Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

YPAC Dapat Prioritas di Masa Kepemimpinannya HD Sumsel
30 Apr 2019 Dilihat 491x

YPAC Dapat Prioritas di Masa Kepemimpinannya HD

Palembang, sumselprov.go.id -- Minimnya perhatian pemerintah pada Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Palembang menuai keprihatinan tersendiri dari Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Hal itu terungkap saat ia mendampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Deru membuka Pelatihan Keterampilan Teknis Kain Jumputan bagi Penyandang Disabilitas di Gedung YPAC Palembang, di Kecamatan Sako, Senin (29/4). "Saya baru kali datang ke acara khusus di tempat ini. Di benak saya bagaimana menjadikan tempat ini tempat yang punya pioritasnya tersendiri. saya cek bersama ibu ketua yayasan ternyata tahun kemarin bantuan dari pemprov tidak ada dan bahkan sudah 2 tahun, yakinlah ini akan jadi perhatian saya," janjinya. Kepada tenaga pengajar dan anak didik, Herman Deru pun terus menyemangati. Menurutnya tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Justru kekurangan itu bisa menjadi kelebihan jika didukung dan diarahkan dengan benar. "Maka kepada seluruh penyandang kebijakan dari semua level ada konsen yang jelas terhadap kaum disabel ini kita hormati mereka karena masih mau bisa berkarya tidak pasrah dengan keadaan. Tapi tentu mereka ini harus dibekali ilmu penggetahuan untuk tidak pasrah sesuai dengan arah bakat dan kemampuan masing masing," ucapnya Kepada Dinas Koperasi & UKM Provinsi Sumsel yang menyelenggarakan acara ia juga berpesan agar acara ini jangan bersifat seremonial saja.  Pelatihan seperti ini harus punya target dan tujuan apakah meningkatkan produktivitas kepandaian atau keahlian. "Tapi kalo tidak ada bakat kesana jangan di paksakan tetapi kita cari arahkan hal - hal yang lain seperti elektronik dan IT," tegasnya. Karena Sumsel memiliki beberapa sekolah  berkebutuhan khusus di beberapa kabupaten Ia berencana membuat kompetisi. "Saya tidak mau kalo ada acara seperti ini yang ada hanya pameran lagi. Saya tidak mau hanya itu-itu saja saya mau inovasi yang baru dan saya minta nanti petugas disini yang foto barang - barang yang ada disini dan selalu akan saya awasi dan saya pantau dan saya berterima kasih ke pada Dinas Koperasi & UKM Provinsi Sumsel yang telah menyelengarakan acara ini," ucapnya. Swmwntara itu peserta pembinaan tersebut terdiri dari 3 tuna grahita, tuna rungu , tuna daksa dengan total peserta yang ikut mencapai 30 orang. Para peserta ini berpartisipasi membuat aneka kerajinan eperti batik jumputan , tas, keset kaki , taplak meja, baju dan lain-lain  Sejumlah kepala OPD ikut hadir dalam kegiatan itu di antaranya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumsel Dra H Musiawati MM , Ketua Yayasan YPAC Palembang Dra Yulia Helmi, Kepala Sekolah YPAC Palembang  berserta guru - guru yang berkesempatan hadir dan murid - murid yang hadir MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto HP

Baca Detail
Ini Prioritas Pembangunan Sumsel Mendatang Sumsel
30 Apr 2019 Dilihat 158x

