Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Gubernur Sumsel Ajak Jajarannya Tetap Produktif Selama Ramadan Sumsel
07 May 2019 Dilihat 236x

Gubernur Sumsel Ajak Jajarannya Tetap Produktif Selama Ramadan

Palembang Sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menghimbau kepada seluruh jajarannya agar tetap produktif selama  bulan suci ramadan, jangan dijadikan tidak bekerja secara produktif, kita harus tetap maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut dikatakannya Gubernur Herman Deru saat membuka kegiatan pengajian Ramadan 1440 H/2019 Masehi di Griya Agung Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Minggu (5/5/2019) malam. Herman Deru meminta agar Forkopimda, TNI, Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan Tinggi untuk ikut bersumbangsih dalam kegiatan safari Ramadhan di daerah. Selain itu, Forkompinda juga diarahkan turut aktif dalam pengawasan kenaikan harga sembako dan persiapan arus mudik selama bulan Ramadan. Dalam rangka arus mudik ramadan, Herman Deru juga meminta agar jalan-jalan alternatif harus menjadi fokus utama sehingga akan mempermudah akses jalur mudik masyarakat. "Kita harus mempercepat perbaikan jalan,” ujarnya. Herman Deru menghimbau kepada para pedagang, jangan jadikan Ramadan sebagai alasan untuk menaikan harga sembako karena sendi-sendi ekonomi di Sumsel harus dihadapi dengan bijak. “Harapan saya, ramadan ini kita jadikan wahana bukan sekedar introspeksi tapi juga memperbaiki keimanan dan ketakwaan kita,” ungkapnya. Herman Deru mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian Safari Ramadan yang bermanfaat untuk merekatkan tali silaturahmi antara ulama, umaroh dan juga umat. Turut hadir dalam acara ini Sekda Prov Sumsel Nasrun Umar, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, dan seluruh pejabat dan staf ASN non ASN Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemprov Sumsel dan dimulai pukul 19.00 MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE / All Tim

Baca Detail
Pemprov Sumsel Gelar Tarawih Perdana Sumsel
06 May 2019 Dilihat 243x

Pemprov Sumsel Gelar Tarawih Perdana

Palembang, sumselprov.go.id -- Setelah ditentukannya awal Puasa Ramadan 1440 Hijriyah/2019 Masehi oleh Pemerintah, Pemprov Sumsel langsung menggelar Salat Tarawih perdana yang dipusatkan di Griya Agung, Minggu (5/5). Gubernur Sumsel, Herman Deru secara resmi membuka kegiatan Safari dan Pengajian Ramadan Pemprov Sumsel tahun ini. Di hadapan ribuan jamaah yang hadir, Herman Deru berpesan agar menjadikan bulan suci Ramadan sebagai moment memperbaiki keimanan dan ketakwaan. “Harapan saya bulan Ramadan ini bukan hanya menjadi wahana introspeksi diri, tapi lebih dari itu manfaatkan moment ini untuk memperbaiki keimanan dan ketakwaan,” tegasnya. Dikatakan Herman Deru, tarawih di Griya Agung ini adalah yang perdana sejak ia dilantik menjadi Gubernur Sumsel 1 Oktober 2018 lalu. Ia mengaku sangat bersyukur dan takjub sekaligus bangga, karena moment Ramadan ini menjadi ibadah yang menyatukan semua masyarakat dari berbagai kalangan dan golongan.  “Insya Allah kita sahur malam ini. Karena tadi sudah sidang isbat dari berbagai titik untuk melihat hilal. Semoga ibadah puasa kita kali ini dapat semakin mempererat ukhuwah Islamiyah yang ada antara umat, ulama dan umaroh,” tambahnya Tarawih kali ini menjadi lebih istimewa karena sejumlah pejabat Sumsel ikut hadir di antaranya Pangdam II Sriwijaya, Kapolda Sumsel, Sekda Sumsel, serta Walikota Palembang periode 1993-2003 yang tak lain merupakan Mertu Gubernur Sumsel yakni H.Husni.  MC Dikominfo Prov.Sumsel Foto HP/FS

