Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Wagub Sumsel Minta Santri Tahfidz Doakan HDMY Mampu Sejahterakan Masyarakat
Palembang, sumselprov.go.id - Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Mawardi Yahya menggelar Buka bersama santri tahfidz, fakir miskin, guru ngaji dan penjaga masjid di Pendopan Griya Agung Selasa (28/05). Turut hadir pula Kakanwil Kemenag Provinsi Sumsel Alfajri Zabidi, Ketua Baznas Provinsi Sumsel Najib Haitami, dan Kepala Kantor Akuntan Publik Drs. Abu Bakar Sidik, AK, MS, CPA, CA. Dalam kata sambutannya Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menuturkan, Koordinasi yang dilakukan Pemprov Sumsel dan Baznas merupakan bukti nyata perhatian Pemerintah Provinsi Sumsel. Hal ini tak lain karena Mawardi menilai penting adanya suatu wadah berpartisipasi aktif dan dapat dipercaya dalam menjalankan program, baik itu infaq, sodaqoh maupun zakat di Provinsi Sumsel melalui Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun donatur- donatur yang ada. “Karena kami memandang sangat penting apabila para sodaqoh dan para infak dari ASN, dari masyarakat dari donatur-donatur apabila tidak dikelola dengan baik tentunya akan menghilangkan kepercayaan donatur- donatur. Oleh sebab itu pula melalui program zakat inilah, bersilaturahim dapat saling membantu,” ungkapnya Mawardi mengakui, jika Kepala Baznas Provinsi Sumsel merupakan orang yang tepat untuk mengingat rekam jejak sebelumnya merupakan Kepala Kanwil Kemenag. “Paling tepat Bapak Najib Haitami ini benar-benar memberikan kepercayaan dibawah kepimpinan Herman Deru dan Mawardi Yahya di bidang keagamaan. Di provinsi Sumsel menjadi prioritas dari program keagaaman dapat menata saling tahu rasa antara kesenjangan yang ada bisa saling membantu dalam suka maupun duka,” tuturnya Mawardi juga meminta didoakan kepada hadirin yang hadir agar Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, dalam menjalankan tugas selalu diberikan kemudahan untuk memajukan kesejahteraan bagi masyarakat Sumsel. “Ramadhan melatih bagaimana merasakan apa yang dirasakan orang tidak punya, inilah letaknya keistimewaan dalam merajut silaturahim rasa saling kasih-mengasihi diantara kita,” pungkasnya Sementara Sekretaris Baznas dalam laporannya mengungkapkan, Baznas merupakan Lembaga Pemerintah Nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, BAZNAS hadir diseluruh Indonesia mulai dari Tingkat Pusat, Tingkat Provinsi dan Tingkat Kabupaten Kota. Menurutnya, Baznas mempunyai tugas Pokok dan fungsi yaitu untuk melakukan pengelolaan zakat secara nasional serta selaku koordinator pengelolaan zakat yang ada. “Dalam pelaksanaan penyaluran dana ZIS yang terhimpun, BAZNAS menyalurkan dana tersebut tetap berfokus kepada orang-orang yang berhak menerima yang sesuai dengar ketentuan syariah Islam yaitu kepada delapan ashnaf,” tuturnya Diuraikannya secara rinci, Dibidang Pendidikan Baznas Sumsel menamakan SUMSEL CERDAS Dalam program tersbeut telah menyalurkan dana ZIS melalui Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana untuk mahasiwa yang tidak mampu. “Alhamdulillah saat ini dari 100 orang mahasiswa sudah ada 30 orang alumni dan sudah berkarya dibeberapa bidang pekerjaan, ada yang sudah diterima menjadi ASN, pegawai Pengadilan Agama, wirausaha serta pegawai swasta lainnya,” katanya Sementara untuk Program Santri Tahfidz, dalam Program ini pula Baznas membina santri tahfidz dengan bekerja sama dengan beberapa Rumah Tahfidz, bantuan yang diberikan dalam bentuk santunan biaya hidup rutin perbulan. “Penyaluran tersebut dikemas dalam beberapa program pokok penyaluran antara lain, Program Sumsel Cerdas,Sumsel Sehat, Sumsel Makmur, dan Sumsel Peduli. dana yang disalurkan untuk kelima program tersebut merupakan hasil penerimaan zakat infaq dari para ASN yang berada di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta muzaki perorangan baik yang datang langsung ke Baznas maupun melalui layanan pengumpulan zakat lainnya,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ Humas Pemprov Sumsel
Sumsel
Tol Kapalbetung Siap Dilintasi Pemudik
Palembang, sumselprov.go.id -- Kalangan pengguna jalan khususnya pemudik dipastikan sudah dapat menggunakan ruas jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapalbetung). Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan di sela-sela meninjau ruas tol Kapalbetung, Selasa (28/5). Didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dan Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Syafrial, Gubernur dan rombongan menyusuri ruas jalan utama yang dimungkinkan akan dilewati pemudik menjelang dan pasca Idul Fitri 1440 Hijriah mendatang. Dimulai dari kawasan Jakabaring, dilanjutkan dengan meninjau exit tol Kapalbetung Km 0 di Desa Celikah Kecamatan Kota Kayu Agung Kabupaten OKI. Ruas ini diprediksi akan ramai digunakan pemudik yang hendak lebaran di kampung halaman. "Kita sengaja meninjau ruas tol Kapalbetung ini. Ternyata saat ini sudah dapat dilintasi oleh pemudik. Meskipun masih dalam tahap fungsional karena belum selesai 100 persen," tegas Herman Deru. Dalam tinjauannya ke ruas tol Kapalbetung tersebut Gubernur juga mengecek sejumlah fasilitas pendukung yang ada di kawasan rest area seperti toilet dan mushola dan fasilitas pendukung lainnya. "Kenyamanan pemudik akan diberikan maksimal seperti rest area, toilet, tempat ibadah dan SPBU portable diharapkan juga disediakan," harap Gubernur. Dari hasil pantauannya Gubenur yakin ruas tol Kapalbetung siap dilewati pemudik. Bahkan sebagai tanda sudah siap dilintasi akan digelar soft launching pada Rabu (29/5). "Besok tanggal 29 Mei 2019 akan diadakan soft launching sebagai tanda tol ini resmi digunakan arus mudik dan arus balik lebaran nanti," terangnya. Menurut Gubernur, ada sejumlah alasan mengapa jalan tol dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pemudik. Beberapa alasan diantaranya dapat mempersingkat jarak tempuh. Seperti Palembang - Kayu Agung sekitar waktu tempuh 50 persen waktu tempuhnya dapat dipangkas jika dibanding melewati jalan non tol. Atau dengan kata lain Palembang-Lampung bisa tembus lima jam perjalanan darat "Jika lewat tol, etimasi jarak tempuh Palembang -Desa Celikah Kecamatan Pematang Panggang Kabupaten OKI memakan waktu kurang lebih 30 menit. Sedangkan sebelumnya lebih dua jam setengah apalagi kalau lagi macet. Saat ini kitaberada di kilomter nol ruas tol Kapalbetung. Secara umum fungsionalnya sudah saya tinjau hanya ada beberapa titik perlu pengerasan lagi. Mudah-mudahan besok ketika di launching sudah rampung 100 persen," tandasny MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Percha Undang Komunitas Baca dan Literasi Buka Puasa Bersama
Palembang, sumselprov.go.id -- Duta literasi Sumsel, Hj. Percha Leanpuri menggelar buka bersama Ramadhan 1440 Hijriah mengundang Komunitas Literasi. Kegiatan tersebut digelar Selasa (28/5) sore di Perpustakaan Provinsi Sumsel Demang Lebar Daun. Dalam kesempatan silaturahmi itu, Duta Literasi didampingi oleh Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan Hj. Mislena, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Prof Edward Juliartha serta Staf Khusus Gubernur Bidang Media. Selain mengundang komunitas Literasi, turut diundang sejumlah anak panti asuhan Al Amalul khair. "Dari berbagai kunjungan saya sebagai Duta Literasi ini saya melihat bahwa kegiatan literasi ini sangatlah bermanfaat. Minat baca ini patut disambut baik oleh masyarakat dan tinggal kita sebagai penggiat komunitas literasi ini memberikan semangat dan juga kita sudah memberikan bantuan buku kepada seluruh komunitas literasi yang diundang disini.", tegasnya Lebih jauh jelas Percha dirinya sengaja mengumpulkan berbagai komunitas ini bertujuan untuk saling memberikan perhatian satu sama lain. "Kalau di Sumsel ini banyak sekali berbagai komunitas literasi, saya usul nanti kita bikin yg namanya organisasi penggiat literasi dan kita buat satu wadah. Ada harmonisasi untuk menyingkronkannya dan pusatnya di Perpustakaan Daerah ini. Apabila kelompok literasi ataupun mau mengusulkan aula atau tempat acara literasi saya minta aula perpustakaan daerah ini untuk acara tersebut.", tegasnya Dalam sambutannya Duta Literasi ini pun menegaskan bahwa Palembang harus segera mempunyai perpustakaan modern. Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan Hj. Mislena mengungkapkan sangat mendukung kegiatan tersebut. Dia berharap acara ini semakin meningkatkan keakraban pegiat literasi yang ada. "Kita ingin semua komunitas itu tergabung menjadi satu wadah dari sesuatu yg kecil menjadi besar dan juga dapat menjadikan semangat komunitas-komunitas yang ada agar mereka tau kita ada perpustakaan yang bisa menghimpun mereka semua untuk saling membantu memacukan kecerdasan bangsa dengan cara mewujudkan komunitas literasi" tandasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Tim Quick Respon Diskominfo Sumsel Dengarkan Aspirasi Publik
Banyuasin, sumselprov.go.id - Tim Media Quick Respon Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatra Selatan, melalui kegiatan Pengelolaan Opini dan Aspirasi Publik, turun langsung ke Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Selasa (28/5/2019). Kecamatan Rambutan salah satu daerah yang unggul sebagai penghasil beras terbaik di Sumsel, yang pernah dikunjungi Presiden Jokowi beberapa bulan lalu. Akhmad Rosyadi, Camat Rambutan yang baru dilantik pada 21 Maret 2019 yang lalu mengatakan, Kecamatan Rambutan termasuk kecamatan yang memiliki banyak desa, yakni 19 desa dan 1 kelurahan (Jakabaring). Komoditi andalan dari kecamatan ini selain hasil pertanian dan perkebunan (sawit dan karet) juga sektor perdagangan, ternak ayam dan nelayan. Tim Diskominfo Sumsel yang dipimpin oleh Kabid Pengelolaan Informasi Publik Amrullah, menjelaskan tujuan dari tim quick respon, antara lain untuk menyikapi laporan masyarakat di Kecamatan Rambutan, terutama permasalahan irigasi persawahan, air bersih dan juga banyaknya kerusakan jalan. Kasi Pelayanan Media Informasi Publik yang juga pengelola admin LAPOR! Sumsel Azim Baidillah, mempertanyakan usaha-usaha yang telah dilakukan oleh Pemerintah Banyuasin, khususnya Kecamatan Rambutan dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Pertanyaan ini langsung dijawab oleh Camat Rambutan, bahwa melalui Musrenbang kecamatan, di 2019 ini permasalahan tersebut menjadi prioritas untuk diteruskan ke Pemerintah Kabupaten Banyuasin. Termasuk usulan perbaikan jalan. "Jalan negara maupun jalan provinsi sudah diteruskan ke Dinas PU Bina Marga provinsi, maupun ke PU Perkim Kabupaten Banyuasin," ujarnya. Sementara untuk pengairan irigasi dan teknologi pertanian sudah ditindak lanjuti, sedangkan air bersih sedang menunggu penyediaan sarana dan prasarana dari PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyusin. Tim MC Diskominfo Prov. Sumsel/AZ
Sumsel
Ribuan Personil Gabungan Siap Jaga Kondusifitas Sumsel Selama Hari Raya
Palembang, sumselprov.go.id- Dalam Operasi Ketupat Musi 2019, ribuan personel gabungan di Sumatra Selatan (Sumsel) siap menjaga suasana aman kondusif saat libur Hari Raya Idulfitri 1440 H, termasuk memastikan kelancaran arus mudik. Ribuan personel gabungan tersebut terdiri dari TNI dan Polri, Kementerian dan Dinas terkait, Pol PP, Pramuka, juga organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. Hal ini diungkapkan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Zulkarnain Adinegara, saat memberikan sambutan dalam Apel Pasukan Operasi Ketupat Musi 2019 dengan tema “Kita Tingkatkan Sinergi Polri dengan Instansi Terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman Pada Perayaan Idulfitri 1440 H. Selain itu, juga disiagakan ribuan pos keamanan, pos terpadu dan pos pelayanan. "Objek pengamanan operasi ketupat antara lain di terminal, stasiun, pelabuhan, masjid dan objek wisata," kata Zulkarnain. Menurut dia, ancaman terhadap keselamatan transportasi laut, darat, dan udara, dan permasalahan stabilitas harga dan kesediaan bahan pokok, juga harus diantisipasi saat pelaksanaan operasi ketupat. Oleh karena itu lanjut dia, dilaksanakan apel pasukan operasi ketupat untuk mengecek kesiapan personel, peralatan, seluruh aspek operasi termasuk sinergitas komponen penyelenggara, juga untuk mengontrol serta mengukuhkan kesiapan operasi, agar menumbuhkan keterangan dan rasa aman bagi masyarakat selama perayaan Hari Raya Idulfitri. Ia mengatakan, operasi ketupat 2019 dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan tahapan pemilu, sehingga potensi kerawanan yang akan dihadapi personel semakin kompleks. “Setiap potensi yang mungkin terjadi harus diantisipasi secara optimal dengan operasi ketupat,” ujarnya. Dijelaskan, potensi gangguan yang mungkin terjadi yaitu gangguan stabilitas Kamtibnas berupa aksi serangan teror baik kepada masyarakat, personel, dan markas polri, juga berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat, seperti pencurian, perampokan, penjambretan, begal dan premanisme, juga aksi intoleransi dan kekerasan. “Koordinasi dan kerja sama operasi ketupat di tahun sebelumnya telah dinilai baik. Saya memiliki keyakinan tahun ini juga akan tetap sama jika didukung oleh semua yang terlibat,” ucap dia. Zulkarnain juga mengarahkan untuk tetap menjaga soliditas, sinergitas operasi ketupat, dan hindari pelanggaran yang mencederai tugas. Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, operasi ketupat dilaksanakan setiap tahun, namun tahun ini diadakan dengan spesial di Sumsel. “Operasi ketupat Sumsel tahun ini sebarannya lebih luas lagi, karena adanya pengoperasian jalan tol,” jelas dia. Menurut dia, petugas-petugas TNI dan POLRI akan ditempatkan di ruas-ruas tol tersebut, karena jalan tol masih bersifat fungsional. Selain itu, memperhatikan pengamanan dalam berbagai aspek. “Pengaman akan dilakukan dengan lengkap di berbagai aspek yaitu keamanan, lalu lintas, kesehatan, ketertiban, dan rambu-rambu,” ujarnya. Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Irwan berpesan kepada masing-masing peserta apel untuk terus menjaga kebersamaan, dengan memperhatikan keamaan, kelancaran, dan kenyamanan masyarakat yang mudik. "Kerja sama semua unsur sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di Sumsel, mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Upayakan zero konflik di Sumsel tetap terjaga. Kita ayomi, amankan, dan lindungi masyarakat," tutup dia. Operasi ketupat 2019 akan dilaksanakan 13 hari, mulai 29 Mei 2019 sampai 10 juni 2019. Operasi ketupat diselenggarakan pada 34 Polda di Indonesia dengan 11 Polda prioritas, yaitu Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda D.I.Y, Polda Jatim, Polda Banten, Polda Lampung, Polda Sumsel, Polda Sulsel, Polda Bali dan Polda Papua. Usai apel berlangsung, juga diadakan pembakaran barang bukti narkoba hasil sitaan Polda Sumsel. (MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE / Tim)
Sumsel
Gubernur Sumsel Berikan Insentif Beras Kepada 30.269 pegawai
Palembang, sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru memberikan Insentif beras April 2019 dan juga tunjangan hari raya (THR) kepada pegawai Pemprov. Sumsel sebanyak 30.269 orang, diantaranya Aparatur Sipil Negara (ASN) 16.040 orang dan untuk honorer ada 14.229 orang Gubernur memberikan insentif beras tersebut secara simbolis kepada perwakilan pegawai ASN dan kepada Honorer di Aula Bina Graha Pemprov. Sumsel, Senin (27/5/2019) Dalam arahannya, Gubernur Sumsel Herman Deru utarakan bahwa pemberian insentif beras ini memang kelihatannya konservatif (Jadul) tapi secara tidak langsung kita telah membantu para petani beras di Sumsel dalam peningkatan pendapatan mereka secara ekonomi. Jelas Gubernur, Ini adalah suatu bentuk peduli dan bentuk perhatian pemerintah terutama bagi petani beras Sumsel serta para pegawai ASN dan honorer di Pemprov Sumsel. Lanjut Herman Deru, biarpun pembagian kelihatan konservatif (jadul) jangan salah persepsi dulu. Ini salah satu cara mengintervensi dengan bekerjasama dengan Bulog menambah kuota penyerapan beras petani. “Pemberian insentif beras bagi ASN mendapatkan jaminan makan, apalagi untuk honorer ini sangat berarti. Bahkan Sekda saja dapat insentif beras sebanyak 20 Kg," ujarnya. Ia menambahkan, Bulog juga telah menjamin kualitas beras premium yang dibagikan ke ASN dan honorer. “Jika nantinya beras yang didapat ASN dan honorer dalam kondisi beras tak laik maka langsung dikembalikan”, jelas Gubernur Karena memang Bulog sudah menjamin standarnya dan Gubernur Herman Deru mengingatkan agar insentif beras yang didapatkan ASN dan Honorer tidak untuk dijual kembali. “Jadi jangan lagi dijual, mari kita makan, jangan coba-coba dijual, karena kemasannya jelas ada lambang logo Pemprov Sumsel dan jika nantinya ada yang jual, sanksinya tidak akan diberikan lagi insentif beras” tegas Herman Deru Pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel H. Nasrun Umar mengatakan pembagian insentif beras ini adalah inisiasi dari Gubernur dan Wakil Gubernur diperuntukan untuk memberikan tambahan penghasilan berupa beras bagi pegawai ASN dan Honorer. Menurut Sekda, karena ini baru tahap awal maka diberikan untuk satu bulan terlebih dahulu. Lalu nanti di bulan Juni-Desember ditotalkan 12 bulan, jadi bisa saja di bulan Juni diberikan dua bulan yang sebelumnyat, hingga nanti sampai Desember totalnya 12 bulan. "Beras yang diberikan ini beras petani di Sumsel yang diserap Bulog. Jadi nanti untuk ASN dan honorernya akan mendapatkan beras dari Bulog dengan kualitas premium," ujar Nasrun Umar. Sekda menjelaskan pembagian beras bagi ASN suami/istri/janda/duda yang bekerja di lingkungan Pemprov Sumsel mendapatkan beras sebesar 20 kg. Sementara ASN yang belum menikah dilingkungan Pemprov Sumsel akan mendapatkan insentif beras sebesar 10 kg dan untuk honorer sebesar 5 kg. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Kominfo Ajak Siswa MAN 1 Palembang Me-LAPOR!
Palembang, sumselprov.go.id- Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Selatan mengajak siswa-siswi menggunakan aplikasi SP4N LAPOR! apabila menemukan pelayanan publik yang kurang baik. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kominfo Sumsel diwakili Kabid PIP Kominfo Sumsel, Amrullah, S.STP., M.Si dalam kata sambutannya di acara sosialisasi SP4N-LAPOR! dan pengukuhan Kawan LAPOR! Di MAN 1 Palembang, Senin, 27/5. Amrul mengatakan sosialisasi SP4N LAPOR! diperlukan agar masyarakat lebih mengetahui peran SP4N LAPOR! untuk kehidupan khususnya dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. "Fasilitas pendidikan seperti ruang kelas yang baik adalah salah satu contoh pelayanan publik yang pemerintah berikan," katanya. Pelayanan publik yang kurang baik dapat disampaikan melalui aplikasi pelayanan publik SP4N LAPOR! yang dikelola oleh Kominfo. "Jalan-jalan berlubang merupakan fasilitas pelayanan publik yang kurang baik," ujarnya. Masyarakat bertanggung jawab untuk menyampaikan pengaduan mengenai pelayanan publik yang kurang baik. Karena penyampaian pengaduan akan mencegah hal yang lebih buruk lagi. Menambahkan Transformasi GIZ Kurniawan Wahid menjelaskan GIZ mendampingi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan dua cara. Pertama yaitu inovasi yang bertujuan untuk memperkenalkan tentang pelayanan publik. Dan kedua untuk mendorong partisipasi masyarakat. "SP4N LAPOR! dibuat untuk meningkatkan pelayanan publik,”terangnya. Negara memiliki kewajiban kepada rakyat yaitu mensejahterakan, mengayomi, dan memberikan keadilan dalam konteks pelayanan publik. Negara bertanggung jawab untuk menjamin semua masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang terbaik. Setiap kewajiban dan tanggung jawab tersebut dilaksanakan melalui perangkat pemerintah. "SP4N LAPOR adalah bentuk kewajiban masyarakat dalam mengingatkan pemerintah untuk memberikan pelayanan yang terbaik", ujarnya. Karena pemerintah harus bekerjasama dengan masyarakat dalam memperbaiki pelayanan publik. Ia mengajak para siswa untuk aktif mengawasi kekurangan pelayanan publik dengan cara melapor melalui sms dengan cara ketik Sumsel (spasi) isi laporan kirim ke 1708. Atau melalui website para alamat url www.lapor.go.id. Minimal ada empat factor tata cara penulisan yang harus diperhatikan yaitu 4W, What, When, Where, dan Who. “Laporan setidaknya menjelaskan laporan apa, kapan diliat, dimana lokasinya, dan siapa yang melapor,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Dra. Sulistiyani, MM mengatakan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. "Mudah-mudahan anak-anak dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan bermanfaat," ucapnya. Dalam acara ini juga dilakukan pengukuhan 10 orang kawan LAPOR! sebagai perwakilan para siswa untuk menggencarkan penggunaan Lapor! di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Turut hadir dalam acara ini Kasi Pengolahan Media dan Informasi Publik, Azim Baidillah, S.H., M.H. dan guru-guru di Man 1 Palembang. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE / AD
Sumsel
Pemrov Sumsel dan Dekranasda Gelar Seleksi Peserta dan Pelatihan SETC 2019
Palembang, sumselprov.go.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Dekranasda Sumatera Selatan didukung oleh PT. Sampoerna Tbk, Penggadaian, Bank Sumsel Babel dan Forum CSR Kesejahteraan Sosial Sumatera Selatan mengadakan Seleksi Peserta dan Pelatihan Sampoerna Entrepreneur Training Center (SETC). Adapun maksud melakukan seleksi calon peserta untuk mengikuti kegiatan pelatihan kerajinan, mempunyai niat dan bakat, mempunyai motivasi yang kuat, siap mengikuti pelatihan sampai tuntas. Disamping itu kegiatan seleksi ini untuk mendapatkan peserta yang betul-betul siap, sesuai kriteria dan mampu mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik. Sementara tujuan kegiatan Pelatihan Dekranasda kerjasama Pt. Sampoerna untuk Indonesia untuk menciptakan pelaku industri kerajinan yang terampil, profesional, berdedikasi dan berintegritaas, mampu mengembangkan dan bekerjasama dengan Dekranasda dalam meningkatkan kualitas produksi industri kerajinan di Sumatera Selatan. Jenis Pelatihan yang akan diberikan yaitu Pewarna Alam dan Pelatihan Kerajinan Berbahan Baku Textile, Sumberdaya Alam dan Daur Ulang. Target Peserta Pelatihan ini adalah 1. Umum Pria dan Wanita, 2. Usia tidak ditentukan, 3. Perwakilan Kabupaten/Kota, 4. Masyarakat Umum, 5. Perwakilan Kampus/Sekolah dan 6. Pelaku Usaha Exiting/Pemula. Tapatan Seleksi dimulai dengan mendaftarkan diri, kemudian Mempersiapkan paparan tentang opini calon Peserta tentang industri kerajinan di Sumatera Selatan.serta Mengikuti wawancara oleh Dewan Juri. Jadwal Kegiatan seleksi ini yaitu Pendaftaran (mulai tanggal 25 Mei s.d 10 Juni 2019), Seleksi Berkas (27 Mei s.d 11 Juni 2019), Penetapan Pesera (17 Juni 2019), Penjurian (19, 20, 21 JUNI 2019), Penetapan Pemenang (21 Juni 20190, dan Pemberangkatan Peserta (25,26,27 Juli 2019). Dewan Juri yang akan menyeleksi dari berbagai ahli antara lain, J Rianthony Nata Kesuma (Forum CSR Kesos Sumsel), Dr. Sri Rahayu, SE., MM (Ketua Rumah Kreatif), Dian Eko Prasetyo, ST (OY! Indonesia/Sampoerna Academy), Arief (SM CSR PT. Penggadaian), Faisol Sinin (Corporate Secretary Bank Sumsel Badel) dan Bimbo Titeley (Dekranasda). Bagi Peserta yang dinyatakan lulus akan mendapat Benefit berupa: Mengikuti Pelatihan di SETC selama 3 (tiga) hari Mendaptakan Fasilitas Penginapan Selama Pelatihan Certificate dari SETC Sertifikat dari Dekranasda Prov. Sumsel Keberangkatan menggunakan Bus Wisata dari Palembang ke Jawa Timur. Bagi yang lulus mempersiapakan Dana sebesar Rp. 300.000,- untuk keperluan akomodasi dan makan selama 3 (tiga) hari Pembinaan dari Sampoerna, Penggadaian dan Bank Sumsel Babel. Tempat Pendaftaran 1. Gedung Graha Songket, 2. Kantor Forum CSR Kesos Sumsel dan 3. Dinas Perindustrian. Sementara Tempat Seleksi, Aula Gedung CSR Kesos Sumsel, ex Gedung BKOKM Sekip Pangkal Lorong Asrama Putra Palembang, Sumstera Selatan. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Gubernur Sumsel Harapkan Olahraga Menembak Lebih Dikenal Dan Dekat Di Masyarakat
Palembang, sumselprov.go.id – Secara aklamasi melalui Musyawarah Provinsi Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) memilih Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru sebagai ketua Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) periode tahun 2019-2023 di Hotel Excelton, Sabtu (25/05). Gubernur Sumsel Herman Deru mengucapkan terimakasih kepada kepengurusan lama yang dinilainya telah menjalankan kepengurusannya dengan cukup baik. Sebagai langkah awal setelah dirinya menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum), dalam waktu dekat akan segera membentuk kepengurusan baru yang mengedepankan profesionalisme sehingga dapat menjalankan organisasi Perbakin lebih baik lagi. “Saya harapkan olahraga ini dapat dekat dengan masyarakat sehingga tidak hanya milik sekelompok orang saja,” ujar Gubernur Ia merasa bangga diberi amanah sebagai ketua umum dan Ia berharap dikepemimpinannya Perbakin Sumsel menjadi olahraga yang dekat dengan masyarakat bukan olahraga yang eksklusif. Lanjut Herman Deru, bersama pengurus yang baru akan mewujudkan olahraga menembak menjadi olahraga yang memasyarakat. “Olaharaga menembak ini akan dimulai dari masyarakat dan untuk masyarakat, dekat dan tumbuh dari masyarakat Sumsel”, tutur Herman Deru Menembak dan berburu sudah merupakan budaya kehidupan sehari-hari masyarakat yang ada di desa, kabupaten dan kota sehingga potensi yang dimiliki akan menuju prestasi “Untuk itu, saya akan mengajak dan bekerjasama ke seluruh Bupati/Walikota se-Sumsel untuk menyelenggarakan berbagai event”, pungkas Gubernur Jelas Gubernur Herman Deru, agar olahraga menembak lebih dekat dengan masyarakat nantinya akan dilakukan roadshow bersama pengurus yang berkualitas dan berkompeten. Pada kesempatan tersebut, Ketua Penyelenggara Musprov Asfan Fikri Sanaf mengatakan, Musyawarah Provinsi Perbakin Sumatera Selatan ini adalah sarana komunikasi dalam pertanggung jawaban pengurus pengprov perbakin, evaluasi capaian program, perumusan target organisasi kedepan dan memilih ketua kepengurusan baru Perbakin Sumatera Selatan.(dikutip dr tribun, foto humas) MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM