Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Gubernur Sumsel Targetkan Muara Belida Jadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Benih
Muaraenim, sumselprov.go.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera mengaktifkan kembali tempat pembudidayaan ikan dan udang air tawar yang berada di Desa Patra Tani, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Nantinya, tempat pengembangbiakan ikan dan udang air tawar seluas 14,6 Ha itu akan disulap menjadi pusat penelitian, pengembangan bibit dan benih, pembesaran dan pemasaran terbesar di Sumatera Selatan. Hal tersebut disampaikan langsung Gubernur Sumsel H. Herman Deru sata Melakukan peninjauan lahan ATP3 (Eks Pusat Riset Perikanan dan Pembibitan Udang) yang dihibahkan Kementerian Riset dan Teknologi RI ke Pemprov. Sumsel seluas 14,6 Ha di Desa Patra Tani, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muaraenim, Selasa (11/2/2020). "Kita punya citra sebagai daerah penghasil ikan di perairan umum. Karenanya, tempat ini akan menjadi lokasi penelitian, pengembangan bibit dan benih ikan, pembesaran, dan pemasaran hasil produksi ikan dan udang air tawar," kata Herman Deru. Ia menegaskan, mulai minggu depan semua OPD terkait bersama dinas terkait di kabupaten/kota harus segera action atau bekerja untuk mewujudkan rencana tersebut. Mulai dari pembersihan 40 kolam yang sudah ada di tempat pengembangbiakan ikan dan udang tersebut, perbaikan sarana dan prasarana seperti rumah riset, gedung penelitian petani, gedung pembenihan. Termasuk dengan infrastruktur akses jalan menuju ke lokasi tersebut. "Saya tidak hanya ingin ini sebagai MoU saja, tidak sebatas pembahasan dan rencana-rencana saja. Melainkan ada action setelah ini. 2020 ini sudah harus ada action, dan 2021 sudah ada yang dihasilkan dari tempat ini, baik itu pembibitan, pembenihan ataupun pengembangan benih dan bibit ikan dan udang yang akan di hasilkan," jelasnya. Herman Deru menjelaskan, meski belum membicarakan target tonase hasil produksi ikan dan udang dari tempat itu nantinya namun pihaknya berharap kesejahteraan masyarakat akan terdorong dengan ini. Dia menilai pusat penelitian, pengembangan bibit dan benih, pembesaran dan pemasaran tersebut sangat penting. Sama halnya dengan pusat pembibitan dan pengembangan benih ikan air laut di Kawasan Sungsang, Banyuasin, Sumsel. Diakui Herman Deru, untuk jenis ikan air tawar di Sumsel sendiri ada sekitar 200 spesies. "Khusus di tempat ini saya tidak menargetkan harus ikan ini atau itu. Terserah mau itu udang, bandeng, belido, lele, ataupun ikan sepat. Yang jelas, saya ingin ikan yang dikembangkan disini adalah ikan khas Sumsel. Utamakan spesies lokal dulu," ujarnya Lanjut dia mengatakan, Rencananya akan mengembangkan ikan yang saat ini kondisinya hampir punah. Seperti Ikan Tengkleso (Ikan Arwana) yang selama ini hanya ditemukan di akuarium sebagai pajangan. "Di area sini (Sungai Muara Belido) dulu banyak ditemukan Ikan Tengkleso, bahkan dimakan oleh masyarakat. Tapi sekarang sudah hampir langka dan hanya ditemukan di akuarium. Kita harapkan nanti ini bisa dipelajari lagi untuk kembali dikembangbiakan," ucapnya. Untuk itu pula, sebagai upaya mendukung rencana tersebut, Herman Deru memerintahkan dinas terkait seperti Dinas PSDA (pengelolaan sumber daya air) Sumsel untuk mengirimkan eksavator sehingga bisa segera melakukan pembersihan dikolam yang sudah ditutupi rawa. Selain itu juga Herman Deru juga memerintahkan agar Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang agar memperbaiki akses jalan ke lokasi. Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumsel, Ekowati Retnaningsih mengatakan, pada 2017 lalu aset tempat pengembangbiakan ikan dan udang air tawar ini diserahterimakan. Namun memang sejak saat itu, belum pernah ditinjau dan dikunjungi. "Sesuai dengan intruksi Gubernur Sumsel, kita akan wujudkan tempat ini sebagai pusat transfer teknologi pembudidaya ikan air sungai. Aset disini ada 14,6 hektar. Ada 40 kolam dimana sebagian sudag dibeton dan sebagian lagi masih tanah," kata dia. Ada banyak sarana dan prasarana di lokasi tersebut mulai sari rumah pelatihan petani, rumah riset, hingga gedung pembibitan. "Namun kondisinya memprihatinkan. Bahkan rumah riset juga kondisinya sudah tidak layak lagi. Namun memang saat kunjungan Southeast Asian Fisheries Development Centre (SEAFDEC) dan Menteri Kelautan dan Perikanan beberapa waktu lalu, kita segera menyusun roadmap terkait pengembangan ini," tandasnya. Pada kunjungannya ke tempat pembudidayaan ikan dan udang air tawar tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Kepala Balitbangda Provinsi Sumsel, Dr. Ekowati Retnaningsih, SKM., M. Kes., Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumsel H. Ahmad Rizwan, S. STP, MM., Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, H. Darma Budhy, SH.,ST.,MT., dan Kasat Pol PP Provinsi Sumsel M. Aris Saputra, S.Sos, M.Si. Hadir juga Kepala Balitbangda Kabupaten Muaraenim, M. Tarmizi Ismail, SE. M.Si dan Camat Muara Belida, Budi Purwanto, SE. M.Si. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Herman Deru: Pemprov Sumsel Bersama Lanud Dibutuhkan Sinergi Terkait Operasional Dan Pelayanan Bandara
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan, perlu adanya sinergi antara Pemprov Sumsel dengan Lanud terkait operasional maupun pelayanan bandara guna kepentingan masyarakat. "Saya ucapkan terima kasih, karena ini penting tentang persoalan-persoalan terkait operasional Bandara dan pelayanan masyarakat yang pelaksanaannya membutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak," ujar Gubernur Sumsel H. Herman Deru pada saat menerima audiensi Komandan Pangkalan TNI AU Sri Mulyono Herlambang, Firman Wirayuda, S.T., M.Soc.Sc. Kunjungan tersebut dalam rangka mempererat tali silaturahmi, serta jalinan komunikasi antara pejabat Muspida Prov Sumsel dan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) di Griya Agung, Selasa (11/02/2020. Pada kesempatan itu, dilakukan pembahasan terkait operasional bandara dan juga pelayanannya ke masyarakat. Menurut Herman Deru, hal ini penting karena bandara semakin hari semakin mengalami peningkatan dan bersifat fluktuatif dalam hal kedatangan maupun keberangkatan. Terkait hal tersebut, Herman Deru (HD) menegaskan, pengelolaan aset yang terkait operasional Bandara baik itu milik Lanud SMH, maupun milik Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II haruslah dapat dikelola dan bermanfaat dengan baik. "Aset yang begitu luas, harus dilakukan pengelolaan serta dapat termanfaat dengan baik terutama untuk masyarakat dan juga ini demi kepentingan negara. Diperlukan koordinasi, komunikasi dan kerjasama antar pihak terkait sehinngga apapun itu tidak terbengkalai," ujarnya. Oleh sebab itu, HD mengatakan agar untuk apapun setiap permasalahan yang mungkin ditemui di lapangan, harus segera didiskusikan bersama. Sehingga ditemukan solusi terbaik demi kepentingan bangsa dengan langkah tepat dan berorientasi pada pembangunan. Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI AU Sri Mulyono Herlambang, Firman Wirayuda, S.T., M.Soc.Sc., mengatakan, penjagaan aset memang perlu dilakukan dan harus sesuai aturan serta demi kepentingan bersama. Apabila ditemui hambatan maka segera didiskusikan antar pihak terkait agar menghasilkan solusi terbaik dan tidak berlarut. Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs. Akhmad Najib, S.H., M.Hum., Kadis Kominfo Prov Sumsel, H Achmad Rizwan, SSTP, MM, Plt Kepala Kesbangpol Prov Sumsel H. Bakhnir Rasyid, SH,MM, M.Si. Plt. Kadis PUBMTR Prov Sumsel, H. Darma Budhy, SH.,ST.,MT., dan Karo Umum dan Perlengkapan M.Zaki Aslam, AP, M.Si. Tim Media Dinas Kominfo Prov Sumsel
Sumsel
Sumsel Persiapkan Diri Tuan Rumah FIFA World Cup U-20 Tahun 2021
Palembang, sumselprov.go.id – Provinsi Sumatera Selatan persiapkan diri sebagai Tuan Rumah FIFA World Cup U-20 Tahun 2021 Guna memastikan Sumsel Siap dan layak menjadi Tuan Rumah, besok Selasa 11 Februari 2020 akan dilaksanakan Inspeksi Gubernur Sumsel H Herman Deru bersama Ketua Umum PSSI Komjen. Pol.Dr.Drs. H. Mochamad Irawan, SH, MM, MH, Wakil Ketua Umum PSSI, Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI mengenai Pelaksanaan FIFA World Cup U-20 Tahun 2021. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan kesiapan untuk menjadi tuan rumah. Sebagai bukti keseriusan Gubernur Sumsel H Herman Deru telah menandatangani agreement untuk Host City bersama PSSI di Griya Agung 27 Agustus 2019 yang lalu. Bahkan untuk fasilitas di Jakabaring Sport City (JSC) telah tersedia, termasuk fasilitas pendukung. Apalagi FIFA dalam menunjuk tuan rumah setiap event resmi disebut memiliki checklist kesiapan tuan rumah. Apakah itu soal infrastruktur utama (stadion utama), insfratruktur pendukung, jalur transportasi yang terkoneksi, moda transportasi, hotel, bandara, rumah sakit, jarak dan waktu dari venue ke bandara, hotel atau rumah sakit. Dan JSC masuk dalam semua kriteria tersebut. Untuk lokasi Stadion Utama berada di komplek Jakabaring Sport City. Semua dilengkapi 4 lapangan latihan yang berjarak sekitar 250 meter dari stadion utama. Selain itu, ada satu stadion pendamping di kawasan dan dapat dijadikan pusat latihan, yaitu Stadion Bumi Sriwijaya yang berjarak 4 kilometer dari stadion Jakabaring. Bahkan ada juga 8 tower wisma atlet. Selain itu yang tak kalah pentingnya Sumsel memiliki SDM yang telah berpengalaman dan beberapa kali menyelenggarakan event Internasional. Semoga Sumsel kembali dikenal dimata Dunia dengan menjadi salah satu Tuan Rumah FIFA World Cup U-20 Tahun 2021 Tim Media Dinas Kominfo Prov Sumsel
Sumsel
Gubernur Sumsel Berpesan Jalani Kompetisi Ajang Putri Indonesia Dengan Baik
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumsel H. Herman Deru dukung dan berpesan kepada Putri Sumsel jangan terlalu berekspektasi tertentu, tapi jalani saja kompetisi ajang Putri Indonesia dengan baik. Dukungan dan pesan tersebut diucapkan oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru pada saat menerima audiensi Putri Sumsel utusan Sumatera Selatan Widya Ayu Pratami yang akan mengikuti ajang Putri Indonesia dalam rangka silaturahmi dan mohon dukungan dari Gubernur Sumsel dan Pemprov Sumsel di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Senin (10/02/2020). “Sebab sudah terpilih sebagai utusan Sumsel saja itu sudah suatu kebanggaan buat masyarakat Sumsel," ujarnya kepada Widya. Dalam kesempatan itu, Herman Deru mengatakan bahwa dirinya adalah salah satu orang yang sering menyaksikan acara Putri Indonesia di Televisi. "Saya suka mengikuti tayangan Putri Indonesia di Televisi. Dimana yang saya lihat dan nilai bahwa rata-rata peserta yang lolos memiliki ilmu pengetahuan umum yang luas dan tentu didukung dengan kemampuan berbahasa yang memang jadi modal utama,"ungkapnya. Oleh sebab itu, Herman Deru mengucapkan selamat kepada Widya dan berpesan akan tiga hal yaitu agar Widya dapat memiliki pengetahuan umum yang luas, cerdas dalam managemen ekspresi, dan dapat menjalani proses karantina dan kompetisi dengan lapang dada. "Yang paling penting pengetahuan umum. Namun Ketiga hal ini yang sering membuat kita terbebani, jangan terlalu berekspektasi tertentu, tapi jalani saja dengan baik. Karena sudah terpilih sebagai utusan Sumsel saja itu sudah suatu kebanggaan buat masyarakat Sumsel," sarannya kepada Widya. Sementara itu, Kadis Budpar Prov Sumsel, Aufa Syahrizal, S.P, M.Sc Aufa mengatakan bahwa dalam audiensi ini Widya juga mohon dukungan bagi masyarakat Sumsel dimanapun berada. "Kalau dari penampilan kita optimatis bahwa Widya ini finalis berkualitas namun tentu untuk menjadi juara perlu dukungan. Kita berharap semua lancar," kata Aufa. Aufa menargetkan bahwa Widya minimal bisa berada dalam 3 besar. "Karena sudah masuk karantina maka semua adalah putri-putri terbaik. Dan Widya dengan fisik, knowledge, dan sudah pernah jadi putri pariwisata. Tentu ini membuat dia lebih percaya diri," tambahnya. Widya sendiri dijadwalkan akan mulai memasuki karantina tgl 19 Februari 2020 s.d. 6 Maret 2020. Jadwal tersebut dibagi menjadi masa pra karantina seminggu, kemudian dilanjutkan dengan masa karantina. Turut hadir Kadis Kominfo Prov Sumsel, H Achmad Rizwan, SSTP, MM. Tim Media Dinas Kominfo Prov Sumsel
Sumsel
Walau Berganti Pimpinan, HD Minta BPKP Sumsel Tetap Jalin Kerjasama
Palembang, sumselprov.go.id-Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan rasa terima kasih atas kerjasama yang dijalin selama ini kepada Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumsel, Gillbert A.H. Hutapea yang akan perpindahan tugas ke BPKP Pusat. Walaupun adanya pergantian pimpinan, Herman Deru mengharapkan agar kerjasama antara Pemerintah Provinsi Sumsel dengan BPKP Sumsel tetap terjalin dengan baik khususnya dalam pengawasan keuangan dan pembangunan di Sumsel. "Saya terima kasih atas kerja sama selama ini dalam satu tahun lebih belakangan, selama saya menjadi kepala daerah, Gubernur Sumatera Selatan," ungkap Herman Deru saat menerima audiensi Kepala BPKP Provinsi Sumsel Gilbert A.H Hutapea bersama jajaranya di ruang tamu Gubernur Sumsel, Senin (10/2/2020). Dia berharap juga agar silaturahmi yang salama ini terjalin tetap terus terjaga. Begitu juga diharapkannya kepada Kepala BPKP Sumsel yang baru nanti agar kerjasama dan silaturahmi yang telah berjalan baik ini tetap dilanjutkan. "Mudah-mudahan tetap terjaga silturahmi kita. Walaupun sudah pindah tugas ke Jakarta, silaturahmi kita jangan putus," ujar Deru. Sementara itu, Kepala BPKP Provinsi Sumsel Gilbert A.H. Hutapea mengatakan, sengaja bertemu langsung dengan Gubernur Herman Deru selain menyampaikan pra tugasnya ke BPKP Pusat, juga sekaligus melaporkan tentang penggantinya nanti yaitu Tri Handoyo yang pernah menjabat Kepala BPKP Gorontalo dan Kepala Pusinfowas BPKP Pusat. "Pertemuan ini dalam rangka pra tugas saya ke pusat. Tentu saya lapor kepada pak gubernur selaku kepala daerah bahkan sebagai wakil pemerintah pusat dan perlu saya lapor kepada beliau," katanya. Gilbert A.H. Hutapea menyampaikan bahwa telah bertugas di BPKP Sumsel selama dua setengah tahun. Di audiensi itu, dia mengharapkan Gubernur Sumsel Herman Deru dapat melakukan pengukuhan penggantinya nanti yang direncanakan tanggal 19 Februari mendatang. "Pengganti saya bapak Tri Handoyo yang pernah menjabat Kepala BPKP Gorontalo dan Kepala Pusinfowas BPKP Pusat. Beliau ini partner Kepala BPKP Pusat dalam menganalisis sesuatu. Luar biasa sekali orangnya, bagus," ujarnya. "Untuk kepastian waktu pengukuhan nanti, akan menyesuaikan dengan agenda kegiatan bapak Gubernur," tambahnya. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
TP PKK Sumsel: Talang Kepuh Kampung Percontohan Untuk Meningkatakan Kreativitas Masyarakat
Palembang, sumselprov.go.id - Ketua TP PKK Prov Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru (Hj. Feby) didampingi Wakil Ketua TP PKK Prov Sumsel, Hj. Fauziah Mawardi, memberikan bantuan untu posyandu dan Paud. Bantuan untuk posyandu diantaranya, timbangan, pengukur tinggi badan, keranda, kain kafan, dan bibit tanaman. Berbagai bantuan yang menunjang penyelenggaraan program PKK di Kampung Talang Kepuh RT 18 Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus, Senin (10/02/2020). Pemberian bantuan tersebut dilakukan guna mewujudkan Kampung Talang Kepuh, menjadi kelurahan percontohan 10 Program Pokok PKK Provinsi Sumsel dan akan dibuka secara resmi Dalam kesempatan itu, Feby mengajak semua masyarakat berpartisipasi didukung TP PKK Provinsi, Kota, Kecamatan, dan Kelurahan untuk mewujudkan Kelurahan Talang Kepuh untuk menjadi kampung percontohan. "Tingkatkan kreativitas masyarakat dengan memanfaatkan SDA yang ada di kelurahan ini. Harapan saya ini bisa berlanjut ke anak cucu," katanya. Progres pembentukan Talang Kepuh menjadi percontohan program PKK, diantaranya dengan melakukan pelatihan kader bina keluarga balita, pembuatan pupuk organik dan sampah rumah tangga, cara pembibitan cabe, pembuatan kerupuk, pembuatan pempek kapal selam, dan telah dilakukan rapat sosialisasi pola asuh anak remaja, sosialisasi IVA, peninjauan paud, posyandu, kelompok UP2K, dan pemberian bantuan dari PKK Prov Sumsel. "Sudah empat bulan kita sama-sama mewujudkan dan memperkenalkan ke masyarakat luar Kota Palembang, ada Kecamatan Gandus yang sedang berproses untuk dijadikan sebagai kelurahan percontohan di Sumsel," ujarnya. Dijelaskan Feby, terpilihnya Kec Gandus Kel Talang Kepuh dilakukan dalam upaya pemerataan pembangunan di semua daerah di Sumsel. Setelah daerah ini berhasil menjadi percontohan, hal yang serupa juga akan dilakukan pada daerah-daerah sekitarnya. "Harapan kami ke Pak Camat Pak Lurah serta masyarakat tolong dirawat bantuan yang telah diberi, harus didukung karang taruna dan masyarakat yang sudah diberikan pelatihan. Juga tumbuhkan sikap gotong royong," tuturnya. Setelah acara berlangsung, juga dilakukan penanaman pohon oleh Ketua TP PKK Prov Sumsel Feby Deru dan Wakilnya Fauziah Mawardi. Dilanjutkan dengan peninjauan posyandu dan hasil UMKM masyarakat sekitar. Tim Media Dinas Kominfo Prov Sumsel
Sumsel
Festival Seni Budaya Islam 2020, Dorong Generasi Penerus Beriman dan Berakhlak Baik
Palembang, sumselprov.go.id-Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM yang juga menjabat Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, H. Reza Fahlevi resmi membuka kegiatan Festival Seni Budaya Islam 2020 diselenggarakan SMAN 1 Palembang di Lapangan Sepak Bola SMAN 1 Palembang, Senin (10/2/2020). Dikesempatan itu, H. Reza Fahlevi mengatakan, Islam masuk ke Indonesia melalui seni dan budaya. Begitupun syiar agama islam bisa dilakukan melalui seni dan budaya. Untuk itu, di era milenial sekarang ini dia mengajak untuk terus menegakkan akhlak yang semakin hari tantangannya semakin tidak ringan, agar dapat selamat dari pengaruh degradasi moral yang mengancam di era modern ini. "Saya mengingatkan agar para siswa waspada untuk tidak terpengaruh dari faham radikalisme dan terorisme yang bertentangan dengan ajaran islam. Sebaliknya, siswa harus dapat menunjukkan sikap yang santun dan ramah atau akhlakul karimah seperti yang diajarkan dalam islam," imbuhnya Lanjut Reza Fahlevi, dengan adanya festival seni budaya islam ini, diharapkan dapat membangun semangat untuk melestarikan nilai-nilai kesenian lokal, utamanya bagi generasi muda Sumsel dan juga untuk syiar Islam serta mampu menjadi benteng dan perisai terhadap pengaruh budaya barat yang dikhawatirkan dapat mendegradasi orientasi di masyarakat. "Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesenian lokal menjadi daya dorong generasi bangsa yang beriman dan berakhlak baik," ujar Reza Fahlevi. Mewakili Gubernur Sumsel, Reza Fahlevi juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh panitia atas diselenggarakannya serangkaian kegiatan festival seni budaya islam yang menampilkan pentas seni, karena selain dapat menghadirkan kembali semangat berkesenian, berkebudayaan dan membangun karakter anak-anak dan generasi muda yang Islami. "Inilah karya dan pemikiran yang selalu dinantikan bapak Gubernur Sumsel dalam membangun daerah ini. karena pada dasarnya pendidikan bukan hanya tugas para pendidik dan sekolah saja, tetapi juga tugas kita bersama untuk menciptakan lingkungan yang layak bagi tumbuh kembang anak," tutupnya. Hadir pada pembukaan Festival Seni Budaya Islam 2020 itu Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, H. Achmad Rizwan, S.STP., MM., Kepala Sekolah SMAN 1 Palembang, Nasrul, S.Pd., MM., dan Penceramah Ustad Habib Ali Zainal Abidin Almadihij. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Pemprov Sumsel Tanggulangi Konflik Manusia dan Satwa Liar
Palembang, sumselprov.go.id- sebagai bentuk komitmen dalam menanggulangi konflik antara manusia dengan satwa liar di beberapa wilayah kabupaten/kota di Sumatera Selatan, Pemprov Sumsel pun menggelar “Lokakarya Penanggulangan Konflik Manusia dan Satwa Liar" di Hotel ALTS Palembang, Senin (10/2/2020). Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Sumsel H. Akhmad Najib membuka lokakarya yang digelar pada 10-11 Februari 2020 tersebut. Pada kesempatan itu, Najib mengajak agar seluruh pihak termasuk masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan guna menghindari konflik antara manusia dan satwa liar. Dia juga menegaskan, jika konflik yang timbul beberapa waktu lalu diakibatkan karena rusaknya habitat satwa liar yang dilakuna oleh ulah tangan jahil manusia seperti alih fungsi lahan, ilegal logging, serta ada perburuan yang menyebabkan putusnya rantai makanan. Konflik antara manusia dan satwa liar yang terjadi tentu berdampak luas. Salah satunya yakni turunnya perekonomian suatu daerah yang mengalami konflik tersebut. "Satwa liar ini punya karakteristik tersendiri dalam aktifitasnya. Karena satwa ini langkah tentu populasinya harus dijaga dan dikembangkan. Oleh sebab itu pak gubernur mengajak kita membentuk tim Satgas penanggulangan konflik manusia dan satwa liar ini. Salah satunya yakni bagaimana cara kita meningkatkan kepercayaan masyarakat jika sebuah kawasan aman dan tidak terjadi konflik tersebut," kata Najib. Sementara itu, Ketua Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Genman Suhefti Hasibuan mengatakan, terjadinya konflik antara manusia dan Harimau Sumatra yang telah terdegradasi beberapa waktu lalu di Sumsel, salah satunya diakibatkan alih fungsi hutan ataupun adanya perambahan liar dan perburuan hewan. "Untuk itu, kegiatan ini sebagai bentuk komitmen kita dalam menanggulangi konflik antara manusia dan satwa liar di beberapa daerah di Sumatera Selatan," ujarnya. Pada kegiatan Lokakarya itu, dilakukan juga penandatanganan komitmen para pihak untuk berkolaborasi dalam penanggulangan konflik manusia dan satwa liar di Provinsi Sumsel. Nampak hadir pada acara tersebut Pangdam II Sriwijaya diwakili Staf Intel, Letkol. Herizon, Kapolda Sumsel diwakili Direskrimsus, Kombes. Pol. H. Anton Setiyawan, Wakil Bupati Musi Banyuasin, H. Beni Hernedi serta Direktur Kemitraan Pengelolaan Landscape Sembilang Dangku, Prof. Damayanti Buchori. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Presiden Jokowi Berikan Arahan Guna Antisipasi Terjadinya Karhutlah
Jakarta, sumselprov.go.id – Untuk mengantisipasi terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) seperti yang terjadi di Tahun 2019 yang lalu, Presiden Republik Indonesia Jokowi memeberikan beberapa arahan. Arahan tersebut diutarakan Presiden Joko Widodo pada acara Rakornas Pengendalian Kebakaran Hutan Dan Lahan di Jakarta 06 Februari 2020 yang lalu yang dihadiri oleh para Kepala Daerah se Indonesia Berikut arahannya: 1. Apabila ditemukan titik api sekecil apapun di suatu wilayah, Segera padamkan. Jangan sampai meluas dan sulit dipadamkan. 2. Penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut. 3. . Carikan solusi permanen untuk pembakaran hutan dan lahan bermotif ekonomi. 4. Penegakan hukum secara tegas, agar memberikan efek jera bagi para pelaku. 5. Frekuensi patroli dan pemeriksaan lapangan agar lebih ditingkatkan. Diharapkan partisipasi kita semua dengan cara peduli dengan lingkungan sekitar. Dimulai dari diri sendiri, lingkungan terdekat untuk lebih menjaga alam. “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita!!” Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel