Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Gubernur Sumsel Instruksikan Bupati dan Walikota Cegah Virus Corona
Palembang, sumselprov.go.id-Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan bahwa wilayah Sumsel masih dalam kondisi aman dari penyebaran virus Corona. Hal ini seiring dengan belum adanya warga Sumsel yang positif terserang virus asal Wuhan, China itu. “Sampai sekarang, saya berani mengatakan belum ada yang terindikasi terserang corona, baik yang datang dari luar maupun masyarakat yang berada di Sumsel. Insya Allah Sumsel masih aman,” kata Herman Deru di Palembang, Rabu (4/3/2020). Namun demikian, selaku wakil pemerintah pusat di daerah, Gubernur Sumsel H. Herman Deru telah resmi mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 01/INST/DINKES/2020 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Penyebaran Penyakit Coronavirus Disease 2019 (2019-nCoV) di wilayah Provinsi Sumsel kepada bupati dan walikota se-Sumsel. Dalam instruksi tersebut terdapat tiga poin penting yaitu pertama menginstruksikan bupati/walikota mengambil langkah sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing untuk melakukan antisipasi terkait penyebaran penyakit Coronavirus di Sumsel. Langkah yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan koordinasi dalam mencegah dan mendeteksi sedini mungkin penyebaran penyakit Coronavirus dengan memperketat pengawasan dipintu masuk bandara dan pelabuhan diwilayah masing-masing. Kemudian, melakukan pemantauan terhadap status kesehatan orang yang ada riwayat berpergian atau datang dari Negara terjangkit penyakit Coronavirus dalam 14 hari terakhir sejak kedatangan serta meningkatkan Survellans Influenza Like Illness (ILI) dan pneunomia. Selanjutnya, menginstruksikan kepada puskesmas, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya untuk melakukan perawatan dan rujukan sesuai standar dan RSMH Palembang, RSUD Kayu Agung, RSUD Lahat, RSUD Siti Aisyah Lubuk Linggau untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan. Menyebarluaskan informasi mengenai penyakit Coronavirus dan cara pencegahannya kepada masyarakat serta mengawasi pemberitaan yang tidak benar (hoax) dimedia sosial. Serta melaporkan dalam waktu 24 jam secara berjenjang bila ada orang yang diduga terinfeksi penyakit Coronavirus kepada Gubernur Sumsel. Kemudian poin ke dua, menyampaikan laporan pelaksanaan instruksi ini secara berkala setiap minggu kepada Gubernur Sumsel melalui Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel. Selanjutnya poin ke tiga, instruksi ini diterbitkan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya dengan penuh tanggung jawab dan meminimalkan resiko terinfeksi Corona Virus dengan cara cuci tangan dengan air bersih dengan sabun tangan berbasis alkohol, tutupi hidung dan mulut dengan tisu atau lengan ketika batuk dan bersin. Hindari kontak dengan orang menunjukan gejala sakit flu, masak daging dan telur dengan matang dan Hindari kontak dengan hewan liar atau ternak. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Dra. Lesty Nurainy, Apt, M.Kes mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan pemanfaatan layanan gawat darurat 119 yang sudah terbentuk di kabupaten dan kota yang ada di Sumsel. Selain itu, Dinkes akan melatih petugas medis tentang bagaimana menghadapi pasien panas, sesak nafas, dengan menggunakan peralatan dan APD lengkap. "Masyarakat dengan adanya kejadian ini jangan panik, tetapi tetap waspada. Harus jaga kesehatan, tingkatkan daya tahan tubuh dengan rajin olahraga, makan gizi seimbang, banyak minum air putih, serta sering cuci tangan pakai sabun," imbuhnya. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Wagub Sumsel Paparkan Usulan Program Prioritas di Bappenas
Palembang, sumselprov.go.id-Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya menyampaikan program pembangunan prioritas di daerah untuk menjadi agenda nasional. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat koordinasi (Rakor) bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa di Kantor Kementerian PPN/Bappenas Jakarta, Rabu (04/03/2020). Dalam kesempatan itu, Ia menyampaikan tentang pembangunan terminal Tanjung Api-Api yang diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi Sumsel di masa mendatang. "Bukan pelabuhan saja namun pembangunan itu tetapi meliputi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) TAA serta infrastruktur pendukung. Seperti misalnya pada jalur kereta api maupun jalan-jalan tol pendukung lain," ujarnya. Selain itu, Mawardi juga menyampaikan tentang soal akses justifikasi di kawasan industri di Muara Enim serta yang ketiga adalah tentang percepatan jalan tol Kayu Agung- Palembang dan Palembang-Betung. "Hal ini tentu sesuai dengan keinginan Gubernur dan masyarakat Sumsel yang ingin agar proyek tersebut dapat segera direalisasikan dan diakomodir pemerintah pusat. Tadi Alhamdulillah sudah ada respon dari Kementerian Bappenas bahwa mereka akan mensupport untuk itu," katanya. Rakor ini diikuti oleh Gubernur se-Indonesia ini dilaksanakan dalam rangka membahas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021 sekaligus pemaparan materi pembangunan prioritas yang dituangkan dalam RPJMN. Rakor ini sendiri merupakan tindak lanjut dari Kick-Off Meeting Penyusunan RKP 2021 yang sudah dilaksanakan di Gedung Bappenas, Senin (24/2/2020) tentang penjabaran RPJMN 2020-2024 yang di dalamnya terdapat 41 proyek prioritas strategis sebagai fokus RKP. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
MTQ Tingkat Provinsi Sumsel, Bentuk Pribadi Berakhlak dan Turunkan Kriminalitas
Palembang, sumselprov.go.id-Gubernur Sumsel H Herman Deru diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Najib memimpin Rapat pemantapan persiapan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XXIX Tingkat Provinsi Sumsel Tahun 2020 yang akan dilaksanakan di Prabumulih, tanggal 3-10 April 2020 mendatang. Herman Deru melalui Najib berharap agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik maka perlu dilakukan persiapan-persiapan yang matang, karena penyelenggaraan MTQ ini diharapkan akan berdampak pada kehidupan sosial. "Gubernur Herman Deru dalam berbagai kesempatan sangat mendukung Sumsel untuk menjadi provinsi yang religius dimana dengan kereligiusannya diharapkan akan berdampak pada perbaikan akhlak yang berdampak pada penurunan tingkat kriminalitas seperti begal," ujarnya di Ruang Rapat Bina Praja, Rabu (4/03/2020). Dikatakan dia, untuk menjadi suatu Provinsi yang religius, salah satu parameternya yaitu dengan penyelenggaraan MTQ dan dengan adanya rumah tahfidz yang menjadi Program Gubernur Herman Deru. "Dalam kesempatan ini, maka kita perlu lakukan koordinasi mengenai kesiapan Kota Prabumulih sebagai tuan rumah, yang juga didukung oleh Pemerintah Provinsi Sumsel," katanya. Sementara itu selaku tuan rumah, Walikota Prabumuli diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Prabumulih, Aris Priadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan tempat pelaksanaan lomba dan juga penginapan bagi masing-masing kabupaten kota dan telah dilakukan koordinasi melalui rapat internal bersama kabupaten kota terkait. "Persiapan dilakukan dengan melakukan rapat internal dan eksternal untuk koordinasi dan survey ke venue cabang-cabang MTQ termasuk persiapan acara pembukaan yang ditetapkan berlokasi di halaman Kantor Pemerintah Prabumulih,"jelasnya. Dalam proses persiapan ini, Ia mewakili Pemkot Prabumulih juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemprov Sumsel. Untuk diketahui bahwa kegiatan MTQ akan dibuka tanggal 3 April 2020, dan ditutup pada 10 April 2020 dengan masa pertandingan selama 8 hari. Terdiri atas 7 cabang perlombaan 23 kategori dengan peserta yang berasal dari 17 kab kota, sebanyak 56 peserta. Turut hadir Kakanwil Kemenag Sumsel, HM Alfajri Zabidi, Plt. Karo Kesra, M. Iqbal Ali Syahbana, S.STP., dan Sekretaris Dinas Kominfo Prov Sumsel, Yustianus. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
HD : Talang Kepuh Kampung KB Percontohan di Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id-Masih dalam rangkaian kunjungan Kepala BKKBN RI dr. Hasto Wardoyo, SP.OG ke Sumsel, bersama Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru meresmikan Kampung KB Percontohan Se - Sumatera Selatan di Talang Kepuh Kel. Gandus Kota Palembang, Rabu (04/02/2020). Dalam sambutannya Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD) menjelaskan Program Kampung KB adalah Program yang sangat Strategis sekali, dimana Kampung KB merupakan bukan hanya sebatas periksa kehamilan, akan tetapi menjadi salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan program kependudukan, keluaraga berencana dan pembangunan keluarga secara utuh dilapangan. Selain itu tak kalah penting, kampung KB adalah tempat bersilahturahminya antara masyarakat, sehingga terbangun masyarakat yang harmonis. Dengan adanya kampung KB diharapkan menimbulkan peningkatan pemakai KB diatas rata rata, serta menjadikan kelahiran generasi yang sehat. Selain itu pula HD berharap kepada para camat untuk mencari kreatifitas dan inovasi diwilayah masing-masing yang yang bisa mempunyai nilai ekonomi guna kemajuan didaerah tersebut dan meningkatkan kesejahteraan masyatakat. "Saya berharap Peresmian Kampung KB Percontohan Se - Sumatera Selatan di Talang Kepuh Kel. Gandus Kota Palembang ini, nantinya benar - benar akan menjadi contoh atau role model untuk daerah lain" ujar HD. HD mengajak kepada seluruh elemen masyarakat baik itu Instansi Pemerintah, TNI dan Polri untuk ikut berperan aktif pada Program Kampung KB ini. Sementara itu Kepala BKKBN RI dr. Hasto Wardoyo,SP.OG menyampaikan fungsi kampung KB itu sangat membantu program Pemprov. Sumsel seperti bidang rumah tangga, keagamaan, ekonomi, kemasyarakatan, dan lain sebagainya. Turut hadir Ketua TP. PKK Prov. Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru, Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel Nopian Adisti,SE,MT, Para Camat Se - Kota Palembang, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Drs. Edwin Effendy.M.Si. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Gubernur Sumsel bersama BKKBN Canangkan 20 Kampung KB
Palembang, sumselprov.go.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama BKKBN mencanangkan sebanyak 20 Kampung KB yang tersebar diseluruh kabupaten/kota di Sumsel guna mendukung program KB yang dianggap merupakan salah satu cara yang paling mungkin dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimulai dari keluarga. Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengungkapkan bahwa Pemprov Sumsel bersama BKKBN sengaja mencanangkan Kampung KB tersebut agar menjadi percontohan dan dapat ditiru oleh kampung-kampung lainnya. "Saya sengaja untuk mencanangkan kampung KB tidak tanggung- tanggung seperti hari ini dicanangkan kampung KB seluruh kabupaten/kota di Sumsel," ungkap Deru Hal tersebut disampaikannya saat dialog dengan TVRI Sumsel bertema "Optimalisasi Kampung KB dalam Upaya Mensejahterakan Masyarakat" bersama Kepala BKKBN RI, dr. Harto Wardoyo, Sp.OG (k) di rumah kediaman Gubernur Sumsel, Kecamatan Gandus, Palembang, Rabu (4/3/2020). Dia menegaskan, Sumsel sangat layak menjadi percontohan dan harus berani berbuat yang terbaik. Seperti misalnya internet disetiap desa, kemudian Kampung KB yang akan juga dikaitkan dengan program rumah tahfidz. "Seperti sering kali saya dengungkan bahwa kita kerja kongkrit salah satunya adalah kampung KB. Tidak hanya bicara ekonomi, dengan adanya kampung KB banyak yang bisa digali khususnya potensi dari masing-masing Kampung KB tersebut," ujarnya. Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengajak semua pihak khususnya seluruh jajarannya untuk ikut berperan mendukung program tersebut. Menurutnya, semua instansi tidak ada yang tidak terlibat karen seluruh program tersebut akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Kepala BKKBN RI, dr. Harto Wardoyo, Sp.OG (k) mengatakan Kampung KB ini merupakan kampung warga berkualitas dan tidak hanya membicarakan alat kontrasepsi tetapi juga permasalahan sosial dan budaya serta yang lainnya. "Saya optimis bersama Pemda Sumsel, Kampung KB akan menjadi solusi untuk mengentaskan kemiskinan. Kedepan akan kita laksanakan launching Kampung KB ditingkat Nasional," kata Harto Wardoyo. Sesuai dengan instruksi Presiden RI yang menginginkan adanya terbentuk kampung KB, Harto Wardoyo mengakui seakan mendapatkan energi baru setelah mengunjungi Kampung KB Layang-Layang di 29 Ilir Palembang dan melaunching 20 kampung KB sekaligus di seluruh wilayah Sumsel. "Saya merasakan mendapat energi baru bahwa dengan bersama Gubernur sumsel untuk ikut dan mendukung aksi jajaran BKKBN dan mendukung program pembangunan Sumatera Selatan," ujarnya. Hadir pada dialog tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel, Nopian Andusti, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru, para Ketua TP PKk kabupaten/kota se-Sumsel, dan para Kepala OPD dilingkungan Pemprov. Sumsel. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Tinjau Kampung KB Layang-Layang, HD Apresiasi Kreativitas Warga Sekitar
Palembang, sumselprov.go.id-Usai membuka rapat kerja daerah Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (Banggakencana) tahun 2020 tingkat Provinsi Sumatera Selatan, Gubernur Sumsel H. Herman Deru bersama Kepala BKKBN RI, dr. Harto Wardoyo, Sp.OG (k) dan Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru melakukan peninjauan Kampung KB Layang-Layang di Kelurahan 29 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang, Rabu (4/3/2020). Kampung KB layang-layang Kelurahan 29 Ilir terletak di 2 RW yaitu RW. 08 dan RW. 09 mempunyai luas wilayah ± 3,5 Ha sebagian besar wilayah Kampung KB merupakan wilayah padat penduduk. Dinamakan Kampung KB layang-layang karena merupakan sentral pembuatan layang-layang aduan secara turun temurun. Disamping itu, mata pencarian utama masyarakat di Kampung KB adalah pedagang dan buruh. Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan, dengan melihat semangat masyarakat sekitar dia mengapresiasi kreatifitas yang ditunjukan warga 29 Ilir. Dia mengakui bahwa masyarakat sangat mau diajak untuk berbenah semua mau mulai dari pendidikan, kebersihan, kesehatan dan ternyata berjalan dengan baik. "Terimakasih untuk kampung layang-layang di kelurahan 29 Ilir. Kami datang kesini karna bangga dengan kreativitas warga kampung layang-layang 29 Ilir Palembang," ungkap Deru. Kepala BKKBN RI, dr. Harto Wardoyo, Sp.OG (k) mengatakan, di kota-kota besar juga diperlukan adanya sentuhan KB. Seperti di 29 Ilir Palembang yang sesuai harapan ada wilayah yang cukup penting untuk diakses oleh warga. Menurutnya, program KB harus datang ke gang sempit padat penduduk seperti ini dan tidak hanya sebagai kampung Kb kontrasepsi tetapi juga harus menjadi kampung berkualitas. "Palembang bagus karena kepesertaan KB jauh angkanya diatas nasional. Memang kampung KB kita tentukan di daerah-daerah yang masih agak sulit dijangkau. Seperti disini saya melihat ini sangat cocok," ujarnya. Pada kesempatan itu, dilakukan juga peninjauan pemasangan alat kontrasepsi Inflan kepada salah satu warga dan penyerahan alat kontrasepsi secara simbolis. Kemudian peninjauan sentral pembuatan layang-layang. Hadir pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel, Nopian Andusti, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru, Walikota Palembang, Harnojoyo serta para kepala OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel dan Kota Palembang. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Gubernur Sumsel Buka Rakerda Banggakencana Tingkat Provinsi Tahun 2020
Palembang, sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (Banggakencana) tahun 2020 tingkat Provinsi Sumsel di Hotel Beston Palembang, Rabu (4/3/2020). Pada Rakerda yang dihadiri langsnung Kepala BKKBN RI, dr. Harto Wardoyo, Sp.OG (k) itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyampaikan tentang komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap KB. Menurut Herman Deru, KB merupakan salah satu cara yang paling mungkin dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena awal mulanya keluarga sejahtera tentu dengan keluarga yang berencana dan terencana. "Saya mendukung program KB ini bukan hanya secara materil tetapi juga secara moril, juga memberikan edukasi begitu pentingnya KB. Saya tegaskan bahwa KB Suatu ornamen yang sangat mungkin mempercepat kesejahteraan masyarakat sehingga seluruh kabupaten/kota di Sumsel masing-masing memiliki kampung KB andalan," ungkap Deru. Dia mengharapkan agar KB tidak hanya diartikan keluarga berencana yang asumsinya alat kontrasepsi namun juga bisa sebagai keluarga bermartabat, keluarga berkualitas yang harus ditanamkan kepada masyarakat. "Dalam meningkatkan program keluarga berencana kita juga mengajak perguruan tinggi Universitas Sriwijaya. Kalau dulu petugas KB tantangannya beragam, namun sekarang KB sudah menjadi kebutuhan dan banyak orang yang datang sendiri untuk KB," ujarnya. Sementara itu, Kepala BKKBN RI, dr. Harto Wardoyo, Sp.OG (k) mengatakan bahwa peran Banggakencana sangat penting dalam menjaga kualitas SDM unggul di era milenial ini karena Banggakencana merupakan pembangunan warga dengan program keluarga berencana. Menurutnya, program kerja BKKBN sangat tergantung juga dengan Pemda karena seperti yang disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru bahwa dimasyarakat kunci suksesnya adalah di keluarga. "Untuk itu kami sangat mengapresiasi sekali dukungan Gubernur Sumsel bapak Herman Deru baik dukungan materil juga dukungan moril. Kita juga memberikan bantuan alat kontrasepsi secara gratis untuk di seluruh wilayah Sumsel dengan total pembelanjaan mencapai Rp. 2 Milyar. Selain itu, kita juga mempunyai program bina warga lansia," kata Harto Wardoyo. Pada pembukaan Rakerda itu dilaksanakan penandatanganan anti gratifikasi dan penandatanganan kerjasama antara Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel dengan Kanwil Kementerian agama Provinsi Sumsel tentang bimbingan keluarga berencana. Kemudian dilanjutkan penyerahan penghargaan kepada kabupaten/kota di Sumsel yaitu kategori Kampung KB terbaik diterima Kab. Musi Rawas, metode kontrasepsi terbaik diraih Kota Prabumulih, Pencapaian peserta aktif metode kontrasepsi terbaik diraih Kabupaten PALI. Selanjutnya, kategori pengalokasian dana terbaik diraih Kabupaten Lahat, pencapaian KB peserta pria terbaik diraih Kota Palembang, dan Pencapaian pencegahan stunting terbaik diraih Kabupaten Muaraenim. Hadir pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Febrita Lustia Herman Deru, Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, H.M. Alfajri Zabidi, S.Pd, MM, M.Pd.I., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel Nopian Andusti, Para bupati/walikota se-Sumsel serta para kepala OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Prestasi Layanan Publik Lapor SP4N Sumsel Terus Ditingkatkan
Palembang, sumselprov.go.id - Sekretaris Daerah Sumsel H Nasrun Umar menargetkan Pemprov Sumsel dapat meningkatkan prestasinya dalam pengelolaan Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) dan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional- Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!-SP4N) pada tahun 2020 di Ruang Rapat Sekda Rabu, (04/03/2020) Hal tersebut diungkapkannya saat memimpin rapat koordinasi (rakor) tindak lanjut hasil pemantauan SIPP dan LAPOR!-SP4N Tahun 2019 di Sumsel bersama jajaran OPD terkait di lingkup Pemprov Sumatera Selatan. ."Apresiasi untuk kita semua karena pada 2018-2019 kita (Pemprov Sumsel) masuk top 25 penilaian Kemenpan RB terkait pengelolaan pelayanan publik. Maka tahun ini kita harus lebih baik lagi, lakukan evaluasi dan juga perbaikan terutama pada catatan evaluasi dari Kementerian PAN-RB," tegasnya. .Dijelaskannya bahwa LAPOR-SP4N! adalah sebagai layanan pengaduan, sedangkan SIPP adalah sistem informasi pelayanan publik untuk memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan publik dan menjamin akurasi pelayanan publik. ."Dari evaluasi yang dilakukan Kemenpan RB, masih ada beberapa OPD yang belum terhubung dengan LAPOR!. Dan juga ada beberapa laporan yang belum ditindaklanjuti oleh OPD terkait sebagaiman yang terpantau oleh Ombudsmen. Oleh karena itu, hal ini diharapkan untuk dihadapi dengan serius demi pelayanan publik yang lebih baik," jelasnya. .Oleh sebab itu, Nasrun menegaskan akan beberapa hal dalam rakor ini, yaitu bahwa dalam Biro Organisasi ditunjuk sebagai penanggung jawab pengelola SIPP dan Dinas Kominfo sebagai pengelola SP4N-LAPOR!. ."Penanggung jawab bertugas untuk berkoordinasi secara langsung kepada OPD dan mengecek kondisi real pengelolaan SIPP dan SP4N-LAPOR! Di masing-masing OPD terkait sehingga didapatkan hasil pengelolaan sesuai yang diamanatkan Kemen PAN RB. ," jelasnya. .Dengan begitu, Nasrun berharap selanjutnya akan ada satu pemetaan SP4N-LAPOR! dan SIPP dari masing-masing OPD dengan pelaksanaan yang terintegrasi sehingga pengawasan dapat dilakukan dengan mudah. .Lanjutnya, Nasrun juga meminta agar BAPPEDA dan BPKAD juga dapat menganggarkan pengelolaan SP4N-LAPOR! SIPP. Dan juga pembentukan tim coaching untuk melatih para pengelola SP4N LAPOR! Di masing-masing OPD, dmyang didahului dengan pembaharuan SK pengelola. ."Saya ingin setiap tiga bulan sekali juga adakan rapat yang berfungsi sebagai evaluasi kinerja dan koreksi tentang pengelola dan pelaksanaan SIPP dan SP4N LAPOR!. Karena ini terkait performa Pemprov Sumsel, saya berharap setiap pihak dapat bekerjasama dengan baik," tutupnya. .Menambahkan, Kadis Kominfo Prov Sumsel, H. Achmad Rizwan, SSTP mengatakan bahwa Kominfo telah membentuk grup yang berfungsi sebagai tempat untuk berkoordinasi dalam pengelolaan SP4N LAPOR! di masing-masing OPD. ."Baik SIPP maupun LAPOR SP4N adalah sebuah aplikasi yang telah siap digunakan dan telah terintegrasi dengan Kementerian PAN RB, namun hal ini perlu didukung SDM yang berkompeten," tuturnya. .Dikatakannya sebagai tindak lanjut arahan Sekda, Kominfo juga akan segera melakukan pembaharuan SK pengurus LAPOR SP4N! Dan melakukan koordinasi bersama OPD-OPD terkait untuk memastikan kesiapan dan SDM yang dipilih sebagi pengelola di masing-masing OPD. Tim Dinas Kominfo Prov Sumsel
Sumsel
Sekda Sumsel Menerima Kunjungan BPJS
Palembang, sumselprov.go.id - Sekretaris Daerah Sumsel H Nasrun Umar menerima dan menyambut baik audiensi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumsel, Zen Setiadi dan Asisten Deputi Wilayah Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumsel, Eko Yuyulianda beserta jajaranDi Ruang Kerja Sekda Sumsel Rabu (04/03/2020). Kunjungan ini dalam rangka silaturahmi sekaligus menginformasikan tentang rencana pelaksanaan sosialisasi program kerja BPJS Ketenagakerjaan di Sumsel dan juga Paritrana Award pada tahun 2020. Paritrana Award adalah penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan tersebut diberikan kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan mitra-mitra kerja BPJS Ketenagakerjaan yang telah menerapkan perlindungan jaminan sosial kepada pekerja. Hal ini merupakan penghargaan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam kiprahnya mendukung implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan. Terkait hal tersebut, Nasrun Umar mengatakan bahwa Pemprov Sumsel menyambut baik dan akan mendukung berbagai kegiatan positif dari berbagai instansi vertikal terutama dalam hal pelayanan kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan Sumsel Maju Untuk Semua. "Sebagai salah satu Provinsi yang memiliki kredibilitas dan telag memperoleh penghargaan Paritrana pada Tahun 2019, hal ini harus dipertahankan dan dipertanggung jawabkan dengan melakukan sosialisasi kepada SKPD dan perusahaan-perusahaan di lingkup Sumsel,"ujarnya. Dalam kesempatan itu, Asisten Deputi Wilayah Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumsel, Eko Yuyulianda mengatakan terkait hal itu, rencananya pada 24 Maret mendatang pihaknya akan melaksanakan sosialisasi tersebut Sekaligus di kesempatan itu akan dibentuk tim panitia kecil turunan panitia pusat dengan ditunjuk Sekda setiap daerah termasuk Sumsel sebagai ketua penilai di Sumsel. "Tim penilai ini akan bertugas menilai baik dari tingkat Provinsi, kabupaten, kota, SKPD, dan juga perusahaan mana saja yang layak diusulkan di pusat, terkait pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan," ujarnya. .Oleh sebab itu, dikatakannya pihaknya ingin memohon dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam pelaksanaan hal tersebut. .Menanggapi hal tersebut, Nasrun menegaskan bahwa Pemprov Sumsel akan mendukung hal tersebut. Dan mengarahkan agar pihak BPJS ketenakerjaan juga dapat menyiapkan proses administrasi yang sesuai prosedur dan juga tetap menjalin koordinasi dan komunikasi dengan Pemprov Sumsel dalam pelaksanaannya. Tim Media Dinas Kominfo Prov Sumsel