Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Menteri Agama Apresiasi Dukungan Pemprov Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar menghadiri peresmian gedung Rafah Tower dan Student Residence Kampus UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (11/7). Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda H. Nasrun Umar menyambut baik dibangunnya gedung Rafah Tower dan Student Residence Kampus UIN Raden Fatah yang diharapkan dapat mempermudah proses belajar mahasiawa dalam mencetak generasi yang unggul dimasa mendatang. "Khusus Student Residence, kita harapkan dapat diperioritaskan bagi mahasiswa yang tinggal dari luar Kota Palembang. Bagi mahasiswa, kami mengharapkan jagalah semua fasilitas ini jangan hannya kita bisa membangun saja, tetapi kita juga bisa menjaga rumah susun mahasiswa ini dengan baik," harap Sekda. Untuk biaya sewa yang dikenakan bagi mahasiswa yang akan bermukim di Student Residence Kampus UIN, Gubernur meminta, harus memperhatikan posisi yang tepat dan dapat dijangkau oleh mahasiwa. "Khusus pak Menteri Agama. Saya mewakili pak gubernur, mengucapkan terimakasih atas bantuan dan perhatian yang telah diberikan pada UIN Raden Fatah ini. Pemprov juga akan berusaha memberikan dukungan untuk Universitas ini demi kemaslahatan umat. Semoga ini dapat menjadi amal ibadah bagi kita semua," tandas Nasrun umar. Sementara itu Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin dalam arahannya memberikan apresiasi pada Pemprov. Sumsel yang telah banyak memberikan kontribusi besar pada UIN Raden Fatah Palembang selama ini. Dikatakannya, lima tahun terakhir Pemerintah Pusat tengah fokus dalam pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Dan lima tahun kedepan pemerintah fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Karena itu Kementerian Agama konsentrasi dalam memajukan pendidikan agama. "problem bangsa ini sebagai negara dengan penduduk besar dan geografis wilayah yang luas. Inilah tantangan dunia pendidikan kita terkait dengan kualitas dan pemerataan atau sebaran. Maka tidak ada pilihan lain bangsa ini harus bergelut dalam pembangunan sarana fisik atau kuantitas. Baru setelah itu bicara kualitas pendidikan kita," tegasnya. Untuk pemerataan pendidikan di Indonesia lanjut Menteri Agama, saat ini tengah mengencarkan pembangunan gedung baru khususnya di perguruan tinggi. "Karena itulah gedung baru UIN ini harus memberikan manfaat dan kemaslahatan sebanyak mungkin dalam meningkatkan kualitas pendidikan kita," tandasnya. Sebelumnya Rektor UIN raden Fatah Palembang Prof. Drs H. Sirozi dalam laporannya mengucapkan terimkasih pada Menteri Agama RI yang hadir dalam peresmian gedung Rafah Tower dan Student Residence Kampus UIN Raden Fatah. Dia juga mengulas secara singkat sejarah lahirnya cikal bakal IAIN Raden Fatah Palembang pada tahun 1964 yang selanjut menjadi UIN Raden Fatah sampai saat ini. "Karena itu dia berharap ada perhatian dari Pemprov. Sumsel dalam bentuk hibah tanah. Saat ini tengah dibangun juga kampus B UIN Raden Fatah Palembang di Jakabaring yang tanahnya hibah dari Provinsi," tegasnya. Sementara itu, Prof Drs H Sirozi juga menyebutkan, Rafah Tower dan Student Residence Kampus UIN Raden Fatah dibangun dengan dana bersumber dari Surat Berharga Syairah Negara. Teridri dari 9 lantai untuk Rafah Tower yang dilengkapi perpustakaan. Ruang kuliah dan lantai dasar untuk parkir. Sedangkan untuk Student Residence lima lantai. "Kedepan hisab dan rukyat penentuan awal bulan puasa dan hari raya yang selama ini kita lakukan di Arya Duta akan dialihkan hisab dan rukyat di gedung Rafah Tower Kampus UIN Raden Fatah," harapnya. Peresmian gedung Rafah Tower dan Student Residence Kampus UIN Raden Fatah Palembang ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti dan peninjauan ruangan gedung. Tampak hadir mendampingi Menteri Agama RI dalam peresmian gedung baru UIN kali ini Kakanwil Kemenag Sumsel H. Alfajri Zabidi, pejabat Pemprov. Sumsel dan para akademisi dan tamu undangan penting lainnya. Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
HD: Warga Sumsel Sangat Welcome Dengan Pendatang
Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengucapkan terima kasih untuk masyarakat Khonghucu yang bermukim di Bumi Sriwijaya yang telah banyak memberikan andil dan kontribusinya dalam membangun Sumsel. Ucapan terima kasih gubernur tersebut terungkap pada saat mendampingi Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifudin pada meresmikan klenteng Kong Miao yang dibangunan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) di Kompleks Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Kamis (11/7). Saya sebagai Gubernur Sumsel merasa bangga dengan berdirinya sejumlah rumah ibadah di kompleks JSC yang letaknya saling berdekatan. Ini membuktikan Sumsel merupakan daerah yang sejuk, rukun, aman dan zero konflik meski ras, suku, agama dan budaya kita berbeda,” tegas Herman Deru. Untuk menjaga kondusifitas wilayah dari ancaman perpecahan, Pemprov. Sumsel lanjut Gubernur, membentuk satu wadah yakni Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Dimana FKUB ini memiliki tugas penting yakni mempersatukan dari sekian banyaknya perbedaan di Sumsel. "Warga Sumsel sangat welcome dengan pendatang, terutama yang bertujuan baik. Terima kasih kepada masyarakat Khonghucu yang telah berkontribusi aktif dalam pembangunan kenyamanan ditengah keberagamaan budaya, adat dan suku di Sumsel,"ucapnya. Sementara itu, Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengarapakan berdirinya klenteng Kong Miao tidak hanya sebagai simbol semata namun lebih dari itu dijadikan sebagai tempat untuk mendalami wawasan. "Berdirinya klenteng Kong Miao ini saya harapkan ini tidak menjadi simbol saja. Tetapi juga dimanfaatkan sebagai mendalami, menghayati dan memperluas wawasan sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya. Lukman Hakim menilai, keberadaan rumah ibadah menjadi penting dan vital karena rumah ibadah merupakan tempat suci untuk melakukan hubungan kepada tuhan. Disamping fungisinya untuk kegiatan sosial dengan menebarkan kebaikan dan hal positif lainnya. Saya mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang tinggi pada Pemprov Sumsel atas perhatian yang telah memberikan dalam menjaga kerukunan antar umat beragama ditengah perbedaan yang ada di Sumsel,” ucap Menag Lukman Hakim Saifudin Dilain pihak, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Budi Tanuwibowo mengucapkan terimakasih pada Menteri Agama dan Gubernur Sumsel yang telah mendukung berdirinya Kong Miao di Kompleks JSC Palembang. Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin bersama Gubernur H. Herman Deru dikesempatan tersebut berkenan menandatangani prasasti dan penguntingan pita sebagai tanda peresmian klenteng Kong Miao yang berlokasi di Kompleks JCS Palembang. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Herman Deru Inginkan Kemitraan Bidang Sport Tourism
Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru memberikan apresiasi atas sikap berani Kabupaten Badung Provinsi Bali yang berkeinginan mambangunan stadion olahraga yang representative yang nantinya dapat dijadikan sebagai pusat olahraga yang disandingkan dengan dunia pariwisata (sport tourism). Apresiasi tersebut diungkapkan H.Herman Deru ketika menerimaWakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa dan rombongan yang tergabung dalam Peserta Pekan Informasi (PIP) Kabupaten Badung tahun 2019 yang menjadikan Sumsel sebagai tujuan mencari informasi dengan konsep pembangunan pusat olahraga (Sport City) yang ada di Jakabaring Palembang. Saya apresiasi Kabupaten Badung yang telah mengambil keputusan berani. Sebagai saudara, Saya ingin meberikan masukan. Karena kami (Sumsel) ingin ada Kabupaten/Kota atau Provinsi yang dapat dijadikan sebagai mitra,” ungkap Gubernur dihadapan Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa di ruang rapat Bina Praja Pemprov. Sumsel, Rabu (10/6) siang. Dikesempatan ini Herman Deru membagi informasi diantaranya mengucapkatan terima kasih pada jajaran Pemerintah Kabupaten Badung yang telah memilih Sumsel sebagai lokasi mencari informasi pembangunan pusat olahraga. Dia merinci secara singkat pembangunan kawasan Jakabaring Sport City (JSC) yang sebelumnya telah ditunjuk sebagai tempat digelarnya sejumlah event olahraga bertaraf dunia seperti Asean Games dan Asian Games. Herman Deru meminta pada jajarannya yakni OPD terkait dapat memberikan informasi yang akurat terkait apa yang dibutuhkan Kabupaten Badung dalam merealiasikan pembangunan pusat olahraga tersebut. "Saya intruksikan jajaran untuk dapat memberikan waktu yang seluas luasnya dengan keterbukaan. Intinya saya ingin mencari mitra. Kedepan pak Wabup kami juga berkeinginan untuk lakukan jalinan persahabatan dengan Kabupaten Badung dan Provinsi Bali," tegas Herman Deru. Sementara itu sebelumnya Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa mengucapkan terimakasih atas sambutan Gubernur Sumsel dan jajaran telah menerima kedatangan mereka terkait dengan rencana strategis yang akan di lakukan Kabupaten Badung membanguan stadion olahraga pada tahun 2020 mendatang. "Sektor olahraga akan kami akan jadikan nantinya sebagai kawasan sport tourism. Apalagi Kabupaten Badung sangat dekat dengan Denpasar," ucap I Ketut Suiasa. Dia juga menegaskan, Kabupaten Badung kedepan nantinya berkeinginan menjadikan Sport City untuk ditarik sebagai ladang bisnis. Karena itu pihaknya juga mengajak para wartawan yang liputan di Kabupaten Badung melakukan penjajakan di Provinsi Sumsel. "Kami bemerasa terhormat mendapatkan sambutan. Kita mengundang pak gubernu untuk berkunjung juga ke Kabupaten Badung. Kami akan terima dengan baik," pungkasnya. Ikut mendampingi Gubernur saat menerima rombongan Wabup Badung kali ini Asisten I Setda Provinsi Sumsel, Kadis Kominfo, Kadis Pemuda Olahraga, Direktur JSC, Staf Khusus Gubernur. Karo Humas Protokol, Kabag Humas dan para insan pers yang liputan di Kantor Gubernur. Dikesempatan ini juga dilakukan saling tukar cendramata. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Kejuaraan Dunia Bowling 2019, Piala Akan Diarak Keliling
Palembang, sumselprov.go.id -- Sukses menyelenggarakan kejuaraan dunia MXGP 2019 awal Juli lalu, Sumsel kembali bersiap menghelat kegiatan bertaraf internasional lainnya yaitu kejuaran dunia bowling pada 2 November 2019 mendatang di Palembang - Sumatera Selatan. Gelaran yang akan berlangsung pada awal November tersebut kian dimantapkan dengan berbagai persiapan yang matang, mengingat akan ada 93 negara yang turut serta. Bertempat di ruang tamu gubernur Sumatera Selatan pada Rabu (10/07) siang, Gubernur Sumsel Herman Deru menerima Ketua Persatuan Bowling Indonesia Percha Leanpuri dan para pengurus serta panitia yang menyerahkan 2 buah piala bowling yang bakal diperebutkan pada kejuaraan dunia bowling kepada Gubernur Herman Deru. Guna menyukseskan dan menyemarakkan perhelatan tersebut, Gubernur Herman Deru berinisiatif mengadakan pawai piala bowling berkeliling kabupaten/kota dan pusat-pusat perbelanjaan. "Kita akan arak juga pawai piala bowling ini berkeliling kabupaten/kota, juga kita bawa keliling ke mall-mall ataupun pusat keramaian" kata orang nomor satu di Sumsel itu. Pawai keliling piala bowling dimaksudkan Gubernur Herman Deru agar masyarakat luas lebih mengenal olahraga bowling. "Selama ini, olahraga bowling terkesan olahraga mahal, olahraga orang kaya. Kita ingin memasyarakatkan olahraga bowling ke seluruh lapisan masyarakat", tutur mantan Bupati Oku Timur dua periode ini. Dalam kesempatan itu Gubernur Herman Deru juga mengaku bangga putrinya Percha Leanpuri telah terpilih sebagai Ketua Persatuan Bowling Indonesia. Iapun berharap Percha dapat mengemban amanah tersebut meskipun sebagai Ketua sungguh tidak mudah di tengah keterbatasan venue bowling di Indonesia. Pria 51 tahun itu meminta kepada seluruh pengurus PBI dan kepanitiaan untuk bersungguh-sungguh melaksanakan tugasnya. "Kami minta untuk serius menangani event Internasional ini, sebab menyangkut nama baik negara. Juga untuk kesuksesan penyelenggaraan akan kami fasilitasi dengan baik",ungkap HD. Sementara, Ketua Persatuan Bowling Indonesia (PBI) Percha Leanpuri mengatakan pihaknya terus melakukan persiapan secara matang. "Kepanitiaan telah kami diskusikan dan kami bentuk. Bahkan kami juga akan sosialisasikan event ini kepada masyarakat", ujarnya. Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Gubernur Sumsel: Dekranasda Harus Mampu Buka Peluang Bisnis Bagi UMKM
Palembang, sumselprov.gp.id - Kita harus punya tanggung jawab sosial agar para pengrajin maupun pelaku UMKM, IKM Sumsel dapat berkembang dan mampu memasarkan produknya secara secara lokal, nasioanal maupun secara internasional. Pelaku usaha UMKM tidak bisa dibiarkan sendiri, kita harus bersama memberi sumbangsih dan kita harus peduli agar pelaku usaha UMKM di Sumatera Selatan ini dapat berpacu serta mampu bersaing dalam menjual produknya. Memotivasi, mendidik dengan adanya bimbingan teknis (Bimtek), mengajarkan pelaku usaha berkreasi menciptakan produk agar diminati konsumen. Hal itu diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru pada acara Dekranasda Craft Creativity Competition 2019 dan Temu UMKM se- Sumatera Selatan di Gedung Dekranasda Jakabaring Palembang, Rabu (10/7/2019) Gubernur Herman Deru utarakan sejak Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekransada) Sumsel Febrita Lustia Herman Deru dilantik 1 Oktober 2018 oleh ibu Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Yusuf Kala “Menjadi Ketua Dekranasda tidaklah mudah dan harus benar –benar serius dan punya tanggung jawab membina para pelaku usaha bisnis UMKM dan IKM serta pengrajin se – Sumasel agar mereka mampu bersaing secara lokal, nasional maupun internasioanal”ungkap Gubernur Herman Deru. Herman Deru mengharapkan, Dekranasda Sumsel dapat memfasilitasi para IKM dan UMKM yang ada di Sumsel mulai dari kreatifitasnya hingga etalasenya. Sebagian besar pelaku IKM dan UMKM di Sumsel, menurut dia, masih bersifat konvensional. Dirinya juga menyebut bahwa peluang besar saat ini yakni adanya bisnis jasa. “Perlu adanya kolobarasi antar semua pihak baik, tidak hanya dengan pemerintah tapi juga dengan instansi terkait yang peduli agar pelaku bisnis UMKM, IKM dan pengrajin dapat mandiri serta bersaing di dunia bisnis, juga harus dilirik peluang bisnis dibidamg jasa” ujar Gubermur Menurut Herman Deru, UMKM agar bisa bersaing secara lokal, nasional maupun nternasional, harus mengangkat kapasitas dan kualitas produk. Kemudian kredibilitas UMKM bisa dijual ke pasar global. Dengan memulai edukasi pelatihan sesuai peminat kerajinan. “Jangan selalu meniru yang ada tapi harus ada kreasi yang baru dan terobosan baru. Cari terus peluang bisnis dan musti kreatif membaca situasi pasar” ucap Herman Deru Harap Gubernur Sumsel, Herman Deru, meminta kepada pelaku usaha supaya mampu membaca peluang untuk memasarkan hasil kerajinannya. “Membaca peluang itu penting untuk memasarkan produk. Contoh pada saat penyelenggaraan MXGP kemarin, ternyata banyak pelaku usaha luar yang memanfaatkan berjualan kaos dan pelaku usaha kita tidak ada. Inilah yang menjadi permasalahan,” kata Herman Deru Tambah Gubernur, keinginan saya, Pengurus Dekranasda Sumsel harus bisa melihat maupun membaca pasar, dimana ada peluang cepar kita tangkap, soal persaingan para pelaku UMKM harus dibina dan harus kita backup “Khusus sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM perlu di upgrade (ditingkatkan) agar pengetahuan maupun wawasan para pelaku bisnis UMKM lebih Profesional” Jelas Giubernur Gubernur jelaskan lebih rinci, untuk merealisasikan suatu program perlu dibuat suatu pembinaan komunitas agar nanti ada yang yang bertanggung jawab atas komunitas tersebut agar jelas