Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Tuan Rumah FASI 2022, Sumsel Siap Sambut 2400 Kafilah dari 28 Provinsi
Palembang, sumselprov.go.id- Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru katakan, kita butuh mental yang religius sebagai generasi penerus yang islamik dimana Sumsel menuju religi dan kita sangat bangga ditunjuk sebagai Tuan Rumah Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) Hal tersebut diutarakan saat Pelepasan 48 Kafilah Sumsel Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) XI Tingkat Nasional Tahun 2022 Sumatera Selatan bertempat di Auditorium Graha Bina Praja Sumsel, (24/3/2022) "Generasi penerus yang religius, kita harus tanamkan sejak dini sebagai estafet kepemimpinan di masa akan datang" ujar Gubernur Herman Deru (HD) HD utarakan animo masyarakat begitu tinggi dengan jumlah peserta dari 28 provinsi yang ingin ke Sumsel berperan serta mengikuti festival ini dimana banyak yang menginginkan niat jadi tuan rumah karena festival ini sebagai spirit religi bagi peserta "Saya ingin dengan pelaksanaan yang original, sukses penyelanggaraan dan sukses prestasi" ucap HD Lanjut HD, nilai ibadah dan aqidah bagi kalangan generasi usia dini, yang tentu saja menjadi tugas pokok kita dalam upaya menyelamatkan moral, sehingga anak-anak dapat terjaga dengan baik terutama dari berbagai pengaruh negatif di tengah maraknya globalisasi. Selain sebagai wahana pagelaran lomba kreativitas para santri berprestasi, kegiatan FASI ini tentu juga diharapkan sebagai wadah untuk menjalin ukhuwah islamiyah dan pengembangan kualitas "Pendidikan religi (agama) merupakan Stabilizer artinya sebagai keseimbangan hidup" tutupnya Ketua DPW BKPRMI Sumsel, H. Firdaus, SH, menyampaikan Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) XI Tingkat Nasional Tahun 2022 dengan target Sumsel menjadi juara umum peran serta Sumatera Selatan sebanyak 48 kafilah, dengan jumlah keseluruhan dari 28 provinsi 2400 kafilah Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan & Kesejahteraan Rakyat, Dr. H. Rosyidin Hasan, M.Pdi, para kepala OPD Prov. Sumsel. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
Pagelaran Pelangi Sriwijaya Meriahkan Rangkaian Rakerda Dekranasda dan Rakon PKK Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id- Rapat Kerja Daerah Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bersamaan dengan rapat koordinasi PKK Sumsel dimeriahkan sejumlah rangkaian kegiatan diantaranya Pagelaran Pelangi Sriwijaya di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (23/3/2022) malam. Pada Pagelaran Pelangi Sriwijaya yang dihadiri langsung Gubernur Sumsel H Herman Deru (HD) itu beragam acara ditampilkan mulai dari dance, pameran kain lawas, juga fashion show comedian. Selain itu, ada 21 orang kepala OPD Provinsi Sumsel yang ikut ambil bagian pada fashion show tersebut. Dikesempatan itu HD mengharapkan PKK Sumsel semakin lincah bergerak dan semakin memberdayakan kaumnya khususnya para keluarga yang ada di tanah air menjadi keluarga yang mandiri. "Khususnya di Sumsel bantu Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mewujudkan Sumsel mandiri pangan," ungkapnya saat diwawancarai usai acara. Untuk Dekranasda Sumsel, HD menyampaikan apresiasi karena sudah banyak sekali karyanya mengangkat nilai nilai luhur dari karya cipta terdahulu yang tadinya terlupakan menjadi bangkit lagi. "Ini merupakan geliat Dekranasda Sumsel menjadi suatu wadah bagi setiap industri kerajinan kecil dengan pembinaan untuk mampu bersaing dan menjadi kekuatan ekonomi tersendiri di negara kita," ujarnya. Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel, Hj. Febrita Lustia Herman Deru menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, Pagelaran Pelangi Sriwijaya itu bertujuan untuk mengajak kaum milenial Sumsel mengangkat kerajinan di Provinsi Sumsel serta diharapkan dapat meningkatkan rasa bangga menggunakan produk lokal. Pada kesempatan itu dilakukan juga penyerahan penghargaan kepada Mitra Dekranasda Sumsel diantaranya Bank Indonesia Perwakilan Sumsel dan Bank Sumsel Babel. Turut hadir Ketua KORMI Sumsel Hj. Samantha Tivani B.Bus, MIB., Duta Literasi Sumsel, Ratu Tenny Leriva, Dirut Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsuddin, Kepala Perwakilan BI Sumsel Erwin Soeriadimadja serta para kepala OPD Provinsi Sumsel. Tim Media Dinas Kominfo Provinsi Sumsel.
Sumsel
KSFP 2022, Tampilkan Kerajinan Asli Daerah Karya 12 Kabupaten /Kota di Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id - Ketua Dekranasda Prov. Sumsel, Hj. Febrita Lustia Herman Deru didampingi Wakil Ketua Dekranasda Prov. Sumsel, Hj. Fauziah Mawardi Yahya menyaksikan Kriya Sriwijaya Fashion Parade Tahun 2022 (KSFP 2022) yang diselenggarakan di Hotel Ayra Duta Palembang, Rabu (23/3/2022) Kegiatan Fashion Show kali ini merupakan Rangkaian Kegiatan Rakerda Dekranasda dan Rakon PKK 2022, menampilkan kreasi kain khas daerah di Sumsel, melalui tangan designer yang diaplikasikan pada pakaian yang berasal dari 12 Kab/Kota di Provinsi Sumatera Selatan. Dibawah binaan Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat Sumsel agar mau dan bangga dalam menggunakan pakaian produk lokal yang dikombinasikan dengan kerajinan tangan khas Sumsel dengan mengikuti perkembangan jaman. Adapun karya yang ditampilkan pada kegiatan kali ini diantaranya : 1. Kain Batik Pesona Teratai (Dekranasda Kab. Muratara) Designer : Cerah Ethnicwear. 2. Pusake Batik Rampai Pedede dan Rampai Painting (Kab. Banyuasin) Designer : Topan Sapta. 3. Kain Gebeng (Kab. Ogan Ilir) Designer : Brilianto. 4. Kain Kawai Kanduk Sulam Benang Emas (Kab. OKU Selatan) Designer : Ivan Geofany. 5. Songket Cantik Manis (Kota Palembang) Designer : Ifan Songket. 6. Batik Ragam Dempo (Kota Pagar Alam) Designer : Etnira Indonesia. 7. Kain Angkinan dan Kain Bidak (Kab. OKU Timur) Designer : Andien. 8. Jumputan Pewarnaan Alam Limbah Nanas dan Kain Tenun Serat Nanas (Kota Prabumulih) Designer : Lady In Kaftan. 9. Batik Ambung (Kab. Muara Enim) Designer : Putroh Ramadhan. 10. Songket Perahu Kajang (Kab. OKI) Designer : Yulieza Tenun. 11. Gambo Muba (Kab. MUBA) Designer : Dovi Rustam. 12. Kain Batik Durian (Kota Lubuk Linggau) Designer : Siung Siung. Turut hadir Ketua dan Wakil Dekranasda Kab/Kota Se - Sumsel dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel. Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel
Sumsel
HD Paparkan Sejumlah Usulan Prioritas Provinsi Sumsel
Kepri, sumselprov.go.id - Gubernur Sumsel H Herman Deru memaparkan sejumlah usulan prioritas Provinsi Sumsel dalam rangka mendukung pelaksanaan Major Project dan prioritas nasional. Paparan itu disampaikan Herman Deru dalam rapat koordinasi Menteri PPN atau Kepala Bappenas bersama wilayah Sumatera (rakorgub) di Best Western Premier kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (23/3). Dimana diketahui ada 12 usulan prioritas yang dipaparkan Herman Deru dalam rakorgub tersebut. Diantaranya, pembangunan akses jalan pelabuhan Tanjung Carat, Pembangunan fly over kereta api Bantaian Kabupaten Muara Enim, pembangunan bendungan Tiga Dihaji di OKU Selatan hingga pembangunan jembatan Bahtera yang menghubungkan provinsi Bangka Belitung dan Sumsel. Menurut orang nomor satu di Bumi Sriwijaya tersebut, pembangunan pelabuhan Tanjung Carat memang sudah seharusnya dilakukan. Mengingat pelabuhan samudra tersebut akan menjadi nadi perekonomian Sumsel. Dia menyebut, semua proses untuk pembangunan pelabuhan yang akan menjadi pusat kegiatan ekspor impor tersebut telah terselesaikan. Dia mengatakan, langkah yang diambil Kementerian PPN atau Bappenas untuk mendiskusikan bersama pembangunan di setiap daerah baik yang dibiayai APBN atau APBD sangat tepat dilakukan. Sementara itu, Menteri PPN atau Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa mengatakan, Rakorgub tersebut dilakukan dalam rangka pengalokasian APBN untuk pembangunan prioritas nasional. Dimana melalui Rakorgub tersebut, pengalokasian APBN untuk program prioritas nasional di daerah akan tertata dan tepat sasaran. Diketahui, Rakorgub tersebut dihadiri oleh Gubernur dari berbagai daerah di pulau Sumatera. Gubernur Herman Deru sendiri menyampaikan usulannya pada sesi kedua Rakorgub tersebut. Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel
Sumsel
MY : WBS Ciptakan Lingkungan Tertib Adminstrasi Taat Aturan Berlaku
Palembang, sumselprov.go.id - Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya katakan sosialisasi Pelaksanaan Whistle Blowing System (WBS) Tindak Pidana Korupsi (TPK) sebagai salah satu upaya memastikan agar tercipta lingkungan Pemerintah Provinsi yang tertib administrasi dalam menggunakan anggaran. Hal tersebut diungkapkan MY saat membuka sosialisasi Pelaksanaan Whistle Blowing System (WBS) Tindak Pidana Korupsi (TPK) Terintegrasi Pemprov Sumsel bertempat di Auditorium Graha Bina Praja, Rabu, (23/3/2022) "Dengan sosialisasi ini, menghadirkan narasumber yang berkompeten. Kesempatan ini agar dpt dipahami termasuk konsekuensinya dalam administrasi kita. Karena jika sudah tertib administrasi dan sesuai aturan maka apapun pasti dapat dipertangungjawabkan dengan baik," katanya. Lanjut MY katakan Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan agar tercapai tata kelola Pemerintahan yang baik dan terhindar dari tindak pidana korupsi yang dapat merugikan Pemerintah. Inspektur Provinsi Sumsel, Bambang Wirawan, S.E., M.M., Ak., CA., katakan WBS merupakan sistem yang memungkinkan terjadinya pelaporan pelanggaran atau tindak pidana korupsi yang memungkinkan peran sleuruh pegawai dalam menyampaikan pengaduan pelanggaran yang dilakukan ASN di lingkungan Pemprov Sumsel "Dengan sosialisasi ini diharapkan mampu merubah budaya kerja transparansi, kejujuran dapat segera terwujud lalu kemudian mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik, dan menciptakan pelayanan publik yang berkualitas,"pungkasnya Hadir dalam kesempatan itu, sebagai narasumber Spesialis Pelayan Laporan dan Pengaduan Masyarakat (PLPM) KPK RI, Leonita GP Ajawaila menjelaskan tentang penerapan WBS TPK Terintegrasi Pada Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Turut hadir Para Kepala OPD Prov Sumsel Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel
Sumsel
Sosialisasikan ASO, 4 Kabupaten/Kota di Sumsel dihentikan Siaran Analog per 30 April
Palembang, sumselprov.go.id - Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat di Sumatera Selatan tentang peralihan siaran TV Analog ke Digital, masyarakat memerlukan perangkat untuk menangkap siaran digital tersebut yaitu Set Top Box (STB). Hal tersebut diutarakan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi & Umum, Drs. Nelson Firdaus., M.M saat membuka Sosialisasi Analog Switch Off (ASO) diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel bertempat di Swarna Dwipa, Rabu (23/03 /2022) "ASO merupakan Siaran Televisi Digital menuju konten beragam, informatif dan edukatif dan tolong terus disosialisasikan ke masyarakat. ASO sudah tertuang dalam Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja." ujar Nelson saat membaca sambutan Gubernur Lanjut Nelson, dalam hal ASO ini dibagi menjadi 3 (tiga) tahapan penghentian siaran digital. Berdasarkan aturan tersebut, tahap I paling lambat per 30 April 2022. Tahap Il paling lambat 25 Agustus 2022 dan tahap III paling lambat 2 November 2022 Ditambahkan Nelson, Untuk masyakakat tertentu perangkat hardware ini dibagikan secara gratis oleh pemerintah, dalam hal ini oleh Kementrian Kominfo yang bekerjasama dengan Lembaga Penyiaran dan Pemerintah. "Diharapkan masyarakat dapat menikmati manfaat dari siaran TV digital berupa kualitas siaran gambar dengan resolusi tinggi dan suara yang lebih jernih, pilihan saluran televisi tersedia lebih banyak. Masyarakat bisa menikmati manfaat tersebut secara gratis" ujarnya. Ketua KPID Sumsel Guntur Melian, SH katakan di Sumatera Selatan, terdapat 4 (empat) wilayah yang masuk dalam tahap I penghentian siaran analog tersebut, diantaranya adalah Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir" ujarnya Salah satu narasumber H. Achmad Rizwan SSTP, MM, Kadis Kominfo Provinsi Sumsel mengatakan ada beberapa keunggulan dari Siaran Digital antara lain, Kualitas Gambar dan suara yang diterima lebih jernih dan bersih. Narasumber lainnya Komisioner KPI Pusat Mimah Susanti, S.Sos, Kepala Dept.Transmisi Trans7 Heri Bertus Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel
Sumsel
Sekda Sumsel Pimpin Rapat Koordinasi Terkait Sosialisasi Keputusan Menteri ESDM RI Nomor : 175.K/HK.02/MEM.M/2021
Palembang, sumselprov.go.id - Pemprov Sumsel melalui Sekda Prov. Sumsel, Ir. S.A Supriyono pimpin Rapat Koordinasi terkait Sosialisasi Keputusan Menteri ESDM RI Nomor : 175.K/HK.02/MEM.M/2021 Tahun 2021 tentang Tim Koordinasi Penanganan Aktivitas Pengeboran Liar Sumur Minyak Bumi Oleh Masyarakat Di Provinsi Jambi dan Provinsi Sumatera Selatan bertempat di Sumsel Command Center, Rabu, (23/3/2022) Dikesempatan itu juga Supriyono menegaskan bahwa kegiatan rapat koordinasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mensosialisasikan keputusan Menteri ESDM tersebut dalam rangka upaya pencegahan dan penanganan terhadap kejadian pengeboran liar sumur minyak bumi (Illegal Drilling) pada beberapa wilayah di Indonesia terutama di Provinsi Sumatera Selatan. Selain itu ia juga berharap melalui rapat koordinasi ini dapat menghasilkan kebijakan yang dapat membuat para pelaku ilegal drilling dapat dievaluasi dan diberikan akses yang legal, "hal ini perlu kita carikan solusinya agar masyarakat yang memiliki aktifitas ekonomi didekat sumur tua dapat diberikan akses secara legal, mengingat masyarakat disana ekonominya bergantung pada aktifitas tersebut", ucapnya. Ia juga menyampaikan bahwa secara umum dari data yang dimiliki oleh Pemprov Sumsel, tercatat ada 5.000 titik ilegal drilling yang berada diwiliayah Sumsel, yang tersebar di empat Kabupaten yaitu Kab. Musi Banyuasin, Kab. Musirawas, Kab. Muratara dan Kab. Pali. Kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh Kepala Dinas Kab/Kota dan instansi terkait. Turut hadir Sekda Kab. Muba, Drs. H. Apriyadi, M.Si, Ka. Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumsel, H. Iriansyah., S.Sos., SKM, M.Kes, Ka. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumsel, Hendriansyah, ST, M.Si. Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel
Sumsel
HD : Sinergi PKK, Dekranasda dan Stakeholder, Ciptakan Kerajinan Daerah Berkualitas
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumsel H Herman Deru membuka Rakerda Dekranasda dan Rapat Konsultasi PKK Prov Sumsel Tahun 2022 dilanjutkan Launching Pojok UMKM bertempat di Ballroom Hotel Arya Duta, Rabu, (23/3/2022) Ketua TP PKK Sumsel, Hj Febrita Lustia Herman Deru menyampaikan arahan dari Ketua Umum TP PKK Pusat Ny. Tri Tito Karnavian yang mengatakan agar gerakan PKK kembali menggiatkan pemberdayaan keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat. "Nuansa pembaharuan dalam gerakan PKK, harus ada keselarasaran gerak dengan kebijakan pemerintah. Untuk itu, diperlukan penyesuaian manajemen Kelembagaan Organisasi pada semua jenjang," katanya Peringatan HKG PKK Ke-50 dapat menjadi titik awal untuk terus meningkatkan semangat pembaharuan, mengembangkan daya kreasi dan kreatifitas dalam pemberdayaan keluarga. Juga untuk mensinergikan kegiatan Provinsj dan kab/kota, kemudian mensosialisasikan hasil Rakerna IX Tahun 2021. Gubernur HD mengapresiasi kiprah PKK di Sumsel, menurutnya setiap saat bahkan meskipun ditengah pandemi covid-19 adanya peningkatan hasil yang dirasakan masyarakat hingga ke desa "Mari kita gelorakan giat-giat dekranasda, baik bakat maupun jenis kerajinan selama ini muncul, masyarakat berani memunculkan berbagai jenis kerajinan karena adanya dukungan dekranasda dalam mempromosikan. " katanya. Disamping itu, HD meminta agar kab/kota juga membuat display dan pengemasan yang akan menarik minat masyarakat. Hal ini diiringi dengan kualitas yang terjamin melalui bantuan dekranasda, melibatkan mitra BUMN, BUMD dan OPD. HD berharap Rakerda PKK yang digelar dekranasda menghasilkan rekomendasi produk untuk mewujudkan Sumsel Maju Untuk Semua Turut hadir Kepala BI, Erwin Soeriadimadja, Wakil Ketua TP PKK Se-Sumsel, dan Para Ketua Organisasi Wanita Sumsel. Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel
Sumsel
100 Hari Jelang FORNAS VI, HD Minta Siapkan Dengan Matang
Palembang, sumselprov.go.id - Gubernur Sumsel H. Herman Deru bersama Ketua Umum KORMI Nasional H. Hayono Isman membuka langsung Launching 100 Hari Menuju FORNAS VI 2021 Sumsel Tahun 2022 bertempat di Griya Agung Palembang, Rabu (23/03/22). HD mengatakan gelaran FORNAS IV harus diselenggarakan dengan persiapan yang baik dan matang dalam penyambutan maupun pergelaran acara. . "Penyelenggaraan harus proporsional, tolak ukurnya adalah kesiapan baik dari kepala daerah, bupati/walikota maupun jajaran panitia,"ujarnya. . HD melanjutkan, kepercayaan yang diberikan harus dijaga dengan baik, dengan tujuan sukses dalam penyelenggaraan sukses dalam prestasi agar kedepannya dapat dipercaya menjadi tuan rumah lagi. . "Cabang yang di pertandingan nanti harus di dengungkan kemasyarakatan, harus ada promosi ke masyarakat secara langsung, libatkan semua pihak agar sosialisasi ini di dengar oleh masyarakat sehingga gelaran ini juga dapat berjalan dengan baik dan kepada BSB saya minta gunakan ajang promosi positif bagi bank Sumsel Babel untuk menunjukkan kepada masyarakat memiliki bank daerah,"tutupnya. . Ketua KORMI Nasional Hayono Isman mengatakan, KORMI memiliki 72 induk olahraga di tingkat nasional, untuk sementara yang telah di verifikasi sebanyak 47 induk olahraga, ia berharap semuanya dapat masuk dalam FORNAS VI 2021 Sumsel Tahun 2022 nanti. " saya juga ucapkan terimakaaih atas nama Kormi seluruh Indonesia di Kormi kami ucapkan selamat menerima penghargaan inovatif dan kreatif kepada Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dan memiliki mental juara,"tutupnya. . Ketua Formas Sumsel Hj. Samantha Tivani B.Bus, MIB semoga dengan adanya FORNAS ke VI ini akan membangkitkan semangat olahraga masyarakat menuju Sumsel Bugar 2025, saya berharap kita dapat sukses dalam pelaksanaan dan sukses dalam prestasi Turut Hadir Ketua DPRD Prov. Sumsel Hj. R.A. Anita Noeringhati, S.H., M.H dan Para Kepala OPD dilingkungan Prov. Sumsel. Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel