Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Gubernur Herman Deru Kukuhkan Pengurus Asosiasi Pengusaha Advertising Sumsel, Tingkatkan Sinergi dan Estetika Kota
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengukuhkan Pengurus Asosiasi Pengusaha Advertising Sumatera Selatan periode 2026–2031, bertempat di Graha Bina Praja, Rabu (23/9/2026).Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah, pelaku usaha advertising, serta masyarakat sebagai pengguna dan penerima jasa.“Sumatera Selatan ini memiliki estetika, tetapi harus kita bangun secara menyeluruh. Karena itu, aturan dan regulasi harus dijalankan bersama oleh pemerintah, pengguna maupun penerima jasa. Semua memiliki andil untuk menjadikan sudut-sudut kota lebih menarik,” ujar Herman Deru.Ia mengatakan, penataan advertising yang baik dan teratur juga dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).“Kalau ini teratur, tentu akan menambah pendapatan asli daerah kita sendiri. Maka kemitraan ini harus kita bangun, dengan estetika yang dikombinasikan dengan budaya,” katanya.Herman Deru juga mendorong para pelaku advertising untuk menghadirkan kreativitas baru dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Menurutnya, media advertising dapat menjadi sarana menyampaikan berbagai pesan yang produktif, edukatif, dan membangun.“Saya ingin Sumsel menjadi trendsetter bagi wilayah lain dan bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya. Selamat kepada pengurus yang baru dikukuhkan, semoga dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik,” tuturnya.Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Advertising Sumatera Selatan periode 2026–2031, Indrayani, SE, mengatakan pengukuhan kepengurusan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan para pelaku usaha advertising.“Kami mengucapkan terima kasih atas ruang dan apresiasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Mari kita bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi, dari Sumsel untuk Sumsel dan oleh Sumsel,” pungkasnya.Turut hadir Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
Sumsel
Palembang Jadi Tuan Rumah Rakornas KI Pusat 2026, Sekda Sumsel: Momentum Dongkrak Ekonomi dan UMKM Lokal
Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, menerima kunjungan silaturahmi jajaran Komisi Informasi (KI) Pusat di Palembang, Rabu (23/9/2026). Pertemuan ini diselenggarakan dalam rangka koordinasi persiapan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komisi Informasi Pusat yang dijadwalkan berlangsung pada 17–19 November 2026 mendatang di Kota Palembang.Dalam audiensi yang dihadiri langsung oleh Ketua Komisi Informasi Pusat, Handoko Agung Saputro, beserta jajaran komisioner dan jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumsel, Edward Candra menyambut hangat serta mengapresiasi penunjukan Kota Palembang sebagai tuan rumah ajang tahunan berskala nasional tersebut.Ia optimistis penyelenggaraan Rakornas ini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi pergerakan roda perekonomian daerah."Kami sangat menyambut baik kepercayaan ini. Kehadiran para peserta Rakornas dari seluruh Indonesia tentu akan menggairahkan perekonomian Sumatera Selatan, khususnya pada sektor perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal," ujar Edward Candra.Melalui agenda strategis ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh seluruh rangkaian acara demi kelancaran kegiatan, sekaligus memanfaatkan momentum tersebut untuk mempromosikan potensi daerah dan produk unggulan UMKM khas Sumatera Selatan ke tingkat nasional.Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumsel Rika Efianti.,SE.,MM dan OPD lainnya
Sumsel
Kepengurusan MUI Sumsel 2026 - 2031 Dikukuhkan, Herman Deru Harap Semakin Aktif dan Responsif
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD) menghadiri pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2031 di Griya Agung Palembang, Rabu (23/9/2026).Dalam kesempatan tersebut, HD menyampaikan apresiasi kepada para pengurus yang telah bersedia mengemban amanah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab di MUI Sumsel.“Kita telah berjalan kondusif tanpa konflik, baik dalam urusan agama ataupun bukan agama,” ujar HD. Ia berharap kepengurusan MUI Sumsel yang baru dapat membawa organisasi tersebut semakin baik dan semakin dekat dengan masyarakat. Herman Deru secara khusus mendorong para pengurus untuk aktif turun ke lapangan dan hadir di tengah masyarakat.“Saya minta MUI ini di bawah kepemimpinan baru bisa lebih baik lagi. Turun ke lapangan, apapun temanya. Jangan menunggu ada konflik,” tegas HD.HD juga mengingatkan pentingnya menjaga perbedaan pendapat agar tidak berkembang menjadi persoalan di tengah masyarakat.Lebih lanjut, HD menyebut tugas MUI memiliki tanggung jawab yang besar, salah satunya memberikan masukan dan saran kepada para pemimpin dalam berbagai tingkatan.Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Provinsi Sumsel periode 2026–2031, Dr. KH. Supadmi Kohar, M.M., mengajak seluruh jajaran pengurus yang baru dikukuhkan untuk bersama-sama melangkah dan mengesampingkan berbagai perbedaan.Ia juga mengingatkan para ulama untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, ulama memiliki posisi penting sebagai teladan di tengah masyarakat sehingga setiap perkataan dan sikap harus dipertimbangkan dengan baik."Semoga pengukuhan pengurus baru tidak berhenti pada seremoni semata. Setelah pengukuhan, seluruh jajaran MUI Sumsel diharapkan segera bergerak dengan berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.Turut hadir Wakil Ketua Umum DP MUI Pusat Buya, DR. KH. Anwar Abbas Abbas, Wasekjen DP MUI Pusat, Prof. DR. Armain Arif, M.A, dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Hadiri Pengukuhan IKK, Sekda Sumsel Minta OPD Proaktif Tingkatkan Kualitas Kebijakan
Palembang. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Edwar Candra, menghadiri kegiatan Pengukuhan Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) bagi Pemerintah Daerah yang berlangsung di Kantor Bappeda Provinsi Sumsel, Rabu (23/9/2026).Dalam sambutannya, Edwar Candra menegaskan bahwa pengukuran IKK merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kualitas kebijakan daerah agar memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya, IKK tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengukur, tetapi juga sebagai pendorong utama dalam memperbaiki seluruh proses perumusan kebijakan. "Hasil IKK ini menjadi acuan untuk mengetahui kekurangan yang masih ada. Oleh karena itu, kami menekankan kepada seluruh Perangkat Daerah untuk segera mengunggah data nilai serta mengevaluasi penyebab kekurangan tersebut agar dapat diperbaiki bersama," tegas Edwar.Ia juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk proaktif dalam menyajikan serta mengimplementasikan kebijakan yang berkualitas demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara LAN RI, Dr. Agus Sudrajat, S.Sos., M.A., menyampaikan bahwa kualitas kebijakan sangat menentukan keberhasilan pembangunan, khususnya pada program prioritas dan intervensi pembangunan daerah.Ia mengapresiasi implementasi kebijakan di Sumsel yang sudah berjalan baik, namun mengingatkan pentingnya pengukuran yang terstruktur."Untuk mengukur indeks kualitas kebijakan secara optimal, kita membutuhkan koordinator yang solid, penentuan tiga objek kebijakan yang tepat, ketersediaan data yang valid, serta kolaborasi antar-OPD yang kuat," jelas Agus.Lebih lanjut, pihak LAN RI juga memaparkan berbagai indikator IKK agar Pemprov Sumsel dapat merumuskan tujuan kebijakan yang lebih presisi dan terukur di masa mendatang.Turut hadir Para Kepala OPD
Sumsel
Pembangunan Jembatan Seleman Ulu Dimulai, Gubernur Sumsel Herman Deru Melakukan Groundbreaking di Empat Lawang
Empat Lawang. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Empat Lawang pada Selasa (22/9/2026). Dalam agenda tersebut, Herman Deru secara resmi memimpin prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Seleman Ulu yang berlokasi di Desa Seleman Ulu, Kecamatan Muara Pinang.Pembangunan jembatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur wilayah. Selama ini, keberadaan Jembatan Seleman Ulu memegang peranan krusial sebagai akses utama warga setempat dalam menjalankan roda perekonomian, mengakses fasilitas pendidikan, hingga mendukung mobilitas harian antarwilayah.Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan pentingnya keberadaan infrastruktur penyeberangan tersebut bagi keberlangsungan hidup masyarakat sekitar."Jembatan ini adalah urat nadi masyarakat. Kita bangun agar akses warga tidak terputus dan ekonomi bisa terus bergerak," ujar Herman Deru di sela-sela kegiatan.
Sumsel
Gubernur Sumsel Herman Deru Tinjau Jalan Pagar Alam - Tanjung Raja
Empat Lawang. Usai groundbreaking, Gubernur Herman Deru melanjutkan peninjauan jalan ruas Pagar Alam - Tanjung Raja yang menjadi jalur penghubung strategis antara Kota Pagar Alam dan Kabupaten Empat Lawang.Herman Deru menegaskan Pemprov Sumsel berkomitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur jalan provinsi guna memperlancar distribusi logistik dan membuka keterisolasian wilayah.
Sumsel
Pemprov Sumsel Percepat Digitalisasi Perlinsos,Mendukung Bansos Semakin Tepat Sasaran
Palembang - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra memimpin Rapat Percepatan Implementasi Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Tahun 2026, bertempat di Ruang Rapat Sekda Sumsel, Selasa (22/9/2026).Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong perluasan digitalisasi perlindungan sosial sebagai upaya menghadirkan pelayanan dan penyaluran bantuan sosial yang semakin dekat, tepat sasaran, transparan, serta mudah diakses masyarakat.Dari total sekitar 2.896.743 KK di Sumatera Selatan, saat ini baru sekitar 4,2 persen yang tercatat dalam sistem Perlinsos. Sementara kebutuhan Agen Perlinsos secara keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar 19.343 agen.Sekda Sumsel H. Edward Candra menegaskan, percepatan digitalisasi Perlinsos membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah hingga pemerintah desa.“Agen Perlinsos bukan sekadar terbentuk, tetapi harus bergerak. Dari agen yang aktif, perluasan digitalisasi bansos menjadi nyata, tepat sasaran, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tegasnya.Menurutnya, keberadaan agen pendamping di lapangan menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat mengikuti proses digitalisasi perlindungan sosial, sekaligus memastikan pendataan dapat berjalan dengan baik di masing-masing wilayah.Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumsel Rika Efianti mengatakan, pihaknya akan turut memperkuat komunikasi publik mengenai program tersebut melalui koordinasi dengan Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas).Selain komunikasi publik, perhatian juga diarahkan pada kesiapan infrastruktur digital, khususnya wilayah yang masih mengalami blank spot, serta penguatan pemanfaatan dan pengisian data pada aplikasi Perlinsos.Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala BPS Sumsel Wahyu Yulianto, Karo Pemerintahan dan Otonomi Daerah Humaniora Basili Basmark, Kadisdukcapil Sumsel Deswan Irsyad, serta pejabat terkait lainnya.
Sumsel
Perkuat Ekosistem Media Siber Profesional, SMSI Sumsel Resmi Lantik Pengurus di 8 Kabupaten/Kota
Palembang. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Selatan resmi melantik pengurus SMSI di delapan kabupaten/kota untuk masa bakti 2026–2029. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Hotel OPA pada Senin (21/9/2026) malam tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, jajaran organisasi wartawan, serta pimpinan perusahaan media.Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang diwakili Kepala Dinas Kominfo Sumsel, Rika Efianti, S.E., M.M., didampingi Kabid PKP, Septriandi Setia Permana, S.STP., M.Si., hadir memberikan dukungan langsung atas pengukuhan kepengurusan daerah tersebut.Adapun delapan kepengurusan yang dilantik mencakup jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dari Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kabupaten OKU Timur, Kabupaten OKU Selatan, dan Kota LubuklinggauKetua SMSI Provinsi Sumatera Selatan, Jon Heri, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya agenda pelantikan serentak ini dengan lancar. Ia menekankan agar seluruh pengurus baru segera menjalankan amanah organisasi secara optimal.“Alhamdulillah, malam ini pelantikan pengurus SMSI di delapan kabupaten/kota berjalan lancar. Saya berharap seluruh pengurus yang telah dilantik dapat menjalankan amanah organisasi dengan baik,” ujar Jon Heri dalam sambutannya.Lebih lanjut, Jon Heri menegaskan bahwa keberadaan SMSI di daerah harus menjadi motor penggerak dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama lintas sektor. Sinergi ini krusial untuk membangun industri media siber yang semakin profesional, beretika, dan bertanggung jawab di wilayah Sumatera Selatan.Acara pelantikan ini turut disaksikan oleh jajaran pemerintah daerah, Dewan Penasihat dan pengurus SMSI Sumsel, pengurus daerah yang dilantik, serta perwakilan berbagai organisasi pers se-Sumatera Selatan.
Sumsel
Sekda Sumsel Lantik Anggota KPID Sumsel Periode 2026–2029, Ciptakan Penyiaran Berkualitas dan Adaptif
PALEMBANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra melantik tujuh Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Selatan periode 2026–2029 di Graha Bina Praja, Senin (21/9/2026).Dalam kesempatan tersebut, Sekda Edward Candra menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota KPID Sumsel yang telah dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas dan semangat pengabdian untuk menjaga kualitas penyiaran di Sumatera Selatan.“Selamat atas pelantikan Anggota KPID Sumatera Selatan periode 2026–2029. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan pengabdian serta tanggung jawab untuk menjaga penyiaran yang berkualitas,” ujar Edward.Menurutnya, tantangan dunia penyiaran saat ini semakin dinamis seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi. Pola masyarakat dalam memperoleh informasi juga telah mengalami perubahan. Masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan televisi dan radio, tetapi semakin banyak memanfaatkan berbagai platform digital yang mudah diakses.Untuk itu, Edward berharap KPID Sumsel dapat memahami perubahan ekosistem media tersebut dan mampu menjalankan fungsi pembinaan serta pengawasan terhadap lembaga penyiaran secara adaptif dan profesional, dengan tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan.“Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tentu akan terus mendukung terciptanya ekosistem komunikasi dan informasi yang sehat. Namun, masing-masing lembaga tetap menjalankan tugas dan kewenangannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.Edward berharap KPID Sumsel periode 2026–2029 dapat menghadirkan pembaruan dalam tata kelola penyiaran di daerah sekaligus semakin dekat dengan masyarakat.“Semoga KPID Sumatera Selatan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Suara masyarakat harus menjadi salah satu pertimbangan penting dalam membangun penyiaran yang sehat,” pungkasnya.Turut hadir dalam pelantikan tersebut Ketua Komisi I DPRD Sumsel Meilinda, Kepala BPS Sumsel Wahyu Yulianto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumsel Rika Efianti, serta para pejabat yang mewakili.