Ini Prioritas Pembangunan Sumsel Mendatang

Palembang, sumselprov.go.id -- Mewakili Gubernur Sumsel H Herman Deru, Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel Ir H Mawardi Yahya, menghadiri Rapat Paripurna LVIII (58) DPRD Provinsi Sumsel dengan agenda penyampaian Pidato Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumsel Tahun Anggaran 2018, Senin (29/4) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumsel. Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Sumsel M. Aliandra Gantada. Pada rapat tersebut Gubernur Sumsel Herman Deru melalui wakil Gubernur Sumsel Ir.H.Mawardi Yahya mengungkapkan bahwa tahun 2018 merupakan  tahun kelima atau tahun terakhir pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJmD) Provinsi Sumsel periode 2013-2018. "Alhamdulillah syukur sudah banyak potensi dan keberhasilan pembangunan yang kita capai. Walaupun kami juga menyadari bahwa masih ada beberapa hal yang belum optimal pencapaiannya. Pada kesempatan ini kami jiga menyampaikan penghargaan yang tinggi pada semua pihak atas kerjasama yang baik membangun Sumsel sesuai tanggung jawab masing-masing," jelasnya. Lebih jauh Mawardi mengatakan dalam pidatonya ini ia akan menyampaikan dua hal penting yakni soal prioritas pembangunan tahun 2018 dan capaian kinerja pembangunan serta gambaran keuangan daerah. "Prioritas pembangunan Sumsel 2018 antara lain Provinsi Olahraga, Pembangunan Lingkungan Berbasis Landscape, Peningkatan Investasi, pengembangan usaha dan pariwisata, Penanggulangan Kemiskinan, Infrastruktur dan Konektivitas, Pendidikan untuk Semua, Kesehatan untuk Semua, Perumahan dan Pemukiman, Stabilitas Keamanan dan ketertiban serta Kedaulatan Pangan," paparnya. Dijelaskannya capaian indikator makro pembangunan 2018 meliputi pertumbuhan ekonomi sebesar 6,04  persen lebih tinggi dari tahun 2017 sebesar 4,42 persen. Adapun lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan itu masing-masing adalah pertambangan dan penggalian, kedua industri pengolahan, kemudian pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi serta perdagangan besar dan eceran. Indikator lainnya yakni inflasi Sumsel tahun 2018 sebesar 2,74 persen. Penurunan persentase penduduk miskin, peningkatan IPM tahun 2017, serta penurunan tingkat penganggutan terbuka pada 2018 menjadi 4,23 persen. Seeta capaian gini rasio yang lebih baik dari nasional. Selanjutnya Ia menjelaskan gambaran pengelolaan keuangan daerah sebagai wujud kinerja APBD. "Target pendapatan daerah Provinsi Sumsel sebesar Rp9,19 triliun, terealisasi Rp9,14 triliun," imbuhnya. Pendapatan tersebut merupakan realisasi dari PAD Rp3,52 triliun, dan dana perimbangan Rp5,51 triliun serta lain-lain pendapatan yang sah Rp100 miliar lebih. Sedangkan dari sisi belanja daerah terealisasi Rp7,9 triliun dari target sebesar Rp8,6 triliun "Realisasi belanja daerah itu meliputi Belanja Tidak Langsung Rp4,8 triliun dan belanja  langsung Rp3,08 triliun," jelasnya. Menurut Mawardi demikianlah laporan yang dapat disampaikannya. Di akhir pidato Ia berharap dukungan dan kerjasama semua pihak agar pencapaian pembangunan Sumsel periode 2018-2023 dengan tekad Bersatu Sumsel Maju untuk mencapai visi misi Sumsel Maju untuk Semua dapat diraih bersama. Sementara itu Ketua DPRD Provinsi Sumsel M. Aliandra Gantada mengatakan usai penyampaian tersebut selanjutnya agenda Rapat Paripurna LVIII (58) akan melakukan pembentukan pansus-pansus pembahasan dan penelitian terhadap LKPJ Gubernur Sumsel Tahun Anggaran 2018. "Rapat akan kita schors 10 menit untuk menentukan komposisi pansus yang sudah dibacakan oleh sekretaris dewan tadi," jelasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY

Baca Detail
GANN Sumsel : Senam Maumere Langkah Awal Sosialisasi Anti Narkoba di Sumsel Sumsel
30 Apr 2019 Dilihat 562x

