Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Trend Kesembuhan Covid-19 di Sumsel Meningkat Berdasarkan Analisis Epidemiologi
Palembang, sumselprov.go.id-Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Akhmad Najib memimpin sekaligus menyampaikan konferensi pers kepada awak media mengenai analisis epidemiologi percepatan penanganan pandemi covid-19 di Provinsi Sumsel berdasarkan indikator epidemiologi, berlangsung di Sumsel Command Center, Selasa (09/06/2020). Dalam kesempatan itu, HD melalui Akhmad Najib menjelaskan tentang trend kasus 2 minggu terakhir konfirmasi positif yang ada di Sumsel. Pada minggu ke 3 Mei tanggal 25 Mei 2020 terdapat 812 kasus, hingga pada minggu ke 1 Juni tanggal 7 Juni 2020 terdapat 1129 kasus. Berdasarkan data tersebut, terdapat peningkatan kasus sebesar 39,04 %. "Peningkatan kasus positif yang ada di Sumsel karena adanya tes yang dilakujan secara massive, dan adanya peningkatan kegiatan surveilans (tracing dan tracking) serta peningkatan tes laboratorium," ungkap Dia. Selain itu, hasil kontak tracer yang telah dilakukan oleh gugus tugas juga cukup bagus. Hal ini terlihat dari trend kasus 2 minggu terakhir probable (jumlah OTG, ODP, dan PDP). Dimana minggu ke 3 mei tanggal 25 mei 2020 terdapat 10.742 kasus, sedangkan minggu ke 1 Juni tanggal 7 Juni 2020 terdapat 14.340 kasus. Sehingga terdapat peningkatan kasus sebesar 33,49%. "Penanganan pasien covid-19 di Sumsel sudah cukup baik dan juga konfirmasi kasus positif juga cepat. Hal tersebut terlihat karena adanya penurunan trend kematian kasus positif dari tanggal 6 mei hingga 7 Juni,"katanya. Hal tersebut berdasarkan pada data total kematian sampai tanggal 6 Mei 2020 yaitu 6 orang, ada penambahan 22 kasus menjadi 28 orang pada tanggal 25 Mei 2020. Kemudian ada penurunan kasus kematian dimana pada tanggal 25 mei 2020 kasus kematian 28 orang sampai tanggal 7 Juni 2020 menjadi 42 orang. Dengan penambahan kasus 14 kasus. "Untuk trend kematian kasus probable PDP dari 6 Mei-7 Juni 2020 meningkat 118,18%. Hal ini disebabkan oleh adanya penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes melitus dan terjadi pada usia diatas 60 tahun," katanya. Najib mengatakan sementara itu bahwa trend kesembuhan dari kasus positif pada 25 Mei-7 Juni 2020, terdapat peningkatan sebesar 16,43 %. Dengan proporsi sembuh sampai tanggal 25 Mei 2020 14,04%. Sedangkan samlai tanggal 7 Juni 2020 menjadi 30,47%. "Data menunjukan bahwa pelayanan kesehatan telah diupayakan secara optimal. Hal ini dapat ditingkatkan dengan peningkatan kapasitas laboratorium," katanya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa protokol kesehatan diberbagai sektor harus dijalankan secara maksimal dengan pengawasan ketat, kontak tracing yang agresif terus dilakukan, peningkatan edukasi tentang covid-19 secara aktif, peningkatan pelibatan dan pemberdayaan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
HD Hadiri Rapat Monev Percepatan Penanganan Corona di Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id-Rapat monev yang digelar oleh LO Gugus Tugas Covid-19 Pusat dipimpin langsung Brigjen TNI (Purn) Edison Simanjuntak ini dihadiri Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru diwakili Kepala BPBD Prov Sumsel Iriansyah. Rapat digelar dalam rangka paparan evaluasi dan monitoring percepatan penanganan Covid-19 di Sumsel oleh Tim Gugus Tugas dan LO Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat di Ruang Rapat Bina Praja, Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (9/6/2020). Brigjen TNI (Purn) Edison Simanjuntak mengatakan, selama ini pihaknya hanya melakukan pemantauan dari pusat yaitu di Jakarta. Setelah penerbangan dibuka mulai turun langsung ke daerah seperti Provinsi Sulsel, Jatim, Kalsel, Papua, Sumsel dan lainnya. Dikesempatan itu, Edison Simanjuntak sangat mengapresiasi kemampuan BBLK Palembang yang mampu memeriksa 800 sampel dalam satu hari, salah satunya berkat dukungan penuh Pemprov Sumsel. "Kemampuan dan kecepatan menghasilkan hasil pemeriksaan laboratorium sangat penting dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 ini," ungkapnya. Menurutnya, harapan pemerintah pusat khususnya Gugus Tugas pusat kepada daerah sangat mengharapkan data yang objektif dan tidak ditutup- tutupi. Untuk itu, dia menghimbau agar Gugus Tugas di daerah dapat melakukan hal tersebut. "Saya ingin menyampaikan arahan agar seluruh stake holder terkait di daerah menjalin kekompakan dan menghilangkan ego sektoral, karena hal ini sudah ada terjadi daerah lain. Saya harapkan di Sumsel tidak ada terjadi seperti itu, situasi kita ini memerlukan kerja bersama diluar situasi normal," tegasnya. "Mengenai logistik bantuan pusat ke daerah, besok hari Rabu kita akan melakukan kunjungan langsung ke BBLK Palembang dan selanjutnya melalukan peninjauan gudang logistik untuk memeriksa bantuan pusat ke daerah," ditambahkan Edison. Sementara itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Kepala Pelaksana BPBD Sumsel H. Iriansyah., S.Sos., SKM, M.Kes memaparkan banyak hal tentang berbagai upaya yang telah dilakukan Pemprov Sumsel dan Gugus Tugas dalam percepatan penanganan Covid-19 diwilayah Sumsel. Turut Hadir Laisson Officer (LO) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 RI untuk Sumsel Brigjend (Pur) Antoni Simamora, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel H. Iriansyah., S.Sos., SKM, M.Kes, Kadinkes Sumsel Dra. Lesty Nurainy, Apt, M.Kes., Kadishub Drs. Nelson Firdaus., M.M, Ketua IDI Sumsel Rizal Sanif. Hadir juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumsel Prof. Dr. dr. Yuwono, M. Biomed., Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang, dr Andi Yussianto, dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Palembang dr. Nur Purwoko Widodo. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Walaupun Pandemi, HD Minta Bawaslu Tetap Profesional
Palembang, sumselprov.go.id- Meski masih di tengah pandemi, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghimbau agar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tetap menjalankan tugas dengan profesional, transparan dan menjaga kondusifitas daerah. Mengingat Desember mendatang Provinsi Sumsel akan mengadakan kegiatan besar yakni pemilihan kepala daerah di 7 daerah yakni, Ogan Ilir, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). “Epcinterumnya ada di penyelenggara, bermasalah atau tidaknya ini sangat mungkin datangnya dari penyelenggara, Setransparan mungkin sifatnya diketahui partai politik dan masyarakat secara prosesnya,” ungkapnya saat menerima audiensi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dalam rangka bersilaturahmi, bertempat di Ruang Tamu Gubernur (8/6) Senin Sore. Terlebih, Provinsi Sumsel dalam penyelenggaraannya sudah terkenal dengan zero konfliknya, oleh sebab itu pula ia meminta seluruh pihak menjaga kondusifitas daerah dan jangan sampai situasi kamtibmas yang baik ini terganggu. “Kuncinya di penyelenggara KPU dan bawaslu, artinya penegakan aturan yang benar. Transparan adalah kunci utama, dan bekerja secara profesional harus dilakukan, sehingga hasil yang didapat bisa lebih baik,” tuturnya. Hadir pula dalam kesempatan ini Ketua Bawaslu Provinsi Sumsel Iin Irwanto, S.T., MM, Koordinasi Divisi Hukum Data dan Informasi Junaidi, Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Antar Lembaga Iwan Ardiansyah. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Terima Audiensi Bupati Lahat
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumsel H Herman Deru menerima audiensi Bupati Lahat, Cik Ujang bersama perwakilan perusahaan Batubara di Sumsel Ruang Gubernur, Senin (8/6/2020) untuk bersilaturahmi dan mendiskusikan tentang dampak jam operasional transportasi batu bara di Kabupaten Lahat bagi perusahaan, Pemerintah, masyarakat, dan karyawan yang bekerja disana. Gubernur Herman Deru (HD) mengapresiasi dan berterima kasih atas komunikasi yang telah dilakukan oleh Bupati Lahat kepada Pemprov Sumsel, menurutnya hal tersebut perlu dilakukan agar terwujud suatu mekanisme aturan ataupun sebuah kebijakan yang bisa bermanfaat bagi semua pihak. "Apapun produk perizinan memang dapat dibuat dan disesuaikan dengan daerah masing-masing. Namun ada hal yang perlu kita pikirkan yaitu perhatian kepada masyarakat, ini yang brsifat umum dan mencakup untuk kepentingan bersama tanpa ada pihak-pihak yang dirugikan," ungkap HD. HD mengatakan bahwa Pemerintah dalam hal ini Pemprov Sumsel tentu sangat memikirkan tentang terjaganya produktivitas perusahaan-perusahaan daerah. Namun disisi lain pemerintah juga harus memikirkan kenyamanan masyarakat. Selain itu juga Pemerintah memikirkan juga tentang keberlangsungan kelestarian lingkungan untuk generasi kedepan. "Suatu perizinan ataupun kebijakan diputuskan tentu harus berdasarkan pertimbangan yang matang dengan data-data yang konkrit serta tentu harus dipastikan bahwa akan didapatkan suatu keputusan yang lebih banyak manfaatnya bagi sesama daripada banyak kerugiannya," tutup HD. Terkait beberapa aspirasi yang disampaikan HD mengintruksikan agar segera membentuk tim kajian khusus yang terdiri atas Pemkab dan juga Pemprov. Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Najib, Kadis LHP Sumsel, Drs. H. Edward Candra, M.H., Kadishub Sumsel, Drs Nelson Firdaus. Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel
Sumsel
MY Terima Bantuan 2 Ribu PCR Test dari BNI
Palembang, sumselprov.go.id - PCR atau Polymerase Chain Reaction digunakan untuk Swab Test Covid-19, diterima Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya merupakan bantuan dari PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Persero TBK Wilayah Palembang bekerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, RS Bunda, dan JSK Group di Komplek Jakabaring Sport City Palembang, Senin (8/06/2020) Selain.itu juga diadakan Swab Test Covid - 19 secara gratis dan di prioritaskan untuk Umum dan Tenaga medis, dengan jumlah kuota terbatas. Sementata itu dalam sambutanya MY menyambut baik dan memberikan penghargaan yang setinggi tingginya atas terselenggaranya program BNI Berbagi ini. MY menyampaikan bahwa Langkah yang diambil pemerintah untuk menyongsong era new normal adalah langkah yang tepat, dan untuk itu Pemerintah Prov. Sumsel akan mendukung penuh. Ditambahkannya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mempersiapkan segala sesuatu guna memutus rantai penyebaran Covid - 19 ini, salah satunya dengan menjadikan kawasan jakabaring ini dengan berbagai fasilasnya sebagai tempat Isolasi bagi ODP dan PDP. " Mudah - mudahan program ini akan memberikan arti bagi masyarakat Sumatera Selatan khususnya Palembang, dan covid 19 cepat ini berakhir" tutup MY. Setelah itu, MY berkesempatan melihat langsung Pelaksanaan Swab Test Covid - 19 di Halaman Stadion Jakabaring. Turut hadir :Pangdam II/ Swj Mayjen TNI Irwan S.Ip .M.Hum, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S., LO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Brigjen Antoni Simamora, Head Of Region BNI Palembang Dedi Widjayanto.,Ka.Dinas Kesehatan Dra. Lesty Nurainy,Apt,M.Kes., Ka. Disbudpar Aufa Syahrizal., SP., M.Sc .Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel
Sumsel
HD Terima Bantuan Cegah Tangkal Covid-19 dari Kemenperin dan OJK
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumsel H Herman Deru menerima bantuan 15.000 buah masker kain, 400 buah hazmat sponbond, 100 buah hazmat PPC dan 100 buah face shield dari Kementerian Perindustrian RI dan penyerahan simbolis ribuan paket sembako untuk masyarakat yang terdampak wabah covid-19 dari Ikatan Pegawai OJK Komisariat Kantor Regional 7 Sumbagsel kepada Tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumsel, Senin (8/6/2020} HD mengapresiasi dan berterima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh Kementerian Perindustian beserta jajaran OJK terhadap masyarakat yang terdampak covid-19. Menurut HD pemberian bantuan merupakan bentuk perhatian dan toleransi terhadap sesama khususnya masyarakat Sumsel. HD mengungkapkan meskipun ada penurunan perekonomian di Sumsel karena pandemi covid-19, namun perekonomian di Sumsel tetap tertinggi se -Pulau Sumatera dan diatas Nasional. "Maka hal ini harus dipulihkan pada saatnya. Dimana di dalam situasi menyongsong new normal. Saya ingin pihak perbankan dan Pemprov Sumsel bersinergi dan bekerjasama untuk melakukan pembinaan pada kelompok usaha. Selain itu saya juga minta buat inovasi untuk langkah pemulihan kedepannya," katanya. .Selain permodalan, Pemprov Sumsel melalui disnaker juga telah memberikan pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM. ."Pemerintah pusat mengajak Pemda termasuk Sumsel untuk menata daerah menuju new normal. Sumsel baru 4 daerah yang dibolehkan new normal sisanya harus menyiapkan tatanan untuk menyongsong new normal," katanya. .Dijelaskan HD kebijakan new normal dibuat agar produktivitas tetapnterjaga namun pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. ."Semua pihak harus punya perencanaan pemulihan perekonomian. Karena banyak sekali pelaku UMKM yang terdampak covid-19. Bentuk kebijakan kurda yaitu kur yang dilakukan oleh pemda. Kita berharap kemiskinan atas mengalami penurunan pada 1 digit," tutupnya. Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel, Untung Nugroho mengatakan bahwa tugas OJK pada penanganan covid-19 sebagai pengatur pengawas keuangan dapat turut mengantisipasi dampak covid-19 dibidang perekonomian yang disebabkan dampak covid-19 terutama UMKM dan masyarakat berpenghasilan tidak tetap. ."Sebagai bentuk kepedulian, pegawai OJK mengumpulkan gajinya untuk masyarakat yang membutuhkan. Dan juga asosiasi Bank Syariah, dan pengurus Bank Pengkreditan Rakyat juga turut berpartisipasi," kata dia Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Akhmad Najib, Kadis Perindutrian Sumsel, Ernila Rizar, Kadinsos Sumsel, Mirwansyah, Kasatpol PP Sumsel, H. Aris Saputra, Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah. .Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel
Sumsel
Sumsel Canangkan Integritas WBK dan WBBM
Palembang, sumselprov.go.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel menggelar acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi dan Bersih Melayani (WBBM) . Acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H. Nasrun Umar ini berlangsung di Aula BPS Sumsel, Senin (08/06/2020) Dalam sambutannya Nasrun menyampaiakan bahwa salah satu wujud komitmen pemerintah untuk memperbaiki kualitas pelayanan integritas dan akuntabilitas pelayanan publik adalah menerapkan WBK dan WBBM. “Pembangunan Zona Integritas yang merupakan dari implementasi Reformasi Birokrasi, ditujukan agar capaian Reformasi Birokrasi guna mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien, bersih dan akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik yang baik mampu diwujudkan" ujar Nasrun. Ditambahkannya, Zona integritas yang dibangun merupakan komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reforasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan. Ditambahkannya Pelaksanaan Pencanangan Zona Integirtas tidak sekedar kegiatan seremonial. Penanda Tanganan Pakta integritas, hendaknya dipahami sebagai pondasi utama dalam menjalankan kinerja dan tandatangan didalamnya merupakan wujud komiten yang harus diimplementasikan dalam setiap penugasan. "Dengan pemahaman seperti itu, program Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM harus dimaknai bukan hanya untuk mencapai predikat, tetapi lebih jauh dapat mewujudkan birokrasi yang bersih, birokrasi yang efektif dan efisien serta birokrasi yang memiliki pelayanan publik yang optimal" tutup Nasrun. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Sumsel H. Muchendi, Kepala BPS Sumsel Ir. Endang Tri Wahyuningsih, MM, Kadis Kominfo Prov Sumsel, H. Achmad Rizwan, SSTP,, M.M, Karo Organisasi H. Abdul Hamid, M.Si, Ketua Ombudsman Perwakilan Prov. Sumsel, M. Adrian Agustians Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel
Sumsel
Aksi Nyata PMI Sumsel dalam Menghadapi Pandemi Covid-19
Palembang, sumselprov.go.id- Dari mulai merebaknya Pandemi Covid19 di Sumatera Selatan awal Bulan Maret 2020, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru telah menghimbau kepada semua pihak untuk mendukung mencegah dan memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Sumatera Selatan. Sebagai bentuk dukungan, Ketua PMI Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Febrita Lustia Herman Deru langsung mengambil berbagai langkah nyata dalam tindakan pencegahan terhadap penyebaran Covid-19 di Sumatera Selatan. "PMI Sumsel sangat mendukung upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Sampai saat ini berbagai upaya telah dilakukan baik dari PMI Sumsel sendiri ataupun bekerjasama dengan pihak terkait agar berguna bagi masyarakat di wilayah Sumatera Selatan" Ujar Feby Deru di Palembang, Minggu (7/7/2020). Kegiatan dimulai dari lingkungan Kantor PMI Sumsel dengan melaksanakan penyemprotan Disinfektan, pengecekan suhu tubuh pengurus, Staf dan relawan maupun tamu yang berkunjung ke PMI Sumsel dan menyediakan sabun cuci tangan di setiap ruangan. Untuk keperluan masyarakat, PMI Sumsel bekerjasama dengan PT. Pertamina (Persero) telah melakukan pemasangan Tedmond air bersih di sejumlah tempat, antara lain Gereja Siloam Kambang Iwak, Pasar Padang Selasa, dan Gedung Serbaguna Rumah Susun Palembang. Disusul kemudian di Halte Palembang Icon, sejumlah Pasar tradisional dan Rumah Sehat Covid-19 Jakabaring. Melalui bantuan PMI Pusat berupa 17 sprayer elektrik, alat penyemprotan Disinfektan, PMI Sumsel telah mendistribusikan ke 17 Kabupaten/Kota di Sumsel. Selain bantuan tersebut, PMI Sumsel juga memberikan bantuan konsumsi kepada Tenaga Medis yang bertugas di Rumah Sehat Jakabaring dan Tim Posko Covid-19 di halaman Kantor Gubernur Sumsel. Penyemprotan Disinfektan dan pemberian masker kain juga terus dilakukan. Tercatat hampir seluruh Kecamatan yang ada di Kota Palembang telah dilakukan penyemprotan Disinfektan, baik di lingkungan perumahan, pasar, sekolah dan tempat lainnya. Melalui aspirasi Anggota DPR RI Komisi VI, Hj. Percha Leanpuri B.Bus, MBA, PMI Sumsel telah menerima bantuan dari Satgas BUMN berupa Alat Pelindung Diri (APD) dan alat kesehatan lainnya dan telah didistribusikan ke beberapa tempat. Pemberian bantuan cairan Disinfektan dna masker kain dari PMI Sumsel juga diberikan kepada mitra PMI diantaranya Dinas Kominfo Prov Sumsel, Dinas Kesehatan,M dan Dinas Sosial, masyarakat umum dan PMI Kabupaten/Kota Selain aksi nyata tersebut, PMI Sumsel juga tetap berkoordinasi dengan PMI Pusat melalui Rakor Virtual dan terus memberikan edukasi dan himbauan ke masyarakat Sumsel. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Bertambah lagi, 47 Pasien di Sumsel dinyatakan Sembuh Covid-19
Palembang, sumselprov.go.id-Hingga hari ini, Minggu (07/06/2020) tercatat total 344 Pasien di Sumsel telah dinyatakan sembuh, setelah adanya penambahan kasus Sembuh Per 7 Juni 2020 sebanyak 47 orang. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel, H. Yusri SKM saat Konferensi Pers secara Virtual di depan awak media update status per hari Minggu, 7 Juni 2020 di Sumsel Command Center. "Pasien yang telah dinyatakan sembuh apabila telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 2 kali secara berturut-turut dengan hasil Negatif. Namun ada juga pemeriksaan dilakukan sebanyak 3 kali, namun rata-rata standar pemeriksaan dilakukan sebanyak 2 kali," katanya. Dijelaskan Yusri bahwa penambahan kasus hari ini berasal dari Palembang 24 orang, Musi Rawas 1 orang, Banyuasin 1 orang, Lubuk Linggau 7 orang, Prabumulih 2 orang, OKI 11 orang, dan PALI 1 orang. "Berdasarkan data yang ada bahwa usia yang terinfeksi covid-19 yaitu sekitar usia 20-40 tahun, sehingga yang telah dinyatakan sembuh rata-rata diusia itu, yang mana diusia itu banyak pasien tanpa gejala (OTG) yang dari awal daya tahan tubuh kuat sehingga persentase sembuh juga tinggi," kata Dia. Untuk itu, Yusri juga tidak henti-hentinya mengajak masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker, dan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dimanapun berada. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.