Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Gubernur Sumsel Apresiasi Festival Mie 2019 Pertama di Palembang Sumsel
26 Aug 2019 Dilihat 242x

Gubernur Sumsel Apresiasi Festival Mie 2019 Pertama di Palembang

Palembang, sumselprov.go.id- Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tepatnya di Kota Palembang menjadi lokasi pertama diadakannya Festival Mi 2019 di wilayah Pulau Sumatra. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tribun Sumsel berkerjasama dengan Sriwijaya Post dan Bogasari di Halaman Kantor Gubernur Sumsel, Minggu (25/8/2019). Gubernur Sumsel H. Herman Deru hadir langsung bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel Febrita Lustia Herman Deru untuk membuka kegiatan ini sekaligus melepas jalan santai yang merupakan rangkaian kegiatan Festival Mie Ayam 2019. Dalam kesempatan ini, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyampaikan apresisi atas terselenggranya kegiatan ini. Menurutnya, selain dapat menambah perekonomian masyarakat khususnya pelaku UMKM, juga menanadakan Provinsi Sumsel terbuka untuk semua cita rasa makanan dari daerah lain. “Pembinaan usaha-usaha kecil menengah seperti ini harus dibiasakan mandiri, Pemerintah Provinsi juga tidak tinggal diam jika nanti para pedagang ini punya kemauan yang baik,  berwirausaha yang baik, maka akan diberikan permodalan untuk berdagang,” ungkapnya. Dalam festival ini, 30 pedagang mie ayam dari berbagai UKM menyediakan 3.000 porsi mi dengan cukup hanya membayar Rp 5.000. Keunikan festival ini adalah masyarakat yang sudah membeli kupon mie ayam seharga Rp 5.000 dapat mengikuti lomba jalan santai dengan beragam hadiah doorprize antara lain sepeda, rice box, setrika, dispenser, kipas angin, dan hadiah lainnya. Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma mengungkapkan bahwa peluang UKM berbasis terigu untuk tumbuh di berbagai wilayah masih besar, termasuk di wilayah Sumatera Selatan. Terbukti saat ini, jumlah UKM berbasis terigu yang sudah menjadi mitra binaan Bogasari melalui Program Kemitraan Bogasari Mitra Card (BMC) di wilayah Sumatera Selatan sudah mencapai sekitar 1.700 anggota dengan konsumsi terigu sekitar 3000 ton per bulan. “Sekitar 60% anggota BMC Sumatera Selatan berlokasi di sekitar Kota Palembang dan sekitar 200 UKM bergerak di sektor mie,” ungkap Erwin. Sementara itu, Ketua Paguyuban Kempal (Kelompok Pedagang Mie Palembang) Sukirno mengaku bersyukur, Palembang berkesempatan menjadi lokasi penyelenggaraan road show Festival Mie 2019 yang akan berlangsung di 15 kota. “Kami bangga, Palembang menjadi salah satu kota yang dipilih dan semoga semakin membangkitkan usaha para UKM sektor mie ayam di wilayah Palembang dan sekitarnya,” ucap pemilik Mie Soker di KM 14 kota Palembang yang sudah mendirikan usahanya sejak 18 tahun lalu. Selain mie ayam, dalam festival ini juga dijual berbagai produk Indofood seperti minyak goreng, Bimoli, susu Indomilk dan lainnya dengan harga spesial. Selain itu, juga digelar lomba Menggambar dan Mewarnai untuk anak TK dengan tema “Gerobak Mie”, Lomba Cepat Makan Mie, dan Lomba Kreasi Mie secara berkelompok dengan anggota 2 orang. Media Center Dinas Kominfo Provinsi Sumsel /AD Foto : Humas Pemprov. Sumsel

Baca Detail
Gubernur Sumsel Jamin Akan Tersedia Angkutan Umum Di BPS Land Sumsel
25 Aug 2019 Dilihat 919x

Gubernur Sumsel Jamin Akan Tersedia Angkutan Umum Di BPS Land

Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru berjanji akan memberikan insentif berupa dengan kemudahan dalam bentuk Pemprov. Sumsel bersama Kementerian PUPR bekerjasama dalam menyediakan angkutan umum. Hal tersebut diutarakan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru bersama Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR RI, Khalawi Abdul Hamid melakukan Pencanangan dan GroundBreaking Pembangunan Perumahan Bhayangkara Praja Sriwijaya (BPS) Land Palembang di Kawasan Perumahan Citra Grand City Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang, Sabtu (24/8/2019). “Dengan jarak yang hampir kurang lebih satu kilometer, saya jamin untuk angkutan umum/ shuttle bus akan disediakan disini sebagai moda angkutan massal warga,” katanya. Gubernur Sumsel, H Herman Deru menilai kebutuhan akan rumah sangat besar bahkan Presiden RI Joko Widodo pun mencanangkan program satu juta rumah. Lanjut Gubernur, Perumahan yang berada di kawasan Citra Grand City merupakan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat yang membeli rumah di kawasan tersebut, “Oleh karena itu, saya harapkan pembangunan perumahan ini harus memiliki kualitas baik dilengkapi fasilitas umum yang layak dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan warga” ujar Gubernur Herman Deru. Pembangunan perumahan pencanangan BPS Land Palembang merupakan bagian dari peringatan Hari Perumahan Nasional (Harpernas). “Saya bangga atas dilakukannya pencanangan perumahan ini,” ungkapnya saat mengawali sambutan. Perumahan yang bersubsidi dideveloper BPS Cipta Asri Griya yang berada di kawasan Citra Grand City diperuntukan bagi ASN, TNI/Polri termasuk juga umum dibangun diatas tanah seluas 50 Hektar sebanyak 3.000 unit rumah bertipe 36 dan 72. Groundbreaking dan pecanangan ini dilakukan setelah Mou akhir Januari antara pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, Kodam II Sriwijaya dan Polda Sumsel bekerjasama dengan developer PT Cipta Asri Griya (CAG) untuk membangun sebuah kawasan perumahan bagi ASN, Polri dan TNI di Sumsel. Saat itu Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, perumahan ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi kebutuhan rumah sehat terutama bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI dan Polri di lingkungan Pemprov Sumsel. Pada kesempatan tersebut, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR RI, Khalawi Abdul Hamid mengatakan, pembangunan perumahan BPS Land Palembang ini adalah contoh pembangunan perumahan ASN, TNI/ Polri pertama di Indonesia, pembangunan perumahan ini termasuk model pembangunan rumah berskala besar. “Jadi perumahan ini menerapkan konsep yang berimbang untuk masyarakat yang gajinya sekitar empat jutaan. Kita harap konsep seperti ini dapat ditiru daerah lain,” pungkasnya MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
Herman Deru Ajak Pujasuma Berantas Kemiskinan Sumsel Sumsel
25 Aug 2019 Dilihat 513x

Herman Deru Ajak Pujasuma Berantas Kemiskinan Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id -- Meski sudah memasuki akhir pekan, Gubernur Sumsel H.Herman Deru tetap bersemangat menjalani aktivitasnya yang cukup padat. Sabtu (24/8) tadi misalnya, usai melakukan groundbreaking perumahan Bhayangkara Praja Sriwijaya (BPS) Land di kawasan Talang Kelapa,  Gubernur langsung melanjutkan agendanya bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Paguyuban Keluarga Jawa Sumatera (Pujasuma) Sumsel, di Griya Agung. Di hadapan orang nomor satu di Yogyakarta itu, Herman Deru sempat curhat soal angka kemiskinan yang masih tinggi di Sumsel. Bahkan Ia meminta secara khusus kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk mengajak anggota Pujasuma ikut berperan menurunkan angka kemiskinan Sumsel yang mencapai 12,8 persen. " Kebetulan sekali ada Sri Sultan Hamengku Buwono di sini.  Saya mohon bantuannya agar Sri Sultan mengajak warga Pujasuma bersama-sama berkontribusi menurunkan angka kemiskinan. Karena sudah menjadi rahasia umum, etos kerja warga Jawa di Sumsel sangat luar biasa sehingga menjadi motivasi tersendiri bagi kami," ujarnya. Diakui Herman Deru selama ini kehadiran Pujasuma menjadi aset penting bagi Provinsi Sumsel, karena telah berhasil menginspirasi masyarakat dalam mengelola pertanian dengan sangat baik. "Dulu waktu saya menjadi Bupati OKU Timur itu 80% masyarakatnya asli pulau Jawa. Teman-teman ini sejak tahun 1937 ada di Belitang mengelola irigasi dan  sawah. Etos kerja mereka sangat tinggi sehingga berhasil membawa OKUT sebagai Lumbung Beras Nasional bahkan menekan angka kemiskinan sampai terendah di Sumsel," jelasnya. Oleh karena itu dengan peran Pujasuma ini Ia menaruh harapan besar dapat menekan angka kemiskinan Sumsel. Pertahun Ia menargetkan angka kemiskinan turun minimal 1 persen. Selain membahas soal kemiskinan, Gubernur yang dikenal sebagai Bapak Rumah Tahfidz itu juga menyinggung soal pentingnya menjaga keanekaragaman serta mempertahankan Bhineka Tunggal Ika. "Saya sepakat dengan yang dikatakan Sri Sultan tadi bahwa Bhinneka Tunggal Ika itu bukan hanya slogan tapi bagaimana implementasinya di lapangan. Nah inu peran pemimpin pemimpin daerah, pemimpin komunitas, pemimpin agama pemimpin dalam kebudayaan, bahwa mereka harus berbuat tanpa atau mengenyampingkan perbedaan-perbedaan yang ada. Dan kuncinya adalah silaturahmi, karena setiap agama setiap suku setiap kebudayaan itu menganjurkan untuk silaturahmi. Sehingga timbul kekuatan-kekuatan baru" jelasnya. Terkait hal itu Ia mengaku selalu berupaya untuk memfasilitasi baik pertemuan dalam komunitas atau antar komunitas dengan menyediakan sebuah bangunan untuk paguyuban paguyuban ini bermarkas di jalan Diponegoro. "Sekarang masih dalam perbaikan. Kenapa ini kita lakukan tak lain untuk tetap mempertahankan kebhinekatunggalikaan kita ini," jelasnya. Pada silaturahmi yang mengusung tema "Merajut Keberagaman Menjadi Kekuatan yang  Bersandar Pada Kuatnya Silaturahmi untuk Bersatu Sumsel Maju" tersebut, Sri Sultan Hamengku Buwono hadir didampingi cucunya RM Gusthilantika Marrel. Usai acara Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, bahwa sejak Negara  Indonesia berdiri sudah menerapkan Bhineka Tunggal Ika, sebagai landasan yang kuat. Dan hal itu bukan sekedar identitas tapi strategi karena Indonesia dibentuk dari yang berbeda-beda dan menyatakan diri sama. Menurutnya semua etnis manapapun agama apapun harus menyadari aspek itu sehingga bisa   menghargai agama lain dan menghargai budaya lain. Karena persatuan itulah suku agama dan ras yang berbeda dapat menyatukan diri. "Bahwa yang mayoritas dan minoritas itu sama artinya tidak ada dominasi . Karena tidak ada dominasi artinya yang minoritas tidak mengakui seperti mayoritas . Dan yang mayoritas jangan memaksa yang minoritas. Sehingga yang minoritas merasa nyaman karena yang mayoritas tidak memeprsoalkan," ujarnya. Sementara itu Ketua Pujasuma Sumsel Dr Baryadi, mengatakan warga Jawa yang tinggal di Sumsel ini merasa sangat nyaman karena tidak pernah merasa dibeda-bedakan. Dengan penerimaan yang sangat baik itu, Ia pun menghimbau agar mereka tetap guyub (rukun) satu sama lainnya. "Kalau kita kompak, akur adanya Pujasuma dan Kagama (Ika Alumni Gajah Mada)  saya yakin pembangunan Sumsel akan lebih maju lagi dan berkeadilan. Yang penting itu tadi landasannya kerukunan," tutupnya. Sejumlah pejabat tampak hadir dalam acara tersebut di antaranya Ketua Pujasuma Sumsel DR Baryadi, Ketua Kopertis Sumsel Slamet Widodo, Rektor Universitas PGRI Joko Siswanto dan Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Peringati Hapernas, Gubernur Sumsel Canangkan BPS Land Bagi ASN, TNI dan Polri Sumsel
25 Aug 2019 Dilihat 295x

Peringati Hapernas, Gubernur Sumsel Canangkan BPS Land Bagi ASN, TNI dan Polri

Palembang, sumselprov.go.id – Dalam rangka dukung Program Sejuta Rumah yang telah dicanangkan pemerintah sejak tahun 2015 yang lalu. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) Kodam II Sriwijaya , Polda Sumsel bersama PT. Cipta Arsigriya selaku pengembang perumahan secara bersama-sama merealisasikan ide mulia untuk menghadirkan hunian layak huni bagi masyarakat luas yaitu BPS (Bhayangkara Praja Sriwijaya) Land. Menyikapi hal tersebut diatas Gubernur Sumatera Selatan  H Herman Deru, bersama Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR RI, Khalawi Abdul Hamid melakukan Pencanangan dan Ground Breaking Pembangunan Perumahan Bhayangkara Praja Sriwijaya (BPS) Land Palembang di Kawasan Perumahan Citra Grand City Kecamatan Alng-alang Lebar Palembang, Sabtu (24/08/2019). Pencanangan perumahan BPS Land merupakan bagian dari peringatan Hari Perumahan Nasional (Harpenas). Perumahan yang bersubsidi dideveloper PT. Cipta Asrigriya yang berada di kawasan Citra Grand City diperuntukkan bagi ASN, TNI dan Polri termasuk juga umum dibangun diatas lahan seluas 50 Hektar sebanyak 3.000 unit rumah tipe 36 dan 72. Gubernur H.Herman Deru menilai kebutuhan akan rumah sangat besar bahkan Presiden RI Joko Widodo pun mencanangkan program satu juta rumah. “saya bangga atas dilakukkannya pencanangan perumahan ini,” katanya. Menurutnya, perumahan yang berada di kawasan Citra Grand City merupakan kebanggan tersendiri bagi masyarakat yang membeli rumah disini. Oleh karena itu dia berharap pembangunan perumahan ini harus memiliki kualitas baik dilengkapi fasilitas umum yang layak.  Tentunya dengan memperhatikan dari segi aspek keamanan dan kenyaman warga. Sebagai Gubernur, dirinya mengajak semua pihak untuk memberikan insetif dengan kemudahan. Pemprov Sumsel bersama Kementerian PUPR akan bekerjasama menyediakan angkutan umum disini. “Dengan jarak yang hampir kurang lebih satu kilometer, saya jamin untuk angkutan umum/Satel Bus akan disediakan disini,”katanya. Sementara Chandra Huisanto selaku Direktur Utama PT. Cipta Asrigriya selaku pengembang BPS Land, yang sudah berpengalaman sejak tahun 1995 dalam bidang konstruksi, baik di Kota Palembang maupun berbagai daerah di Indonesia menyampaikan dalam membangun kawasasan BPS Land pihaknya sangat concern dengan kualitas bangunan. “Kami membangun rumah murah namun tidak murahan. Semuanya kami pertimbangkan, demi menjaga kualitas bangunan tetap baik, namun dengan harga terjangkau. Bahkan kami juga melakukan pengawasan secara langsung untuk  menjaga kualitas huniannya,” tutur Chandra. Dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat. BPS Land menghadirkan hunian dengan tipe 36 “Tipe ini kami beri nama Agatis dengan luas tanah 72 meter persegi dan luas bangunan 36 meter persegi. Dengan ukuran yang minimalis, kami menjaga agar para penghuni tetap merasa nyaman dengan membuat tinggi rumah mencapai 3 meter. Jadi tetap terkesan lega,” lanjut Chandra BPS Land membuktikan komitmen pembangunan perumahan berbasis komunitas ini, dengan progress yang sangat massive. “Sejak awal Januari 2019 Ialu, kami terus menerus gencar mempercepat pembangunan 2000 unit. Ditahap pertama ini, kaml telah membangun infrastruktur mulai dari land clearing sampai pembentukan Iahan dan jalan akses dengan daerah milik jalan seluas 8 dan 10 meter. Kami juga telah bersinergi dengan PLN untuk jaringan listrik, dimana saat ini tilang listrik sudah terpasang di sebagian area tahap I. Begitu juga dengan perusahaan air bersihh untuk pemasangan jaringan distribusi air bersih bersama PDAM ATS,” ujar Chandra Selaln membangun Infrastruktur, BPS Land saat ini juga sudah memasuki progress pembangunan unit. “Kurang lebih saat ini sudah dibangun 300 unit yang under construction dengan progress yang variatif mulai 40%-80%. Langkah kedepan tentunya kami akan segera melengkapi sarana umum yang didukung dengan arahan dan bantuan dari PUPR berupa jalan beton, saluran, sambungan Instrik dan air, dan lain-lain,” terang Chandra Dalam memasarkan hunian bagi komunitas masyarakat kota Palembang, Chandra menuturkan bahwa pihaknya didukung oleh berbagai plhak. “lni tidak semata mata hasil kerja kami, namun ini hasil kerja bersama. Kami ingin mengucapkan ke berbagai pihak yang sudah mendukung terwujudnya BPS Land seperti, Pemprov Sumsel, Pemkot Palembang, PUPR, Kodam II Sriwijaya dan Polda Sumsel serta rekanan dan pihak perbankan seperti Bank BTN, BRI, Sumsel Babel dan Mandri,” urai Danny lagi. “Harapan kami, BPS Land ini mampu menjadi solusi ketersediaan hunian bagi komunitas masyarakat di Kota Palembang, sehingga dapat bersama sama mendukung terwujudnya program Sejuta Rumah,” tutup Chandra. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
TTG Majukan Para Petani Sumsel Sumsel
25 Aug 2019 Dilihat 382x

TTG Majukan Para Petani Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id -- Untuk mendorong  kemajuan para petani Sumatera Selatan (Sumsel), Gubernur H Herman Deru buka langsung Gelaran Teknologi Tepat Guna XV Tahun 2019 di Alun-alun Kota Pangkalan Balai,Kabupaten Banyuasin yang berlangsung hingga tiga hari. Dikatakan Herman Deru, Gelaran TTG XV Tahun 2019 itu sendiri dimulai tanggal 22-24 Agustus, dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan, di antaranya pameran teknologi, lokakarya, widyawisata hingga promosi alat teknologi tepat guna.   Dirinya juga mengatakan Gelaran Teknologi Tepat Guna ini bukan hanya untuk melihat kemeriahan acara melainkan agar dapat menghargai karya-karya inovasi baru berkaitan dengan teknologi dari Sumsel. " Jadi informasi mengenai teknologi yang dipamerkan harus jelas agar pengunjung tertarik dan menyebarkannya ke khalayak ramai sehingga dapat menarik minat investor," jelas Gubernur kemarin. Setiap tahun mesti ada inovasi dan tidak boleh sama dengan tahun sebelumnya. Oleh karena itu setiap daerah dituntut kreatifitas untuk menyiapkan teknologi yang baru untuk dipamerkan. "Nah tugas pemerintah adalah marketingnya. Maka setiap kabupaten Saya anjurkan untuk membuat website tersendiri guna membantu pemasaran produk-prodik masyarakat ini," Harapnya Dengan adanya pameran ini dapat memacu semangat masyarakat menciptakan teknologi baru yang kian berkembang pesat. Dirinya berkeinginan pameran ini digalakkan pada setiap daerah di Sumatera Selatan. " Tahun ini TTG nasional digelar di Bengkulu. Kedepan Sumsel harus jadi tuan rumahnya. Bukan saja untuk promosi, tapi karena manfaat dan dampak lainnya sangat banyak terutama dalam hal peningkatan kegiatan ekonomi," sambungnya Meski diwarnai pemadaman listrik, Gubernur Sumsel H.Herman Deru didampingi Bupati Banyuasin H.Askolani dan Wakil Bupati Slamet S..serta Ketua TP PKK Banyuasin.dr Sri Fitrianti masih tampak antusias mengunjungi puluhan stand pameran dari 17 kab/kota se Sumsel. Dari yang konvensional sampai yang modern semua dipamerkan artinya pertanda semua daerah semakin maju. Seperti teknologi mesin pengubah air rawa yang siap minum karya Kab Banyuasin, kemudian permen gambut di stand Badan Restorasi Gambut, mesin pengubah sampah hingga alarm anti pencurian hingga teknologi menanam padi di ember dan hasil olahannya petaninya yaitu Kopi Gambut Banyuasin menjadi suatu kemajuan daerah dalam pertanian. "Harapan saya dari pameran ini, jika ada potensi teknologi yang bagus harus ditindak lanjuti. Ajang ini penting untuk membantu petani, pelaku UKM karena mereka bisa terbantu soal pemasarannya," jelas HD. Sementara itu Bupati Banyuasin H.Askolani mengatakan banyak harapannya pada Pemprov Sumsel salah satunya mempercepat pelebaran jalan Km-14 hingga Betung, agar banyak investasi yang masuk Kabupaten Banyuasin. Begitu juga Ia mengaku sangat bangga Banyuasin bisa menjadi tuan rumah TTG XV 2019. Apresiasi atas partisipasi kab/kota se Sumsel yang datang dalam acara ini. Melalui TTG 2019 diharapkannya semua pihak saling berkontribusi dan memanfaatkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan  kesejahteraan masyarakat pedesaan sekaligus mensinergikan program kabupaten dengan Pemprov Sumsel. " Petani kita di banyuasin semakin berkembang inovasinya dan hasil pertaniannya semakin baik.  Semoga kedepan akan lebih baik lagi." Tutupnya Pembukaan tersebut juga dihadiri, Bupati Kabupaten Banyuasin H.Askolani, Wakil Bupati Kabupaten Banyuasin H.Slamet S, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuasin dr Sri Fitrianti Askolani serta sejumlah staf ahli, TGUPP  Sumsel, Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel. Usai membuka acara, Gubernur beserta rombongan langsung membuka Pameran TTG XV Tahun 2019. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
H. Mawardi Yahya Harapkan BUMD Tumbuh Baik Dan Bermanfaat Bagi Masyarakat Sumsel
24 Aug 2019 Dilihat 312x

H. Mawardi Yahya Harapkan BUMD Tumbuh Baik Dan Bermanfaat Bagi Masyarakat

Palembang, sumselprov.go.id - Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya berharap melalui evaluasi dan monitoring maka BUMD dapat tumbuh baik dan bermanfaat bagi masyarakat serta dapat bersumbangsih bagi peningkatan perekonomian daerah sehingga titik akhirnya akan membantu pembangunan perekonomian di Sumsel. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya dalam rapat evaluasi rencana kerja dan rencana bisnis perusahaan daerah Pemerintah Provinsi Sumsel, bertempat di Ruang Rapat Sekda, Jumat, (23/8/2019). “Salah satu tujuan BUMD didirikan adalah untuk membantu masyarakat yang merintis kegiatan-kegiatan usaha dan juga memberikan bantuan dan perlindungan pada usaha mikro” ujarnya Mawardi Yahya jelaskan melalui kegiatan ini, bagi BUMD yang hadir dapat menyampaikan perkembangannya baik yang positif maupun negatif, agar tujuan BUMD dapat tercapai dengan baik. BUMD yang hadir dalam rapat ini diantaranya PT Jaminan Kredit Daerah Prov. Sumsel (JAMKRIDA), PT Bank Pengkreditan Rakyat (PT. BPR), dan PT Bank Sumsel Babel. Lanjut Wagub Mawardi Yahya, Rapat ini bertujuan untuk mendengarkan paparan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam sektor keuangan agar berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tujuan terbentuknya. “Selain itu, juga diadakan evaluasi dan monitoring bagi BUMD yang bersangkutan untuk mengantisipasi permasalahan yang mungkin akan merugikan daerah” kata Wagub. Tambah Mawardi Yahya, sudah menjadi agenda bagi seluruh perusahaan daerah agar setiap 6 bulan sekali diadakan rapat evaluasi yang berfungsi untuk monitoring dan diskusi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya masalah yang dapat merugikan daerah "Harapan Gubernur bahwa antar BUMD dapat bekerjasama bagaimana cara untuk menimbulkan kepercayaan masyarakat. Kami Pemerintah Daerah menginginkan seluruh BUMD dapat berkembang. Saya menilai BUMD itu sangat luar biasa tinggal bagaimana cara mengelolanya secara profesional," tutupnya. Turut hadir Karo Perekonomian H. Afrian Joni, SE, MM. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
OJK Gelar Expo iB Vaganza Dorong Pertumbuhan Perbankan Syairah Sumsel
24 Aug 2019 Dilihat 218x

OJK Gelar Expo iB Vaganza Dorong Pertumbuhan Perbankan Syairah

Palembang, sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru menyambut baik dan mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pameran Produk dan Jasa Perbankan/Keuangan syariah, Expo iB Vaganza 2019 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Sumbagsel di Palembang Icon Mal, Jumat (23/08/2019). “Kegiatan Expo iB Vaganza ini diadakan untuk kedua kalinya, dirinya berharap mudah-mudahan kegiatan di Palembang ini dapat berjalan sukses dan di tahun 2020 dapat meningkat lagi,” kata H.Herman Deru saat membuka kegiatan tersebut diatas. Seperti diketahui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pertumbuhan perbankan syariah dengan menggelar ajang Expo Islamic Banking (iB) Vaganza di Palembang. Deputi Komisioner Edukasi Dan Perlindungan Konsumen Sarjito mengatakan perkembangan perbankan syariah di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan perbankan konvensional sehingga perlu percepatan. Berdasarkan data OJK per Mei 2019 diketahui bahwa komposisi total aset perbankan syariah secara nasional hanya mencapai Rp484,62 triliun dengan pangsa pasar perbankan syariah 5,85 persen. “Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim ternyata tidak serta merta menjadi key driver dalam meningkatkan perkembangan perbankan syariah,” kata dia. Ia mengatakan, hal tersebut terjadi disebabkan karena salah satunya oleh rendahnya tingkat literasi keuangan syariah yaitu 8,1 persen dibandingkan dengan konvensional sebesar 29,5 persen menurut data OJK 2016. Sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam mengembangkan keuangan syariah di Indonesia, OJK berupaya meningkatkan program literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat, diantaranya mengenai produk dan jasa layanan keuangan syariah yang saat ini sudah semakin beragam. Seiring dengan perkembangan tersebut, masyarakat diharapkan untuk tidak hanya sekedar memahami tetapi dapat memiliki maupun menggunakan produk/layanan jasa keuangan syariah. Expo iB Vaganza merupakan bagian dari rangkaian kampanye Aku Cinta Keuangan Syariah (ACKS) yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Juni 2015 di acara Pasar Rakyat Syariah di Jakarta. “Sejak dicanangkannya Kampanye ACKS, berbagai kegiatan terus dilakukan secara berkesinambungan dalam rangka menumbuhkan minat masyarakat terhadap keuangan syariah,” kata dia. OJK semakin optimistis bahwa pertumbuhan perbankan syariah akan terus membaik sejalan dengan proyeksi membaiknya pertumbuhan perekonomian domestik yang ditunjang oleh kebijakan pemerintah dalam memperbaiki postur fiskal dan kebijakan pembangunan infrastruktur serta proyek prioritas pemerintah lainnya. Selain itu, OJK juga terus mendorong percepatan program industrialisasi, peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan literasi dan akses pembiayaan masyarakat serta optimalisasi potensi ekonomi syariah. "Harapannya, industri keuangan syariah khususnya perbankan syariah lebih berperan serta menggarap sektor-sektor yang potensial," kata dia Sejak berdirinya bank syariah pada awal 1990-an, perbankan syariah telah memberikan kontribusi positif dalam mendukung inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat yang menginginkan layanan keuangan yang memenuhi prinsip syariah pada berbagai level, mulai dari usaha korporasi hingga masyarakat grass-root, yang belum terjangkau layanan keuangan formal. Keberadaan industri perbankan syariah dapat memberikan pilihan instrumen dan bentuk layanan perbankan yang lebih variatif dengan berbagai keunggulan. Bank syariah hadir dengan keunikan produk dan layanannya yang modern, namun tetap mengedepankan prinsip-prinsip syariah. Sisi modern tersebut tercermin melalui ketersediaan berbagai layanan e-banking, mulai dari mobile banking, internet banking dan berbagai produk digital lainnya oleh bank syariah. Selain itu, untuk mendukung program cashless society beberapa bank syariah telah mengeluarkan e-money yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Sementara itu, Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan Panca Hadi Suryanto mengatakan, OJK bersama Forum Islamic Banking Marketing Communications (iB Marcomm) kembali menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan dalam bentuk pameran (Expo iB Vaganza) di Palembang yang bertempat di Palembang Icon Mall. iB Vaganza di Palembang akan diikuti oleh 14 industri perbankan syariah yaitu Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, Bank Muamalat Indonesia, Bank Mega Syariah, Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah, Bank BCA Syariah, Bank Panin Dubai Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN, UUS Bank CIMB Niaga, UUS Bank Danamon Indonesia, UUS Bank OCBC NISP, UUS Bank Maybank Indonesia, UUS BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Selain itu peserta lainnya adalah Pegadaian Syariah, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), PT Rintis Sejahtera, dan Bank Indonesia. Kegiatan Expo islamic Banking (iB) Vaganza tersebut diselenggarakan dengan konsep edutainment, yang merupakan perpaduan antara edukasi keuangan yang disampaikan melalui talkshow, pameran produk dan layanan jasa keuangan (expo) dan entertainment berupa hiburan yang menyajikan perlombaan dan pertunjukan akustik.  Akhir acara, Gubernur Herman Deru didampingi para Pimpinan Perbankan menyempatkan meninjau stan-stan yang sudah disediakan. Pameran Produk dan Jasa Perbankan/Keuangan syairah, Expo iB Vaganza berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 23 sampai dengan 25 Agustus 2019. Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Pelaku Pembakar Hutan dan Lahan adalah Teroris Lingkungan Hidup Sumsel
24 Aug 2019 Dilihat 237x

Pelaku Pembakar Hutan dan Lahan adalah Teroris Lingkungan Hidup

Palembang, sumselprov.go.id -- Pangdam II/Swj Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M. Hum menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan tindakan tegas, terhadap pelaku yang terbukti melakukan pembakar hutan dan lahan (karhutla). Hal ini ditegaskan Pangdam II/Swj yang disampaikan melalui  Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan, Selasa (20/8/2019) di Posko Satgas Karhutla BPBD Prov. Sumsel seusai patroli udara di Muara Medak Bayung Lencir Kabupaten Muba. “Instruksi tersebut, kata Kapendam, setelah diketahui dari hasil penelitian bahwa 99 persen penyebab kebakaran adalah ulah manusia dan sisanya karena alam. “Tapi itukan sangat kecil dan harus ada tindakan tegas agar jadi efek jera”, ujar Kapendam.  “Kebakaran lahan di wilayah Sumsel diduga disengaja untuk membuka lahan, bukan karena bencana alam. Oleh karena itu, Pangdam telah memerintahkan untuk menindak tegas di lapangan terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan,” ujar Kolonel Djohan. Kapendam II/Swj menjelaskan bahwa, Karhutla di Sumsel pada tahun ini menjadi perhatian dan hal yang serius. Tidak hanya berbicara soal kerusakan lingkungan namun juga kesehatan masyarakat. Pimpinan sudah beberapa kali melakukan pemantauan baik melalui udara maupun terjun langsung ke lokasi kebakaran.  “Ini sudah extra ordinary crime, kejahatan luar biasa. Kecil kemungkinan ini terbakar sendiri, sangat besar kemungkinan ini dibakar pihak lain. Karena itu, ini katagori kejahatan,” ujar dia. Hingga saat ini, karhutla diperkirakan sudah mencapai 500 hektar lebih, untuk itu harus adanya penindakan yang tegas. “Kami mengatakan bahwa pelaku pembakar lahan ini adalah teroris, teroris lingkungan hidup, karena itu harus kita perangi bersama,” ucap Kapendam. Tidak hanya tindakan tegas, berbagai upaya untuk pencegahan karhutla terus dilakukan. Saat ini sudah ada 5 heli water bombing dikerahkan untuk memadamkan lokasi lahan yang terbakar. Sementara itu, Tim Satgasgab Terpadu terus melakukan Sosialisasi tentang pelarangan membuka lahan dengan cara membakar dengan mendatangi desa-desa rawan karhutla serta memasang sepanduk yang berisi himbauan agar tidak membakar hutan dan lahan. Titik-titik yang rawan terjadi Karhutla, sudah menyebar hampir ke seluruh kabupaten di Sumsel. Kebakaran tidak hanya kawasan gambut namun juga daerah rawa mineral. Beberapa wilayah yang rawan terjadi kebakaran ialah Musi Banyuasin khususnya di Kecamatan Bayung Lincir, Sanga Desa, Sungai Lilin. Sedangkan di Kabupaten Banyuasin terutama kawasan pantai timur, di Kabupaten OKI, OI, Muara Enim, Musi Rawas. Untuk menekan terjadinya karhutla, kita sudah melakukan pencegahan dengan sosialisasi dan patroli serta komunikasi dengan masyarakat di Desa-Desa yang rawan terhadap Karhutla. Satgas Karhutla terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni dan BPBD berjibaku memadamkan api bahkan tak jarang hingga larut malam. Hal ini dilakukan supaya kebakaran hutan dan lahan bisa segera diatasi. Djohan juga menjelaskan, pada saat Rakornas BNPB di Surabaya yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 2 Februari 2019 lalu mengatakan bahwa, apabila ada kejadian bencana di daerah maka secara otomatis Gubernur menjadi Penanggungjawab sekaligus sebagai Komandan Satgas Darurat bencana di wilayahnya. Hal ini juga di tuangkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.32 / MENLHK / SETJEB / KUM.1 / 3 / 2016 tentang  Pengendalian Kebakaran dan Hutan, yang mana Satgas Pengendali Provinsi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Ketuai oleh Gubernur. Selain itu, sesuai dengan Undang-Undang No. 34 Tahun 2004 pada Pasal 7 Ayat (2) dan Ayat (3), tugas pokok TNI dilakukan dengan OMSP (Operasi Militer Selain Perang), salah satunya adalah membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan. Dalam rangka penanganan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Sumsel, TNI khususnya Kodam II/Swj telah mengerahkan ribuan prajurit yang tersebar di desa-desa, Kecamatan/Kabupaten di wilayah Sumsel rawan karhutla, bersama jajaran Polri, BPBD, BNPB, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tergabung dalam Satgas Darat Karhutla yang dipimpin oleh Danrem 044/Gapo. Sedangkan Satgas Udara dipimpin oleh Danlanud SMH Palembang. Terkait hal itu, sambung Kapendam, Pangdam meminta semua pihak untuk bekerjasama dalam mengkoordinasikan dan mengkonsolidasikan semua kekuatan yang dimiliki dalam rangka penanganan bencana di setiap peristiwa yang terjadi, termasuk bencana karhutla yang terjadi di wilayah Sumsel ini. “Dia juga berharap khususnya Pemerintah Daerah untuk turun tangan semuanya. Ini sudah darurat dan jadi prioritas. Wilayah yang terbakar adalah wilayahnya Pemkab masing-masing, harusnya mereka yang terdepan memadamkan api.”, kata Djohan. “TNI sifatnya hanya membantu, karena itu kita minta semua Pimpinan Daerah agar menggerakkan jajarannya, terutama dukungan sarana dan prasarana,” ungkapnya. Sampai saat ini, kata Djohan, Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, BPBD dan Manggala Agni terus berusaha melakukan penanganan masalah karhutla, dia mengharapkan agar pemerintah daerah, terutama pemerintah kabupaten dan kota berada di baris terdepan guna mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaran tersebut. MC Diskominfo Prov.Sumsel

Baca Detail
Kapolda Pastikan, Karhutla Muba Segera Padam Sumsel
24 Aug 2019 Dilihat 158x

Kapolda Pastikan, Karhutla Muba Segera Padam

Palembang, sumselprov.go.id -- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel Irjen Pol Firli memastikan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Samarasa, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba akan segera padam. Berkat kerja keras seluruh tim yang tergabung dalam Satgas pemadaman, baik dari darat maupun udara, api sudah semakin kecil dan bisa terkendali. Dalam dua hari kedepan dapat betul-betul dipadamkan,” ujar Irjen Firli. Kendati demikian, menurutnya satgas udara dan satgas darat yang tergabung dari Kodam II Sriwijaya, BPBD, masyarakat peduli api dan Polda Sumsel masih terus bekerja keras memadamkan api. Lima hari lalu pihaknya juga sudah mengirimkan 100 anggota Brimob yang bergabung dalam satgas darat. Memang yang terbakar adalah lahan kosong yang jauh dari pemukiman warga dan dipastikan bukan perkebunan. Di lokasi, kita juga sudah bangun sekat-sekat agar api tidak meluas dan siapkan sumber air agar upaya pemadaman bisa lancar,” imbuhnya. Selama ini, dirinya melanjutkan, upaya pemadaman cukup sulit karena sumber air yang tidak mudah di musim kemarau seperti sekarang ini. Namun semua itu sudah bisa dikendalikan dan tidak menjadi lebih buruk. Sementara ini jumlah orang yang diduga terlibat dan sudah dimintai keterangan sama seperti sebelumnya (9 orang). Belum ada (korporasi) yang terlibat karena itu adalah lahan kosong,” tandasnya MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.