Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Gubernur Herman Deru Segera Bentuk Koordinator Non Eselon Dinas Pendidikan
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengajak Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumsel untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Sumsel. “Segera akan kita bentuk Koordinator Non Eselon Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel di Kabupaten dan Kota yang berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupten dan Kota” ujar Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat menerima audiensi pengurus PGRI Prov Sumsel Masa Bhakti Tahun 2019-2024 di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Selasa (28/01/2020) Jelasnya, Diskusi ini berharga bagi saya. Kita harus bahas bersama bagaimana cara kita agar kualitas dan kuantitas pendidikan di Sumsel ini dapat terbentuk dengan baik. “Untuk itu, saya ingin kita bersama-sama PGRI beserta Kepala sekolah di Sumsel untuk beraudiensi bersama Menteri Pendidikan dan Menteri PANRB," katanya Lanjutnya, sebagai langkah awal, bahkan saya telah menginstruksikan kepada OPD terkait untuk membentuk koordinator Dinas Pendidikan Prov Sumsel non esselon yang bertugas untuk berkoordinasi dengan Disdik kabupaten kota di Sumsel dalam upaya komunikasi untuk membentuk pendidikan yang berkualitas . "Ini kebutuhan, disini saya minta PGRI untuk aktif melibatkan diri membangun pendidikan di Sumsel. Jangan jadikan pendidikan jadi komoditas politik. Saya yakin dengan adanya Koordinator ini akan terbentuk juga kolaborasi yang baik," tegasnya. Ditambahkannya, guna percepatan pembangunan pendidikan di Sumsel. Herman Deru berharap dalam pertemuan-pertemuan selanjutnya, dirinya dan PGRI sudah harus fokus untuk mencarikan solusi terbaik dalam berbagai masalah dan hambatan terkait pendidikan yang diantaranya tentang kurikukum, tupoksi guru, serta pelayanan guru. Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Najib, Kadis Kominfo Prov Sumsel, H. Achmad Rizwan, SSTP, MM, Kepala BKD Prov Sumsel, Nora Elisya, SH., MM, Plt Kadisdik Prov Sumsel, Drs. H. Riza Fahlevi, MM., Karo Umum & Perlengkapan, M. Zaki Aslam, AP, M.Si. Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel
Sumsel
Herman Deru: Jadikan Temu Nasional Purna Praja STPDN Angkatan X Sebagai Ajang Promosi Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menerima audiensi panitia penyelenggara terkait dengan dipilihnya Sumsel sebagai tuan rumah penyelenggaraan Temu Nasional Purna Praja Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negeri (STPDN) Angkatan X Tahun 2020 di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Selasa (28/01/2020). Purna Praja STPDN Angkatan X adalah alumni STPDN dalam kurun waktu 1998-2002. Penyelenggaraan temu nasional keempat di Palembang telah ditentukan sebelumnya saat pelaksanaan temu nasional ketiga. Gubernur Herman Deru (HD) menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini di Sumsel tepatnya kota Palembang dan mengatakan bahwa Pemprov Sumsel akan mendukung pelaksanaan kegiatan ini agar berlangsung dengan baik. "Kepada Purna Praja STPDN Angkatan X yang bertugas di Sumsel layani teman-teman kalian dengan baik, dan berikan informasi seputar Sumsel, bahwa Sumsel adalah Provinsi yang menerima siapa saja yang akan berkunjung ke Sumsel," ujarnya. Selain itu, HD juga meminta agar Purna Praja STPDN Angkatan X yang bertugas di Palembang dapat berperan serta mempromosikan Sumsel di kancah nasional dan jadikan Temu Nasional Purna Praja STPDN Angkatan X sebagai ajang promosi Sumsel. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan pada tgl 20-23 Maret 2020. Dan dihadiri sekitar 600 orang dengan berbagai rangkaian kegiatan diantaranya: Event : Government Talk Show, Sriwijaya Night Fest, Angten Night Show dan kegiatan Tourism : Musi River Tour, Kemaro Love Island, Palembang Darussalam Heritage, Traditional Culinary and Souvenir, Sport And Recration Turut hadir Kadis Kominfo Prov Sumsel, H Achmad Rizwan, SSTP, MM, Kadis Budpar Prov Sumsel, Aufa Syahrizal, S.P, M.Sc., Kadishub Prov Sumsel, Nelson Firdaus., M.M., Kasatpol PP Prov Sumsel, M. Aris Saputra,S.Sos, M.Si, Plt Kadisdag Prov Sumsel, Drs. Iwan Gunawan Syaputra, M.Si, Plt Kadisdik Prov Sumsel, Drs. H. Riza Fahlevi, MM., Plt Karo Kesra, M. Iqbal Ali Syahbana, S.STP. Tim Media Dinas Kominfo Prov Sumsel
Sumsel
Peran DWP Sumsel Semakin Terdepan Dan Bermanfaat Bagi Masyarakat
Palembang, sumselprov.go.id - Dharma Wanita Persatuan Prov Sumsel Tahun 2019 menggelar Musyawarah Daerah (Musda) IV bertema "Optimalisasi Kinerja DWP Sebagai Mitra Strategis Untuk Suksesnya Pembangunan Nasional". Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Prov Sumsel sekaligus pembina DWP Prov Sumsel H Nasrun Umar didampingi Penasehat DWP Prov Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru dan Hj. Fauziah Mawardi Yahya di Griya Agung, Selasa (28/01/2020) Selaku pembina DWP Sumsel, Nasrun Umar mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. "Kami atas nama Pemprov, Gubernur, Wagub Sumsel mengucapkan selamat melaksanakan Musda DWP, diharapkan DWP semakin terdepan dalam mewujudkan perannya untuk memberdayakan dan mewujudkan peran perempuan serta bermanfaat bagi lingkungan kantor suami dan masyarakat," ucapnya. Selanjutnya, Nasrun berpesan agar konten dalam Musda dapat memberikan suatu rekomendasi solusi di setiap permasalahan yang ada dalam organisasi dan kegiatan sosial yang dihadapi dalam masyarakat. "Karena organisasi wanita, terutama DWP ini tidak harus berkutat dalam hal keberlangsungan organisasi tetapi juga harus mampu memberikan nilai tersendiri melalui bidang dan individu masing-masing anggotanya yang sesuai fitrahnya sebagai wanita," jelasnya. Nasrun, berharap agar dalam setiap penyelenggaraan organisasi ini, para anggotanya dapat menerapkan pola "learning by doing" yaitu belajar sambil dikerjakan. Dan berpartisipasi dalam mewujudkan Sumsel Maju Untuk Semua. "Dan dalam setiap waktu suatu organisasi memang perlu belajar sambil dikerjakan, dimana kita sambil melihat dan mengevaluasi apa yang belum dikerjakan dan sudah dikerjakan dan itu merupakan suatu mekanisme," tuturnya. Pada kesempatan itu. Ketua DWP Prov Sumsel, H. Renny Devi Nasrun mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan diantaranya untuk mensosialisasikan hasil Musda IV Nasional DWP Pusat, menetapkan program kerja rencana strategis tahunan, evaluasi kerja, memilih dan menetapkan Ketua DWP 2019-2024, serta menetapkan keputusan-keputusan lainnya. "Target setelah Musda ini yaitu pelaksanaan Musda Kabupaten dan Kota dan pelantikan ketua DWP se-Sumsel di kota Palembang. Mari kita jadikan Musda hari ini untuk saling bersilaturhmi, bertukar pikiran, dan memberikan saran pikiran demi kemajuan DWP," katanya. Di dalam kegiatan ini dilaksanakan rangkaian acara Sidang Paripurna 1-4 dan juga sidang komisi. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan pameran UMKM. Turut hadir Para Kepala OPD Prov Sumsel, Ketua DWP Kab/Kota di Sumsel, Ketua DWP OPD Prov Sumsel. Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel
Sumsel
KKP Bangun Komunikasi Terbuka Antara Pusat dan Daerah
Palembang, sumselprov.go.id-Menteri Kelautan dan Perikanan RI Dr. H. Edhy Prabowo mengajak seluruh Dinas Kelautan dan Perikanan se Indonesia yang hadir untuk menyatukan kesepakatan kedepan tentang kemajuan sektor kelautan dan perikanan. Menurutnya, satu hal yang utama yaitu jalur komunikasi terbukan antara KKP dengan Pemerintah daerah di Indonesia. Dengan begitu permasalahan yang dihadapi nelayan di berbagai daerah diseluruh Indonesia dapat segera diselesaikan. Hebatnya ide gagasan atau hebatnya teknologi kalau tanpa komunikasi tidak akan ada apa - apanya," ungkap Edhy Prabowo saat menghadiri penandatanganan MoU Dirjen Perikanan Tangkap, KKP, M. Zulficar Mochtar, S.T., M.SC., dengan BUMN dilanjutkan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang kebijakan perikanan tangkap secara nasional di Hotel Wyndham OPI, Jakabaring, Palembang, Senin (27/1/2020). Dalam ararannya Edhy Prabowo mengatakan, persoalan yang mendasar bagi nelayan tangkap hampir diseluruh wilayah di Indoensia adalah kurangnya Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. "Kita harus tau semua dan kita bongkar bersama apa masalahnya. Saya sangat berkomitmen, saya minta seluruh jajaran KKP serius menyelesaikan permasalahan ini," tegasnya Selain itu, dia mengarahkan seluruh Dirjen untuk menyelesaikan pelabuhan perikanan yang sempat mangkrak agar dilanjutkan kembali sampai selesai. "Total ada 538 pelabuhan yang sudah dibangun maupun akan dibangun namun masih banyak kekurangannya. Untuk itu KKP terus membukan diri seluas-luasnya bagi nelayan untuk menyampaikan aspirasi maupun kendala yang dihadapi," katanya. "Kita sedang membahas 29 peraturan yang ada di KKP untuk di revisi. Saya tidak mau populer, tetapi saya ingin rakyat khususnya nelayan bisa sejaterah dan tersenyum lebar," tambah Edhy. Hadir pada kegiatan tersebut tersebut Dirjen Perikanan Tangkap, M. Zulficar Mochtar, Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Dr. Ir. Aryo Hanggono, DEA., Gubernur Sumsel diwakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel Ir. Widada Sutrisna., A.Pi.,M.Si. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Herman Deru Camping Bersama Guna Meyakinkan Wisata Pagaralam Aman Dan Kondusif
Pagaralam, sumselprov.go.id - Akibat dari isu konflik antara harimau dan manusia beberapa bulan lalu berdampak pada menurunnya tingkat kunjungan wisata ke Kota Pagaralam. Serta berimbasnya terhadap turunnya daya beli masyarakat di usaha rumah makan, swalayan, pusat oleh-oleh dan industri lainnya. Untuk mengembalikan kepercayaan serta meyakinkan masyarakat, khususnya bagi para pengunjung wisata yang berkunjung dan mengembalikan tingkat kunjungan Wisata ke Kota Pagar Alam, Gubernur Sumsel, H. Herman Deru akan lakukan Kegiatan Camping Bersama di Pagaralam Dengan menggelar kegiatan camping bersama Gubernur Sumsel akan meyakinkan wisatawan bahwa bahwa Pagar Alam dan sekitarnya aman, kondusif dan layak menjadi tujuan wisata. Sebagai bentuk perhatian Gubernur Sumsel Herman Deru terhadap perkembangan wisata Sumsel, Gubernur Herman Deru (HD) akan menggelar kunjungan kerja ke Kota Pagaralam pada minggu pertama Februari 2020 mendatang. Herman Deru juga akan memastikan bahwa konflik ini hanya terjadi di kawasan hutan lindung bukan di kawasan wisata. Dijelaskan Gubernur Herman Deru melalui Kadis Budpar Prov Sumsel, Aufa Syahrizal saat Rakor (27/01/2020) dengan Walikota Pagar Alam bahwa Gubernur HD akan melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) di kawasan wisata Camping Ground Rizal Pelang Kenidai Kota Pagaralam pada tanggal 7 Februari mendatang. Pada kesempatan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Dapil VII, H Alfrenzi Panggarbesi mengatakan, bahwa potensi wisata di Pagaralam sangat menjadi perhatian Gubernur HD yg sangat ingin menjadi kawasan destinasi wisata andalan. Untuk itu harus ada konsentrasi untuk sektor pariwisata di Pagaralam. Pada saat yang sama. Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengucapkan terima kasih kepada Gubernur HD yg sangat memperhatikan wisata di Pagaralam. Bersama Pemprov Sumsel, Pemkot Pagar Alam berencana akan membangun kereta gantung dikawasan kebun teh Gunung Dempo, melaksanakan Kegiatan Besemah Ekstrem seperti marathon dan kegiatan sepeda yg bertarap internasional. Alpian juga berterima kasih kpd Gubernur HD yg telah mengakomodir delapan permintaan pembangunan Kota Pagaralam termasuk penyelesaian jalan Bandara Atung Bungsu. Tim Media Dinas Komindo Prov. Sumsel
Sumsel
KKP Gelontorkan Bantuan Kelautan dan Perikanan di Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id-Kementerian Kalautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menggelontorkan sejumlah bantuan kepada para petani ikan sektor daratan serta para pengusaha sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Sumatera Selatan. Bantuan itu diantaranya pinjaman modal usaha kelautan dan perikanan dengan total Rp. 4,3 Milyar kepada koperasi dan 8 kelompok usaha, bantuan alat penangkap ikan ramah lingkungan berupa rawai dasar 1.000 mata pancing dan bantuan premi asuransi nelayan untuk 1.424 orang meliputi perwakilan Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin, Lahat, Muaraenim dan Kota Palembang. Kemudian, bantuan permodalan dari Bank Mandiri, Bank BRI, Bank Sumsel Babel, bantuan 1 unit Excavator tahun anggaran 2020 kepada KUD Permata, bantuan calon induk Ikan Lele 40 paket dan Ikan Patin 70 paket, bantuan benih Ikan Lele 115 ribu ekor dan Patin 30 ribu ekor serta bantuan pakan ikan mandiri sebanyak 13,5 ton. Semua bantuan diserahkan langsung Menteri Kelautan dan Perikanan, Dr. H. Edhy Prabowo saat melakukan kunjungan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Perairan Darat Jakabaring dengan agenda peninjauan fasilitas TPI Perairan Darat, kemudian penyerahan bantuan pemerintah dan dialog dengan nelayan, pembudidaya ikan serta stakeholders kelautan dan perikanan di TPI Perairan Darat, samping Pasar Induk Jakabaring, Palembang, Senin (27/1/2020). Menteri Kelautan dan Perikanan, Dr. H. Edhy Prabowo saat menyampaikan arahannya kepada para petani dan kelompok usaha kelautan dan perikanan mengatakan, hal yang paling penting harus diciptakan adalah peluang usaha yang diberikan semudah-mudahnya kepada masyarakat. Kedepan dia mengharapkan tidak ada lagi perizinan tambak yang susah didapat. Termasuk perizinan kapal tangkapan ikan yang akan dipermudah. "Pesan saya, berusahalah semaksimal mungkin karena ini akan didukung pemerintah. Saya berharap apa yang hari ini kita bantukan, kita bagikan dapat bermanfaat bagi para petani sektor perikanan darat," ujar Edhy Prabowo. Pada sesi dialog, ada seorang Nelayan tangkap asal Sungsang, Kabupaten Banyuasin yang menanyakan terkait hambatan yang dihadapi nelayan sungsang saat melaut yaitu permohonan mempermudah pengurusan perizinan dan permasalah bahan bakar BBM yang harganya tinggi. Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo bahwa terkait masalah Sungsang sudah menjadi prioritas KKP kedepan. "Termasuk permasalahan jalan, bahwa pemerintah Provinsi Sumsel yang akan menggulirkan dana perbaikan jalan menuju Sungsang. Kemudian masalah BBM subsidi untuk nelayan sedang di data tentang berapa besaran BBM yang harus di subsidi pemerintah untuk ini," kata Edhy. Menurut Edhy Prabowo wilayah Sungsang di Kabupaten Banyuasin menjadi Tempat Pendaratan Ikan (TPI) strategis karena memiliki potensi yang besar. Langkah ini diharapkan menopang industri perikanan lebih baik lagi di masa mendatang. "Potensi ikannya bisa 700 ribu ton per tahun, jika 50 ribu ton saja yang masuk ke Sumsel maka suplai aman," tutupnya. Hadir juga pada kunjungan tersebut Dirjen Perikanan Budidaya (DJPB), Slamet Soebjakto, Dirjen Perikanan Tangkap, M. Zulficar Mochtar, Gubernur Sumsel diwakili Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Ir. Yohannes H. Toruan, M.Sc., Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Kartika Sandra Desi, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel Ir. Widada Sutrisna., A.Pi.,M.Si. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
MY : Akreditasi A Bintang Lima, RSMH Tingkatkan Layanan Kesehatan Pasien
Palembang, sumselprov.go.id-Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya menyampaikan harapannya kepada seluruh Rumah Sakit yang ada di Sumsel agar terus melalukan pembinaan kepada seluruh jajaranya dalam menjalin komunikasi yang baik antara pelayan kesehatan dengan masyarakat yang menjadi pasien. Menurutnya, menjalin komunikasi yang baik antara pelayan kesehatan dengan pasien menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi tingkat kepuasan terhadap pelayanan suatu rumah sakit. "Saya sampaikan disini bahwa masih banyak sekali laporan dan keluhan dari masyarakat terkait pelayanan kesehatan yang disampaikan langsung baik kepada Gubernur maupun Wakil Gubernur Sumsel. Harapan saya semua rumah sakit tidak henti-hentinya melakukan membina kepada seluruh jajarannya, termasuk pembinaan tata bahasa kepada pasien," ungkap Mawardi Yahya. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-63 Rumah Sakit Mohammad Huesin di Aula Gedung Utama lantai I RSUP Dr. Mohammad Hoesin palembang, Senin (27/1/2020). Dikesempatan itu, H. Mawardi Yahya juga menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih RSHM Palembang karena sudah berhasil mendapatkan akreditasi dengan predikat bintang lima. Ditegaskannya, termasuk RSMH Palembanh, seluruh jajarannya harus mampu berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat yang menjadi pasien, seperti dalam memberikan pemahaman terhadap prosedur pelayanan kesehatan yang ada. "Tidak dapat dipungkiri, terkadang ada pasien yang datang dari desa dan kurang memahami prosedur pelayanan kesehatan rumah sakit. Untuk itu pelayan kesehatan harus mampu berkomunikasi dengan baik memberikan pengertian dan penjelasan yang baik pula," ujarnya. Sementara itu, Direktur Utama RSMH Palembang, Dr. Mohammad Syahril, SP.P., MPH., mengatakan, HUT RSMH Palembang ini sebenarnya jatuh pada tanggal 23 Januari lalu. Namun, puncak peringatannya baru bisa dilaksanakan hari ini. "Saya laporkan kepada bapak Wakil Gubernur bahwa RSMH pada akhir tahun 2019 kemarin sudah terakreditasi A dengan presikat Bintang Lima," ungkapnya. Lanjut dia mengatakan, RSMH memberikan pelayanan kesehatan tidak hanya kepada pasien dari wilayah Sumsel saja melainkan juga melayani kesehatan pasien dari luar Provinsi Sumael sebagai rumah sakit rujukan wilayah Sumatra. "RSMH Palembang ini salah satunya sudah menjadi pusat pengobatan jantung terpadu sebagai rumah sakit rujukan nasional wilayah Sumatra," ujarnya. Dalam kesempatan itu juga dilakukan peresmian pelayanan tercanggih yang ada di RSMH Palembang salah satunya Liner Accelerator, terapi radiasi eksternal untuk penyakit kanker. Kemudian dilakukan juga penandatanganan kerjasama antara RSMH Palembang dengan 4 rumah sakit besar lainnya diwilayah Sumatra, diantaranya RSUD Ir. Soekarno Bangka Belitung, dan RSUD M. Yunus Bengkulu. Hadir pada puncak peringatan HUT RSMH Palembang, Direktur Utama RSMH Palembang, Dr. Mohammad Syahril, SP.P., MPH., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Dra. Lesty Nurainy, Apt, M.Kes., dan Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, H. Yustianus, serta perwakilan Darma Wanita Persatuan Provinsi Sumatera Selatan. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Sumsel Dijadikan Sebagai Pusat Model Pengembangan Perikanan Tingkat Internasional
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumsel H Herman Deru mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo, S.E., M.M., M.B.A. menghadiri acara Hari Peduli Perikanan Darat sekaligus Peresmian Gedung SEAFDEC dan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Palembang Tahun 2020 di Halaman Gedung SEAFDEC dan BRPPUPP, Senin, (27/01/2020). Edhy mengatakan peresmian SEAFDEC ini akan mempererat kerjasama antar negara di Asia Tenggara dan juga negara lainnya untuk saling bahu membahu menjaga keberlangsungan perikanan di wilayah perairan darat dan umum dan untuk Indonesia dipusatkan di Sumsel. "Ada 228 spesies jenis ikan ditemukan, tinggal bagaimana kita untuk menperkuat dan mendorong agar hal ini dapat dikembangkan. Untuk itu kita punya banyak research dan saya harap hasil research ini akan menghasilkan, dapat diterapkan dan dapat bermanfaat dalam hal pembudidayaan," ujarnya. Dikatakan Edhy, bahwa tantangan yang sedang dihadapi saat ini adalah menjaga kearifan lokal dalam hal keberagaman jenis ikan perairan darat dan umum dengan cara budidaya. "Terima kasih atas semangat pengelola SEAFDEC, jadikan SEAFDEC sebagai tempat bertemu masyarakat yang ada di sekitar wilayah ini, dan disini sediakan juga informasi dan edukasi tentang KUR bagi masyarakat pebudidaya. Dan nanti kita adakan pendampingan," tuturnya. Selanjutnya, Ia juga mengajak seluruh aparat penegak hukum, Kepolisian, Kejaksaaan, Pengamanan, TNI AL, Kejagung apabila terdapat para nelayan melakukan kesalahan harap dilakukan pembinaan terlebih dahulu sebagai tindakan utama. Menurutnya hal ini adalah hal yang telah disepakati bersama Presiden yaitu untuk membangun komunikasi bersama masyarakat. Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan masyarakat Sumsel yang memiliki kebiasaan untuk mengkonsumsi ikan, sehingga perkembangbiakannya ada jenis yang dapat tumbuh, berkembang biak. Dan ada yang tidak berkembang. Oleh karena itu Ia sangat menyambut baik upaya untuk mengawetkan berbagai jenis ikan yang dikemas sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai sarana edukasi bagi generasi penerus kedepannya. "Selamat atas peresmian gedung ini, Pemprov Sumsel tentu mendukung hal ini dengan memberikan lahan dan tentu selanjutnya gedung ini jangan hanya indah dimata tapi diharapkan juga bisa menjadi tempat edukasi bagi masyarakat khususnya nelayan," katanya. Pusat Pengembangan Southeast Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC) Perikanan Asia Tenggara adalah badan antar pemerintah otonom yang dibentuk sebagai organisasi perjanjian regional untuk mengembangkan potensi perikanan di wilayah tersebut melalui pelatihan, penelitian dan layanan informasi untuk meningkatkan pasokan makanan dengan pemanfaatan rasional dan pengembangan sumber daya perikanan. Indonesia salah satu anggota SEAFDEC, dengan Palembang memiliki SDA yang sangat baik untuk dijadikan sebagai pusat untuk menguatkan model pengembangan perikanan perairan darat dan umum dalam tingkat internasional. SEAFDEC di Sumsel juga berada di 3 lokasi lainnya yaitu di Patra Tani Muara Enim, Mariana, dan di Keramasan sebagai training center. Dalam kesempatan ini, juga dilakukan diskusi bersama antara Menteri KP dan Gubernur Sumsel bersama para peneliti, dan pelaku kegiatan budidaya perikanan. Turut hadir Wakil Ketua DPRD, Kartika Sandra Desi, Walikota Palembang, Harnojoyo, Asisten II Bidang Ekonomi & Pembangunan, Yohanes H Toruan dan Para Kepala OPD Prov Sumsel. Tim Media Dinas Kominfo Prov Sumsel
Sumsel
Inspektorat Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Bagi Pegawai Inspektorat Provinsi, Kabupaten Dan Kota
Palembang, sumselprov.go.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Inspektorat Daerah Provinsi Sumatera Selatan gelar Workshop yang merupakan kegiatan pembekalan teknis bagi Aparatur Sipil Negara di lingkungan Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan. Pagelaran workshop ini diadakan guna Peningkatan Kompetensi Pengawasan Pegawai di Lingkungan Inspektorat Daerah Provinsi Sumatera Selatan di Gedung Perwakilan BPKP Provinsi Sumsel, Senin (27/01/2020) Workshop dibuka oleh Kepala Perwakilan BPKP Prov. Sumsel Gilbert A.H. Hutapea dan diikuti perwakilan Inspektorat Kabupaten/Kota Se Sumatera Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 angkatan, Angkatan I dilaksanakan Tgl. 27-29 Januari 2020 dan Angkatan II Tgl. 03-05 Februari 2020. Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru yang diwakili oleh Inspektur Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Irawan kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah. Inspektorat harus mampu mengawal penyelenggaraan pemerintahan daerah menjadi lebih akuntabel lebih transparan dan terbebas dari sangsi administratif maupun pidana. "Kedepan kita harus berperan sebagai konsultan dan problem solver bagi pemerintah daerah. Sebelum saya akhiri Sambutan ini, Kami ucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada perwakilan BPKP Prov. SS yang telah bekerjasama dengan Inspektorat Prov. SS atas terselenggaranya workshop ini" tutup Bambang. Tim Media Dinas Kominfo Prov Sumsel