Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Perempuan Sumsel Peduli Mangrove
Palembang, sumselprov.go.id -- Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel, Hj. Febrita Lustia Herman Deru yang akrab disapa Feby Deru ikut mengomandoi gerakan Penanaman Serentak Mangrove di 12 Provinsi di Indonesia, di wilayah Sumsel di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Desa Sungsang, Kecamatan Sungsang Kabupaten Banyuasin, Selasa (9/7) pagi. Gerakan yang berpusat di Kecamatan Bunaken, Kota Manado ini merupakan inisiasi ibu-ibu yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK). Penanaman pohon di pesisir ini menjadi salah satu program OASE bidang lingkungan hijau yang salah satu agendanya mengajak kaum perempuan Peduli Mangrove. "Berdasarkan penelitian, tanaman mangrove dan hutan pantai dapat menyelamatlan manusia dari bencana tsunami. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa di samping perannya melindungi pantau dari bencana tsunami, ekositem mangrove berperan dalam menyediakan sumbe rkehidupan bagi masyarakat khususnya sumberdaya perikanan. Bahkan akhir-akhir ini beberapa jenis tanaman mangrove juga mulai diketahui dapat memberikan sumber pangan bagi masyarakat. " Dengan kekayaan manfaat dari ekosistwm mangrove ini maka sudah sepatutnya ekosistem mangrove ini harus dijaga kelestariannya. Kegiatan penanaman serentak mangrove ini midah-mudahan akan menginspirasi masyarakat, pemerintah daerah serta pemeeintah pusat untuk terus menjaga dan memeliharan serta memulihkan mangrove," ujar Ibu Negara RI Iriana Jokowi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru. Di Sumsel, penanaman Mangrove ini dilakukan Ketua TP PKK bersama anggotan Forkompimda Provinsi Sumsel, Kepala OPD lingkup Provinsi Sumsel dan Kabupaten Banyuasin, Kepala UPT Kementerian LHK Provinsi Sumsel, pengurus dan anggota PKK, Dharma Wanita, Bhayangkari, Persit , PIA, ArdhyaGarini, Jalasenatri, Dharmayukti Karini Sumsel dan masyarakat. Sebanyak 5000 bibit pohon mangrove ditanam di sejumlah titik di sekitar pelabuhan penyeberangan TAA. Selain penanaman bibit mangrove dari spesies Rhizopora Stylosa, dalam kegiatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan bibit produktif dan penyerahan bantuan bor bipori dari Ketua TP PKK. Bibit produktif tersebut diantaranya mangga, rambutan, jambu, sawo untuk menghasilkan buah yang lebat bagi masyarakat. "Kegiatan penanaman mangrove ini sangat baik dan positif sekali. Walaupun Sumsel tidak memiliki pantai tapi ini bisa kita tanam di pesisir sungai yang banyak di Palembang. Karena manfaatnya banyak sekali saya ingin agenda seperti ini menjadi kegiatan penanaman rutin dalam kegiatan PKK di seluruh kabupaten kota se Sumsel," jelasnya. Untuk menggalakkan kepedulian melestarikan mangrove, penanamannya akan diagendakam khusus pada peringatan-peringatan hari besar perempuan seperti hari Kartini, hari Ibu dan lainnya sehingga penanaman mangrove lebih berkelanjutan. Tidak terbatas pada pesisir sungai saja, tapi juga di sepanjang jalan dalam kota kabupaten. "Di Sumsel inikan banyak sungai, hari ini kita tanam dari sepanjang pesisir ini sampa hulu nya. Kedepan kita tentu bisa bekerjasama dengan BPDAS agar perempuan-perempuan di Sumsel ikut menanam mangrove," imbuh Feby. Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumsel, Edward Chandra mengatakan tanaman mangrove diketahui memiliki banyak sekali manfaat yakni sebagai penyerap polutan, pencegah intrusi air laut, penelitian dan pendidikan, penyimpan karbon, wisata alam, pelindung garis pantai dari abrasi dan tsunami hingga menjadi tempat berlindung dan berkembangbiaknya berbagai jenis fauna ekosistem payau. Hadir pula dalam gerakan penanaman mangrove serentak itu yakni Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodam II Sriwijaya Rina Irwan, Ketua Bhayangkari Polda Sumsel Dina Firli, Ketua Ikatri Deo Yuvanti Gantada, Ketua BKOW Sumsel Hj Tartila Ishak, KetuaDharma Wanita Pemprov Sumsel Renny Nasrun, Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin dr. Sri Fitrianti Askolani, Kadis KehutananSumsel Pandji Cahdjanto, Kepala BPDASHL Siswo SHut. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Sumatera Bakal Jadi Motor Penggerak Ekonomi Nasional
Bengkulu, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mencetuskan ide dan usulan pembentukan kesekretariatan dalam mempercepat pembangunan di pulau Sumatera, ide tersebut diungkapkan dihadapan para gubernur se-Sumatera ketika menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur se-Sumatera yang digelar di Provinsi Bengkulu, Selasa (9/7) siang. Kita siap memberikan tempat Kesektariatan Gubernur se-Sumatera di Sumatera Selatan. Termasuk pembuatan Sumatera Trading House yang dapat kita jadikan sebagai tempat ekspose hasil komoditi dari seluruh Provinsi yang ada di pulau Sumatera. Ini kita berikan tidak lain sebagai salah satu dukungan pada Pemerintah Pusat yang saat ini tengah gencar membangun tol Trans Sumatera. Serta membuka pusat ekonomi baru di masing-masing kawasan yang dilintasi jalan tol,” ucap Herman Deru. Menurut Herman Deru, pulau Sumatera dapat memberikan kontribusi yang banyak dalam menopang pertumbuhan pembangunan secara Nasional karena saat ini Sumatera baru berkontribusi sekitar 21 persen jika dibanding dengan pulau Jawa yang berada diposisi angka 58 persen. Karena itu dia mengajak para gubernur yang hadir di rakor tersebut untuk menyamakan persepsi di dalam pemanfaatan potensi yang ada di masing-masing daerah. "Masing-masing kita harus fokus dalam pengelolaan potensi yang ada. Dan harus ada satu bentuk komunitas kuat sebagai wadah bagi kita mengkaji, mengembangkan dan mengeksplore potensi unggulan. Seperti yang pernah kita lakukan di Sumsel kita mempunyai pertambangan, perkebunan karet dan yang lain. kalau Bengkulu mungkin berbeda lagi,” tergas Herman Deru. Herman Deru menegaskan, rakor yang digelar jangan hannya sebatas membahas wacana saja. Namun harus menghasilkan satu kerangka tujuan yang jelas sehingga pada akhirnya dapat memberikan dampak positif dalam menekan angka kemiskinan dimasing-masing provinsi di Sumatera. "Saya ingin yang kita bicarakan bukan hanya wacana saja yang hannya bermutan ritual. Rakor ini harus menghasilan rekomendasi yang bermuara pada penurunan kemiskinan," harapnya. Adanya proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera lanjut Herman Deru, diharapkan akan membuka konektivitas antar daerah. Selain itu pesatnya teknologi informasi dewasa ini juga harus digunakan positif dalam menopang laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Terbukanya akses internet memungkinkan kita dapat berkomunikasi dengan cepat. Namun disisi lain menjadi tantangan bagi PT Post Indonesia dan alat komunikasi konvensional lainnya untuk berinovasi sebagaimana zaman Belanda, pulau Jawa sudah terkoneksi," ungkapnya. Sementara itu Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, selaku tuan rumah Rakor menyebutkan, ada depalan program yang masuk dalam pembahasan selama rakor berlangsung yakni Tol Trans Sumatera, Pembangunan jalur kereta api Trans Sumatera, Konektifitas pulau-pulau di Sumatera, Konektifitas Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa. Peningkatan pemanfaatan jalur pelayaran barat Pulau Sumatera, alternatif Selat Malaka, memperkuat tol laut, peningkatan konektifitas bandara udara, Hilirisasi produk unggulan Sumatera, mempercepat terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui percepatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah diusulkan ataupun yang akan diusulkan. Delapan program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kemajuan masing-masing provinsi di pulau Sumatera sehingga berkontribusi bagi kemajuan pembangunan nasional. Sedangkan untuk tema rakor kali ini Peningkatan Peran Pulau Sumatera dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional,” ucap Rohidin Mersyah. Ditambahkan Rohidin Mersyah, selain Delapan program strategis tersebut, ada Sembilan komoditas yang menjadi fokus pengembangan industri hilir di pulau Sumatera, yaitu kopi, karet, kakao, kayu, aluminium, perikanan, sektor ternak, batu bara, dan kelapa sawit. Sumber daya alam tersebut dapat menjadi kontribusi perekonomian di pulau Sumatera sekaligus memacu perekonomian nasional,” katanya. Adapun hasil Rakor tersebut dituangkan nota kesepahaman (MoU) Rafflesia, yang ditandai dengan penandatanganan oleh seluruh Gubernur se-Sumatera. Yang selanjutnya akan diusulkan untuk dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden. Mereka yang hadir dalam Rakor di Bengkulu ini diantaranya Gubernur Sumsel H.Herman Deru, Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi , Gubernur Jambi Fachrori Umar, dan Gubernur Riau Syamsuar. Selain itu hadir Staf menteri PPN atau Bappenas Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Drs. Oktorialdi, Sekretaris Kementerian Perempuan dan Anak, Pribudiarta Nur Sitepu. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) se-Sumatera, Ketua Bappeda se-Sumatera. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
H. Herman Deru Gagas Kesekretariatan Gubernur Se Sumatera Guna Percepatan Pembangunan Sumatera
Bengkulu, sumselprov.go.id -Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mencetuskan ide maupun gagasan dan usulan pembentukan Kesekretariatan Gubernur se- Sumatera guna mempercepat pembangunan di pulau Sumatera. Kita siap memberikan tempat Kesektariatan Gubernur se-Sumatera di Sumatera Selatan. Termasuk pembuatan Sumatera Trading House yang dapat kita jadikan sebagai tempat ekspose hasil komoditi dari seluruh Provinsi yang ada di pulau Sumatera. Ide dan gagasan tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H. Herman Deru dihadapan para Gubernur se-Sumatera ketika menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur se-Sumatera yang digelar di Provinsi Bengkulu, Selasa (9/7/2019) "Ini kita berikan tidak lain sebagai salah satu dukungan pada Pemerintah Pusat yang saat ini tengah gencar membangun tol Trans Sumatera. Serta membuka pusat ekonomi baru di masing-masing kawasan yang dilintasi jalan tol” ujar Gubernur Herman Deru . Menurut Herman Deru, pulau Sumatera dapat memberikan kontribusi yang banyak dalam menopang pertumbuhan pembangunan secara Nasional karena saat ini Sumatera baru berkontribusi sekitar 21 persen jika dibanding dengan pulau Jawa yang berada diposisi angka 58 persen. “Oleh karena itu, Ia mengajak para gubernur yang hadir di rakor tersebut untuk menyamakan persepsi di dalam pemanfaatan potensi yang ada di masing-masing daerah” ucap Herman Deru. Jelas Herman Deru, masing-masing kita harus fokus dalam pengelolaan potensi yang ada. Dan harus ada satu bentuk komunitas kuat sebagai wadah bagi kita mengkaji, mengembangkan dan mengeksplore potensi unggulan. Seperti yang pernah kita lakukan di Sumsel kita mempunyai pertambangan, perkebunan karet dan yang lain. kalau Bengkulu mungkin berbeda lagi. "Untuk itulah perlunya dibentuk komunitas kuat sebagai wadah untuk mengkaji, mengembangkan dan mengeksplore potensi unggulan, seperti kalau di Sumsel ada pertambangan, karet, kopi dan pastinya potensi di setiap provinsi berbeda" pungkasnya. Saya ingin yang kita bicarakan bukan hanya wacana saja yang hannya bermuatan ritual. Rakor ini harus menghasilan rekomendasi yang bermuara pada penurunan kemiskinan," harapnya. Lanjut Herman Deru, dengan adanya proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera diharapkan akan membuka konektivitas antar daerah. Selain itu pesatnya teknologi informasi dewasa ini juga harus digunakan positif dalam menopang laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Terbukanya akses internet memungkinkan kita dapat berkomunikasi dengan cepat. Namun di sisi lain menjadi tantangan bagi PT Post Indonesia dan alat komunikasi konvensional lainnya untuk berinovasi sebagaimana zaman Belanda, pulau Jawa sudah terkoneksi," pungkasnya. Adapun hasil Rakor tersebut dituangkan nota kesepahaman (MoU) Rafflesia, yang ditandai dengan penandatanganan oleh seluruh Gubernur se-Sumatera. Yang selanjutnya akan diusulkan untuk dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden. Hadir dalam Rakor di Bengkulu ini diantaranya Gubernur Sumsel H.Herman Deru, Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi , Gubernur Jambi Fachrori Umar, dan Gubernur Riau Syamsuar. Selain itu hadir Staf menteri PPN atau Bappenas Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Drs. Oktorialdi, Sekretaris Kementerian Perempuan dan Anak, Pribudiarta Nur Sitepu. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) se-Sumatera, Ketua Bappeda se-Sumatera. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Gubernur Sumsel Dorong Percepatan Pembangunan Nasional
Bengkulu, sumselprov.go.id -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berupaya maksimal memberikan kontribusinya dalam percepatan pembangunan nasional. Hal tersebut diungkapkan Gubernur H Herman di sela-sela welcome dinner Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur Se-Sumatera di Bengkulu tadi malam. Dikatakan, dalam rakor yang digelar dua hari tersebut dirinya akan melihat sejauhmana potensi dan kebutuhan dari masing-masing provinsi di Pulau Sumatera. "Hari ini kita para gubernur di Pulau Sumatera bertemu melakukan rakor. Tujuannya tidak lain untuk menyamakan visi dalam upaya memberikan kontribusi Sumatera terhadap percepatan pembangunan negara ini secara nasional," ungkapnya. Menurut Deru, selaku pimpinan masing provinsi di Sumatera, dirinya sepakat tidak ada sifat egois di dalam menyamakan persepsi dan tujuan bersama. Nanti hasil rakor ini akan kita dituangkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (Mou) Raflesia atau Mou Sumatera dengan tetap memperhatikan potensi dan nilai budaya dari masing-masing provinsi,” imbuhnya. Sementara itu Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah secara resmi membuka rakor Gubernur se-Sumatera tahun 2019 dengan tuan rumah Provinsi Bengkulu dengan mengusung tema "Peningkatan Peran Pulau Sumatera dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional". Rakor ini ini akan membahas permasalahan yang ada di Sumatera, selain itu bertujuan memperkuat silahturahmi diantara para kepala daerah dalam rangka membangun pulau Sumatera yang kita harapkan akan berimbas pada peningkatan perekonomian nasional,” jelasnya. Dia berharap para gubernur yang ada di pulau Sumatera dapat memberikan sumbangsih dalam bentuk pemikiran dan lainnya dalam percepatan pembangunan nasional. Mengingat Sumatera merupakan penghasil kopi terbesar di Indonesia. Bahkan Sumatera dikenal dengan segitiga kopi yang berasal dari tiga provinsi yaitu Provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung. Potensi ini kita harapan dapat dimaksimalkan disamping terus menggali potensi potensial lainnya,” tambahnya. Dalam pembukaan rakor di Bengkulu kali ini dihadiri langsung oleh enam orang gubernur yakni selain Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT. Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi , Gubernur Jambi Fachrori Umar dan Gubernur Riau Syamsuar. Rakot digelar selama dua hari dimulai tanggal 8 hingga 10 Juli 2019 yang pembukaannya ditandai dengan pemukulan bedug bersama oleh para gubernur dipulau Sumatera. MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Gubernur Sumsel Hadiri Rakor Gubernur Se Pulau Sumatera Di Bengkulu