Baca Detail
Sambut Ramadhan, Ini Yang Dilakukan TP PKK Sumsel Sumsel
06 May 2019 Dilihat 175x

Sambut Ramadhan, Ini Yang Dilakukan TP PKK Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id -- Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1440 H Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Febrita Lustia Deru menggelar Sholat sunat taubat dan sholat tasbih serta memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW,  bersama dengan jamaah ibu-ibu di Griya Agung (05/05)  Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Febrita Lustia Deru  berharap dengan peringatan acara isra' miraj dan Sholat sunat taubat serta sholat tasbih yang telah berlangsung, dapat mempererat dan memperkuat jalinan ukhuwah Islamiyah diantara hadirin.  Isra Miraj adalah suatu peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso, oleh sebab itu pula dengan peringatan ini jamaah akan selalu ingat akan turunnya perintah sholat 5 waktu dan menambah amal ibadah umat manusia kepada Allah SWT,” tuturnya  Lain halnya dengan sholat sunat dan sholat tasbih dikatakan Feby, salah satu sholat sunat yang harus dilakukan 1 kali dalam sebulan, atau 1 kali dalam setahun atau minimal 1 kali dalam seumur hidup. Untuk itu marilah kita bersama melaksanakan sholat tasbih ini dengan khidmat yang akan dipimpin oleh lbu Hj. Umi Kalsum. Disamping itu pula kami sampaikan kepada lbu - ibu bahwa besok kita sudah memasuki bulan Suci Ramadhan, marilah kita sambut bulan suci ini dengan khidmat,” himbaunya Kegiatan ini juga diisi  dengan ceramah agama yang disampaikan Ustadzah Hj. Umi Kalsum yang menguraikan seputar peringatan dan makna dari  Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Turut hadir pula dalam kesempatan ini Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumsel beserta pengurus  Ketua Dharma Wanita Persatuan Dinas/Instansi/Badan yang ada dilingkungan Pemprov. Sumsel, lbu- ibu majelis taqlim Pengajian Taman Kenten, Pengajian Al - Izhar, Pengajian Muslimah, Pengajian Masjid Agung, Pengajian Masjid Baiturahman, serta pengurus TP. PKK Provinsi Sumsel MC Diskominfo Prov.Sumsel Foto HP Sumsel

Baca Detail
Target Rumah Tahfidz Tumbuh Merata  di Sumsel Sumsel
06 May 2019 Dilihat 369x

Target Rumah Tahfidz Tumbuh Merata di Sumsel

Palembang, sumselprov -- Dalam menghasilkan para hafidz dan hafidzah atau penghafal Al-Qur'an, Pondok Pesantren Izzatunah telah membantu Program Pemerintah Sumatera Selatan. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman saat memberikan sambutan Haflah Wisuda Santri Kelas Akhir dan Tahfidz Quran  Ma'had Izzatunah, Jalan Tanjung Api-Api Kab Banyuasin, Minggu (5/5). Herman Deru mengharapkan para santri yang telah diwisuda dapat menularkan ilmu yang telah mereka dapatkan selama menempuh pendidikan di Ponpes. Hal ini penting sebagai bentuk dukungan akan program kerja Gubernur Sumsel yakni satu desa satu rumah tahfidz. Sehingga akan terjadi pemerataan rumah tahfidz di seluruh desa dan kelurahan di Sumatera Selatan. "Generasi muda Sumsel hafal Al-Qur'an kita  dimulai dari pelosok desa sampai tengah kota. Pondok Pesantren Ma'had Izzatunah didirikan oleh institusi perorangan yang telah melahirkan banyak alumni, " tegas Gubernur. Herman Deru mengibaratkan, ponpes atau lembaga pendidikan lainnya ibarat  pandai besi.  Dari besi yang tidak ada artinya, ditempa menjadi pisau atau berbagai benda yang lebih berguna.  Ponpes Izzatunah sebagai tempat yang multifungsi, karena disini ilmu pengetahuan dan agama didapatkan oleh para murid. Sudah banyak hafidz dan Hafidzah yang dilahirkan. "Maka saya mengajak ustad Soleh Hasibuan sebagai pimpinan di pesantren ini untuk menjadikan ponpes Izzatunah sebagai salah satu model  pendidikan terbaik di Sumsel ini," ujarnya. Sementara itu Ustadz Soleh Hasibuan sebagai Pimpinan Pesantren Izzatunah mengungkapkan belajar  Al-Qur'an menjadi program utama bagi lembaga pendidikan ini. Diantaranya para santri  diberikan target hafalan untuk membaca AlQur'an. Ditingkat pendidikan SD sudah ada yang  hafal 2 sampai 7 juz. "Salah satu ciri kita, akhlak dan Alquran untuk itu Al-Qur'an menjadi program utama kami," tegasnya. Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolda Sumsel Bapak Irjen Pol. Zulkarnain Adinegara, Ketua DPRD Banyuasin Irwan Setyawan, Kapolres Kota Palembang Farida Aprillah, Serta Ketua Panitia Pelaksana, Ahmad Walebi dan para tamu undangan penting lainnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel Foto HP Sumsel

Baca Detail
Gubernur: Pengurus FKUB Harus Prioritaskan Kerukunan Sumsel
06 May 2019 Dilihat 523x

Gubernur: Pengurus FKUB Harus Prioritaskan Kerukunan

Palembang, sumselprov.go.id -- KH Mal'an Abdullah, Sabtu (4/5) malam, dilantik Gubernur H Herman Deru menjadi Ketua dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Periode 2016-2021. Pada pelantikan di Griya Agung itu, Gubernur menekankan kerukunan umat harus menjadi prioritas utama. Setelah itu barulah soal kesejahteraan. Kerukunan harus dijaga dulu dalam internal masing-masing agama barulah kemudian keluar.  "PR nya (pengurus baru) adalah kerukunan, kerukunan, kerukunan. Memang kuncinya ada dua kerukunan dan kesejahteraan tapi menurut saya kerukunan adalah hal yang paling utama dan penting," tegasnya diwawancarai usai pelantikan. Dikatakannya Provinsi Sumsel sebenarnya tidak ada bakat konflik, namun demikian tetap harus waspada menjaga kerukunan itu dengan garda terdepan yakni FKUB. Forum ini dinilainya bisa menjadi alat pendeteksi kondisi keumatan yang ada. Mengenai kepengurusan baru ini, Iapun yakin merupakan orang-orang pilihan dan handal menyikapi semua kondisi di Sumsel. Ia juga tak lupa mengucapkan terimakasih kepada semua pengurus karena masih peduli dan mau diberi jabatan ini. " FKUB adalah jabatan pengabdian karena mereka tidak pernah tanya honor berapa. Saya terima kasih sekali mereka ini masih mau. FKUB ini bagi saya prioritas karena fungsinya seperti jantung. Bagaimana masyarakat mau nyaman kalau tidak ada kerukunan. Makanya bagi saya ini penting sekali," tambahnya. Tantangan yang harus dihadapi pengurus saat ini pun diakuinya tidak mudah. Terlebih masyarakat Sumsel ini sangat heterogen. Dengan segala perbedaan yang ada melalui FKUB ia menginginkan Sumsel tetap bersatu, rukun dan damai. " Intinya saya ingin kalau senang kita komunikasi. Ada masalah pun kita harus tetap komunikasi. Karena bagi saya tidak ada yang lebih berharga daripada kerukunan " tandasnya. Sementara itu Ketua FKUB Sumsel yang baru dilantik K.H Mal'an Abdullah, menjelaskan bahwa pelantikan ini adalah amanah bagi dirinya dan semua pengurus yang dilantik. Ia memaparkan bahwa pesan dasar forum ini adalah kerukunan dan kesejahteraan. Kedua hal itu menurutnya bukan hanya harus sejalan tapi senapas agar tercipta kerukunan yang otentik dan sejati. " Jadi kerukunannya bukan hanya di permukaan saja melainkan memang terjadi dalam kehidupan masyarakat sosial kita," jelasnya. Kerukunan juga dikatakannya sebagai kunci membangun peradaban. Karena itu jika  Indonesia khususnya Sumsel ingin maju dan beradap, kerukunan harus diutamakan.  Plt Kepala Badan Kesbangpol Sumsel Fitriana S.Sos MS.i mengatakan melalui pelantikan ini diharapkan terjadi peningkatan kualitas kehidupan beragama di Sumsel untuk membangun karakter kehidupan sosial yang agamis menuju  "Sumsel Maju untuk Semua".  Usai dilantik para pengurus baru ini  langsung melakukan deklarasi kerukunan FKUB. Gubernur juga berkesempatan memberikan bantuan kendaraan operasional untuk menunjang kegiatan para pengurus FKUB yang baru. Pelantikan ini dihadiri sejumlah pejabat di antaranya Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Wakil Ketua DPRD Sumsel Kartika Sandra Desi, Ketua MUI Sumsel, Plt Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumsel Fitriana, S.Sos M.Si serta Sekda Kota Palembang Ratu Dewa. Untuk diketahui Pengurus baru yang dilantik masing-masing yakni Ketua Dewan Penasehat Wakil Gubernur Sumsel, Wakil Ketua Kakemenag, dan Sekretaris Kepala Badan Kesbangpol. Kemudian Ketua FKUB KH Mal'an Abdullah, Wakil Ketua I Syafitri Irwan, Wakil Ketua II Drs Marjohan, Sekretaris Syarnubi Som, dan Bendahara H.Sukirman. MC Diskominfo Prov.Sumsel Foto HP Sumsel

Baca Detail
Kominfo dan Kemenag Sinergikan Pelayanan Publik LAPOR! Sumsel
05 May 2019 Dilihat 170x

Kominfo dan Kemenag Sinergikan Pelayanan Publik LAPOR!

Palembang, sumselprov.go.id- Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan mensosialisasikan penggunaan LAPOR! SP4N sebagai salah satu aplikasi pelayanan publik. Tim Lapor! Sumsel membuka stan yang menyuguhkan informasi tata cara pemanfaatan aplikasi pengaduan online LAPOR! SP4N bertempat di Atrium OPI Mall Jakabaring Palembang, Sabtu, (4/5/2019). Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan acara Informasi Masyarakat (Inmas) award 2019. Diselenggarakan oleh Kemenag  dengan tema "Wujudkan Komitmen Peningkatan Kualitas Layanan Publik Kementerian Agama”. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel diwakili oleh Kabid PIP Amrullah S.STP MSi mengatakan Layanan publik LAPOR! SP4N adalah pelayanan publik yang dikelola secara langsung oleh 3 instansi Pusat yaitu PAN RB, Ombudsmen, dan Kantor Staf Presiden. LAPOR! adalah layanan aplikasi online rakyat yang sangat sinergi dengan kegiatan informasi masyarakat dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang dikelola oleh kementerian agama  dan seluruh instansi vertikal di Indonesia.   “Pelayanan publik yang dikelola oleh kemenag akan sinergi dengan Lapor!,” katanya. Sosialisasi LAPOR! SP4N sendiri dilakukan berdasarkan kepada UU No 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik, Peraturan Presiden 76 Tahun 2013 dan Peraturan Menpan No 3 tahun 2015. Tata cara melapor yaitu dapat dilakukan dengan krim sms ke 1708 dengan format pesan SUmsel (Spasi) Isi Laporan. Atau kirimkan aduan melalui www.lapor.go.id. Menambahkan Kabag Humas Kanwil Kemenag Sumsel, Saefudin Latif mengatakan bahwa acara imnas adalah satu-satunya acara yang ada di Indonesia karena kegiatan ini merupakan kegiatan inovasi yang digagas subbag humas kemenag Sumsel. Untuk mengoptimalkan pelayanan publik Kemenag Sumsel memiliki studio mini. “Studio mini pelayanan publik akan membuat pelayanan masyarakat lebih dikenal,” ujarnya.   Dalam acara ini juga akan diangkat seorang Duta Lapor! yang akan membantu menyebarkan informasi tata cara menggunakan aplikasi LAPOR! ke masyarakat dengan lebih luas.   MC Diskominfo Sumsel/ PE / Tim LAPOR!

Baca Detail
Herman Deru Sumbang Seekor Sapi untuk Santri Sumsel
05 May 2019 Dilihat 248x

Herman Deru Sumbang Seekor Sapi untuk Santri

Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan  H. Herman Deru mengapresiasi keberadaan Pondok  Pesantren Ar Rahman yang beralamat  di jalan Tegal Binangun Plaju Darat. Ponpes ini  selain menjadi  pusat pendidikan Ilmu Agama Islam juga menjadi pusat rehabilitasi bagi pecandu  narkoba.  Apresiasi tersebut diungkapkannya saat menghadiri  acara haflah Pondok Pesantren Ar Rahman di jalan Tegal Binangun Plaju Darat, Sabtu (4/5). "Saya ucapkan terima kasih kepada penggurus sudah susah paya menegakan Pondok Pesantren Ar Rahman ini. Jaga kepercayaan orang tua yang telah menitipkan anaknya di pondok pesantren ini. Disamping itu saya yakin aparat kepolisian juga akan sangat terbantu dengan adanya rehabilitasi bagi pecandu narkoba ditempat ini," tegasnya. Lebih lanjut Gubernur H. Herman Deru menegaskan, acara yang digelar Ponpes tersebut merupakan peristiwa sakral bagi santri dan santriwati. Kalangan orang tua dan para guru yang telah memberikan perhatian dan meluangkan waktunya untuk kemajuan agama Islam. "Lokasi  Pondok Pesantren Ar Rahman ini dulunya rawa, namun atas kepercayaan kalangan orang tua menitipkan anaknya disini. Sekarang Pesantren ini tumbuh dan berkembang dengan pesat," tambahnya. Herman  Deru mengakui, begitu pentingnya ilmu agama bagi keberlangsungan generasi mendatang. Mengingat kian kompleksnua  hidup ditengah derasnya arus globalisasi. Untuk menjawab ini lanjut dia, Pemprov Sumsel memprogramkan mendirikan  rumah tahfidz satu desa dan kelurahan minimal satu rumah tahfidz. "Ilmu agama harus seimbang dengan ilmu pengetahuan umum. Untuk itu kita butuh pusat pendidikan yang konsentrasi mengajar ilmu agama. Dimana anak anak kita akan diajarkan baca tulis Al Qur'an sejak dini," tegasnya. Dikesempatan ini Gubernur berkenan menyumbang satu ekor sapi untuk dijadikan konsumsi bagi kalangan santi yang tengah menutut ilmu di Pondok Pesantren Ar Rahman. Gubernur juga berjanji akan membantu memperbaiki sejumlah ruangan belajar yang rusak termasuk sejumlah pasilitas penunjang lainnya. "Sebagai rasa bangga saya pada  pondok pesantren ini. Saya akan bantu perbaiki bangunannya  walau tidak 100 persen. Dinas PU saya perintahkan untuk mengecek langsung bangunan yang mendesak di perbaiki," tandasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel Foto HP Sumsel

Baca Detail
Herman Deru : Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan Umum Harus Berimbang Sumsel
05 May 2019 Dilihat 626x

Herman Deru : Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan Umum Harus Berimbang

Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengharapkan ada keseimbangan antara menimba ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum. Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan sambutan pada Haflah Wisuda Santri Kelas Akhir dan Tahfidz di Komplek Ponpes Ma'Had Inayatullah Gasing Kecamatan  Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin, Sabtu (4/5). "Dengan bekal ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Kita harapkan para santri dan santriwati Pondok Pesantren Inayattullah  ini akan menjelma menjadi insan yang beretika, bertata kerama serta berakhlak  yang baik," harapnya. Menurut Herman Deru,  Ponpes Ma'Had Inayatullah mempunyai citra yang baik dimata masyarakat  dalam membentuk dan  mendidik karakter para santri dan santriwati menjadi orang yang berguna di masa depan. "Saya berterimakasih kepada wali santri karena mempercayakan anaknya disini untuk menjadikan manusia yang bermoral dan berakhlak yang baik," ungkapnya. Gubernur menilai, dewasa ini sedang terjadi fenomena pergeseran moral yang tak sesuai. Karena  itu ia meminta pelajaran etika perilaku dan akhlak harus bisa diberikan. Agar para santri tidak menjadi orang yang angkuh dikemudian hari. "Contohnya saja terkadang kita menilai  seseorang dengan penampilan saja. Meskipun penampikan  penting dalam pergaulan. Namun yang lebih penting adalah akhlak dan etika. Ini semua kita dapatkan dengan pendidikan agama," tandasnya. Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Ma'Had Inayattullah Ustad Joni Saputra mengatakan, ada  188  santri dan santriwati  yang diwisuda pada tahun ini. Dia juga berpesan agar  para santrinya dapat mengamalkan ilmu yang telah didapat. Sehingga bisa  berguna untuk daerah Sumatera Selatan. "Teruslah belajar, jangan mudah puas dengan apa yang didapat," harapnya. Dikesempatan ini Herrman Deru berkesempatan melakukan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan ruang kelas Tahfidz. Hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Ma'Had Inayattullah Ustad Joni Saputra, Kepala Kantor Kementrian Agama Kab Banyuasin H.M Arkan Nuriwahidin, MPdi serta para FKPD Provinsi Sumsel dan wali santri.  MC Diskominfo Prov.Sumsel Foto HP Sumsel

Baca Detail
Pemprov Sumsel Gandeng Pesantren untuk Cetak Generasi Berkualitas Sumsel
05 May 2019 Dilihat 321x

Pemprov Sumsel Gandeng Pesantren untuk Cetak Generasi Berkualitas

Palembang, sumselprov.go.id- Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi wajib memberikan perhatian khusus terhadap lembaga pendidikan, terlebih kepada pondok pesantren dan juga panti. Hal ini Ia katakan dalam sambutannya dalam acara Khutbatul Ikhtitam (Haflah Ke XIV) kelulusan santriwan dan santriwati MI (SD), MTS (SMP), MA (SMA) Pondok Pesantren Ar Rahman di Jln Tegal Binangun Plaju Darat Palembang, Sabtu, (4/5/2019). “Pondok pesantren turut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya. Terkhusus Pondok pesantren Ar-Rahman ini yang juga memiliki divisi rehabilitas narkoba. “Dengan adanya rehabilitasi pecandu narkoba disini, Pemerintah dan Pihak Kepolisian tentu akan merasa sangat terbantu,” ungkapnya. Pondok pesantren adalah media pendidik individu yang membuat manusia menjadi lebih berharga. Menurutnya, semakin tinggi ilmu yang dimiliki seseorang maka akan membuat manusia itu juga semakin berharga. “Ilmu pengetahuan yang tidak terkendali dapat menciptakan masa depan yang rusak, oleh karena itu ilmu agama juga perlu dijejali,” ujarnya. Pengembangan ilmu pengetahuan haruslah dinamis dengan pengembangan ilmu agama sehingga tercipta generasi yang berilmu dan berakhlak. Ia berharap agar Pondok Pesantren Ar-Rahman dapat menjaga kepercayaan masyarakat dalam memberikan pendidikan yang terbaik. “Tidak hanya sekedar kemudahan dan kemurahan, tetapi juga berikan pendidikan yang berkualitas,” katanya. Selain itu, Ia juga mengajak kepada orang tua terutama ibu untuk berperan aktif menjadi madrasah utama dalam mendidik anak-anak yang berakhlak. Karena anak membutuhkan arahan positif yang akan membawa dampak positif bagi masa depannya. “Kami selaku Pemprov Sumsel sangat peduli akan hal itu, oleh karna itu kami juga akan mendirikan satu rumah tahfidz disetiap satu desa untuk membantu menciptakan generasi berakhlak,” tambah Gubernur Sumsel. Pondok Pesantren Ar Rahman telah berdiri sejak tahun 2000. Hingga saat ini terdata, jumlah santri di Pesantren Ar Rahman adalah 238 orang, dengan perincian jumlah santri pria berjumlah 152 orang dan santri perempuan berjumlah 86 orang, ditambah tenaga pengajar berjumlah 40 orang. Dalam kegiatan ini, Pemprov Sumsel juga memberikan beberapa bantuan dalam perbaikan  dan penyediaan fasilitas untuk mendukung kemajuan pendidikan di Pesantren ini. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE  

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.