Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
H. Herman Deru: Partai Ingin Maju, Sesuaikan Program Dengan Perkembangan Zaman
Palembang, sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru sarankan jika Partai ingin maju, buat Program yang mengikuti perkembangan zaman Saran tersebut diutarakan Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan DPD pengurus Partai Gerindra Sumsel periode 2019-2024 dan diketuai oleh Kartika Sandra Desi atau yang akrab disapa Cici di Hotel Santika Palembang, Selasa, (03/12/2019). "Pertama saya ucapkan selamat kepada Adinda Cici yang resmi Menjabat menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel. Pesan saya bahwa tantangan dalam memimpin partai itu silih berganti dan partai ini tidak kita bawa dengan cara konvensional, namun harus dikelola mengikuti perkembangan zaman. Karena ini sudah zaman Digital," ujarnya. Dia juga meminta agar Ketua DPD Partai Gerindra yang baru dapat bekerja di tengah pesatnya kemajuan zaman. Saking majunya lanjut Gubernur bukan tidak mungkin nanti tidak perlu lagi sosialisasi menggunakan baliho. “Saking majunya zaman tantangan kian berat bagi Parpol. Partai harus maju dengan programnya demikian juga pengkaderan partai” pungkasnya Dikatakannya, oleh sebab itu, para pengurus partai, dalam hal ini yaitu partai Gerindra harus selalu siap menghadapi tantangan dan harus membuat sebuah program-program untuk memajukan partainya. . "Harus ada regenerasi yang tepat karena kita juga sudah melihat contoh baik dan contoh kurang baik di beberapa kejadian di tempat lain” ujarnya. Lanjut Gubernur, Maka perlu diadakan sebuah edukasi politik kepada kader-kader baru khususnya bagi anak muda sebagai bekal untuk meneruskan estafet kepengurusan yang ada. “Untuk itu, Herman Deru berharap melalui kepengurusan baru ini Partai Gerindra kedepannya akan terus berjalan dinamis dan bisa semakin besar” harapnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Gubernur Wujudkan Fasilitas Ramah Disabilitas Mulai dari Teras Griya Agung
Palembang, sumselprov.go.id -- Pada peringatan hari Disabilitas International dan Kampanye Hak-hak Penyandang Disabilitas tahun ini, Gubernur Sumsel H Herman Deru berharap disabilitas mandiri, bahkan bisa berkontribusi untuk pembangunan bangsa dan Negara Republik Indonesia, Selasa (3/12/2019). Kepedulian Herman Deru pada penyandang disabilitas sudah diwujudkannya sejak beberapa hari menjabat sebagai Gubernur Sumsel. Sejak mulai menggunakan Griya Agung sebagai rumah dinas, saat itu pula fasilitas berupa tangga khusus bagi penyandang disabilitas disiapkan berdampingan dengan teras utama Griya Agung. Tujuannya tak lain memudahkan kaum disabilitas, para lansia dan jompo saat sedang berkunjung atau berkegiatan di Griya Agung yang juga sering disebutnya sebagai rumah rakyat. Untuk di Sumsel sendiri jelas dia, tercatat pada tahun ini penyandang disabilitas yang sudah masuk data Sistem Informasi Manajemen Penyandang Disabilitas (SIMPD) berjumlah 4.289 orang penyandang disabilitas. Menurutnya, tidak boleh ada satu pun masyarakat tertinggal dalam proses pembangunan, hal tersebut seiring dengan upaya penguatan peran penyandang disabilitas sebagai agen perubahan melalui penghilangan hambatan dan kesempatan pemersatu untuk berpartisipasi. “Untuk membahagiakan anak-anakku sekalian, saudara-saudara sekalian tentu dengan sentuhan yang sudah lama mereka nanti-nantikan membantu beberapa jenis tangan palsu, kaki palsu, kursi roda bahkan permodalan untuk mereka berusaha,” katanya