Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Ribuan Warga Bersama Gubernur Sumsel Naik Sepeda Dan Senam Massal
Palembang, sumselprov.go.id - Ribuan warga Sumsel bersama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru ramaikan South Sumatera Funbike 2019 dan bugar senam massal dalam rangka menyambut HUT RI ke – 74 di Palembang. Terlihat antusias masyarakat bersama Gubernur Sumsel naik sepeda (gowes) di jalan Demang Lebar Daun yang start dari Griya Agung Palembang dan berakhir (finish) di Benteng Kuto Besak (BKB), Minggu (28/7/2019) Bersepeda dan Senam Massal ini digelar menyambut HUT ke-74 RI dan Launching Sumsel Bugar. Selain banjir hadiah acara juga dihibur artis ibu kota Selanjutnya Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru Senam Massal di Pelataran Benteng kuto Besak (BKB) Palembang, Minggu (28/7/2019). Pagelaran ini diadakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan Gerakan Sumsel Maju (GMS) mengadakan kegiatan dengan tajuk "Sepeda-an dan Senam Massal" dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia (HUT RI ke-74) Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah mendorong tumbuhnya minat masyarakat akan pentingnya berolahraga serta menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam mengurangi pencemaran udara. Selain bersepeda dan senam massal, acara ini dimeriahkan dengan beberapa kegiatan antara lain Food Festival, Bike Freestyle, Music Performance serta Deklarasi Kampanye Sumsel Bugar. Turut memeriahkan artis lokal maupun dari Jakarta, diantaranya Kopral Jono Band, artis KDI dan lain sebagainya. Lebih menarik lagi akan ada Instagram Photo & Video Contest untuk kaum milineal. Tim MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Temu Kangen Warga Sumsel di Surabaya, Herman Deru Titip Nama Baik Daerah
Surabaya, sumselprov.go.id -- Warga Sumatera Selatan (Sumsel) yang bermukim di tanah rantauan diharapkan tidak melupakan daerah asal. Baik yang terkait dengan adat istiadat, kuliner, seni budaya dan yang paling penting tetap menjaga nama baik daerah. Harapan tersebut disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam acara temu kangen, silaturahmi dan halal bihalal dengan Keluarga Besar Bumi Sriwijaya Jawa Timur yang berlangsung di auditorium SMKN 5 Surabaya Jalan Mayjen Prof. Dr. Moestopo No. 167-169, Mojo Kec. Gubeng Kota Surabaya, Sabtu (27/07) “Kita harus bangga sebagai warga Sumsel. Jangan pernah malu dan gengsi dengan adat istiadat kita. Kita boleh tinggal jauh dirantauan tetapi jangan lupa dengan adat istiadat, bahasa, kuliner kita sendiri,” ucap Herman Deru, seperti dikutif dari sriwijayaterkini.com Lebih lanjut Herman Deru mengaku sangat senang dapat hadir di tengah masyarakat Sumsel yang berada di Jawa Timur. Bahkan acara tersebut sudah lama dinantikannya sebagai sarana mempererat tali silaturahmi. “Saya senang hadir disini. Begitu tau Keluarga Besar Bumi Sriwijaya di Jatim mengadakan halal bihalal saya langsung ngomong, saya ingin datang ke sini. Saya tidak melihat besar kecilnya acara karena saya ingin bersilturahmi,” ucapnya Dikesempatan tersebut Herman Deru yang hadir bersama Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia berkesempatan mengkukuhkan formatur Paguyuban Keluarga Besar Bumi Sriwijaya di Jatim periode 2019-2024. Dan berharap kepenguruan baru. Bisa mengharumkan nama baik Sumsel. Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Alfian Gunawan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubernur Sumsel H.Herman Deru dan Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia dan jajaran yang telah menyempatkan diri untuk hadir. “Ini kebanggaan tersendiri bagi kami bagi masyarakat Sumsel khususnya yang berada di Jawa Timur,” katanya. Adapun tema yang diusung dalam silaturrahmi kali ini lanjut dia, “Dengan Silaturahmi Kita Tingkatkan Persaudaraan, Persatuan dan Kesatuan di Tanah Rantau”. “Warga Sumsel yang berada disini sangat kompak, terlihat banyak yang hadir ingin bertemu dengan pak Gubernur rombongan. kegiatan ini kita ingin memperkuat persaudaraan,” imbuhnya. Dilain pihak Ketua Paguyuban Bumi Sriwijaya di Jatim, Anwar Kohar mengajak para keluarga paguyuban Sriwijaya yang berada di Jatim untuk memperkenalkan produk unggulan Sumsel kepada masyarakat Jatim. “Ayo kita sebagai orang Sumsel, kita perkenalkan produk asli asal Sumsel kepada masyarakat Jatim. Melalui kegiatan jalan sehat, bazar atau sejenisnya,” tandasnya. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Stan UP2K PKK Sumsel Juara I se-Indonesia
Padang, sumselprov.go.id -- Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumsel lagi-lagi meraih prestasi. Setelah sebelumnya sukses menyabet lima terbaik lomba fashion show busana adat daerah PKK tingkat Nasional, hari Sabtu (27/7) Stan Pameran milik UP2K PKK Sumsel kembali dinobatkan sebagai Juara Pertama se Indonesia menyingkirkan 33 Provinsi lainnya. Penyerahan penghargaan stand terbaik tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum TP PKK Nasional dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo kepada Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Hj Fauziah Mawardi Yahya pada acara penutupan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 di Lapangan RTH Imam Bonjol, Padang, Sumbar, Sabtu. Provinsi Sumsel menjadi juara pertama diikuti stan Provinsi Maluku dan Kepulauan Mentawai. Selanjutnya juara harapan 1 TP PKK Sawah Lunto Sumbar, dan Harapan 2 Provinsi Sulawesi Selatan. "Dari awal arahan Ketua TP PKK Sumsel ibu Hj Feby Deru wakil kita harus terbaik dari yang terbaik. Alhamdulillah atas usaha semua tim dan sumbangsih pemikiran ibu Ketua TP PKK membuahkan hasil yang baik dan kita Juara I" ujar Hj Fauziah dengan gembira. Dikatakan Fauziah penghargaan ini pantas didapatkan tim PKK Sumsel karena perjuangan untuk menghadirkan stan yang ciamik tidak mudah dan cukup menguras pikiran. "Alhmdulillah dengan kerja keras Tim PKK Sumsel dan dinas terkait memberikan support kita berhasil mencapai target di sini. Tahun depan artinya kita harus ada gebrakan lagi agar Tim PKK Sumsel bisa menjadi yang terbaik nasional," jelasnya. Mengenai tema stan, Fauziah menjelaskan bahwa mereka memang sengaja menonjolkan kekhasan daerah Sumsel yang kebetulan diwakili oleh Kota Palembang dan Kabupaten Musirawas. Selain aneka kain songket, blongsong dan jumputan aneka produk kerajinan masyarakat Musirawas juga ikut ditampilkan. Termasuk ukiran khas Palembang, kain batik Musirawas, cokelat, kopi selangit, beras, aneka sayur mayur seperti, buah naga, alpukat dan jambu. "Untuk pengunjung yang mampir ke stan kita sediakan pempek. Mereka bisa nyicip langsung. Kreasi kain jumputan kita juga bagus-bagus ditambah dekorasi yang sempurna jadi ramai terus didatangi pengunjung. Alhamdulillah akhirnya kita menang. Tentu kita bangga sekali," jelasnya. Dengan hasil ini Fauziah berharap ke depan kabupaten lain di Sumsel yang belum dapat ambil bagian bisa semakin semangat. Sehingga dapat ikut serta meramaikan HKG PKK tahun depan di Kaltim. " Kita akan coba bergantian dikirim menjadi wakil tapi tetap akan kita pilih produksinya yang unik-unik. Dalam kesempatan wawancara, Fauziah tak luoa mengucapkan apresiasinya atas kinerja unsur dan kader PKK Sumsel yang sudah andil dalam rangkaian kegiatan. Ia berharap hasil ini dapat semakin meningkatkan kreatifitas PKK Sumsel untuk merealisasikan program-program andalannya. Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan (PMD) Sumsel, Yusnin S.Sos menjelaskan bahwa untuk mendampingi tim PKK Sumsel mereka sudah melakukan persiapan sejak jauh hari. "Kita bangga ya ini luar biasa. Sejak awal kita mencoba untuk selalui memenuhi kriteria dari panitia. Tahun depan juara ini tentu harus kita pertahankan agar nama Sumsel dan hasil produksi UP2K nya makin dikenal juga," jelasnya. Adapun acara penutupan HKG PKK ke-47 tahun 2019 itu sendiri dihadiri langsung oleh Ketum PKK Pusat, dr.Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, Gubernur Sumbar Iwan Prayitno, dan Ketua TP PKK Sumbar Nevy Iwan Prayitno serta sejumlah Ketua dan Wakil Ketua TP PKK se Indonesia yang masih sempat hadir. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Sumsel Optimalkan Implementasi Formularium Nasional dan Farmakoekonomi di Rumah Sakit
Palembang, sumselprov.go.id -- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Lesty Nurainy,APT,M.Kes, menyerukan sistem penggunaan obat yang terpantau dan terukur dalam rangka kendali mutu dan biaya obat, sehingga dapat menjamin efisiensi biaya dan menjaga mutu pelayanan kesehatan. “Dalam memilih obat untuk pelayanan kesehatan, harus didasarkan pada kriteria memiliki rasio manfaat-risiko yang paling menguntungkan penderita, mutu terjamin, termasuk stabilitas dan bioavailabilitas, praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan, praktis dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga, sarana dan fasilitas kesehatan, menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh penderita, memiliki rasio manfaat biaya yang tertinggi berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung” kata Lesty. Lanjut lagi Lesty menjelaskan “Farmakoekonomi merupakan salah satu keahlian yang harus dimiliki oleh tenaga farmasi, dokter atau tenaga kesehatan lain. Dengan melakukan analisis farmakoekonomi, dapat diperkirakan setiap fasilitas kesehatan dapat melakukan terapi yang cost-effective, dan formularium nasional (fornas) yang bermanfaat sebagai pengaman bagi penulis resep, mengoptimalkan pelayanan kepada pasien, memudahkan perencanaan, dan penyediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan” papar Lesty di Hotel Horison Palembang saat menyampaikan sambutannya pada acara Pertemuan Peningkatan Kemampuan SDM dalam Implementasi Fornas dan Analisis Farmakoekonomi di Rumah Sakit, Kamis,25/7/19. Pada kesempatan yang sama juga Ketua Panitia Pelaksana, Aprilia Nurcahyawati,S.Si,Apt,M.Kes dalam laporannya menyampaikan “tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam mengimplementasikan fornas dan analisis farmakoekonomi di rumah saki,” katanya kepada 55 orang peserta dari Dinas Kesehatan dan RSUD Kab/kota, RSUD Provinsi Sumsel dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel. Para peserta mendapat materi yang disampaikan oleh narasumber dari Direktorat Pelayanan Kefarmasian Kementerian Kesehatan R.I, Komite Nasional FORNAS, RSUP Moh.Hoesin Palembang, dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Harapannya kegiatan ini tentu agar peserta dapat mengimplementasikan fornas terjaminnya penggunaan obat rasional dan meningkatnya kualitas hidup peserta JKN, selain itu juga dapat melakukan analisis farmakoekonomi sehingga setiap fasilitas kesehatan dapat dipastikan melakukan terapi yang cost effective. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Sumsel Orientasikan Limbah Medis Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Palembang, sumselprov.go.id -- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Lesty Nurainy,APT,M.Kes, mengingatkan pentingnya tata laksana perizinan dan pengawasan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) serta pengawasan pemulih akibat pencemaran B3 sesuai peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.30 tahun 2009. Lesty menyampaikan “air limbah yang berasal dari rumah sakit, puskesmas, dan fasyankes lainnya merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial. Hal ini disebabkan karena air limbah tersebut mengandung senyawa organik, senyawa kimia berbahaya serta mikroorganisme pathogen yang dapat menyebabkan penyakit” ujar Lesty dihadapan 56 orang petugas Sanitarian (petugas kesehatan lingkungan) dari 17 Kab/kota se-Sumsel dalam sambutannya saat membuka acara Orientasi Limbah Medis Fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan) di Hotel Horison Ultima Palembang, Rabu (24/7/19). Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana, Afriyanti Arfan,SKM dalam laporannya menyampaikan bahwa “tujuan orientasi ini agar petugas sanitarian dapat memahami tata laksana perizinan dan pengawasan pengelolaan limbah medis, memahami, ,mengatasi masalah yang timbul akibat limbah medis, melakukan pemantauan evaluasi pengelolaan limbah medis dan membuat laporan e-monev limbah medis”. Hal senada juga disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, Martindra Mirlansyah,SKM, dalam pernyataannya “dengan dilaksanakannya orientasi ini dapat meningkatkan kompetensi petugas sanitarian dalam pengawasan dan pengelolaan limbah medis,cair,padat dan B3”. MC diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Sepakati Langkah Tepat Koordinasi Dalam Meningkatkan Kinerja Program Kesehatan Olahraga
Palembang, sumselprov.go.id -- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan, Dra.Lesty Nurainy,APT,M.Kes. mendorong peningkatan koordinasi dan sinergitas dalam pelaksanaan kegiatan program kesehatan olahraga antara Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kab/kota di Sumsel. Lesty mengatakan bahwa “Upaya kesehatan olahraga bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat termasuk calon jemaah haji, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anak sekolah. Kebugaran jasmani tidak hanya menggambarkan kesehatan, tetapi lebih merupakan cara mengukur individu melakukan kegiatannya sehari-hari”, ungkap Lesty, saat membuka Pertemuan Koordinasi Pengukuran Kebugaran Jasmani di Hotel Duta Syariah, Jl.Letkol Iskandar, Palembang, Rabu (24/07/19). Momen yang tepat untuk menguatkan komitmen dan meningkatkan penyelenggaraan kesehatan olahraga ini disampaikan Herman, SKM selaku Ketua Panitia Pelaksana. Di kesempatan yang sama Herman menyampaikan laporannya “bahwa kegiatan ini sebagai wahana koordinasi dan kaji ulang berbagai kebijakan sehingga dapat dirumuskan suatu kesepakatan berupa langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan kinerja program kesehatan olahraga” kata Herman didepan 44 orang peserta pengelola kesehatan olahraga dan kesehatan haji dari Dinkes Provinsi Sumsel, dan Dinkes Kab/kota. Para peserta mendapatkan materi teknis terkait pengukuran kebugaran yang disampaikan oleh staf dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Selain itu juga narasumber dari Bidang Urusan Haji Kementerian Agama Provinsi Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Danrem 044/Gapo Selaku Dansatgas Ajak All Out seluruh Anggota Satgas Focus Karhutla
Palembang, sumselprov.go.id -- Dalam rangka pelaksanaan kegiatan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Sumsel Tahun 2019, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutla Provinsi Sumsel yang juga sebagai Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono menggelar rapat koordinasi (Rakor) melalui Vidcon ke Kodim jajaran Korem 044/Gapo tentang rencana kegiatan Posko Satgas Karhutla Prov. Sumsel Tahun 2019 bertempat di Ruang Yudha Markas Korem 044/Gapo Jln. Jenderal Sudirman KM. 4,5 Palembang, Jumat (26/7). Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono selaku Dansatgas Karhutla menyampaikan tentang pelaksanaan operasi Satgas Karhutla Prov. Sumsel tahun 2019. Dimana dalam Satgas Karhutla Prov. Sumsel tahun 2019 telah disusun organisasi mulai dari Dansatgas hingga tingkat pelaksanan diantaranya Subsatgas Darat, Subsatgas udara, Subsatgas Gakkum, Subsatgas Sosialisasi, Subsatgas Doa dan Subsatgas di tingkat Kabupaten/Kota. “Masing-masing Subsatgas harus pro aktif dengan melaksanakan kegiatan nyata dalam penanggulangan Karhutla, seluruh unsur Satgas harus all out dengan fokus pada pencegahan dan penindakan”, tegasnya. Lanjut Dansatgas, tugas Tim Satgas Gabungan adalah pencegahan bukan pemadaman, melalui tindakan menempatkan, menguasai dan mengamankan wilayah dengan melaksanakan patroli dan sosialisasi bahaya Karhutla terhadap masyarakat untuk mengubah prilaku bakar lahan dalam olah lahan. “Sedangkan peran serta kementerian/ lembaga dan pelaku usaha terkait dalam pencegahan Karhutla adalah fokus pemberdayaan ekonomi masyarakat dan serius program desa peduli api dengan memfasilitasi masyarakat desa”, terangnya. Diakhir paparannya, Dansatgas menegaskan bahwa peran TNI-Polri akan melakukan all out diseluruh unsur dengan fokus pada pencegahan dan penindakan, terdepan dalam segala usaha yang bisa timbulkan titik api baik oleh oknum masyarakat meupun oknum dunia usaha, membantu mengawal semua program agar fokus ke usaha pencegahan Karhutla dan menindak tegas terhadap siapapun yang terbukti melakukan usaha potensial menimbulkan api. “Apa yang dilakukan Satgas Karhutla Prov. Sumsel atas perintah dan instruksi Kepala BNPB, Pangdam II/Swj, Gubernur Sumsel dan Kapolda Sumsel agar Sumsel bebas api dan asap, perlu peran serta dan kerjasama semua pihak”, pungkasnya. Sementara upaya-upaya yang telah dilakukan dan akan dilakukan oleh masing-masing OPD terkait, disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan berupa Pelatihan Regu Pemadam Karhutla, kegiatan ini sedang, akan dan telah dilaksanakan. Tafsiran Karhutla dilakukan setiap minggu, Rapat perusahaan HTI membahas agar 188 Posko diaktifkan sesuai titik koordinat yang ada, melakukan himbauan kepada seluruh Posko di 14 KPH, masyarakat peduli api jangan hanya sekedar tampilan tetapi juga harus melaksanakan pencegahan, kemudian melakukan pembinaan masyarakat sebanya 6000 masyarakat di dalam hutan (Sungai Merang dibina KPH), melakukan audit kepatuhan sapras dan personil pengendalian karhutla (ada data di Dinas Kehutanan Prosiasi) dan melakukan sosialisasi mulai Januari hingga saat ini. Dari Dinas Pertanian Sumsel menyampaikan Program tahun 2019 SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) di OKI, MUBA, Banyuasin, Ogan Ilir dan MURA, Membantu Kelompok Tani dan Organisasi, memberi bantuan pompa air (Upsus) antisipasi kekeringan dan Gapok tani tidak membakar lahan. Selain itu Dinas Pertanian juga menganggarkan dana kegiatan cegah karhutla dari provinsi, sosialisasi terus menerus agar kesadaran masyarakat tidak membakar ketika membuka kebun dan lahan. Disampaikan juga dari 90 desa yang sudah terbakar di OKI seluas 35.000 Ha atau 28 desa. Sementara dalam penanganan karhutla Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan 29 desa sudah dipetakan pelaku usaha (5 km dari wilayah usaha menjadi tanggung jawabnya) di dekat konsesi. Melakukan efetivitas mobilisasi di tempelkan ke pelaku usaha, efek konflik antara pelaku dengan masyarakat. Arahan Danrem/Dansubsatgas agar mengkomunikasikan dengan pelaku usaha. Dari Dinas PMD (Perberdaya Masyarakat Desa) menyampaikan mensinergikan dana desa dengan kegiatan pencegahan karhutla dengan banyak pendamping, membuat Permendes Penggunaan Dana Desa yang meliputi : desa lebih proolehi dengan cegah karhutla, ada rekening khusus untuk atasi bencana di desa, Penggagasan alat-alat sederhana untuk penanganan, desa peduli api dan perlu siaga karhutla agar di revisi, pendampingan agar dapat membina penanggulangan karhutla. Selanjutnya disampaikan juga PMD focus ke desa (Kades dan Perangkat) pelatihan di desa (menyisipkan materi karhutla), untuk dana PMD belum bisa mengalokasikan dana untuk karhutla. Arahan dandrem/Dansubsatgas agar PMD kabupaten/kota optimal fokus pada karhutla dan upayakan data desa peduli api. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan, upaya penanganan karhutla yaitu memberikan saran Surat Tugas Gubernur tentang Pencegahan Karhutla evaluasi 121 perusahaan HTI dan perkebunan (KTPA dan MPA terbaik), melakukan kerjasama dengan BRG (Cinta Jaya Pedamaran) Revitalisasi ekonomi (bantuan demplot) anyaman purun. Tahun 2018 membangun 33 desa (sekat kanal ± 300 sekat), tahun 2019 kelompok masyarakat di 7 desa dan ada bantuan BRG. Arahan Danrem/Dansubsatgas, cek kegiatan tersebut dikaitkan dengan ekonomi kreatif, cek apa yang cocok (kopi Liberica) cek mana yang cocok (lidah buaya/pohon pinang), subsatgas memetakan wilayahnya di singkronisasikan dengan dinas terkait dan program di arahkan ke wilayah yang rawan. TRGD Sumsel menyampaikan upaya yang dilakukan TRGD sebagai kepanjangan BRG Pusat yaitu Pembahasan (sekat kanal, sumur bor dan pemeliharaan sekat), revitalisasi, revegetasi pembiakan ekosistim gambut Focus TRGD sumsel daerah lahan gambut, kemudian progran revitalisasi peningkatan ekonomi produktif tahun 2019 24 paket, bentuk kegiatan sesuai kearifan lokal dan melakukan kerjasama dengan NGO bulan Agustus. Dijelaskan juga mensinergikan alat pemantau tinggi permukaan air dan tanah (pantau tinggi air, memantapkan kanal bloking, sumur kanal dan sumur bor kemudian akan menyusun ulang kelompok masyarakat yang ada (cek bantuan sumur bor) 1 unit mensiarkan /20 titik air. Akan membentuk Tim Pembasahan kerjasama dari TNI/Polri di bulan Agustus dan September dan melakukan sosialisasi lahan gambut tanpa bakar di Ogan Ilir, Muba dan Kopi Liberica di Banyuasin dan Keripik Monai. Arahan Danrem/Dansubsatgas masing-masing cek upaya TRGD Sumsel apakah masih berjalan secara efektif/petakan. Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan saran agar Tagana Dinsos disinergikan di masing-masing wilayah, masyarakat pendanaan Tagana di wilayah kemudian Subsatgas agar mengajak Dinsos di wilayah (PMKS), Pemuka agama dimasukkan. Disarankan juga oleh Dinsos Tim Ulama agar memasukkan materi cegah Karhutla/ jaga alam sebagai kewajiban kita (ikhtiar kita dalam menjaga alam), serta undang FKUB untuk sosialisaikan Karhutla. Arahan Danrem/Dansubsatgas Tokoh agama agar dilibatkan untuk memasukkan materi cegah karhutla pada saat bertemu umat. PPI/Manggala Agni dalam memberikan saran menyampaikan ada 4 Daops BA, Muba, OKI dan Lahat sementara pencegahan yang dilakukan 25 posko patroli pencegahan, patroli terpadu, kampanye pencegahan/ sosialisasi di Aula. Melakukan pemadaman darurat, kemitraan di daerah dan 25 posko berisikan dengan 90 Desa (di desa hotspot). Dandim 0402/OKI menyampaikan saran anggota bukan sebagai pemadam kebakaran dan plot projekt budi daya Jamur di Sungai Sodong dan Gajah Mati dan bekerjasama dengan BNN penanaman Jahe Bintang Tujuh. Sementara Karoops Polda menyampaikan saran Kabagops dana DP sudah didistribusikan 2 hari yang lalu (operasi dan Anggota) konsekuensinya di lapangan ada aksinya, laporan pelaksanaan di lapangan. Evaluasi di bulan yang akan datang agar terjadi program harus ada yang di rubah dan krimsus jangan ragu dan tahun lalu ada 8 kasus yang masuk dalam kejadian. Selain melakukan rapat koordinasi, melalui Vidcon yang diikuti oleh Kodim 0403/OKU, Kodim 0404/Muara Enim, Kodim 0406/Mura, Kodim 0430/Banyuasin, Polres OKI, Polres OI, Polres Muba, Polres OKU, Polres Muara Enim, Polres Mura, Polres Banyuasin dan Kalaksa BPBD Kabupaten (OKI, OI, Muba, OKU, Muara Enim, Mura, Banyuasin) serta OPD Kabupaten yang terlibat dalam penanggulangan Karhutla. Kegiatan Rakor ini dihadiri oleh Danlanud SMH Palembang, Karo Ops Polda Sumsel, Ditreskrimsus Polda Sumsel, Dandim 0402/OKI, Tim Restorasi Gambut Prov. Sumsel, Kadis Kehutanan Sumsel, Kadistan TPH Sumsel, Kadisbun Sumsel, Kadis PMD Sumsel, Kadis LH & Pertanahan Sumsel, Kadissos Sumsel, Kadis Kominfo Sumsel, Kalaksa BPBD Sumsel, Pol PP Sumsel, Balai PPI & Karhutla Sumatera dan Stasiun Klimatologi Kelas I Kenten Palembang MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY Foto Arief/Nopri BPBD Sumsel
Sumsel
Gubernur Dukung Sumsel Tuan Rumah Kongres HMI Tahun 2020
Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyatakan dukungannya dan menerima dijadikannya Sumsel sebagai tuan rumah kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tahun 2020 memdatang. Hal itu disampaikannya saat menerima Kepengurusan HMI Sumsel di ruang rapat Gubernur, Jum'at (26/7). Namun ia mengingatkan untuk kesiapan dari HMI Sumsel itu sendiri, karena tidak bakal terlaksana bila hanya Pemerintah saja yang mendukung. "Suksesnya penyelenggaraan kongres ini nanti bukan diukur dengan besar tidaknya acara dibuat. Namun dilihat dari kesiapan HMI itu sendiri. Ini juga akan menjaga citra HMI Sumsel. Karena banyak tamu dari luar yang akan datang dari seluruh penjuru Indonesia," tegasnya. Lebih lanjut dia menegaskan Pemprov siap memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan daerah. Karena peserta yang hadir nantinya akan membawa kesan baik tentang daerah ini sekembalinya ke daerah masing-masing. "Tentu sangat menguntungkan bila kita menjadi tuan rumah dan mudah-mudahan hasil kongres akan melahirkan formatur kepengurusan solid," imbuhnya sembari berharap agar HMI Sumsel menjadi tuan rumah yang baik. Sementara itu Ketua umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumbangsel, Bambang Irawan mengatakan HMI sudah 100 persen siap mengadakan kongres di Palembang. Dirinya sudah berkeliling ke Kabupaten/ Kota. Seperti Kota Lubuk Linggau, Pali, Ogan Ilir, Musi Banyuasin untuk mencari dukungan dari kepala daerah hingga hari ini menjadi titik akhir untuk mencari dukungan dari pemimpin wilayah tertinggi yakni Gubernur Sumsel. "Untuk pertarungan tuan rumah HMI Tahun 2020 diantaranya Malang, Solo, Palembang. Kami telah menyiapkan tiga slide video tentang kebudayaan, Pariwisata, Pendidikan berlokasi di Sumatera Selatan yang akan ditampilkan pada saat sidang pleno pemilihan tuan rumah kongres pada tanggal 4 Agustus nanti. Hal itu bertujuan untuk menarik perhatian agar kongres diadakan disini," ungkapnya. Lanjut Bambang ini merupakan suatu harga mati terlebih lagi karena sudah mendapatkan tanggapan positif dari Gubernur Sumatera Selatan, dan ia sangat yakin Palembang akan jadi tuan rumah. Melihat dari segi fasilitas yang sangat layak terlebih dan sudah pernah mengadakan event-event besar baik nasional maupun Internasional. Sementara itu Ketua umum pengurus besar himpunan mahasiswa Islam (PBHMI) Respiratori Saddam Al jihad menyatakan sangat optimis dan Sumsel juga mempunyai kesempatan sangat besar untuk menjadi tuan rumah, bahkan ia juga sudah berkomunikasi tokoh-tokoh besar Palembang ditingkat Nasional alumni HMI untuk mendapatkan dukungan agar Kongres diadakan di Palembang. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Sumsel Wakili RI Pada Festival Culture Indonesia di Rumania dan Moldova
Sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Luar Biasa dan berkuasa penuh Republik Indonesia untuk Rumania merangkap Moldova berkedudukan di Bucharest, dalam rangka membahas persiapan Indonesia Festival 2019 di Rumania dan Republik Moldova. Bertempat di Ruang Kerja Gubernur Sumsel (26/7), Kunjungan ini dalam rangka penguatan hubungan kerjsama antara Provinsi Sumsel dengan Rumania dan Moldova dalam berbagai bidang mulai dari tekhnologi perternakan sapi, perkebunan karet dan kopi, hingga pelayanan kesehatan, dimana Sumsel dianggap memiliki peranan penting dan strategis di kawasan ini. Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengaku bangga kehadiran Dubes luar biasa dan berkuasa penuh Republik Indonesia untuk Rumania dan Moldova M. Amhar Azeth, yang juga merupakan putera daerah asli Provinsi Sumsel. Menurut Herman Deru, Provinsi Sumsel tidak akan melewatkan kesempatan peluang kerjasama tersebut, mengingat banyak potensi hasil sumber daya alam Provinsi Sumsel yang akan berdampak pada kemajuan pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya bagi petani daerah. Kerjasama dengan Rumania khusus komoditi karet, dimana langkah ini berguna untuk memaksimalkan penggunaan di dalam negeri. Terimakasih Pak Dubes, walaupun singkat bertemu namun jika secepatnya kita tindak lanjuti dengan baik, dapat melahirkan inovasi baru dan sangat bagus untuk provinsi Sumsel,” ungkapnya. Dalam pertemuan itu juga dibahas untuk Provinsi Sumsel dalam pengembangan kerjasama di bidang kesehatan, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menginginkan pelayanan kesehatan yang dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat menengah dan kebawah terutama dalam persoalan biaya. Mengingat, seringkali masyarakat menjadikan pengobatan di luar negeri sebagai sugesti untuk sembuh, oleh sebab itu pula orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini akan menginisiasi untuk berkerjasama dengan Rumania terutama pelayanan kesehatan. Apalagi, Rumania merupakan produsen obat generic, dan telah teruji mengobati kanker tanpa kemo. Saya ingin Provinsi Sumsel juga menanamkan sugesti seperti ini, jadi membuat orang tidak harus pergi ke luar negeri untuk berobat tapi cukup berobat ke Provinsi Sumsel. Mudah-mudahan dengan hadirnya pak Dubes kesini ada yang tersambung untuk mempromosikan Provinsi Sumsel ke Rumania dan Moldova,” tuturnya. Sementrara Dubes luar biasa dan berkuasa penuh Republik Indonesia untuk Rumania dan Moldova M. Amhar Azeth, ditemui usai audiensi menuturkan, Provinsi Sumsel menjadi salah satu Provinsi terpilih dari empat Provinsi mewakili Indonesia pada Indonesian Festival 2019 di Rumania dan Republik Moldova. Rumania merupakan pintu masuk ke Uni Eropa sehingga apa yang telah kami sampaikan, beliau antusias untuk memanfaatkan peluang yang ada di Rumania apakah Rumania itu sebagai market daripada komoditi Indonesia khususnya di Provinsi Sumsel,” tuturnya. Menurutnya, Rumania memang salah satu negara yang mempromosikan kesehatan yang murah, oleh sebab itu destinasi wisata kesehatan di eropa itu adalah Rumania. Pengobatan kanker tanpa kemo menjadi salah satu yang paling teruji di Rumania. Pak Gubernur sangat tertarik dibidang pelayanan kesahatan, karena selama ini BPJS terbebani karena biaya kesehatan yang tinggi,” ungkapnya. Berkenaan dengan, Festival Indonesia yang akan digelar itu berkenaan dengan Culture Indonesia yang akan dikembangkan di Rumania dan Republik Moldova. Empat Provinsi mewakili Indonesia antara lain Kepulauan Riau, Provinsi Sumsel, Sumbar dan Aceh. Yang paling penting kita kembangkan adalah hubungan perdagangan yang kita tingkatkan karena kita mempunyai komoditas Indonesia yang belum masuk ke pasar Eropa Timur. Kegiatan festival culture, budaya, perdagangan dan perkebunan, perternakan serta kesehatan,” pungkasnya MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY