Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Wagub Sumsel Harapkan Infrada Sebagai Motivasi Bagi Kabupaten Dan Kota Menghasilkan Inovasi Sumsel
07 Aug 2019 Dilihat 248x

Wagub Sumsel Harapkan Infrada Sebagai Motivasi Bagi Kabupaten Dan Kota Menghasilkan Inovasi

Palembang, sumselprov.go.id - Melalui Pameran Investasi dan Infrastruktur Daerah (Infrada), kita memotivasi seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk bisa bergerak melakukan inovasi dan menghasilkan inovasi terbaru setiap tahun Hal tersebut diutarakan Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya saat membuka Pameran Investasi dan Infrastruktur Daerah (Infrada) Sumsel 2019 di PTC Mal, Selasa (6/8/2019). “Kita ingin semua daerah di Sumatera Selatan ada inovasi dan perubahan inovasi dan akan terus berinovasi demi kemajuan daerah,” ujar Mawardi Yahya Harap Wagub Mawardi, dengan trigger seperti ini inovasi akan muncul baik dari perseorangan maupun kelompok-kelompok yang ada di daerah. “Adanya inovasi terbaru, tentunya Pemprov Sumsel pasti siap memfasilitasi. Dari segi mutu dan kualitasnya supaya mampu bersaing,” ucap Wagub  Mawardi Yahya. Wagub Mawardi Yahya jelaskan, Sumsel adalah salah saru provinsi terbesar di Indonesia. Sumsel memiliki banyak potensi SDA yang dapat menarik perhatian investor untuk berinvestasi. Hal ini juga didukung oleh kondisi Sumsel yang secara umun zero conflict. "Dengan kondisi tersebut, para investor akan datang berinvestasi ke Sumatera Selatan. Infrada Sumsel 2019 ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat mendukung optimalisasi potensi investasi yang ada di Sumsel”, terang Wagub Sumsel Tambah Mawardi Yahya, Ini juga sejalan dengan visi Gubernur Sumsel tahun 2018-2023 yaitu Sumsel Maju untuk Semua. Melalui optimalisasi investasi di Sumsel diharapkan akan membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan dan pembangunan di Sumsel. Lanjut Wagub Sumsel, Pemprov Sumsel berkomitmen meningkatkan investasi dengan mengimplementasikan Perpres No 91 tahun 2017 tentang percepatan pelaksanaan berusaha. Implementasi tersebut misalnya berupaya reformasi pelayanan perizinan yang dilakukan dengan perubahan prinsip lauanan kepada Investor dari permit-oriented menjadi service-oriented sebagai one stop service untuk berinvestasi. Pada acara tersebut, Mawardi Yahya juga ikut melaunching peluncuran motor dan kompor listrik inovasi PLN Electrifying lifestylebersama GM PT PLN WS2JB Daryono. Dan Wagub Sumsel Mawardi Yahya juga berkenan menyerahkan hadiah bagi pemenang lomba foto Kejuaraan Dunia MXGP awal Juli Lalu. Para pemenang itu di antaranya yakni Kategori Jurnalistik Juara I adalah Muhammad Thohir dari Detik Sumsel, Prabu Rizki Ahmad Juara II, Juara III Evan Zumarli dari Sumatera Ekspress, sedangkan untuk Kategori Umum Juara I diraih oleh Bow_Motret, Juara II Mutia Zahra, Juara III Desy Kurniati. Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumsel Hj Megaria mengatakan, pameran ini ditargetkan dapat memberikan informasi tentang rencana pembangunan infrastruktur dasar dan yang sedang dibangun untuk mendorong berkembangnya investasi dan lainnya. "Sekaligus menjadi wadah tukar informasi mengenai potensi investasi di bidang infrastruktur seperti bandara, perumahan rakyat pada investor. Dan juga untuk tempat berkoordinasi untuk percepat perizinan bagi investor," jelasnya. Hadir dalam kesempatan itu Ketua TP PKK Sumsel, Hj Febrita Lustia Herman Deru, Wakil Ketua TP PKK Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya, serta Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumsel Hj Megaria. Peserta pameran diikuti 40 peserta yang terdiri dari 65 stan. Mereka ini terdiri dari BUMN, BUMD, OPD Pemprov Sumsel, OPD di kab/kota se Sumsel serta investor dalam dan luar negeri. Termasuk Pelaku perbankan dan lainnya dari Tegal, Tumenggung hingga Banjarmasin. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM    