Herman Deru mengintruksikan semua perkantoran, instansi, maupun lembaga untuk mempunyai perhatian khusus terhadap penyandang disabilitas, terlebih penyediaan toilet-toilet umum untuk mereka. “Maka dihari disabilitas international ini saya mengajak semua tidak usah malu-malu karena pemerintah juga sudah siap untuk membantu mereka dengan segala koorporasi yang ada. disabel itu tidak boleh dikecualikan, di penghujung tahun ini akan segera kita keluarkan Pergub untuk mewajibkan fasilitas umum bagi Penyandang disabilitas,” tuturnya Sementara itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Rosyidin Hasan dalam laporannya mengatakan, tujuan peringatan hari disabilitas international adalah kesadaran tentang isu-isu kecacatan, hak- hak fundamental para penyandang disabilitas dan integritas penyandang disabilitas di dalam setiap aspek kehidupan utama seperti aspek sosial, politik, ekonomi dan status budaya masyarakat. Kemudian, memperluas kesempatan untuk menginisialisasi tindakan untuk mencapai tujuan kesetaraan hak asasi manusia dan kontribusi dalam masyarakat dari penyandang disabilitas. “Pemberdayaan disabilitas untuk penyandang Inklusif, berkeadilan dan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Herman Deru Janjikan Bonus untuk Daerah yang Mampu Cegah Karhutla
Palembang, sumselprov.go.id -- Meski satuan tugas (satgas) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Provinsi Sumsel resmi ditutup terhitung mulai Minggu (1/12), namun kejadian Karhutla harus tetap menjadi sarana introspeksi semua pihak. Demikian ditegaskan Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru saat menghadiri penutupan Satgas tersebut, di Hotel Santika Premiere Bandara, Minggu siang.Dari kejadian tersebut Ia mendapatkan kesimpulan bahwa hal terpenting menghadapi Karhutla adalah dengan melakukan pencegahan daripada harus memadamkan. Menurut Herman Deru, Provinsi Sumsel memiliki keistimewaaan wilayah lahan gambut yang luas mencapai 1,4 juta ha. Akan tetapi, karena pengelolaan yang belum maksimal membuat lahan gambut sangat mudah terbakar jika saat musim kemarau tiba. Terlebih, di tahun 2019 ini dikatakannya tidak hanya Provinsi Sumsel saja yang terkena dampak dari kemarau panjang, berbagai dari negara-negara maju turut merasakan karhutla di wilayahnya. Kedepan karhutla tentu harus berkurang atau minimal, syukur bisa nol jangan sampai lagi terjadi. Kita harus mengakui juga bahwa di tahun 2019 ini memang ada perubahan anomali cuaca, sehingga menjadi panas yang berlebihan bahkan pernah mencapai 40 derajat, bahkan pernah 40 hari tanpa hujan, katanya. Ia juga memberikan tantangan untuk Bupati/Walikota yang daerahnya rawan terjadi karhutla, untuk memaparkan bagaimana pencegahan karhutla yang sangat efektif agar Ia dapat memberikan bantuan direktif. Kita tantang ini kabupaten/kota yang punya cara pencegahan, paparkan dengan saya. Saya bantu direktif untuk pencegahnnya, termasuk masalah gakkumnya. Bukan ada perlombaan tapi siapa yang bisa mencegah mungkin secara persuasif atau mungkin dengan menangkap, itu akan kita kasih bonus , ungkapnya. Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia Letjen Doni Monardo yang ikut hadir dalam penutupan itu mengungkapkan apresiasi penuh kinerja satgas karhutlah Provinsi Sumsel, karena beban tugasnya sangatlah berat. Terlebih berdasarkan data yang di laporkan seluas 428.000 hektar lahan terbakar. Kalau terus- menerus terjadi menurut Letjen Doni diperkirakan Provinsi Susmel akan menjadi ranking pertama dan Sumsel berada di rekor teratas untuk daerah rawan karhutlah. Artinya bebannya begitu berat pak Gubernur dan semua perangkat yang ada berjibaku, berkerja keras untuk mengurangi jumlah asap yang muncul. Setelah kita cari data tahun ini tahun yang terpanas sepanjang 140 tahun terakhir, sehingga kalau kita lihat dibanyak wilayah di dunia ini amazon terbakar, amerika utara california terbakar, portugal spanyol, jerman terbakar,” katanya Menurutnya, wilayah yang terbakar semakin luas termasuk hotspot yang semakin meningkat, oleh sebab itu Ia mengatakan harus memiliki sebuah cara yang paling mendasar untuk bisa menyelesaikan persoalan karhutlah. Faktor pertama kembalikan gambut sebagaimana kodratnya, yaitu basah berair dan berawah. Gambut adalah fosil batu bara muda, membiarkan gambut kering sama dengan menyiapakan bahan bakar, ketika terbakar bisa padama hanya menunggu hujan yang diturunkan oleh Sang maha pencipta, tambahnyaBNPB berinisiatif berkerjasma dengan daerah lainnya, untuk mengirimkan lebih banyak masyarakat, TNI dan polri sosialisasi ke seluruh daerah, ternyata benar dari data 99 desa di Provinsi Sumsel setiap tahun terbakar, setengahnya tahun ini tidak terbakar. Ini terbukti program sosilasiasi lebih baik, banyak dan masif. Saya yakin tahun depan tidak terulang kembali, kita semua harus kerja keras Bencana adalah urusan bersama, pungkasnyaMC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
HD Buka Peluang Perdagangan Kopi Lahat dan Duku Komering ke Kroasia
Palembang, sumselprov.go.id -- Selama kurang 1,5 jam, Gubernur Sumsel H.Herman Deru menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk Kroasia Sjachroedin ZP, di Griya Agung, Selasa (3/12).Tak hanya bernostalgia, dalam kunjungannya kali ini mantan Wakapolda Sumsel tersebut juga mengajak Gubernur Sumsel lebih gencar mempromosikan kekayaan Sumsel ke dunia internasional. Bukan hanya memanfaatkan penampilan kekayaan seni dan budaya saja tapi juga melalui hasil kebun dan pertanian seperti kopi Lahat dan Duku Komering.Karena seperti diketahui selain memang masyarakat disana gemar mengkonsumsi kopi, disana juga minim produksi buah-buahan. " Orang sana (Kroasia) hobi ngopi. Kenapa tidak kita kenalkan Kopi Lahat Sumsel atau hasil pertanian seperti duku Komering yang sudah terkenal bisa kita hubungkan ke perdagangan disana. Ini kesempatan Sumsel untuk mempromosikan diri ke Eropa Timur. Karena di Asean Dubes nya baru ada Indonesia dan Malaysia saja," terang Sjachroedin ZP.Dijelaskannya di Kedutaan Indonesia untuk Kroasia setiap tahun khususnya saat peringatan 17 Agustus beragam penampilan seni dan kebudayaan digelar berbagai provinsi di Indonesia demi menarik perhatian warga Kroasia. Sebagai orang yang pernah lama bertugas di Sumsel, Iapun tak ingin ketinggalan memperkenalkan potensi-potensi yang tak kalah banyak di Bumi Sriwijaya." Sumsel ini adalah bagian tak terpisahkan dari hidup saya. Bahkan sepertiga hidup saya ada di Sumsel. Makanya saya tidak akan pernah lupa dengan Sumsel dan ingin memperkenalkannya ke Eropa Timur," jelas Sjachroedin ZP.Kroasia yang merupakan bagian dari Eropa Timur menurutnya sangat tepat menjadi tempat promosi, karena belum seramai di kawasan Eropa Barat. Sehingga jika benar-benar serius mempromosikan diri, tak mustahil Sumsel akan lebih cepat dikenal. " Penduduk Kroasia ini cuma 4,5 juta jiwa. Tapi wisatawannya mencapai 18 juta orang pertahun. Nah kesempatan ini harus kita manfaatkan. Kalau selama ini batik Jawa kan sudah sering, sekarang giliran kain-kain Palembang juga. Seperti Jumputan kan belum banyak yang tahu, terus lekker ini juga bagus," paparnya.Kedatangannya ini lanjut Sjachroedin ZP, sekaligus mematahkan anggapan bahwa selama ini kedutaan hanya sering mengundang saja tanpa ada kelanjutan. "Selama saya bertugas disana setiap dua hari saya adakan festival. Tari-tarian daerah saya bahkan pernah bawa dan kita ajak warga Kroasia yang menari Tobelo. Dan mereka rupanya suka, inikan bagus tanpa modal besar kita bisa promosi. Nah saya juga terpanggil memajukan Sumsel," jelasnya.Untuk promosi yang lebih maju ke depan, pria keturunan Komering itu mengusulkan agar Indonesia atau tiap-tiap provinsi sudah menginvetarisir festival kebudayaan yang dapat diangkat dan dipopulerkan ke dunia internasional. Cara itu menurutnya efektif memperkenalkan budaya-budaya yang sangat beragam dan banyak di Indonesia.“ Jadi kita memang harus menawarkan sesuatu yang baru dan tidak kebanyakan. Baru kemudian dipromosikan dan dibesarkan," tambahnya.Selain alasan mempromosikan pariwisata Sumsel, Sjachroedin ZP mengatakan kedatangannya khusus ke Sumsel juga dilatari alasan ingin bertemu langsung dengan Gubernur Sumsel Herman Deru.Menurutnya Gubernur HD punya keunikan tersendiri yang tidak banyak dimiliki kepala daerah lainnya di Indonesia. " Saya tahu waktu menjadi Bupati Pak Gubernur ini pernah terpilih dengan suara tertinggi dan masuk MURI sampai 90% lebih. Ini luar biasa, karena saya saja waktu menang dulu suara cuma 47%," jelasnya.Di tempat yang sama Gubernur Sumsel H.Herman Deru mengaku bangga karena Dubes Indonesia untuk Kroasia Sjachroedin ZP mau hadir dan begitu perhatian dengan Provinsi Sumsel.Kesempatan ini menurutnya tak boleh disia-siakan. Karenanya Ia meminta semua OPD terkait seperti Dinas Kebudayaan da Pariwisata serta Dinas Perdagangan memanfaatkan betul kesempatan yang diberikan Dubes tersebut. "Tadi Pak Sjachroedin ZP menginformasikan masyarakat disana sangat suka kopi. Kita bisa tawarkan Kopi Lahat dan buahan duku. Ini harus ditindaklanjuti termasuk mulai memikirkan bagaimana cara pengiriman buH duku agar tidak rusak di jalan. Nanti pas kita promosi kesana ini harus jadi prioritas," jelasnya.MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS
Sumsel
Wagub MY Dukung Penyederhanaan Regulasi Investasi
Jakarta, sumselprov.go.id -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendukung penuh arah kebijakan perekonomian yang akan dikeluarkan oleh pemerintah pusat diantaranya untuk menyamakan dan menyelaraskan dan kebijakan serta mencari sumber potensi ekonomi baru di Sumsel.Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir H. Mawardi Yahya menanggapi arahan Presiden Joko Widodo pada pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019 di Hotel Rafless, Jakarta pada Kamis (28/11) malam."Banyak masukan bagi kita bagaimana kebijakan ke depan harus selaras dengan instruksi presiden. Misalkan terkait dengan perubahan bahan-bahan bakar fosil menjadi tenaga surya. Ini harus kita dukung," ujarnya Mawardi.Dikatakan, di Sumsel upaya menggerakkan potensi perekonomian baru sudah dilakukan salahsatunya melalui upaya mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Dengan harapan di masa mendatang UMKM dapat bersaing dengan memanfaatkan teknologi yang ada."Kita tidak bisa melawan berkembangnya teknologi yang serba digital. Karena imbas dari penggunaan teknologi ini potensi pengangguran makin meningkat. Untuk itu kita akan arahkanvUMKM dan memberikan inovasi-inovasi baru. Pusat pelatihan bagi UMKM Milinieal akan diperluas, agar produk yang dihasilkan tidak kalah bersaing di pasaran dunia," ungkapnya.Sementara itu sebelumnya Presiden Joko Widodo memaparkan sejumlah program pemerintah antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan infrastruktur."Pembangunan infrastruktur akan diteruskan dengan menyambungkan jalan-jalan tol di kawasan pertanian, industri, wisata, sentra nelayan, petani," kata Presiden dalam sambutannya saat membuka pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019 kali ini.Presiden juga mendorong transformasi ekonomi untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan Indonesia, salah satunya dengan memperkuat pengembangan energi baru dan terbarukan untuk mengurangi impor minyak dan gas.Menurut Presiden, hal selanjutnya yakni melakukan penyederhanaan regulasi dengan tujuan mencapai kecepatan bagi dunia usaha untuk menanamkan modal di tanah air."Impor bahan baku juga mengganggu volatilitas rupiah, dan perlu dikelola lebih baik dengan menyediakan produk subtitusi barang impor," ujar Presiden.Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Yunita Resmi Sari mengungkapkan potensi untuk mencari ekonomi baru di Sumsel sangat banyak dan bisa dikembangkan diantaranya komuditi kopi dan industri kreatif. Sumsel lanjut dia jangan hanya bergantung komoditas yang sudah ada. Namun harus melakukan upaya kreatif di tengah tantangan berat saat ini."Produk UMKM kita akan di tingkatkan sampai ekspor keluar negeri. Di samping perbaikan kualitasnya dan mutu disesuaikan dengan selera pasar, " terangnya.Yunita melanjutkan Bank Indonesia sudah mempunyai instrumen baru untuk mendukung kesiapan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Binaan dan Mitra BI memasarkan produk secara online untuk memperluas akses pasar UMKM. Hal tersebut dilakukan melalui program persiapan pemasaran online UMKM BI (On Boarding) dan fasilitasi penyediaan platform dan/atau pelatihan pemasaran berbasis digital oleh penyedia platform digital. "Teknologi itu bukan hanya diperuntukkan income ke atas namun juga untuk UMKM, diluar negeri membeli barang dengan adanya barcode tinggal yang diperuntukan UMKM, sangat cocok untuk Sumsel," pungkasnya.MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS
Sumsel
Gubernur Herman Deru Inginkan Pilkada 2020 di Sumsel Sukses
Palembang, sumselprov.go.id -- Di tengah agenda kerjanya yang padat usai melakukan safari Jumat, (29/11). Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menerima audensi Ketua Komisioner KPU Sumsel bersama dengan Komisioner KPU OKU Timur serta Ogan Ilir. Bertempat diruang audensi gubernur.Dalam kesempatan itu Gubernur Sumsel H. Herman Deru menegaskan, dirinya tidak ingin jalannya demokrasi di kedua daerah itu terganggu. Untuk itu dia meminta laporan secara rinci terkait dengan anggaran Pilkada 2020. karena lanjut dia yang paling penting dari anggaran merupakan data dan angka yang dimana harus sinkron."Yang paling penting argument angka data bukan psikologi karna kunci anggaran merupakan keduanya, jiika data dan angka tidak sinkron maka bagaimana pemilu bisa berjalan,” tegasnya.Sementara itu dalam audensinya tersebut Ketua KPU Sumsel Kelly Mariana, Ketua KPU OKU Timur Herman Jaya, dan Ketua KPU OI Ketua KPU OI Massuryati beserta anggota melaporkan sejumlah persiapan dan tahapan Pilkada serentak tahun 2020 dikedua kabupaten tersebut yakni OKU dan Ogan Ilir.Menurut Kelly Mariana yang didampingi Ketua KPU OKU Timur Herman Jaya kendala yang ada tersebut terkait dengan anggaran yang telah disahkan di masing-masing DPRD setempat. Dimana untuk Kabupaten OKU Timur berdasarkan Permendagri Nomor 54 Tahun 2019 Tentang Pendanaan Kegiatan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang bersumber dari APBD dan PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang jadwal tahapan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Pemilihan Tahun 2010.Maka KPU OKU Timur telah melakukan penyusunan rincian kebutuhan anggaran untuk Pilkada serentak sebesar Rp 67 Milyar. Dan berdasarkan hasil pencermatan terhadap anggaran Pilkada OKU Timur antara Tim TAPD OKU Timur bersama KPU OKU Timur disepakati anggaran sebesar Rp 47 Milyar. Namun setelah melalui tahapan Paripurna di DPRD setempat ketuk palu justru terjadi penurunan sekitar Rp 9,8 Miliar atau tinggal pada kisaran kurang dari Rp 37 Milyar.“Kondisi pendanaan yang telah ketuk palu di DPRD OKU Timur tersebut jelas saja kurang dan menghambat suksesnya Pilkada 2020 di OKU Timur.Hal yang sama juga terjadi di lingkungan KPU Ogan Ilir, dimana sebelumnya diusulkan sebesar Rp 50 Miliar hannya disetujui sebesar Rp 40 Milyar,” papar Kelly Mariana.Untuk itu Kelly berharap pada Gubernur untuk dapat mencarikan jalan keluar agar tahapan Pilkada di kedua daerah tersebut tidak terganggu. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY/FS
Sumsel
Tingkatkan Produktivitas Disabilitas, PKK Sumsel Akan Undang Pendiri Difabel Zone
Yogyakarta, sumselprov.go.id – Guna meningkatkan Produktivitas Disabilitas Sumsel, PKK Prov Sumsel Akan Adakan Pelatihan Dengan Mengundang Pendiri Difabel Zone . Ketua TP PKK Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru (Feby) dan Wakil Ketua TP PKK Sumsel Hj. Fauziah Mawardi Yahya beserta rombongan TP PKK Prov Sumsel Melakukan Kunjungan ke Difabel Zone PT Zola Permata Indah di Desa Bajang Rt 03, Wijirejo, Pandak, Bantul Yogyakarta, Kamis (28/11/2019). Kunjungan ini bertujuan untuk menambah wawasan tentang cara untuk memajukan dan meningkatkan kemampuan disabilitas di Sumsel. Dalam kesempatan itu, Feby menyaksikan karyawan-karyawan dengan disabilitas membatik yang memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan pebatik profesional. Bahkan di Difabel zone yang dinaungi PT Zola Permata Indah ini juga mempekerjakan sebanyak 22 karyawan disabilitas. . "Hal ini tentu dapat menjadi contoh bagi disabel yang ada di Indonesia, dan juga pasti sangat memotivasi. Namun hal ini juga akan diiringi dengan mengajak para orangtua penyandang disablitas di Sumsel agar lebih proaktif dalam memberikan keterampilan bagi putra dan putrinya,"katanya. Selanjutnya, Feby bahkan mengagendakan pelatihan membatik bagi para disabilitas dengan mengundang Wuri - pendiri PT Zola Permata Indah, melalui Pokja PKK Sumsel. "Selain itu kita dari PKK juga bersama dengan Pemprov Sumsel melalui Dinas Sosial akan berupaya memberikan pelatihan dan edukasi serta motivasi bagi para disabilitas,” tutupnya. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
H. Herman Deru Dukung Revitalisasi Dewan Adat Untuk Mempertahankan Kearifan Lokal
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru dukung Revitalisasi Dewan Adat Sumsel, karena Adat merupakan benteng untuk mempertahankan dan melestarikan Kearifan Lokal. Dukungan tersebut diutarakan oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru pada saat menerima Tim Persiapan Revitalisasi Kepengurusan Sementara Dewan Adat Sumsel di Ruang Tamu Gubernur, Kamis (28/11/2019). Revitalisasi adalah suatu proses atau cara untuk menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya terperdaya. "Saya punya orientasi khusus terhadap adat, saya meyakini bahwa adat adalah benteng terbesar dalam mempertahankan kearifan lokal. Jadi saya berterima kasih kepada bapak-bapak yang menggagas hal ini. Tapi untuk pembentukan awal setelah vakum, saya minta agar ada kepengurusan baru maksimal pada akhir tahun ini," ujarnya. Menindaklanjuti hal tersebut, Herman Deru langsung mengarahkan agar ada rapat lanjutan antara kepengurusan dewan adat Sumsel dengan Pemprov Sumsel melalui OPD terkait untuk dilakukanpembedahan pada Perda terkait tentang pembentukan lembaga adat di Sumsel sehingga perda itu dapat diperbaharui atau disempurnakan dengan SK Gubernur. . "Saya tidak ingin Sumsel tidak punya lembaga adat karena melalui lembaga ini maka adat yang ada di Sumsel tidak akan terkikis oleh kemajuan zaman, lembaga ini ada berperan untuk mempertahankan adat yang berlaku di Sumsel," ungkapnya. Lanjutnya, Ia berharap penentuan ketua lembaga ini harus dilakukan dengan musyawarah dan mempertimbangkan kepahamanannya terhadap adat di Sumsel dan juga seseorang yang bebas dari pengaruh politik, dengan tata cara pemilihan ketua di tingkat Prov, kabupaten, kota, kecamatan dan desa. "Soal siapa ketuanya lakukan musyawarah, asal kita berpegang teguh agar lembaga ini tidak ada keterlibatan unsur politik, dengan wakil ketua yang berasal dari 9 suku batanghari. Pilihlah sosok ketua yang jadi representasi adat Sumsel. Namun saya minta pada tingkat kec kecamatan sebutan untuk ketuanya diganti saja namanya menjadi pesirah adat," pintanya. Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Najib dan Kadisbudpar Prov Sumsel, Aufa Syahrizal. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Sukses Bina Perusahaan, Pemprov Sumsel Diganjar Penghargaan Produktivitas Paramakarya
Jakarta, sumselprov.go.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dibawah kepemimpinan Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumsel dan menekan angka kemiskinan di Sumsel dengan berbagai cara. Salah satunya yaitu dengan membantu dan melakukan pembinaan serta pengembangan pada produktivitas perusahaan di Sumatera Selatan. Atas Komitmen tersebut, Pemprov Sumsel diganjar dengan penghargaan Produktivitas Paramakarya dari Pemerintah pusat di Kantor Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Penghargaan tersebut diberikan oleh Wakil Presiden KH. Maruf Amin kepada Wakil Gubernur Sumsel, H. Mawardi Yahya. Penghargaan Paramakarya diberikan atas dukungan dan pembinaan kepada perusahaan yang telah berhasil memperoleh penghargaan produktivitas Paramakarya Tahun 2019. Paramakarya merupakan penghargaan pemerintah kepada perusahaan yang berhasil meningkatkan dan mempertahankan produktivitas. Wakil Gubermur H. Mawardi Yahya bersyukur atas prestasi ini, dan mengatakan bahwa hal ini dapat diraih atas kerjasama dan kerja keras yang baik dari semua pihak. . "Alhamdulillah, ini adalah bukti komitmen kita untuk membina, membantu dan mengembangkan usaha kecil, menengah dan besar” ujar Wagub. Lanjutnya, prestasi ini pastinya akan berdampak pada penurunan angka pengangguran dan ekonomi masyarakat, sehingga bermuara pada penurunan angka kemiskinan di Sumsel. “Untuk selanjutnya, Pemprov akan selalu berkomitmen dalam pengembangan UMKM dan perusahaan-perusahaan yang ada di Sumsel” pungkasnya. Turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Koimudin. MC Diskominfo PROV. Sumsel/TM