Kabar Terkini Sumatera Selatan
Sumsel
Feby Deru: Pengajian Rutin Jadi Wadah Tingkatkan Keimanan dan Silaturahmi Kader PKK
Palembang. Dalam meningkatkan keimanan para kadernya, Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan pengajian rutin PKK Provinsi Sumatera Selatan yang dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Prov. Sumsel, Hj. Feby Herman Deru di Pendopoan Griya Agung (Senin, 4/8/2025).Dalam sambutannya Feby Deru menyampaikan bahwa kegiatan pengajian rutin ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keimanan para kader TP PKK di Sumatera Selatan sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara pengurus TP PKK se Sumatera Selatan."Kenapa pengajian ini kita lakukan. Inilah momen kita bersilaturahmi melalui pengajian ruitin ini sekaligus meningkatkan keimanan kita", tuturnya.Ia juga mengatakan melalui pengajian rutin, dirinya bisa bertemu dan melihat langsung para kader TP PKK Kab/Kota se Sumatera Selatan yang juga bisa dimanfaatkan untuk sharing program - program pokok PKK dalam rangka mendukung program pokok TP PKK pusat."Dalam mewujudkan program - program pokok PKK kita harus bergotong - royong dengan menyelesaikan permasalahan dilokasi kita masing - masing", tutur Feby Deru.Diakhir sambutannya Feby Deru menyampaikan semoga ilmu yang disampaikan oleh Ustadz Hilman Fauzi bisa bermanfaat bagi semua kader TP PKK Se Sumatera Selatan."Pengajian rutin kali ini mengusung tema Menerapkan Ikhlas Dalam Setiap Kegiatan dan semoga ilmu yang disampaikan oleh Ustadz Hilman bisa bermanfaat bagi kita semua", tutupnya mengakhiri sambutan.Selanjutnya Ketua TP PKK Prov. Sumsel bersama seluruh Kader TP PKK Se Sumatera Selatan mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Hilman Fauzi.Turut hadir Ketua BKOW Prov. Sumsel/Staff Ahli TP PKK Prov. Sumsel, Lydia Wati Cik Ujang, Ketua DWP Prov. Sumsel, Desy Kasnayati Edward dan Para Ketua PKK Kab/Kota se Sumsel beserta Para Kader.
Sumsel
Sekda Sumsel Ingatkan Peran IKAPERTA UNSRI Dukung program GSMP Wujudkan Ketahanan Pangan dan Gizi
Palembang. Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Ikatan Alumni Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (IKAPERTA UNSRI) periode 2025–2029 dihadiri Sekda Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra bertempat di Griya Agung, Minggu (3/8/2025). Mewakili Gubernur Sumsel Herman Deru, Sekda Edward Candra dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para pengurus IKAPERTA UNSRI yang baru dilantik. Ia berharap pelantikan ini menjadi momentum strategis untuk mengembangkan potensi organisasi, sejalan dengan visi dan misi yang telah ditetapkan."Semoga para pengurus yang diberi amanah hari ini mampu menunjukkan tanggung jawabnya dalam membawa IKAPERTA UNSRI turut serta mendukung pembangunan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel menuju Sumsel Maju Terus untuk Semua," ujar Edward.Ia juga menekankan pentingnya peran IKAPERTA UNSRI dalam mendukung program Sumsel Mandiri Pangan, dengan membantu masyarakat mewujudkan ketahanan pangan dan gizi. Hal ini dapat dilakukan melalui pengembangan tiga subsistem: ketersediaan, distribusi, dan konsumsi, dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.Sementara itu, Ir. Hendra Gunawan, SH., MM, selaku Ketua IKAPERTA UNSRI yang baru dilantik, menyampaikan harapannya agar jaringan antar alumni dapat menjadi wadah membuka lapangan kerja dan mendukung arah kebijakan pertanian di Provinsi Sumatera Selatan. Ia juga menegaskan dukungan IKAPERTA terhadap RPJMD Provinsi Sumsel 2025–2029, khususnya dalam penguatan sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani.Dari pihak Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, SpPD-KR, M.Kes, selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, menyampaikan harapannya agar sinergi antara alumni Fakultas Pertanian dan pemerintah daerah di Sumatera Selatan dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di Sumatera Selatan.Turut Hadir dalam Acara:Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Nopianto, SE., MM, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumsel, Dr. Ir. H. R. Bambang Pramono, M.Si , Dekan Fakultas Pertanian Unsri, Prof. Ir. A. Muslim M.Agr. -
Sumsel
Gubernur Sumsel Hadiri Silaturahmi Himpunan Keluarga Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Cabang Sumsel
Palembang, 2 Agustus 2025 – Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menghadiri acara silaturahmi bersama Himpunan Keluarga Pondok Pesantren Wali Songo (HKPWS) Ngabar Cabang Sumatera Selatan yang berlangsung di Ballroom Swarna Dwipa, Sabtu (2/8).Acara ini diikuti oleh ratusan anggota keluarga besar HKPWS Ngabar Cabang Sumsel dan menjadi momentum penting dengan dilantiknya Pengurus HKPWS Cabang Sumatera Selatan periode 2025–2028.“Saya ucapkan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Kepengurusan ini kami sambut baik, dan saya mengucapkan terima kasih kepada para kiai dan pemuka agama atas motivasi, ajaran, serta ujaran kebaikan yang terus disebarkan di Bumi Sriwijaya ini,” ujar Gubernur Herman Deru dalam sambutannya.Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan pentingnya penguatan program keagamaan di Sumatera Selatan, termasuk keberlanjutan program “Satu Desa Satu Rumah Tahfidz”.“Sumsel sangat luas dengan keberagaman suku dan agama. Program rumah tahfidz menjadi salah satu upaya menjaga nilai-nilai religius. Saya berharap HKPWS dapat mendukung program ini, baik melalui pengasuh maupun pengurus yang terlibat langsung di masyarakat,” ujarnya.Gubernur juga mengajak seluruh keluarga besar HKPWS untuk terus mempererat tali silaturahmi dan berdiskusi aktif mengenai pengembangan pendidikan agama di daerah.“Saya berharap kita dapat terus berdiskusi bagaimana mengembangkan pendidikan agama agar Sumsel tetap menjadi daerah yang religius dan juga mencetak generasi intelektual berlandaskan nilai-nilai agama,” tambahnya.Turut hadir dalam acara tersebut Asisten I Setda Provinsi Sumsel H. Sunarto, Kepala Badan Kesbangpol H. Alfajri Zabidi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Herdi Apriansyah, Kadis ESDM Sumsel Hendriansyah serta sejumlah pejabat dan tokoh agama lainnya.
Sumsel
Selvi Gibran Terpukau Kekayaan Songket Sumsel, Dorong Perkuat Branding Wastra Tingkat Dunia
PALEMBANG. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, MM, mengungkapkan kebanggaannya karena Sumsel bersama Kota Palembang telah dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan spektakuler Swarna Songket Nusantara 2025 oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).Ia memastikan, kegiatan ini akan menjadi prasasti bersejarah yang tak terlupakan bagi masyarakat Sumsel.Pernyataan itu disampaikan Gubernur Herman Deru saat memberikan sambutan pada kegiatan Malam Budaya Swarna Songket Nusantara 2025 yang digelar di pelataran Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Jumat (1/8/2025) malam."Ini tentu menjadi prasasti tak terlupakan bagi masyarakat Sumsel, terutama bagi perajin songket di Sumsel khususnya Palembang," ujar HD.Kecintaan Herman Deru pada warisan budaya ini telah ia buktikan bersama DPRD sejak lima tahun lalu, melalui produk Peraturan Daerah (Perda) warisan tak benda. Perda tersebut menjadikan motif songket sebagai ornamen wajib dalam tiap bangunan kantor dan gedung-gedung di setiap daerah di Sumsel.Salah satu contohnya adalah motif songket pada tanjak yang ada di gerbang utama Museum SMB II Palembang, tempat acara puncak Malam Budaya Swarna Songket Nusantara.Sebagai daerah yang terdiri dari 9 suku besar (batanghari sembilan), Sumsel kaya akan kain tradisional songket yang bercirikan 9 suku besar tersebut di kabupaten/kota. Misalnya di Komering dengan kain angkinan, OKU Kawai Kanduk, dan Musi Banyuasin dengan songket gambo.Menurut HD, ini adalah aset Sumsel yang tak ternilai. Melalui kegiatan Swarna Songket Nusantara 2025 ini, ia yakin akan semakin menambah semangat baru para perajin di Sumsel untuk lebih berinovasi dan berkreasi. Meskipun saat ini, perajin juga memiliki tantangan maraknya keberadaan kain printing."Ke depan, kita harap para tokoh semakin terbiasa menggunakan kain lokal. Dan kehadiran Ketua Dekranas di sini tentu akan menjadi cerita baru dan membuat perajin serta masyarakat semakin bangga dengan kain songket," paparnya.Sementara itu, Ketua Dekranas, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, mengatakan sangat mengapresiasi Dekranasda Sumsel yang telah menjadi tuan rumah Swarna Songket Nusantara 2025. Menurutnya, bukan rahasia lagi bahwa Indonesia memiliki kekayaan kain tradisional yang sangat luar biasa.Bukan hanya batik dan songket, namun ada juga ulos, lurik, dan banyak lagi lainnya yang memiliki keunikan dan kekhasan masing-masing. Apalagi di Sumsel dengan 17 kabupaten/kota tentunya memiliki motif dan makna berbeda satu dengan lainnya."Kita bersyukur ini kekayaan yang luar biasa. Warisan budaya ini bukan beban tapi justru merupakan identitas kita," ujarnya.Lebih lanjut, Ketua Umum Dekranas, Selvi Ananda, mengatakan dengan adanya kegiatan fashion show Kepala Daerah mengenakan kain songket yang beragam, diharapkan kain songket di masa mendatang tidak hanya dikenakan saat acara-acara adat atau formal saja. Namun, bisa diterapkan dalam berkegiatan sehari-hari semisal di kantor maupun di sekolah-sekolah.Pada kesempatan itu, Selvi juga mengakui bahwa UMKM perajin songket saat ini sudah banyak sekali melakukan inovasi. Hal ini terlihat dari tampilan kain jumputan yang dikombinasikan dengan songket, ada juga batik dikombinasikan dengan songket, dan banyak lagi yang lain.Ia pun berharap melalui kegiatan-kegiatan semacam ini yang diteruskan ke generasi-generasi muda akan semakin membuat kain songket dikenal dan membanggakan. Selvi juga memuji inovasi dan kreasi para desainer terkenal yang telah mengeksplorasi kain-kain Indonesia menjadi produk yang luar biasa.Menurutnya, ide-ide seperti itu memang dibutuhkan. Ditambah kerja sama yang kompak tentu akan semakin banyak ide dan kreativitas yang akan dilahirkan."Kekayaan tradisional sudah layak kita kenalkan pada dunia. Kita memiliki kekayaan dengan keunikan masing-masing. Dengan dunia digital sekarang, kita akan makin mudah mengenalkan kekayaan kain tradisional," paparnya.Melalui kesempatan itu, Ketua Umum Dekranas Selvi Ananda mengajak agar seluruh pihak menjadikan Swarna Songket Nusantara 2025 Sumsel menjadi titik balik memperkuat branding wastra Indonesia di mata dunia.Turut hadir Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Seruni Kabinet Merah Putih Anggota DPR RI Kartika Sandra Desi, Anggota DPD RI dr. Hj. Ratu Tenny Leriva HD, Forkopimda Sumsel, Ketua ICSB Sumsel Hj. Samantha Tivani HD, Staf Ahli TP PKK Provinsi Sumsel Lidyawati Cik Ujang, serta sejumlah Bupati/Walikota yang hadir.
Sumsel
Kunjungi Kriya Sriwijaya, Selvi Gibran Lihat Langsung Potensi dan Perkembangan Kerajinan Tangan Sumatera Selatan
PALEMBANG .Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming, melakukan kunjungan ke Kriya Sriwijaya Palembang pada Jumat (1/08/2025). Dalam kunjungan tersebut Selvi Gibran didampingi langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, serta Ketua Dekranasda Sumsel, Hj. Feby Herman Deru.Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Dekranas untuk melihat langsung potensi dan perkembangan kerajinan tangan di berbagai daerah, khususnya di Sumatera Selatan yang kaya akan warisan budaya.Kehadiran Selvi Gibran Rakabuming diharapkan dapat memberikan motivasi dan dukungan bagi para perajin lokal untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka.Turut hadir para pengurus Dekranasda Sumsel
Sumsel
Tri Karnavian Apresiasi Semangat Perempuan Sumsel Ikuti Bimtek Menjahit, Ciptakan Wirausaha Baru
Palembang, Ketua Umum PKK Pusat Tri Suswati Tito Karnavian bersama Ketua DWP Kemendagri Ibu Niken Tomsi Tohir didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Selatan, Feby Herman Deru menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dasar Menjahit untuk Wirausaha Baru yang dilaksanakan di Hotel Harper, Palembang (31/07/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat, Dekranasda Provinsi Sumsel, dan PKK Sumsel.Bimtek ini diikuti oleh sekitar 25 peserta dari masyarakat umum Kota Palembang, khususnya para ibu rumah tangga yang antusias ingin mengembangkan keterampilan menjahit sebagai bekal membuka usaha baru.Dalam sambutannya, Feby Herman Deru menekankan bahwa keterampilan menjahit bukan sekadar teknik menggabungkan bahan, tetapi juga merupakan bentuk kemandirian perempuan. Ia menambahkan bahwa Sumsel memiliki kekayaan kain tradisional seperti songket yang menjadi potensi besar untuk pengembangan usaha mikro dan peningkatan daya saing daerah.“Menjahit adalah bagian dari proses kemandirian perempuan. Dengan keterampilan ini, perempuan dapat menciptakan sendiri pakaian dan atribut yang mereka gunakan sehari-hari. Ditambah lagi, Sumsel sangat beruntung memiliki keanekaragaman kain yang bisa diolah menjadi produk bernilai jual tinggi, itu salah satu upaya mandiri dalam ekonomi guna pemenuhan kebutuhan rumah tangga” ujar Feby HD.Sementara itu, Tri Tito Karnavian mengapresiasi semangat para peserta dan mengagumi keindahan kain khas Sumatera Selatan. Ia mengatakan bahwa menjahit merupakan bentuk kesabaran dan keterampilan perempuan yang tidak hanya berguna untuk keluarga, tetapi juga dapat menunjang perekonomian rumah tangga serta kemandirian ekonomi.“Menjahit bukan hanya tentang pakaian, tapi juga tentang peran serta perempuan dalam menentukan kualitas dan pilihan pakaian yang digunakan keluarga. Diharapkan ibu-ibu tidak hanya membeli pakaian jadi, tapi juga bisa memproduksi sendiri,” ungkapnya.Bimtek ini merupakan salah satu program unggulan dari PKK Pusat, pada kesempatan ini juga diberikan bantuan berupa peralatan mesin jahit yang dapat digunakan untuk memberdayakan ibu rumah tangga yang belum berpenghasilan.Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Ratu Dewa, Kepala Dinas Perindustrian Sumsel Neng Muhaibah, Kepala Dinas Perdagangan Sumsel Henny Yulianti, Karo Umum Perlengkapan Darmayanti.Bimtek ini merupakan salah satu program unggulan dari PKK Pusat,sehingga diberikan bantuan berupa peralatan mesin jahit bisa digunakan untuk memberdayakan ibu rumah tangga yang belum berpenghasilan.
Sumsel
Siapkan Generasi Emas 2045, TP PKK Gencarkan Kampanye Anti-Judi Online dan Narkoba Pada Siswa/Siswi Di Palembang
Palembang. Ketua Umum TP PKK, Try Tito Karnavian, didampingi Ketua TP PKK Sumsel, Hj. Feby Deru, hari ini melakukan sosialisasi bahaya judi online, pinjaman online (pinjol), dan penyalahgunaan narkoba kepada 500 siswa dan siswi SMA/SMK se-Kota Palembang. Acara ini digelar di SMK N 6 Palembang. Kamis, 31/07/2025.Ketua Umum TP PKK Try Tito Karnavian menyampaikan bahayanya pengaruh kemajuan teknologi saat ini yang dapat mengancam masa depan. Ia menekankan pentingnya memahami dampak buruk serta menjadi generasi yang dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dengan baik."Kalau kita gunakan ke hal yang positif sangat berguna, tapi jika gunakan ke hal negatif maka sangat berbahaya, contohnya judi online sangat berbahaya," ungkapnya. Ia menjelaskan betapa buruknya dampak judi online saat ini, hingga dapat mengarah pada pinjol serta jeratan utang.Sementara itu Ketua TP PKK Sumsel, Hj. Feby Deru, menyatakan bahwa kasus judi online masih menjadi perhatian khusus pemerintah dalam menyiapkan generasi emas 2045. Berbagai program PKK telah dilaksanakan, di antaranya "Rumah Cinta" dan "Retret Pandu Satria.""Semoga sosialisasi ini dapat memberi pencerahan khususnya para remaja agar lebih bijak bertindak dan mampu beradaptasi terhadap perubahan tantangan di masa datang," harapnya.Sosialisasi ini diharapkan dapat membekali para pelajar dengan pengetahuan dan kesadaran untuk menghindari dampak negatif dari kemajuan teknologi serta menjauhi penyalahgunaan narkoba.Turut hadir Para Anggota PKK Sumsel dan OPD lainnya
Sumsel
Wagub Cik Ujang Hadiri Rakor Batas Wilayah Muba-Muratara, Upaya Penyelesaian Konflik dan Menjaga Kondusifitas Wilayah
Palembang. Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, hari ini menghadiri rapat koordinasi penting terkait permasalahan batas daerah antara Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Rapat ini turut dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, Wiranto, M.M., M.Tr (Han), beserta jajarannya, bertempat di Ruang Rapat Bina Praja. Rabu, 30/07/2025.Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri, Wiranto, menjelaskan bahwa rapat ini menindaklanjuti adanya pengaduan terkait permasalahan batas daerah antara Muba dan Muratara pda Pengaduan tersebut tertuang dalam surat dari DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, Bupati Musi Banyuasin, dan surat DPRD kepada Presiden.Oleh karena itu ia menjelaskan akan mengambil langkah untuk segera membentuk tim khusus guna penyelesaian batas wilayah ini sehingga tidak menimbulkan konflik yang berkepanjangan."Kita ingin mendudukkan bagaimana langkah penyelesaiannya dan bermaksud untuk mengetahui langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemda bersama Forkopimda terkait polemik. Kami berharap penyelesaian secara persuasif dan damai," ungkap Wiranto, menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan nasional agar tidak terjadi konflik antar masyarakat.Semantara itu pula Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang, menjelaskan bahwa Kabupaten Musi Rawas Utara merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Musi Rawas, yang dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2013 tanggal 10 Juli 2013.Ia melanjutkan, hasil dari proses penetapan batas tersebut, kemudian diterbitkanlah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2014 tentang Batas Daerah Kabupaten Musi Rawas Utara dengan Kabupaten Musi Banyuasin.Peraturan ini selanjutnya diamandemen melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 76 Tahun 2014."Sebenarnya perbatasan sebelumnya sudah ada batas wilayah yang telah ditetapkan melalui Permendagri 76/2014. Kami akan terus berkomitmen membangun komunikasi dan koordinasi yang konstruktif demi menjaga kondusifitas wilayah serta menemukan jalan terbaik," jelas H. Cik Ujang.Dalam rapat tersebut, dipaparkan tentang peta Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Muratara, serta sejarah panjang batas-batas wilayah yang tertuang pada Permendagri Nomor 76/2014, serta perbedaan antara Permendagri 50/2014 dengan Permendagri 76/2014.Turut hadir dalam rapat ini Sekretaris Daerah Sumsel H. Edward Candra, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie, dan jajaran Forkopimda lainnya.
Sumsel
HD Komitmen Dorong Implementasi Regulasi Ketenagakerjaan yang Adil dan Berpihak pada Pekerja Perempuan
Palembang. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru secara resmi membuka acara Program Terpadu Advokasi dan Perlindungan Pekerja Perempuan Perkebunan Sawit di The Alts Hotel, Palembang, Rabu (30/7/2025). Acara ini digelar sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong kesetaraan gender dan perlindungan hak pekerja perempuan di sektor perkebunan sawit di Sumatera Selatan.Dalam sambutannya, Gubernur HD mengatakan kita patut bersyukur lahir di Indonesia, yang memberi ruang untuk mendukung kesetaraan perempuan. Dukungan dan kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh para perempuan di Sumsel untuk proaktif dalam pembangun.Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi dalam mendorong implementasi regulasi ketenagakerjaan yang adil dan berpihak pada perempuan, memperkuat pengawasan kondisi kerja, serta membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.“Dengan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, kita bisa menciptakan lingkungan kerja yang adil, aman, dan berkelanjutan. Perempuan adalah pilar penting dalam roda produksi sawit dan perekonomian Sumsel,” tegasnya.Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumsel, Alex Sugiarto mengatakan bahwa kemajuan industri sawit di Sumatera Selatan tidak lepas dari kontribusi besar para pekerja perempuan.“Perempuan memainkan peran penting dalam industri sawit, dan sudah sepatutnya diberikan perlindungan serta kesempatan yang sama,” ungkapnya.Pada kesempatan yang sama, disematkan rompi kehormatan kepada Duta Gender Equality in Business Initiative Enthusiast (GEBIE), Dr. Ratu Tenny Leriva, MM. Penyematan dilakukan oleh Ketua GAPKI Sumsel bersama perwakilan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).Dalam sambutannya, Ratu Tenny Leriva yang juga merupakan Anggota DPD RI, menekankan pentingnya keberlanjutan kesetaraan gender, tidak hanya di level legislatif tetapi juga dalam dunia kerja dan sosial. Dirinya juga mengajak pengusaha muda untuk lebih peduli terhadap hak dan kewajiban para pekerjanya.Di akhir diberikan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan kepada 1000 orang pekerja informal perempuan pekerja sawit di Sumsel.Selain itu juga diberikan penghargaan kepada daerah-daerah yang dinilai mendukung kesetaraan gender,antara lain Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Kota Pagaralam, Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Musi Rawas.Penghargaan untuk Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan diterima langsung oleh Gubernur H. Herman Deru, yang diberikan oleh Tribun Sumsel dan GAPKI Sumsel.Turut hadir Wali Kota Pagaralam Ludi Oliansyah, Wakil Bupati Muara Enim Hj. Sumarni, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian, Kadis PPPA Sumsel Fitriana, Kadis Perkebunan Sumsel Agus Darwa, Kadis LH Sumsel Herdi Apriansyah.