Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Ikuti Dinamis Model Pendidikan, Guru Harus Up To Date Sumsel
03 May 2019 Dilihat 229x

Ikuti Dinamis Model Pendidikan, Guru Harus Up To Date

Palembang, sumselprov.go.id -- Hari Pendidikan Nasional di peringati setiap tanggal 2 Mei, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru tertindak sebagai inspektur upacara yang dipusatkan di halaman Rumah Dinas Gubernur Griya Agung Palembang, Kamis (2/5) pagi. Dalam pidato tertulisnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy yang dibacakan Gubernur Sumsel H. Herman Deru  menegaskan dijadikannya tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan di Indonesia tidak lain merupakan bentuk penghargaan yang diberikan atas jasa  Bapak Pendidikan Nasional,  Ki Hajar Dewantara yang lahir diPakualaman, 2 Mei 1889. Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini. Marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumberdaya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, keterampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif,” ucap Herman Deru. Lebih lanjut dia menegaskan, selama empat tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo-Yusuf Kalla  selain fokus pada  pembangunan infrastruktur jalan, irigasi dan bidang energy, dunia pendikan juga menjadi perioritas pemerintah. Karena itu Kemendikbud telah memberi perhatian khusus untuk pendidikan di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal.  Termasuk diantaranya pendidikan bagi anak-anak Indonesia yang berada di luar batas negara, seperti anak-anak keturunan Indonesia yang berada di Sabah dan Serawak, negara bagian Malaysia. Perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia. Di sini kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya,” tambahnya. Lebih lanjut Mendikbud dalam pidato tertulisnya juga menyampaikan apresiasi untuk insan pendidikan dan kebudayaan di seluruh penjuru negeri yang tak lelah memberikan inspirasi, membuka jalan terang masa depan anak Indonesia agar menjadi manusia cerdas berkarakter kuat dan memberikan manfaat bagi sekitarnya. Kepada Ibu dan Bapak pendidik dan tenaga kependidikan di semua jenjang, para pegiat PAUD, pegiat literasi, para tokoh agama, wartawan, dan kontributor pendidik lainnya, Selamat Hari Pendidikan Nasional. Teruslah bersemangat dan tulus menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan Indonesia,” ucap Herman Deru. Usai upcara Herman Deru secara khusus menyampaikan pesan untuk para pendidik di Sumsel. Agar momen Hardiknas dapat menjadi memicu semangat bagi para guru untuk terus meneladani sosok  pejuang pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara. Serta terus meningkatkan kemampuan dalam menididik dengan  mengikuti dinamisnya model pendidikan kekinian yang terjadi dibelahan dunia. Apa yang telah kita perbuat selama ini lakukan evaluasi. Dengan mengevaluasi apa yang sudah kita perbuat untuk majunya dunia pendidikan di Sumsel. Yang paling penting kita jangan ketinggalan zaman. Jadi kita harus uptudate mengikuti dinamisnya model pendidikan ini baik nasional maupun internasional," tandas Herman Deru. Nampak hadir dalam upacara Hardiknas kali ini Sekda Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar, Forkompinda Sumsel, Para Pejabat Lingkungan Pemprov Sumsel, Para Kepala Sekolah, Guru dan Siswa-Siswi. Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh Penampilan Marcing Band SMA Negeri 1 dan SMK Negeri 2 Palembang. MC Diskominfo Prov.Sumsel Foto HP

Baca Detail
Herman Deru Nyanyi Cucak Ruwo Bareng Didi Kempot Sumsel
02 May 2019 Dilihat 196x

Herman Deru Nyanyi Cucak Ruwo Bareng Didi Kempot

Musi Rawas, sumselprov.go.id -- Warga antusias dengan kehadiran Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Hj Febrita Lustia menghadiri malam hiburan rakyat dalam rangka HUT Kabupaten Musirawas ke 76 Tahun 2019 yang dipusatkan di desa Kali Bening Kecamatan Tugumulyo Kab.Mura, Senin (29/4) malam. Nampak hadir Bupati Musirawas H.Hendra Gunawan dan jajaran. Dalam sambutannya H. Herman Deru mengajak masyarakat Musirawas untuk mendukung program kerja Bupati. Terutama dalam hal menurunkan angka kemuskinan satu  digit. Mengingat tujuan pemerintah tidak lain mensejahterakan masyarakatnya. "Besok (hari ini, Selasa(30/4) Kita akan peringati puncak hari jadi Kabupaten Musirawas ke 76. Jadikan momen hari jadi ini sebagai wadah introfeksi bagi kita untuk lebih baik lagi bagi Musirawas dan bagi Sumsel. Terutama dalam mengejar target turunya angka kemiskinan satu digit," ajak Herman Deru. Lebih lanjut Herman Deru mengucapkan terimakasih pada masyarakat Musirawas yang telah menciptakan kondusifitas wilayah menjelang, saat dan pasca Pemilu 2019 lalu. Kita sebagai negara demokrasi sudah melakukan pemilu dalam mencari pemimpin. Siapa yang terpilih adalah kehendak Allah melalui tangan rakyat. Kita hannya menyalurkan hak suara sebagai warga negara," tambah Herman Deru. Memeriahkan hiburan rakyat HUT Mura kali ini artis campursari Didi Kempot. Gubernur juga sempat menyumbangkan lagu cucak rowo duet dengan  Didi Kempot. MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Herman Deru Ajak Jaga Kearifan Lokal Sumsel
02 May 2019 Dilihat 226x

