Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Dinyatakan Negatif, Lima ODP Rumah Sehat Jakabaring Dipulangkan
Palembang, sumselprov.go.id-Lima orang pendatang domestik di Bandara SMB II Palembang yang sempat menjalani pemeriksaan di ODP Center atau Rumah Sehat Covid-19 di Jakabaring, akhirnya dipulangkan ke kediamannya masing-masing, Jum'at (3/4) pagi. Juru bicara Gugus Tugas penanganan Covid-19 Sumsel Yusri mengatakan, lima orang tersebut merupakan sisa dari 72 orang yang sempat dibawa ke rumah sehat Jakabaring pada 1 April 2020 lalu. Menurutnya, lima orang tersebut sebelumnya sengaja belum diperbolehkan pulang lantaran kelima orang tersebut memiliki riwayat batuk dan demam. "Sebelumnya mereka memang memiliki riwayat batuk dan demam. Sebab itulah mereka kita lakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah mereka terjangkit Covid-19 atau tidak," kata Yusri. Namun, lanjutnya, setelah dilakukan rapid tes, kelima orang tersebut dinyatakan negatif Covid-19. Hal itu didukung juga oleh riwayat perjalanan kelimanya. "Mereka juga tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah yang terpapar. Hasil rapid test juga negatif dan mereka dinyatakan sehat," terangnya. Dengan kata lain, kelima orang tersebut saat ini telah bebas dari status ODP. "Mereka tidak berstatus ODP karena memang bukan dari zona merah dan tidak pernah berinteraksi dengan orang yang terjangkit," pungkasnya. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Pemprov Sumsel Terima Arahan Kemendagri RI Terkait Percepatan Penanganan Covid-19
Palembang, sumselprov.go.id-Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar melaksanakan Video Conference bersama Kementerian Dalam Negeri RI dengan agenda penyampaian arahan Menteri Dalam Negeri RI kepada pemerintah provinsi dab Kabupaten /Kota se Indonesia terkait langkah-langkah antisipasi penanganan penyebaran Covid-19. Video Conference bersama Plt. Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori, Dirjen Otda Kemendagri, Akmal Malik, dan Plt. Dirjen Bina Keuangan Daerah DR. Mochammad Ardian, M.Si., itu berlangsung di Sumsel Command Center, Kantor Gubernur Sumsel, Jum'at (3/4/2020). Dikesempatan itu, H. Nasrun Umar menyampaikan kondisi terkini Covid-19 di Provinsi Sumsel dan upaya pencegahan penyebaran dan penanganan Covid-19 di Sumsel. Pemerintah Provinsi Sumsel telah menyiapkan Rumah Sehat Covid-19 Provinsi Sumsel yang berlokasi di Wisma Atlet Jakabaring guna mengantisipasi meningkatnya jumlah ODP di Sumsel. "Tadi disampaikan juga oleh pak Sekjen dan Dirjen Bina keuangan daerah terkait khususnya mengenai realokasi anggaran yang kita semua (daerah) harus melakukan percepatan," ungkapnya. Nasrun Umar mengatakan, Pemprov Sumsel sudah fokus sejak disampaiakannya arahan Kemendagri tentang realokasi anggaran terkait percepatan penanganan Covid-19 di Sumsel. "Berdasarkan arahan bapak Gubernur Sumsel H. Herman Deru bahwa TAPD telah melaksanakan itu semua sehingga batas waktu 7 hari yang ditentukan kita sudah melaksanakan itu. TAPD telah berhasil menyisir dan merasionalisasi untuk kegiatan percepatan penanganan Covid-19 sebesar Rp. 120 Miliar," ujarnya. Dirjen Otda Kemendagri, Akmal Malik menyampaikan bahwa Koordinasi melalui video conference ini merupakan tindak lanjut arahan Mendagri terkait hasil Sidang Kabinet Terbatas terkait upaya penanganan COVID-19 di Indonesia. Kebijakan yang telah diambil pemerintah antara lain mengeluarkan PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 yang mengatur tentang Status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Sejalan dengan kebijakan itu, jajaran Kemendagri juga telah melakukan sejumlah langkah untuk mengoptimalkan penanganan COVID-19 di daerah khususnya terkait pengalokasian anggaran. Ada sejumlah hal yang menjadi penekanan Kemendagri yaitu agar pemerintah daerah melakukan percepatan alokasi anggaran tertentu terkait penanganan COVID-19, refocusing (mengubah fokus) anggaran, jaring pengaman sosial untuk mengantisipasi dampak COVID-19 dan himbauan agar masyarakat tidak pulang kampung atau mudik untuk meminimalisir penyebaran penyakit yang menyerang sistem pernafasan ini. Terkait dengan refocusing anggaran, daerah dapat melakukan penjadwalan ulang kegiatan yang sebelumnya telah dialokasikan dalam APBD masing-masing. Bila alokasi dana tak terduga masih kurang untuk penanganan COVID-19, hasil refocusing itu bisa digunakan untuk menambah pos anggaran tak terduga. Jadwal ulang kegiatan, tak hanya diberikan untuk Dinas Kesehatan sebagai OPD yang bersentuhan langsung dengan penanganan COVID-19, namun juga diperuntukkan bagi OPD lain yang juga terkait dengan penanganan pandemi ini. "Silakan seluruh OPD, usulkan rencana kebutuhan belanjanya," sebutnya. Plt. Dirjen Bina Keuangan Daerah DR. Mochammad Ardian, M.Si menambahkan, Kemendagri juga menyederhanakan proses pencairan hibah dan bansos, khusus yang berkaitan dengan upaya penanganan COVID-19. Hibah biasanya terkait kerjasama dengan instansi vertikal, sementara bansos diarahkan untuk kelompok masyarakat yang terdampak. Contoh kebijakan hibah misalnya pada kasus ketersediaan faskes yang dimiliki pemerintah daerah terbatas, kemudian ada faskes milik TNI/Polri yang bisa dimanfaatkan, itu bisa dialokasikan dana hibah dari pemerintah daerah. Dalam situasi darurat, proses pemberian hibah tak harus mengikuti alur atau mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Namun tetap diingatkan bahwa pemberian hibah berbasis usulan yang jelas terkait penanganan COVID-19. Usulan tersebut dianalisa secara matang dan mendalam lanjut dibuatkan SK Kepala Daerah. Refocusing anggaran juga tidak mesti hanya dilakukan sekali. Dalam hal darurat, Pemerintah Daerah bisa kembali melakukan refocusing bila dibutuhkan, menyesuaikan dengan situasi yang berkembang di wilayah masing-masing. Daerah diminta mengoptimalkan kegiatan pengadaan APD terkait penanganan COVID-19. Bila dibutuhkan, daerah juga bisa merekrut tenaga medis potensial, tenaga relawan, investigator yang bisa diberdayakan dalam penanganan COVID-19, namun mereka tetap harus diberikan pelatihan tentang SOP penanganan COVID-19. Mereka bisa diberikan insentif sesuai dengan aturan yang berlaku. Daerah juga bisa menyewa rumah singgah yang dapat dimanfaatkan untuk tempat karantina atau kamar isolasi. Silahkan dikembangkan sesuai kebutuhan daerah. Ketahanan pangan juga harus jadi perhatian. Perlu dipertimbangkan kebijakan pengurangan atau pembebasan pajak daerah, stimulus pada UMKM. Hadir mendampingi Sekda Sumsel pada Video Conference itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumsel H. Iriansyah., S.Sos., SKM, M.Kes., Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel Dr. Nelson Firdaus., M.M., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel H. Achmad Rizwan, S. STP, MM., dan Plt. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumsel Akhmad Mukhlis SE., M.Si. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
ODP Center Jakabaring Rawat 72 Pandatang Dari Daerah Terdampak Covid-19
Palembang, sumselprov.go.id- ODP Center yang berlokasi di Wisma Atlet, saat ini telah digunakan untuk merawat 72 Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang berasal dan transit dari daerah terpapar Covid-19 seperti Malaysia, Singapura dan Batam dan sebagian besar bekerja sebagai TKI. Sejumlah petugas ODP Center juga terlihat sigap menangani 72 pendatang domestik tersebut yang baru tiba dari Bandara SMB 2 Rabu Malam (31/03/2020) Seperti diketahui ODP Center telah diresmikan untuk mulai beroperasi Senin (30/03/2020) oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru sebagai upaya mengantisipasi membludaknya jumlah ODP di wilayah Sumsel. HD mengatakan bahwa puluhan orang tersebut juga telah melalui tahap screening di Tanjung Pinang dan Batam. Dan kepada mereka akan dilakukan rapid test di fasilitas yang telah disiapkan di ODP Center. "Jika nanti hasil rapaid test negatif dan tidak ada gejala yang mengiringi kita akan sarankan isolasi mandiri selama dua minggu, namun apabila positif kita akan rujuk ke Rumah Sakit yang telah ditunjuk," ujarnya. Ketua ODP Center sekaligus Wakil Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya mengatakan bahwa sejak menerima informasi bahwa ada penerbangan domestik tiba tadi malam pihaknya memang sudah melakukan persiapan. Menurutnya puluhan orang tersebut beristirahat tadi malam di kamar terpisah yang telah disiapkan kemudian pada hari ini Kamis (2/4) puluhan ODP tersebut kembali menjalani pemeriksaan. "Mereka tak perlu khawatir soal kecukupan makanan di ODP Center ini, karena kita (Pemprov Sumsel) telah menyiapkan segala sesuatunya. Seperti kamar khusus, makan tiga kali sehari, serta kebutuhan lainnya," tuturnya. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
HD : Operasional Tol Kayuagung - Palembang Permudah Mobilisasi Sandang Pangan ke Sumsel di Tengah Wabah Covid-19
Palembang, sumselprov.go.id- Gubernur Sumsel H Herman Deru menyambut baik atas telah dibukanya Tol Kayu Agung-Palembang sehingga dapat digunakan sebagai jalur mobilisasi bagi masyarakat dan juga Pemerintah. "Dilihat dari aktivitas warga yang berkurang karena adanya Covid-19 dan saya lihat mobil pengangkut barang masih dapat beroperasi, karena dalam keadaan seperti saat ini kita tetap membutuhkan Sandang Pangan oleh karena itu pihak Pemprov sangat terbantu dengan beroperasinya jalan Tol ini", ujar HD saat menghadiri Video Conference dengan pihak Waskita Tol Road dan Waskita Sriwijaya di Kantor Waskita Karya, Rabu (01/04/2020). Di kesempatan ini HD juga mengucapkan terimakasih kepada Presiden RI Joko Widodo, pemerintah pusat, pihak Waskita dan berbagai pihak lainnya yang telah membantu dalam penyelesaian pembangunan Tol Kayu Agung - Palembang sehingga telah dapat dinikmati dan digunakan oleh masyarakat Sumsel. "Saya ucapkan terimakasih kepada Pak Presiden dan satuan lainnya, dengan telah beroperasinya Tol Kayu Agung-Palembang ini sangat membantu masyarakat dan pemerintah daerah yang berdampak pada pengurangan jarak dan waktu tempuh pastinya,"ungkap HD. Dikatakan HD meskipun Tol Kayuagung - Palembang telah dibuka, aktivitas kendaraan yang melintas di tol tersebut tidak dapat menjadi parameter arus kendaraan yang melintas, mengingat pandemik Covid-19 yang dirasakan pada saat ini juga berdampak kepada penurunan aktivitas warga. "Dengan adanya fasilitas Tol yang tersedia sepertinya CCTV. Saya minta pihak Waskita dapat memanfaatkan fasilitas yang ada sehingga membantu pemerintah dalam menghitung banyaknya kendaraan maupun orang yang melintas,"tutur Dia. Selain itu, HD juga minta kepada pihak Waskita agar proyek Tol Palembang - Betung juga dapat terus dilaksanakan dan jangan sampai terhenti. Usai melakukan Video Conference, HD bersama Forkopimda melanjutkan peninjauan Jalan Tol secara Langsung. Turut Hadir Kodam II Sriwijaya Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan,S.I.P.,M.Hum, Kapolda Sumsel Irjen Priyo Widyanto, Wakjati Sumsel Oktavianus SH, MH , Danrem 044/Gapo Kolonel Arh Sonny Septiono. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Gencar Lawan Corona, HD Laksanakan Sholat Hajat
Palembang, sumselprov.go.id- Berbagai langkah dan upaya antisipasi, pencegahan, dan penanganan terhadap penyebaran wabah Corona Virus (Covid-19) terus dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Pemprov Sumsel dalam menanggulangi penyebaran Pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan dengan memperketat akses masuk wilayah Sumsel, menghimbau agar masyarakat menggalakkan hidup sehat dengan menjaga asupan makan, mencuci tangan, membersihkan tubuh dengan segera usai melakukan aktivitas, hingga mengupayakan jaga jarak. Tidak hanya itu, kali ini sebagai Makhluk yang beriman dan berkewajiban melakukan ikhtiar mohon kepada Allah SWT , Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru mengajak masyarakat Sumsel melaksanakan Sholat Hajat dan Do'a bersama serentak di rumah masing-masing. "Segala upaya telah kita lakukan untuk melawan Covid-19 ini. Saatnya kini kita meminta pertolongan Allah SWT agar Sumsel khusunya, negara ini dan dunia umumnya bisa segera terbebas dari ancaman virus ini. Ajakan ini sampaikan untuk semua masyarakat Sumsel khususnya," kata HD sebelum melaksanakan Sholat Hajat di Rumah Dinas Griya Agung Palembang, Rabu (01/04/2020). Menurutnya, saat ini sudah ada 5 orang yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Dimana dua diantaranya dinyatakan meninggal dunia dan tiga orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. "Sumsel sendiri sudah terdampak. Ada 5 orang sudah dinyatakan positif, dua orang meninggal dunia, dan tiga orang masih dalam proses perawatan. Insya Allah, tiga orang ini bisa disembuhkan dan kita semua diberikan perlindungan," harapnya. Dia juga berharap, masyarakat yang saat ini berstatus PDP dan ODP, dapat terlepas dari status tersebut. Selain itu, dia juga mendoakan para tenaga medis yang saat ini tengah berjibaku sebagai garda terdepan dapat selalu diberikan kesehatan. "Seluruh tenaga medis yang berjibaku memberikan penanganan diharapkan terus menjaga kesehatannya dan kita juga selalu mendoakan agar mereka dapat terus memberikan yang terbaik," ujarnya. Sebagai kepala daerah di Sumsel, dia terus menghimbau agar masyarakat tetap mendengar dan mengikuti arahan pemerintah dalam menghadapi wabah ini demi kebaikan bersama. "Saya himbau tetap jaga jarak. Tapi meskipun jaga jarak, pertalian persaudaraan kita tetap tanpa batas, berdoa tanpa batas, kita tidak boleh hancur karena virus ini," pungkasnya. Turut hadir Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel, H.M. Alfajri Zabidi, S.Pd, MM, M.Pd.I., Ka. Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel H. Achmad Rizwan, S. STP, MM., Plt. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, M. Iqbal Alisyahbana, S.STP., Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
HD Upayakan Bantuan Disinfektan dan APD Tersalur dengan Baik
Palembang, sumselprov.go.id Pemerintah Provinsi Sumsel kembali menerima bantuan sedikitnya puluhan liter biang disinfektan yang jika dicampur dengan air dapat menjadi 100 ribu liter dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia (Asohi) Sumsel yang bekerjasama Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumsel dan 1700 set APD dari Paguyuban Masyarakat Anxi Sumsel, Rabu (1/4/2020). Pada penerimaan bantuan yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sumsel itu, Herman Deru menyebut, mengalirnya bantuan ini merupakan bentuk dukungan dari berbagai pihak terhadap pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Sumsel. "Begitu banyak kepedulian terhadap penanganan Covid-19 di Sumsel ini dan saya sangat mengucapkan terima kasih," kata HD saat menerima bantuan tersebut di depan Posko Penangan Covid-19. Sejumlah bantuan baik berupa cairan disinfektan maupun Alat Pelindung Diri (APD) pencegahan dan penanganan Corona Virus atau Covid-19 di Sumsel terus berdatangan. HD menjamin, bantuan berupa cairan disinfektan tersebut dipastikan akan diberikan kepada masyarakat. Termasuk juga APD, akan diperuntukkan mulai dari tenaga medis hingga ke tenaga pemakaman. "Karena bukan hanya tenaga medis yang butuh APD. Tenaga lain yang bersentuhan langsung dengan penderita juga memerlukannya. Termasuk petugas pemakaman. Kalau berani memakamkan penderita Covid-19 dengan alasan hati nurani, itu betul. Tapi jika tidak memakai APD itu tidak lazim," tegasnya. Tim gugus tugas penanganan Covid-19 Sumsel memang membuka penerimaan bantuan baik dari semua pihak. "Yang kita terima hanya berupa barang, bukan uang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Bantuan itu tentu akan kita pertanggungjawabkan secara akuntabel," tuturnya. Tidak hanya cairan disinfektan dan APD, dia menerangkan, bantuan berupa obat-obatan dan vitamin juga dibutuhkan untuk menjaga imunitas. "Vitamin akan kita sebar ke masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh. Kita harus sama-sama menangani ini. Semoga dengan adanya persoalan ini membuat diri kita semakin menumbuhkan cinta kepada sesama," tandasnya. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
HD Pimpin Diskusi Online "Solusi Peliputan Media Massa Sumsel Selama Pandemi Covid - 19"
Palembang, sumselprov.go.id- Diskusi yang berlangsung secara Online juga melibatkan Ketua DPRD Sumsel, Pangdam II / SWJ, Kapolda Sumsel, Kajati Sumsel , Ketua AJI Sumsel, Media Antara , GM Sumeks/Tribun, Warta photo Palembang, Wartawan sejahtera di Sumsel Command Centre Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (01/04/2020). Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru HD menyampaikan agar dalam penyampaian berita, Media harus menyajikan dengan kemasan yang baik, berita yang menyerukan namun tetap mengedepankan good jurnalism atau Positif journalism. Hal tersebut disambut baik oleh para pimpinan Media. Dalam diskusi Online tersebut, berbagai pertanyaan dibahas, dan dijawab HD yang didampingi oleh para narasunber yang berkompeten. Diantaranya pertanyaan dari GM Sumatera Ekspres mengenai terlambatnya Informasi yang didapat para wartawan mengenai data Individu Positif Covid - 19 di Sumsel. HD menjelaskan Pemprov, Sumsel sebenarnya tidak lambat memberikan informasi hal tersebut dikarenakan Pemerintah Daerah tidak diberikan hak untuk memberikan informasi tesebut sebelum diumumkan oleh Jubir Nasional. "Kita pun hanya menyampaikan initial nama orang tersebut saja, kita diberikan hak hanya untuk menginformasikan apabila orang tersebut negarif Covid - 19," ujar HD. HD juga menjelaskan mengenai Anggaran Penangangan Covid - 19 yang telah di Kumpulkan Pemprov. Sumsel yang menjapai 120 Milyar Rupiah melebihi target semula yang hanya 100 Milyar Rupiah, adapun dana tersebut didapat dari Refokusing dan Realokasi Anggaran misalnya Anggaran Gubernur / wakil Gubernur Sunsel ke Luar Negeri yang dipotong 50 % "Namun karena pengelolaan Keuangan ini tetap berazaskan aturan yang ada, gugus tugas tentunya tidak boleh seenaknya menggunakan dana ini. Tetap harus posisi keuangan daerah dan yang terpenting harus akuntabel" jelasnya. Diskusi berjalan hampir selama 2 (dua) jam dan berjalan dengan baik. Turut hadir Kepala BNPB Sumsel H. Iriansyah, S Sos, SKM, M.Kes, Ka. Dinas Kesehatan Prov. Sumsel Dra. Lesty Nurainy,Apt,M.Kes, Ka. Diskominfo Prov. Sumsel H. Ahmad Rizwan,S.STP,MM, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan dan Penanggulangan Covid - 19 Sumsel, dr. Zen Ahmad, SpPD-KP, FINASIM, Dr. Nurpurwoko Widodo, M. Epid, H. Yusri, SKM, MKM Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel
Sumsel
HD Berikan Arahan Kadinsos se Sumsel Cegah Covid-19
Palembang, sumselprov.go.id- Gubernur Sumateta Selatan H. Herman Deru memberikan arahan kepada para Kepala Dinas Sosial Kabupaten/Kota se Sumsel melalui Video Conference di Sumsel Command Center, Kantor Gubernur Sumsel, Senin (30/3/2020). Dikesempatan itu Herman Deru menyampaikan bahwa Kepala Dinas Sosial yang sangat berkaitan dengan tugas pencegahan penyebaran Covid-19 ini. Untuk itu dia mengharapkan agar membantu kegiatan gugus tugas di daerah masing-masing. "Dinas Sosial yang sangat berkaitan dengan tugas ini membantu kegiatan gugus tugas di masing-masing daerah," imbuhnya. Selain itu, HD juga menyampaikan bahwa sebelum kabupaten/kota di Sumsel membuat ODP Center, untuk sementara bisa dikirim ke Palembang di Rumah Sehat yang ada di wisma atlet Jakabaring Sport City. "Sebagai langkah antisipasi, jika penyebaran Covid-19 meningkat maka saya informasikan kepada seluruh Kepala Dinas Sosial di seluruh kabupaten/kota bahwa kita telah membuka Rumah Sehat tempat karantina dengan kapasitas diatas 1000 orang" ungkapnya. Hadir mendampingi Gubernur Sumsel pada Video Conference itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Mirwansyah, SKM., MKM., dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumsel H. Achmad Rizwan, S. STP, MM. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
HD Resmikan Rumah Sehat Covid - 19 Sumatera Selatan
Palembang, sumselprov.go.id-Menindaklanjuti Wisma Atlet Jakabaring sebagai ODP Center Covid - 19 di Provinsi Sumatera Selatan, hari ini Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru (HD) meresmikan Rumah Sehat Covid - 19 Sumatera Selatan di Wisma Altet Sport City Jakabaring Palembang, Senin (30/03/2020). Dalam sambutannya HD menjelaskan Rumah Sehat Covid-19 Ini merupakan tindak lanjut Pemerintah dalam menangani perkembangan covid19 di Sumsel , agar mereka yang berstatus ODP dapat diisolasi dan memudahkan proses pengawasan bagi pihak kesehatan. HD juga memastikan fasilitas tempat Orang Dalam Pengawasan (ODP) harus sesuai standar agar mereka merasa nyaman. HD juga memberikan motifasi, pesan dan semangat dimana disaat situasi sekarang ini, komunikasi harus tetap terjaga untuk selalu berkoordinasi dan bertukar ide dalam menangani bencana covid-19 ini. "Kita harus memegang prinsip seperti sapu lidi, dimana kalau kita bersatu maka tidak mudah untuk dipatahkan," Maka dari itu kita perlu menerapkannya dalam bencana seperti ini" ujar HD. "Selain itu tak kalah penting, kita harus selalu mengawasi jalan masuk yg ada disumsel ini, seperti jalur masuk dari sungai - sungai kecil harus bisa terpantau, dan bila ada yang terindifikasi sebagai ODP akan langsung kita arahkan ke rumah sehat Covid - 19 ini" tambahnya. Perihal mengenai pemberitaan tentang kondisi pasien baik yang positif, dengan status ODP atau PDP, HD berpesan informasi tersebut harus disampaikan dengan kemasan yang baik dan benar, agar tidak terjadi kesalah pahaman di masyarakat. Media tidak perlu menyampaikan informasi dengan kalimat yg menakuti dan terkait dengan viralnya video juru parkir yang saat ini sudah diamankan pihak berwajib. "Yang perlu dilakukan adalah mengedukasi masyarakat agar tidak mudah menyebar luaskan berita yang belum valid kebenarannya, karena ini akan berdampak buruk jika informasi yang disebarkan tidak benar faktanya" ucap HD. Sebagai informasi tambahan setelah meresmikan Rumah sehat covid-19 melakukan peninjauan di Gedung B Rumah sehat covid-19 untuk memantau secara langsung perlengkapan yang ada termasuk alat transportasi dan melakukan konferensi pers. Pada kesempatan yang sama HD mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat sumsel yg sudah menerapkan himbauannya, untuk menahan diri agar tidak mudik dan tidak melakukan perjalanan keluar kota terutama zona merah. Tidak lupa HD juga berterima kasih kepada pengusaha - pengusaha tempat hiburan karena sudah menutup tempat hiburan mereka dalam rangka cegah tangkal bencana virus covid19. Mengakhiri kegiatannya, HD menyampaikan pesan agar masyarakst sumsel untuk selalu berdoa dan berihtiar kepada Allah SWT agar sumsel bisa terlepas dari bencana ini. Turut Hadir Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya, Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Hj. R.A Anita Noeringhati SH, MH., Kajati Sumsel, Dr Wisnu Broto MHum Asisten I Bid. Pemerintahan dan Kesra Dr. H. Akhmad Najib, S.H., M.Hum. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.