Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
H. Herman Deru: Tidak Hanya Pembangunan Fisik Tapi Spritual Keagamaan Juga Harus Dibangun
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri Hari Amal Bakti (HAB) Ke 74 Kementerian Agama di MAN 3 Palembang, Minggu (05/01/2020) “Tetap jaga kerukunan antar umat beragama. Karena pembangunan itu tidak cukup apabila hanya dilakukan secara fisik tapi perlu juga membangun mental spiritual serta membangun di bidang keagamaan," ujar Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat melepas peserta Jalan Sehat yang dilaksanakan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) ke 74 Kementerian Agama. Pada kesempatan itu juga, Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) adalah salah satu mitra Pemprov Sumsel dalam membangun Sumsel dalam bidang keagamaan. "Kemenag dan Pemprov Sumsel adalah mitra yang tidak dapat dipisahkan dalam membangun Sumsel. Gubernur berharap perlu kerjasama yang baik agar dalam membangun Sumsel lebih baik “Sumsel Maju Untuk Semua” baik pembangunan secara fisk maupun mental spritual dibidang keagamaan” harapnya Menurutnya dengan kerjasama dan kerja keras bersama termasuk Kemenag kini Sumsel tetap mampu mempertahankan status zero konflik ditengah keberagaman suku dan agama di Sumsel. Dengan mengusung tema "Jalan Sehat Kerukunan", Herman Deru berharap melalui kegiatan ini akan mampu memperat ikatan keukhuwah antara semua pihak di Sumsel, baik itu unsur Forkopimda maupun masyarakatnya. Kegiatan ini diselenggarakan dengn menempuh rute jalan dimulai dari MAN 3 Palembang - Jalan Kapt. A. Rasyid (Way Hitam)- jalan Demang Lebar Daun - Inspektur Marzuki dan Finish MAN 3. Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Najib, Kadispora Prov Sumsel, Akhmad Yusuf W., Kadinsos Prov Sumsel, Dr. H. Rosidin., M.Pdi., MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
BPJS Kesehatan Apresiasi Subsidi Pelayanan Kesehatan Pemprov Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru di Tahun 2020 ini menyampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan tetap mensubsidi pelayanan kesehatan untuk masyarakat Sumsel melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS). “Saya ingin masyarakat Sumsel mendapatkan jaminan kesehatan dengan tepat sasaran dan merata,” ujar Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat menerima Deputi Direksi Wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dan Bengkulu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dr. Elsa Novelia, MKM beserta jajaran dalam rangka melaporkan progres implementasi Program JKN-KIS di Ruang Tamu Gubernur, Jumat (03/01). Herman Deru menambahkan terkait pelayanan kesehatan harus dimulai dari puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama yang merupakan tempat pelayanan dasar bagi masyarakat sebelum ke rumah sakit maupun dokter spesialis. Dalam kesempatan itu juga, Gubernur Herman Deru menegaskan agar tidak ada hambatan dalam penyelenggaraan subsidi kesehatan yang merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk masyarakat yang ada di Sumsel. “Sehingga Per tanggal 1 Januari 2020, Pemprov Sumsel akan tetap mensubsidi kepada 454.310 jiwa dengan status kepesertaan yang ada di kabupaten/kota se-Provinsi Sumsel,” jelasnya. Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dan Bengkulu BPJS Kesehatan dr. Elsa Novelia, MKM mengatakan bahwa pada tahun 2019 Pemprov Sumsel juga telah memberikan subsidi kepada masyarakat Sumsel melalui Program JKN-KIS untuk memastikan masyarakat Sumsel dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan mudah. “BPJS Kesehatan sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang tetap melanjutkan komitmen untuk mendaftarkan masyarakat Sumatera Selatan ke dalam Program JKN-KIS di tahun 2020, ini menunjukkan betapa besar dukungan Pemprov Sumsel untuk memastikan perlindungan kesehatan masyarakatnya,” jelas Elsa. Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk tetap mendaftarkan penduduknya kedalam Program JKN-KIS ini merupakan langkah nyata untuk mewujudkan perlindungan kesehatan menyeluruh atau Universal Health Coverage (UHC) di Provinsi Sumatera Selatan. TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel (*HP)
Sumsel
454 Ribu PBI Tetap Nikmati Layanan Kesehatan
Palembang, sumselprov.go.id -- Usai melaksanakan Safari Jumat, Gubernur Sumsel H Herman Deru, melanjutkan agenda kerjanya menerima audensi Deputi Direksi wilayah Sumsel Kepulauan Babel dan Bengkulu BPJS Kesehatan dr Elsa Novelia MKM, di ruang tamu Gubernur, Jumat (03/01/2020) siang. Adapun maksud kedatangan dr Elsa Novelia MKM dan rombongan ini adalah dalam rangka melaporkan progres Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selain itu, Ia juga hendak memastikan jawaban Gubernur HD terkait kelanjutan pembayaran kepesertaan jaminan kesehatan bagi 454.310 Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS yang dibayarkan Pemprov Sumsel. Terkait hal itu, Gubernur HD mengatakan, sudah menjadi kewajibannya menyiapkan anggaran untuk pembayaran tersebut sesuai biaya kenaikan per 1 Januari 2020. “Kita akan kaji dan upayakan ini, karena saya ingin masyarakat Sumsel sehat dengan fasilitas yang memadai. Walaupun anggaran tidak bertambah, tapi ini harus tetap jalan. Jangan sampai pelayanan kesehatan warga Sumsel terganggu,” jelas HD. Sementara itu Deputi Direksi wilayah Sumsel Kepulauan Babel dan Bengkulu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dr Elsa Novelia MKM dalam paparannya menjelaskan, bahwa sampai 31 Desember 2019, kepesertaan di Sumsel mencapai 2,7 juta untuk PBI APBN. Kemudian Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Sumsel 1,5 juta peserta, Pekerja Penerima Upah (PPU) 1,1 juta peserta, Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) 851 ribu peserta. Dari jumlah tersebut tercatat masih 1,9 juta lagi yang belum tercover JKN. “Khusus untuk peserta dari kabupaten/kota yang iurannya dibiayai Pemprov Sumsel (454.310) tanggal 31 Desember 2019 tadi kontraknya habis. Dan saat ini kabupaten/kota masih menunggu berapa yang akan didaftarkan dan dibiayai oleh pemerintah provinsi,” jelas Elsa. Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel(*PP)
Sumsel
Safari Jumat di Masjid Adil Makmur, HD Ajak Jemaah Instropeksi Diri dan tak Lupa Bersyukur
Palembang, sumselprov.go.id -- Padatnya agenda setiap harinya tak membuat Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru lupa melakukan Safari Jum'atnya. Kali ini, Jum'at (3/1), HD mendatangi Masjid Adil Makmur yang berada di Jalan Mayor Zen, Kelurahan Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang. "Alhamdulillah, setelah sekian lama akhirnya saya bisa datang untuk sholat berjama'ah dan bersilahturahmi dengan jama'ah di masjid ini," kata HD mengawal sambutanya. HD mengatakan, dirinya sempat beberapa kali mendapatkan undangan dari masjid tersebut. Hanya saja, saat itu HD berhalangan hadir lantaran ada perkerjaan yang tak bisa ditinggalkan. "Selain itu saya juga pernah berjanji tidak akan datang ke sini (masjid Adil Makmur) kalau jalan di depan sini tidak diperbaiki. Saya malu kalau jalan di sini masih berlubang," tuturnya. Namun, saat ini jalan tersebut kini sudah menjadi mulus. Bahkan kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya. Begitu pun dengan masjid yang disambangi HD tersebut. Masjid yang persis berdiri di pinggir jalan tersebut kini sudah terlihat megah. "Sebelumnya saat masih jadi Bupati OKU Timur saya juga sering datang ke masjid ini. Namun kondisinya belum sebagus seperti sekarang ini," jelasnya. Untuk itulah HD mengajak jema'h masjid Adil Makmur untuk selalu bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. "Saat ini kita lihat banyak terjadi bencana. Seperti di Jakarta, saat ini terjadi banjir dan Sumsel beberapa waktu lalu terjadi Karhutla. Artinya ada yang salah dengan kita. Itu harus kita jadikan bahan introspeksi diri serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT," ajaknya. Di akhir safari Jumatnya di masjid Adil Makmur, tak lupa HD memberikan bantuan untuk pembangunan menara masjid tersebut. Sementara itu, Ketua Masjid Adil Makmur H.M Yunus Mattjik tak menyangka Gubernur Sumsel Herman Deru tak sungkan datang ke masjid yang diurusnya tersebut untuk melakukan safari Jum'at. Sebab, sejak 11 tahun lalu tak pernah ada lagi pejabat selevel gubernur yang menyambangi masjidnya. "Terakhir pak Syahrial Oesman. Setelah itu tidak ada lagi. Kami bangga bapak Herman Deru mau datang dan sholat berjama'ah di masjid kami. Beliau memang perhatian kepada kami," terangnya Tak lupa, dia juga mengucapkan terima kasih kepada gubernur yang telah membantu dana untuk pembangunan menara masjid tersebut. "Memang kita berencana akan membangun lagi menara masjid. Kami tak menyangka gubernur ikut membantu, bahkan bantuan yang diberikan melebihi dari dari dana yang dibutuhkan. Kami sangat mengucapkan terima kasih kepada gubernur," tandasnya. Safari Jum'at kali ini Gubernur Sumsel juga didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel, Kepala Bada Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Kasat Pol PP, Plh. Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Sumsel, Karo Pemerintahan dan Otda Provinsi Sumsel, dan lain lain. Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Staf Khusus Gubernur Sumsel Edi Junaidi Jabat Komisaris Utama BSB
Palembang, sumselprov.go.id – Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru resmi melantik empat komisaris Bank Sumsel Babel (BSB). Posisi komisaris yang dilantik meliputi,Komisaris Utama PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Sumsel Babel, PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) Sumsel dan komisaris independen PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel. Salah satunya Edi Junaidi yang dulu menjabat sebagai Staf Khusus Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan. Gubernur mengungkapkan, pasca penunjukkan Edi Junaidi sebagai Komisaris Utama PT BPD BSB jabatan yang diemban oleh Edi sebagai Stafsus resmi dicopot. "Sudah diberhentikan tidak boleh rangkap jabatan," tegas Gubernur, Jumat (3/1/2019) Menurut Deru peran komisaris yang diemban tentunya untuk pengawasan. Ia mempersilakan untuk berimprovisasi di lapangan agar kinerja baik yang dihasilkan. Namun tetap memberikan rasa nyaman bagi internal ataupun lainnya. "Grade pasti naik tapi jadikan ini sebagai amanah. Pejabat banyak tapi cara memandang itu tergantung dari personalnya. Mereka harus pahami tupoksinya sebagai pengawas, lembaga kontrol tapi tidak boleh terlalu masuk teknis ke perusahaan yang mereka ditempatkan artinya tidak boleh campur tangan," jelasnya. Lanjutnya, orientasinya tentu dengan pengawasan yang baik akan bermuara pada keuntungan yang lebih besar. Kalau sudah ada pengawas tapi perusahaan (milik daerah) bersangkutan tidak ada peningkatan maka dirinya tak segan melakukan RUPS-LB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa). "Jangan nyaman di zona nyaman ancamannya ya RUPS-LB. Sebagai Gubernur yang memiliki kewenangan pemilik saham pengendali saya berhak melakukan itu," tegasnya. Sementara itu, Edi Junaidi, Komisaris Utama BSB yang baru dilantik mengatakan, dirinya baru masuk ke dalam lingkup perbankan. Konsolidasi internal pun akan dilakukan menyangkut program-program yang sudah dibuat untuk 2020. Terlebih sesuai instruksi gubernur peran komut sebagai pengawasan, pihaknya akan melakukan evaluasi program-program yang disiapkan apakah telah sesuai dengan konsul-konsul yang telah dibuat berdasarkan evaluasi di tahun lalu. "Apabila ada kelemahan maka harus diperbaiki dan harapan Gubernur adanya Komisaris akan meningkatkan efektifitas kinerja dari direksi," ujarnya. Setelah konsolidasi internal maka akan diketahui kondisi perusahaan, untuk menjadi modal menjalankan tugas kedepannya. Pengawasan aktif perlu dilakukan untuk mendukung visi misi BSB menjadi bank terkemuka dan kinerja unggul serta memberikan dampak pembangunan perekonomian masyarakat Sumsel. "Bank daerah juga harus bisa bersaing, apalagi BSB sebagai bank kebanggaan masyarakat Sumsel," tutupnya Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Hadiri HAB, ini Pesan HD; Jadikan Kemenag Sebagai Agen Perubahan
Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumsel H Herman Deru menjadi inspektur upacara pada upacara Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag RI ke-74 tahun 2020 di halaman pemprov, Jumat (03/01/2020) pagi. Dalam kesempatan itu, H. Herman Deru mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama Sumsel untuk menjadi agen perubahan dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama. “Kerukunan umat beragama merupakan modal kita untuk membangun negara dan menjaga integrasi nasional. Kementerian Agama hadir untuk melindungi kepentingan agama dan semua pemeluk agama. Untuk itu, seluruh jajaran Kementerian Agama harus bisa mengawal dan mengembangkan peran strategis Kementerian Agama secara kontekstual di tengah masyarakat,” kata Deru saat membacakan sambutan Menteri Agama. Selain itu, ada enam hal yang harus diperhatikan jajaran Kementerian Agama. Pertama memahami sejarah Kemenag serta regulasi, tugas dan fungsi Kemenag dalam konteks relasi agama dan negara. Kedua, menjaga idealisme, kejujuran, integritas dan budaya kerja Kemenag di tengah arus kehidupan yang serba materialistis, selaraskan antara kata dan perbuatan, sesuaikan tindakan dengan sumpah jabatan. Ketiga, menanamkan selalu bahwa bekerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah sebuah kemulian. Keempat memperkuat ekosistem pembangunan bidang agama antar sektor dan antar pemangku kepentingan, baik sesama institusi pemerintah, tokoh agama, organisasi keagamaan, dan segenap elemen masyarakat. Selanjutnya, merangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan, dan moderasi beragama sejalan dengan falsafah Pancasila yang memperhatikan anak bangsa walau berbeda ras, etnik, keyakinan agama dan golongan. Terakhir atau keenam, mengimplementasikan visi dan misi pemerintah dalam program kerja Kemenag di semua unit kerja pusat, daerah, dan perguruan tinggi keagamaan. “Penguatan identitas keagamaan bila dipisahkan dari spirit bernegara dapat melahirkan radikalisme beragama. Sebaiknya penguatan identitas bernegara bila dipisahkan dapat memberi peluang berkembangnya sekularisme dan liberalisme,” tegasnya. Kakanwil Kemenag Sumsel HM Alfajri Zabidi usai apel mengaku bersyukur dalam beberapa tahun terakhir Kementerian Agama telah meraih sejumlah capaian dalam reformasi birokrasi, seperti tercermin antara lain dari kenaikan penilaian mandiri reformasi birokrasi. Juga indeks kepuasan publik atas pelayanan haji dan pencatatan nikah yang terus meningkat. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Sumsel, serta semua instansi terkait atas dukungan dan kerjasama lintas sektoral dalam pembangunan kehidupan beragama selama ini. Fajri berharap dan optimis, kerjasama dan kebersamaan itu dapat semakin ditingkatkan di masa mendatang. “Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Gubernur H. Herman Deru. Ucapan terima kasih juga kami ucapkan kepada seluruh FKPD, senior-senior kami di Kementerian Agama, para tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat, serta seluruh undangan yang pada hari ini berkenan menyempatkan diri untuk hadir,” kata Fajri. Upacara HAB Kemenag ke-74 di Sumsel sendiri diikuti peserta dari berbagai unsur seperti siswa madrasah negeri, guru dan pegawai madrasah, serta pegawai Kanwil dan Kemenag Kota Palembang. Tamu undangan yang hadir antara lain FKPD Provinsi Sumsel, OPD Provinsi Sumsel, tokoh lintas agama, pensiunan Kemenag, dan dharma wanita persatuan Kemenag Sumsel. Upacara HAB juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan Satya Lencana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun. Juga pemberian penghargaan kepada madrasah dan siswa berprestasi. Selain itu, Kakanwil juga mendapat penghargaan atas prestasi Kanwil Kemenag Sumsel meraih Peringkat I Nasional Keterbukaan Informasi Publik dengan kategori Menuju Informatif, yang diserahkan Gubernur atas nama Menteri Agama. Tim MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Capai 6 Persen
Palembang, sumselprov.go.id -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengharapkan peran serta dari Bank Indonesia (BI) dalam mendorong laju perekonomian provinsi ini kedepan terus ditingkatkan. Bahkan keberadaan Science Techno Park yang berlokasi di desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir dengan luas lahan 100 hektar kedepannya dikolaborasikan dengan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan ternak (BPTU-HPT) Sembawa. “Sayang ingin peran BI dalam mendorong majunya ekonomi Sumsel ini dari segala sektor bukan hannya UMKM semata. Kedepan saya ingin ada update kolaborasi antara Science Techno Park dengan BPTU Sembawa. Ini juga menjadi tugas berat kita termasuk Bank Indonesia,” tegas Herman Deru, ketika menerima audensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Yunita Resmi Sari di kantor Gubernur, Kamis (2/1/2020). Lebih lanjut Herman Deru menambahkan, targetnya menurunkan angka kemiskinan 1 digit haruslah didukung oleh Kabupaten/kota di Sumsel. Caranya tidak lain adalah dengan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui upaya percepatan pembangunan disegala sektor. Karena jika pendapatan masyarakat meningat kesejahteraan juga akan meningkat. Dan dengan sendirinya kemiskinan akan menurun. “Sumsel ini terdiri dari 17 Kabupaten/kota jika masing-masing daerah saya minta 1 digit saja bisa menurunkan angka kemiskinannya. Maka jelas secara kumulatif kemiskinan di Sumsel juga jauh akan menurun,” imbuhnya. Gubernur mengucapkan terimakasih pada BI Perwakilan Sumsel yang telah banyak membantu Pemprov. Sumsel dalam menyelaraskan program pemerintah daerah dengan BI dalam rangka meningkatkan sektor pendapatan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan. “Terimakasih Ibu Yunita selama satu tahun ini telah menjadi mitra Pemprov Sumsel untuk mengkolaborasikan program guna menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Sumsel,” katanya Sementara Kepala BI Kantor Perwakilan Sumsel, Yunita Resmi Sari dalam audensinya mengungkapkan proyeksi pertumbuhan perekonomian Sumsel kedepan tetap tinggi ada pada rentang 5,6 hingga 6 persen. “Sumsel masih mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena perekonomian Sumsel sudah semakin solid ditopang oleh komoditi. Komoditi utama ada tiga komoditi batu bara, kelapa sawit, dan karet dan ada juga ditunjang oleh proyek-proyek infrastruktur seperti jalan-jalan yang perbaiki oleh pak gubernur,” terangnya. Sedangkan terkait dengan inflasi di Provinsi Sumsel menurut, Yunita berada pada 2.06 persen yang relatif sangat rendah, oleh sebab itu inflasi kenaikan harga di Sumsel relatif terjaga. “Inflasi terjaga di Sumsel ini karena pasokan tercukupi pasokan yang semula kita bergantung dengan daerah lain, sekarang bisa di produksi oleh daerah-daerah Sumsel sendiri. Ditunjang juga dengan distribusi yang lancar secara berharap inflasi terjaga, ini dapat mendorong penurunan angka kemiskinan karena daya beli masyarakat Sumsel terjaga, sementara suplai barang juga terpelihara,” pungkasnya sembari menyebutkan dirinya akan pindah tugas di Kantor Pusat BI di Jakarta sedangkan penggantinya saat ini masih menjalani masa assasmen dan untuk sementara Kepala BI Pewakilan Sumsel akan ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt). TIM MC Diskominfo Prov.Sumsel
Sumsel
Gubernur Herman Deru Minta Subsidi Pelayanan Kesehatan Tepat Sasaran
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru katakan di Tahun 2020 ini, Pemprov Sumsel tetap subsidi pelayanan kesehatan untuk masyarakat Sumsel "Saya ingin masyarakat Sumsel mendapatkan jaminan kesehatan dengan tepat sasaran dan merata” ujar Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat menerima Deputi Direksi Wilayah Sumsel Kepulauan Bangka Belitung dan Bengkulu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dr. Reza Novelia, MKM beserta jajaran dalam rangka melaporkan progres Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Ruang Tamu Gubernur, Jumat (03/01/2019). Ditambahkannya, terkait subsidi pelayanan kesehatan dimulai dari puskesmas yang merupakan tempat pelayanan dasar bagi masyarakat sebelum ke Rumah Sakit maupun dokter spesialis. Dalam kesempatan itu, Gubernur Herman Deru menegaskan agar tidak ada hambatan dalam penyelenggaraan subsidi kesehatan yang merupakan bantuan dari Pemerintah Prov Sumsel untuk masyarakat yang ada di Sumsel. “Sehingga Per tanggal 1 Januari 2020, Pemprov Sumsel akan tetap mensubsidi kepada 454.310 jiwa dengan status kepesertaan yang ada di kabupaten kota Sumsel” jelasnya. Oleh karena itu, Ia meminta agar ada kerjasama dan koordinasi lebih mendalam secara teknis antara Pemprov Sumsel, Pemda Kab/kota, dan BPJS Kesehatan dengan menyamakan satu persepsi agar terwujud pelayanan kesehatan yang tepat sasaran untuk masyarakat . Sementara itu, Deputi Direksi Wilayah Sumsel Babel BPJS Kesehatan dr. Reza Novelia, MKM., mengatakan bahwa pada tahun 2019 Pemprov Sumsel juga telah memberikan subsidi untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat di Sumsel. Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Najib, Kadis Kominfo Prov Sumsel, H. Achmad Rizwan, SSTP, M.M., Kadinsos Prov Sumsel Dr. H. Rosidin., M.Pdi., dan Kepala BPKAD Prov Sumsel, Akhmad Mukhlis SE., M.Si. MC Diskominfo Prov. Sumsel/TM
Sumsel
Hari Pertama Ngantor di Tahun 2020, Sekda Nasrun Umar Sidak Pegawai
PALEMBANG Sumselprov.go.id- Pasca libur Tahun baru 2020, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan H.Nasrun Umar, Kamis (2/1) pagi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kesejumlah ruangan Biro dan Bagian dilingkungan Setda Pemprov. Sumsel. Dengan didampingi Kepala Inspektorat Provinsi Sumsel Bambang Wirawan, Kasat Pol PP H. Aris Saputra, Sekda mengecek absensi pegawai baik yang berstatus Aparatur Sipil Negera (ASN) dan yang berstatus honorer. Ketika dibincangi disela-sela sidaknya kali ini, Sekda Nasrun Umar menegaskan, sudah menjadi kewajiban bagi pegawai menjalan tugas sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan. Bukan saja atas dasar perintah dari atasan namun juga harus diawali dengan niatan yang tulus dan ikhlas. "Melalui sikap disipilin inilah akan menghasilkan prestasi kerja, integritas untuk memberikan kontribusinya dalam proses pembangunan di Provinsi Sumsel," tegas Nasrun. Sebagai pejabat pimpinan tertinggi ASN di Provinsi Sumsel, Sekda Nasrun Umar mengajak para ASN untuk selalu bersyukur karena telah terpilih sebagai ASN yang ditugaskan memberikan pengabdian pada kepentingan rakyqt. "Diawal pergantian tahun ini saya berharap juga maindset kita berubah, kita harus lebih giat lagi bekerja, saya harap semakin hari kita semakin bersemangat bekerja," kata Sekda Nasrun Umar Dia menyebutkan, di hari pertama masuk kerja di Tahun 2020. Para ASN di Sumsel dapat melaksanakan kewajiban sebagai abdi negara dan abdi masyarakat terlebih tantangan semakin berat dan kompleks. "Saya melihat tahun 2020 akan semakin berat tantangannya bagi ASN karena begitu banyaknya masalah dan problematika pada tataran ASN agar dapat menjadi pelayanan masyarkat," katanya. Dengan begitu, lanjut Sekda Nasrun Umar, dia tak henti-hentinya dalam mengajak seluruh ASN untuk disipilin. "Saya ingin mengajak seluruh ASN di Pemprov Sumsel menegakan kedisiplinan itu sebagai modal awal kita Berkerja dengan sebaik, karena dengan disiplin semua persoalan dapat diselesaikan. Saya berharap disiplin sebagai modal kita untuk bekerja," tandasnya. Sidak Sekda dihari pertama masuk kerja pasca libur tahun baru pada Kamis, (2/1) diawali Biro Umum dan Perlengkapan, dilanjutkan ke Biro Humas dan Protokol, Biro Pemerintahan dan Otda. Biro Organisasi, Biro Hukum, Biro Kesra, Biro Perekonomian dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa dan semuanya di lingkungan Setda Pemprov. Sumsel. Adapun terkait dengan hasil sidaknya, Sekda H. Nasrun Umar tidak banyak berkomentar hannya saja dia menekankan terkait disiplin pegawai. MC Diskominfo Prov. Sumsel/FS