Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Herman Deru Ajak Warga Alang-Alang Lebar Prakarsai Pembangunan Rumah Tahfidz
Palembang, sumselprov.go.id – Tidak hanya pembangunan fisk saja seorang pemimpin menurut Gubernur Sumsel H. Herman Deru juga harus memikirkan pembangunan non fisik. Salah satunya program yang saat ini sudah berjalan yaitu membangun Rumah Tahfidz. Dikatakannya, program non fisik yakni rumah tahfidz ini salah satu program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur. Hanya saja selama ini sebagian masih mengartikan rumah tahfidz ini rumah yang mirip masjid dan mushola diisi dengan guru ngaji. Padahal, dijelaskan Gubernur Herman Deru rumah tahfidz itu adalah suatu titik dimana disitu ada proses kegiatan belajar mengajar Al-Quran. Disana Para ustad dan ustadzah memberikan pendidikan baca tulis Alquran kepada anak-anak. Targetnya melepaskan anak-anak dari buta baca Alquran. "Saya minta para tokoh ini untuk memprakarsai ini. Nanti kita menginventarisir untuk para pengajar sehingga diberikan honor. Intinya tempatnya bukan kemewahan gedung akan tetapi kegiatan agar anak-anak bisa membaca dan menulis Alquran," kata Gubernur Herman Deru saat melakukan Safari Shalat Jum’at di Masjid Ar Rahman yang terletak di Jalan Talang Gading Blok III RT. 26 RW. 08 Perum Talang Kelapa Kecamatan AAL Palembang, Jumat (14/6). Dikesempatan ini juga Orang nomor satu di Sumsel itu juga memberikan bantuan pembangunan masjid. Bantuan itu diberikan untuk kenyamanan para jamaah yang hendak menunaikan shalat. Dirinya meminta kepada para pengurus masjid untuk segera melakukan pembangunan dan menentukan skala prioritasnya. "Untuk kuba masjid segera lakukan pembangunan. Perencanaan ini tinggal dimana skala prioritasnya. Kita butuh keindahan Masjid karena sebagai tempat rumah ibadah khususnya umat muslim," katanya. Sementara itu, Ketua Masjid Ar Rahman, Herman Arsyad mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel Herman Deru beserta jajaran dapat menyempatkan waktu melaksanakan shalat jumat berjamaah di tempat mereka. "Kami sebagai masyarakat sekitar sini mengucapkan terima kasih kepada bapak beserta jajaran dapat menunaikan sholat jumat disini. Kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatiannya kepada Masjid Ar Rahman,"ucapnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Terima Audiensi KPID, Gubernur HD: Sudah Lama Dinanti
Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel Herman Deru menerima audiensi Ketua dan anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel, di ruang tamu Gubernur Kamis (13/6) sore. Selain Ketua KPID Sumsel, Lukman Bandar Syailendra, tampak hadir juga Wakil Ketua KPID Sumsel Guntur Melian, serta anggota KPID lainnya seperti Yul Fajrin, Meytri Puspa Rini, Sisilia, Ekky Syahruddin dan Herfriady. Dalam audiensi singkat tersebut, Herman Deru mengungkapkan kalau Ia sudah lama menantikan audiensi tersebut. Hal ini karena keberadaan KPID di Sumsel dinilainya sangat penting. Terutama dalam hal pengawasan siaran yang memang sudah menjadi tugas pokok KPID. "Manfaat dan peran KPID ini besar. Makanya saya minta ada tambahan soal fungsi pengawasan terkait lembaga-lembaga penyiaran yang tak berizin yang berizin," jelasnya. Tak hanya melakukan pengawasan, kepada lembaga penyiaran yang ada Iapun meminta dilakukan edukasi terutama untuk tontonan yang bisa menjerumuskan anak-anak ke hal negatif. Pengawasan penting dilakukan agar tidak terjadi kerugian di pihak lain baik soal suku, agama, usaha dan lainnya. "Di Sumsel ini saya pastikan aman. Karena Alhamdulillah belum ada yang terdengar menyeruak sampai keluar. Penyiarnya juga santun-santun. Kalaupun ada masih bisa dibina," jelasnya. Untuk memantau kondisi terkini penyiaran, iapun meminta KPID rajin melaporkan report secara berkala. Termasuk soal kegiatan pengawasan dan pembinaan serta penggunaan anggaran. Sehingga Ia dapat menentukan parameter apa saja untuk meningkatkan anggaran pada KPID agar pengawasan bisa lebih maksimal dilakukan. "Kalau paramaternya tidak ada bagaimana saya bisa menambah anggarannya. Kalau ada report kan kita bisa lihat apa-apa saja aktivitasnya yang perlu ditingkatkan," jelasnya. Dalam kesempatan itu HD juga meminta Kepala Diskominfo Sumsel untuk segera merealisasikan rencana pembangunan Radio Sumsel. Menurutnya lembaga penyiaran ini masih sangat dinikmati maayarakat tak hanya di desa-desa tapi juga di perkotaan. Dengan adanya radio ini dia berharap segala informasi program kerja di Pemprov Sumsel bisa lebih cepat sampai dan terinformasi ke seluruh masyarakat. Sementara itu Ketua KPID Sumsel Lukman Bandar Syailendra mengatakan saat ini di Sumsel terdata tak kurang 90 lembaga penyiaran terdiri dari 30 televisi dan sisanya radio. Semua siaran lembaga tersebut masuk dalam pengawasan KPID. "Tugas kitaadalah mengawasi itu dengan pertanggungjawaban ke Gubernur. Tujuannya agar siaran-siaran itu bisa membangun daerah. Terakhir yang akan kami laporkan adalah soal penyiatan Pilpres dan Pilkada serentak yang pelaksanaannya sudah berjalan baik," Dalam pelaksanaan pengawasan di lapangan pihaknya kata Lukman bermitra dengan sejumlah instansi lainnya seperti KPU, Bawaslu hingga BPOM. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS
Sumsel
Perusahaan Diajak Berkontribusi di Bidang Pendidikan Akhlak
Palembang, sumselprov.go.id -- Semua perusahaan baik Badan Usahan Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan swasta yang beroperasi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diminta peduli dan berkontribusi nyata di bidang pendidikan. Terutama pendidikan akhlak membebaskan anak-anak atau generasi penerus dari buta aksara Al Qur’an. Caranya dimulai dari program yang telah dinisiasi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel membangun Satu Desa Satu Rumah Tahfidz”. Demikian dikemukakan Gubernur H Herman Deru saat menyampaikan kata sambutan pada Halal Bihalan bersama PT Bukit Asam tbk di Ballroom Hotel Novotel, Kamis (13/6). Menurutnya, membangun suatu daerah tidak melulu hanya tentang fisik dan materi saja, sangat penting pula membangun non fisik seperti ahlak. Apalagi di Provinsi Sumsel salah satu indikatornya orang-orang yang bermayoritas berahlak baik sampai dengan saat ini dinyatakan sebagai provinsi yang zero konflik. Yang Saya maksud adalah kegiatan belajar dan mengajarnya, karena tidak ada gunanya juga kita mau kaya sekaya apapun kalau kita tidak bersamaan dibarengi dengan ahlak yang baik. Ini mahal nilainya dan harganya mahal sekali,” ungkapnya Sebagai pemimpin daerah, Ia mengucapkan terimakasih atas partisipasi semua pihak, Ia menuturkan tidak ada yang tidak berperan cuma tugasnya saja yang berbeda-beda. Atas peran-peran tersebut pula yang menjadikan Provinsi Sumsel semakin baik, semakin dikenal dan lebih maju karena semua punya andil. Peran kita adalah menjaga kesinambungan kenyamanan Provinsi Sumsel bukan hanya masyarakatnya, tapi komprehensif ini terpelihara. Mungkin saja didalam menjalankan tugas ada benturan-benturan benturan komunikasi, selisih paham. Maka di kesempatan ini setelah Ramadhan yakni bulan Syawal kita meningkatkan Habluminallah dan Habluminannas,” pungkasnya Hadir pula dalam kesempatan ini Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan S.Ip., M. Hum, Kapolda Provinsi Sumsel Irjen Pol Drs. Zulkarnain Adinegara, Wakil Ketua Kejaksaan Tinggi Sumsel Hari Setiono S.H., M.H, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda S.H Usai menghadiri halal bihalal bersama PT. Bukit Asam, orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini juga menghadiri halal bi halal Hari Raya Idul Fitri 1440 H bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumbagsel di Jl. Residen Abdul Rozak No. 99 Palembang. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Herman Deru : ASN Harus Meliliki Sikap (Attitude) yang Baik
Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru bersama Wakil Gubernur Ir H. Mawardi Yahya mengelar halal bihalal dengan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Honorer/TKS, angota TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Prov. Sumsel. Bertempat di halaman Rumah Dinas Gubernur Sumsel, Griya Agung Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Kamis (13/6). Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam sambutannya mengharapkan, ajang silaturahmi dengan saling bermaafkan yang dikemas dalam acara halal bihalal tersebut haruslah diawali dengan niat yang tulus dan berasal dari lubuk hati yang paling dalam. Sebab lanjut dia, tidak ada manfaat saling bersalaman, cipika-cipiki jika pintu hati tidak dibuka. Artinya jikapun tidak berjabat tangan, tidak masalah jika hati sudah membuka pintu maaf. "Potensi bersalah lebih besar ada di pemimpin. Karena itu kita sebagai pemimpin apapun jabatannya akan lebih banyak salahnya jika dibanding dengan bawahan. Karena itu melalui momen acara halal bihalal ini, Saya atas nama gubernur, pribadi dan keluarga mengucapkan selamat hari raya dan kami haturkan mohon maaf lahir dan bathin," tegas Gubernur mengawali sambutannya. Lebih lanjut Gubernur mengajak jajaran ASN di lingkungan Pemprov. Sumsel untuk pandai bersyukur telah menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebab dari sekian banyak penduduk Indonesia, yang berstatus sebagai PNS hannya ada empat juta saja. Karena itu sebagi bentuk wujud syukur kalangan ASN di harapkan dapat mentaati aturan sebagai pegawai diantaranya mengenakan atribut ASN yang lengkap. "Penampilan penting, kenanlah atribut ASN yang lengkap. Kita harus bangga dengan atribut ASN, tidak semua orang bisa menjadi pegawai. Bahkan dari sekian banyak penduduk Indonesia, yang berhak mengenakan atribut ASN tidak lebih dari empat juta orang," tambahnya. Herman Deru juga meminta jajaran ASN Provinsi untuk melaksanakan tugas dengan baik dengan tidak semata-mata berorientasi dengan materi semata. Apalagi menggunakan istilah tempat basah dan kering. Sebab lanjut dia materi yang didapat merupakan dampak dari hasil kerja yang dilakukan. "Saya mengajak kita semua, ayo kita menata diri jangan mengedepankan emosi. Kita bekerja memang butuh materi tapi jagan jadikan materi sebagai orientasi. Karena itu bekerjalah dengan akuntabel jangan sembarangan terutama yang terkait dengan administrasi," tambahnya. Selain itu Herman Deru mengajak kalangan ASN khususnya kalangan kepala OPD agar dapat mengimbangi ritme kerja pimpinan disamping harus dapat mengukur perasaan orang lain, yang diawali dengan mengukur perasaan diri sendiri. Yakni melalui penataan emosi baik dalam bentuk ekpresi maupun perbuatan haruslah mencerminkan seorang pegawai yang baik. "Untuk jajaran kepala OPD saya meminta agar dapat mengimbangi ritme kerja pimpinan. Jadikanlah jabatan sebagai ibadah . Kita tetap akan berdiri tegak kalau kita punya investasi kebaikan, manfaatkan jabatan untuk kebaikan," imbuhnya. Terkait dengan isu pelantikan pejabat struktural di lingkungan Pemprov. Sumsel, Gubernur menegaskan dirinya bersama dengan Wakil Gubernur sama sekali tidak pernah merencankan akan adanya pelantikan. Jikapun harus dilakukan penyegaran jabatan itu tidak lain karena tuntutan organisasi dengan tetap mengedepankan tiga aspek yakni prestasi, sikap dan aturan. "Jangan risau, ada tiga kreteria yang harus terpenuhi satu prestasi, artinya kalu prestasi plus bisa naik dan sebaliknya jika minus bisa saja turun. Kedua masalah sikap, dak katik guno jabatan tinggi kalau attitude tidak baik. Dan yang ketiga adalah terkait dengan aturan. Dak mungkin golongan tigo nak jadi kepala dinas, dak pacaklah," tandasnya. Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel H.Narun Umar dalam laporannya menyebutkan, dirinya atas nama ASN Pemprov mengucapkan terima kasih pada Gubernur dan Wakil Gubernur yang berkenan hadir dalam acara halal bihalal tersebut. "Acara halal bihalal seperti ini rutin digelar ASN Pemprov. Sumsel sebagai ajang silaturahmi dan bermaafan dalam rangka hari raya. Saya atas nama ASN menghaturkan selamat hari raya Idul Fitri 1440 hirjiah Minal Aidin Walfaizin mohon maaf lahir dan bathin," ucap Sekda. Sekda juga mengucapkan terima kasih pada Gubernur dan Wakil Gubernur yang dalam kurun waktu 8 bulan berjalan menjabat telah banyak memberikan perhatian bagi kalangan ASN. Salah satunya menginisaisi pemberian beras sebagai tambahan penghasilan diluar TPP bagi kalangan ASN Provinsi. "Semoga ASN Sumsel akan lebih semangat dalam menjalankan tugas fokoknya dalam upaya menorong tercapainya Visi dan Misi Gubernur. Sumsel Maju untuk Semua," pungkas Sekda. Dilain pihak Prof. DR H. Jalaluddin dalam tausiah singkatnya mengingatkan para hadirin, pasca ramadhan harus ada peningkatan kinerja. Meninggalkan prasangka buruk dengan memperbaiki diri, diawali dengan niat yang baik dan mengkonsumsi makanan yang halal. Karena dari makan halal akan menimbulkan energi positif dalam menjalankan aktifitas yang baik pula. "Imbangi aktivitas, makanlah dari hasil yang halal. ASN harus menyadari ini. Termasuk jangan mencuri waktu harena gaji yang diterima dari hasil korupsi waktu juga tidak halal," tandasnya. Dibagian akhir Gubernur H Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia. Wakil Gubernur Ir H Mawardi Yahya didampingi Wakil Ketua TP PKK Sumsel Hj Fauziah. Serta Sekda H. Narun Umar dan Ketua DWP Provinsi Sumsel, Hj. Reni Nasrun Umar tamah-tamah dan saling berjabat tangan dengan kalangan ASN dan undangan yang hadir. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS
Sumsel
Pendaftaran Seleksi KI Sumsel Resmi Ditutup
Palembang, sumselprov.go.id- Pendaftaran Seleksi calon anggota/komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2019-2023 resmi ditutup hari ini, Kamis, (13/6/2019) pada pukul 16.00 WIB. Penutupan ini dilakukan karena jumlah pendaftar telah memenuhi kuota minimum. Dari data Sekretariat Panitia Seleksi telah terdata lebih dari 35 orang pendaftar yang telah menyerahkan berkas/dokumen persyaratan. Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel telah menggencarkan sosialisasi dan pengumuman seleksi calon anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumsel sejak 22 Mei 2019 lalu. Hal ini telah disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumsel diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik PIP Amrullah, S.STP., M.Si, dalam live dialog Interaktif pada Program Acara Warung Wak Ebok di Stasiun Televisi PAL TV, Rabu, (12/6/2019). Dia mengatakan KI adalah lembaga yang berfungsi untuk menjalankan undang-undang keterbukaan informasi publik dan peraturan pelaksanaanya, menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/atau penyelesaian masalah hukum di luar pengadilan. “Sengketa informasi terjadi apabila suatu lembaga atau badan publik tidak berkenan memberikan informasi yang diminta pemohon,” jelasnya. Komisi Informasi bertugas untuk menerima, memeriksa, dan memutus sengketa informasi publik yang diajukan oleh setiap pemohon informasi publik. Dikatakannya semua masyarakat berhak untuk mendapatkan setiap Informasi secara luas, tentang pelayanan publik salah satunya tentang pendidikan. Berdasarkan Undang-undang No. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, setiap badan publik wajib untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk mendapatkan informasi publik, kecuali beberapa informasi tertentu. “Ada pembatasan informasi terhadap beberapa informasi yang bersifat rahasia, dan berkaitan dengan keamanan negara,” ujarnya. Sementara itu, Tim Seleksi KI Prov. Sumsel Dr. Feriansyah mengatakan persyaratan pendaftaran KI Sumsel yaitu WNI, memiliki integritas, dan tidak pernah dipidana yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian dan pengadilan. Selain itu, diperlukan seseorang yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang keterbukaan informasi atau badan publik. “Calon pelamar harus punya pengalaman di badan publik, misalnya dia dulu pernah di pemerintahan, lembaga, komisi-komisi lain, dan berusia paling rendah 35 tahun,” jelasnya. Setiap calon peserta harus melalui 6 tahapan tes untuk dapat diterima sebagai komisioner KI. Dari seluruh pelamar hanya akan diterima sebanyak 5 orang. “Melalui tahapan ini kita berharap akan mendapatkan SDM yang berkompetensi baik,” katanya. Akademisi, Prof. Isna Wijayani, M.Si., Ph.D., berharap agar pengelolaan informasi dapat tersampaikan dengan baik, maka dibutuhkan kerjasama yang baik bersama media untuk membantu mensosialisasikan informasi-informasi yang dapaat mencerdaskan masyarakat. MC Diskominfo Sumsel/ PE / TimSel KI
Sumsel
Pemprov Sumsel Eratkan Silaturahmi dengan Halal Bihalal
Palembang, sumselprov.go.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Halal Bi Halal bersama Gubernur Sumsel dengan Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Tenaga Honorer/ TKS Se-Prov. Sumsel dan Dharma Wanita Persatuan Prov. Sumsel di Griya Agung, Kamis, (13/6/2019). Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan bahwa acara ini adalah sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, memperbaiki dan mengevaluasi kesalahan-kesalahan yang dilakukan agar menjadi lebih baik. Baik dalam hubungan sesama, maupun terhadap kualitas pelayanan masyarakat dalam rangka mewujudkan visi Sumsel maju untuk semua. "Dihari ini saya dan seluruh pejabat Pemprov mengucapkan minalaidin walfaidzin, mewakili semua kami haturkan mohon maaf lahir dan batin," ujarnya. Lanjutnya, Dia mengajak kepada semua ASN dan TKS untuk memulai proses maaf memaafkan dengan niat yang tulus dari dalam hati, sehingga akan berwujud dalam perbaikan hubungan antar sesama bahkan pada peningkatan kualitas kerja. Dalam kesempatan itu, Ia mengarahkan agar seluruh ASN maupun TKS dapat menjalankan tugas pada posisi dan jabatan masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Lanjut Herman Deru jabatan seharusnya digunakan sebagai sarana untuk banyak beramal dan berbuat kebaikan. “Kebijakan yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, maka pahalanya juga besar. Saya mengajak kita semua bekerja dengan akuntabel” ujarnya. Seluruh ASN harus meningkatkan kualitas kinerja yang tidak berorientasi kepada materi saja. Menurutnya, seorang pimpinan seharusnya dinilai dari prestasi dan sikapnya, dan penerapan kebijakan yang sesuai aturan. Sekda Sumsel Nasrun Umar mengungkapkan acara halal bihalal digelar sebagai sarana untuk membuktikan rasa persatuan kesatuan dan silaturahmi dalam upaya pendekatan hubungan antar sesama. Nasrun berharap acara ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengabdian sebagai ASN kepada masyarakat. “Kualitas pengabdian dapat dilakukan dengan cara mendukung dan menerangkan program-program strategis dalam mewujudkan sumsel maju untuk smua,” terangnya. Dia mengatakan selama kurang lebih 8 bulan ini, telah ada beberapa program Pemprov Sumsel yang diinisiasi oleh Gubernur dan Wagub Sumsel, yang telah terealisasi dalam rangka peningkatan kesejahteraan. “Semoga ASN Pemprov Sumsel dapat terus meningkatkan kinerja dalam mendukung visi misi Sumsel maju untuk semua,” tutupnya. Turut hadir Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, Ketua PKK Sumsel Febrita Lustia Herman Deru, Wakil Ketua PKK Fauziah Mawardi Yahya, dan Ketuap DWP Sumsel Reny Devi Nasrun Umar. MC Diskominfo Prov Sumsel/ PE /TIM
Sumsel
Ayo Ikuti Seleksi Komisioner KI Provinsi Sumsel Periode 2019-2023
Palembang,sumselprov.go.id-Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membuka rekrutmen anggota/komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumsel periode 2019-2023. Rekrutmen dilakukan berdasarkan UU No. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, PERKI No. 4 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksana Seleksi dan Penetapan Anggota Komisi Informasi, dan Rapat Pleno Tim Seleksi Pemilihan Anggota Komisi Informasi Provinsi Sumatera Selatan Periode 2019-2023. Penanggungjawab Sekretariat Panitia Seleksi KI Provinsi Sumsel Periode 2019-2023 yang juga Plt. Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Jon Kenedy mengatakan, pendaftaran dan penyerahan berkas telah dimulai sejak 22 Mei lalu. Menurutnya, sampai hari ini pendaftar sudah cukup banyak karena sudah umumkan baik di media cetak maupun media elektronik dan media sosial terkait pendaftaran. “Mudah-mudahan, beberapa hari ini pendaftar semakin banyak, karena sebelumnya pendaftaran sempat terjedah karena cuti bersama hari raya Idul Fitri,” Ungkap Jon Kenedy saat diwawancari di Kantor Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Rabu, (12/6/2019). Sementara itu, Kepala Sekretariat Panitia Seleksi Komisioner KI Provinsi Sumsel Periode 2019-2023, Amrullah S.STP. M.Si mengatakan, pendaftaran dan penyerahan berkas tahap pertama telah dimulai sejak 22 Mei sampai 13 Juni 2019. Berkas/dokumen dapat dikirim melalui Kantor Pos atau diantar langsung ke sekretariat panitia seleksi di Kantor Dinas Kominfo Provinsi Sumsel mulai Pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB. Berkas/dokumen yang harus disiapkan pendaftar sebanyak 6 rangkap didalam map warna merah untuk laki-laki dan map warna biru untuk wanita. "Dalam PERKI No. 4 Tahun 2016 dijelaskan apabila sampai tahapan pertama dibuka pendaftar belum memenuhi kuota 40 orang perserta, maka akan dibuka lagi pendaftaran tahap kedua. Jadi, pendaftaran pertama 10 hari ditambah tahap kedua 10 hari lagi. Sampai saat ini sudah cukup banyak yang mendaftar," ungkap Amrullah saat diwawancarai di ruang kerjanya. Lanjut dia mengatakan, Tim seleksi pemilihan Komisioner Komisi Informasi Provinsi Sumsel ini terdiri dari 5 orang yakni dari perwakilan pemerintah 1 orang, perwakilan akademisi 2 orang, perwakilan tokoh masyarakat/ tokoh agama 1 orang dan perwakilan Komisi Informasi Pusat. "Sekretariat Panitia Seleksi terus melakukan sosialisai dan publikasi tahapan-tahapan seleksi melalui media cetak dan media elektronik dengan mengunakan media peraga dan dialog interaktif dibeberapa stasiun televisi lokal," ujar Amrullah. Lanjut Amrullah mengatakan, KI sendiri sangat penting untuk mengawal keterbukaan informasi publik, bagaimana transparansi pemerintah terhadap keterbukaan informasi yang dapat diakses masyarakat luas. Menurutnya, KI yang akan menjamin dan memastiakan agar bagaimana masyarakat dapat mengakses seluas-luasnya di badan publik dan memastikan agar badan publik transparan dalam pelayanana maupun pengelolaan anggaran. Sehingga, masyarakat juga dapat mengetahui dan mengawasi proses pelaksanaan pelayanan publik maupun pengelolaan anggaran disetiap badan publik. "Komisi Informasi ini diharapkan dapat memastikan seluruh transparansi disetiap badan publik berjalan dengan baik. Kita ketahui bersama badan publik sendiri ada banyak, yakni semua lembaga yang mengelola dan menggunakan dana APBD maupun APBN. Jadi, kalau lembaga termasuk dalam badan publik harus transparan," terangnya. "Apabila ada badan publik yang tidak memberikan informasi yang sifatnya informasi terbuka, maka masyarakat dapat melakukan gugatan melalui Komisi Informasi. Lembaga KI ini lah yang akan memutus sengketa informasi. Pentingnya Lembaga KI ini karena keputusannya mengikat," lanjut Amrullah. Selengkapnya, untuk informasi dan formulir pendaftaran calon anggota komisi informasi dapat diakses melalui link google drive berikut https://drive.google.com/open?id=1LMruZXOxQKcGSD8ipWjpbRCkiZjinXKR Tim Media Center Diskominfo Provinsi Sumsel
Sumsel
Gubernur Sumsel Pulang Kerja Naik LRT, Beri Contoh Kepada Pegawai
alembang, InfoPublik - Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru memberikan contoh pada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun honerer agar satu hari dalam satu bulan, dapat menggunakan angkutan umum saat pergi dan pulang kerja Hal ini sesuai dengan surat edaran Gubernur Sumsel Nomor 013/SE/DISHUB/2019 tentang gerakan satu hari dalam satu bulan menggunakan angkutan umum (LRT, BRT, dan angkutan kota) berangkat ke kantor pergi pulang di wilayah Kota Palembang. Edaran tersebut berlaku untuk semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan Peraturan maupun Surat Edaran ini wajib dilaksanakan tidak hanya memberikan instruksi agar Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer untuk dipatuhi tapi instruksi yang dikeluarkan tersebut berlaku juga bagi gubernur. Pada saat berada di Stasiun LRT Dinas Perhubungan Sumsel dan Gubenur Herman Deru langsung naik Light Rail Transit (LRT) dari stasiun Dinas Perhubungan pukul 16.00 WIB dan turun di stasiun Demang Selasa (11/6/2019). "Sangat bermanfaat dan penting naik angkutan umum, karena sebelum ke kantor saya amati kebijakan ini berdampak langsung, ada keleluasaan bagi pengendara lain untuk menggunakan lajur di jalan-jalan protokol terutama yang menuju ke kawasan perkantoran," ujarnya. Menurut dia, langkah ini perlu dilakukan agar semua angkutan layak dinaiki semua golongan, termasuk juga LRT. “Memang ini langkah kecil tapi untuk menuju langkah yang besar, untuk membiasakan masyarakat naik angkutan umum,” kata Herman Deru. Gubernur juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama menggunakan kendaraan umum seperti LRT, terlebih ini adalah angkutan massal yang aman dan nyaman.(dikutip dan foto dr berbagai sumber) MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Sumatera Selatan Siap Sukseskan Kejuaraan Dunia MXGP
Palembang, sumselprov.go.id - Kejuaraan Dunia Motorcross Grand Prix (MXGP) di Palembang akan berlangsung dan digelar pada tanggal 5 hingga 7 Juli 2019 mendatang Perlu diinformasikan, sebelumnya Sirkuit untuk kejuaraan dunia Motorcross Grand Prix (MXGP) direncanakan akan dibangun di Kompleks Jakabaring Sport City (JSC) terpaksa batal dibangun, lantaran kontur tanah yang tak stabil. Adapun alasan pembatalan tersebut disebabkan lantaran kondisi tanah di daerah tersebut tanahnya kontur tanah tidak satbil sehingga Sirkuit MXGP itu pun akhirnya dipindahkan di luar kompleks JSC yakni di kawasan kompleks Opi Mall Palembang. Segala persiapan mulai dikebut oleh pihak event organizer (EO) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sebagai bentuk tanggung jawab, mengingat waktu penyelenggaraan event international tersebut kurang lebih satu bulan lagi. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar mewakili Gubernur Sumatera Selatan dalam rapat pelaksanaan kegiatan kejuaraan MXGP of Indonesia 2019 di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (11/6/2019) mengatakan, penyelenggaraan MXGP ini harus berlangsung sukses dan membawa nama baik provinsi Sumsel. Nasrun Umar membahas segala bentuk persiapan mulai dari penyambutan para peserta dan para tamu-tamu dari negara luar. Pengamanan atlet dan penonton oleh kepolisian, ticketing, penyediaan tenaga kesehatan, penyediaan pemadam kebakaran, penyediaan tenaga kebersihan, promosi dan jaringan internet hingga penyediaan lahan parkir pun secara tuntas dibahas dalam rapat tersebut. Sekda menjelaskan, penyelenggaran event international MXGP di kota Palembang harus berlangsung sesuai dengan yang diharapkan, oleh sebab itu segala persiapan harus dibahas tuntas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi event ini merupakan event international yang dimana akan mendatangkan tamu-tamu dari berbagai negara dan diliput secara langsung oleh media asing. “Paling lambat hari Senin pekan depan, semua perencanaaan telah diserahkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga agar segera ditindaklanjuti. Karena pesan Bapak Gubernur MXGP ini harus sukses,” jelas Sekda Pada kesempatan tersebut, Direktur PT Arena Sirkuit Internasional (ASI) Judiarto menjelaskan, tujuan dari penyelenggaraan FIM MXGP World Championship olahraga pariwisata industri besar dan berkembang global dengan implikasi penting baik secara ekonomis untuk olahraga, acara dan tujuan lainnya berdampak pada peningkatan pada kunjungan pariwisata di Sumsel. “The MXGP World Championship adalah showcase sempurna untuk negara-negara yang ingin dipromosikan di seluruh dunia dengan gambar olahraga yang berkualitas ke MXGP. Penonton dari 1,42 miliar penonton TV Negara tertarik untuk mengadakan acara olahraga untuk menarik kesadaran pariwisata dan menciptakan manfaat yang dalam jangka panjang membangun negara, gambar dengan pengunjung menarik bisnis pariwisata,” katanya Lanjutnya, Manfaat MXGP lainnya, yakni melampaui dampak ekonomis, seperti misalnya, penciptaan lapangan kerja baru serta tumbuhnya kesadaran negara dan daerah yang dikunjungi oleh ribuan orang. Disamping promosi daerah melalui liputan TV di seluruh dunia dan kartu pos. “Melalui belanja langsung oleh pengunjung memiliki dampak positif pada profitabilitas bisnis lokal dan pertumbuhan lapangan kerja. Oleh tuan rumah MXGP para fans, tim dan media dari mana-mana di dunia akan melakukan perjalanan ke negara tidak hanya untuk menghadiri Grand Prix, tetapi juga untuk mengunjungi tempat tinggal,” ujarnya Ia menambahkan, salah satu keuntungan utama dari hosting acara yang penting seperti MXGP World Championship adalah yang menarik pengunjung yang akan mungkin tidak pernah perjalanan ke tujuan. “Namun karena tayang di TV dunia ada kemungkinan calon wisatawan luar negeri akan datang ke kota tuan rumah MXGP”, tutupnya Diskominfo Prov. Sumsel/TM/Tim