapatkan penghargaan malam itu.   Usai menerima penghargaan, H. Mawardi Yahya mengatakan penghargaan yang diterima oleh Sumatera Selatan ini tidak lepas dari peran serta semua pihak dalam meminimalisir kecelakaan kerja terutama dalam hal pembinaan.   "Penghargaan ini tentu ada penilaian tersendiri dari Kementerian Tenaga Kerja. Ini akan menambah motivasi kita untuk melakukan pembinaan sehingga tahun depan kita bisa menyabet penghargaan ini lagi," ungkapnya.   Ia menambahkan, pihaknya tidak akan bosan menghimbau kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersinergi dengan perusahaan dalam melakukan pembinaan dan pelatihan ketenagakerjaan.   "Kami akan terus  berupaya memantau perusahaan agar mereka meningkatkan pelatihan dan menekan angka kecelakaan kerja. Keselamatan kerja sangat penting dan menentukan," bebernya.   Disinggung mengenai angka kecelakaan kerja di Sumsel, mantan bupati Ogan Ilir dua periode ini tak menampik. Hanya saja menurutnga angka kecelakaan kerja ada yang ada sangat kecil  masih nol sekian persen.   "Untuk itu, kita terus himbau bukan hanya perusahaan, tapi masyarakat juga untuk menjaga keselamatan dalam bekerja. Dinasker harus mengunjungi perusahaan untuk menghimbau dan mengingatkan akan pentingnya kesehatan dan keselamatan dalam bekerja," ujarnya    Sebelumnya, Menaker Hanif Dhakiri mengatakan, angka kecelakaan kerja masih cukup tinggi di Indonesia. Rata-rata kecelakaan kerja terjadi di jalan dimana para pekerja mengalami kecelakaan saat pergi atau pulang bekerja.   "Angkanya masih tinggi, namun rata rata pekerja mengalami kecelakaan di jalan raya. Untuk itu kami menghimbau kepada seluruhnya baik perusahaan, Pemda dan pekerja untuk meningkatkan keselamatan dalam kerja. Penghargaan ini juga untuk memberikan motivasi kepada perusahaan dan pemerintah daerah pentingnya dalam melakukan pembinaan dan pelatihan dalam keselamatan," singkatnya.   MC Diskominfo Prov. Sumsel/HP/FS

Baca Detail
Gubernur Sumsel Instruksikan Tim Medis Turun Di PPK Jaga Kesehatan Petugas Sumsel
24 Apr 2019 Dilihat 181x

