Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemprov. Sumsel Gelar Monev Bersama KPK RI Sumsel
23 Aug 2019 Dilihat 227x

Optimalkan Pendapatan Daerah, Pemprov. Sumsel Gelar Monev Bersama KPK RI

Palembang, sumselprov.go.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) tindak lanjut MoU/Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemerintah daerah dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Graha Bina Praja (Auditorium) Pemprov. Sumsel, Kamis (22/8/2019).  Kegiatan tersebut dibuka langsung Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru dan dihadiri Wakil Gubernur Sumsel, H. Mawardi Yahya, Koordinator Wilayah II KPK RI, Abdul Haris, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak, Eddy Wahyudi, Kepala Kanwil BPN, Muchtar Deluma, serta Para Sekretaris Daerah kabupaten/kota dan para Inspektur Daerah kabupaten/kota se-Sumsel.  Dalam sambutan singkatnya Gubenrnur Sumsel Herman Deru mengungkapkan bahwa rapat tersebut merupakan momen yang dinanti-nantikan sebagai wahana evaluasi terkait MoU yang  telah dilakukan penandatangannya pada tanggal 23 Mei 2019 lalu. “Pertemuan ini memang kita nantikan untuk mengevaluasi MoU yang telah lalu. Ini merupakan wahana monitoring bagi KPK. Sehingga  akan didapat apa saja yang harus kita perbaiki ,dan  yang telah baik kita tingkatkan lebih baik lagi,” ungkapnya. Menurut Herman Deru monitoring dan evaluasi memiliki fokus dan sasaran sesuai kebutuhan yang akan membuat upaya pencegahan dapat terfokus. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut dari komitmen rencana aksi pemberantasan korupsi. "KPK selalu memberikan bimbingan kepada kita agar tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku, sehingga akan meningkatkan pendapatan daerah dengan lebih baik, dan berimbas pada pembangunan di Sumsel," terangnya. Dikesempatan itu, Herman Deru mengingatkan harus ada upaya konkrit dilakukan dalam rangka percepatan peningkatan pendapatan daerah dengan optimalisasi  semua sumber pendapatan di bawah pengawsan KPK. Salah satunya yang memungkinkan untuk dilakukan  yakni melakukan perubahan status wajib pajak badan usaha dan perorangan yang selama ini Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)-nya  dikeluarkan di  luar Sumsel atau DKI, kedepan harus ada upaya pengalihan didaftar di kantor pajak di Wilayah Sumatera Selatan. “Ini sudah sering saya katakan, status wajib pajak terkait dengan domisili. Perusahaan yang bergerak di sini (Sumsel) NPWP-nya harusnya juga dibuat  di Sumsel. Bapenda juga sudah kita ingatkan, agar perusahaan di bidang perkebunan dan energy yang ada di daerah, Kode NPWP juga harus daerah kita agar bagi hasilnya kembali ke kita. Karena selama ini pajak bagi hasilnya dinikmati oleh DKI,” tegasnya. Sementara itu, Koordinator Wilayah II  KPK, Abdul Haris menegaskan, Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pemerintah Daerah  dengan Direktorat Jenderal pajak (DJP) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak tidak akan terlaksana dengan baik jika tidak  ada tindak lanjut. “Kami berharap dalam butir PKS dapat dilaksanakan oleh Pemprov, Kabupaten dan Kota. Karena itu  kemandirian daerah sangat diharapkan melalui PKS ada terjadi peningkatan pendapatan yang luar bisa,” ucap Abdul Haris. Abdul Haris menyebut khusus yang terkait  aset milik daerah, setidaknya  harus memenuhi empat unsur yakni  clear n clean, sertifikasi, revitalisasi nilai aset dan optimalisasi azaz manfaat  atas aset. “Kami akan mambantu  pelaksanaan kegiatan dengan sebaik mungkin. Semoga Sumsel  dapat menjadi contoh daerah yang maju  di pulau Sumatera dan kita komitmen  apa  yang  kami cita-citakan ini akan terwujud,” ujarnya. Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sumsel di Wakili  DR. Eddy Wahyudi dalam sambutan singkatnya menyebut dibutuhkan  sinergi semua pihak  terkait dengan cara peningkatan pendapatan daerah,  yang juga harus didukung dengan pengawasan ketat oleh KPK. “Optimalisasi peningkatan penerimaan  dari sektor pajak pusat dan daerah haruslah dilakukan bersama-sama  karena ini akan terkait dengan dana bagi hasil, dan ini  harus kita jawab pada hari ini,” pungkasnya. Media Center Dinas Kominfo Provinsi Sumsel / AD Foto : Humas Pemprov. Sumsel 

Baca Detail
Lomba Foto Booth Bowling Cup 2019 Akhirnya  Kominfo Sumsel  Dapatkan Foto Terbaik Sumsel
22 Aug 2019 Dilihat 664x

Lomba Foto Booth Bowling Cup 2019 Akhirnya Kominfo Sumsel Dapatkan Foto Terbaik

Palembang, sumselprov.go id – Dalam rangka memeriahkan penyelenggaraan Sriwijaya Expo 2019 yang dipusatkan di Komplek Dekranasda Jakabaring mulai 14 sampai dengan 19 Agustus 2019 yang baru lalu, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan menggelar Lomba Foto Booth Bowling Cup 2019. Lomba Foto Booth Bowling Cup 2019 yang ada di Roads B Stan Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sumsel berlangsung seru dan hasil foto yang dikirim ke panitia lomba juga bagus-bagus. Setelah melalui serangkaian penilaian para juri akhirnya didapat 3 pemenang : Juara 1 : Nur Firda @nurfirda29 Juara 2 : Diah Permatasari @diahpermatasari28 Juara 3 : Iran Ambarita @irantob002 Bagi para pemenang akan mendapatakan hadiah uang pembinaan dan akan dihubungi panita lomba. Untuk kamu yang belum berkesempatan menang, jangan berkecil hati bakal ada lomba-lomba menarik lainnya terkait event-event Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan baik berskala Nasional maupun Internasional. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan Achmad Rizwan ketika diwawancarai menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang dan akan menyerahkan secara langsung hadiah bagi para pemenang. Selain itu Achmad Rizwan juga berpesan  “Jangan lupa Sukseskan Kejuaraan Bowling Dunia. ‘Bowling World Cup 2019’ di Palembang, tanggal 16-24 November 2019 di Jakabaring Sport City Bowling Centre yang akan diikuti 90 Negara Peserta”, kata Rizwan. Achmad Rizwan juga menghimbau simak terus Akun Tim Medsos (IG, Facebook, Twitter) dan juga Pemberitaan yang dirilis oleh Tim Media Center Diskominfo di website sumselprov.go.id untuk mendapatkan informasi-informasi berikutnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS

Baca Detail
Bowling World Cup 2019: Selamat Bagi Para Pemenang Lomba Foto Booth Sumsel
22 Aug 2019 Dilihat 379x

Bowling World Cup 2019: Selamat Bagi Para Pemenang Lomba Foto Booth

Palembang, sumselprov.go.id - Pagelaran Lomba Foto Booth Bowling World Cup 2019 yang diadakan di Road B Stand Dinas Kominfo Provinsi Sumsel diajang  Sriwijaya Expo 2019 yang berlangsung dari Tanggal 14 sampai 19 Agustus 2019 di Dekranasda Jakabaring, Palembang berakhir sudah. Pagelaran Lomba foto booth Bowling World Cup 2019 ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru di Dekranasda Jakabaring, Palembang. Ajang lomba ini berlangsung seru dan hasil foto yang dikirim oleh para peserta ke panitia lomba bagus-bagus dan keren-keren Setelah melalui serangkaian penilaian para juri akhirnya didapat 3 pemenang : Juara 1 : Nur Firda @nurfirda29 Juara 2 : Diah Permatasari @diahpermatasari28 Juara 3 : Iran Ambarita @irantob002 Para pemenang akan mendapatkan hadiah Uang Pembinaan dan akan dihubungi panitia lomba. Ditunggu ya! . Bagi peserta yang belum berkesempatan menang, jangan sedih bakal ada lomba-lomba menarik lainnya terkait dengan event-event Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan baik berskala Nasional maupun Internasional. Jangan lupa Sukseskan Kejuaraan Boling Dunia "Bowling World Cup" Palembang Indonesia, Tanggal 16-24 November 2019 di Jakabaring Sport City Bowling Centre, Palembang-Sumatera Selatan Indonesia. Diikuti oleh 90 Negara Peserta. Makanya simak terus akun IG ini untuk mendapatkan informasi-informasi menarik berikutnya!! . MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
Gelar Jambore di Jakabaring, TP PKK Se-Sumsel Bangun Kekompakan Sumsel
22 Aug 2019 Dilihat 199x

Gelar Jambore di Jakabaring, TP PKK Se-Sumsel Bangun Kekompakan

Palembang, sumselprov.go.id -- Sejumlah kegiatan digelar dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 Tahun 2019 di Provinsi Sumsel, selain dilakukan Jambore Kader PKK juga melakukan kunjungan kesejumlah lokasi dengan melibatkan para peserta istri kepala daerah di Sumsel. Seperti yang menjadi agenda pada Rabu (21/8/2019) para kader PKK se-Sumsel terlibat dalam kegiatan Jambore dan outbond yang dipusatkan di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Menurut Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Hj. Febrita Lustia kegiatan yang digelar tersebut tidak lain untuk menjalin kekompakan antar sesama anggota PKK, baik yang ada di tingkat Provinsi maupun yang ada di tingkat daerah Kabupaten/ kota. “Melalui kegiatan seperti ini kita menginginkan akan tumbuh bersamaan dan kekompakan diantara para Ketua TP PKK Kabupaten/kota termasuk dengan kalangan anggotanya,” tegas Hj. Febrita Lustia. Dikatakannya, dipilihnya kawasan JSC sebagai lokasi outbond dan jambore kader PKK, karena kawasan tersebut dekat dengan lahan kebun agrowisata milik TP PKK Sumsel yang berlokasi di Kitchen Garden JSC Palembang. “Kita sengaja pilih kawasan JSC sebagai lokasi outbond dan jambore kader PKK. Untuk mengenalkan apa saja yang ada di sekitar komplek JSC termasuk keberadaan Kitchen Garden,” imbuhnya. Sementara itu, Wakil Ketua satu TP PKK Sumsel Hj. Fauziah Mawardi Yahya, menilai kawasan JSC sangat cocok sebagai lokasi Outbond dan sebagai salah satu lokasi alternative tempat wilsata keluarga bagi warga Sumsel. “Untuk giatan outbond kita awali dengan senam massal, meninjau kebun PKK, mengunjungi sejumlah venue olahraga dan menjajal sejumlah arena permainan,” tandasnya. Ketua TP PKK Kabupaten OKU Selatan, Isyana Popo Ali ketika dimintai komentarnya terkait dengan kegiatan outbond dan jambore kader PKK di JSC kali ini, Isyana mengaku sangat berkesan bahkan dirinya akan menyesal jika tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut.  “Outbond kali ini luar biasa, ini pengalaman yang tidak bisa dilukapan. Terus terang akan menyesal kalau tidak ikut outbond ini. kedepan acaranya kalau bisa lebih seru lagi,” harap Isyana Hal senada juga diakui Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim, Ny Marni Ahmad Yani, dia menilai dari kegiatan yang digelar kali ini dirinya banyak belajar terkait dengan memahami karakter para peserta. Khusus sosok ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia dan Wakil Ketua Hj Fauziah Mawardi, dia mengaku sosok keduanya luar biasa sederhana. “Bu Feby dan ibu Fauziah ternyata sosok yang sangat sederhana dan apa adanya. Mudah mudahan PKK kedepan di bawah kepemimpunan keduanya, akan lebih maju lagi dan muncul ikatan batin yang kuat dan saling bersinergi dalam merealisaikan semua program PKK disemua tingkatan,” tandasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
TP PKK Sumsel Lakukan Aksi Outbound Tindak Lanjut Inovasi Jambore PKK Sumsel
22 Aug 2019 Dilihat 384x

TP PKK Sumsel Lakukan Aksi Outbound Tindak Lanjut Inovasi Jambore PKK

Palembang, sumselprov.go.id  - TP PKK Sumsel lakukan aksi outbound dan sejumlah kegiatan digelar sebagai tindak lanjut dari inovasi Jambore kader PKK dalam rangka memeriahkan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 Tahun 2019 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),  Selain dilakukan Jambore Kader PKK juga melakukan kunjungan kesejumlah lokasi dengan melibatkan para peserta istri Kepala Daerah di Sumsel. Para kader PKK se-Sumsel terlibat dalam kegiatan Jambore dan outbond yang dipusatkan di kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Rabu (21/8/2019). “Kali ini saya pilih kegiatan di JSC karna selama ini acara TP PKK ini hanya dilaksanakan didalam gedung saja seperti di asrama haji, maka dari itu saya ingin membuat inovasi baru seperti kegiatan outbond ini demi terciptanya kebersamaan dan kekompakan diantara ketua TP PKK dan anggota TP PKK Se- Sumsel.” ujar Febri Lustia Herman Deru. Menurut Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan Hj. Febrita Lustia kegiatan yang digelar tersebut tidak lain untuk menjalin kekompakan antar sesama anggota PKK, baik yang ada di tingkat Provinsi maupun yang ada di tingkat daerah Kabupaten/Kota. “Kita sengaja pilih kawasan JSC sebagai lokasi outbond dan jambore kader PKK. untuk mengenalkan apa saja yang ada di sekitar komplek JSC termasuk keberadaan Kitchen Garden,” imbuhnya. Dikatakannya, dipilihnya kawasan JSC sebagai lokasi outbond dan jambore kader PKK, karena kawasan tersebut dekat dengan lahan kebun agrowisata milik TP PKK Sumsel yang berlokasi di Kitchen Garden JSC Palembang. Kegiatan Outbond ini diawali dengan senam bersama pada pukul 06.00 pagi dan dilajutkan dengan meninjau Kebun PKK yang ada di kawasan JSC Lalu dilanjutkan dengan bermain becak-becakan serta makan kemplang khas kota palembang bersama-sama.

Baca Detail
Jangan Khawatir, Warga Papua di Sumsel Aman Sumsel
22 Aug 2019 Dilihat 170x

Jangan Khawatir, Warga Papua di Sumsel Aman

Palembang, sumselprov.go.id -- Terkait perselisihan yang tengah hangat dan melibatkan warga Papua di Jawa Timur, Gubernur Sumsel H.Herman Deru ikut angkat bicara. Ia memastikan peristiwa itu tidak akan terjadi di wilayah yang dipimpinnya. Untuk itu Ia menghimbau agar warga Papua yang bekerja dan bersekolah di Sumatra Selatan tetap merasa tenang dan nyaman untuk tinggal dan beraktivitas seperti biasanya. Saya himbau untuk warga Papua yang tinggal dan hidup di Sumsel, nyaman-nyaman saja di Sumsel, Gubernur bersama semua pihak berwajib akan menjamin kenyamanan dan keamanan mereka disini,” kata Herman Deru, di wawancarai usai penandatanganan nota kesepakatan bersama Kajati, di Griya Agung Rabu (21/8) siang. Herman Deru menegaskan, warga Papua yang tinggal di Sumsel sejauh ini tidak ada yang terpengaruh dengan isu yang sempat beredar di Jawa Timur. Sebab stabilitas silaturahmi dan keamanan warga Papua yang ada di Sumsel selama inu sudah dijamin, bahkan haknya disamakan dengan warga Sumsel itu sendiri. Di Sumsel ini banyak juga warga Papua. Bukan hanya mereka yang bekerja dan sekolah atau kuliah, namun ada juga keluarga-keluarga yang sudah lama menetap di Sumsel bahkan petinju kita dulu dari Papua juga. Sejauh ini kita yakini bahwa Sumsel zero konflik dan memang sampai saat ini tidak pernah ada masalah,” ujarnyan Dengan adanya isu seperti di Jawa Timur, Herman Deru tak lupa berpesan, agar semua pihak tidak terpengaruh dan tidak ikut-ikutan terprovokasi. Semua tahu Indonesia itu beragam, kita harus saling jaga dan saling menghormati. Semuanya harus berperan aktif dalam memberikan kenyamanan itu,” tutupnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
BRG Pusat dan TRGD Sumsel Lepas Tim OPGRK dan OPCLGT ke Muba Sumsel
22 Aug 2019 Dilihat 272x

BRG Pusat dan TRGD Sumsel Lepas Tim OPGRK dan OPCLGT ke Muba

Palembang, sumselprov.go.id – Badan Restorasi Gambut (BRG) Pusat berkoordinasi dengan Tim Restorasi Gambut (TRGD) Provinsi Sumatera Selatan melepas sekitar 27 orang menuju Muara Medak. Kabupaten Musi Banyuasin Sumsel, Rabu (21/08/20019). Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Muara Medak Musi Banyuasin sampai kemarin (Selasa, 20/08/) masih belum bisa dipadamkan sepenuhnya walaupun Satgas Karhutla Sumsel telah bekerja keras. Dari Citra Satelit diperkirakan lahan yang terbakar sudah mencapai 2 ribu hektar lebih dan sudah memasuki areal lahan gambut dalam, water bombing yang dilakukan melalui udara tidak bisa berjalan maksimal karena tebalnya asap dan hanya menjangkau permukaan gambut sementara bara api terdapat didalam lahan gambut. BRG Pusat melalui TRGD Provinsi Sumatera Selatan telah membentuk Tim Pelaksana Operasi Pembasahan Cepat Lahan Gambut Terbakar (OPCLGT) dan Operasi Pembasahan Gambut Rawan Kekeringan (OPGRK) diketuai oleh Eko Agus Sugianto yang juga Sekretaris TRGD Sumsel. Kedua tim ini akan bertugas selama 6 (enam) hari di Titik Lokasi yang sudah ditentukan  “Tim ini diperkirakan akan tiba besok di lapangan, dan target awal kita dalam kurun waktu 6 hari operasi ini akan selesai. Selama 2 hari diperuntukan waktu berangkat pulang-pergi dan 4 harinya tim ini non-stop bertugas,” kata Eko Agus Sugianto Eko menjelaskan, tugas tim ini nanti akan melakukan pemeriksaan lokasi dan titik lokasi sumber air, sehingga nantinya tim ini bersama masyarakat setempat dapat melakukan pembasahan di lahan. “Jadi perlu kami jelaskan lagi, bahwa kegiatan ini adalah kegiatan pembasahan bukan pemadaman. Untuk itu, kita harapkan kegiatan ini berjalan maksimal, karena tim ini bertugas mencari titik-titik yang efektif untuk dibasahi,” jelasnya. Meskipun kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di Sumsel, lanjut Eko, namun tim ini sudah mengetahui lokasi mana saja yang efektif untuk dibasahi. “Kami yakin operasi tim ini akan berjalan efektif, efisien dan terarah dikarenakan koordinasi solid yang terjalin antara tim dengan masyarakat, serta riset yang sebelumnya telah dilakukan,” ujarnya. Sementara itu, Eddi Junaedi selaku Koordinator TRGD Sumsel mengatakan, bahwa dilakukannya pelepasan tim ini dikarenakan pada satu Minggu akhir di bulan Agustus tahun ini merupakan puncak musim kemarau di Sumsel, serta bertepatan dengan kejadian kebakaran lahan yang terjadi di Muara Medak. “Kita berharap tim ini nanti bisa bekerja dengan baik dan cermat, serta memberikan hasil yang baik dan optimal. Selain itu, kami harap tim ini bekerja kompak dan menjadikan lahan yang dijadikan objek pada kegiatan ini tidak lagi terbakar,” tutur Eddy. Ditempat yang sama, Ones Patiung selaku Perwakilan dari BRG Pusat menjelaskan, bahwa kegiatan ini memang sudah termasuk dari salah satu program dari BRG Pusat sejak tahun 2016 lalu, dan pada tahun 2018 masuk dalam anggaran pembantuan. “Sejak masuk dalam anggaran pembantuan pada tahun 2018 lalu, kami lihat pencapaiannya sudah sangat efektif dalam pelaksanaannya, meskipun sampai saat ini kami masih membentuk tim yang solid karena melihat ketersediaan waktu yang cukup singkat, namun kami akan bekerja lebih optimal lagi,” katanya. Seperti yang diketahui, luas lahan Gambut di Sumatera Selatan saat ini seluas 1,2 Juta Hektar yang terbagi besar di 7 Kabupaten yakni Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara, Muara Enim, Pali dan Musi Rawas. MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
BPBD dan Tim Gabungan Terus Berupaya Padamkan Api Sumsel
22 Aug 2019 Dilihat 233x

BPBD dan Tim Gabungan Terus Berupaya Padamkan Api

Palembang, sumselprov.go.id -- Kemarau panjang yang berlangsung saat ini, membuat kebakaran hutan  dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Muara Enim terus terjadi. Bahkan saat ini kobaran api yang membakar lahan gambut terjadi di Desa Danau Tampang dan Desa Sukamerindu, Kecamatan Sungai Rotan, Muara Enim belum berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari BPBD Pemkab Muara Enim, Kodim 0404 dan Polres Muara Enim. Lahan gambut yang terbakar di dua desa itu diperkirakan sudah lebih dari 14 hektar.  Kobaran api  belum juga dapat dipadamkan, karena  sulitnya medan menuju lokasi kebakaran. Selain itu petugas juga mengeluhkan minimnya personel dan peralatan sehingga petugas pun harus siaga 24 jam dilokasi guna memadamkan api. Pemadaman di dua desa ini memerlukan banyak personel dan peralatan. Saya masih dilokasi kebakaran lahan. Api belum berhasil dipadamkan, kita terus berupaya melakukan pemadaman. Petugasd kami 24 jam dilokasi untuk memadamkan api,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim,Tasman, Rabu (21/8). Menurutnya, upaya pemadaman via udara juga telah dilakukan menggunakan helikopter waterbombing. Sayangnya, lanjut Tasman upaya itu hanya membuat api padam sejenak dan muncul lagi beberapa jam kemudian. "Selama tiga hari waterbombing digencarkan di desa Suka Merindu dan dua  hari di Desa Danau Tampang, tapi lahan gambut tetap terbakar sampai hari ini (red:kemarin),"jelasnya. Begitu juga upaya pemadaman yang dilakukan petugas dilapangan. Petugas mengandalkan peralatan seperti selang dan mesin pompa air.  Saat proses pemadaman petugas juga sulit menempuh jalan menuju titik api. Karena  lokasi  titik api sangat jauh dari jalan, termasuk sumber air untuk pemadaman juga sangat terbatas. Untuk melakukan upaya percepatan pemadaman Karhutla, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim pada tahun ini mengajukan pembangunan embung (tempat menyimpan air) kepada pemerintah pusat guna menjamin ketersediaan air didaerah rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah). Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Muara Enim, H Hasanudin menuturkan, adanya pembangunan embung diharapkan dapat mengantisipasi karhutlah hingga membantu proses pemadaman yang dilakukan petugas dilapangan. "Tahun ini sedang dibangun kanal embung, proyek APBN, tahun depan dianggarkan lagi,"kata Sekda. Menurutnya, di kabupaten Muara Enim banyak terdapat daerah langganan karhutlah seperti dii Gelumbang, Sungai Rotan, Muara  Belida dan Kelekar. Didaerah tersebut  banyak  terdapat lahan gambut sehingga  jika terbakar sulit dipadamkan. "Seperti kebakaran di dua desa Danau Tampang dan Suka Merindu, Kecamatan Sungai Rotan sudah terhitung 10 hari disana terbakar, kendalanya lahan gambut sangat sulit dipadamkan, ditambah minimnya air karena kendaraan sepeda motor  sulit  menuju lokasi terbakar yang jaraknya mencapai 3-4 km dari jalan," jelasnya. Dengan adanya banyak embung, lanjutnya,  kendala petugas sulitnya mencari sumber air saat pemadaman akan teratasi. Disamping itu juga, Sekda juga mengharapkan peran serta perusahaan sekitar wilayah Karhutlah untuk turut berkontribusi membangun embung.              "Perusahaan dan perkebunan wajib berkontribusi dan bertanggung jawab, jarak radius 5 km terjadi karhutlah maka perusahaan bersangkutan wajib ikut membantu,"tegasnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Selamatkan Aset Sumsel, Gubernur–Kajati Teken Nota Kesepakatan Bersama Sumsel
22 Aug 2019 Dilihat 128x

Selamatkan Aset Sumsel, Gubernur–Kajati Teken Nota Kesepakatan Bersama

Palembang, sumselprov.go.id -- Untuk menyelesaikan berbagai persoalan perdata dan penyelamatan aset di lingkungan Pemprov Sumsel, Gubernur H Herman Deru dan Kepala Kajati Sumsel Dr Sugeng Purnomo melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di Griya Agung, Rabu (21/8) pagi. "Persoalan perdata di Sumsel ini sangat kompleks dan banyak sekali. Dan selama ini saya menilai sumber masalah pemerintah selalu kalah karena persoalan data. Data kita ini kurang sekali soal aset, entah hilang atau dihilangkan," ujar Gubernur Sumsel H.Herman Deru. Melalui kesepakatan ini  diharapkan kedepan Pemprov dapat  membenahi adminsitrasi perjanjian yang berkaitan pihak atau lembaga lain. Terutama perjanjian yang sudah bersifat sangat lama seperti halnya soal tapal batas. "Permasalahan di Sumsel ini  banyak dan tentu tidak cukup  kita yang menyelesaikan apalagi dengan waktu yang sudah terbilang lama. Seperti tapal batas termasuk perjanjian pemerintah provinsi dengan pihak lain berikut tentang aset. Makanya saya berterima kasih pada pak Kajati yang telah bersama saya menandatangani kesepakatan  bersama  ini," jelasnya. Mengenai permasalahan aset dikatakan Gubernur Sumsel secepatnya setelah adanya kesepakatan ini, Ia akan menyerahkan penanganannya ke Kajati apakah bisa diselesaikan secara persuasif atau harus ke jalur hukum. Bukan hanya soal aset bergerak seperti kendaraan, aset juga banyak berupa tanah atau bentuk adminsitrasi seperti perjanjian-perjanjian yang berpotensi tidak menguntungkan Pemprov. "Kalau perjanjian itukan mestinya saling menguntungkan. Nah setelah saya pelajari masih banyak perjanjian yang membuat pemprov tidak setara dan inilah yang mestinya ditinjau kembali," jelasnya. Hal-hal.seperti itulah kata HD yang diharapkannya dapat dibenahi kedepan. Dan semua itu menurutnya bisa ditelusuri. "Semua pasti ada kronologis tidak mungkin begitu saja terjadi. Tugas pak Kajati ini gak enteng karena kadang ada aset yang sudah diperjualbelikan sehingga mereka bisa saja akan berhadapan dengan lembaga atau perorangan. Tapi saya yakin pengacara negara ini sudah dibekali dengan ilmu ketatausahaan negara serta bidang perdata yang luar biasa," tambahnya. Berbagai contoh persoalan yang dimaksud juga sempat disebutkan Gubernur dalam kesempatan tersebut di antaranya soal lahan di Asrama Haji, soal Masjid Sriwijaya Raya hingga soal pembangunan Pasar Cinde. Di tempat yang sama Kajati Sumsel DR.Sugeng Purnomo SH.MHum, mengatakan sejak awal Ia tidak berkeinginan apa yang sudah ditandatangani dengan  Gubernur Sumsel H.Herman Deru hanya menjadi dokumen di atas kertas saja. Karena itu usai penandatanganan pihaknya sudah menyiapkan langkah yang sudah disebutkan gubernur terkait penyelamatan aset. "Tentu kita akan mendapatkan informasi dulu dari pengelola aset provinsi kira-kira yang mana saja yang bermasalah. Tadikan pak Gubernur sampaikan banyak persoalan, maka tentu kita akan membuat skala orioritas.  Mana yang kira-kira bisa kita selesikan lebih awal. Tapi secara bertahap kita akan coba selesaikan secara keseluruhan," ujarnya. Meski demikian Sugeng mengatakan pihaknya   tetap berupaya melakukan penyelesaian secara non litigasi namun jika tidak bisa baru mereka akan menggunakan  kewenangan lain yaitu di pengadilan. "Memang ini kerjasmaanya di bidang perdata tapi kalau kita lihat ada potensi pelanggaran lain kita juga punya kewenangan. Dan Saya akan gunakan seluruh potensi dan kewenangan Kajati untuk membuat situasi sekarang menjadi lebih baik. Terutama untuk penyelamatan aset di Sumsel," tutupnya. Penandatanganan kerjasama tersebut disàksikan sejumlah pejabat penting seperti Wakil Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Denni Gapril dan  Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel Chairul S.Matdiah serta pejabat lain dan kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.