Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
HD Sampaikan LKPJ TA 2019 Pada Paripurna DPRD Sumsel Melalui Video Conference
Palembang, sumselprov.go.id-Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri pelaksanaan Rapat Paripurna XIII DPRD Provinsi Sumsel dengan agenda penyampaian pengatar laporan keterangan pertanggungjawaban Gubernur Sumsel (LKPJ) Tahun Anggaran 2019. Rapat Paripurna yang dilaksanakan dengan video conference itu dilanjutkan dengan pembentukan pansus-pansus berdasarkan komposisi komisi-komisi DPRD Sumsel, berlangsung di Sumsel Command Center, Senin (20/4/2020). Pada saat penyampaian laporannya, Gubernur Sumsel Herman Deru menjelaskan, pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sumsel terdapat 16 sasaran yang setiap tahun yang dirangkum dalam beberapa prioritas pembangunan. Capaian indikator makro pembangunan tahun 2019 yakni pertumbuhan ekonomi di Sumsel sebesar 5,71% lebih tinggi dibanding Nasional sebesar 5,02%, sehingga Sumsel mendapat peringkat 3 tertinggi nasional. “Gini Rasio Sumsel sebesar 0,331 lebih rendah dibanding nasional 0,382, ini menunjukkan bahwa kesenjangan antar pendapatan di Sumsel termasuk dalam kategori rendah. Sedangkan tingkat inflasi Sumsel sebesar 2,06% lebih rendah dibanding Nasional 2,72%. Hal ini menunjukkan harga bahan pokok di Sumatera Selatan cukup stabil,” jelas Deru. Untuk tingkat pengangguran, ia mengungkapkan, tingkat pengangguran terbuka 4,48% lebih rendah dibanding nasional 5,28%. Sejak tahun 2011-2019 capaian TPT Sumsel selalu lebih baik dari Nasional. Sedangkan IPM Sumsel sebesar 70,02 berada pada kategori tinggi (meningkat dari sebelumnya tahun 2018 masih kategori sedang sebesar 69,39), dengan laju pertumbuhan sebesar 0,63 diatas laju pertumbuhan Nasional yang sebesar 0,53. “Angka Kemiskinan Sumsel sebesar 12,56% menurun dari tahun 2018 yaitu 12,82%. Angka ini masih lebih tinggi dibanding nasional yaitu 9,22%,” ungkap Deru. Menurut Deru, dari capaian kinerja berdasarkan 4 (empat) prioritas pembangunan tahun 2019 yakni pembangunan manusia berkualitas dimana tahun 2019 Sumsel telah berhasil meningkatkan beberapa capaian indikator pembangunan manusia berkualitas seperti meningkatkan IPM, menurunkan angka kemiskinan dan menurunkan kesenjangan pendapatan masyarakat yang tergambar dari angka Gini Rasio. Termasuk pencapaian bidang pendidikan dan kesehatan. Nampak hadir pada Paripurna melalui video conference itu, Wakil Gubernur Sumsel, H Mawardi Yahya, Sekda Provinsi Sumsel H Nasrun Umar, para Asisten dan Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
MY Siapkan Fasilitas Khusus Tenaga Medis Bergejala Covid-19
Palembang, sumselprov.go.id-Pemprov Sumsel menyediakan fasilitas khusus kepada Tim Medis dengan disiapkan satu Gedung di Tower 3 di ODP Center apabila ada tenaga kesehatan yang merasakan gejala Covid-19. "Semua ini pemprov lakukan sebagai bentuk komitmen dan juga kepedulian kepada semua baik tim medis yang merupakan garda terdepan untuk covid-19 maupun masyarakat. Namun kita selalu berdoa semoga setiap orang termasuk tenaga kesehatan selalu sehat dan diberikan keselamatan dalam bertugas," katanya. Hal tersebut terungkap saat Wakil Gubernur Sumsel sekaligus Ketua ODP Center, H. Mawardi Yahya saat kembali memonitor langsung ruangan maupun fasilitas lainnya di Rumah Sehat Jakabaring, Sabtu (18/04/2020). Dalam kesempatan itu, Wagub juga menerima Direktur Utama RSMH Palembang, Dr Bambang Eko Sunaryato dan berbincang tentang beberapa tim medis di RSMH yang merawat pasien ODP dan PDP merasa mengalami semacam keluhan dampak dari pelayanan mereka. Oleh karena itu, kata Bambang mereka ingin mencoba menyakinkan dirinya bahwa mereka tidak terjangkit. Jadi mereka memohon kepada pemerintah untuk dapat juga dikarantina di Rumah Sehat Jakabaring. Dan hal tersebut disambut baik oleh Mawardi, karena menurutnya fasilitas yang ada juga telah disediakan untuk tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan covid-19. Selain itu, Mawardi menginformasikan bahwa hari ini ada satu orang lagi yang akan keluar dari ODP Center yaitu ODP dari Santri Gontor. Sehingga masih sisa 20 ODP yang masih dikarantina, 3 ODP dari Prabu, 8 TKI, kemudian 9 santri. Jadi 20 ODP ini masih mengikuti tahapan "Kemarin sudah keluar satu, hari ini satu lagi sekarang sedang proses karena dinyatakan negatif dan atas permintaan orang tuanya dan berjanji akan mengisolasi diri dirumah dengan ketentuan-ketentuan yang sudah diberikan, dan akhirnya sepakat apalagi negatif maka diizinkan pulang. Jadi dia juga berdasarkan ada surat pernyataan dan rekomendasi dari kita. Jadi hari ini keluar sedang proses,"katanya. Turut hadir Kadinkes, Lesty Nurainy, Kadis Budpar Aufa Syahrizal. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Makna Warna Merah Pada Daerah Terjangkit Covid-19
Palembang, sumselprov.go.id-Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Juru Bicara Covid-19 Prov Sumsel, dr. Zen Ahmad, Sp.PD-KP FINASIM mengatakan bahwa terdapat beberapa gambaran pada daerah yang terjangkit virus corona (Covid-19), yaitu dilambangkan pada warna hijau, kuning, dan merah. "Warna merah menandakan adanya transmisi lokal yaitu terjadi penularan dari antar penduduk dalam wilayah tersebut. Warna kuning menandakan daerah yang memiliki kasus Covid-19 bisa sedikit atau banyak tetapi dikarenakan kasus import atau berasal dari daerah lain, dan untuk warna hijau berarti belum ada penularan covid-19," jelasnya dalam Konferensi Pers secara Virtual Perkembangan Covid-19 di Sumsel Command Center, Jumat (17 April 2020). Dalam kesempatan itu, Zen mengungkapkan bahwa per hari ini telah terjadi penambahan kasus baru sebanyak 17 orang, terdiri atas 14 orang dari Palembang dengan status kasus lokal, dan 2 orang domisili Banyuasin status kasus lokal, dan 1 orang dari Bandung status kasus import. "Dengan total penambahan kasus transmisi lokal, maka Palembang menjadi zona merah. Penularan lokal ini didapatkan dari pelacakan orang-orang yang kontak erat dengan penderita sebelumnya. 17 kasus baru mayoritas adalah OTG, didapat dari tracking 14 orang, namun ternyata positif," jelasnya. Penambahan kasus terdiri atas orang dengan gejala dan orang tanpa gejala (OTG). Dimana apabila orang memiliki gejala maka tentu akan pergi ke dokter, namun pada OTG yang merasa dirinya sehat padah mereka terinfeksi, hal inilah yang perlu diwaspadai karena bisa saja yang bersangkutan telah kemana saja dan berkontak dengan apa dan siapa saja yang berpotensi pada penularan. "Maka kami menghimbau kepada masyarakat Sumsel untuk tetap dirumah, pergi jika hanya ada keperluan, tidak usah berkumpul ramai-ramai, gunakan masker, jaga kesehatan, istirahat yang cukup," katanya. Turut hadir Kadis Kominfo Sumsel, H Achmad Rizwan, SSTP, M.M., Kepala KKP Kelas II Palembang dr. Nur Purwoko Widodo. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
HD Terima Arahan Mendagri Terkait Tata Cara Refocusing dan Realokasi Anggaran Covid-19
Palembang, sumselprov.go.id-Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru melaksanakan video conference bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan, dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumsel Command Center, Jum'at (17/4/2020). Video conference ini membahas tata cara refocusing dan realokasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 dalam percepatan penanganan Covid-19. Mendagri Tito Karnavian mengatakan, beberapa daerah di Indonesia telah melakukan refocusing anggaran dengan jumlah berbeda-beda. Sementara itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan, Pemprov Sumsel telah merealokasi dan refocusing anggaran terkait penanganan Covid-19. Untuk kegiatan percepatan penanganan Covid-19 sebesar Rp120 Miliar naik Rp20 Miliar dari estimasi yang diperkirakan. "Provinsi Sumsel menfokuskan dengan pelayanan kesehatan, terkait penanganan dampak ekonomi, terkait juga social safety," ungkapnya. Hadir pada video conference itu, Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hj. RA. Anita Noeringhati, Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya, Sekda Provinsi Sumsel, H. Nasrun Umar serta hadir juga para Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Antisipasi Penambahan Kasus Covid-19, HD Pimpin Rakor Vidcon Bersama Bupati/Walikota se-Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id-Gubernur Sumsel H Herman Deru memimpin Rapat Koordinasi Video Conference Gubernur Sumsel bersama FKPD Prov. Sumsel dengan para Bupati/Walikota bersama FKPD Kab/Kota Se-Sumsel terkait meningkatnya Jumlah Positif Covid-19 di Sumsel Command Center, Jum'at (17/04/2020). Pada kesempatan tersebut HD menyampaikan bahwa Jumlah 37 positif merupakan hasil komulatif yang belum dikurangi dengan jumlah pasien yg berhasil sembuh dari Covid-19, dimana nanti sistem ini akan diperbaiki agar tidak menimbulkan kebingungan bagi penerima informasi khususnya masyarakat Sumsel. "Kalau dilihat dari perkembangan yang terjadi kita masih bisa bersyukur karena korban meninggal kasus covid-19 yang berjumlah 2 orang ini merupakan point penting yang menunjukan bahwa wabah ini bisa disembuhkan dan diatasi," ujar HD. HD mengapresiasi atas apa yang sudah dilakukan oleh semua pihak dalam usaha dan kebijakan yang telah diambil khususnya kepada seluruh kepala daerah dalam menanggulangi wabah ini. "seperti apa yang telah dilakukan oleh Walikota Lubuk Linggau yang telah melakukan kebijakan 8 kali penyemprotan diwilayah mereka dan memberikan APD kepada seluruh petugas medis, lalu ada juga kebijakan yang diambil oleh Kepala Daerah Empat Lawang terhadap ODP yang diberikan pengarahan untuk mengisolasi diri dan pengawasan secara rutin, sejauh ini kita bersyukur di Empat Lawang belum ada kasus terkonfirmasi positif", ujar HD. Selain itu, HD juga meminta kepala daerah untuk melakukan upaya penanganan masalah perekonomian dan berbagai dampak lainnya akibat covid-19 dan juga dilakukan persiapan dengan baik serta dilakukan secara bertahap karena wabah ini belum diketahui kapan akan berakhir dan belum bisa diprediksi. Lanjutnya, HD juga bersyukur karena belum ada di daerah Sumsel yang menolak jenazah korban covid-19 seperti yang marak diberitakan oleh media dan terjadi didaerah lainnya diluar Sumsel. Menurutnya penting bagi kepala daerah untuk selalu menerapkan pemakamkan jenazah PDP dengan standar covid-19 guna mengantisipasi penyebaran virus ini. Tidak lupa HD juga mengingatkan Kepala Daerah tentang karhutla agar mereka yang daerahnya rawan akan terjadinya kebakaran hutan untuk tetap melakukan antisipasi karhutla ditengah wabah covid-19 yang belum terselesaikan. Sebelum menutup video conference HD memberi arahan agar setiap kepala daerah tetap Tegas tapi Sopan kepada para pendatang. "karena kita tidak mengetahui tujuan mereka untuk keperluan apa, siapa tau mereka mau berinvestasi diwilayah kita", pungkasnya. Sementara itu, Pangdam II Sriwijaya, Irwan, S.I.P., M.Hum mengatakan dalam vidcon bahwa TNI siap untuk mengawal pemakaman korban covid-19 agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan kondusif. Namun dikatakannya bahwa yang paling utama adalah bersatunya segala pihak dalam upaya memutus rantai penularan covid-19, sehingga tidak ada angka kematian lagi. Turut hadir Kapolda Sumsel, Drs Priyo Widyanto MM., Ketua DPRD Sumsel, RA. Anita Noeringhati, SH, MH., Kadis Kominfo, H Achmad Rizwan, SSTP, M.M. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Sumsel Secara Keseluruhan Belum Menjadi Zona Merah
Palembang, sumselprov.go.id-Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Sumsel, Prof Dr dr H Yuwono M Biomed mengatakan bahwa Sumsel Belum Masuk Zona Merah. Karena suatu daerah dapat dikatakan sebagai zona merah apabila ada definitif penularan lokal. "Saya contohkan kasus zona merah misalnya Kota Prabumulih menjadi zona merah karena kasus 02 terbukti secara meyakinkan menyebabkan penularan pada beberapa orang yang tidak sama melakukan perjalanan, artinya itu betul-betul penularan lokal pada waktu yang berbeda, sehingga itu disebut penularan lokal,” ujarnya saat Konferensi Pers di Sumsel Command Center, Kamis (16/04/2020). Dalam kesempatan itu, Yuwono juga mengungkapkan bahwa telah terjadi penambahan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid 19 sebanyak 15 orang. Denmgan rincian 12 diantaranya merupakan kasus import, dan 3 lainya masih dalam proses penyelidikan. Dengan penambahan ini total pasien positif Covid yang sebelumnya berjumlah 22 orang menjadi 37 orang. "Jadi beberapa kasus hari ini diantarannya masih dalam penyelidikan. Sebanyak 11 pasien penambahan merupakan kasus impor yang berasal dari siswa sekolah perwira polisi di Sukabumi. Kita sudah mendengar kabarnya bahwa sebelumnya mereka sudah menjalani rapid tes di sukabumi, dan dinyatakan negatif kemudian dipulangkan ke Kota Palembang," jelas Dia. Lanjut dijelaskannya bahwa kesebelas orang tersebut telah dikarantina di SPN Betung, kemudian juga dilakukan rapid test sebanyak dua kali yaitu pada pekan pertama bulan ini dan pada hari minggu kemarin. Selanjutnya dilakukan juga pemeriksaan konfirmasi dengan PCR dan didapatkan 11 yang positif. "Kasus semuanya ini tanpa gejala. Untuk siswa ini semuanya lagi diisolasi di Rumah Sakit Bhayangkara. Perlu diketahui bahwa adanya penambahan 15 orang ini tidak menjadikan Sumsel sebagai zona merah. Seperti yang telah saya sampaikan tadi di Sumsel ini termasuk kasus impor, jadi secara umum secara keseluruhan Sumsel belum zona merah, hanya baru kota prabumulih saja zona merah,” tegasnya Diketahui bahwa .asing-masing pasien penambahan sebanyak 15 orang terdiri dari 5 Orang Perempuan dan 10 Laki-laki yang terbagi 2 orang dari Kota lubuk linggau, 1 orang Kota Sekayu, 6 orang Kota Palembang dan 6 orang Kota Prabumulih. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
HD Dukung Akurasi Data Penerima Bansos Tunai Penanganan Covid-19 Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id-Gubernur Sumsel H Herman Deru meminta agar pendataan masyarakat Sumsel yang termasuk dalam penerima Bansos Tunai Dalam Penanganan Covid-19 di Sumsel dapat terlaksana dan dipertanggung jawabkan dengan baik. Hal tersebut diungkapkan HD saat melakukan Video Conference bersama Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari Peter Batubara M.B.A dalam rangka rapat koordinasi Bansos Tunai dalam penanganan Covid-19 di Sumsel Commamd Center, Kamis (16/04/2020). "Secara umum, Pemprov Sumsel, pemkot/pemkab sudah memberikan perhatian luar biasa kepada masyarakat namun proses pendataan miskin baru saya berharap dapat dipertanggung jawabkan dengan baik pelaksanaannya terutama data orang-orang yang menerima bantuan namun belum termasuk dalam data yang ada dalam sistem," ujarnya. HD mengatakan bahwa di lapangan masih ada beberapa pelaksanaan yang langsung diberikan kepada penerima bansos karena melihat situasi di lapangan dimana telah ada masyarakat yang mengalami kesulitan karena terdampak Covid-19. Sehingga hal tersebut juga perlu diperhatikan proses pendataannya agar di kemudian hari dapat mempermudah proses pertanggung jawaban secara administrasi Menambahkan Kadinsos Mirwansyah ,SKM ; MKM mengatakan bahwa Bansos tunai tetap datanya bersumber diluar data terpadu kesehatan kesejahteraan sosial yang diistilakan miskin baru dimama data yang ada pada provinsi juga berdasrkan data yang dikumpulkan oleh kabupaten kota melalui program SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation). Menteri Sosial Republik Indonesia Juliari Peter Batubara M.B.A mengatakan bahwa keberhasilan penanggulangan kemiskinan tidak hanya ditentukan oleh program-program yang tepat inovatif, tetapi juga harus didukung dengan kriteria kemiskinan yang jelas, serta data yang akurat dan up to date sehingga perlu dilakukan verifikasi dan validasi secara berkala sesuai dengan jenis programnya. Diketahui bahwa Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kemensos) secara terus menerus mengembangkan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS) dengan nomengklatur SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation) yang dapat diakses oleh Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Data Terpadu, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, Kementerian Sosial didukung oleh Pemerintahan Daerah melakukan verifikasi dan validasi data kemiskinan yang akurat, up to date, dan terintegrasi. Dimana Pelaporan pendaftaran, atau perubahan data dilakukan secara berjenjang dari tingkat pedesaan/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kotamadya, gubernur, sampai pada Menteri Sosial. Selanjutnya, data kemiskinan yang telah diverifikasi dan divalidasi ditetapkan oleh Menteri Sosial sebagai data terpadu yang dapat dipergunakan oleh kementerian/lembaga terkait untuk penanganan kemiskinan. Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs Akhmad Najib, SH., MHum, Kadis Kominfo, H Achmad Rizwan, SSTP, MM. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Pemprov Sumsel Bahas Pencegahan Karhutla Tahun 2020 Bersama KLHK RI
Palembang, sumselprov.go.id-Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar melakukan video conference bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Bambang Hendroyono dalam rangka pencegahan kebakaran hutan dan lahan tahun 2020. Sekda Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar mengatakan, sangat memahami bahwa Sumsel sebagai salah satu provinsi rawan karhutla karena memiliki lahan gambut terluas ke dua di wilayah Sumatra. Menurutnya, dalam kaitan antisipasi karhutla tahun 2020, Pemprov Sumsel bersama kabupaten/kota telah bersinergi dan berkomitmen melakukan pencegahan karhutlah. "Selain itu, telah membentuk tim terpadu dengan 7 bidang kelompok kerja sehingga kita siap memaksimalkan pelaksanaan pencegahan karhutlah di wilayah Sumsel," ungkapnya. Hasil vidcon itu langsung ditindak lanjuti dengan menugaskan Kepala Dinas kehutanan Provinsi Sumsel melaksanakan rapat internal bersama stakeholder terkait untuk menetapkan rencana kerja, kemudian segera menyelisaikan surat keputusan tentang Gugus Tugas Tapak Provinsi Sumsel. Sementara itu, Sekjen KLHK RI Bambang Hendroyono dikesempatan itu memberikan usulan untuk antisipasi karhutlah berbasis Tapak yaitu membentuk tapak-tapak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di sejumlah titik rawan karhutla dan pencegahan karhutla melalui pemulihan lahan gambut. Menurutnya, sebagai pengelola di tingkat tapak, KPH berkewajiban mengelola kawasan hutan secara lestari sesuai fungsinya dengan memerhatikan aspirasi, peran serta dan nilai budaya masyarakat serta lingkungan setempat. "Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah yang juga menjadi perhatian kita, diharapkan dapat membentuk tapak-tapak KPH dimaksud,” katanya. Hadir pada video conference itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel H. Iriansyah., S.Sos., SKM, M.Kes., Kadishut Sumsel Pandji Tjahjanto, S.Hut. M.Si, Kadis LHP Sumsel Drs. H. Edward Chandra, M.H., Kadis Kominfo Sumsel H. Achmad Rizwan, S. STP, MM., dan Kepala Sta. Klim. Kelas I, BMKG Palembang, Nuga Putratijo, SP., M.Si. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Dekranasda Sumsel Berikan Bantuan APD dan Masker Karya UKM
Palembang, sumselprov.go.id-Ketua TP PKK Prov Sumsel sekaligus Ketua Dekranasda Prov Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru didampingi Wakil Ketua TP PKK Prov Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya memberikan bantuan APD dan juga masker hasil karya UKM yang ada di Sumsel melalui tim gugus tugas Covid-19 di Sumsel. "Hari ini saya memberikan bantuan dari Dekranasda Sumsel berupa APD dan masker. Bantuan ini hasil Dekranasda Sumsel dimana kerajinan ini juga masih berlangsung proses pembuatannya atas bantuan UKM di Sumsel,"ujarnya di sela kunjungannya ke Posko Sumsel Siaga Covid-19, Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (16/04/2020). Dalam kesempatan itu, diberikan sebanyak 50 APD, dan 1000 masker. Selain itu, Feby menuturkan bahwa pihaknya juga berencana membuat dapur umum untuk membantu masyarakat membutuhkan. Menurutnya, hal ini untuk menambah giat dapur umum yang sudah ada. "Pelaksanaan dapur umum sendiri dilaksanakan bekerja sama dengan Dinsos, PKK, dan PMI dimana Dekranasda akam membantu memasak, membungkus menjadi nasi kotak sedangkan distribusinya nanti akan dilakukan oleh dinsos," jelasnya. Untuk tahap awal, Feby mengatakan bahwa akan disediakan sebanyak 500 Makanan. Dapur umum ini sendiri akan diberi nama dapur umum sosial dan berloaksi di belakang Griya Agung. Turut hadir Kadis Kominfo, H Achmad Rizwan, SSTP, M.M., Kadis Perindustrian, Ir. Ernilah Rizar., M.M, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel H. Iriansyah., S.Sos., SKM, M.Kes. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.