Gubernur Sumsel Instruksikan Tim Medis Turun Di PPK Jaga Kesehatan Petugas

Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumsel H. Herman Deru sebagai Kepala Daerah menginstruksikan para tim medis kesehatan di setiap PPK untuk mengecek kesiapan penyelenggara pemilu. Untuk mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan atau bertambah kembali jumlah korban jiwa, KPU telah membahasnya dengan pihak terkait. Pihak KPU Sumsel berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) untuk mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan atau bertambah kembali jumlah korban jiwa. Sebagai antisipasi, termasuk menurunkan tim kesehatan di setiap PPK untuk mengecek kesiapan penyelenggara pemilu. Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana mengutarakan, tadi pagi kami sudah koordinasi dengan pak Gubernur Sumsel langsung, untuk minta tim medis di PPK "Gubernur sudah mengimbau Bupati dan Walikota untuk mengirimkan tim medis dari dinas kesehatan untuk turun di semua PPK di kecamatan- kecamatan di 17 kabupaten/ kota di Sumsel," terang Kelly Kelly menjelaskan,  sejak berlangsungnya proses pemilu serentak 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel mencatat, 6 petugas penyelenggara pemilu di Sumsel meninggal dunia. Menurut Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana, para petugas Pemilu yang meninggal dunia tersebut bertugas di daerah dan diduga karena kelelahan selama bertugas. " kita turut berduka cita dan sangat disayangkan terjadinya penyelenggara Pemilu meninggal dunia," kata Kelly, Selasa (23/4/2019). Ada enam petugas yang meninggal diantaranya, Tuti Hidayati warga Desa Suka Mulya Kabupaten OKI, Fachrul warga Desa Belambangan Kabupaten OKU, Untung Imansyah warga Desa Sumberjaya Kabupaten Banyuasin, Yanto petugas PPS Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang Kabupate Muba, Syaripuddin Desa Anyar OKU Timur, dan Midy Gusmi Ketua KPPS Desa Gunung Batu OKU Tmur. Tambah Ketua KPU Sumsel, Kesbanpol Sumsel juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes Sumsel, untuk menurunkan tim medis segera. "Alhamdulillah, berdasarkan pantauan d beberapa kabupaten/ kota siang tadi sudah langsung turun tim- tim medis ke PPK," ujarnya. Ketua PPK Sako, Ruslan mengatakan meski cukup melelahkan pemilu saat ini, diungkapkannya penyelenggara pemilu di Kecamatan Sako belum ada yang menjadi korban jiwa. Pantauan dilapangan, terlihat para penyelenggara pemilu baik PPK maupun KPPS, Panwascam hingga saksi terlihat lelah mengikuti proses perekapan. "Demi suksesnya pesta demokrasi ini. sudah tugas kita untuk menyukseskan pemilu, tetap harus diselesaikan," tuturnya, seraya pihaknya mulai melakukan perekapan sejak 20 April lalu di PPK Sako dan masih rekap suara Pilpres. Begitu juga Ketua PPK Sematang Borang Pasta Siagian, yang mengaku proses pemilu serentak 2019 ini menguras waktu yang panjang, dan tenaga yang prima. "Kita cukup lelah juga dan harus selalu prima karena kami mulai bekerja saat pendistribusian logistik dari PPK ke TPS, dan sekarang masih perekapan untuk suara Pilpres," ujar Pasta (dikutip dan foto dr tribun)  MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
Herman Deru  Kick Off Sepak Bola Piala Gubernur Tingkat Kota Pagar Alam Sumsel
24 Apr 2019 Dilihat 220x

Herman Deru Kick Off Sepak Bola Piala Gubernur Tingkat Kota Pagar Alam

  PAGAR ALAM Sumselprov.go.id-  Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru  membuka turnamen sepak bola Gubernur Cup Tahun 2019 usia 20 tahun tingkat Kota Pagar Alam. Kick off dilaksanakan di lapangan bola Alun Alun Selatan Kota Pagar Alam, Selasa (23/4).   Dalam arahannya Gubernur Sumsel H. Herman Deru menegaskan, gagasan digelarnya sepakbola  Gubernur Cuo tahun 2019 merupakan sarana pencarian bibit baru pesepakbola profesional di Sumsel dimasa mendatang. Disamping itu ajang ini diharapkan dapat menjadi alat pemersatu bangsa.   "Tentunya kita harapkan melalui ajang ini akan  melahirkan pesepakbola  lokal. Dan akan lebih berbangga lagi kalau pemain SFC kedepan merupakan anak muda lokal Sumatera Selatan," tegas Gubernur.   Herman Deru menyebutkan, begitu besarnya perhatian pemerintah Provinsi terhadap anak muda di Sumsel. Alokasi pembangunan 10 Gedung Olahraga bagi 10 Kabupaten/kota di Sumsel tahun 2019 ini lanjut dia juga merupakan bentuk realisasi dari desakan dari kalangan anak muda di Sumsel.   "Kita akan bangun kehormatan sepakbola di Sumsel. Gubernur, Bupati dan Wako  mengajak semua pemuda di daerahnya untuk  terlibat. Ada 13 ribu lebih pemuda di Sumsel ikut dalan ajang ini," imbuhnya sembari menyebutkan kedepan fasiltas olahraga sebaik mungkin infrastruktur akan terus dibangun.   Sebelumnya Ketua Pelaksana Gubernur Cup. H. Hendri Zainudin dalam sambutannya menegaskan turnamrn sepak bola tersebut meruoajan bentuk keseriusan Gubernur Sumsel untuk memajukan sepakboka di Indonesia.   Sebagai tindak lanjut daru Inpres Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.   "Para pemenangnya dalam ajang Gubernur Cup ini akan diikutkan dalam ajang yang sama tingkat provinsi di Palembang," tambahnya.   Sementara Walikota Pagar Alam Alfian Maskoni dalam sambutan mengucapkan terimakasih pada Gubernur yang akan membangun Gedung Olahraga senilai Rp 10 Miliar pada tahun 2019 ini.   "Insya Allah  setelah sport center dibangun.  Tahun 2020 stadion sepakbola kita bangun. 18 tahun setelah  pisah dangan Kabupaten Lahat barub tahun ini baru akan dibangunkan GOR," tegasnya.   Dia berharap para peserta untuk menjunjung sportifitas selama ajang ini digelar. Sehingga melahirkan club terbaik mewakili Pagar Alam pada tingkat Provinsi melawan club utusan kabupaten/kota di Sumsel.   "Selamat bertanding jaga sportifitas selama bertanding," harapnya.   MC Diskominfo Prov. Sumsel/HP/FS

Baca Detail
Sumatera Selatan Terus Promosikan Brand Kopi Sumsel Sumsel
24 Apr 2019 Dilihat 292x

Sumatera Selatan Terus Promosikan Brand Kopi Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id  – Gubernur Sumsel H. Herman Deru terus berupaya memperkenalkan dan mempromosikan akan kekayaan alam hasil petani yaitu kopi. Belum lama ini, Gubernur Sumsel ajak amsyarakat seruan menikmati kopi Sumsel dan sedang tengah marak digalakkan. Herman Deru mengaku bangga dengan potensi kopi Sumatera Selatan (Sumsel) karena merupakan produsen kopi terbesar di tanah air dan ketiga di dunia. Tapi dia menyayangkan produksi yang begitu besar setiap tahun namun nama kopi Sumsel justru tenggelam di tengah hiruk pikuk tren kopi saat ini. Harusnya kopi Sumsel menjadi icon kopi Nusantara karena begitu jenisnya banyak juga tumbuh subur ditanam di Sumsel. Dia berharap ke depan jenis kopi yang banyak ditanam di Sumsel akan dikenal dengan satu sebutan untuk meningkatkan brand kopi Sumsel yakni kopi Sriwijaya. Nama ini sangat khas dengan Sumsel karena Palembang dikenal juga sebagai Sriwijaya. "Ke depan saya harap kita sepakat meski belum saya launching apapun jenis kopi yang tumbuh, ditanam dan dihasilkan di tanah Sumsel kita beri nama kopi Sriwijaya. Nantinya irisannya baru ada kopi Semende, Pagaralam, Lahat dan sebagainya,” ujar Gubernur belum lama ini Untuk mendongkrak brand kopi Sumsel, Bank Sumsel Babel (BSB) bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Sumsel promosikan kopi Sumsel dengan membuka booth kopi gratis bagi penumpang di area boarding room Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Menurut Sekretaris PT Bank Sumsel Babel Faisol Sinin mengatakan, sengaja berinisiatif mempromosikan kopi asli Sumsel agar masyrakat tahu bahwa selama ini banyak dijual ke luar kota seperti Lampung lalu kemudian diolah dan diberi brand Lampung dan daerah lain tujuan penjualan. Kita tahu aslinya itu kopi yang tumbuh ditanam di Sumsel. "Sumsel itu kaya akan kopi hanya saja memang belum terkenal sehingga kita dorong promosikan akan dikenal luas," ujarnya, Selasa (23/4/2019). Dia mengatakan semua kopi Sumsel memiliki ciri khas dari aroma maupun rasanya. Booth ini sudah disediakan sejak akhir Maret lalu dan akan berakhir 25 April ini atau tepatnya satu bulan dengan beragam kopi khas Sumsel yang disediakan di booth ini, yakni kopi Semendo, Empat Lawang, Pagar Alam, Ranau, dan Lahat. "Kalau kopinya sudah dikenal luas dan pemasarannya mudah, maka perekonomian masyarakat juga akan meningkat," tambah Faisol. Dia menjelaskan, selain menyediakan kopi yang sudah diseduh dan bisa langsung dinikmati, juga disediakan kopi bubuk yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh yang dikemas cantik sebagai buah tangan. “Ajakan minum kopi gratis ini juga dipublikasikan melalui laman Instagram BSB," tuturnya. (Dikutip dan foto dari tribun sumsel) MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
Sosialisasi dan Bimtek SP4N-LAPOR! Versi 3.0 perdana di OKU Timur Sumsel
24 Apr 2019 Dilihat 218x

Sosialisasi dan Bimtek SP4N-LAPOR! Versi 3.0 perdana di OKU Timur

Martapura, sumselprov.go.id- Untuk pertama kalinya sosialisasi dan Bimtek LAPOR!-SP4N aplikasi versi 3.0 digelar di Kabupaten OKU Timur dengan peserta meliputi perwakilan OPD, Camat, Lurah, Pers dan masyarakat se-Kabupaten OKU Timur. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Asisten Tata Pemerintahan, Dwi Suprianto, S.Sos, M.Si mewakili Bupati OKU Timur dan didmpingi Kadis Kominfo Kab. OKU Timur, Bapak Arfan Hermawan, berlangsung di Aula Hotel Dewi II Kota Baru, Martapura, OKU Timur, Selasa (23/4/2019). Sebagai narasumber kegiatan ini, Kurniawan Wahid, Konsultan Kemenpan-RB dari Transformasi GIZ Jerman dan Amrullah, S.STP, M.Si Kabid Pengelolaan Informasi Publik mewakili Kadis Kominfo Prov. Sumsel. Kegiatan ini di moderatori Azim Baidillah, SH, MH, Kasi Pelayanan Media Informasi Publik. Asisten Tata Pemerintahan dalam sambutannya, menyambut baik dengan adanya sosialisasi dan bimtek versi 3.0 aplikasi LAPOR! di OKU Timur. Dengan adanya LAPOR! ini akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelayanan publik di OKU Timur. Narasumber pertama, Amrullah, dalam kesempatan ini mensosialisasikan upaya Pemprov. Sumsel melalui Dinas Kominfo melakukan inovasi dalam penerapan LAPOR! di kalangan masyrakat. Tim LAPOR!-SP4N Sumsel sedang melakukan kerjasama dengan RRI sebagai media elektronik melalui program OPUS (Opini, Solusi dan Kalrifikasi). Dalam waktu dekat akan MOU dengan Perguruan Tinggi dan stakeholder lainnya. Kemudian narasumber selanjutnya, Kurniawan Wahid, dalam paparannya lebih mengedepankan teknis penerapan Aplikasi LAPOR! langsung ke admin/penghubung dan masyarakat secara luas. Dengan bimtek versi 3.0 akan lebih mudah pengelolaan aplikasi LAPOR! apalagi ke depan sudah akan menuju era globalisasi dan Revolusi Industri 4.0. MC Diskominfo Provinsi Sumsel /AZ/AD

Baca Detail
Buka Pameran di PALI, Gubernur Herman Deru Dan Istri Ikut Membatik Sumsel
24 Apr 2019 Dilihat 322x

Buka Pameran di PALI, Gubernur Herman Deru Dan Istri Ikut Membatik

PALI, sumselprov.go.id – Usai menghadiri Rapar Paripurna Istimewah DPRD HUT  ke-6 Kabupaten PALI, Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi sang istri melanjutkan agenda kunjungan kerja dengan membuka Pameran Pembangunan dalam rangka HUT PALI di Gelora November, Senin (22/04/2019) sore. Pembukaan Pameran Pembangunan ini ditandai dengan pemukulan gendang oleh Gubernur Herman Deru, Bupati PALI Heri Amalindo dan Ketua DPRD PALI H. Sumaryono. Meski diguyur hujan deras, Gubernur Herman Deru dan rombongan tetap antusias mengunjungi stand di pameran tersebut. Di salah satu stand yang menyajikan kain-kain batik khas PALI, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Hj. Febrina Lustia Herman Deru bahkan menyempatkan diri ikut membatik bersama para pengrajin  Didampingi langsung sang suami, Feby Deru tampak serius melukis pola batik di atas sehelai kain berwarna putih. “Nah pa, bagus jugo buatan mama nih,” ujarnya kepada sang suami. Sesuai arahan Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutannya, Pameran Pembangunan guna memperkenalkan segala potensinya. Karena itu ia meminta semua masyarakat agar tidak sungkan bereksplorasi mengkreasikan aneka produk keunggulan, baik itu kuliner maupun kain tradisional seperti batik khas PALI.  "Saya lahir di Desa Sidomulyo. Jarak ibukota kecamatan lebih kurang 7 Km dari rumah." "Suatu kali saya datang ke pameran pembangunan. Salah satu yang menjadi perhatian saya adalah maket perkantoran." "Waktu itu saya SD masih lihat itu luar biasa sekali. Nah tahun 2005 saya datang dan lihat lagi masih seperti itu juga tidak berubah." "Ini masalah menurut saya, artinya tidak ada perubahan," jelas gubernur yang juga akrab disapa HD ini. Meskipun baru berusia 7 tahun Kabupaten PALI, kata HD, harus kreatif.  Begitupun dalam menyelenggarakan Pameran Pembangunan yang itu-itu saja tanpa ada inisiatif untuk membuat suatu inovasi. Begitupun dalam menyelenggarakan Pameran Pembangunan yang itu-itu saja tanpa ada inisatif untuk membuat suatu inovasi. "Kalau pameran artinya kita menyajikan yang terbaik. Ini seperti etalase kita." "Disinilah cermin PALI nanti. Makanya jangan main-main dengan pameran." "Karena terkadang kita ini ada penyakit suka meniru punya orang dan tidak bangga dengan kekayaan kita sendiri," jelasnya. Menurut Dia boleh saja kita tahu budaya orang lain atau mempelajari tapi akan lebih baik kalau kita yang mengajak orang lain suka dengan apa yang kita perbuat. "Dari awal saya sudah lihat PALI ini kreatif, buktinya pas paripurna tadi kita pakai baju adat yang bagus." "Dan mereka kembali memperkenalkan kain batiknya, ini saya pakai dengan ibu Feby," jelasnya. Sementara itu, Bupati Kabupaten PALI Heri Amalindo mengungkapkan, selain menyemarakkan HUT ke-6 Kabupaten yang dipimpinnya., pameran ini juga bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Sekaligus mensosialisasikan program serta hasil pembangunan saat ini baik dari pemerintah, swasta dan UMKM. "Kita juga punya misi agar kegiatan ini menginspirasi dan menggalang masyarakat bersama-sama mewujudkan PALI yang Serasi Nian yakni menjadi Sentra EkonomI, masyarakat yang agamis, inovatif indah dan nyaman," tambahnya. Setiap tahun, lanjutnya, selain Pameran Pembangunan, digelar juga festival rakyat dengan berbagai perlombaan seperti tari dan lagu daerah. Bahkan untuk meramaikan pameran, pihaknya juga mengundang partisipasi dari kabupaten lain meskipun untuk saat ini, belum ada yang ikut ambil bagian. Untuk pameran kali ini tercatat ada kurang lebih 161 stand yang terdaftar ikut menjadi peserta. “Target kami PALI harus menjadi bagian sentra ekonomi Sumsel”. “Tahun depan kami harap semua Kabupaten se-Sumsel ikut berpartisipasi bahkan bila perlu dari luar Sumsel”, tuturnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/Foto HP

Baca Detail
Dana CSR Diharapkan Berikan Dampak Pemerataan Pembangunan Sumsel
23 Apr 2019 Dilihat 148x