Baca Detail
Arahan Presiden Jokowi Terhadap Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Sumsel
07 Aug 2019 Dilihat 192x

Arahan Presiden Jokowi Terhadap Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan

Jakarta, sumselprov.go.id -- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan pada Selasa (6/8) di Istana Negara, Jakarta. Presiden Jokowi menegaskan bahwa pencegahan sangat penting dalam penanganan kebakaran, jangan sampai api membesar kemudian berupaya untuk dipadamkan. Presiden menyampaikan bahaya upaya pencegahan dilakukan dengan patroli dan deteksi dini. Selain itu, Jokowi meminta penataan ekosistem gambut agar tetap basah dan membuat embung sehingga saat kemarau gambut tidak kering. Fase pencegahan menekankan juga menginstruksikan apabila terjadi api sesegera mungkin untuk pemadaman sebelum api membesar. Operasi pemadaman tersebut harus didukung penegakkan hukum oleh pihak kepolisian yang dinilai telah berjalan baik dan terus berlangsung secara konsisten. Pada pertemuan yang dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (gubernur, pangdam dan kapolda), Jokowi mengingatkan untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam pemadaman sedini mungkin. Melalui pemadaman sesegera mungkin diharapkan api tidak membesar dan berdampak secara luas. Belajar dari pengalaman 2015 lalu, kerugian kebakaran hutan dan lahan (karthula) menyebabkan kerugian hingga Rp 221 trilyun. Di samping itu, luas lahan terbakar mencapai 2,6 juta ha. “Kejadian ini jangan sampai terjadi lagi di seluruh wilayah Indonesia!” seru Jokowi. Jokowi juga meminta karhutla tiap tahun harus turun dan tidak boleh naik. Jika dibandingkan pada 2016, jumlah titik panas atau hotspot tahun ini turun. Namun demikian, jumlah tahun ini apabila dibandingkan pada tahun sebelumnya naik. Presiden berpesan apabilata tahun 2019 ini mulai ada lagi asap yang mengganggu negara tetangga agar segera selesaikan dengan upaya yang maksimal sehingga kita tidak malu dengan negara tetangga yang kena dampak asap akibat kebakaran. Data Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan per hari ini (6/8) pada luas kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah sepanjang 2019 berjumlah 135.749 ha. Luas kebakaran tertinggi antara lain di Nusa Tenggara Timur (71.712 ha), Riau (30.065), Kepulauan Riau (4.970), Kalimantan Selatan (4.670), Kalimantan Timur (4.430). Luas karhutla dihitung berdasarkan analisis citra satelit landsat 8 OLI/TIRS yang di-overlay dengan data sebaran hotspot, serta laporan hasil pengecekan lapangan terhadap hotspot dan laporan pemadaman yang dilaksanakan Manggala Agni. Sementara itu jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan lebih dari 80% pada hari ini (6/8) berjumlah 20 titik. Rincian sebaran hotspot sebagai berikut Pulangpisau (6 titik), Luwu Timur (4), Kapuas (3), Kotawaringin Timur (2), Sambas (2), Seruyan (1), Berau (1) dan Nganjuk (1). Menghadapi karhutla tahun 2019, Jokowi tetap menginstruksikan babinsa dan bhabinkamtibmas agar mengecek langsung apabila ada hotspot dan jangan menunggu sampai api membesar. “Segera padamkan sebelum menjadi besar,” ujar Jokowi. Presiden juga memberikan atensi bahwa aturan main tetap sama dengan tahun 2015 terkait pencopotan apabila pangdam, kapolda, danrem, dandim, dan kapolres tidak dapat mengatasi masalah di wilayah masing-masing. Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Herman Deru : Program Serasi Produktifkan Lahan Gambut di Sumsel Sumsel
07 Aug 2019 Dilihat 275x

Herman Deru : Program Serasi Produktifkan Lahan Gambut di Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan  (Sumsel)  terus melakukan upaya antisipasi  meluasnya jumlah titik api   (hot spot) yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) khususnya di kabupaten/kota yang memiliki lahan gambut mudah terbakar seperti Kabupaten Ogan Ilir, OKI, Muara Enim, Banyusian dan Musi Banyuasin. Sebagai bentuk keseriusan  dalam hal pencegahan Karhutla ini, Gubernur H Herman Deru melakukan rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh instansi terkait sekaligus mendengar paparan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel,  Iriansyah. Bertempat di Kantor BPBD Provinsi Sumsel di Palembang, Senin (5/8).  Total lahan gambut di Sumsel mencapai 1.270.041  hektar yang tersebar di Kabupaten Musi Rawas, Pali, Muara Enim, Muratara, Musi Banyuasin, Banyuasin dan Ogan Komering Ilir. Kondisi ini menjadikan Provinsi Sumsel  siaga karhutla  saat musim kemarau,” ungkap Herman Deru.  Dikatakan Gubernur, maraknya terjadi karhutla di beberapa daerah di Sumsel tersebut lebih dikarenakan  beberapa faktor diantaranya karena kondisi cuaca panas dan tiupan kencang.  Kondisi lahan yang  kering  di lahan gambut menjadi  rawan terbakar.  Sementara prilaku masyarakat  lalu lalang membuang puntung rokok juga sulit dikontrol. Untuk menanggulangi karhutla di Sumsel ditahun-tahun mendatang,  kita bukan saja akan  menganggarkan APBD untuk pemadaman,  melainkan berikut dengan anggaran pencegahannya,” tambah Gubernur.  Sementara untuk lahan yang sudah terlanjur terbakar di Kabupaten Ogan Ilir Herman Deru telah mengintruksikan Bupati Kabupaten Ogan Ilir untuk menginventarisir lahan tidak produktif milik warga agar dijadikan lahan produktif yang pembiayaannya ditanggung oleh Pemprov Sumsel.  Kita harus mendapat informasi yang real time untuk pemadaman. Informasi akurat, infrastruktur yang kuat, SDM Siap. Besok Saya intruksikan Asisten I didampingi oleh Danrem untuk menemui  Bupati Ogan Ilir, agar di inventarisir lahan yang tidak produktif milik warga, untuk kita produktifkan lahan tersebut, kita punya program Serasi,” terangnya.  Program Serasi imbuh dia  akan lebih efektif dalam  menjadikan  Sumsel Lumbung Pangan Nasional sekaligus menekan terjadinya kebakaran disaat musim kemaru.  Karena Serasi  merupakan Program Selamatkan Rawa Sejahterakan petani (Serasi). Program serasi  bertujuan agar lahan rawa bisa produkif. Untuk mengolah lahan itu, Saya minta khususnya untuk Ogan Ilir lahan-lahan terbengkalai sejak dulu, Kita bikin gerakan khusus produktifkan lahan tanpa biaya pemilik lahan,” tambahnya  sebari menyebutkan lebih baik mencegah dari pada memadakamkan kebakaran harena  biayanya jauh lebih mahal untuk itu dia minta keterlibatan masyarakat. Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel Iriansyah dalam paparannya menyebutkan, telah terjadi peningkatan data hotspot yang cukup signifikan terpantau dari aplikasi Lapan Fire” dimana ditandai dengan peningkatan kejadian kebakaran khususnya di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Ogan Ilir  merupakan wilayah lahan rawa yang mulai mengalami kekeringan seiring masuknya puncak musim kemarau. Untuk lahan gambut seperti di OKI dan Muba saat ini masih relatif aman, walau kondisi permukaan air pada lahan gambut sudah mulai menyusut drastis,” ungkapnya.  Secara rinci Iriansyah mengatakan, data luas karhutla  yang berhasil dikalkulasikan oleh tim gabungan pemadaman darat seluas 257,9 ha dengan rincian Kabupaten Ogan Ilir seluas 121,15 ha, Kabupaten Banyuasin 6 ha, Kabupaten Pali 57,75 ha, Kabupaten Lubuk Linggau 0,5 ha, Kabupaten Muba 4 ha, dan Kabupaten OKI 68,5 ha.  Lokasi  kebakaran luas dan tersebar pada beberapa lokasi, sulit dijangkau dan merupakan lahan gambut apalagi kebakaran di malam hari. Kendala karhutla juga disebabkan masih ada lahan yang belum jelas status atau tidak dikelola sehingga rawan terbakar,” pungkasnya. Usai melakukan Rakor bersama seluruh instansi terkait meninjau kesiapan peralatan pemadaman  melalui udara yang disiagakan di landasan pacu Bandara Internasional Sultan Mahmud Baddarudin II  Palembang. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Gubernur Sumsel Terima Instruksi Presiden, Optimalkan Pencegahan Karhutla Sumsel
07 Aug 2019 Dilihat 185x

Gubernur Sumsel Terima Instruksi Presiden, Optimalkan Pencegahan Karhutla

Jakarta, sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Selasa (6/8/2019). Gubernur Sumsel H. Herman Deru  hadir di Istana Negara bersama Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan dan  Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli. Saat berdialog dengan peserta Rakornas, Presiden Joko Widodo setuju dengan usulan sebagian dari mereka agar dilakukan sosialisasi untuk memodernisasi para petani, sehingga mereka tidak perlu lagi membakar hutan dan lahan untuk memulai membuka lahan. “Memang kita harus berani mengalihkan pola-pola pertanian tradisional menuju ke pola-pola pertanian yang modern memakai teknologi. Ini tugas Bupati, tugas Wali Kota, tugas Gubernur, tugas Menteri-Menteri dan tugas kita semuanya,” kata Presiden Jokowi. Menurut Presiden, dalam 5 (lima) tahun ini, Kementerian Pertanian sudah membagi yang namanya traktor,  excavator, dan bulldozeruntuk yang daerah-daerah yang memiliki lahan yang besar-besar seperti di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (Sumut). “Saya juga kaget juga dalam satu kabupaten traktornya begitu banyaknya, excavator-nya begitu banyaknya, sehingga lahan besar bisa dikerjakan dengan mekanisasi peralatan-peralatan yang ada yang saya lihat itu bantuan dari Menteri Pertanian,” ungkap Presiden Jokowi. Untuk itu, Presiden meminta Bupati-Bupati yang memiliki lahan yang bisa dikerjakan secara bukan manual lagi, agar meminta bantuan ke Kementerian Pertanian setiap tahun bantuannya banyak,untuk alat-alat seperti itu. “Jadi kita ubah petani yang sudah berpuluh-puluh tahun dengan untuk land clearing dengan cara membakar diganti dengan pembersihan land clearing dengan traktor, dengan excavator tanpa harus membuat api,” tutur Presiden seraya menambahkan, di  APBD provinsi, APBD di Kabupaten/Kota ada semuanya. “Berilah petani-petani kita dengan dengan mindset yang baru, pola pikir yang baru dalam bekerja, jangan biarkan mereka sudah berpuluh-puluh tahun kita masih melihat petani yang enggak mungkin mau land clearing 2 hektar dicangkul, enggak mungkin,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan melalui rakor ini, Presiden menginstruksikan agar dalam penanggulangan Karhutla dapat dititik beratkan terhadap  pencegahan, hal ini karena masing-masing provinsi serta kabupaten mempunyai masalahnya masing-masing. "Kebakaran hutan dan lahan yang mengancam Sumsel membuat Provinsi  akan  terus bersiaga, terutama pada musim kemarau sepanjang tahun ini," ujarnya. . Selaku Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan bahwa dirinya terus menginstruksikan kepada seluruh kab dan kota di Sumsel yang rawan karhutla untuk tetap waspada dan terus sigap untuk menanggulangi karhutla, agar karhutla di tahun 2015 tidak terjadi lagi. Sumatera Selatan memiliki lahan-lahan yang tidak produktif sehingga sangat rawan terjadinya titik api (hotspot) pada lahan tak terpakai yang akan memacu penyebaran api sehingga kebakaran besar terjadi. Oleh karena itu, maka Herman Deru  menginstruksikan semua jajarannya dan pihak terkait untuk terus mengatasi permasalahan serta penanggulangan akan kemungkinan terjadi karhutla. Hal ini juga telah Herman Deru bahas secara mendalam dalam rapat tentang karhutla yang digelar pada Senin pagi, (5/8/2019) di Kantor BPBD Sumsel. Media Center Diskominfo Provinsi Sumsel / AD Sumber : Website Setkab RI dan Tim Medsos Diskominfo Provinsi Sumsel

Baca Detail
Gubernur Sumsel Ambil  Langkah Tegas Penanggulangan Karhutla Di Sumsel Sumsel
06 Aug 2019 Dilihat 364x

Gubernur Sumsel Ambil Langkah Tegas Penanggulangan Karhutla Di Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa daerah Provinsi Sumatera Selatan beberapa hari yang lalu, membuat Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengambil langkah tegas untuk menanggulang karhutla sehingga kebakaran lahan tersebut tidak meluas. Menyikapi hal tersebut diatas Gubernur Sumsel H. Herman Deru memimpin rapat koordinasi bersama seluruh instansi terkait sekaligus paparan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Sumsel H.Iriansyah terkait kondisi terkini Karhutla di Wilayah Sumsel, bertempat di Ruang Rapat Kantor BPBD Sumsel, Senin (05/08/2019). Dalam arahannya H.Herman Deru menyampaikan karhutla yang kerap terjadi selalu akar masalahnya ada pada lahan-lahan yang selama ini tidak produktif dan tak bertuan. Oleh karena itu, katanya , pemprov Sumsel secara tegas akan menginstruksikan kepala daerah di masing-masing Kabupaten/Kota yang menjadi langganan Karhutla seperti Ogan Ilir untuk meninjaklanjuti secara serius. “Saya minta besok Asisten 1 dan Danrem datangi Bupatinya dan bahkan panggil Camatnya untuk tahu itu tanah siapa. Kebanyakan yang terbakar ini lahan yang tidak produktif, sementara yang berpenghuni tidak terbakar.Saya juga heran sejak kecil persoalan ini selalu terus menerus terjadi’, jelas Herman Deru. Dalam paparannya H.Iriansyah menyampaikan kondisi aktual kebakaran hutan dan lahan Provinsi Sumatera Selatan telah terjadi peningkatan data hotspot yang cukup signifikan yang terpantau pada aplikasi “Lapan Fire” ini juga ditandai dengan adanya peningkatan kejadian kebakaran  khususnya di wilayah Ogan Ilir, yang merupakan lahan rawan rawa yang mulai mengalami kekeringan seiring masuknya puncak musim kemarau. Untuk lahan gambut seperti di Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin saat ini masih relatif aman, walau kondisi permukaan air tawar pada lahan gambut sudah menyusut dratis.  Iriansyah memerinci luasan lahan tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Ogan Ilir 121,15 hektare, Banyuasin 6 hektare, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 57,75 hektare, Lubuklinggau 0,5 hektare, Musi Banyuasin 4 hektare, dan OKI 68,5 hektare.  Ia mengungkapkan, memang sejak sepekan, kebakaran lahan terdeteksi terjadi di Sumsel. Hal itu dikarenakan banyak faktor baik alam ataupun ulah manusia. Tetapi sampai saat ini tidak terpantau adanya sebaran asap, jarak pandang SMB II rata-rata tercatat diatas 10 KM dan jarak terendah yang tercatat 2.500 meter, masih cukup aman untuk penerbangan dengan bats minimal 2.000 meter. Adapun kendala yang ditemukan dalam upaya memadamkan kebakaran lahan di Sumsel, yakni kebakaran cukup luas dan tersebar di lokasi yang sulit terjangkau oleh tim darat.  Kemudian didukung pula oleh kondisi cuaca yang panas dan tiupan angin yang cukup kencang membuat api semakin membesar.  “Yang paling menjadi kendala pemadaman di lapangan yakni terbatasnya sumber air,” kata dia.  Di lapangan, kata dia, pihaknya masih kerap menemukan adanya kebiasaan masyarakat membakar lahan, juga masih banyak lahan yang belum jelas status kepemilikannya, sehingga membuat lahan tersebut rawan terjadi kebakaran. “Masalahnya juga terkadang, kebakaran terjadi karena adanya orang iseng membuang puntung rokok,” ujanya. Pihaknya sudah melakukan pemetaan desa rawan kebakaran lahan yakni sebanyak 90 desa. Selain itu juga sudah ada bantuan dari pusat yakni 1.512 pasukan untuk memadamkan karhutla di Sumsel. Di antaranya 1.000 unsur TNI, 205 unsur Polri, 200 masyarakat dan 100 dari BPBD setempat. Untuk memaksimalkan upaya pemadaman karhutla di Sumsel, pihaknya berharap banyaknya bantuan berbagai pihak. Salah satunya, perlunya peralatan dan teknologi pemantauan secara real time, dukungan peralatan drone untuk kepentingan patroli dan memantau kondisi di lapangan. Selain itu juga perlunya mengoptimalkan lahan tidak produktif, melakukan teknologi perkebunan pertanian dan teknologi cuaca agar lahan yang tidak produktif menjadi lahan produktif.“Harapan kami agar dana desa bisa dialokasikan untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla di desa rawan karhutla. Saat ini kita sudah mendapat bantuan berupa empat helikopter waterbombing dan satu pesawat patroli dari BNPB,” jelasnya. Turut hadir dalam rapat ini Danrem 044/Gapo, Asisten I Setda Pemprov.Sumsel, Danlanud SMH Palembang, Polda Sumsel, Dinas Kominfo Prov. Sumsel, Dinas Kesehatan Prov.Sumsel, Dinas Perkebunan Prov.Sumsel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas KLH, Dinas Kehutanan, Kepala Biro Perlengkapan, Satgas Doa Pesantren Aulia, Humas Protokol Setda Prov.Sumsel, Ketua TRGD Sumsel, Balai PPI, Manggala Agni dan Pt. Cipta Alpha Omega. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
H. Herman Deru Yakin Angka Kemiskinan Turun Mengacu Kepada Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Sumsel
06 Aug 2019 Dilihat 171x

H. Herman Deru Yakin Angka Kemiskinan Turun Mengacu Kepada Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

 Palembang, sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Sumatera Selatan tertinggi di Sumatera dengan capaian pertumubuhan ekonomi triwulan I sebesar 5,68%. Capaian angka pertumbuhan tersebut merupakan tertinggi di Sumatera bahkan termasuk tinggi di Indonesia. Capaian pertumbuhan ini berdasarkan data resmi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru pada saat membuka seminar Diseminasi Kebijakan Moneter semester satu tahun 2019 dengan topik "Penguatan Industri Manufaktur dalam kerangka Peningkatan Daya Saing perekon Menuju Indonesia sebagai Negara Maju tahun 2045" yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia perwakilan Sumsel, di Ballroom hotel Arista Pelembang, Sebin (5/8/2019).  “Kita meminta ini terus dijaga terutama kalangan pengusaha, masyarakat, pemerintah dan BI sendiri," ujar Gubernur Herman Deru Ia harapkan, seminar ini dapat menghasilkan kebijakan yang menjadi tolak ukur kemajuan pembangunan di Sumsel dengan tetap menjaga stabilitas politik, ekonomi dan keamanan wilayah Sumsel agar tetap kondisif. "saya minta dan sarankan kepada kalangan pejabat, jangan asal memberikan statement (pernyataan). Karena jika tidak benar, ini juga dapat memicu tidak stabilnya wilayah," tegas Gubernur Herman Deru Gubernur Herman Deru mengapresiasi kerja yang telah dilakukan BI perwakilan Sumsel yang terus bekerja dengan semua pihak. Terutama dalam melakukan intervensi nilai tukar rupiah terhadap dollar. Sehingga inflasi di Sumsel tetap terjaga dengan baik. “Kemiskinan di Sumsel sekarang 13 persen. Saya yakin angka kemiskinan akan turun 1 persen setiap tahun mengacu kepada pertumbuhan ekonomi Sumsel dan sesuai laporan yang kita terima dari BPS saat ini telah terjadi tren penurunan kemiskinan di Sumsel” pungkasnya Sementara itu Kepala BI Perwakilan Sumsel, Yunita Resmi Sari dalam laporannya menyebutkan laju pertumbuhan ekonomi Sumsel pada semester 1 tahun 2019 masih bertumpu pada sumber daya alam (SDA) yakni getah karet, batubara dan cpo. Ia juga sebutkan bahwa Kinerja perekonomian Sumatera Selatan 5,8 tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat pada level 5,07%. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Regional Sumatera sebesar 4,55% (yoy) “Inflasi Sumatera Selatan triwulan I 2019 berada pada level yang rendah yaitu sebesar 1,66% (yoy) dan berada dalam kisaran target inflasi nasional tahun 2019 yaitu sebesar 3,5±1% (yoy). Realisasi inflasi ini lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi triwulan sebelumnya yang tercatat 2,74% (yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi nasional triwulan I 2019 yang sebesar 2,48% (yoy), dan tercatat sama dengan realisasi inflasi regional Sumatera triwulan I 2019 yang sebesar 1,67% (yoy).” Jelas Yunita MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
H. Herman Deru Hadir Di Gebyar Smanta Festival 2019 Sumsel
05 Aug 2019 Dilihat 277x

H. Herman Deru Hadir Di Gebyar Smanta Festival 2019

Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru yang juga merupakan alumni SMAN 3 Palembang bangga serta mengapresiasi kinerja anak-anak SMAN 3 Palembang. Pemprov Sumsel sangat mendukung acara-acara produktif yang sifatnya memberi edukasi, semoga hal-hal positif selalu dicetuskan oleh seluruh Siswa SMAN 3 Palembang Hal tersebut diungkapkan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru yang juga alumni Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Palembang angkatan Tahun 1985, dengan resmi membuka Gebyar Smanta Festival 2019 bersama Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru di Gedung Palembang Sport & Convention Center (PSCC). (4/7/2019) “Smanta Festival ini merupakan kegiatan rutin tahunan dengan basic sekolah berbasis seni,” ujar Gubernur Herman Deru Smanta Festival yang digagas siswa-siswi SMA Negeri 3 Palembang ini tampaknya disambut luar biasa oleh para kaum milenial di Sumsel dan acara ini dihadiri oleh artis ibu kota Fiersa bersari dan Rizky Febrian di acara puncak Smanta Festival 2019 Ragam pergelaran seni musik dipersembahkan oleh Siswa dan siswi SMAN 3 dihadapan orang nomor satu di Provinsi Sumsel tersebut, Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel sangat mengapresiasi penuh inisasi kreatif yang digagas oleh para siswa SMAN 3. Menurutnya, ia sangat mengapresiasi kerja keras siswa-siswi nya yang telah berjuang untuk menggelorakan seni, bukan hanya di SMAN 3 Palembang tapi ini juga bagi kaum milenial lainnya MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
Kalaksa BPBD Prov.Sumsel Lakukan Patroli Udara Pastikan Karhutla Di OI Padam Sumsel
05 Aug 2019 Dilihat 186x

Kalaksa BPBD Prov.Sumsel Lakukan Patroli Udara Pastikan Karhutla Di OI Padam

Palembang, sumselprov.go.id – Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan yang juga merupakan Wakil Komandan Satgas Posko Karhutla Sumsel, H. Iriansyah didampingi Kasiops Korem 044/GAPO melakukan Patroli Udara guna melihat langsung dan crosscheck dengan satelit Lapan kondisi Karhutla di wilayah Sumatera Selatan, Minggu (04/08/2019). “Dari hasil pantauan udara yang dilakukan tidak terlihat hotspot di Seputaran Pemulutan, Rambutan Arisan Jaya yang kemarin  terbakar clear tidak ada kebakaran juga di seputaran Kabupaten Banyuasin”, ujar H.Iriansyah yang dihubungi Tim MC Diskominfo Prov. Sumsel via WhatsApp. Selanjutnya dijelaskan H. Iriansyah di Kabupaten Ogan Ilir terpantau 1 (satu) firespot tepatnya di Pedamaran, sementara di Cengal Tulung Selapan, Pampangan, SP Padang clear cuaca bersih. Ada satu titik karhutla di Pedamaran dan sudah dilakukan pemadaman darat dan akan dilakukan pemadaman udaran yaitu satu helikopter untuk water bombing, pungkas Kalaksa BPBD Prov.Sumsel. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Fasilitas Baru Kantor Gubernur, Roof Garden dan Alun-Alun Sumsel
05 Aug 2019 Dilihat 584x

Fasilitas Baru Kantor Gubernur, Roof Garden dan Alun-Alun

Palembang, sumselprov.go.id -- Setelah direnovasi terakhir pada tahun 2016 silam, gedung kantor Gubernur Sumsel yang berlokasi di Jalan Kapten A.Rivai kini kembali dipugar. Tanpa menghilangkan bentuk bangunan aslinya, kantor orang nomor satu di Sumsel itu nantinya akan dilengkapi sejumlah fasilitas baru. Fasilitas itu di antaranya yakni roof garden di bagian lantai atas, dan alun-alun (plaza) di bagian halaman depan. Selain itu, akan dibangun juga stage untuk perfomance masyarakat dan komunitas serta ruang perpustakaan khusus. Hal itu terungkap dalam rapat membahas renovasi/pembangunan kantor Gubernur yang digelar di kediaman pribadi Gubernur Sumsel Herman Deru di Kawasan Gandus, Sabtu (3/8) malam. Dikatakan Gubernur, sejak pertama kali Ia ngantor tanggal 3 Oktober 2018 persoalan banjir saat hujan datang sudah dialaminya sendiri. Selain terjadi kebocoran di dalam ruang rapat, air juga menggenang di sekitar halaman kantor. Belum lagi penampilannya yang sudah usang dan instalasi air dan listrik yang kurang memadai. "Makanya saya langsung panggil Sekda dan Biro Umum untuk menganggarkan renovasi ini. Kita rehab saja tidak usah bangun baru. Alhamdulillah sekarang tender sudah selesai begitu juga kontraknya," jelas Herman Deru membuka rapat. Sebagai kantor bersama Iapun meminta sumbang saran mengenai rehab yang akan dilakukan pada gedung yang ditaksir sudah berusia di atas 50 tahun tersebut. " Bangunan ini sebenarnya mirip dengan Hotel Indonesia zaman dulu. Saya ingin kembalikan gedung ini ke bentuk lama dengan  inovasi yang tidak mengubah bentuk aslinya," jelas pria yang dinobatkan sebagai Bapak Rumah Tahfidz tersebut. Selain menyoroti soal keaslian bentuk gedung, Ia juga meminta konsultan merenovasi di bagian halaman kantor agar bebas dari genangan air. Termasuk sistem parkir, sirkulasi drainase dan coverage CCTV.   Sementara itu Tenaga Ahli dari PT. Intimas Mulia Konsultan, Stefanus Erwin menerangkan sesuai arahan Gubernur Sumsel mereka akan berupaya semaksimal mungkin membuat kantor gubernur tampil lebih modern dengan mempertahankan bangunan aslinya. "Kita akan pertahankan bentuk aslinya dengan sentuhan-sentuhan yang lebih baik. Baik itu penampilan maupun fungsinya," jelas pria yang akrab disapa Erwin itu singkat. Adapun konsep dasar pengerjaannya lanjut Erwin  diupayakan dapat mengembalikan semangat asli desain awal pembangunan kantor itu sendiri. Dengan penambahan lighting untuk mengekspose bangunan agar lebih terlihat eyecatching di  sekelilingnya saat malam hari. "Kita ada rencana dan sudah disetujui pak Gubernur. Di halaman depan dekat jalan utama Kapt A.Rivai akan dibuat alun-alun. Semacam plaza dan nanti ini bisa berfungsi sebagai ruang publik. Ada stage juga untuk perfomance komunitas atau masyarakat umum. Bahkan kedepan kita akan terapkan juga smart building dan green buliding di gedung ini" jelasnya. Selain fasilitas di atas, pada renovasi ini Ia juga akan menempatkan satu ruang untuk perpustakaan di bagian depan kantor di lantai dasar. Tak hanya untuk memfasilitasi tamu-tamu yang berkunjung ke kantor Gubernur tapi fasilitas ini juga terbuka untuk umum. "Kemudian roof garden di lantai atas. Pengelolaan nantinya seperti apa akan disesuaikan tapi yang pasti tujuannya untuk menghijaukan lahan sempit dan bisa juga menjadi tempat pegawai istirahat atau bersantai," pungkasnya. TIM MC Diskominfo Prov. Sumsel

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.