Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
FORPROV II Kormi Sumsel 2026 Siap Digelar Di Muara Enim, Libatkan 5.000 Peserta
Palembang. Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Sumatera Selatan Tahun 2026 siap digelar di Kabupaten Muara Enim pada 20–26 November 2026. Persiapan pelaksanaan ajang olahraga masyarakat tersebut terus dimatangkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar dan sukses.Hal tersebut dibahas dalam rapat panitia penyelenggara FORPROV II Sumsel 2026 yang dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (7/10/2026).Dalam arahannya, Cik Ujang mengapresiasi berbagai persiapan yang telah dilakukan panitia. Namun, ia meminta seluruh pihak kembali memastikan kesiapan secara menyeluruh agar pelaksanaan FORPROV II tidak menyisakan kekurangan.“Saya sampaikan apresiasi atas persiapan yang telah dilakukan hingga saat ini. Namun, saya harap panitia dapat memastikan kembali kesiapan FORPROV kedua tahun ini. Pastikan pelaksanaannya benar-benar dipersiapkan dengan baik dan tidak ada kekurangan,” ujar Cik Ujang.Menurutnya, koordinasi antarpihak menjadi hal penting, mengingat FORPROV II merupakan agenda olahraga masyarakat berskala provinsi yang melibatkan ribuan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan.Sementara itu, Ketua KORMI Sumsel, Hj. Samantha Tivani HD mengatakan FORPROV II merupakan agenda besar olahraga masyarakat yang harus dipersiapkan secara optimal. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum silaturahmi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga.“FORPROV merupakan agenda besar olahraga masyarakat yang harus kita persiapkan sebaik-baiknya. Ini juga menjadi momen silaturahmi dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga,” katanya.Ia menambahkan, rapat tersebut menjadi bagian penting untuk mengevaluasi berbagai persiapan sekaligus menyelesaikan kendala yang masih ditemui di lapangan.“Kita mempersiapkan agar acara ini dapat terselenggara dengan baik dan menyelesaikan kesulitan yang masih ditemui. Seluruh panitia harus bekerja sama memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan yang telah diagendakan,” ujarnya.Turut hadir Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Pemprov Sumsel Dukung Percepatan Proyek TBB Keramasan KAI Logistik, Utamakan Hak Pengguna Jalan
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menerima audiensi dari Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, beserta jajaran di Griya Agung, Palembang, pada Rabu (7/10/2026).Pertemuan ini diselenggarakan guna memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemprov Sumsel dan KAI Logistik, serta membahas dukungan fasilitas pemerintah daerah dalam menunjang kelancaran pembangunan proyek Terminal Bongkar Batubara (TBB) Keramasan.Dalam pemaparannya, Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan menyampaikan bahwa progres fisik pembangunan TBB Keramasan saat ini telah mencapai 46 persen. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengakselerasi pengerjaan di lapangan agar proyek dapat rampung sesuai target pada Juli 2027.Gubernur Sumsel H. Herman Deru menegaskan komitmen Pemprov Sumsel untuk memberikan dukungan penuh terhadap penyelesaian proyek infrastruktur logistik tersebut. Meski demikian, Herman Deru berpesan agar pengerjaan proyek tetap memprioritaskan keselamatan dan kelancaran akses masyarakat di jalan raya."Kami semaksimal mungkin mendukung pembangunan, namun tetap mengedepankan hak-hak masyarakat pengguna jalan agar suksesnya proyek besar ini dapat membuat perlintasan kereta api ke depan berjalan optimal," ujar Herman Deru.Sinergi antara Pemprov Sumsel dan KAI Logistik ini diharapkan dapat memastikan seluruh tahapan pembangunan TBB Keramasan berjalan efisien, tepat waktu, serta membawa dampak positif bagi konektivitas logistik dan ketertiban lalu lintas di Sumatera Selatan.Turut hadir para Kepala OPD
Sumsel
Herman Deru Tekankan Kolaborasi dan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menghadiri Pertemuan Koordinasi Kolaborasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kantor BPBD Provinsi Sumsel, Rabu (7/10/2026).Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian pemerintah pusat dalam upaya bersama menanggulangi Karhutla di Sumsel.Ia mengatakan, kondisi cuaca yang semakin kering akibat fenomena El Nino menjadi salah satu tantangan dalam penanganan Karhutla. Sejumlah wilayah di Sumsel juga masih menghadapi intensitas kebakaran yang cukup tinggi, di antaranya OKI, Kayuagung, Muara Enim, Banyuasin dan Musi Banyuasin.Menurutnya, sebagian besar wilayah yang rawan Karhutla merupakan kawasan lahan gambut sehingga membutuhkan penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan.“Langkah aksi maupun regulasi sudah kami lakukan secara maksimal, tentunya tetap dalam koridor hukum. Namun, kita juga membutuhkan stamina fisik maupun psikis bagi para petugas yang berada di lapangan,” katanya.Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Dian Faizal Hendropiyono menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan.Ia mengapresiasi respons cepat Pemerintah Provinsi Sumsel dalam menghadapi Karhutla, termasuk melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing. Namun, menurutnya, langkah tersebut tidak dapat menjadi satu-satunya andalan dalam penanganan Karhutla.Karena itu, diperlukan penguatan infrastruktur pencegahan, seperti ketersediaan pompa di kawasan rawan, kanal blocking serta water intake yang dapat mendukung penanganan kebakaran secara cepat.Dian juga mendorong keterlibatan perusahaan dalam membangun infrastruktur pencegahan dan penanggulangan Karhutla sebagai bagian dari kontribusi bersama menghadapi potensi kebakaran di masa mendatang.Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel beserta pejabat terkait lainnya.
Sumsel
Perkuat Kolaborasi Penanganan Karhutla, Wamen LH Dampingi Gubernur Herman Deru Tinjau Titik Api di Palembang
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru kembali turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarame, Kota Palembang, Rabu (7/10/2026). Peninjauan lapangan kali ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Faisal Malik Hendropriyono.Kunjungan kerja bersama ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menanggulangi ancaman karhutla yang melanda kawasan pemukiman hingga area perkebunan.Dalam peninjauan tersebut, Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, mengapresiasi keseriusan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Ia menilai langkah pemadaman yang dipimpin oleh Gubernur Herman Deru berjalan sangat masif dan terstruktur di lapangan.Meski demikian, Diaz mengungkapkan adanya kendala teknis dalam proses pemadaman jalur udara. Jarak pandang yang sangat terbatas akibat ketebalan asap membuat helikopter waterbombing sempat tidak dapat diterbangkan secara optimal. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah terus mengintensifkan pengerjaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang hingga kini telah memasuki pelaksanaan ke-69.“Sudah melakukan pemadaman baik darat dan udara waterbombing, kedepan bagaimana kita kaji untuk sekat kanal untuk lahan-lahan gambut ini,” ungkap Diaz saat memberikan keterangan di lokasi.Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menjelaskan bahwa dirinya mengajak Wamen LH meninjau dua lokasi kebakaran utama. Selain area di dekat pemukiman warga Talang Jambe, rombongan juga meninjau lahan perkebunan sawit milik PT PRAGA di Desa Gasing, kawasan perbatasan Kabupaten Banyuasin dengan Kota Palembang.Herman Deru menegaskan bahwa seluruh tim gabungan tidak menghentikan pemadaman dan terus bekerja tanpa mengenal waktu demi memadamkan titik api.“Upaya ini tidak berhenti, siang dan malam kami kerahkan baik jalur udara, darat, maupun OMC. Kebakaran di lahan milik PT PRAGA diperkirakan mencapai 125 hektar dan seluruhnya ludes terbakar. Oleh karena itu, penanganan terpadu ini harus terus diperketat,” tegas Herman Deru.Melalui peninjauan bersama ini, Pemprov Sumsel dan Kementerian Lingkungan Hidup berkomitmen untuk terus memperkuat strategi pemadaman darat dan udara, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang pengelolaan lahan gambut guna mencegah berulangnya bencana karhutla di wilayah Sumatera Selatan.Turut hadir Walikota Palembang Drs. Ratu Dewa dan OPD lainnya
Sumsel
Percepat Pengendalian Banjir Palembang, Gubernur Herman Deru Serahkan Lahan Eks DPMPTSP untuk Perluasan Kolam Retensi Simpang Polda
Palembang. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan secara resmi menyerahkan lahan eks Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel untuk mendukung percepatan proyek perluasan Kolam Retensi Simpang Polda, Palembang. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata dalam menanggulangi permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah perkotaan.Penyerahan aset lahan ini menjadi kunci vital dalam mempercepat pengerjaan fisik proyek pengendalian banjir. Saat ini, kolam retensi eksisting Simpang Polda tercatat hanya memiliki kapasitas penampungan sebesar 9.600 m³, jumlah yang dinilai jauh dari cukup untuk menampung debit air saat intensitas hujan tinggi. Oleh karena itu, perluasan volume daya tampung air menjadi langkah yang sangat mendesak.Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa penyerahan lahan ini merupakan kabar baik bagi seluruh warga Kota Palembang. Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan momentum musim kemarau saat ini untuk menggenjot proses pengerjaan konstruksi dan pengerukan lahan agar target selesai tepat waktu."Kalender kerja harus sesuai waktu. Mumpung sedang kemarau, kolam retensi Simpang Polda bisa mengejar volume penampungan air, sehingga saat musim hujan tiba tahun ini manfaatnya bisa dirasakan," tegas Herman Deru dalam acara penyerahan secara resmi di Palembang, Senin (05/10/2026).Melalui optimalisasi daya tampung Kolam Retensi Simpang Polda ini, Pemprov Sumsel berharap potensi genangan dan banjir di titik-titik rawan sekitar Simpang Polda dapat teratasi secara signifikan. Sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota terus diperkuat demi memastikan infrastruktur penanganan bencana hidrometeorologi di Sumatera Selatan berjalan optimal dan berkesinambungan.
Sumsel
Kukuhkan Kepala BPKP Sumsel Baru, Herman Deru Tekankan Pentingnya Navigator Keuangan Daerah
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru secara resmi mengukuhkan Farid Firman sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Selatan. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Griya Agung Palembang pada Senin (5/10/2026).Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Kepala BPKP RI, dilanjutkan dengan pengukuhan oleh Gubernur Herman Deru, penandatanganan berita acara, serta penyerahan memori jabatan.Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi BPKP yang selama ini konsisten mendampingi dan menavigasi tata kelola keuangan Pemprov maupun Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumsel."Sebelumnya kerja sama kita sudah berjalan sangat baik. BPKP telah membantu menavigasi kebijakan anggaran provinsi hingga kabupaten/kota, sehingga kita dapat menjaga pertanggungjawaban keuangan yang akuntabel. Progres yang tergambar dari data statistik membuktikan kerja keras kita tidak sia-sia karena memiliki 'navigator' yang tepat," ujar Herman Deru.Gubernur HD juga memberikan arahan khusus kepada Kepala BPKP Sumsel yang baru untuk segera membangun komunikasi intensif dan melanjutkan sinergi yang telah terbangun."Selamat atas amanah baru ini. Kita harus melanjutkan kolaborasi yang sudah terjalin erat. Saya minta Kepala BPKP Sumsel yang baru untuk segera merapat dan berdiskusi. Amanah ini diberikan kepada orang-orang terpilih, dan ini adalah avatar dari komitmen kita bersama yang harus dikelola dengan sebaik-baiknya," tegasnya.Lebih lanjut, Herman Deru mengingatkan pentingnya peran para Bupati dan Wali Kota dalam mencermati serta memanfaatkan improvisasi kebijakan anggaran di tengah keterbatasan."Di tengah keterbatasan, kita tidak boleh mengeluh karena masyarakat menantikan realisasi RPJMD. Kita harus menjadi soft breaker atau pengurai masalah. Implementasinya membutuhkan perencanaan matang yang perlu dibimbing oleh BPKP. Mari kita satukan visi demi pengelolaan keuangan yang akuntabel," tambahnya.Sementara itu, Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah (PPKD), Dr. Setya Nugraha, S.E., M.I.B.A., CGCAE, CHRP, QIA, CIAE., yang hadir mewakili Kepala BPKP RI, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Sumsel."Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah mengukuhkan Kepala Perwakilan yang baru. Kami berharap kolaborasi dengan Forkopimda dan seluruh instansi di Sumsel dapat terus terjalin dengan cepat dan baik. Terima kasih telah memberikan ruang yang luas bagi BPKP untuk mengabdi dan berkontribusi di daerah," ungkap Setya Nugraha.Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, jajaran Forkopimda Sumsel, serta Bupati dan Wali Kota se-Sumatera Selatan.
Sumsel
Fraksi DPRD Sumsel Sampaikan Pandangan Umum terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2027
PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang menghadiri Rapat Paripurna XLIV DPRD Provinsi Sumatera Selatan dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2027.Rapat paripurna tersebut berlangsung di Ruang Rapat DPRD Provinsi Sumsel, Senin (5/10/2026), dan dihadiri para anggota DPRD Sumsel, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumsel, serta sejumlah pejabat lainnya yang mewakili.Dalam rapat tersebut, seluruh fraksi di DPRD Provinsi Sumsel menyampaikan pandangan umum, masukan, serta sejumlah catatan terhadap Raperda APBD Sumsel Tahun Anggaran 2027.Pandangan yang disampaikan fraksi-fraksi menjadi bagian penting dalam proses pembahasan APBD, sekaligus sebagai bentuk sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menyusun kebijakan anggaran yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyambut baik berbagai pandangan dan masukan tersebut sebagai bahan penyempurnaan dalam pembahasan Raperda APBD Tahun Anggaran 2027.Melalui proses pembahasan yang terbuka dan konstruktif, diharapkan APBD Sumsel 2027 nantinya dapat disusun secara tepat sasaran, efektif dan berpihak pada kepentingan masyarakat, serta mendukung keberlanjutan pembangunan Sumatera Selatan.Pemerintah Provinsi Sumsel juga terus mendorong terjalinnya komunikasi dan kolaborasi yang baik bersama DPRD, sehingga setiap kebijakan anggaran yang ditetapkan benar-benar memberikan manfaat dan dirasakan masyarakat Sumsel.
Sumsel
Atasi Akar Masalah Karhutla, Gubernur Sumsel Gandeng Kades, TNI/Polri, dan Perusahaan di OKI
OKI. Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus diperkuat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru turun langsung keKabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk memantau kondisi karhutla sekaligus menggali akar persoalan dan mencari solusi penanggulangannya bersama para camat dan kepala desa diwilayah rawan karhutla.Kegiatan tersebut diawali dengan patroli udara untukmemantau kondisi karhutla di sejumlah wilayah OKI, kemudian dilanjutkan dengan Rapat Evaluasi Penanganan Karhutla bersama para kepala desa dan camat dari wilayah yang menjadi titik rawan karhutla di Balai Desa Sungai Bungin II, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Oki, Minggu(4/10/2026) sore.Selain para kepala desa dari lima kecamatan, pertemuan tersebut juga melibatkan para camat, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), Karang Taruna, unsur TNI/Polri, serta perusahaan pemegang izin perkebunan dan kehutanan.
Sumsel
Peringati World Heart Day 2026, YJI Sumsel Gelar Cek Kesehatan Gratis
PALEMBANG – Memperingati World Heart Day 2026, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Sumatera Selatan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan jantung secara gratis.Kegiatan yang diikuti masyarakat umum dan pengurus YJI Sumsel tersebut dibuka langsung oleh Ketua YJI Cabang Provinsi Sumsel, Hj. Lidyawati Cik Ujang, bertempat di YJI Sumsel, Sabtu (2/10/2026).Hj. Lidyawati Cik Ujang mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian YJI Sumsel dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung.“Penyakit jantung menjadi salah satu penyebab kematian yang cukup tinggi di Indonesia. Karena itu, kegiatan ini menjadi langkah preventif agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini,” ujarnya.Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara gratis menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk lebih mengenali kondisi tubuhnya. Jika ditemukan adanya indikasi tertentu, diharapkan masyarakat dapat segera melakukan langkah lanjutan dan menjaga pola hidup yang lebih sehat.“Kita tentunya bahagia bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengecek kesehatan secara gratis. Kalaupun ada yang terdeteksi, mudah-mudahan dapat segera ditindaklanjuti dan hasil pemeriksaannya membawa kita semua menuju kondisi yang lebih sehat,” katanya.Selain pemeriksaan kesehatan jantung, kegiatan tersebut juga diisi dengan senam bersama dan doa bersama serta tanya jawab tentang kondisi terkini penyakit jantung. Suasana kebersamaan terasa semakin hangat karena masyarakat dan pengurus YJI dapat beraktivitas bersama sekaligus menguatkan kepedulian terhadap kesehatan.Hj. Lidyawati menegaskan, YJI Sumsel akan terus mendorong kegiatan-kegiatan promotif dan preventif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.Ia juga berharap melalui kegiatan tersebut, semangat menjaga kesehatan dapat tumbuh mulai dari diri sendiri, keluarga hingga lingkungan masyarakat.“Semoga kita semua diberikan kesehatan dan kekuatan. Kita juga bersama-sama berdoa agar kondisi asap di Sumatera Selatan segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman,” pungkasnya.