Dana CSR Diharapkan Berikan Dampak Pemerataan Pembangunan

Palembang, Sumselprov.go.id -- Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H. Mawardi Yahya memimpin langsung rapat teknis Pelaksanaan Pembangunan atau Pengadaan yang bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Bukit Asam (Persero) Tbk, bertempat di ruang rapat Bina Praja Pemprov. Sumsel, Senin (22/4). Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya berharap pelaksanaan CSR yang dikhususkan untuk pembangunan gedung olahraga, pengadaan peralatan pemadam kebakaran dan penyelesaian pembangunan stadion mini yang disebar di Kabupaten/Kota Provinsi Sumsel tersebut  mengedepankan kualitas dan mutu.  "CSR ini kita harapkan akan berdampak pada pemerataan pembangunan di daerah-daerah yang sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sumsel," tegas Wagub. Berdasarkan Surat Edar Gubernur Sumsel kepada para Bupati/Walikota lanjut Mawardi, khusus   untuk pembangunan Gedung Olahraga agar Pemerintah Kabupaten/Kota menyiapkan lahan/tanah dan menjamin bebas dari sengketa kepemilikan dan hal lainnya yang dapat menimbulkaan permasalahan di kemudian hari. Serta mengurus segala perizinan sesuai ketentuan peraturan perundang- menimbulkan permasalah undangan.  Kita harapkan pelaksanaan pelelangan di kabupaten/kota mengedepankan kualitas, kalau sudah profesional biasanya kualitasnya bagus. Maksudnya jangan asal-asalan tentunya apabila asal-asalan menyusahkan kita dan merugikan kita sendiri,” tambahnya. Diuraikannya secara rinci CSR yang akan dibagikan masing-masing untuk kota Palembang mendapat Pengadaan Peralatan pemadam Kebakaran Palembang berupa Mobil Water Suply Truck Kapasitas 5000 Liter, 6 (enam) Roda, dan Pengadaan Lampu Koridor Jalan Rustam Eftendi  dan Jalan Beringin Janggut.  Kemudian Kota Prabumulih, Kota Pagaralam mendapatkan pembangunan  Stadion atau Gedung Olahraga. sedangkan  Kabupaten OKU untuk Pembangunan Stadion mini, demikian juga dengan Kabupaten OKU Timur diberikan CSR untuk penyelesaian pembangunan Stadion Mini Tebet Sari Dusun Martapura serta pembangungan stadion di Desa Kota Baru Selatan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten OKU Timur yang pembangunannya dilakukan secara bertahap.   Demikian juga dengan pembangunan Stadion Tipe B (Bertahap) di OKU Selatan, Pembangunan Stadion/GOR di Kabupaten Pali, diteruskan dengan Pembangunan Stadion/GOR di Kabupaten Musi Rawas, Pembangunan Stadion/GOR di Kabupaten Musi Rawas Utara serta Pembangunan stadion di Ogan Ilir.  "Kabupaten OKU Timur juga akan  diberikan Peralatan Pemadam Kebakaran (Mobil Water OKU Timur Kapasitas 5000 liter 6 (enam) Roda,” rincinya. Adapun rapat teknis Pelaksanaan Pembangunan atau Pengadaan yang bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Bukit Asam (Persero) Tbk kali ini merupakan tindak lanjut dari  penandatanganan Nota kesepahaman memorandum of understanding (MoU) Gubernur Sumsel H. Herman Deru bersama PT. Bukit Asam Persero di Hotel Arista, Senin (15/4) yang lalu.  Penandatanganan MoU tersebut semula untuk pembangunan Convention Hall di Jakabaring Sport City (JSC), namun menjelang Asian Games belum terlaksana. Adapun  total dana yang ada mencapai Rp128 miliar.  Rencananya untuk  pemabayarannya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan pembangunan di 10 Kabupaten/Kota. Tak hanya gedung olahraga, dana tersebut juga akan dimanfaatkan untuk pengadaan peralatan pemadam kebakaran di kabupaten/kota Provinsi Sumsel dan  membantu pembangunan IGD di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah. "Selanjutnya Tim Teknis PT. Bukit Asam (Persero) Tbk akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk itu dimintakan agar Saudara menugaskan Perangkat Daerah terkait untuk keperluan dimaksud,” pungkasnya.  MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto HP

Baca Detail
Komisi Informasi Sumsel Siap Layani Aduan Sengketa Informasi Sumsel
23 Apr 2019 Dilihat 726x

Komisi Informasi Sumsel Siap Layani Aduan Sengketa Informasi

Palembang, sumselprov.go.id – Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Selatan mulai melakukan pemanggilan terhadap Termohon Badan Publik di Provinsi Sumatera Selatan. Dari Formulir Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi yang masuk satu kasus yang disidangkan hari ini Senin (22/04/2019) dengan Termohon Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang. Komisi Informasi menyidangkan kasus-kasus sengketa informasi publik tersebut berdasarkan ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Salah satu tugas Komisi Informasi Publik (KIP) Sumsel adalah menerima dan memutus permohonan sengketa informasi publik melalui mediasi dan atau ajudikasi nonlitigasi yang diajukan oleh setiap pemohon. Lembaga Komisi Informasi ini terbentuk sejak tahun 2011 dan ini merupakan periode ke dua, tugas dan fungsinya adalah untuk menjalankan Undang-untang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Komisi Informasi menerima laporan terkait dengan adanya sengketa informasi, artinya permohonan informasi dari pemohon informasi tidak terpenuhi, ujar Ketua Komisioner Informasi Publik Sumsel Herlambang SH., MH kepada Tim Media Center Diskominfo Prov.Sumsel, Senin  (22/04/2019) di Kantor KIP Sumsel, Jalan Kapten A.Rivai Palembang. Pemohon Informasi bisa saja perorangan warga negara atau masyarakat ada juga sebagai badan atau lembaga (LSM, Yayasan, dll ) yang memang berdasarkan ketentuan harus mempunyai dasar  hukum yang syah disyahkan oleh Menkumham, lanjut Herlambang. Lebih rinci Ketua KIP Sumsel menjelaskan “Bentuk  sengketa informasi publik itu sendiri segala sesuatu informasi yang ada di lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah itu pada prinsifnya berdasarkan ketentuan UU No.14 tahun 2008 memang terbuka dan juga merupakan hak dari masyarakat”. Paling tidak keberadaan Lembaga KIP Sumsel ini pertama untuk menyelesaikan sengketa informasi antara pemohon dan termohon, termohon sendiri adalah Badan Publik, baik Eksekutif, Legislatif, Yudikatif atau BUMN/BUMD. Untuk tahun ini 2019 kasus diatas merupakan kegiatan sidang  pertama dan selanjutnya dijadwalkan pada tanggal 6 Mei 2019 yang akan datang. Sudah ada 3 Kabupaten yang melaporkan adanya sengketa informasi diantaranya PALI dan Muara Enim. Ada lima tim Majelis Komisioner (MK) Komisi Informasi Provinsi Sumatera Selatan yang akan menyidangkan kasus-kasus tersebut. Turut hadir dalam kegiatan sidang hari ini Majelis Komisioner Elda Mutilawati, SH,  Panitera Utama Nasnania, S.Sos dan staf Sekretariat Komisi Informasi Prov.Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto FS

Baca Detail
Tantangan Birokrasi Kedepan Makin Sulit dan Berat Sumsel
23 Apr 2019 Dilihat 746x

Tantangan Birokrasi Kedepan Makin Sulit dan Berat

Palembang, sumselprov.go.id -- Sekretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan H Nasrun Umar  membuka kegiatan  Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja  Instansi Pemerintah (SAKIP). Serta Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas Kabupaten/Kota di Wilayah Prov. Sumsel. Dalam kegiatan yang digelar di hotel Aston Internasional Palembang, Senin (22/4) tersebut Sekda H. Nasrun Umar  menegaskan, diera sekarang kian disadari besarnya tuntutan peningkatan kualitas pelayanan terhadap masyarakat. Karena itu dia mengajak jajaran aparatur dapat mengembangkan prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi, responsibility dan taat azas. "Masyarakat kita kian cerdas, mereka mengharapkan pelayanan publik yang benar-benar sejuk, amanah yang bermuara pada kualitas pelayanan," tegas Nasrun. Lebih lanjut Sekda menambahkan,  tantangan birokrasi kedepan akan semakin sulit dan berat, namun dapat diwujudkan dengan pembangunan sistem yang terintegrasi dan konsisten.  Karena itu untuk menciptakan kondisi  birokrasi pemerintahan yang profesional, bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan harua  mampu melayani publik dengan tetap memegang teguh kode etik Aparatur Sipil Negara. "Setidaknya ada delapan area perubahan reformasi birokrasi yang harus dilaksanakan pemerintah. Diantaranya   manajemen perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja aparatur (culture set), penataan dan penguatan organisasi pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, peningkatan kualitas pelayanan publik," tambahnya. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) lanjut Sekda merupakan aspek penting dan penentu keberhasilan serta menjadi bagian utama dalam mewujudkan Good Governance  and Clean Government. "Saya meminta setiap dinas, pejabat, staf ataupun setiap ASN harus mengetahui fungsi dan perannya SAKIP dalam roda pemerintah. Penguatan SAKIP sangat penting dalam rangka menghadirkan pemerintahan yang terpercaya, akuntabel dan efisien,"  tandasnya. Sementara itu Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Ronald Andrea Annas menjelaskan,  SAKIP merupakan salah satu dari area perubahan Reformasi Birokrasi dalam upaya untuk penguatan akuntabilitas kinerja di Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, dimana sistem ini merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan.  "Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada Tahun 2019 berupaya meningkatkan penguatan akuntabilitas kinerja lima Kabupaten/Kota di Sumsel  yaitu  Kabupaten Ogan llir, OKI,OKU Timur, Kota Prabumulih dan Kota Pagaralam," paparnya.  MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.