Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Gubernur Herman Deru Sambut Sumsel Jadi Pilot Project Transformasi JKN, Muara Enim Jadi Daerah Uji Coba
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyambut baik ditunjuknya Provinsi Sumsel khususnya Kabupaten Muara Enim, oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai salah satu daerah uji coba (piloting) program Transformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima kunjungan Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI, Obrin Parulian, bersama Pj. Bupati Muara Enim Hj. Sumarni di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Jumat (2/10/2026).Menurutnya, penunjukan tersebut menjadi kesempatan bagi Sumsel, khususnya Kabupaten Muara Enim, untuk menjadi daerah percontohan dalam penerapan transformasi layanan JKN."Jangan menutup-nutupi apapun, baik kekurangan maupun kelebihannya. Ini penting agar kita bisa melakukan perbaikan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat," tegasnya.Herman Deru menilai penunjukan Muara Enim sebagai salah satu daerah piloting merupakan kesempatan yang sangat baik bagi Sumsel untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.Ia berharap implementasi transformasi JKN dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.Sementara itu, Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes RI Obrin Parulian menjelaskan, kunjungannya ke Sumsel dilakukan untuk melihat kesiapan Kabupaten Muara Enim yang menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota di Indonesia sebagai fokus penerapan uji coba program Transformasi JKN."Transformasi ini bertujuan memangkas birokrasi medis agar pasien segera mendapatkan penanganan yang tepat dari tenaga ahli yang kompeten tanpa harus melewati berbagai tingkatan rumah sakit," jelasnya.Selain itu, transformasi JKN juga diarahkan untuk mendorong rumah sakit dan puskesmas meningkatkan kualitas pelayanan. Program tersebut antara lain mencakup penguatan layanan berbasis kemampuan fasilitas kesehatan, perbaikan tarif, serta penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS)."Ada empat daerah yang menjadi uji coba transformasi layanan JKN, yaitu Kota Bandung, Makassar, Muara Enim, dan Tulungagung," pungkasnya.
Sumsel
Herman Deru Kukuhkan KDEKS Kabupaten/Kota Se-Sumsel, Perkuat Ekonomi dan Keuangan Syariah
PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengukuhkan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Sumatera Selatan serta KDEKS Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan di Graha Bina Praja, Jumat (2/10/2026).Pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Sumatera Selatan.Herman Deru mengatakan, pengukuhan KDEKS merupakan penegasan komitmen bersama untuk menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta rencana strategis di bidang ekonomi dan keuangan syariah.Menurutnya, potensi ekonomi dan keuangan syariah di Sumsel masih sangat besar untuk dikembangkan. Karena itu, diperlukan sosialisasi yang lebih masif serta dukungan dan dorongan dari para kepala daerah hingga ke tingkat kabupaten dan kota.Ia juga menilai, banyak organisasi Islam dan berbagai elemen masyarakat yang dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan ekonomi syariah, termasuk dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah.“Kita membutuhkan masukan dari KNEKS bagaimana ekonomi non-syariah ini dapat berjalan berdampingan tanpa melanggar prinsip-prinsip syariah. Kita bisa mengkolaborasikan berbagai kekuatan ekonomi untuk menjadi kekuatan yang semakin besar,” katanya.Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sholahudin Al Ayyub mengatakan dari sisi permintaan (demand), ekonomi dan keuangan syariah memiliki potensi yang besar. Hal tersebut menjadi salah satu indikator bahwa fondasi pengembangan keuangan syariah di Sumatera Selatan cukup kuat.“Selamat bekerja kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan. Kita buktikan bahwa keuangan syariah dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang terdepan,” ujarnya.Sementara itu, Direktur Eksekutif KDEKS Sumsel Shofwan Hadi Zailani turut hadir dalam kegiatan tersebut.Turut hadir para Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Sumsel, para kepala OPD
Sumsel
Pemprov Sumsel Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026
Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Ir. Basyaruddin Akhmad, M. Sc., memimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Auditorium Graha Bina Praja, Senin, (1/10/2026).
Sumsel
Penutupan Kriyanusa 2026 Tampilkan Peragaan Busana 32 Provisni di Indonesia
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatra Selatan, Hj. Feby Herman Deru, turut hadir dalam penutupan pameran kerajinan nusantara Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (30/9/2026).Pada acara puncak penutupan tersebut, Hj. Feby Herman Deru tampil memukau dalam aksi peragaan busana (fashion show) bersama para Ketua Dekranasda dari 32 provinsi se-Indonesia. Penampilan ini menjadi sarana diplomasi budaya untuk mempromosikan keanggunan kekayaan wastra dan kriya unggulan Sumatra Selatan, seperti kain tenun songket dan produk kerajinan kreatif hasil karya UMKM lokal.Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang hadir menutup acara secara resmi, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para pengurus Dekranasda daerah.Mendagri menekankan bahwa nilai perputaran uang sektor kerajinan dunia pada tahun 2026 mencapai sekitar 3.000 miliar dolar AS, sehingga peran Dekranasda Sumsel dan daerah lainnya sangat krusial untuk membawa produk kriya Indonesia bersaing di tingkat dunia.Selain menyaksikan fashion show para Ketua Dekranasda, gelaran penutupan Kriyanusa 2026 ini juga dimeriahkan dengan aksi memainkan alat musik angklung secara serentak yang diikuti seluruh tamu undangan.Acara ini turut dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurahman, Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, jajaran anggota Seruni Kabinet Merah Putih, serta para pejabat pusat dan daerah
Sumsel
Puji Kinerja Gubernur HD Penuhi Target Hunian Rumah Layak Huni Sumsel, Menteri PKP Tambah Quota 3.000 Rumah Subsidi
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Menteri PKP Maruarar Sirait secara virtual dari Palembang, Rabu (30/9/2026).Dalam rapat koordinasi tersebut, Menteri PKP memberikan apresiasi tinggi atas ketangguhan Pemprov Sumsel dalam menggenjot program perumahan serta langsung mengganjar Sumsel dengan tambahan kuota 3.000 unit rumah subsidi."Gubernur Sumsel ini sangat tangguh. Pencapaian realisasi rumah subsidinya sudah mencapai 93,97% dari target 10.786 unit. Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja luar biasa ini, saya tambahkan kuota 3.000 unit rumah subsidi untuk Sumsel, serta program penataan kawasan kumuh pada tahun 2027," ujar Maruarar Sirait.Gubernur HD menyampaikan bahwa keberhasilan percepatan ini tidak terlepas dari kolaborasi dan kemudahan regulasi, termasuk penyederhanaan syarat pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mempercepat keterjangkauan masyarakat terhadap hunian layak.Selain memaparkan capaian, Herman Deru memanfaatkan forum tersebut untuk melaporkan kondisi mendesak terkait Rumah Susun (Rusun) Perumnas di pusat Kota Palembang yang kondisinya sudah memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga."Izin pak, Saat ini terdapat 3.400 unit bangunan yang terbagi dalam 53 blok dan dihuni sekitar 15.000 jiwa. Kondisinya sudah tua, tidak memadai, dan sangat membutuhkan revitalisasi total serta penataan kawasan," ungkap Herman Deru.Menanggapi laporan krusial tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait merespon secara spontan. Di tengah rapat, Menteri PKP langsung menghubungi Direktur Utama Perumnas secara virtual untuk segera melakukan tindakan penanganan dan meminta laporan detail secepat mungkin guna eksekusi di lapangan.Selain revitalisasi rusun di Palembang, rakor ini juga menyampaikan penataan kawasan permukiman kumuh di Kota Lubuklinggau melalui program percontohan kawasan pemukiman tertata bernama "Kampung Ceria" di 2027 mendatang.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Sampaikan Penjelasan Raperda APBD Sumsel Tahun Anggaran 2026
LPALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna ke XLIV (44) DPRD Provinsi Sumatera Selatan bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumatera Selatan, Rabu(30/9/2026).Dalam penjelasannya, Gubernur Herman Deru mengatakan penyusunan Raperda APBD Tahun Anggaran 2026 telah diselaraskan dengan rencana pembangunan daerah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Menurutnya, penyusunan anggaran dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pembangunan serta kemampuan keuangan daerah, sehingga setiap program yang direncanakan dapat dilaksanakan secara terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat Sumatera Selatan.Gubernur menjelaskan, dalam rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 terdapat penyesuaian pada struktur anggaran, termasuk belanja daerah yang mengalami perubahan dibandingkan dengan periode sebelumnya.Ia menegaskan, pengelolaan APBD tidak hanya berorientasi pada besarnya anggaran, tetapi juga bagaimana setiap rupiah yang dialokasikan dapat digunakan secara efektif, efisien, transparan, dan tepat sasaran.Dengan perencanaan yang matang dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumsel bersama DPRD, diharapkan APBD Tahun Anggaran 2026 mampu menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Hadiri Paripurna DPRD Sumsel, Perubahan APBD 2026 Disepakati
LPALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menghadiri Rapat Paripurna XLII DPRD Provinsi Sumatera Selatan dengan agenda penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sumsel terhadap Rancangan Perubahan APBD Prov Sumsel Tahun Anggaran 2026, bertempat di Gedung DPRD Sumsel, Rabu (30/9/2026).Dalam rapat tersebut, Badan Anggaran DPRD Sumsel menyampaikan hasil pembahasan terhadap Rancangan Perubahan APBD Sumsel Tahun Anggaran 2026. Banggar turut menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumsel beserta jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel yang telah bersama-sama menyelesaikan tahapan pembahasan perubahan anggaran sesuai dengan ketentuan dan waktu yang telah ditetapkan.Banggar DPRD Sumsel juga memberikan sejumlah rekomendasi dalam pelaksanaan perubahan APBD 2026. Di tengah upaya efisiensi anggaran, perangkat daerah diharapkan tetap mampu mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat secara efektif, proporsional, akuntabel, dan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis.Pembahasan perubahan anggaran juga dilakukan melalui sinergi antara komisi-komisi DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sumsel.Sementara itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyampaikan bahwa penyusunan perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 merupakan bagian penting dalam memastikan program dan kegiatan pemerintah daerah tetap berjalan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan."Seluruh program yang telah ditetapkan dalam perubahan anggaran harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan tepat guna,” katanya.Rapat paripurna kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan bersama antara Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Selatan sebagai bagian dari tahapan pembahasan Perubahan APBD Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2026.Turut hadir Sekda Prov Sumsel Edward Candra, para Kepala OPD
Sumsel
Pesona Wastra 5 Daerah Sumsel Pukau Panggung Kriya Nusa 2026 di Jakarta
Jakarta. Ragam kekayaan kain tradisional (wastra) khas Sumatra Selatan sukses memikat perhatian publik dalam ajang Fashion Show Sumsel Sesi 2 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (29/9/2026). Peragaan busana ini menjadi salah satu mata acara utama dalam rangkaian pameran kerajinan Nusantara, Kriya Nusa 2026.Sesi peragaan kali ini menampilkan keunikan kriya busana dari lima kabupaten, yakni Ogan Komering Ulu (OKU), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), OKU Timur, dan Musi Rawas. Masing-masing daerah menyajikan perpaduan motif warisan leluhur dan sentuhan desain modern yang elegan.Kehadiran Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumsel, Hj. Feby Herman Deru, menjadi bentuk dukungan penuh terhadap apresiasi seni perajin lokal di tingkat nasional.Melalui keikutsertaan di Kriya Nusa 2026, Dekranasda Sumsel terus berkomitmen memperluas jangkauan promosi kriya daerah, mendorong daya saing UMKM lokal, serta melestarikan warisan tradisi Sumatra Selatan di panggung modern.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Dukung Sumsel Jadi Tuan Rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan IDAI
PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menerima audiensi pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Selatan di Griya Agung, Selasa (29/9/2026).Audiensi tersebut sekaligus menyampaikan rencana Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) XIV Tahun 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi para dokter spesialis anak untuk memperkuat silaturahmi, berbagi pengetahuan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak.Gubernur Herman Deru menyambut baik rencana tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumatera Selatan sebagai tuan rumah kegiatan ilmiah tingkat nasional tersebut.Menurutnya, keberadaan dokter anak memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya dalam menangani persoalan kesehatan, tetapi juga dalam mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus bangsa.Herman Deru berharap pelaksanaan Pertemuan Ilmiah Tahunan IDAI XIV Tahun 2026 nantinya dapat berjalan dengan baik sekaligus memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan anak di Sumatera Selatan.Dalam audiensi tersebut turut hadir Ketua IDAI Cabang Sumatera Selatan dr. Julius Anzar, Sp.A, Subsp.N.P.M.(K) dan Ketua Panitia Dr. dr. Yudianita Kesuma, Sp.A, Subsp.T.K.P.S.(K)., M.Kes.Turut hadir Asisten I Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan H. Apriyadi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Farida Aryani, Plt. Direktur Utama RS Ernaldi Bahar Widya Anggraini, serta sejumlah pejabat terkait yang mewakili.