Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Buka Bazar UMKM, Herman Deru Ajak OKU Timur Perkuat Inovasi dan Solidaritas
OKU Timur. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Feby Herman Deru, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bazar UMKM dan Pasar Murah di Kabupaten OKU Timur. Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Tani Merdeka Martapura, Senin (19/1/2026).Dalam sambutannya, Herman Deru menekankan pentingnya inovasi dan evaluasi program pembangunan daerah, terutama di awal tahun. Menurutnya, momen tahun baru harus dimaknai sebagai ajang introspeksi untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan daerah.“Kita harus punya inovasi baru dan kita perlu mengevaluasi apa yang sedang kita laksanakan saat ini. Mumpung ini tahun baru, sesuaikan dengan kebutuhan daerah. Jika ada yang perlu direposisi, silakan dilaksanakan. Kita harus merencanakan pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang. Inilah makna ulang tahun, sebagai ajang kita mengintrospeksi diri,” ujar Herman Deru.Herman Deru juga mengtakan bahwa OKU Timur sudah mengalami kemajuan dan pembangunan yang merata. Salah satu capaian yang baik yaitu Pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di angka 5,04 persen, dan itu merupakan angka kualitatif yang benar-benar dirasakan masyarakat.“Saran saya, pertahankan semua kekompakan ini. Satu langkah, satu frekuensi. Saya ingin OKU Timur semakin baik dari berbagai sektor, khususnya sektor ekonomi,” tegas HD.Mengakhiri sambutannya Herman Deru meminta Bupati dan Wakil Bupati OKU Timur untuk segera memaparkan program prioritas yang memerlukan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka pembangunan daerah ke depan.Sementara itu, Bupati OKU Timur H. Lanosin, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan Bazar UMKM dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten OKU Timur ke-22 dibagi dalam dua zona, yakni Zona Martapura dan Zona Belitang yang dipusatkan di Lapangan KONI.Turut hadir Anggota DPD RI dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M., para Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Selatan, Wakil Bupati OKU Timur H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H., Ketua DPRD Kabupaten OKU Timur Hermanto, S.E., M.M., Para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Sumsel
Herman Deru Dorong Pembangunan Berkelanjutan dan Resmikan 3 Jembatan di Kab. OKU Timur
OKU Timur. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi Ketua TP-PKK Provi. Sunsel Hj. Feby Herman Deru menghadiri Rapat Paripurna ke-16 DPRD Kabupaten OKU Timur Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026/2027 dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten OKU Timur ke-22. Rapat dibuka oleh Ketua DPRD Kabupaten OKU Timur Hermanto, S.E., M.M. Berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten OKU Timur, Senin (19/1/2026).Dalam sambutannya, HD mengenang masa kepemimpinannya sebagai Bupati OKU Timur. Saat itu, angka kemiskinan masih tergolong tinggi, mencapai 18,26 persen. Berkat kekompakan antara pemerintah, seluruh pemangku kepentingan, dan masyarakat, angka kemiskinan turun menjadi satu digit pada tahun 2009.“Dari capaian itu, saya mendapat Bintang Jasa yang dikalungkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono,” ungkapnya..Terkait banjir yang melanda sejumlah wilayah di OKU Timur, HD menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui langkah nyata, seperti percepatan perbaikan infrastruktur yang rusak dan pemenuhan kebutuhan mendesak warga terdampak.Di akhir sambutannya, Herman Deru mengingatkan masyarakat agar taat membayar pajak sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah. Ia juga menegaskan agar mobil-mobil pengangkut batu bara yang masih melanggar Peraturan Gubernur terkait penggunaan jalan umum di Kabupaten OKU Timur untuk ditindak tegas.Sementara itu, Bupati OKU Timur H. Lanosin, S.T., M.T. menyampaikan bahwa dalam 22 tahun perjalanan Kabupaten OKU Timur, pemerintah daerah terus melakukan akselerasi pembangunan di berbagai sektor.Gubernur HD juga menandatangani tiga prasasti peresmian jembatan yang telah selesai dan siap digunakan, yakni Jembatan Gantung Negeri Sakti Kec. Cempaka, Jembatan Jatimulya II Kec. Madang Suku II, serta Jembatan Desa Persiapan Sukajaya–Sukamaju Kec. Buay Madang Timur.Turut hadir Anggota DPD RI dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M.,Wakil Bupati OKU Timur H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H., para Kepala OPD Pemprov Sumsel
Sumsel
Sekda Sumsel Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi dan Antisipasi Kenaikan Harga Tiket Jelang Ramadhan
Palembang — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Edward Candra mengikuti Rapat Koordinasi Bidang Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 sekaligus antisipasi kenaikan harga tiket pesawat menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Diselenggarakan oleh Kemendagri RI secara daring bertenpat di Sumsel Command Center , Senin (19/1/2026).Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan evaluasi dukungan Pemerintah Daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.Rakor dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dan diikuti oleh para kepala daerah serta jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.Dalam rapat tersebut dibahas langkah-langkah strategis pengendalian inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga, khususnya menjelang momen keagamaan yang biasanya diikuti dengan peningkatan kebutuhan dan mobilitas masyarakat. Selain itu, perhatian juga diberikan pada potensi kenaikan harga tiket pesawat yang kerap menjadi keluhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.Sekda Sumsel H. Edward Candra menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat.“Pengendalian inflasi bukan hanya soal angka, tetapi juga menyangkut ketenangan dan kesejahteraan masyarakat, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Pemerintah daerah harus hadir dan responsif,” ujar Edward Candra.Selain itu, dalam rapat juga dilakukan evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap Program 3 Juta Rumah sebagai upaya pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat.Turut hadir Kepala Biro Perekonomian Sumsel Henky Putrawan, Kadis Kesehatan Trisnawarman beserta pejabat yang mewakili.
Sumsel
Lautan Energi di Jakabaring! 2.045 Runners Gebrak Lintasan SUMEKS MUSI RUN VI
PALEMBANG. Jakabaring Sport City (JSC) pagi ini berubah menjadi saksi bisu pecahnya rekor semangat dalam ajang SUMEKS MUSI RUN VI. Sebanyak 2.045 pelari dari berbagai penjuru nusantara tumpah ruah, mengubah area start menjadi lautan energi sejak fajar menyingsing.Tepat pukul 05.45 WIB, bendera start (flag-off) dikibarkan untuk kategori 10K. Pelepasan ini dilakukan langsung oleh H. Iwan Irawan General Manajer Sumatera Ekspres dan Fauzi Amro (Anggota DPR RI).Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyampaikan rasa terima kasih kepada Sumek yang terus memupuk semangat warga Sumsel untuk berolahraga.“Untuk para Runners kiranya untuk terus berpartisipasi dalam event-event yang ada di Sumsel seperti Sumek ini” ungkapnyaSementara itu Lintasan Jakabaring menyajikan tantangan teknis bagi para pelari. Dari menjaga cadence yang stabil hingga strategi negative split untuk mencapai Personal Best (PB). Tak hanya pelari lokal Palembang, peserta dari Jakarta hingga Lampung turut bersaing memperebutkan podium dan menguji ketangguhan mental."Target saya konsisten pace. Event ini luar biasa, atmosfernya benar-benar terasa seperti satu keluarga besar pelari," ujar salah satu peserta asal Lampung di garis start.Lebih dari sekadar kompetisi, SUMEKS MUSI RUN VI telah mengukuhkan posisi Palembang sebagai destinasi utama sport tourism. Event ini berhasil mengawinkan profesionalisme penyelenggaraan dengan antusiasme komunitas yang tak terbendung.SUMEKS MUSI RUN VI membuktikan bahwa lari bukan sekadar soal siapa yang tercepat menembus garis finis, melainkan tentang kontrol napas, disiplin langkah, dan ketangguhan mental dari kilometer pertama hingga akhir.Turut hadir Para Kepala OPD
Sumsel
Reuni Lintas Angkatan 2026, Sanggar Seni Cempako Pererat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya Sumsel
Palembang. Sanggar Seni Cempako Palembang menggelar Reuni Lintas Angkatan Tahun 2026 di Griya Agung Palembang, Jumat (17/1/2026).Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antaralumni sekaligus meneguhkan komitmen pelestarian seni dan budaya Sumatera Selatan.Ketua TP PKK Prov. Sumsel Hj. Feby Herman Deru, selaku Ketua Sanggar Seni Cempako dalam sambutannya menyampaikan bahwa reuni bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan ruang memperkuat persaudaraan melalui silaturahmi yang terjalin antar lintas generasi.“Melalui reuni ini, kita kembali merawat hubungan kekeluargaan yang telah dibangun sejak Sanggar Seni Cempako berdiri. Seni bukan hanya hiburan, tetapi juga warisan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.Pada kesempatan tersebut, Feby Herman Deru juga mengenang jasa pendiri Sanggar Seni Cempako, Almarhumah Hj. Ailuny Husni, yang mendirikan sanggar pada 6 April 1994. Semangat berkarya, berinovasi, dan menjaga persaudaraan yang ditanamkan pendiri disebutnya menjadi fondasi kuat bagi keberlangsungan sanggar hingga kini.Ia juga memberikan pesan kepada generasi muda penari agar terus menjaga kekompakan serta mengasah keluwesan gerak, sehingga setiap tarian yang ditampilkan mampu menghadirkan makna dan nilai budaya yang mendalam.“Harapan kita bersama, Sanggar Seni Cempako terus berkarya dan konsisten menampilkan tarian khas Sumatera Selatan agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.Kegiatan reuni juga diisi penampilan berbagai jenis tari yang dimiliki oleh Sanggar Seni Cempako.Reuni Lintas Angkatan ini diharapkan dapat menjadi wadah memperkuat jejaring alumni dalam mendukung pelestarian seni tari daerah Sumatera Selatan.Turut hadir Ketua Kormi Sumsel, Hj. Samantha Tivani, B.Bus., M.I.B, dan Para Pengurus dan Anggota Sanggar Seni Cempako.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Groundbreaking Flyover Batubara KM 111 Lahat : Bukan Soal Tegas atau Tidak, Ini Tentang Hati Nurani
LAHAT. Setelah meresmikan Groundbreaking underpass PT MIP Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru melanjutkan agenda "Maraton Infrastruktur" di hari yang sama dengan melakukan Groundbreaking Jembatan Flyover KM 111 khusus Batubara milik PT Serpo Lintas Raya. Proyek ini menjadi tonggak sejarah baru dalam memanusiakan pengguna jalan umum di lintas Kabupaten Lahat - Muara Enim.Dalam suasana penuh kebanggaan, Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa penataan jalur logistik batubara bukan sekadar masalah teknis, melainkan masalah kemanusiaan dan kenyamanan masyarakat Sumatera Selatan yang sudah bertahun-tahun terdampak."Selama bertahun-tahun, masyarakat harus berbagi ruang dengan kendaraan besar bermuatan batubara di jalan umum. Ini bukan soal pemerintah kejam atau tidak terhadap industri, tapi ini soal hati nurani. Kita ingin semua nyaman; negara dapat devisanya, perusahaan dapat profitnya, dan rakyat dapat kenyamanan serta keamanannya," tegas Herman Deru dengan penuh haru.Gubernur mengapresiasi langkah PT Serpo Lintas Raya yang memilih berinvestasi pada infrastruktur jalan khusus demi kebaikan bersama. Menurutnya, industri pertambangan sebagai penyumbang devisa negara yang besar sudah sepatutnya dikelola dengan cara-cara yang elegan dan tidak mengorbankan hak publik.Jembatan Flyover yang akan dibangun ini dirancang sebagai jalur "melayang" yang memutus persinggungan antara truk batubara dengan kendaraan pribadi masyarakat.Direktur Utama PT Serpo Lintas Raya, Viktor, menjelaskan spesifikasi teknis proyek ambisius tersebut yang mana Panjang jembatan 370 Meter dengan Lebar 11 Meter yang memakan waktu kurang lebih 12 Bulan."Flyover ini adalah bentuk penyempurnaan jalur aktivitas pengangkutan kami. Kami menyadari tantangan konstruksi seperti cuaca mungkin akan muncul, namun kami berkomitmen menyelesaikannya tepat waktu demi mendukung program Bapak Gubernur," ujar Viktor.Turut hadir Para Kepala OPD
Sumsel
Wujudkan Keinginan Masyarakat Bebas Debu dan Macet, Gubernur HD Resmikan Groundbreaking Underpass Jalur Batubara PT MIP Lahat
LAHAT. Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam menata carut-marut angkutan batubara terus menunjukkan langkah nyata. Hari ini, Jumat (16/01), Gubernur Sumsel H. Herman Deru secara resmi melakukan Groundbreaking Ceremony pembangunan Underpass PT Mustika Indah Permai (MIP) yang berlokasi di Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat. Jumat, (16/1/2026).Pembangunan underpass di jalur lintas Muara Enim-Lahat ini merupakan tindak lanjut tegas atas instruksi Gubernur terkait larangan angkutan batubara melintas di jalan umum. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi solusi permanen untuk memisahkan jalur logistik pertambangan dengan aktivitas transportasi masyarakat."Ini adalah upaya kita menata jalur angkutan batubara agar tidak lagi bersinggungan dengan jalan umum. Kita ingin meminimalisir kemacetan dan risiko kecelakaan, serta menghilangkan dampak polusi debu yang selama ini dikeluhkan warga," ujar Herman Deru.Lebih lanjut, Gubernur berharap PT MIP dapat menjadi trendsetter bagi perusahaan tambang lainnya di Sumsel. " Semoga konsistensi dalam penggunaan jalan khusus ini ditiru oleh perusahaan lain agar tidak mengganggu aktivitas publik," tambahnya.Underpass yang mulai dibangun ini memiliki spesifikasi teknis yang mumpuni dengan lebar 33,97 meter dan kedalaman 9 meter. Proyek ini ditargetkan rampung pada Januari 2027 mendatang.Presiden Direktur PT Mustika Indah Permai, Mulyadi Wibowo, menyampaikan bahwa pembangunan ini adalah bentuk kepatuhan perusahaan terhadap instruksi Gubernur. "Kami berkomitmen menciptakan wilayah operasional yang aman dan ramah lingkungan. Kami memohon maaf dan meminta kesabaran masyarakat selama masa konstruksi berlangsung. Ini adalah bukti keseriusan kami mendukung program Pemprov Sumsel," ungkapnya.Nada positif juga datang dari pemerintah setempat. Wakil Bupati Lahat, Widyaningsih, S.H., menyebut pembangunan ini sebagai jawaban atas keresahan masyarakat selama bertahun-tahun.Turut hadir Para Kepala OPD
Sumsel
Sekda Sumsel Tekankan Kepercayaan Publik dan Inovasi dalam Pengelolaan Zakat Baznas
Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Drs. H. Edward Candra, M.H menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan hal paling penting yang harus diwujudkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Selatan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Baznas Sumsel di Ruang Tamunya (Kamis, 15/1/2026).Dalam kesempatan itu, Sekda menyampaikan bahwa berbagai capaian positif yang telah dilakukan oleh pengurus Baznas sebelumnya harus terus dijaga dan dilanjutkan.“Inovasi sangat dibutuhkan, terutama dalam membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kita tidak hanya berbicara soal peningkatan penerimaan infak dan zakat, tetapi juga program-program yang digulirkan harus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas,” ujarnya.Terkait penanganan kemiskinan, Sekda berharap Baznas dapat ikut berperan aktif melalui berbagai program bantuan sosial, seperti bedah rumah, bantuan permodalan UMKM, serta bantuan sosial lainnya yang menyentuh langsung masyarakat.Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, keterbukaan dalam penerimaan dan penyaluran dana zakat akan berdampak besar terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat.Sementara itu, Ketua Pengawas Baznas Provinsi Sumatera Selatan, DR. DRS. H. Akhmad Najib, S.H., M.Hum menyampaikan bahwa target penghimpunan dana zakat tahun ini sebesar Rp50 miliar, namun saat ini baru terealisasi sekitar Rp5 miliar lebih. Oleh karena itu, diperlukan kerja keras dan dukungan semua pihak untuk mencapai target tersebut.“Kami juga berharap dukungan pemerintah dalam pengumpulan zakat, khususnya dari instansi pemerintah, BUMN, dan BUMD agar dapat menyalurkan zakatnya melalui Baznas,” ucapnya.Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Provinsi Sumatera Selatan, DR. H. Candra Satria, S.E., M.Si., CWC, CSRS berharap seluruh perangkat pemerintahan diharapkan dapat terlibat aktif dalam pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah."Untuk perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD, Baznas berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat membantu dalam mengoordinasikan penyaluran zakat agar target Rp50 miliar pada tahun ini dapat tercapai", ungkapnya.Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Lantik 154 Pejabat di Lingkungan Pemprov Sumsel
Palembang — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara resmi melantik 154 Pejabat Struktural dan Fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Putri Kembang Dadar BPSDMD Provinsi Sumsel, Kamis (15/01/2025).Sebanyak 154 pejabat yang dilantik terdiri dari 8 orang Pejabat Eselon II, 12 orang Pejabat Eselon III, 96 orang Pejabat Eselon IV, serta 18 orang Pejabat Fungsional.Dalam arahannya, Gubernur HD menyampaikan bahwa pelantikan ini berlangsung menjelang 11 bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang.“Saya termasuk kepala daerah yang percaya kepada bapak dan ibu yang Saya tempatkan pada jabatan masing-masing. Bukan tipe saya sering merotasi pejabat. Yakinlah, penempatan ini tidak didasari patronisme, tetapi murni sebagai bentuk penghargaan atas kinerja,” tegas Herman Deru.Menurutnya, jabatan merupakan sebuah kehormatan yang harus disyukuri dan dijaga. Dari 154 pejabat yang dilantik, sebagian besar bahkan tidak dikenalnya secara pribadi, namun dinilai layak secara profesional sebagai aparatur..Lebih lanjut, Herman Deru menekankan bahwa sebagai pembina kepegawaian, ia menuntut hasil dan produk nyata dari setiap jabatan yang diemban, bukan sekadar proses administrasi.“Saya ingin inovasi dan capaian yang jelas. Yang saya nilai adalah produk dan hasilnya, bukan hanya prosesnya. Ukuran kinerja tidak semata-mata soal e-kinerja, tapi capaian nyata dari instansi yang dipimpin,” jelasnya.Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin, kepatuhan, dan kepatutan, baik dalam regulasi formal maupun sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk bahasa tubuh, etika, serta cara melayani masyarakat.Di akhir arahannya, Herman Deru menyinggung pentingnya keselarasan antara kinerja di dunia nyata dan citra di dunia maya. Ia mengingatkan agar apa yang disampaikan ke publik harus sesuai dengan kenyataan di lapangan.Turut hadir para kepala OPD Pemprov Sumsel