Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Tata Kelola Puskesmas Harus Sesuai Standar Sumsel
01 Jul 2019 Dilihat 197x

Tata Kelola Puskesmas Harus Sesuai Standar

Palembang, sumselprov.go.id – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy, Apt., M.Kes mendukung upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Kota dalam pemenuhan standar tata kelola puskesmas. Lesty mengatakan “Pemenuhan Standar yang diharapkan pada instrumen akreditasi puskesmas dan perbaikan tata kelola yang meliputi Tatakelola manajemen institusi puskesmas, manajemen program (UKM, UKP), manajemen mutu dan manajemen keselamatan pasien”. Lebih  lanjut lagi lesty menekankan “Peningkatan mutu puskesmas dilakukan melalui akreditasi tetapi yang terpenting adalah implementasi /penerapannya dilaksanakan dengan melakukan inovasi-inovasi”. ungkap Lesty dalam pertemuan  Lokakarya Mutu dan Akreditasi Puskesmas bagi Pemegang Program di Dinas Kesehatan Kabupaten Kota di Hotel Horison Palembang, Rabu, (26/06/19). Sementara Kepala Seksi Fasyankes Mutu dan Akreditasi , Shela Oktarina, SKM,, MM. tak lupa menyampaikan laporannya bahwa “tujuan kegiatan lokakarya ini adalah agar mampu memahami kebijakan mutu dan akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), konsep dasar mutu dan akreditasi FKTP, Konsep Dasar Keselamatan Pasien dan manajemen risiko, konsep dasar audit internal dan tinjauan manajemen” ungkap Shella Kepala Sub Direktorat Mutu dan Akreditasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. KM. H. Taufik, MRM. mengingatkan bahwa akreditasi itu bukan menjadi penghambat melaksanakan program tapi inti akreditasi adalah bagaimana mematuhi standar yang sudah ditetapkan dalam melaksanakan tugas di puskesmas agar pelayanan kesehatan yang diberikan bermutu. Taufiq menyampaikan “bahwa akreditasi itu adalah bagaimana kita mematuhi standar yang sudah ditetapkan dalam memberikan pelayanan kesehatan” kata Taufiq, lanjut lagi dia mengatakan “bahwa pelayanan kesehatan yang rendah dapat membahayakan pasien, membuang uang dan waktu”. Kata Taufiq MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Istitha’ah Bukan Untuk Menghambat Tapi Mempersiapkan Jemaah Haji Sumsel
30 Jun 2019 Dilihat 145x

Istitha’ah Bukan Untuk Menghambat Tapi Mempersiapkan Jemaah Haji

Palembang, sumselprov.go.id – Kepala Dinas Kesehatan Dra. Lesty Nurainy, Apt, M.Kes secara resmi membuka acara Pertemuan Orientasi Pemeriksaan dan Pembinaan Masa Tunggu di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan, Hotel The Zuri Palembang (25/06/2019). Dra. Lesty Nurainy, Apt, M.Kes. dalam sambutannya  berpesan agar mengetahui hambatan-hambatan yang ada. “Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk mengetahui informasi data mengenai pendataan kesehatan haji yang ada di Kabupaten Kota Se Sumatera Selatan sehingga dapat diketahui hambatan-hambatanyang ada sebagai bahan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pengendalian kegiatan selanjutnya”, ujar Lesty Sementara Kepala Sub Program Pusat Kesehatan Haji Kemeterian Kesehatan RI, dr, H. Melzan Dharmayuli, MHM menjelaskan paparan tentang Istitha’ah yang pada prinsipnya Istitha’ah bukanlah sebagai penghambat tapi untuk mempersiapkan diri. Melzan mengatakan “isthitoah bukan menghambat tapi mempersiapkan dari segi kesehatan para jamaah yang akan berangkat haji”. Sebagaimana sering diketahui, dalam paparannya Melzan menjelaskan “Istitha’ah adalah kemampuan jemaah haji dari aspek kesehatan yang meliputi fisik dan mental yang terukur dengan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga jemaah haji dapat menjalankan ibadah haji sesuai tuntunan agama islam” ujarnya dihadapan hadirin peserta Pengelola haji Kabupaten Kota dan Kementerian Agama dari Kabupaten Kota. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menanggulangi TB Tidak Hanya dengan Obat Sumsel
30 Jun 2019 Dilihat 263x

Menanggulangi TB Tidak Hanya dengan Obat

Palembang, sumselprov.go.id – Hampir lima puluh persen penderita Tuberculosis (TB) di dunia ada di Asia. Keberhasilan eliminasi TB ada di Asia karena gudangnya ada di Asia ujar Kasubdit TB Dit. P2PML, Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI, dr. Imran Pambudi. Pada acara Rapat Kerja Koalisi Organisasi Profesi Penanggulangan TB (KOPI TB). Acara berlangsung di Santika Hotel Palembang, Sabtu (22/06/2019). Imran mengatakan “Hampir Lima Puluh Persen penderita TB di dunia berada di Asia, karena gudangnya ada di Asia. Menyelesaikan TB tidak hanya dengan memberikan obat, namun banyak sisi lainnya seperti ekonomi dan sosial.”, katanya Selanjutnya dikatakan Imran Berdasarkan Data Bappenas, Pasien TB Resisten Obat (Kebal Obat) rata-rata pasien berusia produktif. Mereka kehilangan pekerjaan karena sering kelelahan dalam bekerja dan setiap hari harus disuntik sehingga dampak terhadap ekonominya cukup besar. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Dra. Lesty Nurainy, Apt.,M.Kes, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan, H. Ferri Yanuar, MKM menyampaikan “Seluruh sektor terkait bisa memahami tujuan, dan pemahaman yang sama dalam eliminasi TB tahun 2030 dan eradikasi TB tahun 2050” Ujar Ferri. Ketua Pelaksana acara rapat kerja, Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Provinsi Sumsel , H. Muyono,M.Kes menyampaikan “Tujuan dari rapat kerja KOPI TB ini adalah untuk memahami peran masing-masing profesi kesehatan dalam pengentasan TB di Sumsel, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan jajarannya dalam penemuan kasus, pengobatan, pencegahan dan pelaporan kasus TB”. Rapat kerja KOPI TB ini dihadiri oleh Dr. Zen, Ketua Kopi TB Sumsel dan anggota Se-Sumsel, Tim Senior Technical Officer dari Yayasan KNCV Indonesia dr. Eva, dr. Irey serta Peserta pertemuan perwakilan dari berbagai organisasi profesi kesehatan. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Gandeng Komunitas Bikers, Pemprov Sumsel Gaungkan MXGP 2019 Sumsel
30 Jun 2019 Dilihat 234x

Gandeng Komunitas Bikers, Pemprov Sumsel Gaungkan MXGP 2019

Palembang, sumselprov.go.id -- Guna menyemarakkan penyelenggaraan Motocross Grand Prix (MXGP) 2019, berbagai upaya dilakukan oleh Pemprov Sumsel. Tak terkecuali dengan menggandeng komunitas bikers agar gaung event kelas dunia tersebut sampai hingga ke pelosok Sumsel. Upaya ini dilakukan Gubernur Sumsel, Herman Deru, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumsel, Achmad Rizwan, dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Pemprov Sumsel melalui Kabag Humas Pemprov Sumsel, Leo Efriansa. Dengan berkolaborasi mereka kompak mempromosikan event internasional tersebut dengan menyebarkan stiker MXGP 2019 Palembang-Banyuasin ke komunitas-komunitas bikers yang berada di Pelataran Benteng Kuto Besak, Sabtu (29/6). MXGP 2019 di Provinsi Sumsel yang akan berlangsung 5-7 Juli di OPI Track Jakabaring (depan Hotel Wyndham) akan dihadiri oleh 28 negara dan diliput oleh puluhan media-media internasional. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Sumsel, Achmad Rizwan menuturkan, hingga saat ini Promosi untuk penyelenggaraan  MXGP sudah sangat masif, bahkan sudah sampai keseluruh kabupaten/kota baik ke pihak sekolah-sekolah maupun ke perguruan tinggi. “Untuk promosi ini pula Pemprov Sumsel melalui Dinas Kominfo Provinsi Sumsel telah memasang baliho-baliho di setiap tempat yang ada di Provinsi Sumsel,” tuturnya. Promosi ini pula menurutnya, menggunakan semua media baik digital maupun konvensional, bahkan billboard semua dipakai. “Kemudian kita juga memakai sarana publikasi melalui radio dan televisi. Sedangkan pembagian stiker ini merupakan yang pertama kali namun kedepan akan terus digalakkan hingga hari H penyelenggaraan MXGP 2019 di Provinsi Sumsel,” ungkapnya. Sementara Kabag Humas Pemprov Sumsel, Leo Efriansa yakin, dengan penyelarasan promosi MXGP 2019 di Provinsi Sumsel ini, dampak promosinya akan lebih masif. Ia juga berharap masyarakat Provinsi Sumsel untuk turut serta berpartisipasi dalam promosi event international yang nantinya akan menjadi kebanggaan bagi Provinsi Sumsel. “Harapannya melalui publikasi ini masyarakat provinsi Sumsel bisa untuk ikut serta menghadiri dan meramaikan kejuaran dunia motocross dan Kejurnas Piala Gubernur Sumsel yang akan datang,” katanya. Menurut Leo, promosi MXGP 2019 ini sengaja melibatkan masyarakat Provinsi Sumsel, dimana sesuai dengan arahan Gubernur Sumsel Herman Deru yang sangat menginginkan masyarakat turut andil dan berpartisipasi pada setiap penyelenggaraan event-event nasional maupun internasional yang ada di Provinsi Sumsel. Terlebih, dikatakanya Humas Pemprov Sumsel juga telah berkerjasama dengan Diskominfo Provinsi Sumsel untuk mengadakan sayembara lomba foto instagram kategori jurnalistik dan kategori umum yang berhadiahkan uang tunai. Dengan pola ini masyarakat dipastikan dapat serta- merta melibatkan dirinya dalam mensukseskan MXGP 2019. “Itulah sejumlah kegiatan yang dilakukan oleh Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumsel berkerjasama dengan Diskominfo Provinsi Sumsel untuk melibatkan peran serta masyarakat. Sesuai arahan Gubernur Sumsel yang menginginkan masyarakat Provinsi Sumsel juga dilibatkan dalam setiap event yang ada di Provinsi Sumsel,” pungkasnya. Untuk diketahui, sebelumnya Komunitas bikers-bikers yang tergabung dalam Komunitas MAXI Yamaha mengikuti Gelaran MAXI Yamaha Day di Kota Palembang. Pengguna Yamaha Maxi Series seperti Yamaha NMAX, XMAX 250, Lexi 125, Aerox 155 dan Tmax tergabung dalam wadah komunitas yang berkonsep silaturahmi untuk setiap club yang berada dalam naungan yamaha. MC Diskominfo Prov.Sumsel Sumber : Dikutif dari Sumex

Baca Detail
Satgas Pengendalian Karhutbunla Mulai Laksanakan Tugas Mulai 1 April dan 31 Oktober 2019 di Sumsel Sumsel
30 Jun 2019 Dilihat 273x

Satgas Pengendalian Karhutbunla Mulai Laksanakan Tugas Mulai 1 April dan 31 Oktober 2019 di Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id -- Dalam rangka mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Sumsel, Kodam II/Swj melaksanakan Rapat Koordinasi Penyiapan Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2019, Jum’at (28/6) bertempat di Ruang rapat Pusat Komando dan Pengendalian Kodam (Puskodaldam) II/Swj, Makodam II/Swj Jalan. Jenderal Sudirman KM. 2,5 Palembang. Rakor yang dipimpin langsung oleh Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum.,ini dihadiri juga oleh Kasdam II/Swj Brigjen TNI Syafrial, psc., M. Tr (Han)., Irdam II/Swj Kolonel Inf Yusman Madayun, Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono, para Asisten dan Kabalakdam II/Swj, para Dansat jajaran Kodam II/Swj, Kepala BNPB Sumsel Bpk Rizky, Kepala BPBD Sumsel H. Iriansyah dan perwakilan BNPB Pusat. Rakor tersebut juga diikuti oleh para Danrem jajaran Kodam II/Swj melalui Video conference (Vidcon). Dalam rakor tersebut Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono selaku Dansatgas Karhutla Provinsi Sumsel memaparkan, dalam rangka penanganan dan pengendalian kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutbunla) di Provinsi Sumsel Tahun 2019, dilaksanakan langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya karhutbunla, dengan prinsip tahap pencegahan lebih baik dari pada tahap penindakan dengan di bentuknya Satgas Karhutbunla. “Satgas Pengendalian Karhutbunla ini mempunyai tugas pokok melaksanakan operasi pengendalian dan pencegahan Karhutbunla, melaksanakan pencarian titik api, pemadaman api, menghilangkan asap terhitung mulai 1 April dan 31 Oktober 2019 di wilayah Sumsel dalam rangka mendukung tugas pokok Provinsi Sumsel”, ungkap Darem 044/Gapo. Selain itu, sambung Danrem, juga dibentuk Posko Satgas melalui Rapat Satgas yang diselenggarakan sesuai dengan Skep Gubernur Sumsel Nomor 196/KPTS/BPBD-SS/2019 tentang Pembentukan Posko Satgas Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Karhutbunla di Prov. Sumsel. Pada kesempatan tersebut, Kolonel Arh Sonny juga mengatakan, dalam rangka pengendalian dan pencegahan karhutbunla peran TNI akan All Out bekerjasama dengan seluruh unsur, terutama fokus pada pencegahan dan penindakan, TNI akan terdepan terhadap segala usaha yang bisa menimbulkan titik api, baik oleh oknum masyarakat ataupun oknum dunia usaha, tindakan tegas akan dilakukan terhadap siapapun yang terbukti melakukan usaha yang potensial menimbulkan api. Dia juga mengungkapkan, upaya-upaya yang dilaksanakan dalam rangka pengendalian dan pencegahan karhutbunla diantaranya, melaksanakan kegiatan rapat koordinasi siaga darurat karhutbunla Provinsi Sumsel, pengaktifan Posko Karhutbunla Korem 044/Gapo, melaksanakan kegiatan rapat koordinasi lanjutan siaga darurat Karhutbunla Provinsi Sumsel, mengikuti giat pembekalan kesiapan menghadapi bahaya karhutla yang diselenggarakan oleh BNPB dan melaksanakan kegiatan sosialisasi serta patroli dalam upaya mencegah karhutbunla diseluruh jajaran Kodim. Selain Danrem 044/Gapo, dalam Rakor tersebut para Danrem jajaran Kodam II/Swj yang berada di Bengkulu, Jambi, Lampung dan Bangka Belitung juga ikut melaporkan kesiapan satuan dan jajarannya terkait upaya pengendalian dan pencegahan karhutla di wilayahnya masing-masing melalui Video Conference (Vidcon). MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
1.512 Personel Gabungan Antisipasi Karhutbunla Sumsel Sumsel
30 Jun 2019 Dilihat 211x

1.512 Personel Gabungan Antisipasi Karhutbunla Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id -- Mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunla) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) pada musim kemarau, Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono, selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutbunla wilayah Sumsel,  memaparkan rencana Satgas dalam penanggulangan Karhutbunla kepada Pangdam II/Sriwijaya, Jumat (28/6). Dalam paparannya, Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono menyampaikan bahwa dalam penanggulangan Karhutbunla, seluruh unsur Satgas akan all out dengan fokus pada pencegahan dan penindakan.  TNI akan terdepan terhadap segala usaha yang bisa menimbulkan titik api, baik itu oleh oknum masyarakat maupun oknum dunia usaha, dan mereka akan ditindak secara tegas”, terang Danrem. Lanjut Kolonel Sonny, dalam pelaksanaan di lapangan, Satgas akan melaksanakan sosialisasi tentang bahaya kebakaran kepada masyarakat, melaksanakan patroli, menggalang masyarakat untuk pencegahan dan pemadaman, melakukan deteksi dini, identifikasi dokumen dan penindakan kepada oknum serta melaporkan kejadian yang terkait dengan Karhutbunla. Tolok ukur keberhasilan tugas operasi adalah tidak terjadinya Karhutbunla dan asap”, tegas Danrem. Selain itu, Danrem 044/Gapo juga memaparkan tentang rencana penerimaan personel Satgas gabungan dari Pusat sebanyak 1512 personel yang diperkirakan akan tiba pada bulan Juli mendatang. Satgas gabungan ini akan melaksanakan tugas operasi selama 120 hari di wilayah Sumsel, dan pada H-4 sudah tiba di Palembang dan akan ditampung di Wisma Atlit Jakabaring. Mereka sementara akan ditampung di Wisma Atlit Jakabaring untuk menerima pembekalan terlebih dahulu dan selanjutnya akan kita sebar ke titik-titik rawan Karhutbunla di seluruh wilayah Sumsel”, jelas Danrem. Adapun 1512 personel gabungan tersebut terdiri dari anggota TNI 1000 personel, Brimob 205 personel, BPBD 102 orang dan masyarakat 205 orang. Mereka sebelumnya akan menerima pembekalan tentang pencegahan Karhutbunla dari Danrem 044/Gapo, Kepala BPBD Prov. Sumsel, Kepala BMKG Prov. Sumsel, Kadistan Prov. Sumsel, dan Kepala Pemberdayaan Masyarakat Desa Prov. Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Feby Deru Targetkan Produk UPPKS Tingkatkan Pendapatan Keluarga Sumsel
30 Jun 2019 Dilihat 212x

Feby Deru Targetkan Produk UPPKS Tingkatkan Pendapatan Keluarga

Palembang, sumselprov.go.id -- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Febrita Lustia Herman Deru secara resmi membuka pameran produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional XXVI tahun 2019, di halaman kantor BKKBN Perwakilan Provinsi Sumsel Sabtu (29/06) pagi. Dikatakan Feby Deru sapaan akrabnya, setiap tahun masyarakat selalu diingatkan akan pentingnya keluarga sebagai tempat peresmian putra - putri  dalam membangun karakter dan menanamkan nilai- nilai sosial budaya di dalam keluarga. Dengan upaya tersebut diharapkan akan tercipta nilai - nilai pribadi yang berkarakter yang akhirnya dapat membentuk nilai - nilai luhur bangsa. Hari Keluarga Nasional diperingati pada tanggal 29 Juni setiap tahunnya yang selalu merupakan perwujudan kepedulian dan perhatian yang cukup besar dari Pemerintah Pusat dan Daerah serta merupakan salah satu upaya untuk menjadikan keluarga sebagai subjek dan objek pembangunan menuju keluarga kecil Bahagia Sejahtera,” tuturnya Diuraikan Feby, Provinsi Sumsel dengan Jumlah Penduduk 7.951.495 jiwa dan Jumlah Desa sebanyak 2.823 desa, 363 Kelurahan dan 231 Kecamatan mempunyai misi antara lain meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi. Dari jumlah 17 Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumsel 1.042 kelompok UPPKS. Momentum Pameran Produk UPPKS ini harus digunakan sebagai Pembelajaran untuk menumbuhkan semangat berusaha bagi keluarga, khususnya keluarga Pra Sejahtera serta usaha usaha mikro lainnya. Produk UPPKS Melalui Pameran diharapkan kelompok - kelompok UPPKS dapat terbantu dalam memasarkan produk unggulan rangka dalam masing daerah masing meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya Sementara Kepala BKKBN Provinsi Sumsel Drs. Waspi dalam laporannya mengatakan, Peringatan puncak Harganas XXVI tahun ini mengambil tema "Hari Keluarga, Hari Kita Semua" dan Slogan "Cinta Keluarga, Cinta Terencana". Dengan tema dan slogan tersebut, Ia berharap peringatan Harganas dapat dijadikan sebagai momentum dan pemacu bagi keluarga Indonesia untuk terus-menerus berupaya meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga agar dapat menghasilkan generasi yang berkualitas. Apalagi menurutnya, peringatan Harganas tahun ini masih sama dengan sebelumnya karena mengedepankan keikutsertaan keluarga dan mencerminkan penerapan 4 (empat) pendekatan ketahanan keluarga yaitu Keluarga berkumpul, Keluarga berinteraksi, Keluarga berdaya, Keluarga peduli dan berbagi (sharing and caring). Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK telah membantu yang menyukseskan penyelenggaraan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Harganas XXVI tahun 2019 tingkat Provinsi Sumatera Selatan semoga peringatan Harganas XXVI tahun 2019 ini juga dapat dijadikan daya ungkit bagi BKKBN Tim Penggerak PKK, sinergitas antara Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota dalam rangka membangun bangsa mewujudkan Indonesia Sejahtera,” tambahnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Kemarau Tahun Ini Akan Lebih Parah, Pada Agustus Sumsel
30 Jun 2019 Dilihat 321x

Kemarau Tahun Ini Akan Lebih Parah, Pada Agustus

Palembang. Sumselprov.go.id -- Puncak musim kemarau diprediksi Badan Meteorologi , Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) di Indonesia akan terjadi pada Agustus 2019. Pada periode Juli-September, sebagian besar wilayah memiliki curah hujan rendah dengan sifat hujan di bawah normal. Puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi di bulan Agustus. Di beberapa wilayah, seperti Jawa Timur pun sudah 60 hari tanpa hujan sejak awal Juni,” ujar Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Dodo Gunawan, dalam konferensi pers info terkini terkait bencana alam di Kantor BNPB, Jakarta Timur. Dodo menjelaskan, kondisi iklim kemarau di Jawa Timur sudah parah. Kekeringan serupa juga terjadi di Jawa Tengah dengan tidak mengalami hujan dalam satu bulan ini. Adapun di wilayah lain, lanjut dia, seperti Sumatera juga sudah memasuki musim kemarau. Akan tetapi, belum ada tanda-tanda adanya titik kebakaran hutan maupun lahan. Tahun ini memang puncak kemarau akan lebih parah dibandingkan 2018 ya karena ada el nino. Tahun lalu el nino enggak muncul,” kata Dodo. Oleh karena itu, musim kemarau tahun 2019 akan terasa lebih kering dibandingkan 2018. Adapun untuk durasi kemarau tahun ini bervariasi. Bervariasi, ada wilayah yang sudah kemarau mulai April, ada yang baru mulai Mei, Juni pun ada. Nanti Juli hampir semua daerah sudah mulai masuk dan puncak kemarau pada Agustus,” jelas Dodo. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Herman Deru : Bank Sumsel Babel Punyo Kito Sumsel
30 Jun 2019 Dilihat 218x

Herman Deru : Bank Sumsel Babel Punyo Kito

Palembang, sumselprov.go.id -- Sesuai anjuran Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, Pemerintah Kabupaten dihimbau tidak meminjam dana ke penyandang dana yang tidak jelas. Hal tersebut di ungkapkan, setelah Kementrian Dalam Negri ( Kemendagri RI) memberikan surat ijin peminjaman dana pemerintahan daerah Kabupaten Banyuasin ke Bank Sumsel Babel yang mencapai 288 Milyar. "Itu sudah saya anjurkan, tidak usah minjam minjam ketempat peminjaman yang tidak jelas penyandang dananya. Bank Sumsel Babel itu Punyo Kito jadi minjam disana saja." Tegas Gubernur Propinsi Sumatera Selatan H Herman Deru usai mengahadiri akad nikah Bupati Banyuasin di Jalan Macan Lindungan, Kecamatan Ilir Barat 1, Kota Palembang, Kemarin. Sebelumnya, disampaikan Bupati Kabupaten Banyuasin, H Askolani  perencanaan percepatan pembangunan di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Akan segera dilaksanakan dengan penambahan anggaran setelah di setujui kementrian Dalam Negri Republik Indonesia (Kemendagri). Dia juga mengungkapkan, dalam percepatan pembangunan di kabupaten Banyuasin sangatlah di butuhkan anggaran yang besar dan saat ini pihaknya telah di respon baik oleh pihak kementrian Dalam Negri Republik Indonesia (Kemendagri). Dengan diberikannya surat izin yang berkaitan dengan pengajuan pinjaman pemerintah daerah guna percepatan pembangunan yang diajukan mencapai 300 Milyar Rupiah. "Kita Full percepatan pembangunan tahun ini, Dari 300 Milyar yang di ajukan yang di setujui sebesar 288 Milyar Rupiah dan Suratnya sudah ada ." Terang dia Untuk itu, H Askolani juga menegaskan, Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pejabat eselon 2,3, dan 4 yang ada di Pemerintahan Daerah Kabupaten Banyuasin. Agar dapat bekerja secara profesional dan kerja keras dalam pencapaian menuju Banyuasin yang sejahterah, maju dan lebih baik lagi. " Dalam rangka memotivasi mereka yang telah kerja keras, tahun 2019 ini akan kita berikan penambahan pendapatan bagi mereka. Terkhusus kepala Dinas eselon 2,3 dan 4 harus kerja keras, apabila tidak sanggup lebih baik angkat bendera dan pasti kita berikan sanksi tegas kalau melakukan kesalahan." Ucapnya Dirinya juga mengungkapkan dalam pencairan anggaran dan lainnya pihak pemerintah kabupaten Banyuasin telah melakukan pembayaran dan pencairan secara non tunai. "Dengan cara non tunai jadi kita dapat mengurangi kolusi dan juga korupsi pastinya." Sambungnya Mudah-mudahan tahun ini, pembangunan Jalan, Jembatan dan lainnya dapat secara merata di laksanakan di Kabupaten Banyuasin. "Kalau uangnya sudah ada akan kita bangun semua." Tutupnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.