Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Akselerasikan Program HIV/AIDS , dan IMS di Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id -- HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). HIV/AIDS merupakan penyakit IMS (Infeksi Menular Seksual) yang paling berbahaya karena menyerang kekebalan tubuh manusia sehingga tubuh menjadi rentan dan tidak mampu melawan penyakit. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan,Dra.Lesty Nurainy,Apt,M.Kes, secara resmi membuka acara Pertemuan Evaluasi dan Validasi Data HIV, AIDS dan PIMS, acara berlangsung di Hotel Aston Palembang, 02 sampai dengan 04 Juli 2019. Dalam sambutannya Lesty mengatakan,” bahwa untuk mendukung strategi pengendalian HIV dan upaya penanggulangan AIDS di Provinsi Sumatera Selatan ,diperlukan data jumlah orang terinfeksi HIV/AIDS, dan IMS yang valid, karena akan berdampak langsung pada penyediaan upaya pelayanan HIV/AIDS secara komprehensif, seperti layanan konseling dan tes HIV, layanan pengobatan, serta pelayanan dukungan lainnya”. Pada kesempatan yang sama Kepala Seksi Pencegahan dan pengendalian penyakit menular,H.Muyono,S.Sos,M.Kes, dalam laporannya mengatakan kegiatan ini selain dilakukan sosialisasi mengenai issue terbaru dari pengendalian program HIV/ AIDS dan IMS juga dalam rangka meningkatkan kapasitas para pemberi layanan HIV/AIDS dan IMS. Juga untuk memperkuat akselerasi program HIV/AIDS dan IMS yang selama ini masih mempunyai beberapa kelemahan seperti masih banyak perbedaan dalam pengertian setiap variabel laporan. Dijelaskan lebih lanjut oleh Mulyono bahwa data HIV/ AIDS dan IMS merupakan satu hal yang sangat penting untuk melihat pola epidemi yang terjadi saat ini dan prediksi di saat mendatang, karena penularan melalui jalur seksual masih menjadi risiko penularan yang tertinggi dan masih akan menjadi yang tertinggi di beberapa tahun mendatang. “Bila kita melihat makin maraknya kelompok risti baik KAPs maupun di masyarakat umum, seperti fenomena makin banyaknya kelompok LSL yang bermunculan baik yang usia muda maupun dewasa.Dengan adanya pendataan yang baik maka dapat menjadi dasar untuk menetukan intervensi yang akan dilakukan”, tutup Mulyono diakhir laporannya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY (Editor) Sumber : dinkes.sumselprov.go.id
Sumsel
Tingkatkan Mutu Tenaga Kesehatan Sumsel yang Kompeten
Palembang, sumselprov.go.id -- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra. HJ. Lesty Nurainy menyampaikan bahwa Tenaga Kesehatan (nakes) yang dihasilkan harus bermutu kepada para peserta Organisasi Profesi (OP) dan perwakilan dari Dinkes Kabupaten Kota serta perwakilan sekolah kesehatan saat membuka acara Pertemuan Koordinasi Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan di Provinsi Sumatera Selatan bertempat di Hotel S-ONE Palembang, Kamis (27/06/2019). “Nakes yang dihasilkan harus kompeten supaya menghasilkan pelayanan kesehatan (yankes) yang bermutu,” ujar Lesty Lanjut lagi Lesty menyampaikan “uji kompetensi sangat penting untuk menghasilkan nakes yang kompeten, untuk itu organisasi profesi diharapkan melakukan pembinaan terhadap nakes terkait”. Lesty juga mengapresiasi OP. “kami apresiasi kepada OP yang mau bergerak dibidang masing-masing karena sangat membutuhkan tenaga ekstra” Diakhir sambutannya Lesty menekankan “uji kompetensi sangat penting untuk sertifikasi