keberhasilan itu akan terlihat dan nyata manfaatnya bagi pengrajin, UMKM dan IKM. “Mari kita jadikan Dekranasda ini sebagai tempat show room produk sumsel, destinasi wisata kuliner dan peluang bisnis lainnya. Perlu saya informasikan juga pas (kebetulan) sama dengan program Rakor Gubernur se- Sumatera di Bengkulu .Yaitu akan dibangun atau pembuatan Sumatra Trading House di Provinsi Sumatera Selatan yang dapat kita jadikan sebagai tempat ekspose hasil komoditi dari seluruh provinsi yang ada di pulau Sumatra," tutup Herman Deru, Pada acara tersebut dilakukan launching website, hadir Ketua Dekranasda Sumsel Febrita Lustia Herman Deru, Ketua dari Internasional Council For Small Business Indonesia Wilayah Sumsel sekaligus pengurus Dekranasda J.Rianthony Nata Kesuma, Ketua DWP Prov Sumsel Renny Devi A Nasrun, Para Kepala OPD Prov. Sumsel dan para pelaku UMKM, IKM, Pengrajin se Sumsel Tim MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya ke- XXXVII Tahun 2019
Palembang, sumselprov.go.id -- Pangkalan TNI AL Palembang yang bersinergi dengan segenap civitas instansi Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintahan Kota Palembang turut mendukung terlaksananya Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya ke XXXVII Tahun 2019. Latihan Armada Jaya ini adalah program latihan simulasi pertempuran yang dilaksanakan oleh unsur-unsur yang berada di bawah jajaran TNI AL yang bertujuan untuk menjaga kemampuan bertempur prajurit TNI AL dan seluruh Alutsista yang dimiliki. Selain daripada itu latihan ini juga disimulasikan untuk mempertahankan Kedaulatan NKRI. Ribuan Prajurit Angkatan Laut yang berjumlah 6.534 melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Manuvra Lapangan (Manlap) Latihan Puncak TNI AL Armada Jaya XXXVII tahun 2019 yang bertempat di Dermaga Ujung Komando Armada (Koarmada) II Surabaya. Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., yang langsung melaksanakan inspeksi terhadap kesiapan unsur dan prajurit TNI AL. Dalam kesempatan ini kasal menyampaikan bahwa “latihan ini sebagai bentuk tanggung jawab TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan kemampuan maupun kesiapsiagaan, guna mengemban amanah rakyat sebagai komponen utama perthanan Negara. Penyelenggaraan Latihan Armada Jaya yang merupakan puncak Latihan TNI Asngkatan Laut, bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan operasioal, juga sekaligus sebagai tolak ukur keberhasilan pembinaan latihan”. Adapun personel dan unsur yang terlibat Manlap Armada Jaya ini tergabung dalam tiga Komando Tugas Gabungan (Kogasgab), yaitu Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab), Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib), Komando Tugas Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin) serta empat Satuan Tugas Dukungan (Satgasduk) yaitu Satgasduk Pasukan Khusus, Satgasduk Informasi, Satgasduk Kesehatan dan Satgasduk Teritorial, dengan daerah Latihan di Laut Jawa dan Asembagus Situbondo, Jawa Timur. “Peperangan Informasi kali ini melibatkan peperangan Siber, dengan satuan dukungan Informasi kemudian dukungan kesehatan, Dukungan pasukan Khusus yang diuji sampai dimana kemampuan doktrin dan alat yang ada, serta terakhir Operasi Teritorial. Yang terpenting dalam latihan ini, bagaimana melaksanakan peperangan modern yang dihadapi dalam situasi untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”, tegas Kasal. Alutsista yang terlibat dalam latihan itu terdiri dari berbagai Kapal Perang (KRI). Ada berbagai jenis Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker, Kapal Bantu Tunda dan Kapal Bantu Rumah Sakit. Selain Kapal Perang, latihan juga melibatkan berbagai jenis Pesawat Udara Fixed Wing dan Rotary Wing. Serta Alutsista Marinir seperti BMP-3F, LVT-7, BVP-2, KAPA-K61, How 105, RM - 70 Grad, Rubber Boat, serta Puluhan Kendaraan Pendarat Amfibi milik Korps Marinir. Jayalah selalu TNI Angkatan Laut. NKRI harga mati!!!!! Jalesveva Jayamahe!!! TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Mendagri Keluarkan Radiogram Festival Gapura Cinta Negeri
Palembang, sumselprov.go.id – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia mengeluarkan radiogram tentang pelaksanaan Festival Gapura Cinta Negeri untuk menyambut Hari Ualng Tahun (HUT) RI ke- 74. Radiogram tersebut ditujukan kepada Gubernur, Bupati/Walikota Se- Indonesia dengan nomor 080/5739/SJ. “Festival digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-74 dan untuk menciptakan sebuah gerakan yang mengusung nilai cinta negeri,” kata Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo dalam keterangan tertulis pada Selasa (09/07/2019). Sebagaimana Radiogram tersebut, diberitahukan bahwa : Pertama, Kemendagri, Setneg, dan BEKRAF akan menyelenggarakan Festival Gapura Cinta Negeri tingkat RW. Periode pelaksanaan pada tanggal 8 Juli sampai dengan 17 Agustus 2019. Kedua, Kepala Daerah diminta mensosialisasikan secara masif, menggerakkan elemen masyarakat serta memfasilitasi pelaksanaan lomba melalui swadaya masyrakat di tingkat Rukun Warga (RW). Ketiga, ketentuan mengenai Festival Garuda Cinta Negeri tercantum dalam petunjuk Pelaksanaan dan Teknis Lomba Festival Gapura Cinta Negeri Tahun 2019. Informasi lebih lanjut dapat mengunjungi website www.kemendagri.go.id atau www.gapuracintanegeri.com Adapun petunjuk Pelaksanaan dan Teknis Festival Gapura Cinta Negeri secara rinci sebagai berikut : Yang melatar belakangi kegiatan ini adalah dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 74, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merayakannya Hari Ulang Tahun Negara Republik Indonesia dengan Festival Gapura Cinta Negeri dengan tema “Cinta Negeri”. Ketentuan lomba ada tiga uraian yang menyangkut Mekanisme, Syarat Peserta dan Cara mengirimkan hasil karya lomba gapura. Mekanisme lomba mencakup : Lokasi penilaian Gapura Indonesia berada di wilayah Republik Indonesia, Penilaian berdasarkan semangat gotong royong/kolaborasi, orisinalitas, keasrian, kebersihan, keunikan, kreativitas dan bermanfaat untuk warga, Karya harus menyertakan Logo HUT RI ke-74 dan unsur “Keindonesiaan” antara lain, Merah, Putih, Burung Garuda, dan Motif Kedaerahan Indonesia”, Karya tidak dibangun dengan menggunakan struktur permanen, Hasil karya yang dibangun tidak mengandung unsur Sara, Pornografi, Politik, Ormas, Merek, dan Produk Komersial apapun gapura berdiri utuh sampai dengan tanggal 17 September 2019, Sumber pembiayaan menggunakan swadaya masyarakat, tidak menggunakan dana desa/pemerintah. Syarat untuk menjadi peserta adalah perwakilan kelompok masyarakat di tingkat/lingkungan RW. Adapun cara mengirimkan hasil karya lomba gapura yaitu : Ø Masing-masing peserta wajib mengrimkan 10 foto yang terdiri dari 4 foto kemeriahan proses pembuatan gapura dan 6 foto hasil karya gapura dari berbagai angle Ø Ukuran foto maksimal 1 MB/foto Ø Peserta mengirimkan foto via website yang akan dibuka pada tanggal 15 Juli dan ditutup pada tanggal 7 Agustus 2019 (www.gapuracintanegeri.com) Ø Panitia akan menerima, mengakurasi dan menyeleksi seluruh hasil karya Ø Hasil Kurasi akan dinilai oleh juri Ø Kriteria penjurian ditentukan berdasarkan skoring juri Ø Posting video dan foto kemeriahan proses pembangunan gapura di Instagram dengan menggunakan #gapuracintanegeri mention ke account @gapuracintanegeri untuk membantu mempromosikan gapura anda menjadi pemenang favorit. Waktu Pelaksanaan : Tanggal 8 Juli s.d 31 Juli 2019 Festival Gapura di Daerah Tanggal 1 s.d 7 Agustus 2019 pengiriman Foto Gapura Tanggal 8 s.d 9 Agustus 2019 penjurian untuk menentukan 50 Gapura yang lolos ke tahap selanjutnya Tanggal 10 Agustus 2019 seleksi menentukan 10 (sepuluh) Pemenang Tanggal 11 Agustus 2019 survei 10 (sepuluh) Pemenang Tanggal 12 Agustus 2019 pengumuman 10 (sepuluh) Pemenang dan start voting Gapura favorit Tanggal 16 Agustus 2019 mengundang 10 pemenang ke Jakarta (masing-masing 2 perwakilan) Kriteria Penilaian : Beberapa kriteria umum adalah sebagai berikut : Semangat Gotong Royong/Kolaborasi Relevansi dengan Tema Cinta Negeri Nilai Seni dan Estetika Kreatifitas Visual Kreatifitas Penggunaan Bahan Orisinalitas Ide Pengumuman Pemenang pada tanggal 17 Agustus 2019 pengumuman 1 (satu) Gapura Terbaik dan 1 (satu) Gapura Favorit. Dalam perlombaan ini panitia lomba akan memberikan hadiah berupa : Piala Presiden, Piala ini adalah piala bergilir tahunan 10 (sepuluh) pemenang diundang ke Istana Merdeka untuk bertemu Presiden Republik Indonesia dan menerima penghargaan secara langsung Pemenang akhir terdiri dari 1 (satu) Pemenang Gapura Terbaik dan i (satu) Pemenang Gapura Terfavorit. Kontak Sekretariat, untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Sekretariat Festival Gapura Cinta Negeri melalui nomor telpon 0813-2843-3133/ 0813-2843-3134/ 0813-2843-3135. Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Bupati-Walikota Diinstruksikan Siaga Karhutla
Palembang, sumselprov.go.id -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengintruksikan para kepala daerah untuk aktif dan mewaspadai terjadinya bencana alam termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan berupaya sekuat tenaga dalam memfasilitasi penanggulanan bendana termasuk urusan Karhutla. Demikian juga dengan masyarakat kita mintakan kerjasamanya dalam mengatasi Karhutla ini," harap Wakil Gubernur Ir H Mawardi Yahya pada Apel Gerakan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2019 yang dilaksanakan di halaman Griya Agung Palembang, Selasa (9/7) petang. Wagub meminta Bupati/Wali Kota di Sumsel dapat menindaklanjuti instruksi ini kepada jajarannya masing-masing di tingkat kecamatan hingga desa dan keluarahan. Petugas yang ada di lapangan harus aktif dalam memantau dan meberikan informasi secara berjenjang jika ada terjadi bencana. Ini kita lakukan tidak lain agar cepat dalam melakukan penanggulangan, antisipasi dan menekan terjadinya banyak korban,” tambahnya. Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjen Doni Monardo yang bertindak sebagai Irup dalam Apel Gerakan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumatera Selatan Tahun 2019 menegaskan, BNPB sebagai lembaga yang dibentuk khusus dalam penanganan dan penanggulanagan bencana tentu tidak dapat bekerja sendiri. Namun membutuhkan peran aktif dari semua pihak. Mengingat dampak yang akan timbul dibalik bencana yang terjadi sangat luas baik bagi manusia maupun ekosistem alam lainnya. Karena itu pihaknya membutuhkan kolaborasi dari semua komponen bangsa mulai dari Pemerintah Pusat, Pemda, para pakar, akademisi, para dunia usaha lainnya. "Faktor penyebab Karhutla di Sumsel ada dua yakni faktor alam faktor manusia. Karhutla yang dipicu oleh faktor alam sangat kecil cuma satu persen. Sedangkan 99 persen adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri,” tegas Letjen Doni Monardo . Oleh Karena itu lanjut dia Karhutla yang disebabkan oleh faktor kelalaian manusia mendominasi. Karena itu, dia mengajak agar semua orang untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi timbulnya kebakaran diantaranya membuang putung rokok dan membakar sampah secara sembarangan. Selain itu Karhutla juga dapat timbul karena aktifitas membakar lahan sebagai media bercocok tanam bagi sebagian petani tradisional. "Langkah yang paling efektif bagi kita dalam menekan terjadinya Karhutla yakni dengan melakukan pendekatan pada masyarakat. Dengan memberikan formula baru dalam membuka ladang dengan cara tidak membakar,” imbuhnya. Di lain pihak Kepala BPBD Provinsi Sumsel, Iriansyah dalam laporannya menyebutkan Apel Gerakan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel Tahun 2019 digelar dalam rangka meningkatkan kesiap-siagaan personil dan peralatan dalam pencegahan karhutla di Provinsi Sumsel,. Kita akan optimaliasi peran tugas dan fungsi masing-masing OPD dalam upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten/kota dalam Provinsi Sumsel,” pungkasnya Selain Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, turut hadir juga Kapolda Sumsel, para anggota TNI/Polri, BUMN/BUMD, pelaku usaha perkebuhan dan tokoh masyarakat penting lainnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Usai Pimpin Upacara Pencegahan Karhutla di Sumsel Kepala BNPD Periksa Kesiapan Petugas Dan Peralatan
Palembang, sumselprov.go.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo memimpin upacra Gerakan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019. Acara berlangsung di Halaman Griya Agung Palembang, Selasa (09/07/2019) sore. Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo dalam sambutannya menyampaikan gerakan pencegahan perlu dimaksimalkan dalam mengatasi ancaman karhutla pada musim kemarau tahun ini yang diprediksi sedikit lebih lama dari kondisi tahun sebelumya. “Saya sangat berharap satgas bisa melakukan pendekatan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam melakukan pencegahan karhutla di sekitar kawasan permukiman dan lingkungan desa rawan kebakaran”, katanya. Satgas Karhutla Sumsel harus pandai mencari cara untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Banyak cara pendekatan, satgas diharapkan bisa mencari tahu pendekatan budaya apa untuk mencegah karhutla. Mari bersama-sama melakukan gerakan pencegahan dan menjaga alam dari kebakaran hutan dan lahan. Kita jaga alam maka alam akan menjaga kita”, pungkas Kepala BNPB RI. Sementara Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya berharap “Pemerintah Sumatera Selatan akan berupaya sekuat tenaga dalam memfasilitasi penanggulangan bencana termasuk urusan Karhutla. Demikian juga dengan masyarakat kita mintakan kerjasamanya dalam mengatasi karhutla ini”, kata Mawardi. Selanjutnya Wagub juga meminta peran kepala daerah, Bupati/Walikota di Sumsel dapat menindaklanjuti instruksi ini kepada jajarannya masing-masing di wilayah kecamatan hingga desa dan kelurahan. “Petugas yang ada dilapangan harus aktif dalam memantau dan memberikan informasi secara berjenjang jika ada terjadi bencana. Ini kita lakukan tidak lain agar cepat dalam melakukan penanggulangan, antisipasi dan menekan terjadinya banyak korban”, pungkasnya. Di tempat yang sama Kepala BPBD Prov.Sumsel H. Iriansyah, S.Sos, SKM., M.Kes mengatakan pihaknya menambahkan petugas untuk melakukan pengawasan hutan dan lahan yang rawan terbakar pada musim kemarau 2019 ini. “Untuk memaksimalkan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, pada tahun ini dilakukan penambahan 1.500 petugas dari BPBD Kabupaten/Kota dan TNI/Polri”, kata Iriansyah mengawali laporannya. Dia menjelaskan, pada tahun-tahun sebelumnya pihaknya menyiagakan 7.649bpetugas untuk melakukan pengawasan dan penanggulangan karhutla. Selain menambah petugas, BPBD Sumsel juga berupaya mengaktifkan kembali 756 poasko kebakaran hutan dan lahan yang digunakan untuk mencegah dan mengatasi kebakaran hutan dan lahan pada tahun lalu. “Menghadapi musim kemarau 2019 ini ratusan pokso kebakaran hutan dan lahan diaktifkan kemabli karena dinilai cukup efektif mencegah dan menagatasi kebakaran hutan dan lahan pada kemarau tahun lalu”, pungkas Iriansyah. Upacara diikuti 2.300 anggota Satuan Tugas Gabungan Pencegahan Karhutla Sumatera Selatan dari unsur BPBD Sumsel, TNI/Polri, Manggala Agni, Petugas Pemadam Kebakaran Pemerinta Kabupaten/Kota , Tim Reaksi Cepat penanggulangan kebakaran perusahaan perkebunan swasta, dan unsur elemen masyarakat. Dalam upacara itu, selain memeriksa kesiapan anggota Satgas Karhutla mengahdapi musim kemarau 2019 ini, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo didampingi Wagub Sumsel Mawardi Yahya, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli, dan Kepala OPD terkait memeriksa kondisi kesiapan peralatan pendukung seperti Peralatan dan Teknologi pemantau karhutla dari Sinar Mas, fire boat, dan Helikopter. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY