Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Sekda Edward Candra Tekankan Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan
Palembang — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Edward Candra, membuka Rapat Teknis Koordinasi dan Sinkronisasi Program Kegiatan Tahun Anggaran 2027 antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten/Kota Bidang Sumber Daya Air. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Musi Lantai 3 Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumsel, Rabu (4/2/2026).Sekda Edward Candra menyampaikan apresiasi Gubernur Sumsel H. Herman Deru atas terselenggaranya rapat teknis tersebut.Ia berharap melalui forum ini dapat disusun perencanaan program dan kegiatan yang terkoordinasi serta selaras, khususnya untuk tahun 2027 di bidang sumber daya air.“Wilayah Sumatera Selatan memiliki potensi sumber daya air yang sangat besar. Kita memiliki banyak sungai dan daerah aliran sungai. Potensi air yang melimpah ini perlu ditata dan dikelola dengan baik agar muaranya benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.Menurut Edward, pengelolaan sumber daya air tidak hanya sekadar membiarkan air mengalir, tetapi memastikan ketersediaan air yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Hal ini sejalan dengan target pemerintah pusat menuju Indonesia Emas 2045, di mana ketahanan air menjadi salah satu pondasi utama pembangunan nasional.Ia juga menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk Gubernur Sumsel, memberikan perhatian besar terhadap ketahanan pangan. Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah basis produksi beras nasional memiliki keterkaitan erat antara ketahanan pangan dan ketahanan air.“Oleh karena itu, perencanaan dan pengelolaan sumber daya air di Sumsel harus benar-benar terintegrasi dan berkelanjutan, demi mendukung ketahanan pangan dan pembangunan daerah ke depan,” tutupnya.
Sumsel
Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah Rakornas GNPIP 2026, Herman Deru: Bukti Nyata Kita Lumbung Pangan Nasional!
Palembang. Provinsi Sumatera Selatan kembali mempertegas posisinya sebagai aktor utama ketahanan pangan di Indonesia. Gubernur Sumsel, H. Herman Deru, menyatakan kesiapannya untuk menyambut peserta Rakornas Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan Gerakan Panen Raya yang dijadwalkan pada 11 Februari 2026 mendatang. Kepastian ini terungkap usai Gubernur menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel, Bambang Pramono, di Ruang Tamu Gubernur, Rabu (4/2/2026)."Kita sangat wellcome. Sumsel saat ini berada di peringkat ke-3 produksi pangan nasional, dan Kabupaten Banyuasin adalah juara pertama dalam produktivitas hasil pangan. Kita ingin pemerintah pusat melihat langsung etos kerja luar biasa petani kita yang berhasil membawa Sumsel melompat dari peringkat 5 ke peringkat 3 nasional," tegas HD dengan antusias.Ia menambahkan bahwa persiapan matang tengah dilakukan. Rangkaian acara nantinya akan diperkuat dengan agenda Panen Raya bersama jajaran kementerian dan lembaga terkait guna menunjukkan ekosistem pangan Sumsel yang solid dan etos kerja petani di Sumsel.Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa Rakornas GNPIP ini akan menjadi ajang kolaborasi besar. Rencananya, sejumlah tokoh nasional seperti Menko Perekonomian dan beberapa Wakil Menteri dijadwalkan hadir untuk melakukan temu wicara langsung dengan para pelaku pangan.Ia menjelaskan Poin Utama Kegiatan (11 Februari 2026) mendatang yakni Rakornas GNPIP, Panen Raya serta Temu Wicara yaitu dialog strategis antara petani/pelaku usaha dengan Menko Perekonomian.Dengan status sebagai "Juara Pengendalian Inflasi", Sumatera Selatan optimis Rakornas ini akan memperkuat sinergi antara kebijakan moneter Bank Indonesia dengan kebijakan fiskal daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.Di kesempatan itu juga HD langsung menghubungi Bupati Banyuasin Askolani untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait pelaksanaan Rakornas tersebut.Turut hadir Para Kepala OPD
Sumsel
Hadapi Karhutla dan Krisis Iklim, Pemprov Sumsel Perkuat Program Landscape for Land for Life
Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra membuka Rapat Konsultasi Tingkat Provinsi Sumatera Selatan terkait capaian dan tindak lanjut Program Sustainable Landscape for Land for Life, yang digelar di Grand Atyasa Palembang, Rabu (4/2/2026).Dalam sambutannya, Sekda Edward Candra mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai momentum refleksi bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Ia menekankan pentingnya penguatan program hingga ke tingkat kabupaten dan kota, mengingat perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan, mulai dari sulitnya memprediksi musim hingga meningkatnya bencana hidrometeorologi dan karhutla.“Melalui rapat konsultasi ini, kita berharap lahir masukan dan rekomendasi nyata untuk mendukung penanganan karhutla, distribusi air bersih, serta keberlangsungan iklim di Sumatera Selatan,” ujarnya.Sementara itu, Plt. Kepala Bappeda Sumsel Dody Eka Prasetyo menyampaikan apresiasi kepada ICRAF atas dukungan program Landscape for Land for Life yang dinilai membantu pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan jangka panjang menuju Sumsel Mapan 2045, khususnya dalam integrasi isu iklim dan pengembangan pertanian cerdas iklim.Direktur ICRAF Andre Eka Dinata juga mengucapkan terima kasih atas sinergi yang terjalin dengan Pemprov Sumsel. Menurutnya, penetapan locus ketahanan iklim dan keberlanjutan hutan di Sumsel menjadi kontribusi positif bagi lingkungan hidup daerah.Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BRIDA Sumsel Regina Ariyanti, Kepala Dinas Kehutanan Sumsel Koimudin, serta para pejabat dan perwakilan instansi terkait.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Tinjau Lokasi Abrasi Sungai Lematang
Palembang. Selepas menghadiri sedekah dusun di Desa Muara Lematang, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru meninjau Sungai Lematang untuk melihat secara langsung kondisi abrasi sungai, Selasa (3/2/2026).Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap dampak abrasi yang terjadi di sepanjang aliran Sungai Lematang. Kondisi abrasi yang terus terjadi dikhawatirkan dapat mengancam pemukiman warga serta infrastruktur di sekitarnya.Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Herman Deru berdialog dengan masyarakat setempat dan menerima laporan terkait kondisi terkini abrasi sungai. Ia juga menampung aspirasi warga terkait harapan adanya penanganan konkret untuk mencegah abrasi semakin meluas.
Sumsel
Gubernur Sumsel Herman Deru Hadiri Sedekah Dusun Desa Muara Lematang
Muara Enim — Tradisi Sedekah Dusun di Desa Muara Lematang, Kecamatan Sungai Rotan, menjadi momentum penting dalam memperkuat pembangunan berbasis kearifan lokal.Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru saat menghadiri kegiatan tersebut, Selasa (3/2/2026).Menurut Herman Deru, pembangunan tidak boleh menghilangkan akar budaya masyarakat. Justru nilai-nilai lokal harus menjadi pondasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
Sumsel
Pemprov Sumsel Perkuat Sinergi Infrastruktur Daerah Berkelanjutan, Fokus Pembangunan Tanjung Carat
Palembang — Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, secara resmi membuka Rapat Teknis/Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBMTR) Provinsi Sumatera Selatan, yang digelar di Ruang Graha Bina Praja, Selasa (3/2/2026).Rapat teknis ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan infrastruktur antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan pemerintah kabupaten/kota agar berjalan selaras, terintegrasi, dan berkelanjutan.“Melalui forum ini, kita berharap terbangun perencanaan yang komprehensif antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Sistem perencanaan dan pendanaan harus dilihat sebagai tanggung jawab bersama dalam membangun dan menjaga infrastruktur,” tegasnya.Lebih lanjut, Edward Candra menjelaskan bahwa arah kebijakan pembangunan Provinsi Sumatera Selatan sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional serta mengacu pada RPJMD Provinsi Sumatera Selatan, dengan visi mewujudkan Sumsel Mapan (Maju dan Terdepan) pada tahun 2030.Khusus untuk sektor PUBMTR, kebijakan pembangunan diarahkan yakni penguatan infrastruktur yang terintegrasi dan berkelanjutan, termasuk percepatan pembangunan Palembang New Port Tanjung Carat.“Setiap program yang kita susun harus memiliki input dan output yang jelas bagi masyarakat, mampu meningkatkan perekonomian, serta memperlancar distribusi kebutuhan logistik dan aktivitas lainnya,” tambahnya.Kepala Dinas PUBMTR Provinsi Sumatera Selatan, Affandi dalam laporannya menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat memberikan dukungan aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, poin penting dalam rapat teknis ini adalah memastikan program pembangunan infrastruktur kabupaten/kota sejalan dengan program provinsi.“ Kami juga mengharapkan dukungan dari kabupaten/kota dalam rapat teknis ini, khususnya terkait progres pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang direncanakan akan melaksanakan groundbreaking pada tahun ini,” ujar AffandiRapat teknis ini diikuti oleh Dinas Pekerjaan Umum kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, Bappeda kabupaten/kota.
Sumsel
Perkuat Sinergi Daerah dan Pusat, HDCU Hadiri Rakornas 2026 Menuju Indonesia Emas 2045
Bogor. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).Rakornas tersebut mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045.” Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Sumsel
Sekda Edward Candra Hadiri Rapat Sinkronisasi Agenda Kegiatan Pemprov Dengan DPRD Sumsel
Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra menghadiri Rapat Badan Musyawarah DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Sumsel, Palembang Senin (2/2/2026).Dalam rapat tersebut, Sekda Sumsel menyampaikan bahwa agenda kegiatan bulan Februari hingga Maret 2026 akan disinkronkan secara bertahap, termasuk agenda paripurna terkait penjelasan Gubernur Sumsel terhadap rancangan peraturan perundang-undangan yang akan dibahas lebih lanjut bersama DPRD Sumsel.Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto menyampaikan bahwa DPRD telah menerima dokumen rancangan agenda kegiatan untuk periode Februari–Maret 2026. Ia menambahkan, dalam rapat tersebut para anggota juga aktif memberikan masukan dan pertanyaan guna menyempurnakan agenda DPRD ke depan.Sinergi eksekutif dan legislatif terus diperkuat demi kelancaran roda pemerintahan dan pembangunan di Sumatera Selatan. Sekda menyampaikan mendukung Seluruh agenda yang diajukan oleh DPRD Sumsel demi terciptanya sinergi dan pembangunan untuk Sumatera Selatan.Rapat Badan Musyawarah ini turut dihadiri Karo Hukum Dedi Harapan, Plt. Kepala Bappeda Sumsel Dody Eka Prasetyo, Sekretaris DPRD Provinsi Sumsel Aprizal, serta para pejabat terkait lainnya.
Sumsel
HD Kagum, Desa Nusa Bali OKUT Bangun Balai Pertemuan Megah Tanpa Bantuan Pemerintah Pusat dan Daerah
Belitang, OKUT. Di tengah agenda padat menghadiri Harlah Nahdlatul Ulama (NU), Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, melakukan kunjungan maraton ke Desa Nusa Bali, Kecamatan Belitang II, Minggu (1/2/2026). Kedatangan orang nomor satu di Sumsel ini secara khusus untuk meresmikan Balai Pertemuan Desa Nusa Bali yang pembangunannya dinilai fenomenal karena murni mengandalkan kemandirian desa.Gubernur Herman Deru tidak dapat menyembunyikan rasa kagumnya saat melihat kemegahan balai desa tersebut. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan Desa Nusa Bali adalah bukti nyata keberhasilan manajemen pendapatan desa yang dikelola secara profesional.“Ternyata bukan hanya di Bali sana desa bisa membangun balai megah seperti ini. Di sini, dengan manajemen yang baik, Desa Nusa Bali membuktikan mampu membangun fasilitas publik yang luar biasa dari pendapatan asli desa sendiri tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah pusat atau daerah.” ujar HD.“Saya sangat mengapresiasi kemandirian dan sifat swadaya warga di sini. Saya berharap budaya gotong royong, toleransi, dan keguyuban warga Nusa Bali terus dipertahankan agar gedung ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.Kepala Desa Nusa Bali, Made Rejane, SE., menjelaskan bahwa dana pembangunan gedung tersebut merupakan hasil akumulasi pendapatan desa selama periode 2024 hingga 2025. Sumber pendanaan berasal dari tiga pilar ekonomi desa yakni Unit Koperasi Simpan Pinjam, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Pengelolaan Perkebunan DesaPeresmian ini juga dirangkaikan dengan kegiatan Gebyar Undian Berhadiah dan penyerahan bantuan sosial yang bersumber dari anggaran desa. Bantuan tersebut disalurkan secara inklusif kepada yayasan masjid, pura, serta lembaga keagamaan lainnya di wilayah tersebut, sebagai simbol kerukunan antarumat beragama di Desa Nusa Bali.Turut hadir Bupati OKU Timur, H. Lanosin, ST, Kepala OPD Provinsi Sumsel dan Kabupaten OKU Timur.