Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Pemenang Lomba Foto MXGP 2019 Kategori Foto Jurnalistik Sumsel
22 Jul 2019 Dilihat 177x

Pemenang Lomba Foto MXGP 2019 Kategori Foto Jurnalistik

Palembang, sumselprov.go.id -- Dinas Kominfo dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sumatera Selatan dalam memeriahkan Event Internasional MXGP 2019 yang berlangsung 5 – 7 Juli yang baru lalu mengadakan Lomba Foto dengan Tema MXGP dan Kejurnas Motocross 2019. Lomba foto ini dibagi dua kategori yaitu Foto Umum dan Foto Jurnalistik Berdasarkan hasil seleksi panitia penyelenggara lomba foto MXGP 2019 , berikut pemenang Kategori Foto Jurnalistik : Juara 1  @mohammadtohir03.  Juara 2   @praburzki                   Juara 3  @evanzumarli Beriku foto terbaik MXGP 2019 Kategori Jurnalistik  dan berhak menerima uang sebesar masing-masing @Rp. 250.000 : @ibrohimalfery,  @Alhadi_Farid,  @ budiman_abu_abdurrahaman, @evanzumarli,  @fadjrie.images , @ferdinand_deffriyansyah83, @hafidzmubarak, @koerniawannegara ,@panjiprasetyo2 , @syahrul_sripo,  @mohammadtohir03, @jackphotos TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Pemenang Lomba Foto MXGP 2019 Kategori Foto Umum Sumsel
22 Jul 2019 Dilihat 250x

Pemenang Lomba Foto MXGP 2019 Kategori Foto Umum

Palembang, sumselprov.go.id -- Dinas Kominfo dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sumatera Selatan dalam memeriahkan Event Internasional MXGP 2019 yang berlangsung 5 – 7 Juli yang baru lalu mengadakan Lomba Foto dengan Tema MXGP dan Kejurnas Motocross 2019. Lomba foto ini dibagi dua kategori yaitu Foto Umum dan Foto Jurnalistik. Berdasarkan hasil seleksi panitia penyelenggara lomba foto MXGP 2019 , berikut pemenang Kategori Foto Umum .  Juara 1  @bow_motret Juara 2  @mutia_myname Juara 3  @desoot Berikut foto terbaik MXGP 2019 Kategori Umum  dan berhak menerima uang sebesar masing-masing @Rp. 100.000, - (Seratus Ribu Rupiah) : @Bebentnp,  @denni_sriwijaya, @yowoyoy_ ,  @moty_moty81, @fatoni_c,  @ikral.s,  @intisaranadya,  @mfahlevi26, @oktaaditiaputra, @langit15, @mutia_myname MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Herman Deru Piawai Main Engrang di Monpera Sumsel
22 Jul 2019 Dilihat 694x

Herman Deru Piawai Main Engrang di Monpera

Palembang, sumselprov.go.id -- Sejumlah permainan tradisional mulai dari engkrang, bakiak batok, terompah panjang, congklak, hula hop, yeye, rangku alu dan lainnya kembali dipertunjukan dalam festival permainan anak tradisional ke-5 yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata kota Palembang bertempat di pelataran Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera). Dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke -53 Tahun 2019, Minggu (21/7). Bukan hannya kalangan anak-anak namun orang dewasapun terlihat antusias memainkan sejumlah permainan tradisional tersebut termasuk   Gubernur Herman Deru tampak antusias menjajal permainan  engrang dan bakiak batok kelapa. Kepiawainan mantan Bupati OKU Timur dua periode ini berjalan menggunakan engrang dan bakiak batok kelapa menjadi perhatian mereka yang hadir yang terdiri  ratusan 600 pelajar SD dan SMP se-kota Palembang dan kalangan, komunitas anak lainnya. Dalam sambutannya ketika membuka festival ini tradisional tersebut, Gubernur H. Herman Deru mengapresiasi digelarnya  festival permainan anak tradisional dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke -53 Tahun 2019. "Saya tertarik untuk hadir pada kegiatan festival permainan anak tradisional ini, karena saya anggap ini bentuk perhatian Pemkot Palembang terhadap pentingnya tumbuh kembang anak secara wajar dan sehat.  Bukan hanya tumbuh  fisik saja, namun juga intelektualitas dalam pergaulan," tegas Guberbur. Menurutnya banyak nilai edukasi yang terdapat dalam permainan anak tradisional, mulai dari engkrang, bakiak batok, terompah panjang, congklak, hula hop, yeye, rangku alu dan lainnya yang bagi sebagian besar orang dianggap sebagai permainan kampungan, padahal permainan tersebut telah ada sejak zamanan leluhur  terdahulu. "Permainan ini sebenarnya adalah olahraga yang telah ada sejak lama, yang di dalamnya terdapat nilai edukasi bagi anak-anak. Seperti nilai silaturahmi karena dalam permainan tersebut anak-anak berjumpa dan bermain bersama teman-temannya, kemudian olah pikir karena pikiran digunakan untuk hal yang positif dan olah fisik sebab saat bermain anggota tubuh bergerak yang secara otomatis mengeluarkan keringat", beber Herman Deru. Dilanjutkan Herman Deru tumbuh kembang anak merupakan tanggung jawab semua pihak dan melibatkan semuanya mulai dari Pemprov, Pemkot hingga masyarakat. Karena  jika kita tidak memiliki kepedulian terhadap anak lanjut dia, dikuatirkan anak-anak jaman sekarang (kids jaman now) akan menjadi manusia anti sosial. "Saya kuatirkan jika anak-anak ini tidak bersosialisasi secara fisik dengan teman sebaya atau lingkungannya, mereka akan menjadi manusia yang tidak peduli. Kids jaman now lebih asik dengan dunianya sendiri berkutat dengan gadget/androidnya, " jelas pria 51 tahun ini. Di sisi lain tambah Gubernur, jika permainan nasional tidak lagi dipertontonkan pada anak zaman sekarang. Bukan tidak mungkin permainan anak tradisional kian tergerus oleh kemajuan zaman  dan terlupakan akhirnya hilang tanpa bekas. Untuk itu pada festival permainan anak tradisional yang ke-5 ini, Herman Deru berharap kedepan lapangan Monpera kedepan sebagai ruang terbuka untuk anak. "Pemprov bersama Pemkot Palembang  dapat bekerjasama menjadikan Monpera sebagai ruang terbuka untuk anak. Silakan kerjakan desainnya, nanti kita bantu," papar Gubernur. Kehadiran gubernur Herman Deru  dalam festival permainan anak tradisional ke-5 kali ini didampingi istri Hj Febrita Lustia  Deru serta ditemani Danis salah satu cucu tercintanya. Herman Deru dalam sambutannya juga meminta pada orang tua dan semua  pihak terkait untuk dapat membentengi anak-anaknya dari bahaya peredaran narkotika dan obat-obat terlarang. Sementara Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang sekaligus Ketua Pelaksana festival permainan anak tradisional, Isnaini Madani mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai rangkaian peringatan Hari Anak Nasional yang ke-53, dan festival permainan anak tradisional telah memasuki pelaksanaan tahun ke-5. "Festival permainan anak tradisional ini dilaksanakan agar anak-anak lebih mengenal permainan yang mengutamakan ketangkasan ragawi, dan hampir terlupakan," ungkap Isnaini Madani. Ditambahkannya dipilihnya lokasi festival permainan anak tradisional di Monpera karena Monpera adalah lambang perjuangan sekaligus untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan kepada anak-anak. "Pada festival permainan anak tradisional ini digelar juga lomba-lomba, seperti lomba beregu putra bentengan, beregu putra tarik tambang, beregu putri tapak panjang, perorangan putri bakiak batok, balap karung, yeye, dan cak ingkling," tandasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Sumsel Akan Menjadi Provinsi Percontohan Gelar Kompetisi E- Sport Pertama Di Indonesia Sumsel
22 Jul 2019 Dilihat 194x

Sumsel Akan Menjadi Provinsi Percontohan Gelar Kompetisi E- Sport Pertama Di Indonesia

Palembang, sumselprov.go.id - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam waktu dekat bakal menjadi Provinsi Percontohan Penyelenggaraan Kompetisi E-Sport  akan gelar memperebutkan Piala Gubernur yang Pertama di Indonesia. Hal ini ditandai dengan diselenggarakannya kompetisi e-sport akan digelar “Sriwijaya Digital Festival” yang merupakan inisiasi Sriwijaya Digital Indonesia. Muhammad Imam Rahmatullah selaku CEO dari Sriwijaya Digital Indonesia menjelaskan bahwa   Sriwijaya Digital Festival, sebuah Exhibition Teknologi Pertama di Sumatera Selatan yang menyasar pada kaum muda. Dalam rangkaian acaranya Sriwijaya Digital Festival akan menggandeng salah satu Company Esports Indonesia yang telah sukses menyelenggarakan berbagai Event Esports berskala Nasional maupun Internasional Seperti, Mobile Legends Professional League, PUBG Mobile Indonesia National Championship 2019, serta menjadi bagian dari Piala Presiden Esports 2019, Revival TV. Irliansyah Wijanarko selaku Chief Growth Officer dari RevivaL TV mengatakan bahwa sudah waktunya perkembangan Esports di Indonesia merata, terutama setelah melihat animo masyarakat di luar pulau Jawa yang begitu besar. Atas dasar ini SDI bersama RevivaL TV menurutnya akan menginisiasikan niatnya untuk mengadakan Kompetisi Esports pertama dengan tingkat Nasional, Piala Gubernur E-sports Sumsel 2019. Niat baik inipun menurutnya langsung disambut hangat oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru, saat mereka beraudiensi di Bandara SMB II, Minggu (21/7/2019). Dengan persetujuan Gubernur tersebut, Sumsel otomatis akan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam penyelenggaraan pertama kalinya kompetisi e-sport Piala Gubernur di Indonesia. Untuk diketahui e-Sport adalah olahraga elektronik atau bisa disebut juga kompetisi bermain game. Akan ada dua game populer yang dipertandingkan yaitu PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) dan Mobile Legends. Kompetisi ini nantinya akan diikuti beberapa tim terbaik Indonesia yang telah mengikuti ajang internasional serta tak ketinggalan pemain lokal pun akan diikutsertakan dalam pertandingan ini. Sementara itu menurut Gubernur Sumsel Herman Deru pertandingan ini nantinya akan dijadikan pesta rakyat anak muda Sumsel. Terlebih saat ini  kompetisi E-sport sudah menjadi lifestyle anak muda masa kini. Namun demikian Ia menjelaskan mengenai waktu penyelenggaran masih akan menyesuaikan dari pemilik lisensi game karena saat ini ada salah satu game yang akan dipertandingkan sedang menyelenggarakan kompetisi. "Tentunya pemerintah akan mendukung dan saya minta untuk waktu penyelenggaraannya nanti di cocokkan dengan momentum hari nasional apapun", ucap Deru. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
Herman Deru Turunkan 9 Orang Tim Khusus Investigasi Kasus Korban MOS Sumsel
21 Jul 2019 Dilihat 152x

Herman Deru Turunkan 9 Orang Tim Khusus Investigasi Kasus Korban MOS

Palembang, sumselprov.go.id -- Tak mau kejadian semakin berlarut dan kembali berulang, Gubernur Sumsel H.Herman Deru langsung membentuk tim investigasi guna menuntaskan kasus yang menyebabkan dua orang siswa meninggal dunia saat mengikuti Masa Orientasi Sekolah (MOS) di Sekolah Taruna Indonesia Palembang. Ia bahkan memberi tenggat waktu seminggu bagi tim khusus yang dibentuk agar dapat menyelesaikan masalah tersebut. Hal itu dikemukakannya saat melayat langsung kerumah duka Wiko Jerianda (14) yang berada di Jalan Pertahanan Plaju pada Sabtu  (20/7) siang. Diakui Gubernur Sumsel H. Herman Deru usai mendapatkan kabar tentang telah meninggalnya Wiko dari awak media, Ia meyakinkan kepada masyarakat dan keluarga bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam atas kejadian ini. "Maka untuk proses hukum itu akan terus saya giring sedemikian rupa sehingga pihak kepolisian dapat segera mengembangkan apa yang sudah ditetapkan kemarin ada satu sebagai tersangka karyawan dari Sekolah Taruna Indonesia tersebut. Dan ini yang tadinya dikabarkan kritis ananda Wiko ini ternyata juga kembali kepada sang khalik," tuturnya Herman Deru menuturkan, jika persoalan ini merupakan kesalahan oknum maka Ia serahkan hukumnya berjalan dan ditegakan seadil-adilnya kepada penegak hukum baik itu kepolisian maupun kejaksaan. "Sekarang lagi dibuat tim untuk secara detail kenapa oknum itu bisa berbuat begitu apakah memang ada prosedur yang memang dibuat oleh lembaga, nah ini kita sedang kita turunkan timnya mudah-mudahan dalam waktu dekat akan dapat menyimpulkan. Kalau ini kesalahan lembaga maka kita akan berikan sanksi yang setimpal. Segera Saya kasih waktu seminggu saja tim ini untuk berkerja dari Senin ini nanti," ungkapnya Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh penyelenggara pendidikan bahwa untuk menuntut kedisipinan siswa tidak juga harus dengan kekerasan.  Sedangkan untuk Diknas Provinsi Sumsel ia menghimbau agar masa orientasi siswa itu seluruh format nya diubah. "Tim investigasi komprehensif jadi dari orang tua, dewan pendidikan kota, dewan pendidikan provinsi kita libatkan semua. Jumlah tim maksimal 9 orang diketuai oleh Kadis Pendidikan. Kemudian kepada orang tua sebelum mendaftarkan anak-anak ini cari tahu dulu sekolah yang dituju anak-anak, jangan sampai terhanyut karena namanya, gedungnya tapi bagaimana cara mereka memperlakukan peserta didik," pungkasnya TIMMC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Gubernur Janji Usut Kematian Siswa SMA Taruna Sumsel
21 Jul 2019 Dilihat 216x

Gubernur Janji Usut Kematian Siswa SMA Taruna

Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel berjanji akan membentuk tim khusus yang bekerja melakukan investigasi mulai, Senin (22/7) untuk menyelidiki kematian dua siswa SMA Taruna Indonesia. Hal itu dikatakan Gubernur saat mendatangi rumah duka keluarga Wiko Jerianda (16) di Perumahan Srimas, Jalan Pertahanan IV, Kelurahan 16 Ulu, Palembang, Sabtu (20/7). "Kita bentuk komprehensif. akan melibatkan orang tua siswa, dewan pendidikan kota dan provinsi. Saya tunjuk Kepala Dinas Pendidikan untuk menjadi ketuanya," ujar Deru. Tim yang dibentuk tersebut untuk menyelidiki kasus meninggalnya dua siswa saat mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS). Karena menurut Deru, penting bagi tim ini melihat apakah ada kesengajaan lembaga yang menjadi penyebab korban meninggal dunia. "Saya tidak mau lama, saya kasih waktu satu minggu saja tim ini bekerja untuk mencari fakta-fakta sebenarnya mengenai sekolah ini," tegasnya. Tim akan melihat mulai dari pendaftaran hingga proses masa pembinaan fisik dan mental yang dilakukan selama sepekan. Jika terbukti lembaga ikut menyebabkan kematian, maka gubernur berjanji akan memberikan tindakan tegas. "Tim akan menelusuri kenapa oknum berbuat begitu. Apakah ada kaitannya dengan prosedur yang dibuat lembaga. Kalau kesalahan ini ada di lembaga kita akan berikan sanksi setimpal,” Deru menegaskan. Dirinya ingin meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah tetap hadir bahkan siap memberikan perlindungan terhadap warganya. Apa lagi menurutnya, yang menjadi korban adalah anak-anak yang baru masuk ke jenjang SMA. "Semalam saya dapat kabar ananda WK putra pak Suwito, yang beberapa hari terakhir jadi pusat pemberitaan meninggal dunia. Sengaja saya ke sini untuk takziah, meyakinkan masyarakat dan keluarga, bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam atas kejadian ini," jelasnya. Untuk itu Deru meminta kepada pihak kepolisian dapat mengungkap kasus kematian dua siswa SMA Taruna benar-benar dapat diungkap. Untuk proses hukum akan terus saya giring sehingga pihak kepolisian dapat segera mengembangkan kasus inj," tuturnya. Terkait penetapan satu tersangka dalam kasus yang sebelumnya juga dialami rekan Wiko,Deru mempercayakan semuanya kepada pihak yang berwajib. Menurutnya, ada tidaknya pelaku baru tergantung pengembangan dan penyelidikan. "Kemarin sudah ada satu yang diitetapkan sebagai tersangka kebetulan karyawan sana. Dari awal saya katakan kalau kesalahan person, maka oknum itu harus diproses. Kita suruh penegak hukum,Polisi, Jaksa, Hakim,  dapat melakukan putusan seadil-adilnya," jelas dia. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Herman Deru Banggakan Predikat Sumsel Zero Konflik Sumsel
21 Jul 2019 Dilihat 315x

Herman Deru Banggakan Predikat Sumsel Zero Konflik

Palembang, sumselprov.go.id -- Meskipun memiliki masyarakat yang sangat heterogen dan beragam suku dan budaya, Provinsi Sumsel hingga kini masih menyandang sebagai daerah dengan predikat zero konflik. Hal ini menjadi kebanggan tersendiri bagi Gubernur Sumsel H.Herman Deru. Hal itu diungkapkannya saat menghadiri pembukaan Karnaval Kebhinekaan dengan tema Wong Kito Galo Bersatu merajut Kebhinekaan membangun kebersamaan dalam keberagaman guna mewujudkan Indonesia Unggul” di Pelataran Benteng Kuto Besak, Sabtu (20/7). Mengenakan kemeja batik jumputan berwarna kecokelatan, Herman Deru tampak hadir ditemani sang istri yang juga Ketua TP PKK Sumsel Hj Feby Deru. Adapun acara yang diinisiasi langsung oleh Polda Sumsel, Polresta Palembang dan Polres Banyuasin bersama Pemerintah Kota Palembang merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-73 Bhayangkara dan menyambut Hari Kemerdekaan HUT Ke-74 Republik Indonesia. Berbagai pertunjukan atraksi secara bergiliran dipertontonkan mulai dari tari kolosal Nusantara, marching band, reog ponorogo, barongsai dan marawis yang dikemas dalam Deville Karnaval Kebhinekaan (Deville 23 Lapisan Masyarakat, Budaya, Agama, Pemuda, TNI, Polri, Komunitas, dll). Di hadapan ribuan pengunjung yang tampak berjajar di sepajang jalan menyaksikan karnaval kebhinekaan, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menuturkan, masyarakat Provinsi Sumsel patut besyukur karena hingga saat ini  berkomitmen menyandang predikat zero konflik. Tidak lepas dari kinerja luar biasa kita semua sebagai Gubernur Saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih luar biasa kepada seluruh masyarakat yang dengan sadar mempertahankan kebersamaan yang kita miliki,” tuturnya saat memberikan Orasi Kebangsaan Sementara Walikota Palembang H. Harno Joyo dalam kata sambutannya mengatakan kegiatan karnaval kebhinekaan ini bertujuan untuk  membangun dan mewujudkan  Indonesia yang unggul sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia yang kaya akan kebergaman suku, budaya, ras dan agama. Keberagaman inilah yang membuat Indonesia kaya yang disatukan dengan pancasila tepatnya sila ke 3 yang berbunyi Persatuan Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika,” katanya Melalui momnetum ini, Harno menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap terus menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia umumnya dan Provinsi Sumsel khususnya. Mari jaga silaturahim sehingga terjalin komunkasi yang harmoni dengan seluruh masyrakat. Pemkot Palembang mengucapkan terimakasih atas dukungan masyarakat terhadap perhelatan akbar sehingga dapat sukses. Semoga jalinan kerjasama dapat terus terlaksana dengan baik sehingga dapat bersinergitas guna mewujudkan suasana kondusif di provinsi Sumsel,” pungkasnya. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
CIMT-GT Jajaki Bisnis Karet-Transprtasi di Sumsel Sumsel
21 Jul 2019 Dilihat 262x

CIMT-GT Jajaki Bisnis Karet-Transprtasi di Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menerima Direktur Centre for Indonesia-Malaysia-Thailand Sub Regional Cooperation (CIMT- GT) di Griya Agung Palembang, Jumat (19/7). Audiensi tersebut dalam rangka kerjasama yang akan dilakukan kedepan berkenaan dengan pengembangan karet dan tranportasi yang ada di Provinsi Sumsel. Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengaku bangga atas terpilihnya Provinsi Sumsel sebagai daerah yang menjadi tujuan penjajakan kerjasama oleh Centre for Indonesia-Malaysia-Thailand Sub Regional Cooperation (CIMT- GT). Mengingat Provinsi  Sumsel merupakan salah satu provinsi  penghasil karet terbesar di Indonesia. Apalagi belum lama dirinya berkesempatan mendampingi Presiden Republik Indonesia pada KTT ASEAN ke-34 sekaligus IMT-GT ke-12, di Bangkok Thailand.  Menurutnya, kegiatan itu juga sempat membahas mengenai peningkatan produktivitas pertanian dengan pemanfaatan teknologi baru,  dan pengembangan industri karet yang tangguh. Ini artinya  seirama dengan keinginan CIMT-GT. Kami (Pemprov Sumsel) mengucapkan terima kasih, Saya butuh dukungan dan Saya akan aktif menerima informasi dan meneruskannyan ke masyarakat. Kedepan program kita  berkaitan dengan ini akan lebih agresif lagi,” tuturnya Sementara itu Direktur Centre for Indonesia-Malaysia-Thailand Sub Regional Cooperation (CIMT- GT) Firdaus Dahlan CIMT-GT menegaskan,  program CMT-GT terdapat 7 pilar dan yang sangat berkaitan dengan provinsi Sumsel yakni kerjasama di bidang karet dan tranpostasi. Kebetulan ada program CMT-GT untuk pengembangan kota karet atau yang dinamakan dengan rubber city. Nah rubber city ini sudah di endorse program nya itu oleh pimpinan kepala negara di tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand,” tuturnya. Dikatakan pengembangan karet bertujuan untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri, karena konsumsi dalam negeri terhadap karet itu ternyata masih kurang. Kita lebih banyak mengekspor karet dalam bentuk yang mentah sudah jelas harganya lebih rendah. Sekarang ini tinggal bagaimana caranya mengembangkan industri hilir dari karet, Sebagai contoh karet bisa digunakan untuk penyerap gempa bumi dibidang konstruksi yang dapat menyerap hingga 6 SR gempa bumi, mengingat sumatera daerah rawan didalam masalah gempa bumi,” ungkapnya Lebih jauh dikatakan Firdaus, teknologi pengembangan karet tersebut dapat dilakukan akan berdampak pada komoditi karet yang mempunyai nilai tinggi. Kami lihat respon Pemerintah Provinsi Sumsel sangat bagus sekali, jadi ada semangat yang tinggi dari Gubernur beserta jajarannya. Kedepan kami berharap akan ada suatu kegiatan yang konkrit. Tentunya kita tidak bisa membuat satu program yang langsung besar, jadi kita buat program  kecil yang langsung nyata,” pungkasnya. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Gubernur Turut Belasungkawa atas Meninggalnya Wiko Sumsel
21 Jul 2019 Dilihat 169x

Gubernur Turut Belasungkawa atas Meninggalnya Wiko

Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur H Herman Deru langsung istirja' dan menyatakan turut belasungkawa atas meninggalnya Wiko Jerianda (14). Terduga korban kekerasan kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) SMA Taruna Indonesia Palembang menghembuskan nafas terakhir di RS RK Charitas Palembang tadi malam, Jumat (19/7/2019). Gubernur sendiri mendapat kabar berpulangnya Wiko dari rekan-rekan media yang tengah meliput pelantikan Deru sebagai Ketua Umum Pengprov Perbakin Sumsel. Ia memastikan akan tegas memberikan sanksi jika memang terjadi kesalahan  yang dilakukan sekolah tersebut. "Saya tetap konsisten dengan statmen saya sebelumnya. Kalau nanti terbukti ini kesalahan lembaga pasti akan ada sanksi untuk sekolah tersebut. Sekarang Diknas sudah membentuk tim untuk menangani masalah ini," tegasnya. Namun demikian, agar lebih jelas Iapun masih menunggu kepastian apakah kesalahan memang dilakukan pihak lembaga sekolah atau hanya individu.  "Kalau individu kita tidak bisa masuk karena itu ranahnya polisi. Tapi kalau soal kedisplinan dan ketaatan terhadap aturan itu ada sanksinya tersendiri " imbuhnya. "Turut belausngkawa saya, tolong sampaikan. Insya Allah saya akan melayat besok setelah acara di BKB," ujarnya. Sementara itu sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Sumsel,  Widodo mengatakan akan secepatnya melakukan evaluasi terhadap Sekolah Taruna Palembang tersebut. Dia bahkan memastikan tak segan menyetop izin operasional sekolah tersebut jika nanti terbukti bahwa kekerasan dan pelanggaran yang dilakukan secara terstruktur. " Mestinya secara reguler pihak sekolah memberi tahu kami jika ada kegiatan. Dan semestinya MOS itu hanya pengenalan jadi tidak boleh ada kontak fisik. Apalagi kegiatan yang dilakukan di luar pagar sekolah harusnya ada laporan ke kami biar bisa kami monitor" jelasnya. Wiko menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 20.00 Wib setelah sempat mengalami kritis 6 hari saat tengah menjalani MOS di sekolahnya. Kabar berpulangnya anak kedua dari tiga bersaudara itupun dengan cepat menyebar di sejumlah media sosial dan dibenarkan langsung oleh pengacaranya Firly melalui pesan singkat di WhatsApp. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.