memperoleh tenaga yang standar, dan memang tidak bisa dipermainkan, uji kompetensi harus lulus sehingga Surat Tanda Registrasi barulah bisa dikeluarkan”. Sementara Ketua Panitia pelaksana kegiatan pertemuan koordinasi peningkatan mutu tenaga kesehatan Vonni Umboh ,SKM, M.Kes dalam laporannya menyampaikan “bahwa tujuan kegiatan diharapkan agar peserta dapat memahami konsep peningkatan mutu tenaga kesehatan melalui sertifikasi dan registrasi tenaga kesehatan, jabatan fungsional dan konsep konsil”. Sebagaimana diketahui Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi dan telah mempunyai kualifikasi tertentu serta diakui secara hukum untuk menjalankan praktek atau pekerjaan keprofesiannya. Sedangkan sertifikasi tenaga kesehatan adalah proses pemberian sertifikat melalui uji kompetensi. Uji kompetensi adalah proses mengukur pengetahuan , keterampilan dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi. MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY (Editor) Sumber : dinkes.sumselprov.go.id
Sumsel
Prof Ginandjar : Feby Deru Pantas Pimpin PMI Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id -- Pengalamannya 10 tahun menjadi Ketua PMI di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur diyakini memudahkan Hj Febrita Lustia Herman Deru atau akrab disapa Feby Deru memimpin organisasi PMI di Sumsel lima tahun kedepan. Demikian dikatakan Plh Ketua Umum PMI Pusat Prof Ginandjar Kartasasmita, pada acara Pelantikan pengurus Palang Merah Indonesia Provinsi Sumsel masa bakti 2019-2024, di Griya Agung, Jumat (5/7). "Beliau (Feby Deru) inikan sudah 10 tahun jadi Ketua PMI kabupaten, pak Gubernur juga 10 tahun jadi Pelindung di Kabupaten. Saya kira tidak perlu diragukan lagi kemampuannya, karena pengalamannya sudah sangat banyak," jelas Ginanjar. Ginanjar menceritakan PMI adalah organisasi yang pertama kali dibentuk di Negara Indonesia setelah dinyatakan merdeka. Selain membantu pengobatan para pejuang, saat itu banyak juga tawanan perang yang membutuhkan perawatan. "Keberadaan PMI juga menjadi bukti bahwa suatu negara sudah merdeka dan ini menandakan bahwa organisasi ini sangat penting. Meskipun mulanya kekuatan hukum organisasi ini baru sebatas Kepres waktu itu," jelasnya. Kepada pengurus yang baru dilantik dan anggotan PMI yang hadir, Ia juga mengingatkan soal Munas PMI yang akan digelar bulan Desember mendatang. Agenda itu diharapkannya menjadi perhatian semua untuk menyatukan visi dan misi di tengah perubahan iklim, serta banyaknya bencana yang terjadi. Sementara itu, Gubernur Sumsel sekaligus Pelindung PMI Sumsel, H.Herman Deru mengatakan, setelah pelantikan ini pengurus yang terpilih harus langsung bekerja menjaga ketersediaan darah, pencegahan karhutla agak tidak berimbas pada kesehatan masyarakat seperti ISPA "Banyak yang harus diingatkan pada kepengurusan ini bahwa mereka ada tugas yang besar layaknya BPBD, Basarnas, jadi bukan hanya mengurusi transfusi saja. Khususnya Karhutla karena kita inikan langganan. Kalau sudah tahu seperti inikan mereka bisa stok masker" jelasnya. Di bawah kepemimpinannya, Herman Deru memastikan akan all out mendukung PMI seperti dilakukannya saat menahkodai Kabupaten OKU Timur. Dengan pendanaan terbatas mereka masih bisa memprakarsai agar masyarakat tahu golongan darahnya sendiri. Kemudian menyediakan ambulans dengan fasilitas terbaik di Indonesia. "Kami mulai dari nol karena OKUT waktu itu adalah kabupaten baru. Saking minimnya dana kantor pun kami tidak ada. Karena itu saya upayakan kerjasama dengan BUMN. Pada dasarnya mereka ini mau membantu tapi itu tadi mereka mau lihat dulu hasil kerja kita," terangnya. Hanya saja lanjut HD dengan bantuan pendanaan yanh diberikan Ia tak ingin PMI menjadi manja melainkan harus akuntable terutama dalam hal laporan keuangan. Hal ini penting agar organisasi ini tidak dimanfaatkan untuk kepentingan orang-orang tertentu. "Saya ingin PMI berjalan sebagai organisasi sosial yang membantu masyarakat. Begitu pentingnya kehadiran organisasi ini bagi negara juga Sumsel. Selamat kepada Ketua terpilih ayo segera Libatkan PMI kab/kota. Jangan biarkan mereka jalan sendiri. Karena pendanaan mereka pas-pasaan. Harus ditrigger dan dorongan. Intinya mari berbuat serius agar dampaknya segera dirasakan masyarakat," jelasnya. Sementara itu Ketua PMI Sumsel Hj Feby Deru mengajak jajaran Pengurus PMI Provinsi dan Kab / Kota serta para Relawan PMI Sumatera Selatan, untuk bekerja keras membangun PMI yang kuat dalam rangka meringankan beban masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pemeliharaan kesehatan. "Selain kami juga membutuhkan dukungan yang sama kami harapkan dari para pengusaha, BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta dan Pemangku Kepentingan lainnya. Kepada Pengurus Pusat PMI kami selalu meminta bantuan untuk membantu PMI Sumsel berupa penyediaan ambulans, tangki air, dan alat kesehatan lainnya," tambah Feby. Selain Hj Febrita Lustia Herman Deru, sejumlah pejabat juga turut dilantik menjadi pengurus PMI Sumsel 2019-2024. Mereka ini masing-masing yakni Ketua Dewan Kehormatan PMI Sumsel Asfan Fikri Sanaf, Anggota Syamsu Sugianto dan H. Baharuddin SE. Kemudian Ketua Bidang Organisasi, H.Fathurrahman, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Muhammad Hermanto Wijaya, Ketua Bidang PMR dan Relawan Edy Supriadi serta anggota lainnya seperti dr. Isaac Syamsoedin Suryamanggala, Wawi Susanto dan beberapa nama lainnya. Selain pelantikan Ketua PMI Sumsel, pada kesempatan tersebut juga dilakukan Penandatanganan MoU antara PMI dengan PT Angkasa Pura, Lion Club, Bank Sumsel Babel (BSB), PT.Pegadaian, Forumc CSR Kesos dan Sucofindo dalam hal transfusi darah serta penanganan musibah dan lainnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Peserta dan Official MXGP Nikmati Kemeriahan Welcome Dinner di Griya Agung
Palembang, sumselprov.go.id- Kemeriahan mewarnai welcome dinner para peserta dan official kejuaraan Motocross Grand Prix (MXGP) Indonesia 2019 yang digelar di Griya Agung Palembang, Jum'at malam (5/7/2019). Sembari santap malam bersama, para hadirin dihibur dengan sejumlah lagu dan serangkaian tarian khas daerah Provinsi Sumsel. Bahkan, dengan diiringi lagu Maumere para hadiri yang berasal dari 18 negara peserta MXGP Indonesia 2019 itu ikut berjoget dan menari bersama. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru hadir langsung pada welcome dinner tersebut bersama FKPD Provinsi Sumsel. Hadir juga Sekda Provinsi Sumsel H. Nasrum Umar, Direktur PT. Arena Sirkuit Internasional (ASI), Judiarto Tjitrasmoro serta para sponsorship MXGP Indonesia diantaranya perwakilan dari tiket.com. Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam kesempatan itu mengucapkan selamat datang di Kota Palembang bagi seluruh peserta dan official kejuaraan Motocross Grand Prix (MXGP) Indonesia 2019. Dia mengharapakan seluruh peserta dan official kejuaraan MXGP dapat menikmati keindahan Kota Palembang dan beragam wisata yang ada di Palembang seperti wisata kuliner, wisata sejarah dan wisata tirta di Sungai Musi. "Selamat datang di Kota Palembang dan selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan kejuaraan MXGP Indonesia 2019, ungkap Herman Deru. Untuk diketahui, kejuaraan dunia MXGP Indonesia 2019 dan kejuaraan nasional Motocross Piala Gubernur Sumsel akan dibuka langsung oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru di OPI Mall MXGP Track, Minggu 7 Juli 2019 mendatang. Meski kegiatan dibuka pada Minggu, kompetisi akan berlangsung sejak Sabtu pagi tanggal 6 Juli 2019. Sekretaris Jenderal Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Jeffrey JP mengatakan, sebanyak 18 negara akan berpartisipasi pada even akbar ini. Total peserta untuk MXGP sebanyak 20 atlet dan MX2 sebanyak 21 atlet. "termasuk dengan tiga atlet Indonesia yang juga akan turun di nomor MXGP dan MX2," terangnya. Sementara itu, Ketua Pelaksana Kejuaraan Dunia MXGP, Irwansyah mengatakan, Kejurnas Motocross Piala Gubernur Sumsel akan diikuti 61 crosser dari seluruh provinsi se Indonesia. "Pada pertandingannya itu diberi slot waktu Sabtu dan Minggu pagi untuk Kejurnas. Kemudian, dilanjutkan dengan kejuaraan dunia," katanya. Perhelatan tahun ke 3 di Indonesia ini menurut Irwan banyak mendapatkan apreasiasi dari crosser dunia baik dari sisi penempatan, sirkuit dan lainnya. " Dukungan masyarakat Sumsel khususnya Gubernur Sumsel sangat luar biasa, mudah-mudahan even ini sukses," harapnya. Media Center Diskominfo Provinsi Sumsel /AD
Sumsel
H. Herman Deru Berkeinginan Gelar Turnamen Sepakbola Antar OPD Secara Nasional
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru sangat senang dan sangat serius melihat pertandingan sepokbola liga OPD. bahkan dirinyapun duduk sejenak di Bench Pemain Bola dengan memantau langsung di pinggir lapangan. Hal tersebut terlihat saat Gubernur Herman Deru didampingi Istri Hj. Febrita Deru dan keluarga menyaksikan langsung final Sepakbola antar Piala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memperebutkan piala Gubernur Sumsel yang mempertemukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumsel antara Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumsel di Stadion Bumi Sriwijaya, Jumat (5/7/2019). Dalam sambutannya, Ia utarakan selain dapat bersilaturahmi antar OPD Provinsi Sumsel, turnamen ini juga dalam mendukung pesepakbolaan di Sumsel agar lebih maju dan baik lagi kedepan dan melaui turnamen ini dapat timbulnya ikatan silaturahmi bahkan kekeluragaan yang dapat terus terjalin. "Momen ini sangat bersahaja dan ternyata bahagia itu sederhana untuk menjalin silaturahmi yang selama ini memang sudah dekat antar personal baik karyawan, karyawati maupun pegawai Aparatur Sipil negara (ASN) dan Honorer dengan dikat melalui turnamen sepakbola" ungkapnya. Jelas Gubernur, bermain sepakbola dapat menjadikan tubuh sehat hingga jiwa dan raga menjadi penuh semangat. Artinya turnamen ini sudah mendapatkan hasil yang luar biasa yakni ikatan kekeluargaan yang semakin dekat serta jiwa dan raga menjadi lebih bersemangat. Dan yang paling penting adalah sportifitas. "Saya harap dan mudah-mudahan sportifitas kita yang ada dilapangan ini kita bawa juga di ditempat kerja kita sehingga menjadikan insan-insan ASN dan Honorer yang penuh semangat. Kedepan akan kita tingkatkan secara insentif. Artinya OPD manapun yang mendapat juara satu , akan saya berikan satu mobil operasional untuk OPD. Jadi untuk OPD yang memenangkan juara satu akan saya berikan kendaraan operasional," terang Gubernur. Lanjut Herman Deru, turnamen sepakbola antar OPD seperti ini disambut baik oleh seluruh pegawai baik ASN dan Honorer. Kedepan, dia akan menyelenggarakan kembali turnament sepakbola bahkan diperluaskan lagi untuk diikuti tidak hanya OPD Provinsi Sumsel namun intansi swasta serta institusi lainnya juga akan diikut sertakan pada turnament sepakbola yang memperebutkan Piala Gubernur Sumsel. “Saya berkeinginan dan lebih semarak lagi agar turnamen sepakbola antar OPD ini akan menjadi agenda nasional yang diselenggarakan di Sumsel sebagai tuan rumah. Kepada para OPD-OPD teruslah bersemangat karena kita akan menjadi pelopor turnamen sepakbola antar OPD ini akan dibuat secara Nasional dan tuan rumahnya Sumsel. Kita akan ajak Pemerintah Provinsi di seluruh Indonesia," harapnya.”, harap Gubernur Herman Deru Adapun dalam pertandingan partai final liga OPD pemprov. Sumsel 2019 kali ini mempertandinkan kesebelasan Sat Pol PP vs BKD yang dimenangkan Sat Pol PP dengan score 1-0. Juara Turnamen Sepakbola antar OPD 2019: 1. Satpol PP Prov Sumsel 2. BKD Prov Sumsel 3. BPKAD Sumsel 4. Bapenda Sumsel 5. Dispora Sumsel 6. Balitbangda Sumsel MC Diskominfo Prov Sumsel/TM
Sumsel
Timsel KI Sumsel Tetapkan 31 Peserta Lulus Tahap Tes Potensi
Palembang, sumselprov.go.id- Tim Seleksi (Timsel) calon anggota/komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2019-2023 telah menetapkan 31 peserta seleksi dinyatakan lulus tahapan tes potensi yang telah dilaksanakan 3 Juli 2019 lalu di Aula Putri Kembang Dadar, Kantor BPSDMD Provinsi Sumsel.Penetapan tersebut berdasarkan penilaian hasil tes potensi dan kemudian ditetapkan melalui rapat pleno yang dipimpin langsung Ketua Timsel Prof. Edwar Juliartha dan dihadiri seluruh angota timsel di ruang Rapat Timsel, Kamis (4/7/2019)."Dari 41 peserta tes potensi telah ditetapkan 31 peserta lulus dan 10 peserta lainnya dinyatakan tidak lulus. Bagi peserta yang lulus berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya yakni tes psikologi dan wawancara, " ungkap Ketua Timsel Prof. Edwar Juliartha.Lanjut Edwar Juliartha, seleksi calon komisioner KI Provinsi Sumsel berlangsung cukup ketat. Baik peserta yang baru mengikuti seleksi maupun peserta dari komisioner periode sebelumnya sangat antusias mengikuti seleksi untuk menjadi komisioner KI Provinsi Sumsel periode 2019-2023 ini."Dari 31 peserta yang lulus diantaranya terdapat unsur akademisi, LSM, media, advokad, pejabat pemeritahan dan kalangan profesional. Para peserta yang lulus akan mengikuti tahapan tes psikologi dan dinamika kelompok serta tes wawancara. Namun, untuk jadwalnya masih menunggu pengumuman lanjutan yang akan segera dikeluarkan timsel," ujarnya.Berdasarkan surat pengumuman timsel Nomor 03/TIMSEL-KI/SS/VII/2019 tentang Penetapan Calon Anggota Komisi Informasi Provinsi Sumatera Selatan Periode 2019-2023 yang Lulus dan Tidak Lulus Seleksi Tes Potensi tertanggal 4 Juli 2019, masyarakat baik perorangan maupun organisasi diberikan kesempatan untuk memberikan masukan atau tanggapan kepada Timsel tentang nama-nama yang lulus tahapan tes potensi sampai 19 hari kedepan, dimulai dari tanggal 11-30 Juli 2019. Tanggapan tersebut terbuka, baik negatif ataupun positif.Bagi masyarakat yang akan memberikan masukan, silahkan ditujukan kepada ketua Timsel Komisioner KI Sumsel melalui surat ke alamatSekretariat Timsel: Kantor Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Jalan Merdeka No 10A Talang Semut, Bukit Kecil, Kota Palembang. Atau bisa melalui telepon:(0711) 363480 dan email: timselki.provsumsel@gmail.com.Berikut nama-nama para peserta calon Komisioner KI Provinsi Sumsel periode 2019-2023 yang lulus tehapan tes potensi. Dapat diakses melalui link berikut ini :https://drive.google.com/file/d/1-EaBvM0GeywfQtzL2sbJ1sPuubRmMA6m/view?usp=drivesdk Media Center Diskominfo Provinsi Sumsel / AD
Sumsel
Palang Merah Indonesia Provinsi Sumsel Resmi Dilantik
Palembang, sumselprov.go.id- Pelaksana Ketua Harian PMI Ginanjar Kartasasmita didampingi Gubernur Sumsel Herman Deru resmi melantik pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Selatan Masa Bakti 2019-2024 di Griya Agung, Kamis, (5/7/2019). Ginanjar mengatakan bahwa PMI memiliki beberapa tipe kegiatan, yaitu kegiatan rutin seperti donor darah, dan ada juga yang bersifat situasional, contohnya kebakaran hutan. PMI harus siaga setiap saat dalam mengabdi untuk kegiatan sosial, karena datangnya suatu bencana dapat terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, menjadi tugas anggota PMI untuk merawat para relawan PMI yang siaga. “Menjadi bagian PMI adalah sebuah pengabdian untuk kegiatan sosial yang setiap waktu harus siaga,” ujarnya. Sementara itu, Herman Deru berharap agar setelah dilantik anggota PMI dapat segera melakukan suatu kerja nyata dan berjalan sebagai organisasi sosial yang membantu masyarakat. "Saya ingin PMI berbuat serius dalam melaksanakan tugasnya dan perbuatannya itu dapat dirasakan masyarakat," kata Dia. Herman Deru meminta agar PMI dapat merekrut dan mengajak para pemuda, relawan, dan pengusaha untuk terlibat sebagai relawan PMI. Sehingga akan terbentuk relawan yang peduli terhadap aktivitas sosial yang melibatkan seluruh kab/kota di Sumsel. "Mudah-mudahan saran dan arahan pak Ginanjar sebagai pimpinan pusat akan bermakna sebagai pedoman bagi PMI Sumsel," ujarnya. Sebagai salah satu provinsi yang rentan terhadap bahaya kebakaran hutan. Dia mengatakan Sumsel harus mampu melakukan kegiatan yang mencegah agar kebakaran hutan tidak terjadi lagi. Dan bila terjadi, maka tetap harus ada kesigapan dalam penanggulangannya. Lanjutnya, Dia mengatakan bahwa kita sama-sama menyaksikan ada 7 (tujuh) prinsip PMI. Salah satunya antara lain kita membutuhkan kesatuan karena organisasi tidak akan berjalan baik tanpa ada kesatuan, keikhlasan dan kebaikan untuk berbuat terhadap masyarakat. "Saya ingin PMI berjalan sebagai organisasi sosial yang membantu masyarakat kita. Selanjutnya setiap pembiayaan yang dibantu oleh APBD diharapkan dapat dikelola dengan akuntabel,” ucapnya. Ketua PMI Prov. Sumsel yang terpilih melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) Sumsel 5 Mei 2019 lalu, Hj. Febrita Lustia Herman Deru PMI telah berkomitmen dalam pelayanan penanganan bencana, kesehatan, dan peningkatan peran komunikasi dan informasi. Dan setelah dilantik Anggota PMI akan langsung aktif melaksanaakn peran dan fungsinya. Dia mengatakan sebagai langkah awal PMI Sumsel akan aktif untuk mengajak masyarakat umum di kabupaten kota untuk mendonorkan darah kepada PMI. “Jadi masyarakat di kabupaten kota dapat memiliki stok darah tersendiri,” jelasnya. Turut hadir dalam acara ini Ketua DWP Sumsel, Renny Devi Nasrun Umar, serta seluruh anggota PMI periode 2019-2024. MC Diskominfo Prov. Sumsel/ PE / Tim
Sumsel
Pemprov Sumsel Berikan Bantuan Dana Desa Dan Kelurahan Se Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumsel, H. Herman Deru secara resmi memberikan bantuan keuangan kepada pemerintah desa, kelurahan, dan desa persiapan tahun anggaran 2019 dengan total anggaran mencapai Rp84.575.000.000 di Halaman Bank Sumsel Babel Jakabaring, Kamis (4/7/2019) Gubernur juga menyerahkan bantuan hadiah lomba desa/kelurahan serta pelaksanaan gotong royong terbaik tingkat provinsi Sumsel. “Pemerintah Provinsi Sumsel memperhatikan pembangunan di desa tidak hanya bidang infrastruktur saja melainkan juga dalam bidang olahraga dan kerohanian”, ujar Herman Deru. Jelas Gubernur Herman Deru, pembangunan merata yang berkeadilan akan diwujudkan secara bertahap. Keseluruhan total bantuan tersebut masing-masing desa dan kelurahan akan mendapatkan bantuan senilai Rp25 juta. Angka itu diakuinya bukanlah angka yang mencukupi. Namun diharapkannya cara ini akan menjadi stimulan serta menutupi apa yang belum tercover. “Pemerintah Sumsel tidak mau tinggal diam untuk mengambil peran di desa-desa sektor yang belum terjamah, kita harapkan setelah secara otomatis kita salurkan bantuan dapat langsung digunakan dan Alhamdulillah Bupati/Walikota disini untuk tidak hanya sekedar mengawasi namun juga memberikan bimbingan karena sudah ada petunjuk,” tutur Gubernur Herman Deru Mulai tahun ini pula, Herman Deru berharap stimulan yang diberikan untuk pembinaan Posyandu dikarenakan perhatian penuh Pemprov Sumsel mengiinginkan kemajuan Posyandu di desa dengan digitalisasi. Oleh sebab itu, Ia menghimbau Tim Penggerak PKK Kabupaten/kota memperhatikan hal tersebut, apalagi sudah dianggarkan pula seragam Posyandu yang diharapkan mampu menyeragamkan pelayanan terbaik untuk masyarakat. “Petugas posyandu yang punya tugas melayani kaum-kaum berkebutuhan khusus baik itu ibu hamil, anak-anak orang tua itu dapat langsung berkerja minimal beli timbangan bayi yang digital, teruntuk PKK silakan membuat kegiatan-kegiatan minimal satu program yang sudah langsung bisa berjalan” ungkap Gubernur. Tambah Gubernur, kepada karang taruna yang mau membuat pembinaan-pembinaan baris ber baris, kedisiplinan, juga olahraga silakan pemuda berkreasi kita hanya mengawasi saja agar bisa berjalan dengan baik. Lanjut Herman Deru, Pemprov Sumsel dapat menginisiasi dan dapat ditiru oleh pemangku kebijakan yang lain dalam memeberikan stimulan untuk pembinaan dan pembangunan di desa-desa. “Pada hari ini juga segera masuk dana Rp 25 juta per desa, Saya berjanji jika uang ini diperuntukan untuk stimulasi pembangunan di desa dan ada hasilnya dana ini akan bertambah, kalau ini dimanfaatkan dengan baik maka yakin juga pada tahun berikut kita tambah ini adalah bentuk perhatian untuk sama-sama mengawasi penggunaaan uang ini,” pungkasnya Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumsel H. Yusnin. S. Sos, M. Si dalam laporannya mengatakan, Bantuan bersumber dari dana APBD provinsi Sumatera Selatan diperuntukan kepada 2.853 Desa Definitif, 386 Kelurahan dan 72 Desa Persiapan dengan total sebesar Rp84.575.000.000 Secara rinci diuraikan, Desa Definitif dan Kelurahan sebesar Rp. 25.000.000,- dengan rencana penggunaan Kegiatan TP PKK Rp5.000.000, Kegiatan Kepemudaan dan Olahraga Rp5.000.000, Kegiatan Posyandu Rp5.000.000, serta Pemeliharaan dan pengadaan Sarana dan Prasarana Rp10.000.000. Untuk Desa Persiapan sebesar Rp. 50.000.000, dengan rencana penggunaan Kegiatan TP PKK Rp. 5.000.000, Kegiatan Kepemudaan dan Olahraga Rp. 5.000.000,Kegiatan Posyandu Rp. 5.000.000, Pemeliharaan dan pengadaan Sarana dan Prasarana Rp. 30.000.000, serta Biaya Operasional dan Pelaporan Rp. 5.000.000. Sementara itu, Dirut BSB Achnad Syamsudin mengatakan, pencairan dana desa disalurkan melalui BSB sebagai upaya mensosialisasikan agar bank daerah menjadi kebanggan bersama dengan menjadi nasabah dan menyimpan uang di bank daerah. "Bank daerah BSB hanya sebagai fasilitator saja, uangnya langsung ditransfer ke rekening pemerintah daerah," ujar Syamsudin Syamsudin juga mengajak seluruh masyarakat Sumsel agar bersama-sama menjadikan BSB sebagai bank kebanggan wong Sumsel dengan menggunakan produk tabungan BSB. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM/Tim
Sumsel
Cegah Karhutla, LPP NU Sumsel akan Gelar Sekolah Lapang Gambut
Palembang, sumselprov.go.id -- Setelah resmi dikukuhkan, Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPP NU) Sumatera Selatan (Sumsel) langsung bergerak cepat menjalankan program kerjanya. Salah satunya fokus pada lahan gambut yang menjadi faktor penyebab terjadinya kebakaran lahan dan hutan di wilayah Sumsel. Ketua PW LPP NU Sumsel, Agus Muahaemin mengatakan, diakhir Juli 2019 pihaknya akan menggelar sekolah lapang gambut bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut Nasional. Menurutnya, tujuan digelarnya sekolah lapang gambut untuk mengedukasi masyarakat yang berada disekitaran lahan gambut agar dapat mengelola lahan gambut secara tepat dan benar sehingga tidak mudah terjadi kebakaran hutan dan lahan dan sebaliknya bisa menghasilkan nilai ekonomi. "Sekolah Lapang Gambut ini akan digelar pada akhir Juli. Rencananya berlangsung di dua pesantren yaitu di Banyuasin dan Musi Banyuasin. Sekitar 150 santri, guru, ustadz dan ustadza serta masyarakat yang menjadi perserta sekolah lapang gambut ini," kata Agus usai pengukuhan LPP NU Sumsel di Santika Hotel, Radial Palembang, Kamis (4/7). Dia mengatakan, sekolah lapang gambut sangat penting dilakukan sebagai edukasi kepada masyarakat sehingga upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang pernah terjadi di Sumsel tidak terulang lagi. "Sumsel ini termasuk dari 7 provinsi di Indonesia yang memiliki lahan gambut terluas. Jadi perlu pengelolaan yang benar. Karena dengan pengelolaan yang benar dapat mendatangkan nilai ekonomi yang berarti meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. Sementara itu, Sekretaris PW LPP NU Sumsel, Suhadi mengatakan, selain program kerja sekolah Lapang Gambut, pihaknya juga konsen pada berbagai sektor pertanian, perikanan dan peternakan. "Kami akan inventarisir daerah mana saja di Sumsel yang butuh sentuhan LPP NU Sumsel. Dan apa saja yang dibutuhkan daerah tersebut. Pada intinya kami ingin berpartisipasi mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumsel," pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY