Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Tim Gabungan Satgas Posko Karhutla Sumsel Bersinergi Padamkan Api Di Ruas Tol Palindra Sumsel
08 Aug 2019 Dilihat 248x

Tim Gabungan Satgas Posko Karhutla Sumsel Bersinergi Padamkan Api Di Ruas Tol Palindra

Palembang, sumselprov.go.id – Ruas Jalan Tol Palembang – Inderalaya (Palindra), Sumatera Selatan yang menghubungkan Kota Palembang dan Kabupaten Ogan Ilir dikepung api akibat kebakaran lahan. Di lokasi lahan yang terbakar di Tol Palindra terjadi sejak Senin (5/8/2019) hingga Selasa (6/8/2019) malam, sampai saat ini, tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Darat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus berupaya memadamkan api dengan mengerahkan ratusan personel gabungan Tim Terpadu Satgas Darat Karhutla. Melihat kondisi tersebut, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum didampingi perwakilan dari BNPB , Asisten I Setda Provinsi Sumatera Selatan Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono, Dandim OKI, Kapolres OKI, Kalaksa BPBD Prov.Sumsel, meninjau langsung beberapa titik api di lokasi kebakaran di sekitar ruas jalan Tol Palindra KM. 13, Rabu (7/8/2019) pagi. Dalam arahanya Pangdam II. Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M.Hum menyampaikan bahwa pada saat mengikuti rapat Rakornas Pengendalian Karhutla 2019 yang dipimpin oleh Bapak Presiden RI di Istana Negara. Presiden jokowi menginstruksikan agar seluruh kebakaran-kebakaran hutan maupun lahan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) segera ditangani dengan baik. “Pada hari ini saya langsung kelapangan meninjau lokasi ke beberapa titik kebakaran dalam proses pemadaman yang terjadi mulai tadi malam dan beberapa hari yang lalu. Seperti data dari BPBD bahwa di daerah Prov. Sumsel ini lahan yang sudah terbakar sampai hari kemarin itu lebih kurang 257,9 hektar untuk Prov. Sumsel, ada yang di Ogan Ilir (OI), OKI dan di Pali”, kata Pangdam. Pangdam mengatakan, khusus di wilayah Indralaya dekat tol ini masih ada sisa-sisa kebakaran kemarin, dan pagi hari ini beserta unsur dari Kepolisian dan pemerintah daerah Pak Gubernur sebagai Dansatgas dibantu oleh TNI dan Polri. “Kita membantu Satgas yang dipimpin oleh bapak Gubernur dari TNI maupun Polri maupun dari BPBD”, kata Pangdam. Dia juga menjelaskan bahwa, untuk pengendalian sendiri dari TNI dan Tim Terpadu Karhutla, menggunakan seluruh sarana dan prasarana yang ada misalkan alat potong rumput untuk melokalisir pemadaman dan menggunakan pompa. Asisten I Setda Prov. Sumsel H.Achmad Najib mewakili Pemerintah Prov. Sumsel, menyampaikan Gubernur Sumatera Selatan kemarin sudah mengikuti Rakornas dan mengambil langkah-langkah sebagai berikut pertama menginventalisir pemilik lahan karena yang terbakar ini berulang-ulang, Kabupaten Ogan Ilir yang berdekatan dengan kota Palembang Pemprov kan minta kepada seluruh Camat Kabupaten Ogan Ilir untuk mengambil langkah yang kongkrit supaya hal ini menjadi bagian  pencegahan, tadi sudah disampaikan persedian air yang masih kurang dan diharapkan partisipasi masyarakat. Adapun langkah kongkrit yang diambil atas arahan Bapak Gubernur yaitu pemanfaat lahan dengan Program serasi, Kami  akan bertemu dengan Bupati, Camat, Polres, TNI, Lurah  hingga perangkat Desa untuk pemanfaat lahan untuk pemilik itu sendiri jangan sampai lahan ini tidak produktif dibiarkan saja dan terus-terus menjadi beban pemerintah untuk kita akan ajak pemilik lahan itu memanfaatkan lahan yang mereka miliki, pungkas H. Achmad Najib. Sementara Kalaksa BPBD Prov. Sumsel, H. Iriansyah menyampaikan “Hari ini Kami dari Posko Terpadu BPBD Prov. Sumsel bersama Bapak Pangdam II/Sriwijaya, Bapak Asisten I mewakili Gubernur Sumsel, Bapak Danrem 044/GAPO melihat langsung kondisi kebakaran yang ada di Ogan Ilir ini”, ujar H.Iriansyah. Selanjutnya dijelaskannya upaya pemadaman yang dilakukan baik darat dan udara yang merupakan salah satu upaya pemerintah dalam penanggulangan karhutla. Menanggapi kejadian kebakaran yang sudah berlangsung selama tiga hari H.Iriansyah mengatakan disinilah peran serta masyarakat yang mempunyai lahan ataupun tidak untuk ikut memadamkan titik api sekecil apapun, jangan sampai seperti ini yang mengganggu transportasi, gangguan kesehatan maka dari itu mari kita sama-sama menjaga alam disekitar kehidupan kita. Disampaikan juga kendala-kendala yang dihadapi yang paling utama adalah cuaca yang panas, angin yang kencang dan sumber air yang tersedia agak sulit. Memang ada kanal-kanal dan embut yang dibuat tetapi karena cuaca yang panas ini membuat air yang ada di kanal maupun mengalami kekeringan, jelas Kalaksa BPBD Prov. Sumsel. Saat ini dari Manggali Agni, masyarakat, BNPB, TNI dan Polri semuanya masih ada dilokasi kebakaran. Meskipun api telah padam, kepulan asap masih terpantau di beberapa titik. Tampak juga beberapa personel gabungan Satgas Karhutla di sekitar lokasi dekat Tol Palembang-Indralaya (Palindra) terus bersiaga memantau beberapa lokasi titik api untuk mengantisipasi dampak kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di sepanjang jalan di Kabupaten Ogan Ilir agar tidak meluas. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/ CleY

Baca Detail
Investor di Sumsel Harus Diberi Kenyamanan Sumsel
08 Aug 2019 Dilihat 152x

Investor di Sumsel Harus Diberi Kenyamanan

Palembang, sumselprov.go.id -- Kenyamanan menjadi poin penting yang harus disediakan Pemprov Sumsel kepada investor agar mereka tertarik menanamkan modal di Bumi Sriwijaya. Untuk itu Ia mewanti-wanti betul agar dinas terkait memberikan pelayanan  terbaik dan cepat terutama dalam hal kemudahan perizinan. Hal itu dikatakan Gubernur Sumsel Herman Deru saat membuka Forum bisnis Investasi dan Infrastruktur Daerah (INFRADA) Provinsi Sumsel tahun 2019, di Hotel Novotel (7/8) Pagi. Dalam sambutannya, Ia mengapresiasi atas inisiasi Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumsel menggelar Infrada Sumsel 2019. Baginya ini menandakan adanya geliat baru dari salah satu instansi untuk membuat terobosan mengundang mengajak para investor baik yang datang dari dalam negeri maupun mancanegara. Kegiatan ini sebagai wujud inisiatif yang sangat diharapkan bagi para calon investor. Dimana Forum ini membedah terbukanya keluhan, tantangan, hingga peluang yang ada, agar investor yang ada tetap bertahan bahkan makin bertambah,” tuturnya Menurutnya, Provinsi Sumsel adalah salah satu Provinsi yang memiliki banyak potensi sumber daya alam yang mampu menarik perhatian investor untuk melakukan kegiatan investasi di Sumsel. Oleh sebab itu pula untuk mencapai peningkatan investasi di wilayah Sumatera Selatan yang tergolong wilayah potensial bagi kegiatan investasi, tentu diperlukan kerjasama dan komunikasi yang baik antara Pemerintah Daerah dengan subjek ekonomi lainnya. Para investor butuh kenyamanan dulu, artinya  tidak ada satu pun institusi  yang tidak bertugas dan tidak berperan dalam menyamankan investor. Terpenting pula pelayanan yang dibenahi terkait perizinan yang dipermudah,  investor nya juga difilter mulai dari trackrecord pengalamannya, karena kita akan terbebani  dengan kerusakan alam jika tidak menyaring para investor,” terangnya Orang nomor satu di Provinsi Sumsel menuturkan, Pemerintah memiliki  peran  memfasilitasi dengan mudah namun  juga harus  tetap di kontrol, sebab faktor pengamanan selalu menjadi alasan. Harapan Saya para investor yang akan masuk kita layani dengan sebaik mungkin. Jadi atau tidak jadi berinvestasi paling tidak sudah menjadi tamu di Provinsi kita. Tamu yang berlibur saja, kalau merasakan tidak nyaman pasti tidak lama, apalagi para investor,” tambahnya Sementara Direktur Perencanaan Infrastruktur Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia Heldy Prasetya Putra, S.E, M.M menambahkan, Kegiatan ini memiliki tujuan yang strategis menginat prograam utama dari pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Investasi di Indonesia di dominasi oleh sektor-sektor infrastruktur, dimana minat investor dibidang infrastruktur cukup besar. Terlebih peningkatan investasi di karenakan pelaksanaan pemilu yang damai dan transparan dilihat dari pengakuan para analis international,” tambahnya. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
TP PKK Sumsel Beri Kader Pelatihan Khusus PAAR dan UP2K Sumsel
08 Aug 2019 Dilihat 323x

TP PKK Sumsel Beri Kader Pelatihan Khusus PAAR dan UP2K

Palembang, sumselprov.go.id -- Guna meningkatkan prestasi kelompok kerjanya, Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumsel menggelar pelatihan Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) dengan cinta dan kasih sayang dalam keluarga dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), di Griya Agung Rabu (7/8) siang. Pelatihan ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua PKK Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya kemudian disusul oleh Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru. Tak tanggung-tanggung, TP PKK Sumsel bahkan mendatangkan pelatih langsung dari TP PKK pusat. " Ini kegiatan program Pokja 1 dan 2. Pelatihan ini kita berikan untuk seluruh kader kabupaten dan kota. Harapan kita kan PALI kemarin sudah dapat juara 2 dengan pelatihan ini bisa ditingkatkan, kabupaten lain juga harus juara," jelas Fauziah. Dengan pelatihan ini diharapkan juga masing-masing pokja mengetahui kekurangan sehingga dapat dilakukan perbaikan saat lomba. "Contohnya pelatihan PAAR,  para kader diberikan materi dan penjelasan tentang bagaimana mendidik anak dan remaja. Bahwa pendidikan itu harus dilakukan sejak dalam kandungan hingga anak menginjak usia remaja. Itu poin utamanya," jelas Fauziah. Dikatakannya pendidikan keluarga dan lingkungan sangat menentukan kepribadian seorang anak saat ini berbaur dalam masyarakat. Disinilah perlunya otang tua memberikan dasar pendidikan yang benar pada anak mulai dari tata krama. Selain itu bimbingan anak juga perlu terus dilakukan secara khusus saat anak sudah mulai masuk lingkungan sekolah, menonton televisi dan mengenal handphone. "Bisa jadi saat nonton TV mereka salah menonton yang bukan seharusnya begitupin saat main handphone. Karena mereka inikan sudah punya lingkungan sendiri,"tambah Fauziah. Sedangkan untuk pelatihan UP2K, para kader dilatih untuk jeli dan tanggap memanfaatkan lahan sekitar mereka untuk membantu kesejahteraan keluarga. Salah satu contohnya adalah pintar memanfaatkan lahan di sekitar untuk bercocok tanam kebutuhan sehari-hari seperti cabai, serai daun seledri dan lainnya. "Mereka harus mulai berpikir itu. Manfaatkan lahan itu, kalau tidak ada lahan bisa buat rak memakai polybag. Tanam apa saja. Kalau tanam cabai kan bisa untuk pakai sendiri dan jika lebih l bisa juga dijual sehingga uang kebutuhan dapur dari suami bisa dihemat. Lebihnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Atau bahkan ditabung," jelasnya. Dengan kemandirian seperti ini, para ibu rumah tangga tidak perlu khawatir lagi memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Bahkan jika memang serius, uang tambahan yang didapat dapat digunakan untuk kebutuhan sandang lainnya. "Target kita, pulang dari sini para kader ini dapat menularkan ilmunya di setiap desa, kecamatan dan kabupate . Jgn habis latihan ilmunya masuk laci. Jangan disimpan sendiri agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat keberadaan PKK ini," ujar Fauziah. Selain itu dalam pelatihan tersebut para kader iu juga diberi arahan tentang bagaimana membuat koperasi dan pengelolaannya. Pelatihan ini diberikan karena mendirikan koperasi terkesan mudah namun susah bagi yang belum mengerti caranya. "Kita berikan pelatihan, bagaimana meningkatka  UP2K dan membuat koperasi sampai besar sehingga anggotanya memiliki tabungan yang banyak agar tingkat kesejahteraan anggota jadi ikut terangkat," jelasnya. Pelatihan yang digelar selama dua sejak dua hari mulai 7-8 Agustus ini diikuti ratusan peserta. Mereka terdiri dari 3 orang untuk tiap Pokja dari 17 kabupaten dan Kota se Sumsel. Untuk pelatihan PAAR yang digelar sehari ditutup langsung oleh Ketua  TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru. Sedangkan pelatihan UP2K tetap berlanjut hingga hari Kamis (8/8) TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Gubernur Naikkan Anggaran Untuk Museum Sumsel
08 Aug 2019 Dilihat 261x

Gubernur Naikkan Anggaran Untuk Museum

Palembang, sumselprov.go.id -- Minimnya perhatian, kegiatan dan perawatan di sejumlah museum milik Pemprov Sumsel memantik keprihatinan tersendiri dari Gubernur Sumsel H Herman Deru. Iapun berkomitmen memberikan anggaran pengelolaan museum yang lebih proporsional kedepan. Hal itu dikatakannya saat membuka lomba Mewarnai Museum yang digelar Koran Palembang Ekspres (Palpres), di Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa Rabu (7/8) pagi. Pada kesempatan itu, Herman Deru tidak datang sendiri tapi Ia didampingi juga oleh Bunda PAUD Sumsel Hj Feby Deru serta Wakil Ketua TP PKK Sumsel, Hj Fauziah Mawardi Yahya. "Saya yakinkan tahun ini anggaran untuk perbaikan, perawatan dan kegiatan di sini (UPTD museum) akan lebih proporsional. Karena aset berharga ini bukan hanya harus dijaga tapi juga dikenalkan ke masyarakat luas terutama anak-anak dan generasi muda agar mereka mencintai sejarah mereka. Kita naikkan 10 kali lipat," tegasnya. Dikatakan pria yang dijuluki sebagai Bapak Rumah Tahfidz tersebut museum merupakan aset yang sangat berharga sehingga bukan hanya  harus dipelihara dengan maksimal. Melainkan sedapat mungkin keberadaannya juga diaktifkan dengan berbagai event untuk menarik masyarakat berkunjung ke museum. "Saya sangat mengapresiasi lomba mewarnai museum ini. Agar museum ini ramai memang harus ada "gula-gula"nya biar orang mau datang. Anak dan cucu kita punya hak berkreasi tapi mereka tidak berdaya melakukan kreatifitas tanpa kita fasilitasi. Menurutnya anak-anak perlu tahu bahwa sebelum mereka lahir ada banyak peristiwa penting yang terjadi. Dengan eksistensi museum ini pula diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran mereka. "Misalnya komputer, bisa dicari dan dipajang proses perubahannya dari yang zaman dulu pakai tabung tebal sampai sekarang tebal 2 cm. Endingnya biar anak-anak tahu bahwa kejadian hari ini ada rentetan proses sebelumnya. Itu baru soal teknologi sejarah peradaban pembangunan juga begitu," jelasnya. Karena itu, kedepan HD meminta kreatifitas jajaran museum ikut ditingkatkan dengan melibatkan semua pihak tanpa mengedepankan profit tapi edukasi kepada anak-anak. Tak hanya membuka acara, di sela kegiatan itu Ia Juga ikut melukis di atas kanvas serta menyempatkan diri mengunjungi ke dalam Museum Rumah Limas yang sudah berusia ratusan tahun. Saat melukis, Herman Deru tampak sangat antusias. Tampak Ia menggambar matahari lengkap dengan gunung dan persawahan. Serta gambar komputer di sudut kiri bawah kertas serta tulisan 1 digit. "Gambar ini menunjukkan bahwa Sumsel ini punya potensi yang sangat luar biasa. Gambar komputer ini juga menerangkan kalau kita punya SDM yang bagus. Tinggal bagaimana kita mengelola ini semua dengan baik agar angka kemiskinan turun 1 digit," jelasnya. Di tempat yang sama Kepala UPTD Museum Balaputra Dewa Chandra Apriadi mengatakan bahwa tahun lalu anggaran untuk perbaikan, perawatan dan kegiatan sebesar Rp75 juta. Ia pun mengaku sangat senang soal rencana Gubernur menambah anggaran tersebut untuk memaksimalkan pengelolaan museum. "Dengan kita adakan lomba ini kita ingin mengenalkan pada adik-adik PAUD ini tahu bahwa museum tempat adalah tempat yang bagus untuk dikunjungi karena bersejarah dengan koleksi bagus dan dapat menambah pengetahuan," jelasnya. Sementara itu Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Aufa Syarkawi mengatakan acara ini melibatkan sekitar 3500 PAUD se Palembang. Tak hanya di Museum Balaputra Dewa lomba ini juga akan digelar di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS). "Banyak yang tidak kenal dengan museum. Dengan museum ini bisa menjadi media yang informatif mengenalkan budaya bangsa sejak dini,"jelasnya. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
SAKIP 2019: Pemprov Sumsel Bersama Pemkab Dan Pemkot Komitmen Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Sumsel
08 Aug 2019 Dilihat 657x

SAKIP 2019: Pemprov Sumsel Bersama Pemkab Dan Pemkot Komitmen Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

Palembang, sumselprov.go.id – Hari ini.  Rabu (7/8/2019) Pelaksanaan Evaluasi Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2019 di lingkungan Pemprov  dan  Kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel) selesai dan berjalan baik, dimana pelaksanaanya digelar 2 (dua) hari. Setelah sehari sebelumnya hari pertama,  Selasa (6/8/2019). Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  H. Nasrun Umar membuka dengan resmi  kegiatan Pelaksanaan Evaluasi Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2019 di lingkungan Pemprov.  dan  Kabupaten/kota di Sumsel. Kegiatan ini digagas oleh Tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI berlangsung di Hotel Santika Premiere Palembang, Selasa  (6/8) pagi.  Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan  Sekda  H. Nasrun Umar menegaskan kembali  Pemprov. Sumsel berkomitmen  dalam  melakukan Percepatan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi baik dilingkungan Pemprov  maupun  di pemerintahan daerah Kabupaten/kota di Sumsel.  Menurutnya, Reformasi Birokrasi yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) berlandaskan pada 8 area perubahan yakni manajemen perubahan, penguatan sistem pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan kelembagaan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM ASN, penataan perundang-undangan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. “Inti perubahan dari reformasi birokrasi adalah perubahan pada mental aparatur, mindset, pola pikir dan budaya kerja, agar setiap ASN  bertanggung jawab dan menanamkan sikap profesional, adaptif dan inovatif dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan, “ tegasnya Nasrun. Nasrun yang juga  tengah menjabat Ketua Umum Forsesdasi ini menyebutkan   hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2019 oleh Kemenpan RB RI tersebut  untuk segera menindaklanjuti  dengan  menyusun encana aksi terhadap capaian area perubahan Reformasi Birokrasi.  “Sakip ini  menuntut kita bisa membuat kegiatan yang efisien dan efektif   dengan memperhatikan dua hal, yakni  sinkroniasi antar OPD dan efisiensi program kegiatan. Saya beri tips agar mereka tau kata kunci yang pertama Sinkronisasi, kemudian efektif dan efisiensi,” tuturnya Sementara Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kemenpan RB RI, Ronald Andrea Annas dalam laporannya mengatakan,  tujuan evaluasi AKIP dan RB adalah memonitor tindak lanjut rekomendasi hasil evaluasi periode sebelumnya, kemudian pula memberikan saran perbaikan sebagai percepatan pelaksanaan akuntabilitas kinerja dan pelaksanaan reformasi birokrasi serta menetapkan indeks RB dan tingkat akuntabilitas.  “ Evaluasi ini bukan orientasi pada nilai. Yang akan kita lakukan adalah untuk memperbaiki kinerja setiap Pemda, satu jalan keluarnya adalah evaluasi ini.  Jadi  jangan dianggap ini sebagai  ke terpaksaan,” pungkasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/TM/Cley  

Baca Detail
Herman Deru Ajak Pelihara Taman di Bawah Rel LRT Sumsel
08 Aug 2019 Dilihat 214x

Herman Deru Ajak Pelihara Taman di Bawah Rel LRT

Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengharapkan pihak pengelola Light Rail Transi (LRT) Palembang untuk melakukan penatan dan pemiliharaan taman yang ada di bawah jalur rel LRT  sepanjang  22 Km yang membentang antara Bandara Sultan Mahmud Baddarudin II hingga Jakabaring  yang kini kondisinya terkesan tidak terawat. Tolong  pihak PT Waskita, Pemerintah Kota dan  Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Sumsel, ayo kita sama sama tanam, jaga dan pelihara taman  di bawah rel LRT,” ungkap Gubernur  ketika membuka rapat  khusus membahas pemeliharaan sarana dan prasarana LRT  yahg digelar di ruang rapat Gubernur, Rabu (7/8). Lebih lanjut Gubernur menegaskan, rapat ini digelar sebagai bentuk  menjawab  keluhan masyarakat yang masuk.  Dan ini membutuhkan   konektivitas antar lembaga terkait dalam rangka mememberikan  kenyamanan, layanan yang prima pada masyarakat. Kota Palembang wajahnya Sumsel mulai dari bandara sampai Jakabaring. Kenyamanan pengguna angkutan LRT sejauh ini tidak menjadi  soal, tetapi di bawah relnya itu butuh sentuhan. Ini dapat kita lakukan  dengan kerjasama dengan dinas yang membidangi,” harapnya. Herman Deru mengharapkan semua pihak untuk dapat memberikan kontribusi untuk  keindahan kota Palembang. Jangan sampai masyarakat yang lalu lalang  merasa  terganggu dengan tanaman  yang laju dan banyak  mati dibawah rel LRT. Saya ingin dari rapat ini mengerucut dan ini betul-betul demi  kecintaan kita  akan keindahan kota Palembang,”  tandasnya. Dalam rapat ini juga dilakukan serah terima aset berupa dua unit mobil  hibah dari PT Waskita Karya yang diberuntukan bagi Pemprov. Sumsel  yang ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima dan  penyerahan kunci kendaraan secara simbolis  antara Direktur Operasional I PT. Waskita Karya  Didit Oemar Prihadi kepada Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Mobil ini menurut Gubernur akan diperuntukan sebagai opersional dilingkungan Pemprov. Sumsel. Turut hadir dalam rapat kali ini  Direktur Operasional I PT. Waskita Karya  Didit Oemar Prihadi, Kepala Divisi Infrastruktur I PT. Waskita Karya, Heri Supriyadi. Deputi EVP Divre III PT. KAI, Waroso . Operation and Commercial LRT Sumsel PT KAI Divre III Palembang, Sri Miyanto. Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel Rosita. Asisten Bidang  Adminitrasi dan Umum Kota Palembang, Agus Kelana serta  patra Asisten dan Kepala OPD dilingkungan Pemprov. Sumsel. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Cegah Karhutla, Herman Deru Segera Kumpulkan Bupati dan Walikota Sumsel
07 Aug 2019 Dilihat 224x

Cegah Karhutla, Herman Deru Segera Kumpulkan Bupati dan Walikota

Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menginstruksikan para kepala daerah dan pihak terkait di Sumsel  untuk tetap waspada dan terus sigap  dalam  penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ini penting dilakukan agar jangan  sampai kejadian kebakaran parah yang terjadi di tahun 2015 terulang kembali. "Instruksi Presiden hari ini dalam pengendalian karhutla titik beratnya adalah di dalam pencegahan, karena tentunya di masing-masing provinsi serta kabupaten mempunyai masalah sendiri-sendiri," ujar Herman Deru usai ditemui rapat koordinasi pengendalian karhutla di Istana Negara, Selasa (6/8). Dikatakan Herman Deru bahwa Sumatera Selatan terdapat lahan-lahan yang tidak produktif sehingga sangat rawan terjadinya titik api (hotspot) pada lahan tak terpakai yang akan memacu penyebaran api sehingga kebakaran besar terjadi, maka Ia akan menginstruksikan semua jajarannya dan pihak terkait bagaimana cara mengatasi permasalahan serta penanggulangan akan karhutla. "Setelah kembali dari sini para Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan bupati selaku punya wilayah yang sering terjadi karhutla akan duduk bersama, termasuk pemilik lahan perorangan, salah satunya contoh seperti Ogan Ilir kan perorangan yang punya disamping jalan tol, kita akan berbicara dengan mereka," ujarnya. Lanjutnya dalam langkah pencegahan ia sudah mengarahkan kepada seluruh tim pencegah Karhutlah untuk bersosialisasi serta dan menghimbau masyarakat akan bahayanya kebakaran hutan, agar hal-hal tidak dinginkan seperti pembakaran lahan secara besar-besaran tidak terjadi kembali. "Belajar dari pengalaman kita infrastruktur nya kita sudah siap, dan terakhir mengirimkan sumber daya manusia (SDM) ke desa-desa untuk bersosialisasi, dan di setiap daerah terus dilakukan pengendalian apel siaga," ujarnya. Ia juga menekankan,  mencegah tentu lebih baik daripada penanggulangan, Herman Deru menilai masyarakat juga telah mempunyai kesadaran yang baik berkaca dari tahun lalu, maka sangat diharapnya untuk tidak terjadi bencana besar karhutla seperti tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu Presiden Joko Widodo yang  meminta pada pemerintah daerah  dan lembaga terkait di kawasan rawan karhutla  untuk memprioritaskan langkah-langkah pencegahan. "Yang paling penting pencegahan. Jangan sampai api sudah membesar baru kita bingung menanggulanginya. Kalau sudah gede [api], apalagi di hutan gambut, sangat sangat sulit sekali padamnya," ucap Presiden Jokowi. Dalam hal ini, Presiden memerintahkan para gubernur, Panglima Kodam (Pangdam), dan Kapolda untuk berkolaborasi dan bekerja sama dengan pemerintah pusat, Panglima TNI, Kapolri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk sigap ketika ada titik api baru. "Pertama, prioritaskan pencegahan melalui patroli terpadu deteksi dini sehingga kondisi harian di lapangan selalu terpantau," jelas Kepala Negara. Khusus untuk BRG, Jokowi menekankan pentingnya penataan ekosistem gambut melalui pengecekan secara konsisten. Terutama, dari sisi tinggi permukaan air dan tanah agar gambut bisa tetap basah saat musim kemarau. Dia mencatat tingkat kerugian akibat karhutla cukup besar yakni sekitar Rp221 triliun dengan lahan terbakar seluas 2,6 juta hektare (ha) pada 2015. Jika merujuk pada data 2015, tingkat karhutla diklaim turun 81 persen pada tahun ini. Namun, ketika dibandingkan dengan 2018, angka karhutla tahun ini tercatat naik. "Ini yang tidak boleh. Harusnya tiap tahun turun, turun, turun terus. Menghilangkan total memang sulit, tetapi harus tekan turun," tegas Presiden. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Kawal Kejelasan Status POI, Nasrun Umar Temui Sesmenpora RI Sumsel
07 Aug 2019 Dilihat 161x

Kawal Kejelasan Status POI, Nasrun Umar Temui Sesmenpora RI

Jakarta, sumselprov.go.id -- Sebagai tindak lanjut dari intruksi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru untuk memperjuangkan status lahan Politeknik Olahraga Indonesia (POI), Hari ini (5/7) Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Nasrun Umar menggelar Rapat Pembahasan Peralihan Aset POI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia di Ruang Kerja Seskemenpora Jakarta. Untuk diketahui bermulanya Politeknik Olahraga Indonesia (POI) berawal dari MoU antara Pemprov Sumsel bersama Kemenpora RI pada 15 Juni 2017, Dalam hal ini pemprov Sumsel menyediakan lahan, Kemenpora mempersiapkan perizinan dan operasionalnya. Mengingat, berdasarkan peraturan dari Kementerian  Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), semula secara kelembagaan berada di bawah naungan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kini berada di bawah Kemenristek dikti, dan secara otomatis POI menginduk ke Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar menuturkan Pemerintah Provinsi Sumsel sangat konsen dan berkomitmen untuk memperjuangkan status POI, terlebih lahan yang seharusnya  diperuntukan untuk POI jika tidak dipelihara akan berdampak masalah besar seperti terjadi kebakaran lahan yang sudah terjadi beberapa kali. Oleh sebab itu sebagaimana kita lakukan di bulan maret lalu kita sudah sepakat bahwa di review ulang menjadi 10 hektar, setelah mendapat info dari kemenristekdikti untuk prodi itu mestinya diharapkan memerlukan lahan yang lebih luas, Saya sampaikan di rapat nanti dan Saya nyatakan bahwa apabila ada perkembangan terhadap prodi menjadi POI ataupun menjadi institut tentu akan menjadi prioritas utama,” tuturnya Pemprov Sumsel pasti mendukung sepenuhnya apa yang menjadi keputusan kemenpora dan kemenristekdikti,” katanya Nasrun ditemui usai rapat bersama Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Gatot S. Dewa Broto Dikatakan Nasrun, sesuai arahan Gubernur Sumsel, disaat masa transisi bagi mahasiswa POI yang baru mendaftar supaya dikawal dengan baik, dan tidak terlantar begitu saja, terlebih dalam menunggu masa transisi status POI. Mahasiswa  yang sudah ada sekarang akan di masuk ke program studi salah satu fakultas di UNSRI. Sebelum ada keputusan berlanjut jangan sampai para mahasiswa tidak lagi terurus. Untuk saat ini bagi yang sudah di semester 3 mereka akan dialihkan dengan cara masuk ke prodi salah satu fakultas di UNSRI,”tambahnya   Rapat yang tengah berlangsung lebih jaub Nasrun menerangkan,  merupakan tindak lanjut dari rapat terdahulu dengan sesmenpora dan karorem kemenpora yang ada di Kota Palembang. Hari ini rapat tripartrit antara Pemprov Sumsel, kemenpora, dan kemenristekdikti. kita review ulang hibahnya dari 27,61 ha menjadi 10 hektar. Terkait satu izin yang dikeluarkan oleh kemenristekdikti, maupun review follow up dari itu sesmenpora akan berkoordinasi dengan pihak kemenristekdikti,” pungkasnya. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Mawardi Yahya : PK2 Jangan Jadi Ajang Balas Dendam Senior Sumsel
07 Aug 2019 Dilihat 159x

Mawardi Yahya : PK2 Jangan Jadi Ajang Balas Dendam Senior

Palembang, sumselprov.go.id -- Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya bersama Menteri Pertahanan RI Jendral TNI (PURN) Ryamizard Ryacudu hadiri pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) di Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya Kab.Ogan Ilir,  Selasa (6/8). Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kalangan mahasiwa. Kerena itu para mahasiswa dituntut untuk bisa berpatisipasi dalam semua bidang ilmu pengetahun. Wakil Gubernur Ir H. Mawardi Yahyah dalam sambutannya mengaku bangga pada Universitas Sriwijaya yang telah menggelar PK2 terlebih pesertanya kalangan mahasiswa baru yang datang dari luar daerah. Ini  menandakan  mahasiswa-mahasiswi baru tersebut ingin membanggakan Universitas Sriwijaya di Sumatera Selatan. "Mahasiswa baru banyak yang datang dari luar daerah. Ini  patut kita apresiasi dan akan menjadi kebanggakan Universitas Sriwijaya," ujarnya. Mawardi Yahya mengharapkan mahasiswa senior dan seluruh panitia kegiatan program Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) agar tidak menjadikan kegiatan ini sebagai bentuk balas dendam yang menjurus pada kekerasan terhadap mahasiswa baru. "Saya berpesan kepada mahasiswa senior dan seluruh panitia kegiatan ini agar tidak menjdi ajang balas dendam yang menjurus kekerasan," tambahnya. Selain Wakil Gubernur, Menhan juga turut  hadir anggota 1  BPK RI  Dr. Agung Firman Sampurna. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.