Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Haru dan Bangga, Gubernur Herman Deru Lepas Para Alumni Laskar Pandu Satria Optimis alumni akan menginspirasi dan menjadi contoh
Palembang. Suasana haru dan bangga menyelimuti Bumi Perkemahan Gandus hari ini, saat Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, memimpin upacara penutupan Retret Laskar Pandu Satria angkatan pertama. Setelah 11 hari mengikuti serangkaian kegiatan, perubahan sikap dan kedisiplinan para siswa yang begitu signifikan membuat Gubernur tak kuasa menahan perasaan haru. Jumat petang, (11/07/2025).Orang nomor satu di sumsel itu (Gubernur Herman Deru)menyampaikan kebanggaannya melihat transformasi mental dan kedisiplinan yang telah terbentuk pada diri para peserta.Ia optimis, mereka adalah generasi yang akan menyongsong Indonesia Emas 2045.Dengan suara sendu dan mata berkaca-kaca, Gubernur Herman Deru mengungkapkan perasaannya."Saya lagi hanyut perasaannya, mungkin ya saat saya remaja, kalau sudah ada Laskar Pandu Satria, mungkin saya salah satu yang direkrut karena sikap dan perilaku saat itu. Maka ketika ada kesempatan begini, saya ingin mereka tidak perlu dibentuk dalam waktu yang lama karena keadaan," ungkapnya, merujuk pada perubahan positif yang ia saksikan pada para siswa.Gubernur Herman Deru menambahkan, anak-anak inilah yang nantinya akan membawa Sumsel menjadi lebih baik. Ia menyebut mereka sebagai "pemuda yang terbentuk karena dibentuk." "Kami, para orang tua, ingin kalian menjadi contoh sebagai alumni Laskar Pandu Satria, contoh di lingkungan, di sekolah, dan di bawah alumni setelah alumni pertama ini," harapnya.Ia berpesan agar di lapangan nanti, mereka dapat menunjukkan keteladanan dan solidaritas kepada teman-teman. "Sampaikan kepada teman-teman kalian bahwa retret akan terus dibuka selama anak-anak masih ada yang harus dibina," lanjutnya.Gubernur Herman Deru berharap Laskar Pandu Satria akan menjadi lembaga pendidikan yang terus membangun karakter. Ia juga mengucapkan selamat kepada para orang tua yang telah menitipkan anak-anaknya."Selama di retret ini, sikap dan perilaku mereka digembleng sejak dini agar mereka berubah dari sikap yang selama ini kurang baik menjadi baik, hidup terencana, tertata, dan disiplin. Hasilnya menunjukkan perubahan yang signifikan," tegas HD.Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Retret Laskar Pandu Satria, Zulkarnain, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan mulai 1-11 Juli 2025 telah dirancang dan dijalankan dengan baik. Program ini mencakup pilar wawasan kebangsaan, pembinaan mental dan fisik, serta pilar kewirausahaan."Kami meyakini para peserta telah siap menjadi pemuda Sumsel yang berkarakter dan memiliki kedisiplinan yang baik," ujar Zulkarnain. Ia menambahkan, hasil tes pemetaan minat dan bakat peserta akan diserahkan kepada orang tua sebagai panduan untuk pengembangan potensi anak di masa depan.Pada upacara penutupan tersebut, diumumkan pula 10 peserta terbaik dari seluruh angkatan. Kesepuluh peserta ini akan menjadi duta pelopor kedisiplinan di sekolah masing-masing, diharapkan dapat menginspirasi teman-teman lainnya dan menjadi contoh nyata dari keberhasilan program Laskar Pandu Satria.
Sumsel
Sekda Sumsel Tutup Turnamen Sepak Bola Antar Partai Politik, Tim Partai Golkar Raih Juara Pertama
Palembang. Sekda Provinsi Sumsel H. Edward Candra Menutup Turnamen Sepakbola Antar Partai Politik bertempat di Lapangan Baseball Jakabaring Sport City. Jumat (11/7/2025)Edward dalam sambutannya mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan Turnamen Sepakbola antar Partai Politik Piala Gubernur Sumatera Selatan Tahun 2025 ini." Turnamen ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan antar partai politik, tetapi juga sebagai sarana membangun semangat sportivitas, persatuan, dan kekompakan di tengah dinamika politik yang semakin kompleks . "ucap Edward.Dilanjutkannya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Turnamen Sepakbola antar Partai Politik Piala Gubernur Sumatera Selatan Tahun 2025 ingin meningkatkan hubungan silahturahmi dan memperkuat solidaritas antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan para Pengurus Partai Politik di Sumatera Selatan. Sehingga terus harmonis dalam rangka menunjang untuk mewujudkan program-program Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan."Yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Panitia Pelaksana, Peserta dan Pihak-pihak yang terkait atas telah terlaksananya Turnamen Sepakbola antar Partai Politik Piala Gubernur Sumatera Selatan Tahun ini karena telah berlangsung dengan tertib, aman, menjunjung tinggi fair play dan lancar." ungkap H. Edward Candra.Dalam Turnamen sepakbola tersebut dimenangkan Juara I Partai Golkar, Juara II Partai PDIP, Juara III Partai PKS, Juara IV Partai Nasdem. Dengan Suporter terbaik diraih oleh Partai Nasdem. Team Fairplay Diraih Oleh Partai Golkar.Sebelum acara penutupan, dilangsungkan pertandingan Persahabatan antara Partai Gerindra melawan Partai Demokrat yang dimenangkan kesebelasan Partai Gerindra 4-0.Turut Hadir Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie SE.MM, Anggota DPRD RI Sumsel Giri Ramanda Kiemas, Bupati OKI H. Muchendi. Pimpinan parpol atau yang mewakili, para Kepala OPD dan pejabat lainnya.
Sumsel
Edward Candra Dengarkan Pandangan Umum Fraksi DPRD Sumsel Terhadap Raperda Pemberdayaan Perempuan dan Anak
Palembang. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan hari ini menggelar Rapat Paripurna ke-XVII dengan agenda mendengarkan pandangan umum fraksi-fraksi atas penjelasan Gubernur Sumsel terkait tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Sumsel. Rapat ini Dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra dan dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel, H. Nopianto, S.Sos., M.M, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel.Jumat (11/07/2025).Dalam kesempatan ini, perwakilan dari delapan fraksi secara bergantian menyampaikan pandangan mereka. Salah satu sorotan utama datang dari Fraksi Partai Golongan Karya, yang diwakili oleh At Thahirah Putri Lestari, S.E. Ia menyampaikan keprihatinan fraksinya terhadap isu pemberdayaan perempuan dan anak. At Thahirah menyoroti bahwa perempuan seringkali dianggap inferior akibat berbagai masalah seperti kesetaraan gender, kesejahteraan, kesempatan, kekerasan, dan diskriminasi."Menurut fraksi kami Golkar, peraturan haruslah responsif, implementatif, dan berpihak membela kepentingan perempuan. Untuk itu, perda ini harus seimbang dengan kebijakan anggaran dan masuk dalam prioritas APBD dan RPJMD, serta adanya pengawasan yang masif," tegas At Thahirah, mewakili pandangan Fraksi Partai Golkar.Di sisi lain, Fraksi Partai Nasdem yang diwakili oleh Alfrenzi Panggarbesi menyatakan dukungan penuh atas ketiga Raperda yang telah dijelaskan oleh Gubernur H. Herman Deru pada rapat sebelumnya. Fraksi Nasdem juga berharap agar peraturan daerah tersebut dapat segera disosialisasikan kepada masyarakat setelah disahkan.Turut hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Selatan Fitriana, S.Sos., M.Si, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.
Sumsel
Gubernur HD : Jadikan Turnamen Sepak Bola Antar Partai Momen Ukhuwah Kompak Sesama Insan Politik
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru membuka Turnamen Sepakbola Antar Partai Politik bertempat di Lapangan Baseball Jakabaring Sport City. Rabu (9/7/2025)Atas nama pemerintah provinsi Sumsel, HD mengucapkan selamat bertanding kepada seluruh anggota pengurus parpol di sumsel yang ikut serta dalam kejuaraan ini. Tunjukkan Kemampuan terbaik dan meraih hasil terbaik."Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang berlangsung ini inisiasi yang harus diapresiasi karena para pengurus parpol saat ini sangat aware dan melek politik dan tahu kondisi politik Sumsel saat ini. Harusnya kegiatan seperti ini mesti menjadi momen ukhuwah bersama sehingga kita menjadi semakin kompak antar insan politik kita semakin bangga sama Sumsel bukan hanya sebagai kelompok kelompok politik tapi kebersamaan untuk membangun Sumsel bersama sama.". ungkap H.Herman Deru"Saya sebagai pembina politik di daerah ini merasa bangga apa yang sudah dininisiasi oleh teman teman parpol. Tetapi jangan lupa untuk sportifitas dan tehnik bermain harus kita junjung tinggi. Wasit dan perlengkapan pertandingan lainnya mesti sportif dalam Pertandingan. Jangan Lupo, Apapun Partainya sikok gol akan dihadiahi 250 ribu." ungkap H.Herman Deru.Turut Hadir Wakil Ketua DPRD Sumsel Nopianto SE.MM, Pimpinan parpol atau yang mewakili, para Kepala OPD dan pejabat lainnya
Sumsel
Sekda Hadiri Penanaman Jagung Serentak Inisiasi Polda Sumsel di Ogan Ilir, Dukung Tercapainya Swasembada Pangan
Ogan Ilir - Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru, MH diwakili Sekda Sumsel, Drs. H. Edward Candra, MH menghadiri kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III dan Penanaman Jagung di Lahan Perhutanan Sosial di Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan Ogan Ilir, yang diinisiasi Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel Rabu (9/7/2025) siang. Penanaman jagung serentak Tahap III Tahun 2025 ini dalam rangka mendukung tercapainya Swasembada Pangan.Dalam sambutannya Sekda mengatakan bahwa tanam jagung ini merupakan bukti nyata dari kerja keras dan semangat para petani khususnya di Desa Muara Baru Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, pemerintah daerah, Pemerintah pusat, swasta dan terutama jajaran Polrikhususnya Polda Sumatera Selatan dan Polres Ogan Ilir.Lebih jauh dikatakannya Komoditas jagung merupakan salah satu komoditas utama tanaman pangan. Sumatera Selatan dengan luas wilayah sebesar 92.592,43 Km persegi, Jumlah penduduk 8,8 juta jiwa, Luas Baku Sawah sebesar 519.484 Hektar dan jumlah petani 816.608 petani, maka Sumatera Selatan masih sangat potensi untuk pengembangan komoditas jagung. Jika dibandingkan dengan tahun 2023 produksi jagung Sumatera Selatan mengalami peningkatan sebesar 0,86%(7.116 Ton PK) pada tahun 2024, dimana produksi jagung Tahun 2024 adalah sebesar 833.952 Ton PK dan tahun 2023 sebesar 826.836 Ton PK, dan Provinsi Sumatera Selatan merupakan provinsi penghasil jagung terbesar ke-10 setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Gorontalo, Jawa Barat dan Sumatera Barat.Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk peningkatan produksi jagung diantaranya adalah perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas di lahan-lahan potensial yang tidak dimanfaatkan untuk budidaya padi seperti lahan milik perkebunan swasta maupun lahan perkebunan rakyat.Perkiraan produksi jagung sampai dengan bulan Juli 2025 sebesar 177.311 Ton PK dengan luas panen seluas 20.545 Ha, termasuk Lokasi-lokasi pertanaman jagung yang dilaksanakan oleh jajaran POLDA Sumsel.Kabupaten terluas pertanaman jagung di Sumatera Selatan adalah OKU Selatan, OKU Timur dan Banyuasin. Provitas rata-rata Sumatera Selatan sebesar 65,89 kuintal per Ha dengan provitas tertinggi 70,52 kuintal per Ha untuk OKU Selatan, 64,74 kuintal per Ha untuk OKU Timur dan 58,77 kuintal per Ha untuk Kabupaten Banyuasin.Sebagai salah satu komoditas pertanian penting yang memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat maka peningkatan produksi jagung harus terus dilaksanakan. Dengan meningkatkan produksi jagung, kita turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui berbagai cara antara lain dengan penanaman jagung secara monokultur dan tumpang sisip di lahan-lahan diluar lahan eksisting seperti yang dilakukan Kapolda beserta jajaran di Lokasi tanam yang kita laksanakan hari ini. Saat ini pemerintah juga mengupayakan HPP jagung pipilan kering yang lebih baik yaitu Rp. 5.500 per Kg, harapannya sama seperti yang sudah diterapkan pada komoditi padi dapat memacu petani untuk meningkatkan perluasan tanam dan peningkatan produksi jagung. Dalam kesempatan itu Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung Acara Tanam Jagung di Kabupaten Ogan Ilir, terutama kepada jajaran POLDA Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, pihak swasta, stake holder terkait lainnya dan tentunya para petani dan kelompok tani."Dengan tanam serentak ketiga ini menjadi upaya bagi kemajuan sektor Pertanian di Sumatera Selatan untuk dapat meningkatkan produksi jagung dan tentunya pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Sumatera Selatan," ujarnya.Pada kesempatan Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI yang selalu mengawal pengembangan pertanian di Sumatera Selatan termasuk para stakeholder yang bertanggungjawab terhadap pengembangan jagung melalui kolaborasi, sinergisitas, kerjasama dan kerjabersama.Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. M. Zulkarnain mengatakan penanaman jagung kali ini ada di lahan yang sering terjadi kebakaran saat musim kemarau. Untuk itula Polda bersama-sama masyarakat lahan ini dberdayakan untuk penanaman jagung.Dalam kesempatan itu Wakapolda menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para petani kelompok tani dan segenap elemen yang terlibat dalam kegiatan serta seluruh pihak yang mendukung dan menyelenggarakan kegiatan penanaman jagung.Adapun total luas lahan yang akan ditanam jagung kuartal III dan lahan pertanian sosial pada Rabu tanggal 9 Juli 2025 seluas 109,27 hektar serta total jumlah bibit yang digunakan sebanyak 1.614 kg.Pelaksanaan penanaman jagung serentak kuartal III Polda Sumsel hari ini difokuskan pada wilayah hukum Polres Ogan Ilir bertempat di Desa Muara Baru Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir dengan luas lahan 2,5 h dan jumlah bibit yang digunakan sebanyak 40 Kg." Dalam kesempatan ini Saya juga ingin mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah BUMN akademisi dunia usaha hingga para petani untuk aktif terlibat dalam pengembangan kualitas unggul jagung. Kita perlu mengeksplorasi beragam metode inovatif antara lain penerapan teknologi pertanian presisi sistem irigasi yang terkoordinasi dan efisien hingga berdampingan dan berkelanjutan berbasis pengetahuan agronomi," paparnya.Di ujung sambutannya Wakapolda mengungkapkan harapannya agar produksi jagung di Kuartal III dapat melampaui capaian sebelumnya sehingga target nasional menuju Swasembada pangan bukan hanya dapat dicapai dsn berkelanjutan " jelasnya.
Sumsel
Sekda Sumsel Buka Rakor Literasi Keuangan dan Bimtek Perizinan Koperasi Merah Putih
Palembang. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Drs. H. Edward Chandra, M.H., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Rapat Koordinasi Literasi Keuangan Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Bimbingan Teknis Fasilitasi Perizinan Berusaha Koperasi KSP/USP yang dilaksanakan di Kantor OJK Provinsi Sumsel (Rabu, 9/7/2025).Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi atas dukungan OJK yang telah memfasilitasi kegiatan penting tersebut, sebagai wujud sinergi dalam mendorong pertumbuhan koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat, khususnya di pedesaan.“Gedung OJK ini menjadi saksi untuk kemajuan ekonomi Sumatera Selatan. Pemerintah Provinsi Sumsel mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dalam pengembangan koperasi Merah Putih di Sumatera Selatan” ujar Sekda.Sekda juga menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari program strategis nasional yang telah digulirkan oleh Presiden RI, termasuk sekolah gratis, makan bergizi, hingga pengembangan koperasi.“Alhamdulillah, saat ini telah terbentuk sebanyak 3.258 koperasi Merah Putih di Sumsel. Kehadiran koperasi ini diharapkan dapat memperpendek rantai pasok dari petani ke konsumen, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal,” jelasnya.Ia menambahkan, ragam usaha yang dijalankan koperasi Merah Putih mencakup toko sembako, simpan pinjam, klinik kesehatan, pergudangan, dan lainnya. Keberadaan koperasi juga diharapkan menjadi solusi atas maraknya pinjaman online ilegal yang merugikan masyarakat.“Mekanisme permodalan koperasi harus diperjelas agar masyarakat paham dan memiliki akses permodalan yang lebih luas sehingga mereka bisa terhindar dari pinjaman online” tegas Sekda.Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, menyoroti komoditas Kopi di Sumsel memberikan kontribusi yang cukup besar pada sektor keuangan. Dimana Total kredit perbankan untuk komoditas kopi di Sumsel mencapai Rp383,66 miliar, dengan nilai ekspor kopi sebesar Rp8,86 miliar.Ia juga menilai bahwa TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) akan berperan penting dalam mempercepat realisasi program Gubernur Sumsel, H. Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang (HD-CU) dalam mencetak 100.000 Sultan Muda, serta menjembatani kolaborasi antara perbankan dan pemerintah.Ia juga menyampaikan bahwa OJK akan mendukung penuh program Dinas Koperasi dan UKM serta Pemerintah Provinsi dalam menjalankan Koperasi Merah Putih agar sesuai dengan tujuannya dalam mensejahterakan masyarakat."Saat ini kita tengah merumuskan platform pembiayaan koperasi agar berjalan lancar sesuai tujuan, sehingga masyarakat, khususnya yang dipedesaan bisa sejahtera", ucapnya.Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Sumsel, Rahmadi Murwanto, Ak., M.Acc., MBA., Ph.D, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov. Sumsel, Ir. H. Amiruddin, M.Si, Para Pimpinan Perbankan Prov. Sumsel dan Para Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab/Kota Se Sumsel.
Sumsel
Gubernur Herman Deru Apresiasi Komitmen Perusahaan di Sumsel Jaga Kelestarian Lingkungan
Palembang.Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menghadiri Temu Pelanggan UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumsel serta menyerahkan Sertifikat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) periode 2023-2024. Acara ini berlangsung di Ballroom Arya Duta Palembang. 9/07/2025.Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menekankan betapa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi penerus. Ia mengapresiasi komitmen para perusahaan di Sumsel yang terus menjaga kelestarian lingkungan."Sertifikat yang diberikan ini bukan hanya penghargaan, namun nilai komitmen para korporasi dalam menjaga lingkungan hidup. Artinya, sadar bahwa alam (dunia) ini milik anak-anak kita semua, komitmennya adalah mewariskan alam yang baik," ungkapnya.Gubernur juga menegaskan tugas penting semua pihak untuk menjaga lingkungan tanpa menunjukkan ego sektoral. "Ayo kita mulai dari diri sendiri, ajak lingkungan keluarga dari hal kecil, seperti memilah sampah organik dan anorganik yang tanpa kita sadari dapat dimanfaatkan," tambahnya.Ia berpesan agar perusahaan terus berusaha meraih peringkat emas dan hijau dalam Proper. Herman Deru juga menyerukan kepada OPD terkait untuk memberikan insentif sebagai apresiasi kepada perusahaan yang patuh terhadap lingkungan.Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan Herdi Apriansyah, S.STP., M.M, menyampaikan bahwa acara ini dihadiri oleh 428 peserta, terdiri dari penerima sertifikat dan pelanggan UPTD Laboratorium."Ada sebanyak 250 perusahaan yang mengikuti lomba Proper, dan dari hasil itu mendapatkan berbagai peringkat, yakni Emas, Biru, dan Hijau," ungkap Herdi Apriansyah.Di akhir acara, diumumkan pula pemenang lomba kebersihan dan keindahan kantor antar-OPD. Juara terbaik I diraih oleh Badan Perencanaan Daerah Sumsel, terbaik II oleh BPSDMD Sumsel, dan terbaik III oleh Diskominfo Sumsel.Turut hadir Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan adalah Regina Ariyanti, ST., Kepala BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan Prof.Dr.H.M. Edwar Juliartha, S.Sos., M.M
Sumsel
Gubernur HD : GSMP Buktikan Sukses Turunkan Inflasi, Sekarang Saatnya Mengubah Paradigma Panti Sosial
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, hari ini secara resmi meluncurkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan Menyapa Lingkungan Desa (G-SMP Menyapa) dan G-SMP Goes To Panti Sosial. Peluncuran ini bertempat di Panti Sosial ODGJ Sako Palembang, Selasa (8/07/2025).Hal tersebut menandai langkah serius pemerintah provinsi dalam mengubah paradigma panti sosial dari sekadar penerima bantuan menjadi sumber penghasilan di bidang ketahanan pangan.Dalam sambutannya, HD menjelaskan bahwa GSMP (Gerakan Sumsel Mandiri Pangan) berawal dari keprihatinannya atas tingginya inflasi kebutuhan pangan di Sumsel, padahal provinsi ini memiliki lahan yang luas dan subur.Inisiatif ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif, sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri."Bagaimana semua orang yang di sini akan memiliki pengaruh untuk semua menggerakkan ini. Yang penting nilai kita akan menimbulkan perubahan mindset," ungkap Herman Deru.Ia menekankan bahwa Sumsel terbukti mampu mengatasi inflasi kebutuhan pokok."Untuk itu di sini ada Bu Wagub, Bu Wakil Bupati Banyuasin, silakan semua untuk menggerakkan organisasinya untuk menggerakkan ini," tambahnya.Gubernur juga menjelaskan bahwa gerakan ini bukan hanya tentang kemampuan membeli, tetapi bagaimana masyarakat, termasuk panti sosial, dapat memenuhi kebutuhan kecil sehari-hari."Kebutuhan kecil, kebutuhan dapur, rata-rata Rp300.000/bulan. Bayangkan jika _mindset_nya sudah berubah untuk menanam sendiri, maka sudah mampu menutupi kebutuhannya," jelasnya.Ia mengajak untuk memasifkan gerakan ini di seluruh wilayah, baik desa-desa maupun panti sosial di Sumsel.Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Effendi, menyampaikan program ini bekerja sama dengan Bank Indonesia, menyasar 60 dasawisma, 17 kelompok wanita tani, dan 1.530 rumah tangga di 17 kabupaten/kota se-Sumsel.Untuk panti sosial, program ini dilaksanakan melalui OPD terkait dan bekerja sama dengan pihak ketiga seperti PT. Pusri dan Jakfa, yang membantu menyalurkan program berupa ikan gurame, ikan patin, ikan lele, ayam, serta sayuran dan buah-buahan."Ini mendorong transformasi kemandirian pangan masyarakat serta mewujudkan ketahanan pangan di Sumsel. Dan saat ini, Pak Gubernur, telah dilaksanakannya GSMP Goes To Office yang akan dilombakan pada perayaan 17 Agustus 2025 nanti," terang Ruzuan Effendi.Di akhir acara, Gubernur Sumsel didampingi para OPD menebar benih ikan gurame, lele, dan patin di kolam yang berada di lingkungan Panti Sosial ODGJ Sako Palembang.Turut hadir Ketua BKOW Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian, S.P., dan OPD terkait lainnya.
Sumsel
Wagub CU : Tekan Potensi Inflasi, Pemprov Sumsel Dukung Kerjasama Antar Daerah dan GSMP
Palembang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang membuka secara resmi acara Rapat Koordinasi, Capacity Building dan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Sumatera Selatan yang digelar di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Selasa (8/7/2025).Cik Ujang menyampaikan bahwa inflasi Sumsel pada semester pertama tahun 2025 berhasil dikendalikan dengan baik, mencapai 1,88% (year to date), berada dalam target nasional 2,5%±1%. Meski begitu, Gubernur mengingatkan seluruh kepala daerah untuk waspada terhadap tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis seperti beras, cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam ras."Untuk menekan potensi inflasi, Pemprov Sumsel mendorong berbagai langkah konkret, termasuk Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP)", tuturnya.Di bidang digitalisasi keuangan daerah, Cik Ujang menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)."Kita ingin masyarakat percaya. Ketika mereka nyaman bayar digital, PAD meningkat, dan bisa kita kembalikan manfaatnya untuk mereka," ujar Wakil Gubernur.Mengakhiri sambutannya, Cik Ujang berharap agar capaian inflasi tetap terkendali dan prestasi digitalisasi daerah terus meningkat demi terwujudnya masyarakat Sumatera Selatan yang sejahtera dan maju terus untuk semua.Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Perwakilan Sumsel, Bambang Pramono menyampaikan 4 (empat) komoditas yang perlu diwaspadai pada semester II 2025 yaitu Kelompok Makanan, Transportasi, Pakaian dan Alas Kaki dan Pendidikan."Selain itu, terdapat pula potensi tekanan dari kelompok inflasi inti, yaitu emas dan kopi. Untuk sektor pangan yang perlu diwaspadai yaitu beras, bawang merah, cabai merah dan daging ayam", ungkapnya.Ia juga memberikan rekomendasi pengendalian inflasi jangka menengah dan panjang untuk Pemprov Sumsel yaitu Pemanfaatan teknologi pertanian/peternakan seperti padi terapung, pengembangan komoditas pertanian dan GSMP secara menyeluruh (hulu - hilir); Pemanfaatan sosial funding untuk mendorong sektor pangan; Penguatan kelembagaan dan korporatisasi petani/peternak untuk memperoleh akses yang lebih baik terhadap pembiayaan dan pemasaran; dan Penguatan sinergi lintas sektor dalam mengendalikan harga dan mendorong ketahanan pangan.Turut hadir Asdep Pengembangan BUMN Bid. Industri Manufaktur, Agro, Farmasi, Dan Kesehatan Kemeko Bidang Perekonomian RI, Mochamad Edy Yusuf, Para Bupati / Walikota Se-sumsel, Kepala OJK Prov. Sumsel, Arifin Susanto, Kepala BPS Prov. Sumsel, Moh. Wahyu Yulianto, Kepala BMKG Prov. Sumsel, DR. Yan Dayantolis, S.SI., M.Si, dan Para Kepala OPD Prov. Sumsel.