Herman Deru Ajak Jaga Kearifan Lokal

Musi Rawas, sumselprov.go.id -- Puncak hari jadi Kabupaten Musi Rawas ke-76 Tahun diperingati dalam Rapat Paripurna Istimewa bertempat di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Musi Rawas, Selasa (30/4) pagi. Dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Mura, Yudi Pratama kali ini dihadiri langsung Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dan Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia, Wakil Bupati Mura Hj. Suwarti  para Bupati/Walikota di Sumsel, serta undangan penting lainnya. Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam arahannya menegaskan, Kabupaten Musirawas merupakan daerah dengan potensi yang luar biasa. Karena itu dirinya sebagai gubernur akan mendorong terus agar daerah ini mengalami kemajuan di segala sektor. "Sebagai Gubernur, saya akan membantu  Rumah Sakit Sobirin untuk dijadikan sebagai Rumah Sakit Rujukan. Statusnya  diambil alih oleh Pemerintah Provinsi. Sehingga ke depan rumah sakit tersebut tidak membebani kabupaten. Sebagai gantinya kita akan bangunkan Rumah Sakit baru," tegas Herman Deru. Di kesempatan ini Herman Deru juga mengapresiasi terpeliharanya nuansa eksotik dusun Sri Pengantin di desa Pasenan Kecamatan STl Ulu Trawas. "Air jernih  ikan terlihat jelas. Adat dan kearifan lokal terpelihara dengan baik. Syar agama Islam berjalan dengan baik. Dusun ini dapat menjadi bagi daerah lain. Obsisi saya, ayo kita kembalikan kelestarian alam di daerah kita. Karena banyak contoh daerah lain diterjang banjang banjir karena alamnya rusak," tambah Gubernur. Herman Deru mengaku bersyukur hasil dari blusukannya ke 17 Kabupaten/kota kondisi alam di Sumsel tetap terpelihara dengan baik. Karena itu untuk mempertahankan kondisi alam dan kearifan lokal dirinya mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga habitat alam yang ada. "Saya ajak kita semua untuk menjaga lingkungan dengan giat  menanam pohon. Saran saya setiap anak yang akan mendaftar masuk sekolah wajib menunjukan bukti foto menanam pohon. Begitu juga dengan pasangan calon pengantin wajib tanam pohon sebelum akad nikah. Saya ingin Sumsel kebali ke citranya  sebagai daerah penyumbang oksigen yang terbaik  bagi makhluk hidup sekitarnya," ajaknya. Mengakhiri arahannya, dia mengingpatkan agar  jajaran eksekutif dan legislatif serta masyarakat di Musirawas  tetap menjaga kekompakan. "Mustahil pembangunan akan berjalan dengan baik jika tidak dijaga kekompakan antara eksekutif, Legislatif dan masyarakat," tandasnya. Sebelumnyan Ketua DPRD Mura, Yudi Fratama  dikesempatan tersebut  menyampaikan kilas balik sejarah terbentuknya Kabupaten Musirawas.  "Kabupaten Musirawas dalam sejarahnya telah melahirkan dua Daerah Otonomi Baru (DOB) yakni Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Muratara," tegasnya. Sementara itu Bupati Musirawas H. Hendra Gunawan  mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dan Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia di Musirawas.  "Luar biasa kemarin Pak Gubernur meninjau Dusun Sri Pengantin. Dalam sejarah baru H. Herman Deru yang memijakan kakinya di Sri Pengantin. Hampir tiga jam perjalanan naik perahu ketek. Mudah-mudahan ini menjadi semangat bagi kami dalam membangun daerah ini," tegasnya. Dia menegaskan tanggal  20 April merupakan hari jadi Kabupaten Musirawas. Yang diperingati dalan sidang paripurna setiap tahunnya.  "Khusus pada tahun 2019 ini. Baru digelar 30 April 2019 karena pada tanggal 17 April 2019 ada Pemilihan Umum," tambahnya. Dalam sambutannya  Bupati Musirawas menambahkan, di usianya ke 76 Tahun, dirinya bersama dengan Wakil Bupati Hj. Suwarti  berupaya menjadikan daerah ini sebagai daerah yang maju dan berkembang.  Hasil kerja dalam tiga tahun terakhir lanjut Hendra Gunawan, APBD Kabupaten Musirawas terus meningkat jika  pada tahun 2018 Rp  1,7 Triliun. Naik menjadi Rp 1,9 Triliun pada tahun 2019. Menurut Hendra Gunawan, salah satu indikator yang menunjukan majunya daerah ini adalah meningkatnya Indek Pembangunan Manusia (IPM)  sebesar 1,33 pada tahu 2017-2018.  Sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 65,31 menjadi 66,18 atau dengan kenaikan several 1,33 persen. Dengan semanagat kerja kita harapan daerah ini menjadi daerah yang maju setara dengan Kabupaten Kota lainnya di Sumatera Selatan. "Angka tersebut merupakan yang tertinggi di Sumsel," ujar Hendra Gunawan. Kendala yang dialami daerah ini lanjut Hendra masih didominasi masalah infrastruktur jalan yang membutuhkan penanganan. Termasuk juga diantaranya masalah irigasi.  "Pak Gubernur sudah tahu melakui blusukan yang dilakukan.Jalan kabupaten penghubung Musirawas dengan Kabupaten Empat Lawang mohon untuk diambil alih oleh pemerintah provinsi. Jika ini dilakukan maka beban daerah akan lebih ringan," harap Hendra. Dibagian akhir paripurna Gubernur Sumsel H. Herman Deru berkenan  melakukan penyerahan secara simbolis sertifikat hak  atas tanah dan pemotongan nasi tumpeng tanda hari jadi Musirawas ke 76. Untuk diketahui Kabupaten Musi Rawas memiliki 14 Kecamatan, 13 kelurahan dan 186 desa. Luas wilayah 12.135 Km persegi dengan sebaran penduduk 32 jiwa/Km persegi. Mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah petani. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto HP

Baca Detail
Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2019 Stok Pangan Aman Sumsel
02 May 2019 Dilihat 306x

Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2019 Stok Pangan Aman

Palembang, sumselprov.go.id – Bank Indonesia menyelenggarakan High Level Meeting Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendali Inflasi Daerah  (Rakorwil TPID) Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019. Acara dibuka oleh Staf Khusus Gubernur Sumatera Selatan Bidang Keuangan dan Perbankan mewakili Gubernur Sumatera Selatan, Asfan Fikri Sanaf  dan dipimpin oleh Wakil Ketua TPID  Provinsi Sumatera Selatan Yunita Resmi Sari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov.Sumsel, bertempat di Hotel Ecxelton Palembang, Selasa (30/04/2019). Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengendalian inflasi Sumatera Selatan pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), mengsosialisasikan Roadmap atau Peta Jalan dan Rencana Aksi Pengendalian Inflasi Daerah Sumsel 2019 – 2021, serta mengkoordinasikan kegiatan pengendalian Inflasi di Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2019. Pada Roadmap TPID 2019 – 2021, sasaran inflasi tercatat 3,5 +/- 1% (yoy). Untuk capaian sasran tersebut, perlu dilakukan pengendalian yang mencakup 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Pada roadmap juga disampaikan target untuk masing-masing kelompok inflasi yaitu volatile foods, administered prices, dan Inti. Kedepan diharapkan seluruh anggota TPID Prov. Sumsel maupun Kab/Kota dapat melakukan pengendalian inflasi sesuai dengan pedoman yang tercantum pada Roadmap TPID 2019 – 20121. Dalam sambutannya Staf Khusus Gubernur Bidang Keuangan dan Perbankan, Arfan Fikri Sanaf, mewakili Gubernur Sumsel sebagai Ketua TPID Sumsel menyampaikan  bahwa kebijakan dalam menjaga stabilitas sangat penting terutama pada periode menjelang HBKN dan perlu bersinergi dengan tugas poko OPD maupun instansi/lembaga anggota TPID. Sementara Kepala BPS Prov.Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih, menyampaikan bahwa beberapa komoditas yang perlu diperhatikan adalah beras dan bawang merah. Beras memiliki rantai pasok yang sangat panjang, di tahun 2017 terdapat tambahan rantai pasok yaitu melewati pedagang grosir yang sebelumnya tidak ada. Hal ini berdampak pada tingginya harga beras di Sumatera Selatan dan bertolak belakang dengan karakteristik Sumatera Selatan yang merupakan produsen beras terbesar ke-5 di Indonesia. Selanjutnya 90% pasokan bawang merah Sumatera Selatan masih dipenuhi dari luar provinsi. Kepala Bulog Divre Sumsel dan Babel, M.Yusuf Salahuddin, menyampaikan stok beras di tingkat daerah mencapai 44.000 ton dan dapat memenuhi kebutuhan 9 bulan kedepan. Bulog juga siap melakukan kegiatan seperti bazaar pasar murah, operasi pasar di kelurahan, dan menyuplai ketersedian beras di pasar-pasar. Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Prov. Sumsel, Erwin Noorwibowo menyatakan bahwa cabai di Sumsel mengalami surplus, namun varietasnya perlu diperhatikan karena diminati masyarakat mayoritas adalah cabai merah keriting. Sementara untuk kebutuhan bawang merah di bulan Juni dipastikan berasal dari luar daerah. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan menyampaikan akan melaksanakan 7 kali pasar murah menjelang HBKN. Daging beku juga telah dipersiapkan melalui distribusi 636 ton di luar stok Bulog, dan pasokan daging ayam cukup. Disampaikan juga dalam pertemuan ini pada Minggu (28/04/2019) telah dilakukan kegiatan sidak pasar oleh Gubernur Sumsel, H.Herman Deru, Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov.Sumsel, Yunita Resmi Sari, Kepala Bulog Divre Sumsel dan Babel, M. Yusuf Salahuddin,  Asisten II Setda Prov.Sumsel Bidang Perekonomian,Plt. Kepala Dinas Perdaganagn Prov. Sumsel, Yustianus, Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Peternakan Prov. Sumsel dan Kepala Biro Perekonomian. Kegiatan sidak Pasar dilakukan di Pasar Lemabang. Hasil sidak pasar menunjukkan harga stabil dan pasokan memcukupi, ujar Plt. Kepala Dinas Perdagangan Prov.Sumsel.  Selanjutnya dijelaskan Yustianus, kegiatan sidak pasar yang dilakukan pada hari Minggu (28/04/2019) untuk memastikan harga dan ketersediaan. Pada saat itu, kondisi harga pasar relatif stabil bahkan ada beberapa yang turun, kenaikan harga hanya terjadi pada bawang merah, bawang putih, dan daging ayam ras. Selain itu, untuk menjaga kondisi  tetap konduksif, informasi terkait kesediaan stok harus terus disampaiakan kepada masyarakat melalui media agar tidak terjadi kepanikan.  Sementara kegiatan yang akan dilakukan oleh Kementerian Perdagangan adalah Operasi Pasar mulai tanggal 1 April 2019 hingga saat ini di wilayah Sumatera Selatan, Toko Tani Indonesia juga terus menyediakan harga beras yang lebih murah dari harga pasar, selanjutnya Bulog menyediakan beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu pada pasar murah, pungkas Plt. Kadis Perdagangan Prov.Sumsel. Perwakilan dari Dinas Perhubungan Prov.Sumsel dalam rapat ini menyampaikan telah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina untuk memastikan stok BBM dan memantau tarif angkutan udara agar menerapkan tarif batas atas dan bawah yang telah ditentukan oleh Kementerian. Selain itu, Garuda Indonesia telah menyatakan bahwa jadwal penerbangan diperbanyak di periode Idul Fitri seiring dengan peningkatan permintaan. Perwakilan dari Pertamina juga menyampaikan LPG maupun BBM tercatat pasokannya mencukup. Selanjutnya Satgas Pangan menyampaikan bahwa pengawasan terhadap bahan-bahan pokok terus dilakukan dengan mekanisme monev/monitoring dan evaluasi oleh Bareskim. Perwakilan Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Selatan juga menyampaikan bahwa pasokan komoditas beras mencukupi dan akan melaksanakan beberapa kegiatan pengendalian inflasi seperti pasar murah. Sementara Plt. Kepala Dinas Kominfo Prov.Sumsel Jon Kennedy mengatakan menyimak hal-hal yang disampaikan dalam rapat ini, Dinas Kominfo Prov.sumsel terus berupakan melakukan Up Date ketersedian bahan-bahan pokok maupun harga menjelang ramadhan dan Idul Fitri 2019. Selain itu akan melakukan Talk Show di radio-radio maupun media elektronik dengan OPD terkait dan juga melalui Tim Medsos maupun Tim Media Center yang terus mengupdate berita-berita terkait kegiatan seperti Operasi Pasar Murah. Pada kesempatan ini juga Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Tentang “Peta Jalan dan Rencana Aksi Pengendalian Inflasi Daerah Sumsel 2019 – 2021” secara simbolis disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur Sumatera Selatan Bidang Keuangan dan Perbankan kepada Anggota  TPID Provinsi Sumatera Selatan yang diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Bulog Divre Sumsel dan Babel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto FS

Baca Detail
Kominfo Sumsel Ajak Siswa SMK Waspadai Penyebaran Narkoba Melalui Medsos Sumsel
01 May 2019 Dilihat 230x

Kominfo Sumsel Ajak Siswa SMK Waspadai Penyebaran Narkoba Melalui Medsos

Palembang, sumselprov.go.id- Perkembangan teknologi informasi membuka ruang atau menciptakan celah bagi pelaku kejahatan cyber untuk memproduksi maupun mengedarkan narkoba dengan lebih mudah, murah, dan tidak terdeteksi.   Begitu yang diungkapkan Perwakilan Badan Narkotika Nasional Hasyti Kurniaty DWP, S.I.Kom dalam acara Literasi Digital Bijak Bermedia Sosial di Aula SMK Negeri 7 Palembang, Selasa, (30/4/2019). Saat ini persepsi masyarakat dan media bahwa kejahatan narkotika tidak dianggap sebagai kejahatan yang menakutkan dan memalukan. Hal ini karena pemberitaan kejahatan narkotika melalui media sosial tidak semenarik kasus terorisme atau korupsi terutama korupsi yang melibatkan tokoh politik dan pejabat. “Framing pemberitaan yang tidak tepat dapat menginspirasi pengguna baru,” ujarnya. Berdasarkan data yang dihimpun oleh BNN, kategori penyalah guna narkotika berasal dari pelajar atau mahasiswa 3,21 % atau sejumlah 2.297.492 orang dari 15.440.000 orang. Namun, penanganan kasus narkotika yang melibatkan artis atau tokoh masyarakat dianggap tidak mendapatkan hukuman yang berat. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terlibat narkotika yaitu karena faktor pribadinya, faktor lingkungan, dan faktor kemudahan dalam mendapatkan narkoba. Penggunaan rokok elektronik yang dijual di media sosial menjadi salah satu cara penyebaran narkoba. “Liquid untuk Rokok elektronik yang dijual secara online banyak yang telah dicampur dengan zat narkotika,” ungkapnya.   Peredaran narkotika dapat dilakukan melalui media sosial, website, dan melalui jaringan internet tersembunyi yang sangat sulit dilacak. “Perkembangan teknologi memungkinkan transaksi menggunakan cryptomarket melalui internet sehingga tidak mudah dilacak dan identitasnya tersembunyi,” jelasnya. Ia mengatakan masyarakat Indonesia harus hidup sehat dan bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sehingga akan membentuk sumber daya manusia yang unggul. Upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) telah dilakukan dengan cara membentuk agen pemulihan yang terdiri dari Babinsa, Babinkamtibmas, Puskesmas Pembantu, Bidan Desa, Karang Taruna, dan Relawan Anti Narkoba.   Sementara itu, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya, Nurly Meilinda, mengatakan kebebasan memanfaatkan internet memudahkan setiap orang untuk mengakses berbagai jenis informasi. “Namun internet juga memberikan dampak negatif yang mampu merubah anak-anak menjadi lebih cepat dewasa,” katanya. Ia mengatakan bahwa handphone memiliki efek yang lebih parah daripada narkoba.  Kebebasan dalam memanfaatkan internet memudahkan semua orang untuk menyebarkan cerita versi sendiri dan berkontribusi dalam pertukaran informasi. Berdasarkan data yang disajikan oleh APJII dan Puskakom UI 2015, akses internet Indonesia 85% dengan menggunakan telepon seluler. Media sosial adalah salah satu aplikasi yang sering digunakan di internet.   "Kalau medsos dimanfaatkan dengan baik maka akan memberikan manfaat yang sangat baik juga untuk kita,” katanya. Keuntungan medsos diantaranya dapat menambah pengetahuan dan pengembangan kegiatan sosial dengan baik. Bahkan pemanfaatan teknologi yang baik dapat menjadi peluang perbaikan perekonomian bagi suatu individu. Namun, salah satu dampak negatif dari internet yaitu kemudahan berkembangnya penyebaran berita hoax di media sosial. Hoax adalah berita bohong yang dikemas seolah benar. “Terbatasnya pengetahuan adalah salah satu penyebab orang mudah percaya hoax,” ujarnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka Kominfo mengajak kepada semua pengguna internet untuk menciptakan karya baru yang berpotensi memberikan manfaat dan nilai tambah melalui pemanfaatan teknologi dan internet. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, dan dibuka oleh Plt Kadis Kominfo Sumsel, Jon Kenedy, beserta Kabid dan Kasi bidang PKP Kominfo Sumsel. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE

Baca Detail
Plt Kadis Kominfo Sumsel Targetkan Badan Publik Sumsel Raih Kategori Informatif Sumsel
01 May 2019 Dilihat 241x

Plt Kadis Kominfo Sumsel Targetkan Badan Publik Sumsel Raih Kategori Informatif

Palembang, sumselprov.go.id - Perlu diketahui Provinsi Sumatera Selatan telah meraih penghargaan implementasi Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2018 dengan capaian kualifikasi/kategori “Menuju  Informatif” dalam lingkup Pemerintah Provinsi. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Komisi Informasi Pusat, Gede Narayana kepada Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya di Jakarta. Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan Jon Kenedy mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan pada acara Rapat Koordinasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama dengan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Pembantu Pelaksana OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Rapat Bina Praja, Selasa (30/4/2019)  "Tentunya, dengan diraihnya penghargaan ini akan semakin memotivasi PPID Sumsel untuk berprestasi lebih baik lagi di Tahun 2019 ini dengan harapan kita bersama akan meraih kategori Informatif”, ujar Jon Kenendy Plt  Kadis Kominfo Sumsel utarakan , kita tahu setelah sembilan tahun berlangsung, Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP} Nomor 14 Tahun 2018 belum sepenuhnya berjalan dengan optimal disebabakan belum maksimalnya atau rendahnya rendahnya kompetensi dan kepedulian SDM pengelola informasi yang memahami mekanisme akses informasi dan sistem pendokumentasian. Tambah Jon Kenedy,  selain kurangnya kesiapan Pemerintah yang berbanding lurus dengan keinginan masyarakat yang besar untuk akses informasi publik, terlebih ketidaksiapan Badan Publik dalam layanan akses informasi di masyarakat yang tidak sesuai harapan dan realita “Bukan tidak mungkin akan berdampak pada munculnya sengketa informasi, belum lagi dukungan database yang tersedia masih sangat terbatas disamping rendahnya kompetensi dan kepedulian SDM pengelola informasi yang memahami mekanisme akses informasi dan sistem pendokumentasian”, terang Plt Kadis Jalas Plt Kadis Kominfo Sumsel, secara normatif UU KIP dapat dikatakan sebagai produk regulasi yang cukup maju dalam mewujudkan keterbukaan penyelenggaraan Negara. Sebab, UU ini secara tegas memberikan kewajiban kepada Badan Publik untuk membuka informasi yang berkaitan dengan institusinya, kebijakan yang dihasilkan, serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan, termasuk kondisi keuangan dan penggunaan anggaran. “ Subtansi penting dan strategis regulasi UU KIP, PP Nomor 62 Tahun 2010 dan Permendagri Nomor 3 Tahun 2017 adalah perlunya ditetapkan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) pada setiap Badan Publik Pusat maupun Daerah”, pungkas Jon Artinya, dalam konteks Pemerintah Daerah, PPID adalah Pejabat yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Daerah seperti Gubernur/Bupati/Walikota yang bertanggungjawab dalam bidang penyimpanan, pendokumentasian, penyediaan dan pelayanan informasi yang bertanggungjawab langsung kepada Sekretaris Daerah selaku atasan PPID. Jon Kenedy terangkan bahwa pada pada tahun 2013, sehubungan dengan keluarnya Edaran Menteri Dalam Negeri bahwa PPID Utama berada di Humas atau yang membidanginya, maka PPID Utama Prov. Sumsel berada di Biro Humas dan Protokol Pemprov. Sumsel dengan SK terakhir No. 545/KPTS/XIII/2013 tentang PPID di Lingkungan Prov. Sumsel dan diperbaharui dalam SK No. 796/KPTS/X/2014. “Dengan perubahan nomenklatur dan berdirinya Dinas Kominfo yang berpisah dengan dinas induknya Dishub dan Kominfo, maka diubahlah Surat Keputusan Gubernur yang lama dengan SK Gubernur No. 94/KPTS/KOMINFO/2017 tentang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan”, tutupnya Sebelumnya pada acara tersebut Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Dinas Kominfo Prov Sumsel Amrullah melaporkan acara ini adalah rapat koordinasi PPID Utama dan PPID Pembantu seluruh Organisasi Perngkatat  Daerah (OPD) di lingkungan Prov, Sumsel dan nantinya akan ada rapat kerja PPID Kabupaten dan Kota se- Sumatera Selatan Acara ini diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan dan menghadirkan nara sumber diantaranya Direktur NGO Pilar Nusantara Provinsi Sumsel Bapak Rabin Ibu Zainal, SE., M.Sc., Ph.D  dan Konsultan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Transformasi GIZ, Bapak Kurniawan Wahid Turut hadir Ketua Ombudsman Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan Bapak M. Adrian Agustiansyah, SH., MH, Ketua Komisi Informasi Prov. Sumsel, Bapak Herlambang, SH, MH; dan Para Komisioner KI Provinsi Sumsel, beserta Para PPID Provinsi Sumatera Selatan dan Para PPID Pembantu Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan  Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM/AD

Baca Detail
Kominfo Sumsel Ajak SMKN 7 Manfaatkan Medsos Untuk Promosikan Karya Seninya Sumsel
01 May 2019 Dilihat 187x

Kominfo Sumsel Ajak SMKN 7 Manfaatkan Medsos Untuk Promosikan Karya Seninya

Palembang sumselprov.go.id- Literasi Digital Bijak Bermedia Sosial dengan tema "Kita Wujudkan Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial, Anti Hoax, dan Anti Narkoba," berlangsung di Aula SMK Negeri 7 Palembang, Selasa, (30/4/2019). Acara ini dibuka oleh Plt Kepala Dinas Kominfo Sumsel, Jon Kenedy SE MSi didampingi Kabid PKP Kominfo Sumsel Imansyah SE MM. Dalam sambutannya, Jon Kenedy mengatakan penggunaan media sosial memiliki dampak positif, namun juga memiliki dampak negatif yang juga harus dikendalikan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini dilakukan literasi untuk membentuk generasi muda yang bijak bermedia sosial. "Kemajuan teknologi yang pesat telah berperan aktif dalam merubah kultur masyarakat," ungkapnya. Karena kebanyakan generasi muda saat ini lebih aktif dalam penggunaan elektronik daripada berkomunikasi secara langsung. Lanjutnya, Ia mengatakan perubahan kebudayaan ini membuat penyampaian informasi dilakukan dengan mudah yang juga berkemungkinan untuk mengarah pada dampak negatif. "Anak sekolah lebih mudah terpengaruh dalam penyerapan teknologi maupun dalam lingkup pergaulan yang kurang baik seperti narkoba," ujarnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu diberikan pengetahuan agar permasalahan-permasalahan akibat narkoba dan berita hoax dapat diantisipasi sedini mungkin. Oleh Karena itu, lanjutnya Kominfo bersama BNN akan memberikan pengetahuan kepada para siswa siswi dan guru-guru tentang memanfaatkan media sosial dengan bijak dan membentuk generasi cerdas tanpa narkoba.   "Mari gunakan media sosial untuk kegiatan lebih bermanfaat, salah satunya dengan mempromosikan karya seni asal SMKN7 di media sosial," ajaknya. Sementara itu, Kepala Sekolah SMK N 7 Palembang, H Suparman Spd MSi mengatakan dasar pendidikan di Sekolah memuat unsur literasi, dan literasi media adalah salah satu pengetahuan yang diperlukan sebagai pengetahuan tambahan bagi para siswa. “Kami sangat haus akan informasi, untuk itu kedepannya diharapkan ada semacam kesinambungan dalam bentuk buku yang dapat diserahkan di Perpustakaan, sehingga akan ada materi-materi yang bisa dibaca,” pintanya. Selain itu, Suparman menginformasikan bahwa SMKN 7 juga aktif dalam kegiatan anti narkoba, salah satunya yaitu turut berpartisipasi untuk melukis tentang gerakan anti narkoba dalam rangka hari  pendidikan nasional. “Kami tidak bosan untuk mengedukasi kepada anak didik kami mengenai berbagai disiplin ilmu, termasuk bahaya narkoba,” ujarnya. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang merupakan pemateri dari Badan Narkotika Nasional      Hasyti Kurniaty DWP SIKom dan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya, Nurly Meilinda. Dan dihadiri oleh seluruh Kasi dan Staf di Bidang PKP Kominfo Sumsel. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE

Baca Detail
Begini Gaya Gubernur Blusukan di Dusun Sri Pengantin Sumsel
30 Apr 2019 Dilihat 613x

Begini Gaya Gubernur Blusukan di Dusun Sri Pengantin

Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel Herman Deru blusukan ke Dusun Sri Pengantin Desa Pasenan Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musirawas, Senin (29/4). Dusun Sri Pengantin secara administratif masuk dalam wilayah desa Pasenan yang letaknya jauh dari pusat keramaian dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Satu-satunya akses jalan menuju dusun yang dihuni lebih kurang 40 KK tersebut hannya menggunakan moda transportasi air jenis perahu ketek yang membutuhkan waktu tempuh 2 jam lebih dari dermaga Desa Pasenan. Saat akan menuju dusun Sri Pengantin, Gubernur didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia, Bupati Musirawas H.Hendra Gunawan dan unsur Forkompinda Musirawas, menyempatkan diri meresmikan Dermaga desa Pasenan yang ditandai dengan memecahkan kendi. Sontak saja prosesi ini menjadi harapan baru bagi warga sekitar. Sebagai tanda akan mulai terbukanya akses menuju dan keluar dusun Sri Pengantin yang selama ini nyaris  belum menikmati hasil pembangunan. Kedatangan Herman Deru dan rombongan di dusun Sri Pengantin disambut antusias warga. Mengingat selama ini belum ada satupun Gubernur Sumsel yang memijakan kaki di dusun mereka. Dan baru kali ini ada gubernur yang dinilai peduli dengan kondisi mereka. Di hadapan warga Gubernur berjanji akan mrmbangunkan dermaga yang representatif di desa Pasenan  dan Dusun Sri Pengantin. Mengingat akses  penghubung desa Pasenan dan dusun Sri Pengantin satu-satunya akses melului sungai. "Pada tahun 2020 akan kita bangunkan dermaga kerjasama antara Pemkab. Mura dan Pemprov," tegas Herman Deru. Gubernur menilai seni budaya dan kearifan lokal di dusun Sri Pengantin patut dipertahankan dan harus terus dikembangkan sebagai destinasi wisata alam  di Sumatera Selatan. "Kedepan daerah ini akan kita jadikan sebagai kawasan destinasi wisata alam di Sumsel. Kita lihat kondisi alamnya yang masih terjaga. masyarakat yang masih menjaga kearifan lokal. Patut kita apresiasi," tambahnya. Herman Deru mengaku bangga dapat berkunjung  ke daerah tersebut. Karena itu dia meminta jangan sampai alam sekitar dirusak, air jernih dipertahankan, ikan yang banyak juga  dipertahankan.  "Ikan ini jangan  diputas, kayu-kayu ini jangan ditebang, kalau itu dilakukan maka itu akan merusak. Jagalah tempat ini. Saya minta kepada pihak kepolisian, para tokoh, pemerintah daerah untuk mengawasi. Inilah pentingnya pertahankan kearifan lokal dan menjaga alam," tandasnya sembari mengaku ada keinginan untuk menginap di kawasan tersebut. Sementara itu,  Bupati Musi Rawas, H. Hendra Gunawan dalam sambutan singkatnya mengucapkan terima kasih kepada Gubenrur Sumsel Herman Deru beserta rombonganyang berkenan berkunjung di dusun Sri Pengantin yang masih  butuh banyak perhatian dari pemerintah. "Alhamdulilah, semoga drngan kehadiran pak Gubernur kebanggaan kita ke tempat ini. Akan menjadi motovasi bagi warga di sini.  Ini Gubernur pertama kali yang memijakan kaki di Sri Menanti," pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto HP

Baca Detail
Sekda: Pemerataan Cita-Cita Pembangunan Sumsel
30 Apr 2019 Dilihat 384x

Sekda: Pemerataan Cita-Cita Pembangunan

Palembang, sumselprov.go.id -- Instrumen statistik yang akurat sangat dibutuhkan untuk menyusun rencana pembangunan ekonomi. Karena pemerataan pembangunan menjadi cita-cita. Hal ini dikatakanSekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Nasrun Umar saat membuka  Pembukaan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Tabel Input Output Provinsi dan Penyusunan Daerah Dalam Angka (DDA) Provinsi Sumsel Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Sumsel di Hotel Harper (29/04).  Dikatakan Sekeretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar, Kinerja ekonomi suatu daerah dilihat dari laju pertumbuhan Produk Domestik Region Bruto (PDRB), Namun PDRB tidak bisa menginformasikan hubungan sektor- sektor ekonomi.  Hal inilah yang membuat kita membutuhkan instrument statistik yang disebut tabel Input Output (Tabel I-0). Dengan penyusunan tabel Provinsi Sumsel,  akan mendapatkan petunjuk mengenai sektor-sektor yang mempunyai pengaruh terkuat terhadap pertumbuhan ekonomi dan yang peka terhadap perekonomian di Sumsel,” tuturnya  Menurutnya, Kegiatan penyusunan tabel I-O Sumsel menjadi agenda Badan Pusat Statistik di Tahun 2019. Penyusunan tabel I-O Sumsel yang dilakukan di tahun 2019 ini akan dilanjutkan dengan penyusunan Tabel Inter Regional Input Output (IRIO) Sumsel pada tahun 2020. Mewujudkan pemerataan pembangunan menjadi salah satu cita-cita dan tujuan pembangunan. Oleh karena itu sangat diperlukan perencanaan pembangunan yang terintegrasi yang mempertimbangkan aspek ruang,aspek daerah dan wilayah,” tuturnya  Lebih jauh Nasrun mengatakan, Penyusunan tabel IRIO yang akan dilakukan BPS di tahun 2020 dilatarbelakangi kebutuhan data tentang karakteristik daerah/provinsi yang dapat menunjang perencanaan pembangunan daerah yang lebih optimal.  Tabel IRIO dapat memberikan gambaran secara rinci keterkaitan antar wilayah karena menggambarkan arus transaksi barang dan jasa sektor ekonomi dan antar daerah. Diharapkan nantinya, tercipta kolaborasi antara BPS Provinsi Sumsel dengan OPD terkait di lingkungan provinsi Sumsel dalam melengkapi data-data yang dibutuhkan tabel O-I dan IRIO serta untuk daerah dalam angka Provinsi Sumsel tahun 2019,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto HP

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.