Logo

Pemerintah Provinsi

Sumatera Selatan

Logo
Pemerintah Provinsi
Sumatera Selatan
Subpage Header background

Kabar Terkini Sumatera Selatan

Pemrov Sumsel Dukung Penuh Pembangunan Politeknik Energi Dan Pertambangan Di Prabumulih Sumsel
30 Aug 2019 Dilihat 231x

Pemrov Sumsel Dukung Penuh Pembangunan Politeknik Energi Dan Pertambangan Di Prabumulih

Palembang, sumselprov.go.id - Pemerintah Provinsi Sumsel menyambut baik atas direalisasikannya pendirian pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan di Kota Prabumulih. Sebagai Kepala Daerah, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru sangat menyambut baik dan dukung penuh jika ada pembangunan dalam bidang pendidikan seperti sekolah Politeknik Energi dan Pertambangan di Sumsel. Dukungan tersebut dikatakan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru pada saat kembali menerima Sekretaris BPSDM ESDM Zainal Arifin di ruang rapat gubernur, Kamis (29/8/2019). “Dipilihnya Provinsi Sumsel dalam pembangunan Politeknik Energi dan Pertambangan tentu sangat baik,  mengingat  daerah ini memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat luar biasa” ungkap Gubernur Herman Deru Hal itu menurutnya karena tambang minyak dan gas di Sumsel yang banyak dan tersebar di beberapa lokasi. Sehingga, dia meyakini bahwa dengan pembangunan Akamigas di Sumsel akan membawa angin perubahan dalam pengelolaan migas. “Semoga dengan keberadaan Politeknik ini dapat menambah SDM Sumsel di bidang energi. Pemprov Sumsel mengucapkan terima kasih pada Kementerian ESDM yang telah menunjuk Sumsel sebagai lokasi yang dipilih,” ujarnya. Adapun Pertemuan ini melanjutkan pembahasan pembangun Gedung Politeknik Energi dan Pertambangan di Provinsi Sumsel tepat di Kota Prabumulih.   "Saya betul-betul bangga dengan spirit dari Pak Walikota Prabumulih, begitu semangatnya beliau ingin wilayahnya ditempatkan sekolah Politeknik Energi dan Pertambangan," ungkapnya. Jelas Gubernur, khususnya bagi Kota Prabumulih sebagai salah satu daerah penghasil gas dan minyak terbesar di Sumsel. Dia menilai Kota Prabumulih tempat yang paling tepat karena Kota yang memang tumbuh dengan memiliki SDA yang luar biasa, maka sangat mungkin masyarakat Sumsel tertarik jika pendiriannya disana "Saya sebagai gubernur akan suport habis pembangunan sekolah Politeknik" pungkasnya. Turut hadir Direktur Politeknik Energi dan Mineral Akamigas RY Perry Burhan, Direktur Sumber Daya Energi Bappenas J. Rizal Primana, Kasubdit Anggaran Bidang Energi, Dirjen Keuangan RI Eko Rostanto beserta rombongan. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
Hadiri Yudisium Unisti Palembang, Gubernur Sumsel Kenang Masa Kuliah 24 tahun Silam Sumsel
30 Aug 2019 Dilihat 514x

Hadiri Yudisium Unisti Palembang, Gubernur Sumsel Kenang Masa Kuliah 24 tahun Silam

Palembang, sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri Pelantikan dan Yudisium Fakultas Hukum Universitas Sjakhyakirti (Unisti) Palembang tahun 2018/2019 di halaman Kampus Unisti Palembang, Kamis (29/8/2019). Sebagai Ketua Alumni Fakultas Hukum Unisti Palembang, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyampaikan rasa bangga dapat menghadiri pelantikan dan yudisium di kampus tersebut yang mengingatkan dirinya pada 24 tahun silam tepatnya tanggal 23 Agustus 1995 dimana saat itu dia pernah kuliah hingga wisuda. "Saya hadir disini mengingatkan dalam acara serupa yaitu saya hadir sebagai yudisiawan, tentu hadir saat itu dengan penuh rasa bangga melangkahkan kaki datang ke sini,"ucapnya. Melihat kondisi Unisti saat ini, Herman Deru teringat pada fasilitas kampus ini beberapa tahun yang lalu dibandingkan dengan sekarang yang sudah sangat berbeda. Namun, saat menjalani kuliah dikampus ini sekaligus sebagai pegawai negeri dia meyakinkan bahwa univeritas ini adalah tempat yang tepat menempa ilmu. Menurutnya, meski dalam kondisi kesederhanaannya terbukti Unisti juga unggul dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. Terlebih lagi, diakuinya bahwa kampus ini pernah mencatat sejarah sebagai pendahulu tumbuhnya berbagai universitas di Sumsel. “Mulianya universitas ini dimata saya, tempaannya menunjukan bukti bahwa Universitas Sjakhyakirti mampu melahirkan alumni yang bermutu. Nyatanya, banyak sekali alumni kampus ini yang menjadi pemimpin dalam segala lini baik dipemerintahan maupun swasta,” terang Herman Deru. ”Walaupun dengan fasilitas yang masih harus selalu dibenahi, namum semangat dari para civitas akademika universitas ini sangat luar biasa baik para dosen maupun rektornya. Dengan segala kekurangan tetap tidak menjadikan alasan untuk menghasilakan alumni yang tidak bermutu,” tambahnya. Lanjut dia mengatakan, tantangan pada 24 tahun yang lalu, 10 tahun yang lalu bahkan sekarang tentu berbeda. Apalagi, latar belakang dari para peserta yudisium ini terdiri dari Aparatur Sipil Negara, POLRI hingga latar belakang lainnya tentu tantangannya berbeda. "Saya hadir disini sebab saya merasa bangga karena saya produk dari sini. Universitas ini mampu membuat keberhasilan dari produk yang dihasilkan. Saya yakin Universitas Sjakhyakirti khususnya yudisiawan fakultas hukum akan menjadi pemimpin masa depan. Selamat kepada para yudisiawan," ujarnya. Sementara itu, Rektor Unisti Palembang, Faizal Daud dalam kesempatan itu menyampaikan pesan kepada para yudisiawan dan yudisiawati agar memanfaatkan ilmu yang sudah diraih dengan sebaik-baiknya dan terus meraih prestasi baik dilingkungan kerja maupun dalam bermasyarakat. “Saya sampaikan selamat kepada peserta yudisium hari ini. Pesan saya yang tidak kalah penting yakni pahami ilmu tekhnologi,” ucap Faizal Daud kepada para peserta Yudisium. Media Center Dinas Kominfo Provinsi Sumsel / AD

Baca Detail
Gubernur Apresiasi Tim Dokter Pemisahan Kembar Siam Sumsel
30 Aug 2019 Dilihat 257x

Gubernur Apresiasi Tim Dokter Pemisahan Kembar Siam

Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengunjungi Rumah Sakit Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang, Kamis (29/8). Kedatangan orang nomor satu di Sumsel itu untuk menjenguk bayi kembar siam yang sudah di operasi dua hari lalu di RSMH. Operasi pemisahan bayi kembar siam di Palembang dijalani oleh sepasang bayi bernama Alisya Zahra dan Aysha Jahzara. Bayi berusia 15 hari ini lahir dengan kondisi perut dan dada menyatu dan beberapa organ tubuh yang tidak berfungsi sempurna. Bayi kembar siam ini merupakan anak pertama dari pasangan Orin Safitri (26) dan Afit Bakhirul Anwar (30). Mereka dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Hoesin Palembang saat usia 5 hari. Kedua bayi mungil ini lahir secara sesar dengan usia kehamilan 35 minggu, melalui proses eklamasi. Kondisi awal bayi Aysha sangat baik, tetapi berbeda dengan kondisi kesehatan bayi Alisya yang buruk. "Kita bersyukur operasi ini berjalan lancar meskipun ada yang tidak bisa diselamatkan tentunya itu bukan kehendak kita. Namun kita patut berbangga dengan kinerja tim dokter RSMH yang berhasil memisahkan kembar siam yang memang sulit karena termasuk kembar siam parasit yang menempel," ujar Gubernur saat diwawancarai awak media. Lebih lanjut dia mengatakan kondisi bayi saat ini lebih stabil saat dirinya menjenguk secara langsung di ruangan ICU RSMH. "Tadi saya sudah lihat sendiri kondisinya sudah baik bahkan sudah menyusu dan kita do'ake anak kita ini cepat sehat dan tumbuh besar menjadi anak yang soleha kebanggaan orang tua," jelasnya. Menurut Tim Operasi Kembar Siam dari RSMH Palembang yang berprofesi sebagai Dokter Spesialis Bedah Anak Sindu Saksono, berat badan bayi kembar siam ini saat dilahirkan seberat 2.340 gram. Operasi pemisahan bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan ini, dilakukan selama tujuh jam pada hari Selasa (27/8/2019) dini hari. Ditangani langsung oleh Tim Dokter Ahli gabungan dari RSMH Palembang dan Rumah Sakit Dr Sutomo Surabaya yang dipimpin oleh Agus Harianto. "Tim sebanyak 34 orang di antaranya dokter 20 orang diantaranya Bedah Plastik, Ortopedi, Cardiopasculer, Dokter Anak juga Spesialis Anastesi," jelasnya. Proses operasi bayi kembar siam ini dimulai sejak pukul 01.00 WIB. Pada pukul 05.00 WIB dimandikan dan dikirim ke ruang operasi pada pukul 06.00 WIB. Sekitar pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB, tim dokter memasang alat anastesi. Namun, tindakan ini cukup sulit karena bayi sangat kecil, terutama mencari pembuluh darah. Operasi pemisahan dilaksanakan pada pukul 12.27 WIB dan selesai proses sekitar pukul 16.00 WIB. "Sebelum operasi, kita optimis bisa menyelematkan keduanya dan berhasil memang memisahkan keduanya. Namun, bayi Alisya tidak bisa bertahan, karena paru-parunya kecil, jalan napas buntu dan jantungnya hanya berdenyut sesekali," ujarnya. Bayi Alisya bertahan hidup selama ini, karena asupan darah dari Aysha. Jantung bayi Aysha membengkak karena kelelahan dan bisa berdampak buruk. Untuk itu bayi kembar siam ini harus dipisahkan. Agar bisa menyelamatkan salah satu bayi, tim dokter harus mengambil tindakan penutupan saluran darah ke bayi Alisya. Seusai operasi, hanya satu bayi yang bisa diselamatkan tim dokter. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
H. Herman Deru Ucapkan Selamat Datang Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel Sumsel
30 Aug 2019 Dilihat 282x

H. Herman Deru Ucapkan Selamat Datang Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel

Palembang, sumselprov.go.id - Sumatera Selatan (Sumsel) adalah tempat selalu menjadi lompatan bagi setiap pejabat ke lompatan berikutnya khususnya instansi vertikal yang bertugas di Sumsel. Hanya dua pilihan bisa melompat atau pensiun. Kenapa, karena Sumsel ini banyak tantangan. Kalau pak Ajub dari padang berarti sukunya padang. Tapi kalau Sumsel banyak suku terdiri Sembilan banyak suku dan beragam bahasanya. Hal tersebut diutarakan oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru pada saat menghadiri Pisah Sambut dan Pengantar Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Sumsel H. Sudirman D Hury dan Ajub Suratman di hotel Aston Palembang, Kamis (29/8/2019) “Terus terang saya tidak sanggup bercanda karena merasa kehilangan  pak Sudirman yang harus meninggalkan  Sumatera Selatam atas perintah negara ke tempat tugas yang baru. Tapi begitu duduk saya diperkenalkan kepada pak Ajub, rasa kesedihan saya kembali terobati menjadi kegembiraan” tutur Gubernur Herman Deru Gubernur ungkapkan, pak Sudirman ini banyak prestasi yang telah diperbuat di Sumatera Selatan dan selalu akrab dapat bersinergi dengan pemerintah provinsi sumatera selatan (Pemprov Sumsel) demi kemajuan Sumsel “Untuk itu, saya ucapkan selamat datang kepada Kanwil yang baru pak Ajub di sumsel dan selamat bertugas kepada pak  Sudirman ke  tempat tugas yang baru” ucap Gubernur . Lanjut Gubernur, Sumatera Selatan sangat religius itu dibuktikan dengan adanya Lapas pertama di Sumsel yang memiliki Rumah Taufidz. “Ini merupakan prestasi atas kerjasama Pemrov Sumsel bersama Kanwil Kementerian hukum dan Ham Sumsel guna kegiatan belajar mengajar khususnya belajar tulis alquran dapat berjalan optimal” ujar Gubernur Herman Deru. Tambah Herman Deru, Sumatera Selatan heterogen beragam suku, ras,  berbeda agama dan bahkan kuliner beraneka ragam. Tapi semuanya itu menjadi satu dan sumsel tidak memandang perbedaan tersebut (zero konflik). “Orang Sumsel baik dan punya pendirian teguh, katakan ya kalau ya dan katakan tidak kalau tidak dan orang sumsel selalu membaur satu sama lain. Artinya orang sumsel welcome bagi semua orang. makanya pandangan (image) orang terhadap orang sumsel hatinya selalu baik” pungkas Herman Deru Turut hadir Forkopimda Sumsel mewakili, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra H. Akhmad Najib, instansi terkait dan para pegawai Kamwil Kementerian Hukum dan Ham Sumsel MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
HD Yakin Sumsel Siap Menjadi Tuan Rumah FIFA U-20 World Cup 2019 Sumsel
29 Aug 2019 Dilihat 459x

HD Yakin Sumsel Siap Menjadi Tuan Rumah FIFA U-20 World Cup 2019

Palembang, sumselprov.go.id – Rekam jejak Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang selalu berhasil sukses menyelenggarakan event olahraga bertaraf international terus berlanjut, dipastikan Provinsi Sumsel kembali menjadi lirikan dunia karena telah terpilih menjadi calon tuan rumah FIFA U-20 World Cup 2019 Hal tersebut tertuang dalam penandatanganan Dokumen Host City agreement dalam proses Fifa Wolrd Cup U-20 antara Gubernur Sumsel  Herman Deru bersama Pengurus  PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), di Griya Agung (28/8). Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menyatakan, kesempatan emas tersebut tidak akan disia-siakan oleh Provinsi Sumsel. Oleh sebab itu pula dengan yakin Ia menegaskan Provinsi Sumsel siap menjadi tuan rumah FIFA World Cup U-20 2019 . “Insha Allah Provinsi Sumsel layak dan siap menyelenggarakan ini, dua tahun kedepan tentu kita masih cukup waktu mempersiapakan semuanya. Inikan kehormatan jika nanti Provinsi Sumsel di percaya untuk menyelenggarakan ini, karena persaingan ini ada 10 wilayah di Indonesia. Mohon doa semua masyarakat Provinsi Sumsel,” ungkapnya. Diakui Herman Deru, Provinsi Sumsel tidak hanya siap dalam venue penyelenggaraannya saja, bahkan kesiapan keamanan dan syarat-syarat yang lainnya pun akan dipenuhi mengingat waktu penyelenggaraan masih dalam waktu dua tahun lagi. “Meliputi berbagai hal bukan hanya kesiapan lapangan, kesiapan keamanan atau syarat-syarat teknis lainnya Provinsi Sumsel siap. Tapi yang jelas kesiapan masyarakat provinsi sumsel untuk menyambut pesta olahraga ini, sudah ditandatangani semua baik lapangan utamanya. PT JSC sudah menandatangani yang lapangan yang dikelola oleh pemerintah sudah ditandantangani dan pernyataan sebagai Gubernur untuk dibawa ke FIFA juga sudah ditandatangani,” tambahnya MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/HP

Baca Detail
Feby Deru AJak PKK Rawas Ulu Kembangkan Potensi Terong dan Tebu Sumsel
29 Aug 2019 Dilihat 234x

Feby Deru AJak PKK Rawas Ulu Kembangkan Potensi Terong dan Tebu

Musi Rawas Utara, sumselprov.go.id – Meneruskan rangkai kunjungan kerja PKK Sumsel ke PKK Kabupaten/Kota. Pada Rabu (28/08/2019), Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel Febrita Lusia Herman Deru (Feby Deru) melakukan kunjungan kerja ke Desa  Lubuk Mas Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) didampingi Bupati Muratara Syarif Hidayat dan Ketua TP PKK Muratara Lia Mustika. Disini Feby Deru mengajak PKK Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara untuk mengembangkan potensi terong dan tebu yang bisa menjadi produk unggulan. Perjalanan yang ditempuh Feby Deru dan TP PKK Sumsel dari Lubuk Linggau menuju Desa Lubuk Mas Muratara memakan waktu lebih kurang tiga jam untuk dapat tiba di lokasi acara. Namun, dikatakan Feby Deru hal ini tidak mengurangi semangat dan kebahagiaannya untuk dapat melaksanakan kunjungan kerja dan pembinaan program kerja PKK kepada PKK Desa di Muratara. "Tadi memang saat menuju ke Desa Lubuk Mas, melalui medan yang cukup berat dengan kondisi jalan yang buruk dan bergelombang. Tapi tidak mengapa dan tetap saya nikmati. Saya sudah sering mengalami dan melaluinya saat menjadi Ketua TP PKK Oku Timur," ungkap Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia dengan wajah sumringah dan penuh semangat di hadapan anggota PKK se-kecamatan Rawas Ulu Muratara. Lebih lanjut ibu empat putri dengan dua orang cucu lelaki ini menuturkan kegiatan yang dilakukan PKK dengan berkunjung ke pelosok-pelosok desa sesuai dengan tugas dan komitmen yang diemban sebagai kader PKK. "Apa pun resiko dan bagaimana keadaannya apakah saat melakukan pembinaaan PKK ke desa-desa harus melewati jalan rusak, atau jalan setapak yang hanya bisa dilalui sepeda motor, bahkan jika harus melalui perairan, ya itu memang harus kita tempuh dan lewati," ujarnya. Feby Deru juga berpesan kepada seluruh anggota PKK se-Kecamatan Rawas Ulu Utara untuk dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi keluarga dan masyarakat. Sekaligus meminta kepada anggota PKK untuk dapat melihat potensi yang ada di wilayah tempat tinggal. Saya mengajak kepada semua anggota PKK untuk dapat melihat potensi dan peluang yang ada di sekitar kita, sekaligus menciptakan produk unggulan yang dapat menjadi tambahan penghasilan keluarga", katanya. Feby Deru mencontohkan di Desa Lubuk Mas bisa saja dikembangkan minuman berbahan dasar tebu, atau produk makanan berbahan dasar terong sesuai dengan situasi dan kondisi di desa tersebut. Tidak kalah penting adalah pengemasan produk sehingga daya jualnya dapat meningkat. Feby Deru juga menyampaikan apresiasi kepada PKK Desa Lubuk Mas yang telah melaksanakan kebun toga (tanaman obat keluarga). Terbukti di hampir semua pekarangan rumah tangga memiliki tanaman cabai, juga terdapat ternak ikan lele dumbo. Dalam kunjungan kerja tersebut, Feby Deru pun menyerahkan bantuan 5 eksemplar buku The Power of Etiquette karya Sri Rahayu Suroso untuk sudut baca PKK, dan penyerahan satu eksemplar buku Kreasi Busana Daerah Indonesia Warisan Nusantara oleh Yayasan Kemala Bhayangkari serta 1 CD Mars PKK, serta melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada PKK se-kecamatan Rawas Ulu. Sementara itu, senada disampaikan Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru, KetuaTP PKK kabupaten Muratara Lia Mustika mengungkapkan PKK Muratara siap melaksanakan pembinaan sampai ke pelosok desa terpencil. "Semakin sering turun ke lapangan kita semakin tau apa persoalan yang dihadapi masyarakat. Alhamdulillah PKK Muratara selalu bersinergi dengan OPD ( Organisasi Perangkat Daerah) terkait seperti Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dengan memberikan pembinaan dan bibit kepada masyarakat," pungkasnya. “Atas kunjungan kerja Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru di Desa Lubuk Mas Muratara, istri dari orang nomor satu di Muratara itu menyampaikan rasa terima kasihnya. "Seumur-umur kecamatan ini ada belum pernah ada pejabat yang berkunjung ke sini. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak Gubernur untuk bantuan perbaikan jalan", katanya. Bupati Muratara Syarif Hidayat yang turut hadir dalam kesempatan itu mengatakan pemerintah kabupaten Muratara bersama jajaran siap mendukung program kerja PKK. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY

Baca Detail
Hj. Febrita Lustia Berharap Anggota PKK Sebagai Inspirasi Bagi Masyarakat Sumsel
29 Aug 2019 Dilihat 319x

Hj. Febrita Lustia Berharap Anggota PKK Sebagai Inspirasi Bagi Masyarakat

Muratara, sumselprov.go.id - Ketua TP PKK Sumatera Selatan (Sumsel) Hj. Febrita Lustia Herman Deru berharap dan berpesan kepada seluruh anggota PKK se-Kecamatan Rawas Ulu Utara untuk dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi keluarga dan masyarakat. Sekaligus meminta kepada anggota PKK untuk dapat melihat potensi yang ada di wilayah tempat tinggal. Demikian diutarakan oleh Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru pada saat melakukan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah PKK Kanupaten dan Kota se- Sumsel di Desa Lubuk Mas Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (28/8/2019). "Mari kita sebagai pengurus dan anggota PKK selalu menghimbau masyarakat agar dapat melaksanakan 10 program pokok PKK, dan menjalankan berbagai kegiatan bermanfaat seperti menanam tanaman Toga di halaman rumah" ujar Febrita Lustia Herman Deru Rangkaian Kunjungan kerja ini, Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia didampingi Bupati Muratara Syarif Hidayat dan Ketua TP PKK Muratara Lia Mustika. "Saya mengajak kepada semua anggota PKK untuk dapat melihat potensi dan peluang yang ada di sekitar kita, sekaligus menciptakan produk unggulan yang dapat menjadi tambahan penghasilan keluarga", kata Ketua TP PKK Sumsel. Ketua TP PKK Sumsel juga mengajak PKK Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Muratara untuk mengembangkan potensi tebu dan terong yang bisa menjadi produk unggulan Febrita Lustia mencontohkan di Desa Lubuk Mas bisa saja dikembangkan minuman berbahan dasar tebu, atau produk makanan berbahan dasar terong sesuai dengan situasi dan kondisi di desa tersebut. Tidak kalah penting adalah pengemasan produk sehingga daya jualnya dapat meningkat. “Kedatangan kali ini dalam rangka penilaian lomba 10 program pokok PKK tingkat Prov Sumsel Tahun 2019. Selain itu juga untuk mengenal dan bertatap muka dengan pengurus TP-PKK mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga Kabupaten Muratara” tambahnya ketua TP-PKK Prov Sumsel akan mengajak Dinas Perindustrian Prov Sumsel untuk berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian Kabupaten/Kota dalam program PKK UP2K (Usaha Peningkatan Penghasilan Keluarga) untuk memperhatikan IKM setempat, harus dipikirkan bagaimana agar hasil kerajinan di setiap daerah dapat dijadikan sebagai jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. “Selain itu juga untuk pembinaan mental anak2 dan remaja, TP-PKK Prov Sumsel juga rutin melaksanakan sosialisasi tentang bahaya narkoba”pungkasnya . Disamping program PKK, Ia menuturkan kegiatan yang dilakukan PKK berkunjung ke pelosok-pelosok desa sesuai dengan tugas dan komitmen yang diemban sebagai kader PKK. "Dengan resiko maupun kendala apa pun dan bagaimana keadaannya apakah saat melakukan pembinaaan PKK ke desa-desa harus melewati jalan rusak, atau jalan setapak yang hanya bisa dilalui sepeda motor, bahkan jika harus melalui perairan, ya itu memang harus kita tempuh dan lewati," jelasnya. Dalam kunjungan kerja tersebut, Ketua TP PKK Sumsel  pun menyerahkan bantuan 5 eksemplar buku The Power of Etiquette karya Sri Rahayu Suroso untuk sudut baca PKK, dan penyerahan satu eksemplar buku Kreasi Busana Daerah Indonesia Warisan Nusantara oleh Yayasan Kemala Bhayangkari serta 1 CD Mars PKK, serta melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada PKK se-kecamatan Rawas Ulu. Pada kesempatan tersebut, KetuaTP PKK kabupaten Muratara Lia Mustika mengungkapkan PKK Muratara siap melaksanakan pembinaan sampai ke pelosok desa terpencil. "Semakin sering turun ke lapangan kita semakin tau apa persoalan yang dihadapi masyarakat. Alhamdulillah PKK Muratara selalu bersinergi dengan OPD ( Organisasi Perangkat Daerah) terkait seperti Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dengan memberikan pembinaan dan bibit kepada masyarakat," pungkasnya.  Atas kunjungan kerja Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Herman Deru di Desa Lubuk Mas Muratara, istri dari orang nomor satu di Muratara itu menyampaikan rasa terima kasihnya. "Seumur-umur kecamatan ini ada belum pernah ada pejabat yang berkunjung ke sini. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada bapak Gubernur untuk bantuan perbaikan jalan", ucap Lia Mustika. Turut hadir Bupati Muratara,  Syarif Hidayat dalam kesempatan itu mengatakan pemerintah kabupaten Muratara bersama jajaran siap mendukung program kerja PKK. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM

Baca Detail
Sumsel Targetkan Rangking Pertama Penghasil Pangan di Indonesia Sumsel
29 Aug 2019 Dilihat 194x

Sumsel Targetkan Rangking Pertama Penghasil Pangan di Indonesia

Palembang, sumselprov.go.id-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru memiliki harapan dan keinginan yang besar untuk menjadikan Sumsel sebagai daerah penghasil pangan terbesar di Indonesia. Dia menginginkan provinsi Sumsel mampu meningkatkan rangking sebagai daerah penghasil pangan. “Kita mampu menyalip tiga provinsi dalam peningkatan produksi padi dari 8 besar sekarang 5 besar. Melihat potensi 200 ribu hektare lahan pertanian di Sumsel kita bisa rangking 1” ungkap Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat kunjungan kerja bersama Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman pada acara panen raya program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) di Desa Tanjung Aur, Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu, (28/8/2019). Untuk mencapai hal tersebut, Herman Deru memberikan target produksi padi sebesar 1 juta ton untuk Kabupaten OKI. Menurutnya, terget tersebut bukan yang hal sulit, melihat potensi lahan dan kinerja pertanian khususnya di Kabupaten OKI. “Kalau 1 juta ton itu saya yakin Pak Bupati bisa, apalagi lihat semangat petani disini” ujarnya. Keinginan mulia Gubernur Sumsel itu, disambut baik Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang mengungkapkan bahwa Kementan tengah mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa pasang surut dan lahan lebak guna menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045.‎ Dia mengatakan, proyek rawa garapan ini difokuskan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. “Hitung-hitungannya kalau melihat potensi yang ada, 1 juta ton itu target yang mudah. Saya minta Pak Bupati tambah jadi 1,3 ton” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman kepada Bupati OKI, Iskandar. Untuk mencapai target tersebut, Kementan siap membantu dengan menambah alat pertanian. “Sampai hari ini ada 1.700 alat yang sudah dibantukan. Kali ini saya tambah lagi 20 unit excavator tapi 2 bulan saya minta sudah capai target” tegas Andi Amran Sulaiman. “Kalau capai target akan dikirim lagi alat. Ini perintah pak menteri” tambahnya. Lebih lanjur Menteri Pertanian menjelaskan, melalui program SERASI Kementan ingin mengoptimalkan lahan rawa untuk diubah menjadi areal pertanian. Sebanyak 33,40 juta hektare lahan rawa di Indonesia tambahnya dapat diubah menjadi areal pertanian strategis.  “Melalui program serasi kita ingin menekan kebakaran, mensejahterakan petani, memanfaatkan teknologi serta membangunkan lahan tidur” ujarnya. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten OKI menargetkan peningkatan produksi padi sebanyak 1,3 juta ton di tahun 2020. Untuk mencapai target tersebut, Bupati OKI, H. Iskandar, SE menyatakan akan mengerahkan segenap jajarannya untuk mengoptimalkan potensi agraris di daerah ini. “Kami punya lahan mencapai 129 ribu hektare yang bisa dikembangkan menjadi 150 ribu hektare dengan peningkatan produksi yang ada, kami optimis bisa capai target 1 juta ton Gabah Kering Giling (GKG)” ungkap Iskandar. Iskandar merinci peningkatan produksi di OKI selama 5 lima tahun terakhir mencapai 540 ribu ton. “Berkat dukungan pak menteri produksi padi terus meningkat dari 350 ribu ton GKG pada 2014, data terakhir produksi sudah 890 ribu ton di 2018” ujarnya. Untuk mempercepat produksi padi, OKI  tengah mengoptimalkan lahan rawa lebak melalui program serasi diantaranya seluas 740 Hektare di Desa Tanjung Aur Kecamatan Jejawi. “Disini ada hamparan 740 hektare rawa lebak yang siap disulap jadi lahan pertanian, kami mohon dukungan pak mentri” terangnya. Media Center Dinas Kominfo Provinsi Sumsel / AD

Baca Detail
H. Herman Deru Minta Petani Serius Jalankan Program SERASI Sumsel
29 Aug 2019 Dilihat 260x

H. Herman Deru Minta Petani Serius Jalankan Program SERASI

Muara Padang (Banyuasin), sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H. Herman Deru berharap dan meminta para petani untuk serius dan benar (tenan) melaksanakan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) yaitu program pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Sektor pertanian merupakan salah satu potensi yang diyakini dapat mempercepat menurunkan angka kemiskinan di Sumatera Selatan (Sumsel). Apalagi provinsi ini mendapatkan kuota lebih kurang 200.000 hektare dalam program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI), dan hampir separuh lokasinya berada di Kabupaten Banyuasin yang kondisi alamnya rawa dan lebak. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru  bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat Dialog dengan Petani Desa Muara Padang dalam program Serasi tahun 2019 di Sumsel, yang dipusatkan di kawasan Desa Muara Padang Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin, Rabu (28/8/2019) “Saya minta keseriusan petani beserta unsur yang terkait agar dapat memanfaatkan kesempatan ini dimana fasilitas sudah disiapkan oleh pemerintah pusat” harap Gubernur Herman Deru. H. Herman Deru mengatakan melalui program SERASI, pemerintah berupaya berinovasi dengan cara mengubah lahan yang dulunya tidak produktif menjadi produktif. Jika sebelumnya lahan yang ditanami padi hanya panen sekali dalam satu tahun, maka melalui teknologi dapat ditingkatkan dua kali atau tiga kali panen dalam setahun. Tambah Gubernur Herman Deru, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov) terus berupaya demi meningkatkan kesejahteraan petani sumsel dengan membeli hasil panen petani puluhan milyar dari APBD, dimana pembelian beras itu disalurkan ke pegawai (PNS) Pemprov. Sumsel Kita harus punya target ke depan, tadinya posisi kita Sumatera Selatan rangking delapan (8) secara nasional lumbung pangan,  sekarang Sumsel rangking 5 (lima) lumbung pangan. Ke depan Sumatera Selatan, target kita tahun 2021 harus menjadi rangking satu (1) lumbung pangan nasional” pungkas Herman Deru Menurutnya, peningkatan hasil produksi pertanian tidak bisa hanya diusahakan oleh satu pihak, namun banyak faktor yang mempengaruhi. Di antaranya kesiapan sarana pengairan (irigasi), ketersediaan pupuk, benih unggul, pemeliharaan tanaman, dan yang terpenting adalah semangat dan produktivitas petani. "Sama halnya juga dengan program Serasi yang digagas Kementerian Pertanian ini. Kita berharap melalui program ini ada peningkatan produksi, jika sebelumnya tujuh ton per hektare naik menjadi delapan ton setiap hektare. Karena itu, petani juga saya ajak untuk menggunakan teknologi, salah satunya penggunaan alat ukur PH air dan tanah sebelum menanam benih," tuturnya. Pada Kesempatan tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman  menjelaskan ada dua daerah provinsi  program Serasi yaitu Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Sumatera Selatan Dijelaskannya, rawa adalah masa depan Indonesia. Terdapat 10 juta hektare yang bisa dijadikan untuk lahan pertanian produktif, antara lain di Sumatera Selatan dan Kalsel. “Kita fokus untuk penyelesaian program Serasi di Sumsel karena program di sini terbesar,” ujar Mentan. Menteri Pertanian berharap, produksi pangan khususnya beras akan meningkat dan kesejahteraan petani tercapai. Dari lahan rawa, diharapkan juga dapat memenuhi pangan dunia. “Saya ini anak petani dan punya cita-cita agar para petani di seluruh Indonesia sejahtera dan berupaya agar tradisi bertani berubah dari kovensional ke arah petani bertehnologi sesuai arahan Presiden Jokowi” jelasnya Dikesempatan itu juga, Menteri Andi Amran Sulaiman mengutarakan kebanggaannya terhadap gubernur Herman Deru disebut sebagai gubernur super dan luar biasa, dimana menteri telah mengenal gubernur sejak menjadi bupati selalu fokus dalam hal program peningkatan kesejahteraan rakyat terutama hal pertanian “Saya harap tahun 2021, Sumatera Selatan diharapkan menjadi rangking satu sebagai lumbung pangan secara nasioanal. Untuk itu saya minta para petani dan Dandim  serta unsur terkait untuk bekerja penuh dengan memanfaatkan fasilitas. Saya janji akan berikan bantuan fasilitas tambahan jika nantinya para petani Sumsel sukses jadi lumbung pangan rangking satu. Saya tunggu kehadiran anda para petani di Jakarta” pungkasnya Hadir Forkopimda Sumsel mewakili,  Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin HM Yusuf mewakili Pemerimtah Kabupaten Banyuasin, Dandim Muba dan Kementan, Kepala OPD Prov. Sumsel serta kelompok tani Muara Padang MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM/AM Foto Dedi

Baca Detail
Menu Navigasi
Beranda
Berita
FAQ

Kirim Masukan Anda

Feedback & Penilaian Website

Beri Masukan Anda

Bantu kami meningkatkan kualitas layanan website dengan mengisi survei kepuasan singkat.