GANN Sumsel : Senam Maumere Langkah Awal Sosialisasi Anti Narkoba di Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id – Serunya kegiatan Senam Senam Sehat Maumere Pemuda Anti Narkoba yang diselenggarakan oleh DPD GANN (Generasi Anti Narkoba Nasional) Sumsel bekerjasama dengan Pemuda Pancasila merupakan aksi nyata dan langka awal dalam mensosialisasikan bahaya narkoba bagi generasi muda dan juga masyarakat di wilayah Sumatera Selatan. Acara yang dibuka langsung Gubernur Sumsel yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten III Pemerintahan dan Administrasi Setda Prov. Sumsel, Prov. Edwar  Juliartha didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Akhmad Yusuf Wibowo. Acara berlangsung di Lapangan Bola Jl. Jepang Suka Mulya Sematang Borang Palembang, Minggu (28/04/2019). Dalam sambutannya Prof. Eduar sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini dan ini adalah terobosan yang sangat baik dalam mengkampanyekan bahaya narkoba. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan GANN Sumsel dan ini adalah terobosan yang sangat baik dalam mengkampanyekan bahaya narkotika bagi pemuda yang merupakan generasi penerus bagi keberlangsungan negeri ini”, ungkap Eduar. Eduar juga berharap dengan membiasakan melakukan olahraga akan membangun karakter jiwa yang sehat dan tidak berpikiran untuk mengunakan narkoba, pungkas Asisten III mengakhiri sambutannya. Sementara Ketua DPD GANN Sumsel Nurfrafyanti Fanny menyampaikan “Acara kampanye akbar yang pertama ini kami pusatkan di Kecamatan Sematang Borang merupakan langkah awal  dalam mensosialisasikan bahaya Narkotika bagi generasi muda dan masyarakat dan DPD GANN Sumsel akan  terus melakukan roadshow Anti Narkoba di 18 Kecamatan se Kota Palembang dan di 17 Kabupaten/Kota se- Sumsel”, ujar Fanny.          “Tujuan roadshow Anti Narkoba ini tidak lain agar dapat langsung sampai kemasyakat secara langsung”, pungkas Fanny. Direktur Reserse  Narkoba Polda Sumsel, Kompol Farman  saat diwawancarai awak media menyampaikan sangat bangga dengan masyarakat Sumsel dan khususnya kepada DPD GANN Sumsel yang terus bersinergi dengan BNN, POLRI, TNI untuk memerangi narkoba yang sudah meraja lela sampai ke pelosok  Desa, bahkan sampai Kampung Desa terpencil. Polri tidak pandang bulu, siapapun, apapun jabatan dan pangkatnya Polri akan memproses sesuai hukum yang berlaku, jika dari anggota Polri sendiri terlibat narkoba sesuai barang bukti yang ada maka Kapolda yang akan memecatnya dengan tidak hormat, pungkas Farman dengan tegas. Ditempat yang sama, Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Sematang Borang, Anto Haryanto SE mengatakan “Ayo sama-sama kita jaga NKRI dengan tidak menggunakan Narkoba, khusus untuk para orangtua agar lebih memperhatikan lingkungan pergaulan di luar rumah putra-putri remaja agar terhindar dari jeratan penyalahgunaan narkoba atau sejenisnya”, ujar Anto. Dalam acara Senam Sehat Maumere Pemuda Anti Narkoba selain dihibur artis Ibukota Cucucahyati juga diberikan bingkisan dalam bentuk doorprice seperti Mesin Cuci, Kipas Angin, dan hadiah hiburan lainnya. Acara dipandu presenter komedian kondang dari PAL TV punyo kito (Tvnyo wong Sumsel), Cek Daus. Turut hadir dalam acara ini Kepala BNNP Sumsel Adolf, Senator  (DPD RI) Siska Marleni, Direktur Utama PD Swarna Dwipa Rebo Iskandar Pohan, Pengurus DPD GANN Sumsel, Kapolsek Sako yang diwakili Iptu Dariyustuti selaku Kanit Binmas, Perwakilan dari Kecamatan Sematang Borang, Kelurahan Karya Mulya, Kelurahan Suka Mulya, Kelurahan Sri Mulya , Kelurahan Lebung Gajah  dan ribuan masyarakat. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY 

Baca Detail
Sinergi Pusat dan Daerah Terhadap Pengawasan Alkes, PKRT di Sumsel Sumsel
30 Apr 2019 Dilihat 191x

Sinergi Pusat dan Daerah Terhadap Pengawasan Alkes, PKRT di Sumsel

Kepala Dinas Kesehatan Prov. Sumsel Dra. Lesty Nuariny, Apt. M.Kes didampingi Kepala Seksi Alat Kesehatan Terry Suciati Ningrum, ST.,M.Si (kiri) serta Narasumber dari Dirjen Keparmasian dan Alkes Kemkes RI Dra. Ninik haryati, Apt. dan Beluh Mabasa Ginting, ST. M.Si. (kanan)   Palembang, sumselprov.go.id – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Dra. Hj Lesty Nurainy, Apt., M.Kes secara resmi membuka kegiatan Workshop Peningkatan Kemampuan Sumber Daya Manusia Dalam Melakukan Inspeksi / Pengawasan Sarana, Surveilans Produk dan Pengendalian Perizinan. Acara dilaksanakan  di hotel Emilia Palembang selama tiga hari dimulai tanggal 24 sampai dengan 26 April 2019. Alat Kesehatan (Alkes) merupakan salah satu komponen penting disamping tenaga dan obat dalam sarana pelayanan kesehatan. Alkes adalah instrumen, mesin, implant yang tidak mengandung obat digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan, dan meringankan penyakit, merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan manusia seperti: termometer, infusion set, jarum suntik, dll). Sedangkan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) adalah alat, bahan atau campuran bahan untuk memelihara dan perawatan kesehatan untuk manusia, hewan peliharaan, rumah tangga dan tempat-tempat umum, seperti: tissue, pembersih lantai, pestisida, alat perawatan bayi, pewangi dan desinfektan. Alkes dan PKRT yang beredar dan digunakan dalam pelayanan kesehatan haruslah memiliki izin dan terjamin mutu, keamanan dan kemanfaatannya untuk mencegah bahaya yang terjadi pada pasien (patient safety / keselamatan pasien). Hal ini disampaikan oleh Dra. Ninik Haryati, Apt dan Beluh Mabasa Ginting ST, M.Si yang merupakan narasumber pada kegiatan ini dari Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Ninik mengatakan bahwa saat ini semakin banyak alkes yang beredar dan sebagian besar merupakan alkes impor sehingga sangat dibutuhkan pengawasan yang ketat. Pengawasan tersebut tidak bisa dilakukan oleh pusat sendiri tetapi harus bekerja sama atau ada sinergi pengawasan antara pusat dan daerah. Pengawasan yang dilakukan berupa pengawasan internal yang dilakukan oleh produsen atau penyalur dan pengawasan eksternal oleh pusat, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Mengingat pentingnya pengawasan terhadap alkes dan PKRT maka dibutuhkan peningkatan kemampuan petugas dalam melakukan pengawasan tersebut melalui kegiatan ini. Kegiatan ini diikuti oleh 37 orang peserta dari 17 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra.Lesty Nurainy,Apt., M.Kes dalam sambutannya mengatakan bahwa Alkes dan PKRT merupakan bagian dari pelayanan kesehatan, kalau Alkes dan PKRT yang beredar sudah terjamin mudah mudahan akan mendukung hasil dari pelayanan kesehatan di era UHC UHC (Universal Health Coverage) Jaminan Kesehatan Semesta adalah sistem pembiayaan kesehatan yang memastikan setiap warga memiliki akses untuk memperoleh pelayanan kesehatan dengan adil baik pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif tanpa mengalami kesulitan ekonomi ketika warga menggunakan pelayanan kesehatan. UHC menuntut upaya kesehatan yang maksimal bagi masyarakat sehingga seluruh lapisan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, ungkap Lesty MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Sumber Emirza Dinkes Sumsel

