Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Sumsel Satu-Satunya Provinsi di Pulau Sumatera Capai 100% Pemerintahan Daerah Digital
Palembang, sumselprov.go.id- Sumatera Selatan dipilih menjadi titik ke-2 roadshow dari lima wilayah yang terpilih, sekaligus tuan rumah Sosialisasi Kriteria Championsship TP2DD Wilayah Sumatera tahun 2024 dan literasi digital untuk percepatan dan perluasan digitalisasi di daerah-daerah seluruh Indonesia, bertempat di The Excelton Hotel Palembang (29/02/2024). Sumatera Selatan pada semester ke-dua tahun 2023 menjadi satu-satunya wilayah di Sumatera yang 100% digital pada sistem pemerintahan daerah. Hal ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik melalui pemanfaatan teknologi untuk menjadi pemda yang berada pada tahap maju. PJ Gubernur Sumsel, A Fatoni mengungkapkan Sumsel, berdasarkan survei indeks ETPD semester ke-dua tahun 2023, seluruh Pemda atau sebanyak 18 Pemda masuk ke dalam kategori Pemda Digital, hal ini mengalami peningkatan dari semester pertama tahun 2023. "Dengan pencapaian ini menjadi bukti nyata semangat dan komitmen pemerintah daerah di wilayah Sumsel dalam mensukseskan percepatan dan perluasan digitalisasi di daerah" Ujar PJ Gubernur A, Fatoni. A. Fatoni juga mengungkap pertumbuhan ekonomi Sumsel tahun 2023 menginjak angka 5,08%, angka ini menjadi yang terbesar kedua di Sumatera melewati angka nasional. Pencapaian tersebut tidak bisa luput dari dorongan percepatan transformasi digital, usai melewati pemulihan kinerja perekonomian pasca covid-19. Selain itu A. Fatoni menghimbau agar Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah di Sumsel dapat memaksimalkan pengisian Championship TP2DD tahun 2024 dengan sungguh-sungguh, sehingga akan menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, efisiensi birokrasi, pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antar daerah. "Championship ini tidak hanya sebuah ajang untuk memberikan penghargaan kepada daerah yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam implementasi digitalisasi, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan komitmen Pemerintah Daerah dan mempercepat implementasi digitalisasi" tegas Fatoni. Dikesempatan yang sama Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Selatan, Ricky Gozali turut mengungkapkan pergeseran perilaku masyarakat yang serba digital mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumsel. "Dimana salah satu aspek yang mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi digital yaitu melalui sistem pembayaran yang sudah beralih ke digital" Ungkapnya. Sementara itu, Ferry Irawan selaku Ketua Satgas TP2DD mengatakan bahwa TP2DD menargetkan 85% Pemda berada di level digital untuk meningkatkan ekosistem dan percepatan ekonomi, dan Sumsel menjadi satu diantara 3 wilayah yang memegang peran penting untuk peningkatan ekonomi. "TP2DD menargetkan pertumbuhan ekonomi 2024 lebih akseleratif, inklusif dan berkelanjutan. Pada tahun 2024 mencapai 85% pemda berada di level digital, yang akan dicapai melalui penguatan regulasi dan koordinasi. Sumsel memegang peranan penting, karena untuk mencapai ekonomi yang baik tahun 2024 ini berhubungan dengan kesediaan beras, dengan dua point yaitu kombinasi dan pemanfaatan lahan rawa yang case-nya ada di Sumsel. Sehingga akan meningkatkan ekosistem dan percepatan ekonomi." Tutur Ferry Irawan dalam sambutannya. Turut hadir Asisten Deputi Perekonomian Daerah dan Sektor Riil Kemenko Perekonomian, Puji Gunawan, SST. AK., M.B, Direktur Pendapatan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sekaligus Plh. Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Dr. Hendriwan, M.Si, Direktur Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Lydia Kurniawati Christyana, MM, Pj. Walikota Prabumulih, Elman, Pj. Bupati Lahat, Muhammad Farid, Pj. Sekda Empat Lawang, Hepy Safriani dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Pj Gubernur Agus Fatoni bersama Menko PMK RI Muhadjir Effendy Hadiri Haul Sulthon Auliya Syech Abdul Qodir Al-Jilani di OKU Timur
OKU Timur, sumselprov.go.id- Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia (RI) Muhadjir Effendy menghadiri Haul Sulthon Auliya Syech Abdul Qodir Al-Jilani. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Tegalrejo, Kecamatan Pelita Jaya, Kabupaten OKU (Ogan Komering Ulu) Timur, Rabu (28/2/2024). “Kami mengapresiasi acara yang dilaksanakan setiap tahun, keluarga besar datang dari berbagai daerah, ini menunjukan semangat kekeluargaan, persatuan dan kesatuan begitu kuat di Provinsi Sumsel,” ucap Fatoni. Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Menko PMK Muhadjir Effendy MAP di Provinsi Sumsel sekaligus memberikan motivasi dan nasihat yang bisa menjadi pedoman. “Selamat datang Bapak Menteri, beliau berkeliling merajut silaturahmi, memberikan nasihat kepada kita semua,” kata Fatoni. Fatoni menyebut Provinsi Sumsel merupakan daerah yang berkomitmen dalam menjaga iklim kondusif dibuktikan dengan terselanggaranya pemilihan umum yang berjalan lancar, aman dan damai. Hal ini tentunya berkat kerjamsama seluruh stakeholder termasuk masyarakat. “Terima kasih kepada masyarakat Provinsi Sumsel telah menjaga iklim kondusif, Provinsi Sumsel ini Bapak Menteri dikenal zero konflik, ini kebanggaan bagi kita semua dan akan tetap terus ditingkatkan,” ungkap Fatoni. Sementara itu, mengawali sambutannya Menko PMK Muhadjir Effendy melantunkan salawat Roqqota Aina yang diikuti oleh ribuan jamaah yang hadir. Menurutnya, salawat yang dikumandangkan akan mendatangkan syafaat melimpah bagi mereka. “Kita harus ikhlas mendoakan mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetap memberi keselamatan, kita dijauhkan berbagai macam azab, kita semua diberikan kemakmuran dan ruang yang luas untuk selalu beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala,” katanya. Menko PMK mengakui keberadaan Ponpes Darussalam Tegal Rejo masih tergolong baru dan masih dalam tahap perintisan dengan usia 20 tahun. Dia juga mengimbau pihak pengurus Ponpes Darussalam untuk menambah program studi, membekali para santri dengan ilmu pengetahuan teknologi, di antaranya ilmu STEM (Sains, Teknologi, Engineering dan Matematika). “Untuk pondok pesantren memang terlalu muda, masih perlu perjuangan. Mudah-mudahan pondok pesantren terus berkembang, apalagi santri saat ini ada 700 santri, mudah-mudahan dapat terus bertambah,” jelasnya. “Santri-santri tidak boleh kalah bersaing, santri harus memiliki pengetahuan yang luas, kami sarankan menambah program studi, jangan hanya program studi marketing. Ditambah juga ilmu-ilmu kemajuan teknologi bagi para santri. Santri poinnya ada dua pertama menguasai agama, berarti akhlaknya insya Allah lebih baik, juga Insya Allah bisa bersaing,” sambungnya. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian bantuan sembako oleh Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni serta pemberian sembako secara simbolis oleh Menko PMK Muhadjir Effendy kepada para santri, pengurus pesantren dan juga warga sekitar Pondok pesantren Darussalam Tegal Rejo. Turut hadir mendampingi Menko PMK RI, antara lain Deputi 1 Bidang Peningkatan Kesejahteraan Sosial Nunung Nuryantono, Plt. Deputi 3 Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Penduduk Budiono Subambang, Deputi 6 Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Warsito, Bupati Ogan Komering Ulu Timur Lanosin Hamzah dan Wakil Bupati OKU Timur Adi Nugraha Purna Yudha.
Sumsel
Pj Gubernur Sumsel Motivasi Peserta Bimtek BLUD Tingkatkan Kualitas Diri Dengan MK3I
Palembang, sumselprov.go.id- Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Agus Fatoni membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan Tema “Implementasi Fleksibilitas BLUD, Permasalahan yang Dihadapi dan Solusinya" bertempat di Hotel Aston Palembang, Rabu (28/2/2024). Fatoni mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas pengelola BLUD yang terus update dan paham regulasi. "Bimtek menjadi sarana kita untuk meningkatkan pengetahuan, bertukar dan juga update informasi," ujarnya. Menurutnya, kegiatan ini penting agar pengelola BLUD dapat memahami regulasi tata kelola dan bisa melaksanakan operasional BLUD masing-masing dengan baik. BLUD adalah sistem yang diterapkan oleh unit pelaksana teknis dinas/badan daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mempunyai fleksibitas dalam pengelolaan keuangan sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan daerah pada umumnya. "Fleksibilitas ini ditujukan agar BLUD mampu meningkatkan kualitas pelayanannya atau meningkatkan sarana dan prasarana pengembang SDM sehingga bisa menimbulkan kepercayaan masyarakat dan dapat menghasilkan keuntungan. Karena orientasi pelayanan berbeda dan mengejar keuntungan. "Pengelolaan organisasi termasuk BLUD juga harus didukung SDM yang baik yaitu dengan memperbaiki MK3I, yaitu mindset, kompetensi, komitmen, kekompakan, dan inovasi. Dan didukung 3 prinsip agar sukses yaitu benar, baik dan indah," katanya. Fatoni katakan setiap pekerjaan perlu dilakukan dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku. Didukung dengan peningkatan kapasitas diri, inovasi, kreativitas, motivasi diri, serta mampu menempatkan diri. Karo Perekonomian Sumsel, Henky Putrawan melaporkan kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman terhadap kapasitas BLUD terkait permasalahan dan solusi yang dihadapi, penataan keuangan, serta memahami tata cara menyusun penilaian kinerja laporan BLUD. Turut hadir Para Kepala OPD Sumsel, Para Direktur BUMN dan BLUD Sumsel, Para Kepala Puskesmas se-Sumsel.
Sumsel
Pj Gubernur Sumsel Fatoni Inginkan Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Diterapkan Mulai Dari Dinas/OPD Hingga Sekolah
Palembang, sumselprov.go.id- Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kehadiran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) guna memberikan penghayatan, pendalaman, penguasaan secara mendalam melalui binaan, bimbingan Nilai Pancasila serta proses penghayatan Pancasila sebagai Dasar Negara bagi kita dan masyarakat. Hal tersebut diutarakan pada acara Internalisasi Nilai - Nilai Pancasila Dalam Rangka Evaluasi Kebijakan dan Regulasi di Provinsi Sumatera Selatan, Selasa bertempat di Hotel Swarna Dwipa Palembang (27/2/2024). "Acara ini sangat penting, Saya berharap kepada BPIP dan para Narasumber terkait Nilai-Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara ke instansi/OPD di Pemprov Sumsel agar diterapkan dan terus dilanjutkan utamanya di sekolah-sekolah SMA, SMK setingkat SLTA yang dibawah naungan Pemprov" ujar Fatoni Fatoni ingin melanjutkan kegiatan ini kepada pegawai yang belum memahami tentang nilai-nilai Pancasila terkait evaluasi kebijakan dan regulasi supaya diberikan pengetahuan dan penjelasannya Jadi bukan hanya saja pengertian tetapi saat ini yang harus betul-betul dipastikan bahwa penerapannya dengan baik kepada Pancasila dan nilai-nilai pancasila khususnya ini juga merupakan anak sekolah "Kepada seluruh peserta agar kegiatan ini dan pastikan menjadikan pengalaman sangat bermanfaat sebagai acuan Pancasila sebagai Dasar Negara" tutup Fatoni Kepala BPIP RI, Prof. Drs. KH. Yudian Wahyudi, M.A., Ph. D utarakan sebagaimana yang dimandatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), bahwa BPIP mempunyai tugas untuk memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan Pancasila kepada lembaga tinggi kementerian/lembaga, pemerintahan organisasi sosial politik, dan komponen masyarakat lainnya. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Ir. S.A Supriono Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel.
Sumsel
Pj Gubernur Fatoni Ingatkan Kades Untuk Tingkatkan Kapasitas Agar Dapat Jalankan Tugas Dengan Baik
Palembang, sumselprov.go.id- Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni menghadiri Sekaligus Membuka Bimbingan Teknis Infrastruktur Desa Kabupaten Musi Banyuasin (Ballroom Hotel Beston Palembang, Senin (26/02/2024). Acara Bimtek Ini berlangsung Selama 5 hari, mulai Tanggal 26 Februari sd 5 Maret 2024. Dilaksanakan 2 ( Dua) Gelombang dan siikuti sebanyak 458 orang Perangkat Desa. Dalam sambutannya Fatoni mengatakan kegiatan semacam ini penting untuk meningkatkan Kapasitas Kepala Desa , karena tanpa bekal yang cukup, tanpa ilmu yang cukup kita tidak dapat menjalankan tugas dengan baik . "Infrastruktur Desa penting , keuangan juga penting, maka saya pesan kepada semua Kepala Desa jangan berhenti belajar. Pelajari semua aturan , semua regulasi, karena dengan aturan itulah yang akan menyelamatkan kita semua. Jadi terus tingkatkan kapasitas" ujar Fatoni. Menurut Fatoni, Kepala Desa adalah unsur terdepan dalam penyelenggaraan pemerintahan . Seperti dalam program pemerintah tentang penanggulangan Stunting , pemberian bantuan keluarga yang stunting harus dikontrol, tugas Kepala Desa memastikan bayi stunting dapat makanan bergizi setiap hari selama 6 bulan. "Di Desa ada rumah-rumah yang tidak layak, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah mencanangkan program bedah rumah dan perbaikan sanitasi. Dan akan membedah 8391 rumah diseluruh Sumsel , Sementara itu, Pj Bupati Muba H. Apriyadi mengatakan melalui kegiatan seperti ini selain dapat mengantarkan kesejahteraan masyarakat desa, juga dapat menjadikan pedesaan di Muba mandiri. Turut hadir Forkopimda Sumsel/mewakili, GM Harian Sumatera Ekspres Hj Nurseri Marwah, Para Kepala Desa Se Kabupaten Musi Banyuasin.
Sumsel
Kick Off Gernas BBI/PDN dan BBWI, Agus Fatoni Ajak Masyarakat Cintai Produk Dalam Negeri dan Bangga Berwisata di Indonesia
Palembang, sumselprov.go.id- Pj. Gubernur Sumatera Selatan, Agus Fatoni mengungkapkan bahwa Pelaksanaan Kick Off Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia/Produk Dalam Negeri (GERNAS BBI/PDN) dan Gernas Bangga Berwisata Indonesia (BBWI) di Prov. Sumsel Tahun 2024 merupakan kegiatan yang baik dalam mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk bangga menggunakan produk dalam negeri serta meningkatkan minat antusias masyarakat untuk berwisata dalam negeri. " Hal ini perlu dilakukan bersama oleh masyarakat untuk memperkuat perekonomian dan mewujudkan kemandirian ekonomi di Indonesia", ucap Fatoni di Ballroom Sriwijaya Kantor OJK Provinsi Sumsel Babel, Senin (26/2/2024). Berkaitan dengan Gernas tersebut, Fatoni menghimbau agar Kepala Daerah dapat melakukan beberapa upaya untuk mendukung dan mensukseskan Gernas. Diantaranya Melakukan sosialisasi secara luas kepada stakeholders, masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung keberlanjutan program Gerakan Nasional dan mencantumkan logo BBI dan BBWI di berbagai kegiatan Pemerintah Daerah. "Juga menyelenggarakan kegiatan Calender of Event (CoE) daerah yang terintegrasi dengan penyelenggaraan Gernas BBI dan BBWI, kegiatan promosi, pemasaran dan penggunaan produk dalam negeri, juga memberikan dukungan pada UMKM dan program pendampingan untuk UMKM naik kelas, dan Memastikan program-program yang mendukung BBI dan BBWI mendatang terintegrasi ke dalam dokumen perencanaan daerah (RPJMD dan RKPD) Selain melaksanakan Kick Off Gernas BBI/PDN dan BBWI, dilaksanakan juga Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sumatera Selatan Semester I Tahun 2024. Turut hadir Kepala OJK Sumsel Babel, Untung Nugroho, Sekda Prov. Sumsel, Ir. S.A Supriono, Kepala Perwakilan BI Sumsel, Ricky P. Gozali, Direktur Inklusi Keuangan OJK RI, Edwin Nurhadi, Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Rahmadi Murwanto, AK., MACC., MBA., Ph.D, Kepala BPS Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.
Sumsel
Pj Gubernur Sumsel Motivasi BSBNian Bentuk SDM Berkualitas dan Berintegritas
Palembang, sumselprov.go.id- Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Agus Fatoni memberikan motivasi pada acara Leadership Forum Building Integrity BSBNian (Panggilan untuk seluruh karyawan Bank Sumsel Babel) bertempat di Lantai 11 Gedung Kantor Bank Sumsel Babel Pusat, Jl. Gubernur H.A. Bastari No. 7 Palembang, Senin (26/2/2024). Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni, katakan prinsip SDM berkualitas yaitu kreatif, pintar, cerdas, dan inovatif. Inovasi penting agar seluruh masalah dapat diselesaikan dengan baik. Organisasi dibedakan menjadi dua yaitu organisasi yang berorientasi pelayanan dan berorientasi keuntungan. BSB adalah gabungan keduanya. "Terdapat beberapa upaya untuk membenahi BSB yaitu dengan memperbaiki layanan dengan memperbaiki SDM, memperkuat modal/anggaran, melengkapi sarana prasarananya dan melakukan inovasi. Kalau semua itu diperbaiki maka akan menimbulkan kepercayaan, meningkatkan keuntungan dan pelayanan saling terhubung," ujarnya. Menurutnya, Integritas adalah suatu keharusan, tapi bukan hanya itu didalam juga harus berkualitas. Terdapat tiga masalah utama dalam SDM yaitu kompetensi, komitmen, dan kekompakan yang belum optimal. "Kompetensi dapat diatasi caranya yaitu melalui pelatihan baik secara mandiri maupun berbayar. Komitmen dengan meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab. Serta Kekompakaan melalui sinergi, koordinasi dan kolaborasi yang perlu dijaga," katanya. Cara penyelesaian masalah SDM juga dapat dilakukan dengan cara M3KI, yaitu merubah mindset, memperbaiki kompetensi, komitmen, kekompakan, dan meningkatkan inovasi diri "Dalam meraih sukses kita harus punya target dan tetap fokus. Beberapa hal yang perlu kita tingkatkan yaitu kapasitas individu secara hardskill dan softkill, inovasi, kreativitas, dan motivasi diri," katanya. Fatoni katakan terdapat beberapa indikator kecakapan yang harus dimiliki oleh setiap orang yaitu loyalitas, netral, militan, totalitas, bisa menempatkan diri, inovatif, dan berintuisi. "Integritas perlu dibudayakan. Kita bisa menjadi diri sendiri dan bisa jadi pribadi unggul. Jika ingin sukses, jadilah orang terbaik dan pahami kelebihan dan kekurangan diri yang perlu ditingkatkan," pungkasnya. Sementara itu, Pj Gubernur Babel, Dr. Safrizal Zakaria Ali, M.Si., mengatakan Seorang leader yang baik adalah seorang follower yang baik, begitu juga sebaliknya. Bekerja dengan sebaik-baiknya, melengkapi diri dengan meningkatkan kapasitas dalam mengeksekusi, kompetensi, dan bisa mengajarkan. "Setiap leader harus turun ke cabang-cabang. Untuk mengetahui perkembangan secara real dan mencontohkan bagi yang dipimpinya. Leadership harus memiliki kemampuan dan integritas yang berimbang yang keduanya harus dipupuk," katanya. Leadership harus bisa menjalankan dan bisa menunjukan. Hakikat pemimpin adalah melahirkan pemimpin lainnya, dan dihormati. Beberapa ciri pemimpin berintegritas, yaitu komitmen dan bertanggung jawab, taat azas tidak plin plan, jujur dan terbuka, disiplin serta menghargai waktu. Dan berapa lama kita dapat konsisten dengan nilai-nilai tersebut. "Integritas adalah sesuatu yang harus diperjuangkan seumur hidup. Hal ini sebagai pilar utama membentuk kepercayaan nasabah dan berani bersaing dengan Bank lainnya," tandasnya. Dirut BSB, Achmad Syamsudin, mengungkapkan kegiatan ini diselenggarakan untuk menerapkan komitmen integritas pada jajaran BSB. Tantangan yang dihadapi oleh BSB saat ini adalah digitalisasi yang sangat pesat. Oleh sebab itu, BSB telah melakukan berbagai transformasi dalam proses bisnis, sistem dan juga people. Namun hal ini masih dirasa belum cukup. Maka untuk mengoptimalkan hal tersebut, BSB terus meningkatkan SDM berkualitas dengan cara meningkatkan integritas seluruh jajaran BSB. "SDM kita tidak boleh kalah. Talent saja tidak cukup semua butuh usaha, skill, integritas baru kemudian akan menghasilkan capaian-capaian baru. Integritas adalah atribut penting yang harus dimiliki pemimpin. Integritas terkait dengan proses, prinsip, ekpektasi. Dan akan menghasilkan pribadi yang jujur dan kuat," ujarnya. Dalam kesempatan itu, dilakukan penandatanganan pakta integritas sebagai bentuk komitmen BSBNian dalam melaksanakan tugas dengan baik dan benar sesuai tanggung jawab. Hal ini dilakukan oleh Komut BSB, Dirut BSB, dan perwakilan pegawai BSB. Hal ini juga dilakukan seluruh BSBNian secara online dan langsung serta disaksikan oleh Pj Gubernur Sumsel dan Pj Gubernur Babel. Turut hadir Komut BSB, Eddy Junaidi, Dirut BSB, Achmad Syamsudin, jajaran dewan komisaris, jajaran direksi BSB, Pimpinan Divisi, Pimpinan satuan dan Pimpinan Cabang BSB secara virtual.
Sumsel
Irjen Kemendagri Minta Para Kepala Daerah Bersama Forkopimda Saling Koordinasi terkait Pengendalian Inflasi
Palembang, sumselprov.go.id- Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Ir. S.A Supriono menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2024 bertempat di Command Centre, Senin (26/2/2024) Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si saat memimpin rapat menjelaskan, jika melihat posisi indeks perkembangan harga yang terjadi utamanya terkait harga komoditas beras, minyak goreng dan harga cabe, maka para kepala daerah bersama Forkopimda bekerja sama serta berkoordinasi agar dapat mengendalikan inflasi. Apalagi dalam menyambut bulan suci Ramadhan dan diminta turun langsung kelapangan guna menjaga stabilitas harga yang terjadi di pasar. "Butuh sinergi bersama antara Kepala Daerah, Forkopimda beserta stakeholder terkait dalam mengendalikan harga di daerah masing-masing supaya harga komoditas kebutuhan masyarakat seperti beras tetap stabil" ujarnya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Dr. Pudji Ismartini M.App paparkan Perkembangan komoditas seperti harga beras 2022, awal 2024 secara umum menunjukkan tren kenaikan harga. Dibanding tahun 2022 yang perkembangan harga beras relatif stabil. Sejak Maret 2023 hingga awal 2024 Ini, terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan. Kenaikan harga beras tertinggi terjadi pada September 2023. Lanjutnya, Sepanjang tahun 2023, gula pasir persistent mengalami inflasi dan masih berlanjut di Januari 2024 dengan kenaikan harga secara kumulatif dalam setahun terakhir (Januari 2024, y-on-y). Secara kumulatif dalam setahun terakhir, 149 kota mengalami inflasi, 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kab. Aceh Tengah, dan deflasi terjadi di Waingapu. Pada Februari 2022 dan Februari 2023 terjadi inflasi gula pasir. Waspada kenaikan harga gula pasir berlanjut pada Februari 2024 Tim Media Dinas Kominfo Prov. Sumsel.
Sumsel
Pj Gubernur Sumsel A Fatoni Serahkan 5.000 Bibit Cabai Siap Tanam Ke SMK/SMA Se Sumsel
Palembang, sumselprov.go.id- Dalam rangka menguatkan pencegahan dan penanganan inflasi di Sumatera Selatan, Pj. Gubernur Sumsel Agus Fatoni kembali melaunching gerakan secara serentak se Sumatera Selatan. Kali ini dirinya melaunching Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) Goes To School dan GSMP Goes to Office secara serentak se Sumatera Selatan di Jakabaring Sport City Palembang, Minggu (25/2/2024). Sebanyak 5.000 bibit cabai siap tanam diserahkan oleh A. Fatoni beserta pendamping pada kegiatan launching yang dilaksanakan di Jakabaring Sport City Palembang kepada SMA/SMK di Sumsel yang telah ditetapkan sebagai pilot project dari kegiatan launching tersebut. "Kegiatan ini dilaunching, dilakukan agar sekolah dan kantor dapat memanfaatkan lokasi lahan kosong untuk ditanam dengan bibit - bibit tanaman kebutuhan pokok, agar sumsel pangannya benar - benar mandiri dan mendukung program penanganan dan pencegahan inflasi di Sumsel", ungkap A. Fatoni. Dilanjutkannya bahwa melalui GSMP Goes To School dan GSMP Goes To Office yang dilakukan serentak, selain mendukung program pencegahan inflasi, kegiatan ini juga dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan angka Kemiskinan Ekstrim di Sumsel. "Diharapkan dengan telah dilaunchingnya kegiatan ini, sekolah dan kantor dapat terus menanam yang akan memberikan dampak dalam terwujudnya sumsel mandiri pangan dan tuntasnya angka kemiskinan ekstrim di Sumsel", tuturnya. Selain itu, A. Fatoni juga mengajak para siswa/siswi yang hadir dilokasi acara untuk mempublikasikan sebanyak - banyaknya kegiatan launching tersebut di media sosial dengan tujuan agar sekolah - sekolah lain di Sumsel dapat mendengar informasi dan menjalankannya. Diakhir sambutannya Pj. Gubernur Sumsel, A. Fatoni mengucapkan terimakasih atas bantuan bibit yang telah diberikan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumsel dalam kegiatan launching tersebut. Dikesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Ricky P Gozali mengungkap selain memberikan bantuan berupa bibit pada acara launching, Bank Indonesia juga melakukan kegiatan pasar murah dalam rangka pencegahan dan penanganan inflasi di Sumsel. Selain itu, ia juga menjelaskan dari beberapa sekolah SMA/SMK yang telah dipilih sebagai pilot project dalam Program GSMP Goes To School, nantinya Bank Indonesia Sumsel akan mengadakan lomba dan penilaian terhadap sekolah - sekolah tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap sekolah yang berhasil menjalankan program GSMP. Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Pangan Badan Pangan Nasional, Dr. Kelik, S.Si., M. Kom memberikan apresiasinya terhadap Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah mencanangkan kemandirian pangan melalui program GSMP Goes To School dan GSMP Goes To Office Secara Serentak Se Sumsel. Ia juga berharap semoga program yang baru saja dilaunching dapat disinergikan dengan program - program yang dimiliki oleh Badan Pangan Nasional dalam rangka pencegahan dan penanganan inflasi di Indonesia. Kegiatan launching ini, diikuti juga oleh seluruh Kepala Sekolah SMK/SMA Se Sumsel secara daring. Turut hadir Kepala Perwakilan BPKP Sumatera Selatan, Sofyan Antonius, Kepala BPS Sumatera Selatan, Wahyu Walianto dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.