Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Gubernur Sumsel Terima Audiensi GM PT PLN UID S2JB, Perkuat Sinergi Pembangunan Energi Daerah
Palembang — Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menerima audiensi General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UIGeneral Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi SumateraD S2JB) di Ruang Tamu Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (17/4/2026).Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai wujud sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan PT PLN dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor kelistrikan dan pelayanan energi bagi masyarakat.Gubernur H. Herman Deru menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan PLN guna memastikan ketersediaan listrik yang andal, merata, serta mampu menunjang pertumbuhan ekonomi di Sumsel.Menurutnya, listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar yang sangat vital, tidak hanya bagi rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung dunia usaha, investasi, pendidikan, hingga pelayanan publik.“Sinergi yang baik antara Pemprov Sumsel dan PLN sangat penting untuk mendukung percepatan pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Herman Deru.Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UIGeneral Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera S2JB) Adhi Herlambang menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan kelistrikan, termasuk mendukung program-program strategis pemerintah daerah yang membutuhkan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan.Audiensi ini diharapkan semakin memperkuat hubungan kelembagaan serta menghadirkan berbagai langkah konkret dalam mendukung kemajuan Sumatera Selatan ke depan.
Sumsel
Hadir di IFBC Expo 2026, Herman Deru Dorong Pelaku Usaha Sumsel Manfaatkan Teknologi dan Sistem Waralaba
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menghadiri pembukaan National Roadshow Info Franchise & Business Concept (IFBC) Expo 2026 yang digelar di Palembang Icon Convention Center (PSCC), Jumat (17/4/2026). Pameran ini menjadi ajang strategis bagi masyarakat Sumatera Selatan untuk menjajaki peluang kemitraan bisnis dan waralaba.Dalam sambutannya, Herman Deru menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi para pelaku usaha lokal."Kita berharap kegiatan ini terus menjadi jembatan peluang usaha sekaligus menjadi 'guru' bagi pelaku usaha di Sumsel. Ini adalah momentum yang tepat untuk meningkatkan level bisnis kita," ujar Herman Deru.Gubernur Sumsel juga menyoroti perubahan pola usaha di era digital. Menurutnya, kecanggihan teknologi mengharuskan pelaku usaha untuk terus melakukan pembaruan (upgrade) dan inovasi agar tetap relevan.Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, B.A., M.Sc yang mencatat bahwa sektor ritel di Sumsel menunjukkan tren positif, terutama dengan keterlibatan kaum perempuan yang memberikan efek berganda (multiplier effect) yang luar biasa bagi ekonomi keluarga dan daerah."Fokus kami saat ini adalah pengamanan pasar dalam negeri dan perluasan pasar ekspor. Hingga saat ini, kami telah menerbitkan sebanyak 165 Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) dalam negeri. Yang terpenting, kita harus berani melangkah terlebih dahulu," tegas Dyah Roro Esti.Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Drs. Anang Sukandar, CFE, turut memotivasi pengunjung, khususnya generasi muda. Sebagai pionir yang mengembangkan konsep waralaba sejak tahun 1992, ia melihat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar.Di akhir acara, dilakukan pemberian penghargaan kepada penggerak organisasi wirausaha di Palembang, di antaranya ICSB, ASPEK, Inkubator Bisnis Sumsel, dan IWAPI, atas kontribusi mereka dalam membina UMKM di Sumatera Selatan.Turut hadir Para Kepala OPD
Sumsel
Gubernur HD Terima Audiensi AFI, Dorong Peluang Usaha dan Lapangan Kerja di Sumsel
Palembang - Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) , menerima audiensi Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) terkait penyampaian rencana kegiatan International Franchise, Business and Concept (IFBC) Tahun 2026, yang berlangsung di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Kamis (16/4/2026)HD menyampaikan apresiasi atas kehadiran AFI dan menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat serta pelaku usaha yang ingin memulai bisnis.“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pelaku usaha yang membutuhkan panduan untuk memulai bisnis. Sistem franchise ini bisa dimiliki siapa saja, tinggal bagaimana mencari pasar yang tepat,” ujar HD.Ia berharap kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Sumatera Selatan karena diyakini mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam mendorong rekrutmen tenaga kerja dan membuka peluang usaha baru.Lebih lanjut, Herman Deru juga mendorong agar peluang bisnis franchise tidak hanya terpusat di Kota Palembang, namun dapat diperluas hingga ke berbagai kota dan kabupaten di Sumsel.“ Ini bisa menjadi penggagas tumbuhnya usaha baru sekaligus mengikuti tren bisnis modern yang lebih sistematis dan terarah,” tambahnya.Ia juga menekankan pentingnya penyebarluasan informasi kepada masyarakat agar kesempatan usaha yang ditawarkan melalui franchise dapat diketahui secara luas.Sementara itu, Commissioner of International & Government AFI, Veronica Linda, menyampaikan bahwa pada pameran IFBC yang akan digelar, terdapat 52 merek franchise yang siap diperkenalkan kepada masyarakat dan calon investor.Menurut Veronica, kehadiran IFBC bukan sekadar pameran bisnis, tetapi juga menjadi ruang untuk menggerakkan ekonomi daerah.“Peluang usaha ini diharapkan mampu membuat ekonomi daerah semakin bergeliat serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkap Veronica.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel Amiruddin, Karo Umum dan Perlengkapan Darmayanti, beserta pejabat terkait lainnya.
Sumsel
Buka Andalas Forum VI 2026, Gubernur Sumsel Dorong Sinergi Tata Kelola dan Inovasi Sawit
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, secara resmi membuka Andalas Forum VI 2026 di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (16/4). Forum yang diinisiasi GAPKI Sumsel ini menjadi ajang konsolidasi strategis bagi lebih dari 500 pemangku kepentingan untuk memperkuat tata kelola industri sawit nasional di tengah dinamika global.Dalam arahannya, Herman Deru menegaskan bahwa sawit adalah pilar utama ekspor Sumsel yang mampu menjaga ketahanan ekonomi meski di tengah ketidakpastian global. Menghadapi tantangan B50 dengan kebutuhan mencapai 16 juta ton, Gubernur mendorong peningkatan produktivitas per hektar melalui perbaikan teknologi pengolahan tanah dan pupuk."Kita harus siap bersaing dengan negara tetangga. Saya juga mengapresiasi kolaborasi GAPKI dan Polda Sumsel dalam mengatasi isu keamanan TBS. Selain itu, fungsi humas perlu diperkuat untuk mengedukasi publik terkait dinamika kebijakan ekspor," ujar Herman Deru.Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyebut sawit sebagai "lumbung ekonomi" dan mengapresiasi percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat oleh Gubernur yang dinilai sebagai kunci penurunan biaya logistik.Dukungan pusat turut ditegaskan oleh Deputi Bappenas RI, Leonardo A.A.T. Sambodo, yang menyatakan sawit masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pada RPJMN 2025-2029 demi memperkuat hilirisasi dan ekosistem agribisnis yang terintegrasi.Andalas Forum VI berlangsung selama dua hari, menghadirkan pameran inovasi dari 44 eksibitor serta seminar strategis mengenai standar ISPO dan teknologi rantai pasok guna melahirkan rekomendasi bagi kesejahteraan petani dan pelaku usaha sawit Indonesia.
Sumsel
Sekda Sumsel Pimpin Evaluasi Pelaksanaan WFH/WFA, Tekankan Efisiensi dan Kinerja Tetap Optimal
Palembang -Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra, memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Work From Home (WFH) dan Work From Anywhere (WFA) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bina Praja, Kamis (16/4/2026).Rapat ini digelar sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi terhadap kebijakan pola kerja fleksibel yang diterapkan, sekaligus mendorong efisiensi penggunaan sumber daya. Kebijakan WFH dan WFA diharapkan dapat mendukung penghematan konsumsi energi, air, listrik, serta bahan bakar, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.Dalam arahannya, Sekda Edward Candra menegaskan bahwa penerapan WFA bukan berarti mengurangi tanggung jawab pegawai, melainkan menuntut kesiapsiagaan dan profesionalisme yang lebih tinggi.“WFA artinya pegawai harus selalu siap di mana pun berada, kinerja tetap berjalan, dan pengawasan dari masing-masing pimpinan serta staf harus terus dilakukan,” tegasnya.Sementara itu, evaluasi pelaksanaan kebijakan tersebut turut disampaikan oleh Kepala BKD sebagai bahan masukan dalam penyempurnaan sistem kerja ke depan agar semakin efektif dan terukur.Rapat evaluasi ini dihadiri oleh para Kepala OPD serta pegawai perwakilan dari masing-masing perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Sumsel
Wujudkan Kelancaran Lalu Lintas, Gubernur Herman Deru Lakukan Groundbreaking Jalan Khusus Batubara PT BSPC di Muba
Muba. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) secara resmi melakukan groundbreaking pembangunan jalan hauling batubara milik PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC) di Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (15/4).Langkah ini merupakan implementasi nyata dari Peraturan Gubernur Sumsel mengenai angkutan jalan khusus batubara. Pembangunan jalan sepanjang ±10,46 kilometer dengan lebar 15 meter ini akan melintasi dua wilayah, yakni Kecamatan Tungkal Jaya dan Kecamatan Bayung Lencir.Dalam sambutannya, HD menegaskan bahwa penyediaan jalan khusus ini adalah solusi konkret untuk mengakhiri konflik antara angkutan logistik dan aktivitas harian masyarakat."Dulu, saya pernah mendengar cerita tukang sayur yang menangis karena dagangannya membusuk akibat terjebak macet. Penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara sangat berdampak bagi rakyat kecil," ungkap HD.Selain faktor sosial, pemeliharaan jalan umum yang rusak akibat beban angkutan batubara juga membebani anggaran daerah. "Dalam setahun, biaya pemeliharaan jalan yang rusak mencapai Rp400 miliar. Angka yang sangat besar ini menunjukkan perlunya solusi permanen melalui jalan khusus," tambahnya.Ia juga meminta PT BSPC dan perusahaan lainnya untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal serta memastikan seluruh armada angkutan menggunakan plat nomor polisi daerah setempat (BG) agar berkontribusi langsung pada Pendapatan Asli Daerah.Pada kesempatan yang sama, HD juga memaparkan progres strategis lainnya, Pelabuhan Tanjung Carat atau Palembang New Port di wilayah Tanjung Api-Api, Banyuasin, sebagai gerbang ekspor utama Sumsel.Bupati Muba, H. M. Toha Tohet, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi PT BSPC yang telah membuka peluang ekonomi baru di wilayahnya, khususnya bagi masyarakat Desa Mangsang.Direksi PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal,Dypo Fitra, menyatakan optimisnya terhadap kolaborasi pembangunan ini akan membawa dampak positif bagi kemajuan daerah ke arah yang lebih baik.Turut hadir Para Kepala OPD
Sumsel
Pemprov Sumsel Gandeng OJK, Penguatan Sultan Muda Motor Ekonomi Baru
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) menerima audiensi jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Prov Sumsel di Griya Agung, Rabu (15/4). Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mematangkan agenda strategis pengembangan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan generasi muda di Bumi Sriwijaya."Alhamdulillah, apa yang kita rencanakan selama ini mulai membuahkan hasil nyata. Saya berterima kasih kepada OJK karena sangat responsif terhadap program pemerintah. Dalam membangun daerah, kita memang butuh kemitraan yang solid agar program-program strategis bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ungkap HD.Mengenai pengembangan Sultan Muda, HD memberikan instruksi khusus terkait teknis penguatan organisasi."Saya ingin kita fokus pada kuantitas terlebih dahulu. Perbanyak distribusi ID Card untuk memastikan kekuatan 'pasukan' kita di lapangan terdokumentasi dengan baik. Selain itu, markas atau sekretariat yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal. Publikasikan setiap keaktifan Sultan Muda secara masif agar masyarakat luas mengetahui progres dan kontribusi nyata mereka," tegas Gubernur.Lebih lanjut, HD menyarankan adanya sistem pengelompokan atau clustering berdasarkan jenis usaha dan wilayah. Ia juga mendorong pembentukan tim pelatih melalui metode Training of Trainer (ToT). Dengan skema ini, anak muda yang sudah berhasil dapat memberikan pelatihan kepada rekan-rekannya, sehingga terjadi transfer pengetahuan yang berkelanjutan.Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, melaporkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan tiga agenda besar dalam rangkaian Sultan Muda Expora. Salah satu puncaknya adalah peluncuran ekspor perdana produk turunan kelapa ke tiga negara tujuan internasional." Selain itu, kami akan menyerahkan ID Card Sultan Muda yang sudah terintegrasi dengan teknologi cip. Kartu ini multifungsi; selain sebagai e-money, juga berfungsi sebagai record management untuk memantau rekam jejak bisnis dan pelatihan anggota secara digital," jelas Arifin.Turut hadir para Kepala OPD Pemprov Sumsel
Sumsel
Gubernur Herman Deru Buka PKN Tingkat II Angkatan V Tahun 2026, Tekankan Pentingnya Kepemimpinan Berkualitas
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD) secara resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan V Tahun 2026 di Aula Putri Kembang Dadar BPSDMD Provinsi Sumsel, Selasa (14/4/2026).Dalam arahannya, HD menyampaikan bahwa dirinya merupakan salah satu produk dari lembaga pelatihan tersebut, sehingga memahami pentingnya proses pembelajaran dalam membentuk karakter kepemimpinan.“ASN merupakan mesin negara. Sebaik apapun potensi yang kita miliki, jika tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi sia-sia,” tegasnya.Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak semata-mata mengejar sertifikasi, namun menjadikan pelatihan ini sebagai sarana untuk memahami seni kepemimpinan secara utuh.“ Kepemimpinan itu bukan hanya tentang siapa yang dipimpin, tetapi juga bagaimana menghadapi berbagai jenjang dan dinamika di lapangan,” ujar HD.Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kuantitas dan kualitas dalam bekerja, serta pentingnya proses dalam menghasilkan produk kebijakan yang baik.“Produk itu penting, tetapi tanpa proses yang benar, hasilnya akan bermasalah. Bapak dan ibu harus selalu up to date. Ilmu saat ini sangat mudah diakses, yang dibutuhkan adalah kemauan dan daya saing,” katanya.Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Sumsel, Prof. Dr. H.M. Edwar Juliartha, S.Sos., M.M dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan akan berlangsung selama empat bulan, mulai 14 April hingga 29 Agustus 2026.Peserta PKN Tingkat II Angkatan V sebanyak 32 orang yang berasal dari berbagai daerah, yakni Provinsi Sumsel (1 orang), Kota Palembang (10 orang), Kabupaten Ogan Komering Ilir (5 orang), Kabupaten Ogan Ilir (1 orang), Kabupaten OKU Timur (2 orang), Kabupaten Kepahiang (4 orang), Kabupaten Bangka Barat (2 orang), Kabupaten PALI (3 orang), dan Kabupaten Musi Rawas (4 orang).Turut hadir Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Kebijakan Administrasi Negara, Dr. Agus Sudrajat, S.Sos, MA, Fungsional Ahli Madya LAN RI, Erna Noviyanti dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Sumsel Siap Jadi Tuan Rumah Halal Bi Halal Akbar IKKSS 2026, 1.500 Tokoh Sumbagsel Bakal Berkumpul
Palembang. Provinsi Sumatera Selatan resmi ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan Halal Bi Halal Ikatan Keluarga Sumatera Bagian Selatan (IKKSS) Tahun 2026. Guna memastikan kesiapan acara tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Edward Candra, memimpin Rapat Lanjutan Persiapan di Ruang Rapat Bina Praja, Selasa (14/4/2026).Dalam arahannya, Sekda Edward Candra menjelaskan bahwa momentum ini merupakan ajang silaturahmi akbar bagi seluruh masyarakat perantau di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 di Griya Agung Palembang ini akan dihadiri oleh pejabat negara, tokoh masyarakat, pemuka adat, jajaran pemerintahan, legislatif, petinggi BUMN, hingga para pengusaha sukses."Sumsel berkomitmen menjadi tuan rumah yang baik bagi keluarga besar Sumbagsel. Rapat hari ini memfokuskan pada detail teknis agar pelaksanaan berjalan representatif, mengingat tamu yang hadir berasal dari lintas sektor dan lintas provinsi," ujar Edward Candra.Adapun rincian koordinasi teknis antara lain tentang distribusi undangan 1.500 undangan. Sebanyak 500 undangan dialokasikan untuk internal Sumatera Selatan, sementara 1.000 undangan lainnya disebar untuk provinsi tetangga dengan rincian Lampung 450 undangan, Bengkulu 200 undangan, Jambi 150 undangan, Bangka Belitung (Babel) 150 undangan.Dalam acara tersebut, dibahas teknis penyelenggaraan acara meliputi pengaturan alur tamu di Griya Agung, pengamanan, hingga penyambutan tokoh-tokoh nasional asal Sumbagsel.Sekda Edward Candra menekankan pentingnya sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan kenyamanan para tamu undangan.Turut hadir dalam rapat tersebut para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan jajaran panitia pelaksana.