Baca Detail
Ini Jam Kerja ASN Selama Ramadhan Sumsel
30 Apr 2019 Dilihat 453x

Ini Jam Kerja ASN Selama Ramadhan

Palembang, sumselprov.go.id --  Dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Nomor 394 Tahun 2019 tentang Penetapan Jam Kerja pada Bulan Ramadhan 1440 H.        Bagi instansi pemerintah yang memberlakukan lima hari kerja, jam kerja selama bulan Ramadan menjadi pukul 08.00 hingga 15.00 untuk Senin-Kamis, dengan waktu istirahat diberikan pukul 12.00 - 12.30. Untuk Jumat, jam kerja ASN pada pukul 08.00 hingga 15.30 dan waktu istirahat pukul 11.30 sampai 12.30. Sementara bagi instansi pemerintah yang memberlakukan enam hari kerja, jam kerja menjadi pukul 08.00 hingga 14.00 untuk Senin-Kamis dan Sabtu dengan waktu istirahat selama 30 menit terhitung pukul 12.00. Sedangkan untuk Jumat, jam kerja dimulai pukul 08.00 hingga 14.30 dengan waktu istirahat antara 11.30 sampai 12.30. Pada Surat Edaran yang ditandatangani MenPAN-RB Syafruddin tersebut juga dijelaskan jumlah jam kerja efektif bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan lima atau enam hari kerja selama Ramadhan minimal 32,5 jam dalam satu minggu. Ketentuan pelaksanaan lebih lanjut mengenai jam kerja pada Ramadan tersebut diatur oleh pimpinan instansi pemerintah pusat dan daerah masing-masing dengan menyesuaikan situasi dan kondisi setempat. Surat Edaran ini ditujukan kepada para menteri Kabinet Kerja, sekretaris kabinet, Kepala Badan Intelijen Negara, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jaksa Agung Republik Indonesia, dan Panglima Tentara Nasional Indonesia. Selain itu juga untuk para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, para pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, para pimpinan Kesekretariatan Lembaga Non Struktural, lara pimpinan Lembaga Penyiaran Publik, para Gubernur, Bupati serta Wali Kota. MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Ziarah Kubro Palembang Jadi Bukti Ulama dan Umat Selalu Bersama Sumsel
29 Apr 2019 Dilihat 1275x

Ziarah Kubro Palembang Jadi Bukti Ulama dan Umat Selalu Bersama

Palembang, sumselprov.go.id -- 10 hari terakhir Bulan Sya’ban untuk berziarah, baik menziarahi Umat muslim di Kota Palembang bersama seluruh ulama memanfaatkan makam anggota keluarga yang telah mendahului, maupun ke makam ulama dan para wali Allah.SWT. Seperti yang dilaksanakan hari ini, Minggu (28/4/19), umat muslim di Kota Palembang, melaksanakan puncak pelaksanaan Haul dan Ziarah Kubra ‘Ulama dan Auliya’ Palembang Darussalam yang dilaksanakan di beberapa tempat. Dihadiri ratusan ribu umat muslim dari berbagai daerah di Sumsel dan daerah lain di Indonesia, Haul dan Ziarah Kubra yang menjadi tradisi turun temurun, terutama bagi kaum alawiyyin yang bermukim di Kota Palembang maupun masyarakat pencinta ulama dan wali wali Allah.SWT di Indonesia, berjalan dengan diiringi takbir dan shalawat-shalawat. Ketua Panitia kegiatan Haul dan Ziarah Kubra ‘Ulama dan Auliya’ Palembang Darussalam 2019, Habib Mahdi Muhammad Syahab mengatakan, kegiatan ini menjadi tradisi turun-temurun yang dilakukan umat muslim di Kota Palembang sebelum memasuki bulan Ramadhan. Dimana tujuannya, adalah untuk mengenang perjuangan leluhur dan ulama-ulama, auliyah serta para pendahulu-pendahulu, dengan harapan mendapat keberkahan dari Allah.SWT. Selain itu, kegiatan ini menjadi bukti ulama dan umat di Palembang selalu bersama dalam setiap kegiatan. "Jangan jauh-jauh dari ulama, selalu dekat dengam orang-orang soleh, Insya Allah.SWT kita semua akan mendapat keberkahan," sampai pria yang diketahui menjabat sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen) Front Pembela Islam (FPI) Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini, menjadi kegiatan rutin yang dilaksnakan umat muslim pada hari-hari terakhir Bulan Sya’ban. Adapun rangkaian acaranya adalah, ke pemakaman al-habib ahmad bin syeikh shahab (gubah duku), rauhah dan taushiah di pondok pesantren ar-riyadh, ziarah pemakaman auliya’ dan habaib seberang ulu ( telaga sewidak dan babus salam / as-seggaf ), haul al-habib abdullah bin idrus bin shahab & al-habib abdurrahman bin ahmad al-bin hamid dan acara puncak ziarah kubra adalah, berziarah ke pemakaman al-habib pangeran syarif ali bsa, pemakaman kesultanan dan auliya’ kawah tengkurep, pemakaman auliya’ dan habaib kambang koci.  MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY

Baca Detail
Tiga Organisasi Ini Diguyur Kendaraan Operasional Sumsel
29 Apr 2019 Dilihat 186x

Tiga Organisasi Ini Diguyur Kendaraan Operasional

Palembang, sumselprov.go.id -- Komitmen Pemprov memperhatikan institusi dan organisasi yang berkembang di Sumsel memang tak perlu diragukan lagi. Minggu (28/4) pagi misalnya, tiga kendaraan operasional kembali diguyurkan Pemprov masing-masing untuk Organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan LDII serta stasiun TVRI Sumsel. Penyerahan bantuan kendaraan operasional ini dilakukan langsung di halaman Griya Agung oleh Gubernur Sumsel H.Herman Deru didampingi, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Provinsi Sumsel M.Zaki Aslam, Kepala Bidang Pemberitaan TVRI Sumsel Chandra Latuconsina serta perwakilan Muhammdiyah dan LDII. "Ini bentuk perhatian Pemprov. Maka saya minta dengan sangat jangan dinilai harganya," ucapnya usai menyerahkan bantuan secara simbolis. Menurut mantan Bupati OKU Timur dua periode tersebut pemberian bantuan ini tidak serta dilakukan begitu saja namun berdasarkan analisa kebutuhan organisasi itu sendiri. "Mungkin saja organisasi tempat bapak ibu mampu membeli sendii kendaraan, tapi ini adalah komitmen pemprov. Jenis kendaraannya saja mungkin belum memenuhi harapan bapak ibu sekalian," jelasnya. Bantuan ini lanjut HD memang lebih cenderung untuk memenuhi kebutuhan operasional. Karena itu ia juga berpesan akan organisasi yang sudah mendapatkan bantuan ini dapat merawat kendaraan secara maksimal. "Saya minta ini dipelihara karena ini sumbangsih langsung dari masyarakat. Kalau Pemprov punya dana yang longgar bukan tidak mungkin akan diberikan lagi bantuan yang sejenis atau bahkan lebih," paparnya. Untuk memastikan kendaraan ini terawat dengan baik pihaknya juga akan mengirim tim khusus untuk melakukan pengecakan berkala. Hal ini tak lain sebagai wujud kepatuhan terhadap pemeliharaan aset daerah. Sementara itu Kepala Bidang Pemberitaan Stasiun TVRI Sumsel Chandra Latuconsina mengatakan sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan. Menurutnya mobil ini sangat berguna untuk membantu operasional bidang pemberitaan untuk petugas peliputan. "Semoga kolaborasi ini bisa terus ditingkatkan. Termasuk publikasi TVRI untuk program-program Pemprov Sumsel. Bantuan ini tentu akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk tugas," pungkasnya.  MC Diskominfo Prov.Sumsel/Foto HP

Baca Detail
Jelang Ramadhan, Gubernur Pastikan Harga Stabil Sumsel
29 Apr 2019 Dilihat 174x

Jelang Ramadhan, Gubernur Pastikan Harga Stabil

Palembang, Sumselprov.go.id -- Guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional, Minggu (28/4) pagi. Sidak kali ini dilakukannya bersama Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Srie Agustina di pasar tradisional Lemabang.  Dalam pelaksanaan sidak itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru berkeliling hampir ke semua los yang ada di pasar. Mulai dari pedagang beras, bawang, maupun pedagang ikan dan daging. Di sela-sela sidak tersebut, Herman Deru menyempatkan diri berdialog dengan para pedagang, terkait harga dan stok barang menjelang bulan puasa.  Ditemui usai berkeliling pasar, Gubernur Sumsel H.Herman Deru mengatakan pantauan harga  harus dilakukan kepala daerah setiap saat, sebab melalui sidak tersebut kepala daerah mengetahui langsung kondisi dan situasi pasar pada masa-masa ramai pembeli, menjelang Ramadan. Sehingga pemerintah daerah bisa menentukan langkah yang harus diambil, jika terjadi kelangkaan atau lonjakan harga kebutuhan. Maka ini seminggu sebelum Ramadhan kita sudah turun apalagi ditemani Ibu Irjen Kementerian perdagangan langsung, ternyata dari hasil peninjauan langsung setiap pedagang, harga normal bahkan ada penurunan harga dibeberapa jenis komoditas khususnya komoditas yang dihasilkan dari pertanian. Beras stabil, daging stabil, minyak stabil, ayam stabil,” ungkapnya. Orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini pula mewanti-wanti agar jangan sampai ada pedagang yang menimbun pasokan sembako yang akan mengakibatkan kurangnya ketersediaan sembako, dan berdampak pada kenaikan harga.  Kepolisian sudah tegas, dan Saya sudah koordinasi dengan pak Kapolda, Bulog kalau ada yang main-main terhadap kebutuhan pokok masyarakat, kita tidak segan-segan,” tegasnya. Sementara Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Srie Agustina menambahkan, operasi pasar yang dibantu dengan pemerintah daerah selalu rutin digelar, guna melakukan pemantauan harga untuk melihat apakah terjadi eskalasi harga.  Nah pada hari ini kita sudah melihat bahwa terjadi kenaikan harga bawang putih dan bawang merah tapi yang lain kecenderungan harganya stabil bahkan ada beberapa yang turun. untuk yang naik ini makanya kita datang ke pasar bukan hanya melakukan pemantauan tetapi langsung melakukan action,” tuturnya  Action yang dimaksud adalah melakukan operasi pasar, operasi pasar yang bukan kepada konsumen tetapi kepada para pedagang.  Karena pedagang lah yang memegang prefensi harga, kita rencana akan masuk kelima psar terutama pasar-pasar utama di provinsi Sumsel antara lain pasar Palimo, Lemabang, Cinde, pasar 16 Ilir dan 10 ulu” tambahnya  Untuk diketahui, dari hasil peninjauan Gubernur Sumsel dan Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tercatat harga telur Rp. 22.000/Kg, Cabai keriting yang semula Rp. 30.000/Kg kini menjadi Rp. 20.000/kg.  Begitu pula untuk harga daging masih tetap stabil berkisar Rp. 130.000/Kg untuk daging AS, sedangkan daging sapi biasa Rp. 100.000/kg. Sementara minyak sayur Rp.10.000/Kg, dan untuk beras dalam karung 10 Kg berkisar Rp. 100.000 - Rp.110.000. MC Diskominfo Prov.Sumsel/Foto HP

Baca Detail
Resmikan Rumah Kopi, Akademi dan Museum Menyusul Sumsel
29 Apr 2019 Dilihat 227x

Resmikan Rumah Kopi, Akademi dan Museum Menyusul

Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel H. Herman Deru melakukan peresmian Rumah Kopi Sumsel sekaligus Penandatanganan MoU Kerjasama Pengembangan Komoditas Kopi serta Peresmian Kantor Bersama Ekspor (Kerjasama antara Bank Indonesia, Bea Cukai, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia), di Plaza Benteng Kuto Besak Palembang, Sabtu (27/4). Gubernur Sumsel H. Herman Deru menuturkan, Kopi merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan di Provinsi Sumsel yang mempunyai peranan penting sebagai penghasil devisa negara.  Untuk diketahui, tanaman kopi di Provinsi Sumsel semuanya merupakan perkebunan kopi rakyat dan terluas di Indonesia, dengan luas areal 250.397 dan produksi 184.166 ton. Daerah penghasil kopi rakyat terdapat di semua Kabupaten/Kota, dengan sentra produksi di lima Kabupaten dan kota, antara lain Kabupaten OKU Selatan, Kabupaten Empat Lawang, Lahat, Muara Enim dan Kota Pagaralam.  Melihat besarnya peranan komoditas kopi untuk Indonesia umumnya dan Provinsi Sumsel khususnya, Herman Deru  menginisiasi  akan membuat akademi kopi  dan museum kopi yang pertama di Indonesia.  Jadi untuk akademi kopi segera hari Senin ini akan Saya kirimkan surat ke Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, untuk dibuat akademi kopi. Ini yang pertama di Indonesia, jadi Kopi jangan hanya dibuat parsial tetapi menjadi industri perkopian yang kita inginkan adalah efeknya dari semua pihak terutama melibatkan banyak masyarakat baik dalam proses produksinya, proses jual belinya sampai dengan menjadi bahan jadi,” ungkapnya.  Menurutnya, kopi tidak semerta  hanya identik dengan ramuan minuman saja tetapi dapat pula  dikemas menjadi parfum dan pengharum ruangan atau kendaraan.  Sementara untuk museum kopi yang akan digagasnya, dikatakan Herman Deru terletak di kawasan gedung Museum Tekstil Jalan Diponegoro atau eks gedung BP7, disana nantinya tidak hanya menjadi museum kopi saja namun dilengkapi pula dengan cafe-cafe yang mengkhiasi disekeliling museum.  Kita punya cagar budaya museum tekstil, yang kita akan buat itu sebagai museum kopi tanpa mengabaikan fungsi sebelumnya dan berikut kafe-kafenya. Jadi disitulah akan menjadi etalase kopi Sriwijaya ini, Disana kalau orang mau melihat bagaimana kopi dibikin, ditanam, dipanen juga orang akan langsung menikmati cita rasa kopi tersebut,” katanya  Lebih jauh Herman Deru menuturkan, kopi menjadi salah satu icon Provinsi Sumsel maka secara bertahap pula kopi dari Provinsi Sumsel akan di ekspor melalui pintu gerbang Sumsel yakni di Pelabuhan Tanjung Api-Api. Itu tentu akan menambah devisa untuk kita, salah satu icon harus menjadi kebanggaan bagi masyarakat, kepada Bupati maupun Walikota  yang teribat langsung dalam produksi kopi ini bukan hanya meningkatkan produksi saja, tetapi juga melalui  sentuhan-sentuhan insetifikasi, ekstensifikasi pasca panennya,” pungkasnya  Sementara Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi dalam kata sambutannya mengatakan, Kopi merupakan salah satu komoditi yang memiliki potensi ekspor tinggi, Konsumsi kopi dunia pada tahun 2015 sebesar 2,9 juta ton.  Sementara Indonesia merupakan produsen kopi ke-4 terbesar di dunia, denga urutan Brazil, Vietnam, Kolombia, kemudian Indonesia. Ekspor kopi Indonesia memiliki pangsa 13,9%  terhadap total ekspor di sektor pertanian,perikanan dan kehutanan. Sumatera Selatan merupakan provinsi penghasil kopi terbesar Indonesia. Luas tanaman kopi di Sumatera Selatan mencapai 249.418 Ha ya utamanya berada di daerah Kabupaten OKU Selatan, Kabupaten Empat Lawang, Lahat, Muara Enim dan Kota Pagaralam.  Kami menyadari pengembangan kopi di Sumatera Selatan sebagai komoditi unggulan ekspor,” tandasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.