Bengkulu, sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru hadiri Rapat Koordinasi Gubernur se- Pulau Sumatera di Pengkulu dengan tema "Peningkatan peran pulau Sumatera dalam percepatan pembangunan ekonomi Nasional", Senin (8/7/2019) malam di Balai Raya Semarak Bengkulu. Peserta dan undangan pembukaan rakor adalah para gubernur se kawasan Pulau Sumatera, Forkopimda Provinsi Bengkulu dan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemda Provinsi Bengkulu dan Rapat koordinasi gubernur se Sumatera digelar di Provinsi Bengkulu mulai tanggal 8 sampai 10 Juli 2019. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan manfaat dari digelarnya rakor gubernur se Sumatera di Bengkulu, baik bagi Bengkulu maupun provinsi lain di Pulau Sumatera. Adapun tujuan maupun manfaatnya, selain rapat koordinasi tersebut bertujuan memperkuat silahturahmi kepala daerah se-Sumatera. Juga menjalin kerjasama serta dapat membangun Pulau Sumatera hingga membangun perekonomian nasional. Ada 5(lima) agenda yang akan dibahas di pertemuan maupun rapat koordinasi dilaksanakan diantaranya; Akan membahas isu strategis tentang konektivitas Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa, Terkait konektivitas tol laut. Konektivitas tol laut akan dibangun di kawasan barat Pulau Sumatera, Samudera Hindia Belanda, Konektivitas bagian timur Pulau Sumatera. Kawasan timur Pulau Sumatera itu meliputi konektivitas kawasan Selat Malaka dengan kawasan barat Pulau Sumatera. Pembahasan berbagai komoditas unggulan di Pulau Sumatera dan akan dibahas bagaimana terjalin kerjasama antar provinsi di Pulau Sumatera. Kerjasama lintas provinsi di Pulau Sumatera perlu dibahas untuk kontribusi besar bagi perekonomian bagi Bengkulu dan provinsi lainnya di Pulau Sumatera Pembukaan rapat koordinasi ini dibuka oleh Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dan dihadiri oleh enam kepala daerah Se Sumatera yaitu Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi , Gubernur Jambi Fachrori Umar, dan Gubernur Riau Syamsuar. Untuk peserta rapat akan dihadiri oleh staff ahli menteri Badan Pertanahan Nasional (BPN), tokoh masyarakat bagian Sumatera Selatan, Sekretaris Menteri Perempuan dan Anak Indonesia, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Se Sumatera, Kepala Dinas diwilayah Provinsi serta Kepala Bappeda Provinsi. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Pemerintah Tetapkan Harga Tiket Pesawat Turun Pada 11 Juli
Jakarta, sumselprov.go.id -- Pemerintah akhirnya resmi menurunkan tarif penerbangan rute domestik pesawat Low Cost Carier (LCC) pada jadwal tertentu. Keputusan itu ditentukan lewat rapat koordinasi (rakor) lanjutan yang dilakukan pada Senin (8/7). Rakor hari ini adalah lanjutan dari rakor sebelumnya yang dilakukan pada 1 Juli lalu. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan, rakor tadi dipimpin langsung oleh Menteri Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Rakor pun akhirnya menghasilkan kebijakan konkret soal penurunan tarif maskapai penerbangan. Susiwijono menjelaskan, rakor menghasilkan kebijakan antara lain penerbangan murah akan tetap dilaksanakan pada Selasa, Kamis dan Sabtu. Dimulai pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB untuk penerbangan LCC domestik tipe pesawat jet. "Waktu itu kita putuskan kita akan memberikan penurunan tarif sebesar 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA) LCC untuk alokasi seat sejumlah 30 persen dari total kapasitas pesawat," ungkapnya dalam jumpa pers usai rakor penurunan harga tiket pesawat, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (8/7). Menyikapi kebijakan tersebut, Susiwijono menyatakan Maskapai Citilink Garuda Group menyediakan total 62 flight perhari dengan jumlah 3.348 kursi. Namun bisa berubah sesuai dengan kondisi pesawat. Sementara untuk maskapai Lion Air Group diperkirakan menyediakan 146 flight perhari dengan perkiraan kuris sebanyak 8.278. Rencananya kebijakan ini akan berlaku pada 11 Juli 2019 mendatang. Hal ini karena diperlukan dua hari untuk masa penyesuaian penurunan tarif tersebut. "Kita sudah menyiapkan berapa perangkatnya, baik dari sisi aspek legal dan regulasinya, juga dari sisi sistem di Citilink dan Lion Air, kita akan mulai efektif memberlakukam kebijakan ini sejak hari Kamis 11 Juli 2019, kenapa? karena untuk menyesuaikan sistem memerlukan 2 hingga 3 hari," tandasnya. Dalam jumpa pers kali ini, Susiwijono juga didampingi oleh Perwakilan dari Lion Air, Perwakilan dari Citilink, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, dan perwakilan dari Pertamina. MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
2 Pekan Lagi, Jambore Ustadz-Ustadzah Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id -- Jambore Ustadz dan Ustadzah Se-Sumsel, akan digelar di Pondok Pesantren Tahfidz Quran Kiai Marogan Talang Betutu Palembang, 19-21 Juli 2019. Menjelang dua pekan pelaksanaannya, 40 persen peserta sudah memastikan diri hadir. Demikian dikemukakan Ustadz Hoiril Anam, Anggota Panitia Jambore, Senin (8/7), di mana ia mengatakan bahwa peserta terdiri dari rumah tahfidz atau pondok pesantren tahfidz di Sumatera Selatan (Sumsel). Sampai hari ini, Senin (8/7/2019), peserta yang terdaftar akan hadir sudah sampai 40 persen. Bagi yang belum mendaftar, mohon segera mendaftar, karena untuk menyesuaikan keperluan dan fasilitas peserta pada saat hari pelaksanaan,” ujarnya. Lebih lanjut, Ustadz Hoiril mengatakan, panitia saat ini masih melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, terutama Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Pihaknya mengharapkan, agar pada Jambore nanti, H Herman Deru Gubernur Sumatera Selatan dan H Harnojoyo, Wali Kota Palembang dapat hadir. Namun menurut Ustadz Hoiril, hingga saat ini panitia masih menunggu konfirmasi dari protokol Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang. Kami sedang mengupayakan agar panitia bisa segera melakukan audiensi dengan Bapak Gubernur Sumsel dan juga Bapak Wali Kota Palembang. Sampai saat ini kami masih menunggu konfirmasi dari protokol,” tambahnya. Ditanya tentang kesiapan fasilitas bagi peserta, Ustadz Hoiril, yang juga Ketua Yayasan Kaffah Al-Munzirin Palembang menambahkan, hingga saat ini panitia sedang memaksimalkan fasilitas MCK, kesehatan dan fasilitas lain, yang nantinya akan digunakan peserta Jambore. Khusus kesehatan, kita juga melakukan koordinasi dengan para dokter, baik secara pribadi atau lembaga. Misalnya kita juga menjalin komunikasi dengan Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang (RSMH) dan para dokter di Palembang,” ujarnya. Kebutuhan lain, seperti tenda untuk peserta dan kebutuhan peserta, menurut Ustadz Hoiril pihaknya juga dibantu Dinas Sosial Sumsel, organisasi pemuda, remaja masjid, dan organisasi lain di Palembang, baik secara pribadi sebagai relawan maupun secara kolektif melalui lembaga. Ustadz Hoiril mengajak kepada kaum muslimin dan muslimat, khususnya Pondok Pesantren dan Rumah Tahfidz agar turut serta menyuskseskan jambore ini. Bagi umat muslim dan muslimat, kami mengajak semua agar bisa ikut serta menyukseskan dan menyemarakkan jambore,” tambahnya. Teprisah, Ustadz H Ahmad Fauzan, S.Sos.I menambahkan, melalui jambore ini diharapkan, akan muncul ide-ide baru, terutama penyamaan visi dan misi ustadz-ustadzah, dalam menyusun program hafalan Quran di Sumsel, sekaligus mempererat silaturahmi antara ustadz dan ustadzah di Sumatera Selatan,” ujarnya. Seiring dengan itu, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE, Rektor Universitas Sriwijaya, dalam sebuah pertemuan bersama panitia Jambore yang di upload di Youtube belum lama ini juga mengajak kepada umat muslim di Sumsel untuk menyukseskan jambore tersebut. Marilah kita ramaikan Jambore ustadz dan ustadzah, mualim dna mualimat, hafidz dan hafidzah di Pesantrean Tahfidz Kiai Marogan Talang Betutu. Mudah-mudahan kita bisa hadir, kita bersilaturahim di sana, sambil kita menyukseskan rumah tahfidz di Sumatera Selatan,” ujarnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Dewan Apresiasi MXGP Sukses Digelar di Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dan Wakil Gubernur. Ir H. Mawardi Yahya, menghadiri rapat Paripurna LX (60) DPRD Prov. Sumsel dengan agenda, Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan dan Penelitian Komisi-Komisi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Prov. Sumsel Tahun Anggaran 2018. Senin (08/07/2019) Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi, M. Aliandra Pati Gantada, SH tersebut juga berisikan permintaan persetujuan dari anggota DPRD Provinsi secara lisan oleh Pimpinan Rapat Paripurna sekaligus Pengambilan Keputusan Pendapat Akhir serta dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Sumsel terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018. Sebanyak Lima Komisi DPRD Provinsi Sumsel secara bergilir menyampaikan laporan hasil Pembahasan dan Penelitian Komisi-Komisi terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Prov. Sumsel Tahun Anggaran 2018. Seperti yang disampaikan Komisi Satu melalui juru bicara Lindawati Syarofi menegaskan, komisi satu dapat memahami dan menerima Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Prov. Sumsel Tahun Anggaran 2018. Namun Komisi Satu memberikan rekomendasi pada Gubernur Sumsel untuk segera menindak lanjuti rekomendasi hasil audit BPK RI Perwakilan Sumsel. Di samping itu Komisi Dua meminta BPKD Provinsi diminta kalangan dewan untuk segera menyelesaikan aset yang tersandung masalah hukum dengan melakukan invetarisasi dan validasi dan penertiban aset milik Pemprov. Sumsel demikian juga dengan Pol PP Provinsi Sumsel diminta melakukan koordinasi dengan intensif dengan OPD terkait dalam pengamanan aset daerah. Komsisi Dua melalui juru bicaranya memberikan sejumlah rekomendasi pada Pemprov. Sumsel khususnya yang menjadi mitra komisi dua. Diantaranya rekomendasi tersebut memberikan apresiasi atas penggelolaan keuangan di OPD sudah kian membaik dengan penyerapan anggaran mencapai 90 persen. Namun demikian OPD diminta untuk dapat membuat program kerja sesuai dengan visi dan misi pimpinan sehingga penyerapan anggaran akan lebih efektif dan efisien. Dikesempatan ini Komisi dua juga mengapresiasi upaya penanggulangan karhutla di Sumsel. Sementara itu pelapor dari Komisi Tiga H. Ardani Awam menyampaikan. Komsisi Dua khusus mencermati mitra kerja yang berkaitan dengan sumber-sumber Pendapatan Daerah (PD). Komisi ini juga meminta agar permasalahan aset milik daerah juga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi. Sumsel. Komisi Empat melalui juru bicaranya H. Asweni, S.Pd memberikan rekomendasi pada Pemprov. Sumsel memahami danenwrima dengan catatan perencaan program kerja harus ditingkatkan. Apresiasi pada OPD yan gmengefisiensi anggaran. Rancangan angaran yang matang harus sesuai dengan kondisi yang ada dilapangan. Penyelesaian jembatan Musi Empat dan Musi Enam untuk mengurai kemacetan di jembatan ampera Dan terakhir juru bicara Komisi Lima DPRD Provinsi Sumsel yang disampaikan juru bicaranya H. MGS. Syaiful Fadli memberikan apresiasi atas digelarnya Motocross MXGP yang sukses digelar di Palembang Provinsi Sumsel pada tanggal 5 hingga 7 Juli 2019. Usai penyampaian laporan dari masing- masing komisi selanjutnya, Ketua DPRD Sumsel, M. Aliandra Pati Gantada, SH selaku pimpinan rapat bertanya pada anggota dewan yang hadir. "Apakah Raperda di setujui?," tanya Gantada yang dijawab secara aklamasi oleh anggota dewan setuju dan diikuti dengan ketukan palu pimpinan dewan. Sebagai bentuk persetujuan dilakukan penandatanganan Surat Keputusan (SK) Bersama DPRD dengan Gubernur Sumsel yang ditandatangani langsung oleh Gubernur H.Herman Deru dan Ketua DPRD Sumsel M. Aliandra Pati Gantada, SH. Usai penandatanganan SK Bersama, Gubernur H. Herman Deru menyampaikan sambutannya, dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak atas suksesnya gelaran MXGP. "Keberhasilan kita sebagai tuan rumah Motocross MXGP kemarin tidak terlepas dari dukungan dari anggota dewan, aparat baik TNI/Polri. Alhamdulillah tidak ada korban yang berarti dalam MGXP kemrin. Dua juga mengakui trek kita yang terbaik," tegas Deru. Terkait dengan Pembahasan dan Penelitian Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Prov. Sumsel Tahun Anggaran 2018 Gubernur H. Herman Deru menegaskan semua rekomendasi dan catatan yqng disampaikan Komisi-komisi dalam pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Prov. Sumsel Tahun Anggaran 2018 akan ditindaklanjuti sehingga kedepan akan lebih baik lagi dalam merealisasikan semua program kerja dalam membangun Provinsi sumsel "Terimakasih pada semua anggota dewan atas waktu dan jerih panyahnya dalam melakukan pembahasaRaperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Prov. Sumsel Tahun Anggaran 2018. Yang akhirnya dapat menghasilkan produk Perda selanjutnya akan menjadi rujuan dalam pembangunan Sumsel dimasa datang," pungkas Gubernur. MC Diskominfo Prov. Sumsel /AM (Kabid Bidang PIP)
Sumsel
Pemprov Sumsel Tingkatkan Keterampilan Perajin Bidang Sandang
Palembang, sumselprov.go.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumsel bekerjasama dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumsel mengadakan bimbingan teknis diversifikasi produk sandang khas Sumsel bagi Industri Kecil Menengah (IKM) dalam rangka meningkatkan keterampilan perajin bidang sandang dan menumbuhkan wira usaha baru di Provinsi Sumsel. Kegiatan tersebut berlangsung 8 sampai 10 Juli 2019 dibuka langsung Ketua Harian Dekranasda Provinsi Sumsel, Hj. Ernila Lizar bersama Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumbagsel, Panca Hadi Suryanto di Aula SMKN 6 Palembang, Senin (8/7/2019). Peserta bimtek terdiri dari masyarakat industri kerajinan bordir dan fashion siap pakai. Ketua Harian Dekranasda Provinsi Sumsel, Hj. Ernila Lizar mengatakan, latarbelakang dilaksanakan bimtek tersebut untuk memanfaatkan bahan baku dari daerah Sumsel dan mencari peluang pasar dari kerajinan yang terbuat dari produk sandang yang ada di Sumsel. Menurutnya, hal ini seiring dengan misi utama pembangunan Provinsi Sumsel yakni membangun sektor ekonomi kerakyatan serta salah satu misi Dekranasda Provinsi Sumsel yakni meningkatkan kualitas produk kerajinan, keterampilan perajin dan inovasi teknologi dan promosi. "Bimtek ini sangat cocok untuk menciptakan wira usaha baru maupun meningkatkan daya saing produk khususnya produk sandang," ungkapnya. Ernila Lizar menambahkan, hingga tahun 2019 ini jumlah IKM di Sumsel mencapai 65.692 Unit Usaha dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 216.824 orang. menjadi kekuatan dalam memberikan kontribusi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi Sumsel. “Kita harapkan kepada peserta bimtek agar pengetahuan yang didapat terus dikembangkan untuk mewujudkan wira usaha baru dan meningkatkan daya saing produk sandang,” harapnya. Sementara itu, Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel, Panca Hadi Suryanto mengatakan, TPAKD Provinsi Sumsel terbentuk sejak Maret 2016 lalu terdiri dari instansi vertikal yang ada di Sumsel seperti OJK, Bank Indonesia, perbankan dan lembaga jasa keuangan lainnya serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Menurut Panca, salah satu program kerja TPAKD Provinsi Sumsel adalah mendukung program kegiatan yang bisa menundukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejateraan masyarakat. “Bimtek ini sebagai salah satu bentuk perwujudan kegiatan TPAKD. Melalui bimtek ini kita harapkan pengusaha IKM di Sumsel dapat meningkatkan daya saing khususnya produk sandang hinggga mampu bersaing dikanca nasional,” ujar Panca Hadi Suryanto. Media Center Diskominfo Provinsi Sumsel/ AD