Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Sumsel Targetkan Tahun 2020 Menjadi Terbesar Lumbung Pangan
Muara Enim, sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru katakan, sejak diluncurkan bulan Mei lalu, program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) di Provinsi Sumsel sudah terealisasi 70.000 hektare dari 200.000 hektare lahan yang ditargetkan. Dengan percepatan ini, Ia optimistis Provinsi Sumsel bakal segera mengulang kejayaannya sebagai daerah lumbung pangan nasional seperti tahun 2007 silam. Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat menghadiri Panen Raya, di Desa Arisan Musi Timur, Kec. Muara Belida Kab. Muara Enim, Rabu (18/09/2019). “Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) di Prov. Sumsel ini direalisasi pertama kali pada bulan Mei lalu, diharapkan kedepannya Prov. Sumsel menjadi Lumbung Pangan Nasional kembali.”ujarnya Herman Deru juga mengatakan bahwa Target kita menjadi Lumbung Pangan Nasional sangat besar, Herman Deru menyebutkan bahwa Kabupaten Muara Enim saat ini memiliki produksi gabah kering sampai 7 ton yang sebelumnya hanya 4,5 ton tiap hektarnya. “Tujuan saya, tanah 200.000 Hektare yang sudah berjalan 70.000 Hektare ini bisa selesai rampung, dan menjadikan Sumsel Menjadi Lumbung Pangan Nasional seperti Tahun 2007 silam, minimal tahun ini kita menjadi 3 besar, dan menjadi yang terbesar pada Tahun 2020”, urai Gubernur Herman Deru. Ditambahkannya, Program SERASI juga efektif menekan kebakaran. Karena petani diajak dan dibiasakan tidak lagi membakar tapi mengelola lahan dengan alat mesin pertanian yaitu dengan menggunakan rotavator, traktor dan eksavator serta menggunakan teknologi modern lainnya. Dengan harapan peningkatan produktivitas ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Jadi ini bukan pamer atau gagah-gagahan tapi seperti inilah kerja yang efektif. Karena pada Program SERASI ini para petani banyak diberikan bantuan alat. Nah ada peran babinsa n babinkamtibmas menjaga alat tersebut agar tidak salah peruntukan. Karena ini khusus untuk petani. Sebelum selesai mengolah sawah dalam satu zona alat ini belum boleh dibawa pulang," jelasnya. Meski harus menempuh perjalanan yang tidak singkat, Herman Deru mengatakan panen perdana dan penanaman padi IP 200 di Muara Enim ini sangat menggembirakannya. Apalagi di musim kemarau produktivitas lahan rawa di desa tersebut masih sangat baik. "Saya apresiasi sekali kerja dinas pertanian Muaraenim dan Pemerintah daerah Muara Enim yang sudah menselaraskan program SERASI ini sampai ke masyarakat," imbuhnya. Walaupun tahun 2019 masih menyisakan waktu sekitar 3,5 bulan lagi, Gubernur mengatakan tetap optimis target SERASI 200.000 hektare di Sumsel bisa terwujud. Karena penyebaran lahan sudah dipetakan secara maksimal sejak awal. Di Sumsel Program SERASI menyebar di beberapa Kabupaten seperti Banyuasin, Muba, OKi, Muara Enim dan Pali. "Realisasi mencapai 70.000 hektare inikan berhasil kita lakukan dalam beberapa bulan saja. Saya yakin akhir tahun target ini tercapai. Makanya saya butuh dukungan semua pihak. Kalau target ini tercapai Sumsel bahkan siap mengambil kuota daerah lain," pungkasnya. Selain panen, dan menanam Padi IP 200, pada kesempatan itu Gubernur Sumsel juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada para petani seperti Hand Tractor, Bibit dan benih padi serta pupuk secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani di Desa Arisan Musi Timur Kecamatan Muara Belida. Turut Hadir Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri, Kasdam II Sriwijaya Brigjend TNI Syafrial dan Plt Bupati Muara Enim H. Juarsah MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Pelatihan Pelayanan Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja Untuk SDM Yang Berkualitas
Palembang, sumselprov.go.id -- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra. Lesty Nurainy, Apt.,M.Kes mengikuti Pelatihan Pelayanan Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019 sekaligus membuka acara. Acara berlangsung di Hotel Santika Palembang, Selasa, (17/9/2019) Sebagaimana diketahui bahwa masalah kesehatan pada usia sekolah adalah perilaku hidup bersih dan sehat, perilaku yang berisiko seperti perilaku seks pranikah, merokok, dan napza. Dalam arahannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dra.Lesty Nurainy,APT,M.Kes mengupayakan peningkatan pelayanan kesehatan usia sekolah dan remaja dengan melakukan berbagai inovasi. Lesty menyampaikan bahwa ” usia sekolah dan remaja merupakan sasaran strategis untuk pelaksanaan program kesehatan karena jumlahnya besar dan banyak terorganisir di sekolah antara lain melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang bertujuan agar setiap anak memiliki kemampuan berperilaku hidup bersih dan sehat, memiliki keterampilan hidup sehat, dan keterampilan sosial yang baik sehingga dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas” jelas Lesty. Pada kesempatan yang sama Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, dr. Lisa Marniyati, M.KM. diwakili Ketua Panitia Pelaksana, Ismawati.SKM dalam laporannya mengatakan “bahwa tujuan pelatihan pelayanan kesehatan usia sekolah dan remaja yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas puskesmas dalam melakukan penjaringan, menyiapkan tenaga kesehatan yang mampu menangani masalah pelayanan kesehatan, mendukung upaya pencapaian dan kualitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan meningkatkan cakupan puskesmas yang melaksanakan penjaringan kesehatan pada anak sekolah kelas 1,7, dan 10 serta puskesmas yang melaksanakan pelayanan kesehatan remaja. Sebagaimana diketahui bahwa masalah kesehatan pada usia sekolah adalah perilaku hidup bersih dan sehat, perilaku yang berisiko seperti perilaku seks pranikah, merokok, dan napza. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Pemprov Sumsel Siap Sukseskan Pagelaran Lapor! Goes To Campus
Palembang, sumselprov.go.id - Pemprov. Sumsel terus gaungkan dengan beraksi (action) yang tergabung antara Diskominfo Prov. Sumsel, Setda Prov. Sumsel dan Biro Humas Protokol Prov. Sumsel melakukan sosialisasi media online masyarakat Lapor SP4N ke Seluruh OPD dan Kabupaten/Kota dan masyarakat sampai ke komunitas kampus Kali ini, Pemprov. Sumsel melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan (Diskominfo Prov, Sumsel) sebagai leading sector siap sukseskan dan dukung penuh pagelaran Lapor! Goes To Campus yang diadakan di Aula Graha Universitas Sriwijaya (UNSRI) Kampus Bukit tanggal 26-27 September 2019 kerjasama dengan kementerian Menpan RB RI dengan Pemprov Sumsel dam GIZ German Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Kadis Kominfo Prov Sumsel, Achmad Rizwan pada acara rapat persiapan Pagelaran SP4N Lapor! Goes To Campus mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) di Ruang Rapat Sekda Prov. Sumsel, Rabu (18/9/2019). “Lapor SP4N ini adalah pelayanan yang diperuntukkan bagi masyarakat dan ini merupakan media online bagi masyarakat untuk mengadukan keluhan,” ujarnya. Achmad Rizwan katakan, media online Lapor SP4N ini kerjasama Pemprov Sumatera Selatan, dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan dengan Kementerian PAN dan RB dan The German Organisation for International Cooperation (GIZ) Jelasnya, ada tiga (3) Pagelaran kegiatan SP4N Lapor! Goes To Campus yang dipilih oleh Kementerian Menpan RB diantaranya, Universitas Diponegoro, Provinsi Kalimantan Selatan dan Universitas Sriwijaya (UNSRI) Provinsi Sumatera Selatan “Sumatera Selatan ingin dijadikan kegiatan pusat nasional dikarenakan dianggap menjadi salah satu contoh yang terbaik di Indonesia. Atau juga SP4N Lapor! Goes to campus yang dilaksanakan di provinsi Sumatra selatan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan Pemprov sumsel menerapkan program lapor cepat yang kedua” urai Kadis Kominfo Achmad Rizwan Ditambahkannya, kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Graha sriwijaya tanggal 26 sampai 27 September 2019 direncanakan dibuka langsung oleh Menteri PAN RB kemudian langsung juga menjadi Keynote speaker dan juga pak Gubernur Sumatra Selatan H. Herman Deru yang menjadi keynote speaker Ada beberapa kegiatan antara lain pertemuan komunitas kawan lapor, pemilihan duta lapor, lomba karya tulis Lapor!. ada seminar, booth lapor, stand up comedy, kuliah umum, ada music dan banyak lagi kegiatan kreatif lainnya Lanjutnya, dimana Lapor!-SP4N ini merupakan website resmi yang dibuat oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PAN-RB) dengan sistem yang terintegrasi dalam pengelolaan pengaduan secara berjenjang pada setiap penyelenggaran dalam kerangka sistem informasi pelayanan publik. “Ayo berani lapor! bila melihat ada pelayanan publik atau hal-hal yang masih timpang di lingkungan kita. Sekarang sudah ada aplikasi Lapor SP4N atau Layanan Asprasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N), atau LAPOR! SP4N,” katanya. Pengelolaan pengaduan itu penting karena menjadi muara dari perbaikan atau reformasi birokrasi khususnya pelayanan publik, juga sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat. Program Lapor SP4N di Sumatera Selatan Misi Lapor SP4N yaitu visi gubernur Sumsel dan Wagub Sumsel Pelayanan Sumsel Maju Untuk Semua. Sekali lagi, Äyo lapor Penaganan Pengaduan Pelayanan Publik Nasioanl (SP4N) ketik #Lapor1708. SMS 1708, Lapor: www.lapor.go.id . Acara dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Rizal Pahlevi, turut hadir perwakilan Dinas kominfo Kabupaten dan Kota, perwakilan OPD Prov Sumsel, Perwakilan Ombudsman, hadir mendampingi Kadis Kominfo Prov. Sumsel diantaranya Kabid PIP Diskominfo Prov. Sumsel, Amrullah, Kasi Pelayanan Media Informasi Publik Diskominfo Prov. Sumsel, Azim Baidillah serta Perwakilan GIZ Kurniawan Wahid. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Sukses Dan Zero Konflik, Sumsel Kembali Dipercaya Sebagai Tuan Rumah Jamselinas
Palembang, sumselprov.go.id - Provinsi Sumatera Selatan harus bangga karena terus diminati dan ditunjuk Tuan Rumah berbagai event olahraga nasional maupun internasional serta tempat berbagai pagelaran yang membuahkan hasil memuaskan dan selalu sukses. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru pada acara welcome dinner Jambore Sepeda Lipat Nasional (Jamselinas) 2019, Jumat malam (13//9/2019) bertempat di Griya Agung Palembang. Sebelumnya para peserta Jamselinas mengadakan Gowes Malam dari Wisma Jakabaring menuju Griya Agung. “Pastinya ada kriteria khusus karena Sumsel Tempat yang ramah, aman dan zero konflik” ujar Herman Deru Jelas Gubernur, karena alasan itulah Provinsi Sumatera Selatan kembali ditunjuk sebagai tuan rumah event olahraga bergengsi. Kali ini, Palembang sebagai ibukota Provinsi Sumatera Selatan menjadi tempat yang ditunjuk untuk menyelenggarakan Jambore Sepeda Lipat Nasional (Jamselinas) ke-9 Tahun 2019. "Sumsel harus bangga kembali dipercaya menjadi tuan rumah event berskala nasional. Karena untuk menjadi tuan rumah tentu tidak mudah dan harus ada kriteria khusus," tambahnya Herman Deru berharap agar event ini dapat dijadikan sebagai sarana promosi wisata olahraga Sumsel (Destinasi Sport Tourism) dan dapat membawa harum nama Sumsel agar semakin dikenal para goweser di kawasan Asia Tenggara. “Oleh karena itu, seperti yang Herman Deru sampaikan dalam audiensi kegiatan ini beberapa waktu lalu (27/08/2019), Ia meminta panitia Jamselinmas selama gelaran Jambore ini berlangsung dapat menonjolkan khasan daerah diantaranya yaitu kuliner di Sumsel” pungkasnya. Jamselinas akan digelar tanggal 13-15 September 2019, dan berdasarkan data terakhir event Jamselinas kali ini bakal diramaikan sekitar 1.800 pesepeda dari dalam dan luar negeri seperti Malaysia dan Singapore. . Turut hadir Asisten I Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Najib, Kadis Kominfo Prov. Sumsel, H. Achmad Rizwan, SSTP, M.M., Ketua KONI Sumsel, Dhennie Zainal. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Feby Deru Tampilkan Kain Batik Durian Lubuk Linggau di Kancah Nasional
Jakarta, sumselprov.go.id -- Meski hanya tampil sekitar 20 menit, Ketua Dekranasda Sumsel Hj Feby Deru mengaku sangat puas menyaksikan penampilan Dekranasda Kota Lubuk Linggau yang terpilih mewakili Provinsi Sumsel dalam ajang peragaan busana pada Pameran Kriyanusa hari kedua di Balai Kartini Jakarta, Kamis (12/9) siang. Ia berharap semangat Dekranasda kota Lubuk Linggau tersebut dapat menginspirasi kabupaten/kota lainnya di Sumsel untuk lebih termotivasi mengembangkan kain tradisional dan kerajinan mereka di daerah. "Tahun ini Kota Lubuk Linggau, tahun depan kalau bisa giliran kabupaten/kota yang lain. Mulai sekarang kita memang harus lebih bersemangat mengembangkan kain-kain tradisional. Kain kita kan banyak ada batik, jumputan, limar dan songket. Gali terus kreatifitas kita di daerah serta lakukan inovasi. Saya yakin kain-kain Sumsel yang sangat indah ini bisa bersaing dan diminati masyarakat umum lainnya. Tadi kan bisa dilihat setelah diperagakan ternyata kain kita dari Lubuk Linggau tidak kalah dengan kain dari daerah lain," ujar Feby bersemangat. Dikatakan Feby moment keikutsertaan peragaan busana seperti ini sayang jika dilewatkan karena dengan cara inilah daerah bisa mengangkat kain lokal agar lebih dikenal secara nasional. Karena itu pula Ia tak segan memboyong 7 kabupaten kota se Sumsel yang memang siap untuk ikut pameran Kriyanusa 2019 pada 11-15 September di Balai Kartini Jakarta. Pameran ini menurut Feby selain dijadikan alat promosi dan pemasaran bisa juga dimanfaatkan sebagai sarana belajar. Mengingat banyak sekali stand dari berbagai daerah di Indonesia yang ikut ambil bagian. "Pemprov selalu mensupport supaya para UKM dari berbagai daerah ini bisa sekalian belajar. Karena songket dan kain ini bukan hanya terpaku sebagai kain padanan kebaya saja tapi bisa dimodifikasi menjadi baju pesta yang tak kalah cantik seperti kaftan, blouse dan lainnya" jelas Feby. Di tempat yang sama, Ketua Dekranasda Kota Lubuk Linggau Yeti Oktarin mengaku tak butuh waktu terlalu lama untuk melakukan persiapan peragaan busana. "Memang sebelumnya persiapan kain dan materi kami sudah punya. Jadi tinggal jalan saja dan Alhamdulillah Ketua Dekranasda Sumsel Ibu Feby sangat support jadi kami lebih percaya diri. Tanpa beliau mungkin kami belum berani tampil di kancah nasional," ungkapnya. Dikatakan Yetti, kain batik durian dan songket yang ditampilkan itu semua sudah dipatenkan sekitar tahun 2016. Tujuannya tak lain untuk menjaga kekayaan intelektual di Kota Lubuk Linggau. "Sekarang batik durian ini semakin berkembang di daerah. Bahkan diminati masyarakat. Semoga ini menjadi permulaan kami untuk terus mempopulerkan kain ini dan mengembangkannya menjadi kain kebanggaan Lubuk Linggau," jelasnya. Selain Provinsi Sumsel yang diwakili oleh Kota Lubuk Linggau, peragaan busana tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan busana dari Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan lainnya. Peragaan busana dari Lubuk Linggau tersebut menampilkan busana hasil karya tiga desainer masing-masing Yuliana Fitri, Neera Alatas, dan Mike Safioen. Dalam kesempatan itu, Hj Feby Deru tidak datang sendiri tapi hadir juga Walikota Lubuk Linggau Prana Putra Sohe, Ketua Dekranasda Kota Lubuk Linggau Yeti Oktarina Sohe, Ketua Dekranasda Kota Palembang Silviana Harnojoyo serta Duta Literasi Percha Leanpuri. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Dhennie Zainal Dipercaya Menjadi Plh Ketua KONI Sumsel
PALEMBANG Sumselprov.go.id - Pasca mundurnya Ketua Ketua KONI Sumsel yang lama dan sebelum terpilihnya Ketua Koni Baru. Nakhoda KONI Sumsel dipercayakan pada Dhennie Zainal sebagai Pelaksana harian (Plh) Ketua. Wakil Gubernur Sumsel Ir H. Mawardi Yahya saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumsel Tahun 2019 di hotel Swarna Dwipa, Rabu(11/9) malam menegaskan, Rakor KONI Sumsel kali ini merupakan rapat pertama yang digelar sepanjang Tahun 2019 yang salah satu agendanya membahas terkait dengan kekosongan jabatan ketua pada formatur KONI Sumsel pasca mundurnya ketua yang lama."Dalam rapat ini saya harapkan, kriteria calon ketua dan syarat-syarat harus dipatuhi sehingga ketua terpilih betul-betul orang yang memiliki komitemen dalam memajukan Olahraga di Sumsel," ujar Mawardi.Mawardi mengharapkan, Ketua KONI Sumsel mendatang merupakan sosok yang dapat mengakomodir semua kepentingan yang terkait dengan pemanfaatan sumberdaya Atlit untuk mengharumkan nama baik Sumsel diberbagai level. Baik kejuaran ditingkat Nasional maupun Internasional.Dalam Kesempatan kali ini hadir pula Kepala Dispora Sumsel H Akhmad Yusuf Wibowo serta perwakilan KONI di 17 Kabupaten/kota se-Sumsel dan pengurus cabang olahraga. (rel humas) MC Diskominfo Prov. Sumsel/FS
Sumsel
Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Meningkat, Inflasi Terkendali
Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur H Herman Deru berharap, pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus meningkat. Di samping itu, pihaknya berupaya menekan angka inflasi. Demikian disampaikan Gubernur saat membuka High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumsel di Ruang Rapat Lantai 2 Bank Indonesia Perwakilan Sumsel kemarin. Rapat juga dihadiri Wakil Gubernur Sumsel Ir H. Mawardi Yahya. Saat ini, inflasi di Provinsi Sumsel tergolong baik dan terkendali, sampai dengan posisi bulan Agustus 2019 ini sebesar 2,52 persen. Lebih rendah dari Inflasi provinsi lain di Pulau Sumatera bahkan Nasional,” ungkap Deru. Upaya menekan angka inflasi, menurutnya, merupakan tanggung jawab daerah melalui kerjasama dengan lembaga terkait. Dan hal tersebut sejauh ini telah dilakukan di Sumsel yang dibuktikan dengan terjadinya pertumbuhan ekonomi yang terbaik di Sumatera. Untuk kedepan saya ingin lebih baik lagi. Dan rapat ini merupakan salah satu upaya kita dalam mencapai pertumbuhan ekonomi terbaik dan menekan terjadinya inflasi,” tambahnya. Sementara Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Yunita Resmi Sari memaparkan saat ini Provinsi Sumsel dengan inflasi tekendali dengan sebesar 2,25 persen atau jauh dari Inflasi Nasional ini sebesar 3,49 persen. Hasil ini berkat dukungan dan kokompakan serta solidnya TPID yang di pimpin langsung oleh Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya,” ucap Yunita Resmi Sari Lanjut dia, jika dibandingkan dengan Provinsi-provinsi lain di Sumatera, posisi Sumsel adalah yang terendah kedua dibawah Aceh yang ada pada posisi 2,08 persen kemudian Sumsel 2,52 persen. Sedangkan provinsi tengga lainya berada di atas 3 persen seperti Provinsi Lampung, Babel, Jambi, Bengkulu, Sumbar dan bahkan Sumut. Jadi sumut ini yang tertinggi di Sumatera dengan inflasi 6,47 persen. Pemicu inflasi di Sumsel dikarenakan lima komoditas yakni karena melambungnya harga cabe merah, emas perhiasan, sekolah dasar , cabe rawit dan sekolah masuk SMP. Sementara yang mengalami penurunan harga yakni angkutan udara, daging ayam ras, bawang merah, bayam dan tomat sayur. Kami melihat kedepan upaya pengendalian inflasi daerah perlu di fokuskan ke komoditas seperti cabe, telur ayam, daging ayam ras, bawang merah, beras serta angkutan udara,’ paparnya Dilain pihak Wagub Mawardi Yahya menyebut Provinsi Sumsel dengan inflasi yang terjaga dan tetap berharap inflasi Sumsel tetap terjaga diposisi paling terendah. "Terutama tanaman cabe, saya mengharapkan kepada Dinas Pertanian Sumsel supaya membina kelompok tani agar lebih fokus dalam hal menjaga inflasi di Sumsel,"tutupnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
H. Herman Deru Langsung Telepon Menristek Dikti Terkait Bantuan Pengembangan Peternakan
Indralaya, sumselprov.go.id - Peduli terkait pengembangan Ternak di Sumatera Selatan, Gubernur Sumsel H. Herman Deru langsung telepon Menristek Dikti untuk Bantuan Pengembangan STP. Hal tersebut dilakukan Gubernur Sumatera Selatan pada saat mengunjungi Science Techno Park (STP) yang berlokasi di Desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, pada Rabu (11/9/2019). Di lokasi STP ini, Gubernur meninjau peternakan sapi dengan pembibitan sapi Brahman dan sapi Bali serta meninjau pabrik pakan ternak. Herman Deru bertekad akan menjadikan STP sebagai acuan bagi seluruh Kabupaten/kota di Sumsel dan bagi pelaku usaha pertanian dan perternakan untuk pengembangan komoditas pertanian dan perternakan. Selain sapi Brahman dan sapi Bali, di STP, ke depan Herman Deru juga serius akan mengembangkan sapi Belgian Blue dan pengembangan inseminasi anakan sapi kembar. "Sebelas bulan jadi Gubernur saya baru berkesempatan saat ini meninjau Science Techno Park (STP). Melihat ini saya bersemangat dan lebih serius menjadikan lembaga ini sebagai acuan dan rujukan untuk pengembangan komoditas pertanian dan perternakan mulai dari awal hingga produk turunannya, bagi seluruh kabupaten/kota", jelas orang nomor satu di Sumsel itu. Ia menambahkan meski sarana prasarana masih terbatas namun STP dengan lahan seluas 100 Ha sangat menjanjikan dan strategis untuk pengembangan ilmu pertanian dan peternakan termasuk pemasaran produknya.STP mempunyai potensi luar biasa setelah migas. Kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah (Balitbangnovda) Sumsel, Herman Deru meminta agar STP dikembangkan lebih modern sesuai perkembangan teknologi digital terkini. "Tadi juga sembari rapat saya sempat menelpon MenRistekdisti untuk melaporkan perkembangan STP. Selain itu kita juga nantinya akan mengembangkan sapi Belgian Blue di sini. Jika pun belum ada bibitnya, mungkin bisa diminta dalam bentuk sperma (semen) untuk dikawin silang dengan sapi yang ada di sini juga akan dikembangkan inseminasi anakan sapi kembar", ujar Herman Deru. Herman Deru menargetkan Tahun 2020 STP harus mempunyai produk unggulan yang dihasilkan agar dapat menjadi rujukan tidak hanya sebagai pusat pengembangan dan penelitian namun juga STP harus menarik bagi pelajar SMA/SMK. Sementara itu, Kepala Bappeda Sumsel Ekowati Retnaningsih yang juga Plt Kepala Balitbangnovda Sumsel mengungkapkan STP berfokus di bidang pertanian dan peternakan juga untuk mengembangkan dan memanfaatkan Iptek. STP memiliki sarana prasarana berupa kandang sapi, peternakan sapi, peternakan ayam, dan pabrik pakan ternak. "Pengelolaan STP berasal dari dana Kemenristekdikti. Selain kandang sapi, peternakan sapi, peternakan ayam, di STP ada gedung pengelola tenant, gedung kelas tenant, dan gedung serbaguna," ujarnya. Dari luas lahan 100 hektar, terdapat lahan indigofera seluas 4 Hektar yang digunakan untuk hijauan pakan ternak, kemudian 10 Ha untuk lahan jagung. Total luas lahan yang telah termanfaatkan seluas 60 Ha. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Presiden Jokowi Datang Setelah 5 Menit Habibie Meninggal
Jakarta, sumselprov.go.id -- Presiden Joko Widodo masih sempat melihat Presiden ketiga RI Prof. Bacharuddin Jusuf Habibie sebelum menghembuskan napas terakhir, Rabu sore (11/9), pukul 18.05 WIB. "Saya sampai ke sini, 5 menit sebelumnya beliau sudah tidak ada," kata Jokowi saat menyampaikan jumpa pers di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Namun, jelas Jokowi, Senin lalu dia sudah menjenguk Habibie. "Tiga hari lalu sudah menengok beliau. Tapi sudah tidak bisa bicara, kondisi sakit beliau," ujar Kepala Negara. Presiden Jokowi atas nama Pemerintah RI menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya Habibie ke sisi Allah SWT. "Kami, pemerintah menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah Bapak Prof. Bacharuddin Jusuf Habibie tadi jam 18.05 di RSPAD Gatot Soebroto," ujar Jokowi didampingi Kepala RSPAD dr Terawan, Ibu Negara Iriana Jokowi dan anaknya Gibran Rakabuming Raka. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY