Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
H. Herman Deru Sebutkan Perbakin Merupakan Bagian Olahraga Menembak Bagi Masyarakat
Palembang, sumselprov.go.id - Saya dan pengurus yang baru akan mewujudkan olahraga menembak menjadi olahraga yang memasyarakat, dimana dimulai dari dan untuk masyarakat, dekat dan tumbuh dari masyarakat Sumsel. Khususnya dari desa, kabupaten dan kota mengingat menembak dan berburu adalah budaya kehidupan sehari hari masyarakat yang ada di daerah, sehingga potensi yang dimiliki dapat bersama-sama bersatu menuju prestasi. Hal tersebut diutarakan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) setelah resmi dilantik sebagai Ketua Umum Persatuan Menembak Indonesia (PERBAKIN) Sumsel Periode 2019-2023 bertempat di Griya Agung, Jumat, (18/7/2019). . “Saya akan mengajak dan bekerjasama ke seluruh bupati/walikota se-Sumsel untuk menyelenggarakan berbagai event, sehingga olahraga perbakin lebih dekat ke masyarakat roadshow ditambah dengan pengurus yang berkualitas dan berkompeten’’ ujar Herman Deru. Ketua Perbakin Sumsel Herman Deru bersama dengan Pengurus Provinsi Perbakin Sumsel resmi dilantik langsung oleh Ketua Umum PB. PERBAKIN, Letjen TNI Joni Supriyanto. . Sebelumnya Herman Deru yang terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) Perbakin pada 25 Mei 2019 yang lalu berharap kedepannya kepengurusan Perbakin mampu menorehkan sebuah prestasi yang akan membawa nama baik Sumsel. . . Menurutnya, Sumsel banyak memiliki atlet menembak yang berpotensi, namun bakat tersebut tidak seimbang dengan kesempatan yang ada. Oleh karena itu, Ia menghimbau agar dilantik juga kepengurusan Perbakin di Kabupaten kota untuk meningkatkan kegiatan Perbakin di daerah-daerah. . "Kita gencarkan sosialisasi ke masyarakat mengenai olahraga ini. Dan permudah masyarakat untuk bergabung dengan Perbakin, namun kita tetap memperhatikan syarat dan aturan yang berlaku," pungkasnya . Hadir dalam acara ini Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M.Hum., Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Denni Gapril, dan Bupati OI, H.M. Ilyas Panji Alam, Bupati PALI H.Heri Amalindo , Ketua TP PKK Prov.Sumsel Hj.Febrita Lustia Herman Deru Tim MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Habiskan Dana Rp 15 T, Sumsel-Babel Bakal Tersambung Jembatan Sepanjang 13 Km
Palembang, sumselprov.go.id -- Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Babel) bakal tersambung melalui jembatan sepanjang 13 kilometer (Km). Anggaran pembangunan semuanya berasal dari pemerintah pusat sebesar Rp 15 triliun. Gubernur Sumsel, Herman Deru mengungkapkan, pembangunan jembatan yang menghubungkan dua provinsi itu setelah digelar rapat tersebut antara Menteri PUPR kemarin sore. Turut hadir juga Gubernur Bangka Belitung dan sejumlah kepala daerah dari dua provinsi. "Kemarin, secara prinsip Kementerian PUPR sudah setuju (pembangunan jembatan Sumsel-Babel)," ungkap Deru, Jumat (19/7) seperti dikutif dari Merdeka.com Dijelaskannya, panjang jembatan 13 kilometer, di bagian Sumsel jembatan itu berada di Desa Tanjung Tapa, Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir. Sedangkan di Babel berada di Bangka Tengah. "2020 sudah running, dilakukan feasibilty study, biayanya mahal, yang bayar Kementerian PUPR bukan kita," ujarnya. Menurut dia, jembatan tersebut dinilai sangat krusial karena menjadi alternatif transportasi dari Sumatera ke Pulau Bangka. Jembatan ini juga disiapkan sebagai proyek strategi nasional. "Ya pakai APBN, tadinya Babel sudah mengundang investor dari China ternyata mereka menghitung Break Even Point (BEP). Hitung-hitungannya balik modal, kalau begitu gimana baliknya," kata dia. Dia berharap, keberadaan jembatan itu nantinya dapat menguntungkan kedua provinsi maupun daerah sekitar yang berujung pada peningkatan ekonomi daerah. "Bangka akan mendapatkan keuntungan pariwisata. Sumsel juga akan mendapat keuntungan dari perdagangan, mereka sangat tergantung dengan hasil bumi kita, sayur mayur, bahan pokok, jadinya mereka tidak perlu lagi mengambil bahan pokok di Jakarta, juga meningkatkan ketahanan nasional," pungkasnya. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Herman Deru Digelari Bapak Rumah Tahfidz
Palembang, sumselprov.go.id -- Berkat kepeduliannya terhadap perkembangan Rumah Tahfidz di Sumatera Selatan, Gubernur Sumsel, Herman Deru, digelari Bapak Rumah Tahfidz oleh para ustadz dan ustadzah se-Sumsel. Pemberian gelar tersebut dilakukan para ustadz dan ustadzah se-Sumsel saat acara Pembukaan Jambore Ustadz dan Ustadzah di Pesantren Tahfidz Kiai Marogan Kelurahan Talang Betutu Kecamatan Sukarami Palembang, Jumat (19/7). “Terima kasih atas pemberian gelar ini. Saya memang konsern dengan Rumah Tahfidz, makanya saya programkan satu desa atau kelurahan satu Rumah Tahfidz,” ucap Herman Deru. Seperti dikutif dari sumeks.com Menurut dia, Rumah Tahfidz ini memiliki daya tarik yang positif di masyarakat. Dalam hal ini tentu ada penggerak tidak hanya Gubernur, Bupati, Walikota dan Camat pasti butuh bantuan para ulama, hafidz dan hafidzah terkhusus ustadz dan ustadzah serta umat. “Tentu keterlibatan kaum muslim dan muslimah untuk memberikan pendidikan yang cinta kepada Al Quran. Kalau tiang pokok ini berjalan tentu apa yang dicita-citakan para ulama yang mendahulukan kita akan segara terwujud,” terangnya. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Gubernur Herman Deru Minta Masyarakat Terbuka
Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru kembali melanjutkan safari jumatnya. Pada Jumat (19/7) Masjid Nurush Sholihin Jalan Sukorejo RT 09 8 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Palembang yang mendapatkan giliran menjadi tempat lokasi sholat jumat berjemaah gubernur dan rombongan dari Pemprov. Sumsel. Dalam safari jumatnya tersebut gubernur H. Herman Deru kembali mengingatkan jemaah Masjid Nurush Sholihin untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan senantiasa meramaikan dan memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah umat muslim. "Saya bangga dengan jemaah masjid Nurush Sholihin. Bangunanya bagus, dingin pulo. Syukuri ini sebagai nikmat," ujar Gubernur. Disamping itu dia juga kembali menyebutkan tujuan dari safari ramadhannya tidak lain untuk meningkatkan jalinan tali silaturahmi dengan jemaah masjid Nurush Sholihin. Sekaligus untuk menyerap aspirasi dari masyarakat. "Kadang kita lupa nikmat yang terbesar adalah kesehatan. Selan itu nikmat silaturahmi antara kita tetap terjadin dengan baik," tegas Gubernur. Dia menjelaskan sebagai seorang umaro atau pemimpin pemerintahan. Dirinya tetap mengajak jajaran agar dapat menggunakan jabatan untuk kemaslahatan umat. Dengan tetap menjaga talisilaturahmi dengan semua orang tanpa membedakan strata kedudukan di tengah masyarakat. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Herman Deru Terharu Kunjungi Tempat Ini
Palembang, sumselprov.go.id -- Keberadaan Yayasan Ummi Romlah dan Smile Train yang menangani kasus bibir dan langit sumbing mendapatkan apresiasi dari Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru. Bahkan gubernur mengaku sangat terharu atas inisiatif yayasan ini dalam membantu anak-anak sumbing terutama yang datang dari daerah dan keluarga yang kurang mampu. Saya berkesempatan meninjau langsung sebuah yayasan yang pengurusnya masyarakat murni bergerak dibidang sosial. Yakni memberikan pelayanan operasi bibir dan langit sumbing. Mengaapa saya terharu, karena ini datang dari masyarakat untuk masyarakat. Sama sekali tidak dipungut biaya,” tegas Herman Deru saat meninjau secara langsung Rumah Singgah Yayasan Ummi Romlah dan Smile Train” yang membidangi kasus bibir sumbing dan langit Sumbing yang terletak di Jalan Baitullah Kampung Sukorejo No. 130 RT.09 RW 2 Kelurahan 8 Ilir Kecamatan Ilir Timur II Palembang. Usai mengelar Safari Jumat diwilayah itu, Jumat (19/7). Mantan Bupati OKU Timur dua periode ini meminta pihak terkait dapat memantu memfasilitasi yayasan ini dalam proses mobiliasi, penampungan, penaganaan operasi dan pengobatan pasca operasi penderita. Sehingga nantinya para anak penderita bibir dan langit sumbing di Sumsel dapat hidup dengan normal. Saran saya pihak yayasan dapat berkomunikasi dengan pemerintah untuk Mensosialisasikan kerja sosial ini. Jika ada benturan masalah operasional sampaikan langsung dengan saya. Kepada semua pihak khususnya dinas kesehatan bantulah fasilitas yayasan ini,” tegas Gubernur. Dia berharap para anak penderita sumbing yang telah mendapatkan penanganan operasi kedepannya dapat hidup dengan normal dan tidak lagi merasa terasing dari teman dan lingkungan sekitar. Ini ada anak namanya Azril yang datang bersama orang tuannya . Azril ini datang dari daerah desa Tinggal Jaya Campang Tiga. Untung orang tuanya cepat sadar kalau anaknya harus dilakukan tindakan operasi sejak dini. Sehingga jika sudah besar nanti tidak minder lagi,” tandasnya. Sementara itu Muflih, Camat Ilir Timur II Palembang menegaskan, Pemkot Palembang sudah berupaya memberikan perhatian pada Yayasan Ummi Romlah dan Smile Train yang menangani kasus bibir dan langit sumbing tersebut. Bahkan belum lama ini pihak yayasan sudah bertemu langsung dengan Wakil Walikota Pelembang. Harapan kita kedepan yayasan sosial ini tidak hanya ada di Palembang tapi juga ada di Kabupaten/Kota lainnya di Sumsel,” tegas Muflih. Dilain pihak Endang salah satu pengurus Yayasan Ummi Romlah dan Smile Train menegaskan, sejak didirikan pada tahun 2012 lalu setidaknya sudah ada 1800 orang penderita bibir dan langit sumbing telah dioperasi. Sedangkan rumah singgah yayasan ini baru berdiri sejak 2016 lalu. Dalam satu bulan terakhir 35 orang sudah operasi. Sedangkan yang menunggu giliran untuk di operasi masih ada 40 orang,” terangnya. Endang menambahkan, para pasien bibir sumbing yang datang ke yayasan ini bukan saja dalam Provinsi Sumsel namun juga ada yang bersal dari Provinsi Jambi dan Lampung. Kendala yang kita hadapi sekarang adalah masalah mobilasi pasien yang datang dari daerah mau datang ke Palembang. Kalau sudah di Palembang kita tampung di rumah singgah untuk makan minum sudah disipakan pihak yayasan,” tambahnya. Terkait dengan kunjungan Gubernur, Endang berharap pemerintah Provinsi dapat mempasilitasi bantuan sosial (Bansos) mengoperasi penderita bibir sumbing yanga ada di Kabupaten/kota. Biaya operasi semuanya semua ditanggung yayasan dari dokter yang peduli untuk beramal,” tandasnya. Sementara itu salah satu orang tua mengaku sangat senang dengan adanya yayasan ini dan berharap para orang tua lainnya dapat membawa anaknya yang sumbing untuk dioperasi melalui Yayasan Ummi Romlah dan Smile Train. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Gubernur : Tol Kapalbetung Sifatnya Sangat Kebutuhan
Palembang, sumselprov.go.id -- Sehari setelah paparan Gubernur Sumsel H Herman Deru dan para Bupati/Wako di hadapan Kementerian PUPR RI, Rabu (18/7). Kementerian PUPR RI langsung bergerak cepat merespon apa yang telah menjadi kebutuhan warga Sumsel, dibuktikan dengan ditugaskannya Ketua Tim Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU dan Perumahan Rakyat RI, Kuntjhahjo untuk melakukan pertemuan lanjutan dengan gubernur Sumsel Khusus membahas kelanjutan pengerjaan pembangunan jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapalbetung). Pertemuan tersebut dilaksanakan di ruang rapat Griya Agung Palembang, Jumat (19/7). Gubernur mengharapkan adanya pertemuan satu meja tersebut, diharapkan ada titik terang terkait dengan kelanjutan pengerjaan pembangunan jalan tol Kapalbetung. Apalagi keberadaan ruas tol ini sangat penting dalam mengatasi kemacetan yang kerap terjadi diruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera. "Pertemuan ini dalam rangka penajaman tahapan kelanjutan pembangunan jalan tol Kapalbetung. Saya ingin tol Kapalbetung, khususnya akses penghubung Palembang-Betung segera dilakukan karena ini sifatnya sangat kebutuhan," ucapnya. Dijelaskannya, ruas jalan penghubung Palembang- Betung yang ada selama ini sudah tidak mampu lagi menampung kendaraan yang begitu banyak. Akibatnya ruas jalan tersebut kerap mengalami kemacetan yang luar biasa. "Ruas jalan Palembang -Betung saat ini betul-betul kemacetannya luar biasa. Seharusnya waktu tempuh hannya dengan 25 menit saja. Akibat macet bisa mencapai dua sampai tiga jam," tambahnya. Herman Deru menyebutkan dengan adanya jalan tol Kapalbetung ini nantinya kemacetan yang ada di ruas jalan Palembang -Betung saat ini bisa diurai. Apalagi Pemkab Banyuasin siap mendukung. "Harapan saya jalan tol ini nantinya dapat menguraikan kemacetan . Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga sangat merespon ini jika ada kendala dilapangan, mereka siap membantu," imbuh Gubernur. Dengan kehadiran tim BPJT Kementerian PU dan Perumahan Rakyat RI, Herman Deru berharap ada angin segar bagi Provinsi Sumsel. Sebab meskipun ruas jalan Palembang-Betung dilakukan pelebaran oleh Pemerintah Daerah namun nyatanya belum mampu mengurai kemacetan karena tingginya mobilitas angkutan yang melintas ruas jalan tersebut. Dampaknya sangat merugikan karena tidak maksimalnya pelayanan yang diberikan pada masyarakat terutama dari kalangan pagawai yang harus terjebak kemacetan hingga empat jam lebih. "Kita harapkan hal ini dapat disampaikan pada pak menteri. Dan nantinya ada angin segar bagi masyarakat Sumsel,"harapnya. Sementara Ketua Tim Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PU dan Perumahan Rakyat RI, Kuntjhahjo mengatakan pembangunan jalan tol Palembang-Batung akan dikerjakan sesuai rencana. Karena itu dia berusaha menyakinan pemerintah Provinsi Sumsel terakit dengan proyek tol trans Sumatera tersebut. "Nanti progres pembangunan tol ini akan kita lakukan seseuai schedule,"ucapnya secara singkat. "Yang paling banyak dosa dan harus minta maaf dengan rakyat itu pemimpin. Jabatan dapat menjadi sarana amal jika benar dalam memimpin. Tapi kalau salah teken bisa menjadi bencana bagi sang pemimpin juga bagi rakyat,. Lirikan mata, ucapan seorang pemimpun bisa jadi amal ibadah jika digunakan dengan baik," tegasnya. Gubernur juga menegaskan, saat ini sudah saatnya ada keterbukaan antara pemerintah dengan masyarakat, demikian juga halnya dengan pangaturan lalulintas di dalam Kota Palembang yang kerap terjadi kemacetan. Dia mengajak semua pemilik angkutan barang dengan tonase tinggi agar mematuhi Peraturan Walikota terkait dengan angkutan dalam kota. "Jadi kita sebagai pemimpin ini jangan ragu dalam menentukan sikap selama untuk kemaslahatan orang banyak,. Karena itu harus ada keterbukaan antara pemimpin dengan masyarakat yang dipimpin," imbuhnya. Sementara itu Drs H. Thoifi Kamudin selaku pembina dan pengurus masjid dalam sambutan singkatnya menyampaikan sejumlah kegiatan jemaah di masjid Nurush Sholihin. Dan menjelaskan kegiatan pembangunan masjid setempat sekaligus mengucapkan terimakasih pada Gubernur atas kesempatannya telah menggelar safari jumat bersama jemaah masjid Nurush Sholihin. Sementara itu yang bertindak selaku petugas khotib dan imam dalam sholat jumat berjemaah kali ini Drs. HM. Fairan H Asih. Dalam khotbahnya HM. Fairan H Asih kembali mengajak jemaah senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan senantiasa menjalankan perintahnya dan meninggalkan semua larangannya. Khotib juga menyinggung soal menunaikan ibadah haji ke tanah suci mekkah. "Saat ini banyak jemaah haji kita berangkat ke tanah suci. Mereka tidak ada bedanya yang kaya atau miskin. Mereka yang berangkat ke tanah suci karena panggilan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kita yang belum berangkat mari berdoa semoga ditahun-tahun mendatang dapat menunaikan ibadah haji," harapnya. Ikut dalam romongan gubernur sejumlah pejabat Pemprov. Sumsel, Staf Ahli, Staf khusus dan para Kepala OPD. Camat Ilir Timur 3 Muflih dan luruh 8 ilir. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Ayo Saksikan Kejuaraan Polo Air Sriwijaya Cup 2019 Di Palembang
Palembang, sumselprov.go.id – Pemerintah sangat mendorong perkembangan dan pertumbuhan olahraga air (sport water) mengingat Palembang juga kaya akan sumber daya air. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov. Sumsel) mendukung penuh apa pun kegiatan yang sifatnya dapat melibatkan masyarakat Provinsi Sumsel dalam hal positif. Kali ini, Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Polo Air Sriwijaya Cup 2019 pada 20 Juli 2019 (besok/red) kompetisi seperti ini dapat melahirkan bibit atlet putra dan putri daerah yang akan mengharumkan nama Provinsi Sumsel baik secara nasioanal maupun internasioanal Ayo Dukung dan Saksikan Kejuaraan Polo Air Sriwijaya Cup 2019 yang akan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, Hari Sabtu, 20 Juli 2019, mulai jam 07.00 s/d 17.00 WIB di Kolam Renang Lumban Tirta Kampus Palembang. Kejuaran yang bertujuan mencari bibit-bibit baru di cabang Olahraga Polo air merupakan kejuaraan Polo Air Mini Mix (campuran) berusia dibawah 14 Tahun (U-14). . Setidaknya 6 tim yang berasal dari Kota Palembang sebanyak 4 tim, Kabupaten Muba sebanyak 2 tim dan Kota Prabumulih sebanyak 2 tim. "Kejuaraan ini diikuti oleh 6 tim dengan rincian 1 tim terdiri dari 7 orang, jadi total yang ikut sebanyak 42 peserta. Polo Air ini akan dilaksanakan dalam 4 babak, dalam 1 babak peserta bermain hanya 8 menit,, Dalam kejuaraan tersebut, seluruh peserta yang mengikuti Kejuaraan Polo Air Sriwijaya Cup 2019 mengacu ke asosiasi Federation Internationale de Natation (FINA) atau Federasi Renang Indonesia sehingga kejuaraan ini benar-benar berkelas. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Tujuh Usulan Pembangunan Infrastruktur Sumsel Disetujui Menteri PUPR
Jakarta, sumselprov.go.id - Sedikitnya tujuh pembangunan infrastruktur di Sumatra Selatan langsung disetujui oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dari sejumlah usulan yang diajukan Provinsi Sumatra Selatan terkait program pembangunan infrastruktur. Persetujuan usulan tersebut terealisasi pada saat Gubernur Sumsel H. Herman Deru dengan inisiatif mengajak sejumlah bupati dan wali kota se-Sumsel saat rapat dan paparan langsung di hadapan Menteri PUPR RI Basoeki Hadimoeldjono, di Kantor Kementerian PUPR RI Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019) “Inisiasi saya ini membuahkan hasil dengan mengajak dan membawa Gubernur Babel, serta sejumlah wali kota dan bupati se Sumsel rapat dan paparan langsung di hadapan Menteri PUPR RI Basoeki Hadimoeldjono, di Kantor Kementerian PUPR RI Jakarta," ujar Herman Deru. Herman Deru mengutarakan, tercatat ada sedikitnya 7 usulan pembangunan infrastruktur yang langsung disetujui Menteri untuk dipercepat pembangunannya seperti Jembatan Paiker di Kabupaten Empat Lawang, Pelebaran Jalan Banyuasin-Betung, lanjutan pembangunan Tol Kapalbetung serta realisasi Jembatan Bangka-Sumsel. Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku sengaja mengajak gubernur, wali kota dan Bupati se-Sumsel untuk ramai-ramai paparan ke Menteri PUPR. Hal ini sejalan dengan Visi Misi Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya (MY) yang ingin fokus menggenjot pembangunan infrastruktur di Sumsel. “Ini adalah bentuk komunikasi yang nyata dan berbukti. Dengan begini semua permasalahan pembangunan di daerah cepat teratasi. Palembang-Betung segera diatasi oleh Kementerian, dan Jalan Tol Kapal Betung dilanjut. Untuk seksi Palembang-Betung juga begitu” Ini buktinya," tegas Herman Deru Untuk itu menurut dia, pihaknya akan membiasakan komunikasi seperti ini ke Kementerian-Kementerian lain agar semua persoalan langsung terjawab, karena untuk menganggarkan di APBD perlu estimasi, sedangkan pihaknya perlu tahu perkiraan intervensi pusat berapa. "Kalau beginikan kita sudah jelas artinya kita tidak harus lagi buang-buang anggaran untuk satu titik pembangunan yang memang sudah dianggarkan pusat. Saya yakin semua bupati senang dengan komunkasi seperti ini, boleh tanya sendiri dengan bupatinya,” pungkas Herman Deru. Adapun ketujuh infrastruktur tersebut, di antaranya program normalisasi Sungai Lambidaro Sekanak di Kota Palembang. Normalisasi ini langsung mendapat dukungan persetujuan menteri, dan akan mulai dilakukan pembangunan jika pembebasan lahan selesai di tahun 2020. Jembatan Paiker di Kabupaten Empat Lawang, Pelebaran Jalan Banyuasin-Betung, lanjutan pembangunan Tol Kapalbetung serta realisasi Jembatan Bangka-Sumsel. Berikutnya adalah pelebaran Jalintim sepanjang 57 KM Banyuasin-Betung yang saat ini kondisinya sangat kritis dan memicu kemacetan kendaraan hingga 3 jam lamanya. Bahkan lebih parahnya kemacetan ini diketahui mengganggu lalu lintas perekonomian di 7 provinsi seperti Jambi, Riau, Aceh, Sumbar dan Sumut. Meskipun sejumlah perbaikan dan pelebaran telah dilakukan oleh Pemda setempat. Selain Jalintim di Banyuasin, dalam rapat terbatas itu Menteri PUPR RI Basoeki Hadimoeldjono, juga berkomitmen memprioritaskan pembangunan exit tol di kawasan Mesuji OKI sepanjang 11 KM dengan dana APBN. Sedangkan sisa pembangunan 6 KM lagi diserahkan ke Provinsi Sumsel. Lalu yang keempat adalah disetujuinya akses jalan menuju Bandara di Kota Lubuklinggau dan peralihan exit tol ke kawasan industri di kota perbatasan tersebut sesuai keinginan Walikota Lubuk Linggau Prana Putra Sohe saat paparan. Kemudian yang tak kalah menggembirakan bagi warga Kabupaten Empat Lawang, Lahat dan sekitarnya dalam rapat singkat itu Menteri PUPR juga memastikan akan mempercepat pembangunan Jembatan Paiker yang putus beberapa waktu lalu dengan menggunakan dana pemerintah pusat secara penuh. Pembangunan infrastruktur yang berikutnya yang tak kalah ditunggu-tunggu adalah soal pembangunan Jembatan Bangka-Sumsel. Khusus untuk jembatan ini Menteri PUPR juga mengungkapkan dukungannya secara utuh. Hanya saja ia meminta pemerintah Sumsel dan Bangka melakukan studi kelayakan (feasibility study) yang baik terlebih duku dan kuat karena Ia sudah menyetujui pembangunan dilakukan dengan dana APBN secara keseluruhan. “Mari bikin fesibility yang kuat agar kami bisa putuskan ini dibangun karena banyak daerah lain yang juga minta dibangunkan jembatan seperti misalnya Batam. Saya dukung penuh, Fisibility Studynya harus baik dan kuat nanti kita mulai desain. Bila perlu 13 KM lewat laut kalau APBD-nya kurang mendingan ditangani APBN,” jelas dia. Seperti diketahui selain Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, sejumlah wali kota seperti Wali Kota Palembang H. Harnojoyo, Wali Kota Lubuk Linggau H. Prana Putra Sohe, ada juga bupati lainnya tampak hadir dalam rapat tersebut. Seperti Bupati Banyuasin H. Askolani, Bupati Kabupaten OKI H. Iskandar, juga Bupati Kabupaten Empat Lawang Joncik Muhammad dan Bupati Bangka Selatan. Di tempat yang sama, Wali Kota Palembang H. Harnojoyo diwawancarai usai rapat juga mengaku sangat senang dengan terobosan yang dilakukan gubernur tersebut. Sejak menjabat Wali Kota hingga masuk periode kedua menurut dia, baru kali ini ada gubernur yang berinisiatif mengajak ramai-ramai paparan langsung dengan Menteri PUPR. ”Tentu senang dan Saya kira ini inisiatif yang bagus sekali terutama untuk percepatan pembangunan. Kebetulan tadi usulan normalisasi Lambidaro Sekanak sudah disetujui pak Menteri mudah-mudahan tahun 2020 bisa mulai dilakukan,” tutup dia. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Deru Boyong Walikota-Bupati ke Menteri PUPR Untuk Genjot Infrastruktur
Jakarta, sumselprov.go.id -- Inisiasi Gubernur Sumsel H.Herman Deru membawa Gubernur Babel, serta sejumlah Walikota dan Bupati se Sumsel rapat dan paparan langsung di hadapan Menteri PUPR RI Basoeki Hadimoeldjono, di Kantor Kementerian PUPR RI Jakarta Selatan, Kamis (18/7) sore berbuah manis. Tercatat ada sedikitnya 7 usulan pembangunan infrastruktur yang langsung disetujui Menteri untuk dipercepat pembangunannya seperti Jembatan Paiker di Kabupaten Empat Lawang, Pelebaran Jalan Banyuasin-Betung, lanjutan pembangunan Tol Kapalbetung serta realisasi Jembatan Bangka-Sumsel. Adapun ke-7 infrastruktur tersebut di antaranya program normalisasi Sungai Lambidaro Sekanak di Kota Palembang. Normalisasi ini langsung mendapat dukungan persetujuan Menteri dan akan mulai dilakukan pembangunan jika pembebasan lahan selesai dilakukan tahun 2020. Berikutnya adalah pelebaran Jalintim sepanjang 57 KM Banyuasin-Betung yang saat ini kondisinya sangat kritis dan memicu kemacetan kendaraan hingga 3 jam lamanya. Bahkan lebih parahnya kemacetan ini diketahui mengganggu lalu lintas perekonomian di 7 provinsi seperti Jambi, Riau, Aceh, Sumbar dan Sumut. Meskipun sejumlah perbaikan dan pelebaran telah dilakukan oleh Pemda setempat. Selain Jalintim di Banyuasin, dalam rapat terbatas itu Menteri PUPR RI Basoeki Hadimoeldjono, juga berkomitmen memprioritaskan pembangunan exit tol di kawasan Mesuji OKI sepanjang 11 KM dengan dana APBN. Sedangkan sisa pembangunan 6 KM lagi diserahkan ke Provinsi Sumsel. Lalu yang keempat adalah disetujuinya akses jalan menuju Bandara di Kota Lubuklinggau dan peralihan exit tol ke kawasan industri di kota perbatasan tersebut sesuai keinginan Walikota Lubuk Linggau Prana Putra Sohe saat paparan. Kemudian yang tak kalah menggembirakan bagi warga Kabupaten Empat Lawang, Lahat dan sekitarnya dalam rapat singkat itu Menteri PUPR juga memastikan akan mempercepat pembangunan Jembatan Paiker yang putus dan mengisolir sejumlah warga beberapa waktu lalu dengan menggunakan dana pemerintah pusat secara penuh. Pembangunan infrastruktur yang berikutnya yang tak kalah ditunggu-tunggu adalah soal pembangunan Jembatan Bangka-Sumsel. Khusus untuk jembatan ini Menteri PUPR juga mengungkapkan dukungannya secara utuh. Hanya saja ia meminta pemerintah Sumsel dan Bangka melakukan fisibility study yang baik terlebih duku dan kuat karena Ia sudah menyetujui pembangunan dilakukan dengan dana APBN secara keseluruhan. "Mari bikin fisibility yang kuat agar kami bisa putuskan ini dibangun karena banyak daerah lain yang juga minta dibangunkan jembatan seperti misalnya Batam. Saya dukung penuh, Fisibility Studynya harus baik dan kuat nanti kita mulai desain. Bila perlu 13 KM lewat laut kalau APBD nya kurang mendingan ditangani APBN," jelasnya. Sementara itu Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku sengaja mengajak Gubernur, Walikota dan Bupati se Sumsel untuk ramai-ramai paparan ke Menteri PUPR. Hal ini sejalan dengan Visi Misi Gubernur Sumsel Herman Deru (HD) dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya (MY) yang memang ingin fokus menggenjot pembangunan infrastruktur di Sumsel. "Ini adalah bentuk komunikasi yang nyata dan berbukti. Dengan begini semua permasalahan pembangunan di daerah cepat teratasi. Palembang-Betung segera diatasi oleh Kementerian, dan Jalan Tol Kapal Betung dilanjut. Untuk seksi Palembang-Betung juga begitu. Ini buktinya. Makanya Saya akan biasakan komunikasi seperti ini ke Kementerian-Kmenterian lain agar semua persoalan langsung berjawab. Karena apa? Untuk menganggarkan di APBD inikan perlu estimasi sedangkan kita perlu tahu kira kira intervensi pusat berapa. Kalau beginikan kita sudah jelas artinya kita tidak harus lagi buang-buang anggaran untuk satu titik pembangunan yang memang sudah dianggarkan pusat. Saya yakin semua Bupati senang dengan komunkasi seperti ini, boleh tanya sendiri dengan Bupatinya," jelas Herman Deru bersemangat. Seperti diketahui selain Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, sejumlah Walikota seperti Walikota Palembang H.Harnojoyo, Walikota Lubuk Linggau H. Prana Putra Sohe, ada juga bupati lainnya tampak hadir dalam rapat tersebut. Seperti Bupati Banyuasin H.Askolani, Bupati Kabupaten OKI H.Iskandar SE, juga Bupati Kabupaten Empat Lawang Joncik Muhammad dan Bupati Bangka Selatan. Rombongan ini tiba sekitar pukul 14.55 wib waktu setempat, untuk kemudian melanjutkan rapat dan paparan satu-satu mengenai persoalan dan usulan prioritas pembangunan tiap-tiap daerah selama kurang lebih 2,5 jam. Di tempat yang sama, Walikota Palembang H.Harnojoyo diwawancarai usai rapat juga mengaku sangat senang dengan terobosan yang dilakukan Gubernur tersebut. Sejak menjabat Walikota hingga masuk periode kedua menurutnya baru kali ini ada Gubernur yang berinisiatif mengajak ramai-ramai paparan langsung dengan Menteri PUPR. "Tentu senang dan Saya kira ini inisiatif yang bagus sekali terutama untuk percepatan pembangunan. Kebetulan tadi usulan normalisasi Lambidaro Sekanak sudah disetujui pak Menteri mudah-mudahan tahun 2020 bisa mulai dilakukan," tutupnya. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY