Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Pemprov Sumsel Targetkan Bentuk Lima BWM
Jakarta, sumselprov.go.id -- Percepatan akses keuangan daerah dan penyerapannya bagi masyarakat, menjadi fokus pembangunan Pemprov Sumsel dibawah kepemimpinan Herman Deru – Mawardi Yahya (HDMY) di Tahun 2020 mendatang. Gubernur HD mengatakan, penyerapan keuangan daerah harus merata hingga ke pelosok desa. Salah satunya melalui Bank Wakaf Mikro (BWM), hingga pada saatnya nanti Pemprov tinggal mentrigger para pelaku usaha. “Di awal tahun 2020 nanti segera kita target bentuk lima unit Bank Wakaf Mikro di Sumsel, terutama di lingkungan Pondok Pesantren atau di tempat-tempat tertentu berbasis ekonomi mikro,” tegas Gubernur HD dibincangi usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD), dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro, di hotel Mulia Senayan Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2019). Menurut Herman Deru, selama ini masih banyak pelaku usaha di pedesaan yang membutuhkan modal untuk usaha. Meski jumlahnya kecil, namun pelaku usaha kesulitan mencari pinjaman. “Banyak potensi yang ada di Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). Sayangnya karena mereka tidak tahu bagaimana dan di mana mencari pinjaman. Akhirnya mereka larinya ke rentenir,” tegas Bapak Tahfidz Sumsel tersebut. Sementara itu Kepala Biro Perekonomian Setda Sumsel, Afrian Joni yang turut menghadiri Rakornas TPKAD menegaskan, sesuai arahan Gubernur Herman Deru pihaknya segera akan membentuk Bank Wakaf Mikro (BWM) bekerjasama dengan Bank SumselBabel, dan sejumlah perusahaan untuk pendanaannya. “Untuk pendanaannya nanti kita lihat regulasinya, berapa jumlah minimal modal yang harus dimiliki BWM. Dan kita buat kajian secara teknis,” jelas Afrian. Keberadaan BWM tersebut diharapkan Afrian Joni dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. Baik bagi Pondok Pesantren dan UMKM yang dapat dikembangkan. Dilain pihak, sebelumnya Presiden Joko Widodo dalam arahannya saat membuka Rakornas TPKAD dan Silaturahmi Nasional Bank Wakaf Mikro, menargetkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) mencapai Rp 325 triliun pada tahun 2024. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Gubernur Sumsel Pastikan akan Selalu Hadir di BPS
Palembang, sumselprov.go.id --Gubernur H Herman Deru (HD) memastikan, dirinya tak akan pernah bosan datang ke setiap acara yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Tak terkecuali pada acara Rapat Teknis Daerah dan Training Public Speaking dalam rangka persiapan SP2020 Provinsi Sumsel di Whyndam Hotel, Rabu (11/12) pagi. HD meyakini data yang dikeluarkan BPS sangat penting baginya sebagai Kepala Daerah. "Tak perlu merayu saya ke BPS, Saya pasti datang kalau ada acara. Karena ini penting bagi saya. Saya adalah salah satu kepala daerah yang sangat meyakini kalau data BPS itu akurat. Karena sekarang membangun itu tidak cukup dengan uang dan feeling saja," tegas HD. Saat ini lanjut HD semua pihak tidak bisa lagi bekerja secara parsial melainkan harus terintegrasi dan ini sangat membutuhkam ketegasan pemimpin. Dicontohkannya untuk membangun rumah saja data sangat diperlukan agar bangunan tidak miring. Apalagi jika ini menyangkut pembangunan nasional. Untuk itulah HD juga menyarankan beberapa hal. Salah satunya memahami dulu karakteristik masyarakat setempat untuk memudahkan pendataan. Caranya dengan menempatkan petugas pendataan yang memang asli daerah tersebut. "Kalau bisa harus orang setempat. Karena Kalau tidak paham dengan kondisi lapangan belum tentu kita bisa dapat data yang bener. Karena ada saja yang tidak mau buka pintu karena takut ada kekayaannya ketahuan, atau ada keluarga dari luar yang belum terdaftar. Sumsel ini spesifik karena tidak ada suku yang mendominasi dari 9 suku besar yang ada," jelasnya. Selain menggunakan petugas asli setempat, pendekatan lain yang dapat dilakukan adalah dengan membagikan souvenir. Deputi Bidang Statistik Sosial BPS RI, Dr. Margo Yuwono di awal sambutannya, mengatakan sangat bangga bisa datang ke Palembang. Kesempatan itupun Ia manfaatkan untuk mengajak semua masyarakat berpartisipaai membantu BPS mencatat Indonesia melalui Sensus Penduduk 2020. Dijelaskam Margo Yuwono capaian indikator Indonesia tahun 2045 diharapkan masuk dalam kategori negara maju dengan pendapatan perkapita mencapai Rp 320 juta pertahun dan kemiskinan diharapkan mendekati nol persen. Sehingga Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia. " Untuk sampai kesana kita tentu perlu melanjutkan pembangunan infrasatruktur, penyederhanaan birokrasi, melakukan transformasi dari SDA ke pengetahuan sesuai arahan Presiden RI. Dan kita ada peluang mewujudkan Indonesia maju karena kita punya bonus demografi," jelasnya. Menurut Deputi apa yang menjadi prioritas dan telah disampaikan Presiden tersebut membutuhkan data menjadi tugas BPS untuk mencatatnya. Termasuk data yang dibutuhkan untuk merancang SDM dari kondisi sekarang hingga kondisi yang diharapkan. "Tugas kita mencatat program pemerintah perubahan SDM apakah pengangguran bertambah atau berkurang semua kita catat. Termasuk pembangunan infrastruktur apakah mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan lainnya," jelas Margo Yuwono. Data kependudukan ini lanjut Margo Yuwono membutuhkan data yang berkualitas karena dengan data inilah yang dapat membantu pengentasan kemiskinan termasuk akses dan muti kesehatan. Iapun meyakini jika data kependudukan bagus maka aspek perencanaan juga akan semakin baik. "Melalui kegiatan ini saya harap dukungan Pak Gubernur untuk menghimbau masyarakat mau berpartisipasi dengan masyarakat. Membantu kami mencatat Indonesia," jelasnya. Sementara itu Kepala BPS Provinsi Sumsel Endang Triwahyu Ningsih, menjelaskan bahwa tahun 2020 ini BPS punya hajatan besar melaksanakan Sensus Penduduk (SP) 2020. Hal ini sesuai amanat UU tahun 1997. SP2020 ini sangat istimewa karena dilakukan dwngan menggunakan data registrasi swbagai dasar menuju penggunaan sensus penduduk online. " Maka dari itu BPS kab/kota se Sumsel harus melaksanakan ini dengan penuh tanggung jawab sesuai SOP. Dimana tahapan penting dari proses ini adalah perlu konsolidasi, koordinasi dan publisitas pada tingkat daerah. Hal ini juga sangat membutuhkan dukungan Gubernur, Walikota dan Bupati serta seluruh lapisan masyarakat agar berpartisipasi aktof pada SP2020 ini," terang Endang. Lebih jauh dikatakannya, untuk mendukung pelaksanaan SP2020 ini BPS Sumsel telah melakukan sejumlah komitmen bersama baik itu dengan Forkompinda, OPD hingga paguyuban. Juga memantapkan kondolisdasi, koordinasi dan publisitas agar Rapat Teknis Daerah (Ratekda) ini terlaksana. "Ada 340 peserta Ratekda yang ikut ambil bagian, mereka ini terdiri dari pejabat struktural, hingga pejuang data di lapangan. Melalui acara ini kami mohon dukungan penuh Pak Gubernur serta arahan untuk mensukseskan SP2020," jelasnya. Ratekda kali ini mengambil tema Sensus Penduduk 2020 : Kolaborasi Menuju Satu Data Kependudukan. Diikuti sekitar 340 peserta yang diselenggarakan mulai tanggal 8-14 Desember mendatang. MC Diskominfo Prov. Sumsel/CleY
Sumsel
Gubernur Herman Deru Ajak Semua Pihak Wujudkan Sumsel Satu Data
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengajak semua pihak untuk bekerja sama, baik antar gubernur, bupati/wali kota dan BPS untuk mengintegrasikan dan mewujudkan Sumsel Satu Data. Salah satunya melalui Sensus Penduduk 2020. "Saya sangat meyakini bahwa data BPS akurat, kita sepakat bahwa Sumsel harus satu data, maka pengintegrasian ini butuh kekuatan bersama dari semua pihak," ujar Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat membuka Rapat Teknis Daerah dan Training Public Speaking Dalam Rangka Persiapan SP2020 Prov Sumsel bertema “Sensus Penduduk 2020 : Kolaborasi Menuju Satu Data Kependudukan" yang diselenggarakan BPS Sumsel, di Hotel Wyndham, Rabu (11/12/2019). Menurut Gubernur Herman Deru, kunci utama keakuratan suatu data adalah dari sumber yang benar dan terpercaya. Sehingga data ini dapat digunakan sebagai dasar dalam pembangunan nasional maupun di Sumsel. "Dengan adanya teknologi, kita dapat bertukar pikiran dengan lebih mudah. Salah satu contoh yaitu harga inflasi yang dipengaruhi oleh harga bahan-bahan tertentu dan untuk BPS saya minta untuk menyediakan data survei terkait hal ini, baik itu harga bawang, tentang pengaruh konektivitas, lahan, dan lain sebagainya agar dapat ditemukan solusi terbaik," ujarnya. Saat ini, lanjut Herman Deru, semua pihak tidak bisa lagi bekerja secara parsial melainkan harus terintegrasi dan ini sangat membutuhkan ketegasan pemimpin. Dicontohkan untuk membangun rumah saja data sangat diperlukan agar bangunan tidak miring. Apalagi jika ini menyangkut pembangunan nasional. Untuk itulah Herman Deru juga menyarankan beberapa hal. Salah satunya memahami dulu karakteristik masyarakat setempat untuk memudahkan pendataan. Caranya dengan menempatkan petugas pendataan yang memang asli daerah tersebut. "Kalau bisa harus orang setempat. Karena Kalau tidak paham dengan kondisi lapangan belum tentu kita bisa dapat data yang benar. Karena ada saja yang tidak mau buka pintu karena takut ada kekayaannya ketahuan, atau ada keluarga dari luar yang belum terdaftar. Sumsel ini spesifik karena tidak ada suku yang mendominasi dari 9 suku besar yang ada," jelas dia. Selain menggunakan petugas asli setempat, pendekatan lain yang dapat dilakukan adalah dengan membagikan souvenir. Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Sosial Pusat Statistik Margo Yuwono mengatakan, kualitas data penting dan sangat berpengaruh dalam upaya pengurangan kemiskinan. Untuk mewujudkan hal tersebut maka dibutuhkan data kondisi SDM ter-updaten dan BPS sangat berkontribusi untuk percepatan data. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan seluruh kabupaten/kota se-Sumsel ini diselenggarakan mulai 8-14 Desember 2019. Turut Hadir Kepala BPS Prov. Sumsel Endang Tri Wahyuningsih, Kadis Kominfo Prov Sumsel, H. Achmad Rizwan SSTP, MM, dan Kadisdukcapil Prov. Sumsel Herfiansyah Djarab. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
H. Herman Deru: Workshop ISIKHANAS Digelar Guna Pembinaan Masyarakat Terkait Peternakan
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru harapkan kegiatan workshop ISIKHANAS ini digelar guna pembinaan Masyarakat terkait peternakan “Saya menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini yang bertujuan dalam pembinaan kepada masyarakat terkait peternakan”, ujar Gubernur Sumsel H. Herman Deru pada saat membuka acara Workshop Integrated System Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHANAS) dan Pelantikan Petugas Paravetindo (Paramefik Veteriner dan Inseminator Indonesia) Sumsel serta Penyerahan Aset Pusat Pengembangan Kerbau Rawa Sumsel di Ballroom Hotel Swarna Dwipa Palembang, Rabu (11/12/2019). Jelas Gubernur, Kita harus bersyukur bahwa Sumsel memiliki potensi sumber daya alam yang berlimpah salah satunya yaitu dianugerahi lahan-lahan sawah yang subur. “Dengan pengembangan kerbau rawa Sumsel ini sangat menjadi peluang untuk dijadikan mata pencaharian untuk keluarga-keluarga yang ada di Sumsel," harapnya. Oleh karena itu, Herman Deru berharap workshop ini dapat menghasilkan sebuah nomenklatur untuk mendalami potensi alam yang ada di Sumsel dan pemanfaatannya. Lanjutnya, kegiatan ini menjadi awal yang baik dengan langkah pelantikan anggota Paravetindo, yaitu suatu asosiasi paramedik veteriner dan inseminasi buatan indonesia, yang mewadahi paramedik veteriner/mantri hewan, paramedik reproduksi (inseminator, pemeriksa kebuntingan, dan asisten reproduksi). "Setelah dilantik, maka diharapkan agar para anggota paratevindo segera dapat memulai program-programnya. Jangan hanya dilantik saja, tapi kita prinsipkan harus ada yang dihasilkan dengan kerja nyata. Dan juga adakan pembinaan tentang peternakan kepada masyarakat. Saya minta ada keseriusan yang lebih untuk ini, bina peternak dilapangan," tegasnya. . Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan danKesra Prov. Sumsel, H. Akhmad Najib, dan Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov Sumsel, Ir. Antoni Alam, M.Si. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Dinas Kominfo Sumsel Gelar Giat Inkubator Teknologi Informasi Guna Ciptakan Wirausaha Muda
Palembang, sumselprov.go.id – Perkembangan teknologi informatika yang telah memicu globalisasi salah satu diantara perubahan lingkungan eksternal yang telah membawa dampak sangat signifikan didalam prilaku masyarakat saat ini. Menyikapi hal tersebut Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan mengelar kegiatan Inkubator Teknologi Informasi, acara dibuka oleh Assiten Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumatera Selatan Prof. H. Edward Juliartha, yang berlangsung di Emilia Hotel Palembang, Rabu (11/12/2019). Dalam arahannya Edward menyampaikan revolusi 4.0 telah membawa perubahan signifikan terhadap berbagai sendi kehidupan manusia, kita kini dengan nyata dapat mencermati bagaimana perubahan tersebut menjadi fenomena dasyat yang tidak dapat dibendung, sepanjang tahun 2019. “Di tengah era perkembangan ilmu pengetahuan, provinsi Sumatera Selatan senantiasa melakukan berbagai upaya untuk dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Upaya yang dilakukan diantaranya dengan penerapan e-Government dan Good Governance yang sudah lama dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan”, ujar Edward. Dijelaskan lebih lanjut oleh Edward Juliartha pada tahun anggaran 2019 Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan telah memberikan bantuan 170 Website Desa dan 34 Internet Desa gratis yang tersebar di Desa/Kelurahan pada Kabupaten/Kota yang ada di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. “Dengan adanya Website Desa dan Internet Desa diharapkan dapat mempromosikan produk UMKM Desa ke pasar nasional bahkan internasional dan juga sangat bermanfaat bagi promosi potensi ekonomi desa dan produk unggulan desa melaui Website Desa”, kata Edward. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar tentunya merupakan target market perusahaan rintisan (STARTUP) dari berbagai penjuru dunia. Berbagai aplikasi dunia masuk dan menguasai pasar Indonesia. Pertanyaannya apakah kita selamanya menjadi pemakai? Tentu saja tidak boleh, kita harus menghasilkan produk-produk teknologi yang tepat guna dan juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat kita. “Dengan perkembangan teknologi yang cepat dibutuhkan pula teknik penyelesaian yang cepat dan saya menyambut baik dengan diadakannya kegiatan Inkubator Teknologi dan Informatika dan ini sangat bermanfaat bagi mempersiapkan Sumber Daya yang siap dalam menghadapi masalah sebagai peluang serta Akselerasi Pembuatan Model Produk yang siap diuji coba dengan cepat”, lanjut Assisten Umum dan Administrasi Setdav Prov. Sumsel mengakhiri arahannya. “Kominfo melakukan kegiatan ini dan ini adalah inisiasi supaya masyarakat terutama teman-teman mahasiswa ini punya media untuk memberikan dan mencari peluang-peluang ini secara bisa lebih terarah sehingga bisa mengambil peluang ini sebagai manfaat yang baik, menjadi STARTUP bagi diri sendiri dan lingkungannya”, pungkas Edward Juliartha. Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov. Sumsel H. Achmad Rizwan, SSTP, MM dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mempersiapakan SDM Bidang TIK yang siap menghadapi permasalah yang ada dan dijadikan sebagai peluang dan Akselerasi Pembuatan Model Produk yang siap diuji coba dengan cepat. Adapun sasaran kegiatan ini adalah Mahasiswa/i dan atau fresh graduate berjumlah 150 orang. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari. “Kegiatan Inkubator Teknologi Informasi ini diharapakan dapat menciptakan wiraisaha muda yang handal dan siap bersaing di tenganh masyrakat baik nasional maupun internasional”, ujar Achmad Rizwan. Hadir dalam acara ini perwakilan dari Dinas Pengembangan SDM, Dinas Penindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas PM PTSP, Dinas PMD, Bappeda, BKD Balitbangda serta seluruh Kepada Bidang, Kepala Seksi dan ASN Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan. MC Diskominfo Prov.Sumsel/CleY
Sumsel
Mawardi Yahya : Kondusifitas Wilayah Modal Utama dalam Membangun Daerah
Palembang, sumselprov.go.id -- Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Ir H. Mawardi Yahya hadir dalam apel konsolidasi Operasi Mantap Brata Musi 2019 yang digelar dialaman depan Mapolda Sumsel, Selasa (10/12). Wagub Mawardi Yahya dalam kesempatan ini memberikan apresiasi atas prestasi yang telah dicapai jajaran aparat dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di Sumsel terutama disaat menjelang, saat dan pasca digelarnya pesta demokrasi pada Pileg dan Pilres beberapa waktu lalu. “Prestasi yang tidak dapat kita lupakan yang telah dicapai kalangan aparat TNI/Polri dan masyarakat adalah Sumsel tetap kondusif dan aman hingga saat ini. Kondisi ini perlu kita pertahakankan terus karena keamanan merupakan modal bagi kita dalam membangun,” ucap Mawardi singkat. Dalam apel gabungan yang diikuti TNI/Polri tersebut bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan yang dalam amanatnya membacakan sambutan tertulis Kapolda Sumsel, Irjen Pol Priyo Widyanto yang menegaskan apel Konsolidasi ini adalah rangkaian terkahir dari Operasi Mantap Brata tahun 2018-2019 terkait Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) yang telah berlangsung dengan sukses dan lancar. "Kita patut berbangga proses demokrasi di tempat kita berlangsung dengan, santun dan beradab dengan kematangan dan kedewasaan prinsip-prinsip demokrasi,"ucapnya. Dia menambahkan, kekompakan antar lembaga dan elemen masyarakat di Sumsel tetap terjaga dan mampu memberikan rasa aman saat pesta demokrasi dimulai dari pengamanan tahap kampanye, masa tenang, penghitungan suara dan penetapan serta pelantikan anggota legislatif dan Presiden. “Penghrgaan setinggi-tingginya kepada seluruh personil TNI/Polri dan Instansi terkait yang telah bersama dan bekerja keras sehingga tercipta Pemilu yang aman, tertib dan berkualitas," tandasnya. Apel konsolidasi dimaksudkan sebagai wadah evalusi dalam mencari menjadi bahan masukan untuk melaksanakan tugas pada operasi berikutnya MC Diskominfo prov.sumsel/CleY/FS
Sumsel
BKD Sumsel Lakukan Evaluasi Data Penyusunan Standar Kompetensi ASN JPT
Bandung, sumselprov.go.id - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Hj. Nora Elisya membuka acara "Evaluasi Data Penyusunan Standar Kompetensi ASN Jabatan Pimpinan Tinggi dilingkungan Pemprov. Sumsel di Puslatbang PKASN LAN Jatinangor, Bandung, Senin (9/12/2019). Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pemprov. Sumsel melalui BKD Prov. Sumsel dan Puslatbang PKASN LAN Jatinangor Bandung, kegiatan berlangsung 1 hari penuh dan dihadiri oleh seluruh Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov. Sumsel. Kepala BKD Provinsi Sumsel Hj. Nora Elisya mengatakan, pelaksanaan manajemen ASN harus berdasarkan pada perbandingan antara kompetensi dan kualifikasi yang diperlukan oleh jabatan dengan kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki calon dalam rekruitmen, pengangkatan, penempatan, dan promosi pada jabatan sejalan dengan tata kelola pemerintahan yang baik. “Karena itu perlu dibangun ASN yang memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik KKN, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat, dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa sesuai amanah Pancasila dan UUD RI Tahun 1945,” ungkapnya. Evaluasi Data Penyusunan Standar Kompetensi ASN JPT dilingkungan Pemprov. Sumsel dilakukan oleh TIM Puslatbang PKASN LAN Jatinangor Bandung yang merupakan kegiatan lanjutan dimana sebelumnya telah dilaksanakan Bimtek Penyusunan Standar Kompetensi ASN JPT dilingkungan Pemprov. Sumsel. Turut hadir dalam acara Kepala BKD Prov. Sumsel Hj. Nora Elisya, S.H, M.M, dan Jajaran yang membidangi, Ketua Puslatbang PKASN Jatinangor, Hari Nugraha, S.E., MPM dan sebagai narasumber Kabid. Pemetaan Kompetensi ASN, Zulfikar, S.Sos, M.M. Media Center Dinas Kominfo Provinsi Sumsel / AD
Sumsel
PEMPROV SUMSEL TERIMA TOP 30 PENGELOLA LAPOR! DARI MENTERI PAN-RB
Jakarta, sumselprov.go.id- SP4N-LAPOR! Pemprov Sumsel ditetapkan sebagai Top 30 Instansi Pemerintah Pengelola Pengaduan Publik oleh Kementerian PAN dan RB. Gubernur Sumsel H.Herman Deru diwakili Kadis Kominfo Provinsi Sumsel H. Achmad Rizwan, SSTP, MM menerima penghargaan Top 30 Instansi Pemerintah Pengelola Pengaduan Publik dari Menteri PAN dan RB Tjahjo Kumolo di dampingi oleh Deputi Pelayanan Publik Diah Natalisa di Ballroom Hotel Le-Meridien, Jakarta (09/12/2019) Usai melewati sejumlah tahapan kompetisi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (SP4N) - Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) Tahun 2019 dengan Dewan Juri yang terdiri Menteri PAN dan RB Periode 2011-2014 Azwar Abubakar, GM Media Services Berita Satu TV Adi Prasetya, Komisioner Ombudsman RI Dadan S. Suharmawijaya, Akademisi Meuthia Ganie-Rochman, Ketua Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI Sularsi, dan Direktur Program dan Produksi iNews Sulaeman Sakib menetapkan SP4N-LAPOR! Pemprov Sumsel masuk Top 30 Instansi Pemerintah Pengelola Pengaduan Publik dari 312 Instansi peserta dari Pemerintah Kab/Kota, Pemerintah Provinsi, Kementerian, dan lembaga Se Indonesia dalam kompetisi Pengelolaan Pengaduan Publik tahun 2019. H. Herman Deru melalui Rizwan mengatakan "Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Publik ini sangat baik dalam mengukur indikator keberhasilan Pemprov Sumsel dalam melaksanakan pelayanan publik dalam pelaporan dan penyampaian aspirasi masyarakat". Ditambahkan Herman Deru "SP4N-LAPOR! Pemprov Sumsel pada tahun 2019 ini masuk Top 30, dengan penghargaan ini harapan kita agar Pemprov Sumsel semakin terpacu meningkatkan pelayanan publik dengan melakukan pengelolaan pengaduan pelayanan publik yang lebih baik". "Serta seluruh masyarakat Sumsel dapat memanfaatkan aplikasi SP4N-LAPOR! Sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai masalah publik yang dihadapi, baik laporan. aspirasi maupun masukan. Pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan solusi" tegas Herman Deru. Menurut Rizwan untuk Sosialisasi SP4N-LAPOR! Pemprov Sumsel terus dilakukan melalui SP4N LAPOR! Goes to Campus, Goes to School, Goes to Media, Forum Lapor, Kawan Lapor dan seluruh Pemerintah Kab/Kota se-Sumsel dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik di Sumsel, layanan publik bisa di lakukan baik secara konvensional atau digital dalam mengelola pengaduan, ini akan mendorong terciptanya clean government. Selain itu Gubernur Sumsel H.Herman Deru dalam berbagai kegiatan selalu menyampaikan agar masyarakat untuk memanfaatkan SP4N-LAPOR! Pemprov Sumsel untuk melaporkan dan menyampaikan aspirasi masyarakat ujar Rizwan. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Gubernur Herman Deru Harapkan Dana CSR Tepat Sasaran Untuk Kepentingan Masyarakat
Palembang, sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghimbau, kepada perusahaan yang ada di Sumsel dalam menyalurkan program CSR agar tepat sasaran untuk kepentingan masyarakat guna menghidupkan perekonomian masyarakat. Himbauan tersebut disampaikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat menghadiri perayaan HUT ke-6 Forum CSR Kesos Sumsel dan HUT ke-1 CSR Millenials Kesejahteraan Sosial Sumsel degan tema "Harmony and Colaboration with All Generation In South Sumatera yang digelar di Palembang, Sabtu (7/12/2018) Untuk itu, Herman Deru meminta semua elemen masyarakat untuk turut andil dalam kegiatan sosial membantu kaum dhuafa yang membutuhkan bantuan. "Kepada seluruh elemen baik unsur pemerintah, BUMN/BUMD, komunitas untuk turut peduli dalam terwujudnya kesejahteraan masyarakat,” tambah Herman Deru Didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru, Gubernur menegaskan, pengaruh dari berkembangnya teknologi bagi generasi milenial dikhawatirkan akan menggerus rasa empati terhadap lingkungan sekitar. “Bagi kalangan anak muda atau generasi millennial, derasnya budaya modern masuk ke Indonesia di tengah pesatnya kemajuan teknologi dewasa ini diharapkan tetap memiliki jati diri yakni menanamkan sikap peduli dengan lingkungan sekitar” harap Gubernur Herman Deru. Lanjutnya, keberadaan Forum CSR Kesos Sumsel bertujuan mengkonsolidasikan, merencanakan, melakukan dan mengawasi CSR dari perusahaan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) dan masyarakat di lingkungan sekitar. Karena itu semua perusahaan swasta aktif dimintanya jangan malu mengeluarkan CSR meskipun jumlahnya sedikit. "Jangan dinilai besar kecilnya. Jangan malu-malu keluarkan saja CSR. Walaupun kecil berikan saja. Karena tugas yang di emban Forum CSR Kesos Sumsel ini untuk menghidupkan perekonomian masyarakat sesuai dengan arah dan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam visi dan misi Sumsel Maju untuk Semua. Yakni hilang kemiskinan di Sumatera Selatan,” tegas Herman Deru. Sementara itu Ketua Forum CSR Kesos Sumsel J Rianthony Nata Kesuma mengatakan, kegiatan yang digelar merupakan bagian dari upaya penggalangan dana atau donasi individu masyarakat baik yang bekerja dalam lingkungan perusahaan atau masyarakat umum. "Keberadaan Forum CSR Kesos Sumsel ini adalah menjadi wadah menjembatani, memasilitasi dan mengkoordinir mengatasi masalah sosial. Target tujuan sustanaible tour. Termasuk menanggulangi bencana dan kemiskinan serta lainnya," jelas Rianthony. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM